KAJEN - Salah satu langkah yang dilakukan KPK Dalam rangka pemberantasan korupsi adalah program pencegahan korupsi terintegrasi dengan Pemerintah daerah. Dan sebagai tindak lanjut dari komitment dan sekaligus implementasi dari program tersebut adalah rencana aksi bersama perbaikan tata kelola aset daerah dan BUMN. Demikian salah satu sambutan yang disampaikan salah satu Pimpinan KPK, Nawawi Pomolango pada acara Rapat koordinasi Perbaikan Tata Kelola Aset Daerah dan Penyerahan Sertifikat Pemerintah Daerah, Selasa,14 Juli 2020 di Hotel PO Paragon Semarang.
Disamping pimpinan KPK, acara tersebut juga dihadiri wakil Menteri ATR/BPN Surya Tjandra, dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, beberapa Bupati/walikota dan seluruh Kepala Kantor BPN Kab/kota se Jateng.
Disela-sela jalannya Rakor diserahkan sertifikat tanah yang merupakan aset Kab/kota dari Wakil Menteri ATR/ BPN kepada perwakilan kabupaten/kota, yang salah satunya adalah Kabupaten Pekalongan yang diterima langsung oleh Bupati Asip Kholbihi. Pada acara tersebut, Kabupaten Pekalongan menerima 19 Sertifikat atas 19 bidang tanah yang merupakan aset daerah.
Disinggung arti penting penyerahan sertifikat tanah ini Bupati Asip menerangkan bahwa, *pensertifikatan aset daerah ini merupakan salah satu upaya Korsugah KPK dan Pemerintah daerah dalam rangka Melindungi aset daerah, yang kedua dalam rangka menertibkan administrasi sekaligus perbaikan tata kelola aset daerah dan yang ketiga adalah merupakan dasar legalitas aset daerah sehingga tdk mudah berpindah kepemilikannya"
Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus berupaya mensertifikatkan seluruh tanah yang merupakan aset pemerintah Kabupaten. "Insha Allah dalam 3 -4 tahun kedepan seluruh tanah aset Pemkab.Pekalongan telah memiliki sertifikat.
Sementara itu, Kabid Aset Dinas Pendspatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kholid menambahkan bahwa, sampai tahun 2020 ini masih terdapat kurang lebih 600 bidang tanah aset daerah yang belum bersertifikat. Untuk tahun 2020 ini ditargetkan 85 terbit sertifikatnya.
"Untuk tahun 2020 ini Kami berusaha untuk mensertifikatkan tanah aset darah hingga 150 sertifikat, sambil terus melakukan pendataan dan infentarisasi tanah daerah, saat ini konsentrasi pendataan difokuskan kepada tanah2 yang berupa jalan Kabupaten dan jembatan dan tanah2 yang digunakan untuk sekolah2. Oleh karena itu kami selalu berkoordinasi dengan DPU Taru dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan" imbuh Kholid.
Selasa, 14 Juli 2020
KAJEN - Berdirinya madrasah dan TPQ bisa menjadi sarana bagi masyarakat di Petungkriyono untuk mengembangkan pendidikan agama Islam guna membantu menunjang pembangunan aspek pendidikan di Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik. Hal tersebut diungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSi pada acara Peresmian TPQ & MADIN Hidayatul Mubtadi'in II di dukuh Wonodadi Desa Songgodadi Kecamatan Petungkriyono Oleh KH. An'im Falahuddin Makhrus (Pengasuh Ponpes Lirboyo Kediri) 12/7.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Lembaga Ittihadul Muballighin (LIM) Himpinan Alumni & Santri Ponpes Lirboyo (HIMASAL) Cabang Pekalongan. ‘’ Ini merupakan anugerah yang luar biasa. Di dukuh ini, teman-teman kyai dan ulama semuanya bisa membuat madrasah yang bagus ini. Tinggal setelah diresmikan oleh Gus Adhim nanti, kita semua wajib untuk ngisi,’’ungkap Bupati Asip.
Menurutnya untuk mendukung pengembangan madrasah tersebut, Pemkab berkomitmen akan membangun sarana dan prasarana yang menunjang kemajuan madrasah. ‘’Dan tugas pemerintah melengkapi sarana dan prasarana, seperti jalan yang rusak itu nanti Insyaallah menjadi tanggung jawab saya,’’ Ungkapnya.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melepas rombongan konvoi bus pariwisata di Jalan Raya Gemek, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2020) pagi.
