KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si melakukan pengecekan progres pembangunan Jembatan Kalikeruh yang terletak di Desa Luragung, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Tampak mendampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Hari Suminto, SH.MH, Kepala Bappeda dan Litbang Ir. Bambang Irianto, M.Si., Kepala DPU dan Taru Wahyu Kuncoro, ST. MT., Kepala Dinas Perkim LH Ir. Trinanto Agus Maryono dan Kabag Pembangunan Setda Abdul Choliq.
"Pembangunan jembatan Kalikeruh tinggal menyisakan waktu satu setengah bulan lagi. Oleh karena itu kita lakukan pengecekan kesiapannya, dan sampai saat ini belum ada kendala, InsyaAllah tepat waktu," kata Bupati Asip, Selasa (5/11/2019).
Bupati Asip menjelaskan, untuk progres pembangunan jembatan penghubung antara Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Pemalang bagian atas tersebut sudah mencapai 50 persen.
"Tinggal dilakukan pemasangan perangkat bajanya, saya berharap agar pembangunan jembatan ini tepat waktu dengan kualitas yang lebih baik sehingga masyarakat lebih aman," ungkapnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga jembatan. Selain itu, nantinya akan ada batas aman di sungai tersebut sejauh 1 kilometer untuk tidak dieksploitasi.
"Kita belajar dari pengalaman, jembatan roboh karena disekitar jembatan warga melakukan galian C, kali ini sejauh satu kilometer dari jembatan batu dan pasir tidak boleh diambil," jelasnya.
Asip juga mengungkapkan tidak hanya jembatan, jalan-jalan di sekitarnya juga akan di perbaiki. Pihaknya meminta masyarakat Kecamatan Kandangserang tidak usah khawatir karena Pemkab Pekalongan sudah punya perencanaan sehingga perbaikan ruas jalan akan tuntas.
"Kita sudah memperbaiki beberapa ruas di Kandangserang, namun masih ada spot-spot yang masih rusak, termasuk di bagian bawah, dalam minggu-minggu akan mulai ada pekerjaan jalan," tuturnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Empat kali berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yakni tahun 2015, 2016, 2017, dan 2018, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerima piagam penghargaan dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Piagam penghargaan atas keberhasilan menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan Opini WTP tersebut diserahkan Menteri Keuangan melalui Kepala Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jawa Tengah - Sulaimansyah kepada Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dan dilaksanakan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (5/11/2019).
Selain penyerahan piagam penghargaan, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jateng dengan Pemkab Pekalongan tentang Pemanfaatan Bersama Data dan Informasi serta Penguatan Koordinasi Penyelenggaraan Pelaksanaan Kebijakan Pengelolaan Keuangan Publik Dalam Pelaksanaan Hubungan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengunjungi dan memberikan santunan kepada keluarga korban yang tenggelam di Bendungan Kletak Desa Kedungpatangewu Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada hari Minggu, (3/11/2019). Kedua korban tenggelam adalah Rio Agba Detalin (13) dan Khairul Falah (16).
"Saya bersama kepala dinas pendidikan dan kebudayaan, kepala sekolah, guru, dan lurah setempat datang ke rumah korban untuk memberikan santunan dan menguatkan hati keluarga korban atas musibah yang telah menimpanya," kata Bupati Asip usai memberikan santunan kepada keluarga korban tenggelam di rumah duka yang berada di Kampung Gembong, GG beringin 2, RT 1 RW 11, Senin, (4/11/2019). Menurutnya, dua korban tenggelam ini merupakan pelajar di SMP N 2 dan SMP N 3 Kedungwuni.
"Rio Agba Detalin (13) siswa dari SMP N 3 dan Khairul Falaq (16) pelajar SMP N 2. Kedua korban adalah anak-anak kita yang terkena musibah tergilincir di Bendungan Kletak pada hari Minggu kemarin," ujarnya.
KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si melakukan sidak ke Pasar Kedungrejo Kedungwuni Blok D, E dan I. Hasilnya, Bupati menilai bahwa proses pembangunannya sudah on the track, dan diharapkan pada akhir tahun bisa selesai.
"Sesuai yang sudah direncanakan dan dijanjikan bahwa nanti akan memindah pedagang dari pasar darurat ke pasar kedungrojo kedungwuni itu awal januari 2020," ucap Bupati, Senin (4/11/2019).
Bupati menegaskan bahwa dirinya akan terus mengecek progres pembangunan pasar akan bisa sesuai dengan target.
