Minggu, 11 Agustus 2019
KAJEN - Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi SH., M.Si., dan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti bersama ribuan umat Islam melaksanakan Shalat Idul Adha 1440H di Masjid Agung Al Muhtaram Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu, (11/8/2019).
Warga sudah berdatangan sejak sekitar pukul 05.30 WIB. Mereka langsung menuju ke tempat yang disediakan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si bersama istri Ny. Munafah berserta salah satu anaknya datang ke Masjid pukul 5.45Wib. Demikian halnya Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami dan salah satu anaknya. Disusul Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH bersama keluarga.
Dalam sholat Idul Adha 1440H, bertindak sebagai Imam Shalat yaitu Kyai Ahmad Shodiq Alhafiq, sedangkan khotib DR. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag, Kepala Kementerian Agama Kajen.
Dalam khotbahnya, Kasiman menyatakan bahwa tema shalat Idul Idul Adha yaitu memaknai bulan Dzulhijjah pada ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariah. "Artinya di Idul Adha ini kita harus memahami kisah pensyariatan kurban dan ibadah haji. Ada tiga pesan yang dapat kita jadikan pelajaran,"katanya.
Pesan pertama yaitu kepatuhan Ibrahim akan Ismail yang total atas melaksanakan perintah Allah SWT. "Ibrahim mendapat ujian berat untuk menyembelih anaknya sendiri (Ismail) ketika ia merasakan kegembiraan yang luar biasa," ujarnya.
Pelajaran ke 2 yaitu momentum untuk merekatkan ukhuwah islamiah dunia. "Jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia terdiri dari berbagai latar belakang baik suku, budaya, bahasa, warna kulit, perbedaan aliran, dan madzhab maupun perbedaan lainnya persaudaraan para jamaah haji dapat terjaga dengan baik," ungkapnya
Pesan yang terakhir di hari raya korban adalah hakikat pengorbanan dan kepudilan sosial. "Idul Adha merupakan momentum untuk beribadah sekaligus menunjukkan kepedulian sosial kita kepada orang yang tidak mampu," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si mengajak semua umat Islam agar memaknai Idul Adha dengan meneladani keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim alaihissalam.
Minggu, 11 Agustus 2019
KAJEN - Miftakhul nirwan widhiyanto dari kec Kajen dan saela malina dari rowokembu wopi terpilih sebagai juara pertma pada perhelatan Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tahun 2019. Dilaksanakan di bolevard pendopo Kabupaten Pekalongan kemarin.(9/9)
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.,M.Si, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun M.H, Dandim Pekalongan Dandim 0710/Pekalongan Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto , Ketua PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah, Kepala OPD Kabupaten Pekalongan, serta camat terkait, Jumat malam (10/08/2019).
Adapun tujuan di adakannya kegiatan Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan adalah untuk meningkatkan citra Pariwisata, Untuk meningkatkan promosi Kepariwisataan, dan memperoleh insan generasi muda yang memiliiki kepribadian , etika, penampilan yang menawan berwawasan serta menguasai materi yang handal agar bisa mempromosikan Kabupaten Pekalongan.
“ adapun tahapan pemilihan mas dan mbak duta wisata tahun 2019, di mulai dari seleksi, kemudian karantina, dan sampai malam ini Grand Final. Peserta berjumlah 151 org, 45 putra dan 111 putri yang merupakan putra putri terbaik dr seluruh wilayah Kab. Pekalongan. Selanjutnya, sampai dengan malam ini terpilih 10 peserta putra dan 10 putri yang akan di seleksi pada grand final ini yang merupakan puncaknya.” Terang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Ir Bambang Iriyanto.
KAJEN – Gerakan membuat biopori akan dimasifkan di tingkat kabupaten supaya cadangan air baku cukup. Selama ini air hujan langsung lari ke sungai. Dengan upaya ini, kita tahan untuk di pemukiman- pemukiman.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada kegiatan Gerakan Pungut Sampah (GPS) dan Pembuatan Lubang Biopori di lingkungan Islamic Centre Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jumat (9/8/2019) pagi.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono, Ketua TP PKK Ny. Munafah Asip Kholbihi, dan 220 peserta dari unsur pelajar, mahasiswa, TNI, Polri, dan unsur OPD di lingkungan Pemkab Pekalongan dan DLHK Jateng.
Dijelaskan Bupati, ada gerakan kebersihan. "Seperti biasa di Kabupaten Pekalongan ada gerakan Berjumpa (Bersih Jumat Pagi). Kita akan terus menyapu wilayah Kabupaten Pekalongan menjadi wilayah yang nyaman bagi penduduk, bersih dari sampah. Bahkan nanti ke depan kita akan mengelola sampah dengan berbasis android. Ini sedang kita siapkan regulasinya dan infrastrukturnya," terang Bupati.
KAJEN – Guna mendukung gerakan One Agency, One Innovation yang diwajibkan oleh setiap instansi pemerintah untuk menciptakan satu inovasi setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan turut berpartisipasi dalam gerakan tersebut dengan mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Tim Verifikator TOP 20 KIPP Provinsi Jawa Tengah
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si memberikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II tahun 2019 di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Menurut Bupati KH. Asip, kegiatan TMMD ini sangat membantu masyarakat, khususnya pemerintah dalam program pembangunan baik fisik maupun non fisik.
"Ini bisa sama-sama kita lihat, sangat luar biasa masyarakat dan TNI bisa bersatu serta membaur. Apalagi, dengan adanya TMMD ini banyak memberikan bantuan fisik dan non fisik terhadap masyarakat. Dulu, jalan ini tidak bisa dilalui, kini jalan yang menghubungkan ke Desa Mendolo, lalu tembus ke Desa Kutorembet dan Kecamatan Lebakbarang serta Kalibening sudah bisa dilalui," kata Bupati KH. Asip usai meninjau lokasi TMMD, Kamis, (8/8/2019) pagi.
