KAJEN – Anak perlu diperkenalkan dan dididik agar peduli kemanusian sejak dini. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti selaku Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Pekalongan dalam sambutan pada Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Ayo Siap Siaga Bencana dan Pertolongan Pertama“ yang diselenggarakan PMI Kabupaten Pekalongan bekerja sama dengan Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan pada Rabu ( 27/11/2019) pagi, di Kawasan Wana Wisata Linggoasri, Kajen, Kabupaten Pekalongan.
“Saya berterima kasih kepada Kemenag yang sudah merespon, bekerjasama bagaimana kita mendidik anak-anak kita untuk secara dini peduli pada kemanusiaan” tutur Arini.
Kegiatan diikuti sebanyak 132 kepala dan guru RA (Raudhatul Athfal), BA (Bustanul Athfal), TA (Taman Athfal) se-Kabupaten Pekalongan.
Arini Harimurti yang pada kesempatan tersebut membuka secara resmi bimtek, menyampaikan, kegiatan merupakan pembelajaran para guru kepada anak didik tentang kemanusiaan agar mereka peduli.
“Bagaimana kalau terjadi bencana, apa yang harus kita lakukan dan apa yang akan dilakukan oleh anak-anak kita. mIsal ada yang kecelakaan di sekolah. Lalu apa yang harus kita lakukan. Ada tata cara tersendiri, “ tutur Arini.
Arini juga menekankan sebagaimana pesan yang disampaikan Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan, hendaknya kita keluar dari hal-hal yang bersifat rutinitas. “Artinya kita harus lakukan perubahan-perubahan dari sekarang,” tandasnya.
Selain pesan dari Presiden Jokowi, Wabup juga berharap agar kita bisa mengikuti pesan yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sebagaimana yang disampaikan dalam pidato pada Peringatan Hari Guru kemarin, agar kita bisa melakukan hal-hal kecil mulai dari sekarang.
“Perubahan tidak harus di ruangan kelas saja tapi bagaimana kita memperkenalkan kepada anak-anak kita tentang kemungkinan-kemungkinan nanti kalau ada bencana,” imbuhnya.
Pesan Mendikbud antara lain menekankan agar siswa diajak diskusi dan siswa diberi kesempatan untuk mengajar di kelasnya.
Selanjutnya Arini berharap agar apa yang didapat hari ini tidak hanya untuk diri sendiri tapi bagaimana para kepala dan guru RA, BA dan TA bisa menularkan kepada guru-guru yang lain untuk peduli dan bisa di saat benar benar ada bencana atau pada pertolongan pertama.
“Hari ini panjenengan akan mendapatkan pelajaran KePMI-an. Monggo selanjutnya kalau ada masukan -masukan bisa datang juga ke Markas (PMI) di Kebonagung Kajen. Kegiatan apapun yang intinya peduli, berbagi untuk masyarakat. Berbagi bisa diartikan apakah itu tindakan-tindakan medis atau sumbangan suka rela misalnya donor darah. Dengan donor darah kita bisa menyelamatkan nyawa orang lain,“ ungkap dia.
Sebelumnya, Ketua Pokjawas Kankemenag Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Muslimin M.Pd.I dalam laporannya menyampaikan tujuan bimtek untuk memberikan ketrampilan pertolongan pertama, memberi pemahaman tentang Kepalangmerahan, memberikan pemahaman tentang donor darah dan kesiapan darah serta memberikan pemahaman tentang kesehatan lembaga pendidikan.
Sasaran kegiatan tersebut adalah terwujudnya pemahaman tentang siaga bencana dan pertolongan pertama bagi kepala dan guru RA, BA, TA serta terwujudnya lembaga pendidikan yang sehat.
Materi pokok bimtek yakni Kebijakan Ketua PMI Kabupaten Pekalongan terkait Program PMI Kabupaten Pekalongan, Kebijakan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pekalongan tentang Kesehatan Lembaga, Kesiapsiagaan Bencana, Pertolongan Pertama, Kepalangmerahan, Donor Darah dan Kesehatan Lembaga.
Narasumber yakni dari Pengurus PMI dan kepala kantor serta pelatih dari relawan PMI Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan dihadiri oleh Wakil Kepala kantor Kemenag kab Pekalongan Kepala BPBD kab Pekalongan, pengurus PMI kab Pekalongan, narasumber dan relawan.*) Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan
KAJEN – Para pendonor darah itu adalah orang-orang yang luar biasa dan sudah menjadi orang yang betul-betul bermanfaat untuk orang lain. Demikian pujian Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si kepada para pendonor darah sukarela ke-25 kali secara rutin berkala pada acara Penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela ke-25 tahun 2019 di Aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (27/11/2019).
Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bupati menyampaikan ucapan terima kasih atas segala upaya, pengorbanan para pendonor darah sukarela dalam rangka menolong sesama. “Memang tidak mudah menjadi pendonor yang konsisten atau istiqomah. Untuk itu saya nanti akan memberikan penghargaan kepada pendonor darah ke-120 kali. Insya Allah kalau Allah SWT menghendaki akan saya berikan hadiah umroh,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan harapannya agar Kabupaten Pekalongan bisa menjadi Kabupaten yang menyumbangkan darah karena posisinya lebih mulia daripada Kabupaten yang disumbang. “Dalam konteks penyediaan darah sehat, mari kita bersama-sama berkomitmen agar darah yang kita sumbangkan tidak hanya mencukupi warga Kabupaten Pekalongan saja, tetapi bahkan kita bisa menyumbangkan ke Kabupaten/Kota lain,” ajak Bupati.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengatakan prestasi olahraga di Kabupaten Pekalongan kurang membanggakan atau jeblok.
Hal tersebut diungkapkan, saat membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Pekalongan di pendopo Kabupaten Pekalongan, Rabu, (27/11/2019).
Pembukaan Musorkablub KONI dihadiri langsung oleh Ketua Umum KONI Jawa Tengah Brigjen TNI (Purn) Subroto, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Forkopimda, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta Kepala OPD terkait dan para pengurus cabang olahraga se Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi menyebutkan dari semua sektor pembangunan yang hasilnya saat ini sudah semakin baik, hanya di sektor pembangunan olahraga ini masih kurang membanggakan alias masih jeblok.
KAJEN - Tahun 2015 di Kabupaten Pekalongan tercatat ada 21 ribuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sekarang menjadi sekitar 17 ribuan. Dengan berbagai pola dan program untuk menurunkan angka RTLH di Kabupaten Pekalongan, tahun 2021 ditargetkan turun menjadi 3 ribuan.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat kegiatan Forum dan Bazar CSR serta peletakan batu pertama untuk bantuan RTLH di Desa Mulyorejo yang merupakan bantuan CSR untuk 100 unit rumah sebesar Rp 1,5 Miliar. Selasa (26/11/2019).
"Hari ini kita berada di kediaman pak Raswan di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto. Beliau ini korban rob sehingga struktur bangunannya sudah rusak dan kita bantu untuk rehab agar bisa layak huni," ucapnya.
Di Kabupaten Pekalongan sendiri, Pemkab Pekalongan bersama elemen yang terkait melakukan kolaborasi untuk menurunkan angka rumah yang tidak layak huni. Programnya banyak sekali ada RTLH Reguler, RTLH CSR, dan juga dari inisiasi masyarakat yaitu Abang Rudi serta guyub rukun masyarakat.
KAJEN - Dalam menekan angka kemiskinan, Pemkab Pekalongan bersama dengan Perusahaan yang ada di wilayah setempat, mengadakan Forum dan Bazar Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Selasa (26/11/2019).
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menerangkan bahwa dalam kegiatan ini banyak sekali bantuan yang dibagikan dalam CSR ini. Mulai dari kursi roda, modal usaha, jambanisasi, stunting, pembangunan masjid, dan RTLH untuk 100 unit rumah yang tersebar di daerah yang menjadi laboratorium kemiskinan di Kabupaten Pekalongan.
"Banyak sekali yang dibagi-bagi, yang tujuannya untuk mengangkat Desa Mulyorejo ini agar bisa lebih baik," ujarnya.
Secara nominal, bantuan ini bisa kita ukur tetapi lebih dari itu bahwa bantuan ini memberikan harapan untuk masyarakat. Itu lebih mahal dari nilai nominalnya. Harapannya akan lebih baik sebenarnya lebih mahal dari nilai yang bersifat materi.
KAJEN - Sebanyak 75 Kader Siaga Trantib (KST) dan Satpol PP Kabupaten Pekalongan mengikuti pembinaan pada kegiatan pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum (trantibum) di Jawa Tengah Tahun 2019.
Kegiatan dengan tema "KST Bisa, PKK Tertib", diselenggarakan oleh Dinas Satpol PP Provinsi Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Senin (25/11 /2019).
Dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si., Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda H. Totok Budi Mulyanto, SE., Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan Risnoto, SH.M.Si dan Kabid Trantibum Tranmas Dinas Satpol PP Provinsi Jawa Tengah.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si usai acara mengungkapkan bahwa perlu diketahui bahwasanya Kader Siaga atau KST itu adalah konterpat atau mitra kerja Satpol PP. Untuk itu, langkah awal adalah pembenahan Satpol PP, yakni mulai dari pembenahan personil hingga perlengkapannya serta fungsi-fungsinya diaktifkan kembali.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si meminta para guru di Kabupaten Pekalongan untuk bergerak melakukan perubahan seperti yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim dalam pidatonya pada Upacara Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2019. Upacara di tingkat Kabupaten Pekalongan sendiri digelar di Alun-alun Kajen, Senin (25/11/2019).
Permintaan Mendikbud dalam pidatonya antara lain yakni agar mengajak para siswanya berdiskusi, bukan hanya sekedar mendengar. Mendikbud juga meminta agar guru memberikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas. Permintaan Mendikbud lainnya yakni agar sekolah mencetuskan proyek bhakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Guru juga diharapkan bisa menemukan suatu bakat diri murid yang kurang percaya diri. Menteri yang sebelumnya merupakan CEO Go Jek tersebut juga meminta agar kita menawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan. Mendikbud menyadari tugas guru yang sering berbenturan dengan peraturan, kebijakan para pemangku kepentingan serta tugas administratif harus mereka hadapi.
KAJEN - Kasatpol PP Kabupaten Pekalongan yang baru, harus berani dan tegas terhadap oknum-oknum yang kongkalikong dengan pemilik warung remang-remang dan penjual minuman keras di Kabupaten Pekalongan.
Demikian ditegaskan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si usai melantik dan mengambil sumpah janji jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Jabatan Administrator (Eselon III) dan Pengawas (Eselon IV) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Jum'at, (22/11/2019).
Menurutnya penertiban terkait miras dan warung remang-remang adalah tugas rutin Satpol PP. "Karena, tugas rutinnya Satpol PP ialah menjaga ketertiban umum. Karena mendapat laporan dari masyarakat hal ini harus ditindaklanjuti," ungkapnya.
Selain itu juga, fungsi utama Satpol PP yaitu penegakan perda. Oleh karena itu, kata Bupati, hal-hal yang menyangkut dengan kedisiplinan warga seperti bangunan- bangunan yang tidak sesuai peruntukannya, Satpol PP harus mengambil tindakan. Jangan menunggu perintah.
Kajen – Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pemerintah Kabupaten pekalongan mengikuti presentasi uji publik keterbukaan informasi badan publik tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah di Universitas Islam Sultan Agung Semarang (Unisulla), semarang rabu (20/11/2019).
Hadir dalam acara uji publik Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan H. Anis Rosidi, S.Sos., M.Si, Kepala Bidang Kehumasan Eka Iman Prabawa SH., M. Eng selaku PPID Utama Kabupaten Pekalongan, serta Kasi Sarana Komunikasi, Diseminasi dan Layanan Informasi Publik Liyunfiq Kistiyanto, S.Kom.
Presentasi uji publik berkaitan dengan kebijakan dan program pemerintah daerah dalam mengimplementasikan transparasi sesuai Undang – Undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik dan keterbukaan pengadaan barang dan jasa yang meliputi kebijakan, inovasi serta dampak keterbukaan bagi penyelenggaraan pemerintah daerah. Pengelolaan informasi publik merupakan amanat Undang – Undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik yang sekarang menjadi kebutuhan masyarakat yang harus direspon cepat melalui informasi teknologi (IT) dengan aplikasinya maupun secara manual.
Untuk itu, kata Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga terus-menerus melakukan upaya-upaya pembinaan peningkatan atau merevitalisasi dari seluruh komponen atau instalasi yang dimiliki. “Setelah kita membantu alat, maka insya Allah pada tahun 2020 sudah dianggarkan di APBD kita akan dibangun kantor PMI yang representatif dengan nilai anggaran Rp 4 miliar.