"Kita saat ini sedang mengecek pembangunan pasar kedungrojo kedungwuni blok D, E dan I, dan untuk Blok B dan C sudah jadi. Tinggal Blok A yang belum di bangun," kata Bupati Asip.
Sementara itu Kepala Dinperindagkop dan UKM Kabupaten Pekalongan Ir. HB. Riyantini mengkonfirmasi ada 2.086 pedagang yang nanti akan dipindahkan pada awal tahun. 897 pedagang sudah memiliki Kartu Tanda Pedagang (KTP).
KAJEN – Sebanyak 110 guru SD dan SMP di wilayah Kabupaten Pekalongan mengikuti Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter Guru IDEAL (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, ber-Akhlak Mulia dan Luhur Budi) yang diselenggarakan Charoen Phokphand Foundation Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip). Pelatihan dibuka Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si, Senin (4/11/2019) pagi, di Pendopo Bupati Pekalongan.
Bupati H. Asip Kholbihi, SH, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan terima kasih kepada pihak Charoen Phokphand Foundation atas terselenggaranya kegiatan pelatihan ini di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga mengajak kepada seluruh yang hadir agar bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan, terutama membangun pendidikan, karena menurut Bupati, pendidikan merupakan modal utama dalam membangun suatu daerah atau negara.
KAJEN - Pagi ini di kawasan Alun Alun Kajen begitu meriah, terlihat 20 ribu masyakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya memadati tempat tersebut untuk mengikuti kegiatan jalan sehat dan sepeda santai untuk memperingati hari ulang tahun TNI ke-74 yang digelar oleh Kodim 0710 Pekalongan di Alun-Alun Kajen, Minggu (3/11).
Jalan sehat ini sendiri merupakan puncak acara dari rangkaian yang digelar Kodim 0710/Pekalongan untuk memperingati HUT TNI ke-74. Sebelumnya ada kegiatan pesta rakyat dan stand kuliner, Jeep Adventure dan trail Adventure dan juga ada Pengajian Kebangsaan oleh Maulana Habib Lutfhi dan KH Syam’ani Syaroni yang dimeriahkan oleh Hadroh 400 Raiders dan hadroh dari Polres Pekalongan.
Pada kesempatan ini Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti atasnama pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan dirgahayu TNI ke 74 dengan harapan semoga TNI semakin profesional dan menjadi kebanggaan rakyat." Terima kasih TNI yang selama ini ikut kerja keras bersama-sama dengan Polri menjaga keamanan khususnya di kabupaten pekalongan"tandasnya.
Semoga jalinan persahabatan kita terus terjalin sehingga kabupaten pekalongan tetap aman dan kondusif
KAJEN - Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mendorong produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan produk unggulan Kabupaten Pekalongan, dapat menembus pasar wisata internasional di Kota Sabang, yang saat ini tengah menjadi destinasi nasional, dengan kunjungan turis luar negeri cukup banyak.
Taman laut pulau di Kota Sabang, merupakan salah satu dari 9 spot terbaik snorkeling dan diving di Indonesia, yang mampu menarik perhatian wisatawan internasional. Sehingga keberadaannya menjadi sebuah destinasi unggulan.
Kondisi demikian menjadikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan berupaya menrobos pangsa pasar salah satu daerah wisata unggulan tanah air tersebut.
"Karena itu, sekarang ini kami bersama rombongan dari dinas terkait datang ke Sabang untuk belajar, bertukar fikir tentang kepariwisataan. Kemudian juga menjalin berbagai kerjasama agar produk unggulan kita, dapat menembus pasar di Sabang," kata Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat melakukan kunjungan kerjanya ke Kota Sabang Provinsi Banda Aceh, Jumat malam (1/11/2019).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si bersama jajaran Pemkab Pekalongan melakukan kunjungan ke Kota Banda Aceh, untuk saling belajar sektor industri, dan pertukaran perdagangan prodak lokal, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan kerja ke Kota Banda Aceh diterima Wakil Wali Kota Zaenal Arifin, pada sebuah jamuan makan malam, Kamis (31/10/2019). Dalam pembicaraan antar kepala daerah itu, terungkap kesamaan budaya antara Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Santri, dan Banda Aceh merupakan Kota Serambi Mekah.
Dari kesamaan budaya, juga terdapat kesamaan industri berkembang yakni kopi Aceh yang sudah terkenal secara masif, dan songket serta peci Aceh. Kemudian kopi Kabupaten Pekalongan juga cukup dikenal walaupun kurang masif, serta industri batik dan sarung Pekalongan yang dikenal secara luas.