Konvoi bus tersebut diinisiasi oleh salah satu perusahaan otobus 44 Trans yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk keliling ke objek wisata yang ada di Kabupaten Semarang.
"Hari ini saya melepas tour wisata ke Kabupaten Semarang dengan menggunakan bus dan standar protokol kesehatan. Memang beberapa bulan yang lalu wisata tutup. Hal tersebut, berdampak kepada perusahaan bus yang mengelola bus wisata," kata Bupati Asip.
Menurut Bupati Asip, tour ke objek wisata ini diinisiasi oleh perusahaan lokal Kabupaten Pekalongan, sebagai upaya menghidupkan perekonomi di Kabupaten Pekalongan.
"Di Kabupaten Pekalongan ada puluhan jasa transportasi dan adanya kegiatan ini saya sangat mendukung karena untuk meningkatkan perekonomian setelah new normal," ujarnya.
Kemudian, pada masa new normal bukan berarti kembali ke situasi semula saat tidak ada Covid-19.
"Masyarakat harus membiasakan diri saat beraktivitas di luar dengan menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak," Imbuhnya.
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si berharap dan mendukung berdirinya Rumah Sakit Muhammadiyah Kajen yang diinisiasi oleh pengurus cabang Muhammadiyah Kajen . Hal itu disampaikan bupati saat mengisi acara “ Studi Islam Ahad Pagi” yang diselenggarakan oleh PAY Muhammadiyah Kajen di Balai pertemuan yatim piatu Kajen, Minggu ( 12/07) pagi. Dikatakan pula hari ini sudah ada 3 pesantren Muhammadiyah yang berkembang cukup maju, yakni di Miftahul ulum Pekajangan, Mbs Wonopringgo dan Mbs Kajen. “ Saya kira ini bentuk model transformasi pendidikan yang sangat bagus . Jadi anak-anaknya dipesantrenkan, kemudian paginya mengikuti pendidikan formal. Dan sekarang para orang tua ada kesadaran kolektif agar model pendidikan yang seperti ini yang minati”, paparnya
Menurut bupati, Muhammadiyah Kajen sangat dinamis dalam mengembangkan sarana pendidikan, baik pendidikan dasar maupun menengah. Tidak hanya masalah pendidikan, juga pengembangan pelayanan kesehatan. Untuk itu Muhammadiyah hadir memberikan alternatif, tidak perlu jauh-jauh, cukup di kabupaten Pekalongan khususnya di Kajen juga sudah tersedia.”, lanjutnya
Bupati menilai pondok pesantren Muhammadiyah sangat bagus dan akan sangat baik anak-anak didik nanti masuk di pondok pesantren selain lembaga-lembaga formal yang sudah ada.
KAJEN – Perbaikan infrastruktur di Kesesi untuk menunjang transformasi daerah Kesesi yang akan dijadikan icon kerjasama triple helix antara perguruan tinggi, sektor usaha dan pemerintah terus dilakukan Pemkab Pekalongan. “hal ini sebagai wujud dukungan untuk melakukan perubahan di Kesesi supaya bisa lebih baik lagi diberbagai bidang infrastruktur” Ungkap Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, saat kunjungan kerja ke Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi pada hari Jumat (10/7/2020).
Menurut Bupati Asip, untuk mewujudkan tercapainya kerjasama tersebut, dalam untuk mewujudkan rencana akan berdiri Universitas Negeri Semarang (UNDIP) sebagai upaya pembangunan infrastruktur kota dibidang pendidikan di wilayah Kesesi.
Selanjutnya Bupati menyampaikan dua permasalahan dalam penataan kota berupa masalah kekumuhan dan kebutuhan air bersih, oleh karenanya pihaknya akan melakukan perbaikan infrastruktur fisik berupa pembuatan ruang terbuka hijau sebagai ruang interaksi sosial masyarakat,. “ Dan perbaikan sarana suplai air bersih, karena ini tantangan kita disamping lingkungan yang kumuh. Dan tentunya itu akan kita atasi,’’ Ungkapnya.
KAJEN – Sebagai wujud kepedulian terhadap beban para pelaku usaha UMKM, khususnya pelaku usaha makanan ringan dan makanan basah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan Bantuan Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) Bahan Baku. Bantuan senilai maksimal 3 juta rupiah ini secara simbolis diserahkan oleh bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si di toko SRC Karangayar pada Jum’at ( 10/07) pagi di Karanganyar.