Bupati menuturkan, PMI Kabupaten Pekalongan perannya sangat luar biasa. Setiap bencana alam terjadi, PMI selalu tampil bersama dengan BPBD, dan kelompok-kelompok lain seperti Tagana, Bagana dan lain-lain bersinergi. “Sebagai contoh saat bencana alam yang terjadi di Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Brebes, PMI Kabupaten Pekalongan selalu tampil dominan. Dan alhamdulillah BPBD dan PMI Kabupaten Pekalongan menjadi motor proses mengevakuasi sekaligus mengobati para korban. Pada bencana alam di Kota Palu beberapa waktu lalu, kami juga membantu hampir Rp 1 miliar. Ini juga hasil gotong-royong masyarakat Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menginformasikan bahwa pihaknya melalui Dinas Kesehatan memiliki tim yang namanya PSJ dari Pusat 911. Adalah gugus tugas yang merupakan mandat dari Menteri Kesehatan, terdiri 1 ambulan dan 11 tenaga medis yang bertugas on time 24 jam.
“Jadi kalau ada kecelakaan tinggal hubungi hotlinenya, mereka akan bergerak. Mereka biasanya bergerak bersama PMI dan Polri menuju ke TKP. Ini perlu ditingkatkan juga agar seperti di daerah lain apakah akan diposkan di rumah sakit karena tugas mereka berhimpitan dengan PMI. Itu adalah gugus tugas baru yang kita bentuk dan sudah beroperasional dan bermanfaat membantu saudara-saudara kita yang mengalami kecelakaan di wilayah Kabupaten Pekalongan dan bahkan sering sekali wilayah Kota Pekalongan juga menggunakan jasa kita itu,” terang Bupati.
Sementara itu Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti selaku Ketua PMI Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa kegiatan yang digelar merupakan kegiatan yang mulia dan strategis karena yang hadir adalah para pendonor darah sukarela sebagai insan-insan yang penuh kesadaran dan hanya didorong oleh niatan untuk beribadah dengan mendonorkan darahnya untuk kemanusiaan. Mereka telah ikut menyelamatkan masyarakat yang membutuhkan darah.
“Atas nama Ketua dan Pengurus PMI Kabupaten Pekalongan kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para pendonor darah, kepada UTD Kabupaten Pekalongan, kepada seluruh OPD yang telah mendukung kegiatan donor darah. Semoga amal kebaikan bapak ibu mendapatkan balasan dari Allah SWT sehingga menjadi amal kebaikan dan amal ibadah bagi bapak ibu semua,” ucap Arini.
Ketua PMI menyampaikan laporannya bahwa sebanyak 185 orang yang secara berturut-turut sebanyak 25 kali mendonorkan darahnya secara rutin berkala. Kepada mereka, PMI Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi dan penghargaan.
Dilaporkan pula, bahwa PMI Kabupaten Pekalongan telah melakukan Temu Donor Darah ke-50 dan ke-75 tingkat Provinsi Jawa Tengah sebanyak 14 orang yang dilaksanakan pada 21 Oktober 2019 di Semarang. “Dan Insya Allah pada bulan Desember nanti, PMI Kabupaten Pekalongan akan memberangkatkan 2 orang pendonor darah sukarela atas nama Budi Sujatmiko dengan donor darah ke-113 kali dan Failasuf dengan donor darah ke-108 kali. Ini nanti dalam kegiatan Penganugerahan Satya Lancana Kebaktian Sosial DDS ke-100 kali oleh Presiden Republik Indonesia,” katanya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
"Sektor ini masih ngisin-ngisini (memalukan). Ibaratnya kalau yang lain sudah liga primer A, kita masih liga antar kampung. Bahkan, masyarakat tidak bangga sama sekali dengan prestasi olahraga di Kabupaten Pekalongan," kata Bupati.
Menurut KH. Asip, terpuruknya olahraga di Kabupaten Pekalongan bukan kesalahan para atlet. Oleh karena itu, pihaknya bertekad akan membenahi sektor olahraga.
"Ini kesalahan murni dari kita, yang kurang memberikan pembinaan optimal. Mungkin organisasinya juga kurang optimal untuk mendukung prestasi atlet-atlet itu," ungkapnya.
Padahal, Pemda sudah memberi bonus Rp 50 juta untuk peraih medali emas pada Poprov kemarin, namun hasilnya tidak ada. Untuk itu, di sektor olahraga perlu ada perombakan di semua lini.
"Ini mungkin termasuk strukturisasi yang saat ini menempel di Dinporapar. Nanti akan ditinjau kembali. Di daerah lain juga ada yang masih nempel di Dinas Pendidikan," jelasnya.