"Di sini ada kesamaan budaya, sehingga kami saling bertukar pikir, untuk melakukan pengembangan, serta pertukaran perdagangan karena sama-sama kota religius, dengan kebutuhan sandang serupa. Semuanya dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat masing-masing daerah, dan saling menguntungkan," kata bupati.
- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan siap untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan saat pergantian musim.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menyampaikan jajaran pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pekalongan, mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang telah menyerahkan piagam penghargaan WTP.
"Membangun tata kelola pemerintahan itu tidak mudah. Apalagi, awal mendapatkan WTP sangat susah sekali. Alhamdulillah, kita kembali menerima penghargaan ini. Saat ini Pemkab sedang mengukur agar WTP berkualitas, " kata Bupati KH. Asip.
Menurutnya penghargaan ini adalah yang ke 4 kalinya Kabupaten Pekalongan meraih WTP. Pemkab Pekalongan akan terus berkomitmen mengelola tata keuangan, agar terus transparan dan akuntabel serta memiliki outcome yang bisa dirasakan masyarakat luas.
"Paradigma pembangunan kita adalah apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, itu yang kita bangun. Bukan apa yang menjadi keinginan pemerintah kita penuhi. Sekarang sudah seperti itu dan dari aspek tata kelola keuangannya juga alhamdulilah baik," jelasnya.
Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Jawa Tengah, Sulaimansyah, menuturkan bahwa ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada pemerintah Kabupaten Pekalongan yang sudah WTP.
"Ini merupakan bentuk apresiasi, karena ini menyangkut hubungan keuangan antara pusat dan daerah. Penghargaannya nanti dalam bentuk dana insentif daerah kalau ini hanya merupakan ceremony saja," katanya.
Pihaknya, mengaku sangat kagum dengan Pemkab Pekalongan lantaran memiliki komitmen, bahwa pendapatan yang diperoleh dari rakyat harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Oleh karena itu, pihaknya berpesan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk berhati-hati ketika bermain di Bendungan. Terutama, saat sekarang sudah memasuki musim penghujan.
"Untuk guru, saya mengimbau agar selalu melakukan pembinaan dan mendidik siswa siswinya untuk selalu berhati-hati. Kepada orangtua diimbau untuk menjaga anak-anaknya saat bermain. Jangan sampai ada lagi korban tenggelam di Bendungan Kletak," tambahnya.
"Setelah jadi pedagang nanti akan diberitahu untuk bisa segera pindah, tetapi bertahap karena pembangunan pasar belum selesai semua. Masih ada pembangunan lagi untuk tahun depan," pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati beserta rombongan juga meninjau pelaksanaan pembangunan perbaikan di lingkungan Taman Gemek.
Lebih lanjut Bupati mengutarakan, indikator makro ekonomi Kabupaten Pekalongan sudah bagus. “Pertumbuhan Ekonomi kita sudah di atas Nasional dan Provinsi dan angka kemiskinan di bawah Provinsi. Tinggal Indeks Pembangunan Manusia (IPM)nya perlu terus ditingkatkan. Saya titip agar anak-anak yang belum selesai sekolah 9 tahun nanti bisa menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun,” tutur Bupati.
Pemkab akan membentuk Satgas Zero DO untuk mencari anak-anak yang DO agar kembali bersekolah atau mengikuti Kejar Paket. “Target IPM 71 dari sekarang 69 dan pada tahun 2021, Pemkab Pekalongan berharap tidak ada lagi yang tidak sekolah,” ujar Bupati.
Di akhir sambutannya, Bupati berpesen kepada para peserta agar bersungguh-sungguh mengikuti program pengembangan diri tersebut dan nantinya bisa mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di sekolah. “Saya harap tidak ada peserta yang meninggalkan tempat selama pelatihan. Karena dari 4.474 guru di Kabupaten Pekalongan, 110 guru yang berkesempatan mengikuti pelatihan,” pungkas Bupati.
Sebelumnya, Sekjen Charoen Phokphand Foundation Andi Magdalena Siadari dalam sambutannya mengutarakan, pelatihan ini merupakan program Corporate Social Responsibilty (CSR) PT Charoen Phokphand. “Hampir 70 persen CSR Charoen Phokphand adalah Bidang Pendidikan. Kami menyentuh mulai dari PAUDnya hingga perguruan tinggi,” tutur Andi Magdalena.
Dia berharap dengan pelatihan ini, para peserta bisa mendapatkan ilmu baru, atau setidaknya merefresh ilmu yang sudah ada pada masing-masing peserta. Dikatakan, konsep pelatihan, 80 persen berupa games / role play, sehingga diharapkan peserta tidak akan bosan saat mengikuti pelatihan.