Bupati Asip menuturkan bantuan dari Propinsi ini melengkapi 75 ribu bantuan warga yang berasal dari anggaran Pemkab, dan Pemerintah pusat berupa BLT/sosial, dana desa, serta bantuam dari masyarakat ormas seperti Muhammadiyah, NU dan lainnya. “ Pada hari ini Pemprov menganggarkan kembali bantuan khusus untuk penjual-penjual, UMKM seperti penjual roti, keripik dan lain-lain yang di rumah-rumah agar terbantu,” ungkap bupati Asip.
Dikatakan, Pemprov memberian bantuan 3 paket senilai rata-rata 3 juta sampai 1,5 juta. Bantuan tersebut diharapkan digunakan untuk menambah modal omzet para pedagang serta dikelola menjadi bahan makanan yang selanjutnya bisa dititipkan ke SRC (pojok lokal) .
KAJEN - Pembangunan di Kabupaten Pekalongan mulai mengeliat, hal ini terlihat dari berbagai pembangunan infrastuktur mulai berjalan diantaranya pembangunan sarana irigrasi pertanian. “ Pembangunan irigrasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktifitas hasil pertanian di Kabupaten Pekalongan’ ungkap Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti baru baru ini saat meninjau pembangunan irigrasi desa Bojong Wetan Kecamatan Bojong. Jumat (10/7).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pekalongan, Ir. Siswanto menyampaikan bahwa saat ini ada beberapa saluran irigrasi pertanian ada yang rusak, oleh karenanya pihaknya memprogramkan rehab saluran irigrasi pertanian di 26 titik pada tahun 2020. “Kita memprogramkan tahun 2020 ada 26 titik untuk rehab saluran irigasi, sehingga yang harapannya tahun ini produksi hasil pertanian di Kabupaten Pekalongan bisa dinaikkan.” Jelasnya.
Sementara itu Lurah Desa Bojong Wetan, Warsono menjelaskan pembangunan irigrasi di desanya sudah sangat bermanfaat untuk petani sehingga bisa mengantisipasi kekeringan dalam musim tanam ini. “ saat ini luas lahan yang bisa diairi langsung oleh saluran yang sedang dibangun saat ini untuk Bojong Wetan seluas 53 hektar dan Duwet 16 hektar, (el)
KAJEN – Sebagai wujud kepedulian terhadap warganya yang mengalami musibah kebakaran di Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni. Hari ini, Kamis (9/7/2020) Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj. Arini Harimurti berkesempatan menyambangi langsung rumah korban kebakaran tersebut.
Sebagai Wakil Bupati sekaligus ketua PMI Kabupaten Pekalongan, Arini mengatakan bahwa musibah kebakaran rumah yang menimpa warganya ini,sangatlah memprihatinkan. Menurutnya, masyarakat sudah terdampak secara ekonomi dengan adanya pandemic Covid-19 ini, apalagi ditambah musibah kebakaran, tentunya ini sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah.
Dijelaskannya bahwa kunjungan ke rumah korban kali ini selain memberikan bantuan berupa sembako dan keperluan rumah tangga, juga sekaligus memberikan dorongan moril terhadap korban supaya bisa lebih kuat lagi dan dapat segera bangkit setelah mengalami musibah kebakaran rumah ini .
‘’Saya jadi prihatin sekali, ya saya datang ke sini ikut prihatin. Juga ini mudah-mudahan bisa menjadi motivasi beliau bahwa beliau tidak sendiri, karena masih ada yang perduli. PMI itu dari masyarakat dan untuk masyarakat juga,’’ Pungkasnya. (Lusi Rismawati)
KAJEN - Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menerima perwakilan guru honorer yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wiyata Bakti ( FKWB) di ruang rapat Bupati pada Rabu (08/07) pagi. Perwakilan FKWB diterima langsung oleh bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si didampingi kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Sumarwati S.Pd., MAP beserta jajaran serta kepala Dinkominfo Anis Rosidi SSos.,M.Si .
Pertemuan bertajuk “ Audiensi dengan Forum Komunikasi Wiyata Bakti” tersebut untuk mendiskusikan eksistensi para guru wiyata bakti di kabupaten Pekalongan. Dalam audiensi tersebut bupati atas nama pemerintah mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan pengorbanan para guru wiyata bakti yang telah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak didik.