Menurutnya, potensi di bidang olahraga besar. Pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan para pengusaha, dan mereka siap mendukung pengembangan olahraga di Kabupaten Pekalongan.
"Hibah kita ke KONI masih sedikit Rp 2,5 miliar. Jangan hanya andalkan APBD, harus melibatkan pengusaha. Pengusaha sudah siap tapi institusi kita belum siap," ungkapnya.
Menurutnya, managemen pengelolaan olahraga di Kabupaten Pekalongan masih amburadul. "Kita harus berbenah karena aseptasi masyarakat tinggi. Masyarakat butuh kebanggaan. Tarkam justru bagus. Ada Danramil Cup, HW Cup, dan lainnya. Tanpa duit dari pemerintah, bisa jalan," tambahnya.
Dari hasil rekapitulasi Pemungutan Suara Musorkablub, terpilih sebagai Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan Tahun 2019 yaitu Eko Ahmadi atau biasa dipanggil Gus Eko Ahmadi (Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan). Dia memperoleh suara 15, mengalahkan Tri Budi Hartono yang mendapatkan suara 10. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
"Dananya sendiri mulai dari APBD Daerah, APBD Provinsi, APBN, CSR dan dari inisiasi masyarakat sendiri," ujarnya.
Program ini bagus sekali dan harus gotong royong. Intinya Pemkab Pekalongan sangat konsen untuk menyelesaikan RTLH yang ada di Kabupaten Pekalongan sehingga secara statistik angka penurunannya cukup menggembirakan.
"Target tahun 2021 Insya Allah bisa berkurang sangat signifikan," tandasnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
"Inilah kenapa kita harus saling membantu walaupun hanya sekedar, tetapi insya Allah harapan ini akan menumbuhkan etos kerja baru, semangat baru yang pada akhirnya mereka juga akan tergerak untuk memberi kepada sesama jika sudah mampu," jelasnya.
Perlu diketahui bahwa Desa Mulyorejo Kecamatan Tirto ini merupakan salah satu desa yang dijadikan laboratorium kemiskinan di Kabupaten Pekalongan. Diadakan Bazar CSR ini agar program penurunan kemiskinan bisa dilihat dan bisa dicapai secara maksimal.
"Mudah-mudahan bisa membantu karena kemiskinan kita itu berdasarkan belanja. Bagaimana mau belanja kalau incomenya tidak ada," terangnya.
"Dengan ini, kita menarik mereka supaya yang ada di Desa Mulyorejo bisa mendapatkan income dan menjalani pola hidup sehat sehingga mereka bisa menjalani hidup lebih baik," pungkas Bupati Asip.
Bazar CSR didukung oleh banyak perusahaan diantaranya, Bank Jateng, BRI, BNI, BKK Jateng, BPR BKK, Kospin Jasa, Perum Perhutani, Perumda PDAM Tirta Kajen, PT. Unggul Jaya, PT. Ratna Jaya, PT. Dupantex.
Dihadiri Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
"Hal ini agar performance Satpol PP ini di masyarakat kelihatan humanis, kemudian persuasif tetapi tetap tegas. Sehingga Kabupaten Pekalongan itu nanti tertib, pedagang kaki limanya tertib, tempat hiburan yang ilegal juga kita tutup," ujar Bupati.
"Kita masih punya PR yakni toko modern dan warung remang-remang penjual miras beserta karaoke. Selain itu juga kos kosan juga akan ditertibkan semua. Pokoknya yang tidak sesuai dengan Perda Ketertiban Umum yaitu Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum. Perda itu sudah menyangkut semuanya, " tegas Bupati.
Disamping itu juga, kata Bupati, anak-anak sekolah yang pada jam pelajaran mereka keluyuran. Kemudian juga ASN yang keluyuran ke tempat-tempat yang tidak seharusnya juga merupakan bagian dari obyek Perda Ketertiban Umum tersebut.
Dengan Perda tersebut, tutur Bupati, fungsi Satpol PP seharusnya bisa lebih profesional. Dan KST adalah menjadi mata dan telinganya Satpol PP. Tapi basic pengawasannya berada di Desa/Kelurahan masing-masing secara kewilayahan.
"Jadi jika terjadi kejadian di Desa/Kelurahan yang sekiranya berpotensi mengganggu ketertiban umum, maka segera dikoordinasikan melalui Kecamatan sampai ke Kabupaten," tandas Bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurut Mendikbud, apa pun perubahan kecil tersebut, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal bernama Indonesia ini pasti akan bergerak.
Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si usai upacara mengutarakan, secara umum hal yang disampaikan Mendikbud dalam pidatonya kali ini lebih spesifik, singkat, dan lebih bersifat menunjukkan mana perubahan yang harus dimulai dan hal itu menurutnya menjadi penting jika dilakukan secara bersama-sama.
“Seperti tadi, menolong guru yang sedang kesusahan, itu penting. Guru jangan sampai susah karena kalau gurunya susah, sedih, nanti muridnya bisa jadi sasaran. Jadi kita bikin semua guru di Kabupaten Pekalongan bisa tersenyum dan tertawa semua. Kira-kira yang tersirat seperti itu,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut menurut bupati, perubahan itu dimulainya dari bawah dan para guru harus ada paradigma baru. “Dari hal kecil, bagaimana anak ini dilatih kepekaan sosial, terus bagaimana anak ini diberi kebebasan berinovasi. Insya Alloh dengan cara seperti itu Kabupaten Pekalongan strata pendidikannya semakin baik di tingkat Provinsi. Kami sadar masih ada beberapa fasilitas yang belum memadai dan ini menjadi konsen kami untuk terus menerus meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Pekalongan. Termasuk yang di daerah atas,” tutur Bupati.
Bupati mengatakan, sering mengunjungi SD/SMP yang ada di daerah atas dan menilai sekarang fasilitasnya sudah memadai dan sudah tidak begitu ketinggalan. Pemkab juga sedang melakukan kajian SMP di daerah atas supaya jadi SMP reguler lagi. “Saat ini sedang kita lihat mana yang sudah saatnya diregulerkan. Ini sebagai bentuk kita mengejar wajib belajar 9 tahun, karena nanti pada saatnya kita akan launching wajib belajar 12 tahun,” imbuhnya.
Terkait dengan wajib belajar 9 tahun, Bupati menyatakan, Zero Drop Out di Kabupaten Pekalongan sudah diberlakukan dan berharap gerakan Kudu Sekolah bisa benar-benar direalisasikan. “Gerakan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat, insan pers, semua bergerak agar anak-anak kita minimal bisa sekolah sampai SMP. Seluruh guru harus terlibat,” ucap Bupati.
Bupati juga mengajak kepada seluruh guru yang ada di Kabupaten Pekalongan mulai dari Guru TK/PAUD, SD.SMP, baik negeri maupun swasta agar bergandengan tangan dengan pemerintah bersama-sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan terhadap anak didik, memberi ruang apresiasi dan inovasi kepada anak-anak kita sehingga anak-anak kita itu tumbuh dan berkembang sesuai dengan bakat dan cita-citanya dan guru sedapat mungkin menjadi motivator bagi perkembangan anak.
Pada upacara Hari Guru Nasional Tahun 2019 tersebut juga diberikan sejumlah penghargaan. Penghargaan tersebut antara lain dari Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Kabupaten Pekalongan Tingkat Jawa Tengah, Muhammad Zidan Nailurrizqi (dari TOQ Aisyiyah Ta’aruf Petukangan Wiradesa) sebagai Juara I Tartil Putra TPQ, Rakhma Nabila (TPQ Ibnu Katsir Rowokembu Kaum Wonopringgo) sebagai Juara I UUD 1945 TPQ Putri,
Kemudian M. Nasrullah Kafabih (TPQ Miftahul Hidayah Dadirejo Tirto) sebagai Juara II Ceramah Indonesia TQA Putra dan Juara II Ceramah Arab TQA Putra. Juara lainnya yaitu Naufal Choirul Majid, Fakhriy ‘Aisyi Salman dan Nadia Al Tafunnisa (dari TPQ Alhuda Babalan Kidul Bojong) sebagai Juara III CCQ TPQ. Siti Aisyah, S.Pd, AUD menjadi Juara III Lomba Menulis Cerita untuk anak usia dini kerjasama Muslimat Pusat dengan Kemendikbud.