Khawatir banyak masyarakat yang bertanya apa itu Charoen Phokphand, Magdalena menjelaskan, dari nama perusahaan tersebut berasal dari Bahasa Thailand, artinya Tumbuh dan Berkembang. Perusahaan bergerak di bidang peternakan.
“Di Kajen ada di Kalijoyo, berupa kandang ayam. Kami juga memproduksi dan memasarkan day old chicken (DOC/ bibit ayam umur 1 hari). Usaha lainnya yaitu pakan ternak, khususnya pakan unggas di Kaligawe Semarang,” jelasnya.
Bisnis lainnya yakni kemitraan. Andi Magdalena dalam kesempatan itu menawarkan kepada para peserta jika berminat untuk menjadi mitra pihaknya. Disebutkan, produk lainnya yang dihasilkan perusahaannya yakni olahan daging ayam seperti Fiesta dan Champ Chicken Nugget dan beberapa lainnya. Dan produk terbarunya yakni berupa produk beverage / minuman, black tea dan frozen drink.
Hadir pada Pembukaan Bhakti pada Guru, Bupati Pekalongan, Unsur Forkompinda, Asisten Pemerintahan Dan Kesra, Kepala Dindikbud, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian selaku pembimbing usaha peternakan, Dinas PTSP Naker. Dekan Fakultas Psikologi Undip dan jajarannya, Manajemen Charoen Phokphand Jawa Tengah dan Kalimantan. (Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pencanangan bulan dana PMI yang dimaksudkan untuk melatih rasa kemanusiaan." Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini kita semakin guyub, rukun, galang persatuan,dan kesatuan kita", ucap Arini.
Senada dengan Wakil Bupati Pekalongan, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si, menambahkan semoga TNI kedepan semakin profesional dan menjadi kebanggaan rakyat dan semoga kegiatan tersebut berkelanjutan sebagai Bentuk sinergi TNI,Polri dan pemerintah daerah kabupaten pekalongan.
Sementara itu Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto mengatakan, kegiatan peringatan HUT TNI ini digelar dari rakyat untuk TNI. “ Kita ajak masyarakat untuk bersama-sama merayakan HUT TNI sehingga masyarakat dapat ikut merasakan bahwa TNI merupakan bagian dari masyarakat,” katanya.
Dandim Arfan menambahkan, dengan adanya perayaan HUT TNI ini, dirinya berharap TNI akan semakin bisa bersinergi dengan masyarakat khususnya di Kabupaten Pekalongan. “kita juga berharap selalu bersinergi dengan pemkab dan Polres Pekalongan dan semoga TNI semakin Profesional dan selalu menjadi pengayom masyarakat,” harapnya.
Pihaknya berharap ke depan event event seperti itu terus dilanjutkan dan semakin banyak kelompok masyarakat yang bisa dirangkul untuk bersama sama meramaikan Pekalongan. "Kita bisa berkreasi, untuk menambahkan bakat dan kemampuan masing masing. Yang suka olahraga silakan, yang suka musik silakan. Yang penting kegiatannya positif", lanjutnya.
Selanjutnya Johan berharap juga semoga TNI semakin dekat dengan masyarakat, solid, bersinergi dengan Polda dan Polres Pekalongan khususnya dalam rangka mewujudkan kondisi situasi Pekalongan yang aman damai.(red)
Disebutkan, keberadaan industri di Kabupaten Pekalongan sangat populer dalam dunia perdagangan sandang, mulai dari batik, sarung, dan lainnya. Sehingga berbagai terobosan pemasaran terus dilakukan, agar perekonomian masyarakat dapat tumbuh denga cepat.
"Apabila pengusahanya terus didorong untuk pengembangan pemasaran, akan memberikan efek pada banyaknya kebutuhan tenaga kerja, dan pekerja industri di Pekalongan itu ya orang Pekalongan sendiri. Sehingga perputaran ekonomi yang cepat ini, akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandas Asip.
Selain batik dan sarung yang akan dijadikan sebagai oleh-oleh di destinasi pariwisata Sabang. Banyak UMKM Kota Santri dapat diusung untuk menjadi oleh-oleh atau memenuhi kebutuhan wisatawan di daerah titik nol Indonesia tersebut.
Wakil Wali Kota Sabang, Suraji Yunus saat menjamu kedatangan rombongan Bupati Pekalongan, menyebut bahwa saling silaturahmi antar daerah akan banyak memberikan keuntungan, bagi masing-masing daerah tersebut.