“ Pemerintah sekarang openmind, menerima semua masukan, kritik dan saran. Kita diskusikan, musyawarohkan kemudian hasilnya mana nanti yang kita bisa, mana yang jangka menengah atau jangka panjang.”, ucap bupati
Minggu, 12 Juli 2020
Sementara itu, M. Soleh Bintoro Onwer 44 Trans mengatakan, ada 26 bus yang mengikuti tour wisata new normal.
"Tour ini untuk melihat wisata new normal yang sudah dibuka. Kami berwisata di objek wisata Dusun Semilir dan Eling Bening Kabupaten Semarang," kata Soleh.
Menurutnya, tujuan diselenggarakannya tour ini untuk mengedukasi masyarakat mengenai pariwisata yang new normal.
"Tour wisata ini untuk mengedukasi masyarakat protokol kesehatan bagi perusahaan bus dalam melayani kegiatan wisata di era new normal," ujarnya.
Soleh berharap, dengan adanya tour wisata dengan penerapan protokol kesehatan ketat seperti menggunakan masker, handsanitizer, dan mejaga jarak dapat memberikan edukasi baru kepada masyarakat yang akan berwisata.
"Semoga setelah uji coba tour ini, kedepanya usaha pariwisata bisa kembali normal," harapnya. (Humas Dinkominfo)
Minggu, 12 Juli 2020
Mengenai peran pemerintah , dikatakan pemerintah melakukan penataan terhadap regulasi dan menfasilitasi. Bantuan-bantuan sosial keagamaan dan bantuan sarana pendidikan menjadi konsen pemerintah untuk mendukung gerakan dari persarikatan Muhammadiyah khususnya di Kajen sebagai ibukota Kabupaten. “ Jadi ini sinergi dengan dinamika pembangunan yang dilakukan oleh pemkab ,” pungkasnya
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan sosial dari Pemkab secara simbolis untuk panti asuhan yatim putra putri Muhammadiyah Kajen. ( Humas Kominfo )
Minggu, 12 Juli 2020
Selanjutnya berkaitan Covid-19 , Bupati Asip berpesan kepada masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan sebagai bentuk ikhtiar dalam mencegah penularan kembali virus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. ‘’ Masalah Covid-19, saya berharap kita terus melakukan ikhtiar. Apabila keluar rumah melakukan aktivitas jangan lupamemakai masker. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati untuk melindungi diri kita,’’ Pungkasnya.
Jumat, 10 Juli 2020
Dengan support atau bantuan dari pemerintah, Bupati yakin produk makanan UMKM tidak terpengaruh kondisi pandemi dan diharapkan untuk ketahanan sosial ekonomi di saat situasi pandemi.
Sementara itu kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Ir Hurip Budi Riyantini menjelaskan para pelaku usaha yang mendapat bantuan adalah mereka yang terdampak covid19. Pemberian bantuan kali ini merupakan pelaksanaan tahap kedua, sebanyak 140 UMKM. Adapun penyalurannya dilaksanakan mulai tanggal 10 dan 11 juli 2020 , tersebar di 4 titik yaitu Doro, Wiradesa, Buaran dan Karanganyar. Tujuannya memberikan kemudahan bahan baku bagi pelaku usaha makanan dengan nilai bantuan maksimal 3 juta rupiah. ( Humas Kominfo )
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020
Kamis, 9 Juli 2020
Bupati meyakini kepala dinas mampu membuat sistem itu sehingga proporsi guru negeri tidak akan mempengaruhi keberadaan guru wiyata bakti. Pemkab sendiri sudah mulai melakukan posisioning terhadap keberadaan guru wiyata bakti.
Ketua FKWB Ifan Munawar Chaniago mengutarakan titik fokus audiensi kali ini ada dua hal, yaitu pengakuan dan bosda, baik prosedural maupun nominalnya. Terkait pengakuan, dinas pendi dikan dan kebudayaan sudah menerbitkan surat keterangan. Sedangkan untuk nominal bosda, pihaknya mengharap ada kenaikan tunjangan bosda.
Sementara itu Sumarwati S.Pd.,MAP selaku kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan mengatakan guru yang mendapatkan kesejahteraan wiyata bhakti ada 1913. “ Sepanjang kita masih membutuhkan, kita lindungi guru wiyata bakti”, tegas Sumarwati.
Dijelaskan pula saat ini pihaknya masih petakan penataan guru karena sentral guru paling tinggi di 2 kecamatan yaitu di Bojong dan Kesesi. Sementara kekurangan guru selain di 2 kecamatan itu masih banyak ( Humas Kominfo )
Rabu, 8 Juli 2020