Dari Lomba MAPSI SMP Kabupaten Pekalongan, M. Ulil Abror (SMPN 1 Doro) menjadi Juara II Tingkat Provinsi Jawa Tengah pada kategori Tahfidz Qur’an Putra. Sedangkan pada Lomba MAPSI SD Kabupaten Pekalongan, Kamila ‘Afiyani (SD Wuled Tirto) menjadi Juara I Hifdil Qur’an Putri dan Halinda Setya Eka Cendana Putri (SD I Gondang Wonopringgo) sebagai Juara II kategori Cerita Islami.*)Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan
"Itu semua untuk kenyamanan dan kentertiban warga. Risnoto yang menjabat Kasatpol PP semoga bisa bekerja dengan baik," pesannya.
Kemudian, untuk terkait warung remang-remang atau tempat karaoke yang tidak mempunyai ijin pihaknya secara tegas akan menutup tempat tersebut.
"Dulu ada beberapa tempat karaoke yang tidak mempunyai ijin sudah ditutup, namun ini muncul baru lagi dan ternyata tidak memiliki ijin. Kalau tidak mempunyai ijin, ya harus ditutup," tutur Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si.
Saat disinggung terkait oknum yang kongkalikong dengan para penjual miras dan warung remang-remang, pihaknya berjanji akan memberikan sanksi tegas terhadap oknum tersebut.
"Harus ada sanksi penindakan terhadap oknum tersebut. Pokoke siapa pun, tidak hanya di Satpol PP, ASN yang melanggar atasnya harus menindak sesuai dengan ketentuan," ungkapnya.
Sementara itu, Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan yang baru dilantik, Risnoto, SH., M.Si mengatakan pihaknya akan melakukan dan melaksanakan sesuai Perda yang ada.
"Tugas pertama yang akan dilaksanakan yaitu akan mendalami semua Perda. Setelah itu melakukan pembinaan internal. Tidak hanya itu, bahkan bupati berpesan untuk Satpol PP harus bekerja tanpa menunggu perintah. Pesan tersebut akan saya terapkan nantinya," tambahnya.
Selain Risnoto, SH.M.Si yang dilantik menjadi Kasatpol PP dan Damkar, yang sebelumnya adalah Kepala Dindukcapil. Pejabat lain yang dilantik adalah dr. Budi Darmoyo dari Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dilantik menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan.
Selanjutnya, Dra. Endang Triadyaksi Kusuma Dewi, M.Si sebelumnya Sekretaris Inspektorat dilantik menjadi Sekretaris Satpol PP dan Damkar. Posisinya di Sekretaris Inspektorat digantikan oleh Drs. Widiyanto yang sebelumnya menjabat Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Diklat.
Adapun untuk Sekretaris BKD dan Diklat diisi oleh Hadi Surono, S.IP., M.Si yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Mutasi dan Promosi BKD dan Diklat Kabupaten Pekalongan.
Disamping itu, pejabat lain yang dilantik yaitu Roro Ningsih, SE., yang sebelumnya menjabat sebagai Kasie Pelayanan Sosial Anak dan Lansia Dinas Sosial dilantik menjadi Kasubag Umum dan Kepegawaian Dindukcapil. Kemudian, Mashadi, SH., staf Dindukcapil dilantik menjadi Kasie Perkawinan, Perceraian, Perubahan Status Anak dan Kwarganegaraan Dindukcapil dan Hadiyati, S.IP staf Setwan dilantik menjadi Kasie Pendataan Penduduk Dindukcapil.
Kegiatan pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan H. Anis Rosidi, S. Sos., M.Si mewakili Bupati dan jajaran pemerintah kabupaten pekalongan berkomitmen penuh dalam menjalankan amanat undang – undang tentang keterbukaan informasi publik. Menurutnya, program diseminasi informasi di pemerintah kabupaten pekalongan terus ditingkatkan kualitasnya melalui inovasi – inovasi. Untuk mengakses informasi masyarakat dapat menggunakan hak akses melalui website, medsos, radio LPPL RKS, serta sarana yang dilakukan pemkab seperti dengan majalah Gema Kota Santri, spanduk / baliho dan kerja sama dengan media cetak, online, radio dan televisi.
Kabupaten pekalongan bersaing dengan 20 kabupaten / kota yang ada di provinsi jawa tengah diantaranya Kabupaten Brebes, Cilacap, Tegal, Temanggung, Demak, Wonogiri, Sukoharjo, Wonosobo, Purbalingga, Klaten, Banyumas, Batang, Karanganyar, Pemalang, Kota Surakarta, Magelang, Pekalongan, Salatiga, dan Semarang untuk mendapatkan penghargaan KIP Award 2019 pemerintah daerah kabupaten atau kota 10 (sepuluh ) terbaik. *Red