"Jadi ini tidak hanya kunjungan kerja, tapi juga ajang silaturahmi antara Kabupaten Pekalongan dan Kota Sabang. Insyaallah kami juga akan melakukan kunjungan balasan. Karena ini sangat bermanfaat sekali menjalin persaudaraan," terang wakil wali kota.
Disebutkan, Kabupaten Pekalongan sudah melihat langsung destinasi yang ada di Kota Sabang. Nanti dari Kota Sabang akan berkunjung untuk melihat potensi unggulan di Kabupaten Pekalongan, dengan produk unggulan batik dan sarung.
"Kerjasama perdagangan sangat memungkinkan dilakukan, baik kami mendatangkan ahli dari Pekalongan ke Sabang. Atau produk dari Pekalongan langsung bisa memenuhi pasar pariwisata kami yang menjangkau turis internasional," jelas Suraji Yunus.
Bahkan 1-2 November ini, sedang diselenggarakan event internasional bertajuk Free Diving yang diikuti oleh 17 negara. "Kunjungan ini sangat tepat karena bersamaan dengan penyelenggaraan event internasional tersebut," tambah dia. (red)
Bupati Asip menyebut batik, sarung dari Pekalongan selain diperdagangkan ke berbagai daerah secara luas, juga akan melengkapi kebutuhan di Aceh, begitu pula songket serta peci khas Aceh, bisa mendukung kebutuhan sandang masyarakat Kabupaten Pekalongan.
"Untuk kopi ini kita yang masih harus belajar dengan Aceh, karena di Aceh kopinya sudah terkenal secara masif. Jadi banyak sekali langkah-langkah kerjasama direncanakan dari hasil kunjungan ke Kota Banda Aceh ini. Termasuk pariwisata di Banda Aceh juga sudah bagus," tandas Asip.
Sementara Wakil Wali Kota Banda Aceh Zaenal Arifin, menambahkan pihaknya banyak mendapat masukan dan pembelajaran dari kunjungan yang dilakukan Kabupaten Pekalongan, serta dapat diterapkan di Aceh. Diantaranya adalah pertukaran perdagangan sandang karena sama-sama memiliki budaya serupa.
"Gayung bersambut selain batik, ada beberapa jenis sarung terkenal di Pekalongan. Di sini Wali Kota Banda Aceh menggagas dalam satu minggu, satu hari berpakaian adat Aceh. Kemudian ada wacana hari Jumat bergaya santri memakai sarung, pakai sepatu, jas, koko juga boleh, yang jelas adalah mengenakan sarung. Ini bisa bertukar dengan produk dari Pekalongan," tambahnya.
Kendati demikian wacana menggunakan sarung di hari Jumat tersebut, masih dikaji oleh DPRD setempat, dan apabila disetujui akan segera dilaksanakan melalui Peraturan Wali Kota (Perwal) Banda Aceh.(red)
Hal tersebut diungkapkan, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti saat mengecek peralatan rescue dan logistik PMI, di Markas PMI Kabupaten Pekalongan, Kamis, (31/10/2019).
"Berdasarkan prediksi BMKG, awal musim hujan pada tahun 2019 di wilayah pantura, diprediksi terjadi pada Bulan November."
"Oleh karena itu, saya datang ke markas PMI untuk mengecek semua alat yang ada di PMI dan logistiknya apakah siap tidak untuk menghadapi pergantian musim," kata Wakil Bupati Arini.
Menurutnya hasil cek peralatan dan logistik tadi semuanya sudah siap, apabila hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Tadi semua alat saya cek, dari alat evakuasi, obat-obatan, tandu, oksigen, kendaraan, gergaji. Takutnya, ono alat e orak bisa diuripke (ada alatnya tapi tidak bisa digunakan) hal-hal ini jangan sampai terjadi."
Alhamdulillah, semua alat aman. Kemudian, untuk bantuan logistik sendiri PMI juga ready. Tidak hanya itu, PMI juga akan berkoordinasi terus dengan BPBD," ungkapnya.
Arini mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai dan berhati-hati saat musim pancaroba dan musim penghujan.
Kemudian, penyakit saat pergantian musim juga perlu diwaspadai. Oleh karenanya, pihaknya mengajak masyarakat untuk bersih-bersih lingkungan sekitar.
"Potensi bencana yang perlu diwaspadai pada saat musim ini yaitu bencana angin kencang dan puting beliung. Kemudian, untuk musim hujan banjir dan longsor," tambahnya. (red)