Groundbreaking Pembangunan Gedung Dinkominfo
KAJEN - Di era digital, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) diminta berlari untuk bisa memberikan informasi yang akurat, cepat, dan updating. Pesan itu disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat melakukan Groundbreaking pekerjaan Pembangunan Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan di Jalan Krakatau, Kompleks Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/8/2019) pagi.
KAJEN - Sebanyak 99 orang setingkat Eselon 3 dan 4 dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Pekalongan dalam kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pekalongan di Aula Lt. 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/8/2019).
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menerangkan bahwa kegiatan pelantikan ini dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta bagian dari pembinaan dari pola karir untuk ASN (Aparatur Sipil Negara). Beliau juga berpesan kepada yang dilantik agar bisa serius, inovatif dan amanah.
"Pesan saya, terutama untuk yang masih muda-muda agar bisa serius, tekun dan juga kreatif, inovatif serta yang paling penting amanah dalam menjalankan tugas ini," pesan Bupati.
KAJEN - Palang Merah Indonesia Kabupaten Pekalongan baru baru ini dikunjungi oleh Perwakilan Palang Merah dari Negeri Jepang, Mereka berkunjung dalam rangka menilai kelayakan untuk memperoleh dukungan Program bantuan dari Palang Merah Jepang. Karena PMI Kabupaten Pekalongan yang menjadi salah satu kandidat.
Ketua PMI Kabupaten Pekalongan. Hj. Arini Harimurti bersama pengurus Kepala Markas PMI Kabupaten Pekalongan Adi Prabowo, dan Tim PMI Pusat, JRCS dan PMI Provinsi Jateng, menerima perwakilan Palang Merah Jepang yang dipimpin oleh Yana Maulana di markas PMI Kabupaten Pekalongan (6/8)
Palang Merah Jepang akan membantu program Palang Merah Indonesia Kabupaten Pekalongan dalam program penguatan kesiapsiagaan di masyarakat. Program ini dilaksanakan di dua Provinsi, yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah.
"Kisah Nabi Ibrahim yang menjadi cikal bakal mulanya ibadah kurban. Selain disebut hari raya haji, Idul Adha juga disebut sebagai Idul Kurban dimana arti berkorban adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT," ungkapnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Sementara itu Bupati Pekalongan Asih kholbihi,SH MSi menjelaskan sekaligus membuka acara Grand Final Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tahun 2019, bahwa Mas mbak Duta Wisata yang terpilih akan menjadi juru bicara sekaligus menjadi Duta Wisata untuk memasarkan, memperkenalkan, dan membawa nama baik Kabupaten Pekalongan.
"Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan yang terpilih harus belajar mengenai filosofi yang dimiliki oleh batik Pekalongan. Banyaknya akulturasi budaya yang ada di Kabupaten Pekalongan harus kita tuangkan dalam beragam motif batik, sehingga batik Pekalongan dari tahun ke tahun semakin mantap, semakin berperan, dan semakin nyata mewarnai dalam membatik Nusantara." Terang Bupati.
Bupati meminta kepada finalis Mas dan Mbak Duta wisata yang terpilih dapat di training secara langsung, sehingga benar-benar bisa memahami bagaimana memasarkan, mengenalkan, sekaligus meneguhkan kembali kejayaan batik Kabupaten Pekalongan agar bisa menjadi destinasi khusus tentang batik.
"Saat ini dunia membutuhkan tiga hal baru yang semuanya dimiliki oleh Kabupaten Pekalongan. Dantaranya kekuatan local food atau makanan tradisional, sumber daya alam, & sumber air yang bersih. Alhamdullilah itu semua dimiliki Kabupaten Pekalongan." Lanjut Asip.
Bupati juga berharap kepada Mas dan Mbak Duta wisata yang terpilih dapat mengenalkan eksotisme keindahan alam, kuliner, dan keberagaman Kabupaten Pekalongan.
Data juara duta wisata tahun 2019
Juara 1
No. 7 nama : Miftakhul nirwan widhiyanto, umum dri SMA 1 Kajen alamat kec Kajen
No. 2 nama saela malina dri MAN 1 Pekalongan alamat rowokembu wopi
Juara 2
No. 12 nama elen Ardita yolanda dri Undip alamat ambo kembang Kedungwuni
No. 5 nama Slamet Romansyah dri SMA 1 Kajen alamat kuasen Kesesi
Juara 2
No. 14 nama dana Alya dri SMA 1 Kesesi alamat Karangrejo Kesesi
No. 9 nama Muhammad Zidan Arifin dari unes alamat buaran
Juara Berbakat
No. 7 nama Miftakhul nirwan widhiyanto
No. 16 nama agida Khairunnisa
Juara Multimedia
No.15 nama much Ilham Bintara indah
No. 04 nama Nita Aulia Putri
Juara Inteligensia
No. 19 nama Gilang Nanda Permana w
No. 12 nama elen Ardita yolanda
Juara Favorit
No. 1 nama Rizqi septiarso
No. 8 nama Tasya riskiani jazair
Sabtu, 10 Agustus 2019
Sehingga, imbuh Bupati, komitmen masyarakatnya nanti akan semakin tegas bahwa dulu menjadi kabupaten paling kumuh sekarang sudah berlalu.
"Ini di Islamic Centre Kedungwuni. Pusat pendidikan sekaligus pusat bisnis akan kita tata dan dijaga terus kebersihannya. Yang penting itu bersih dulu karena filosofi Jawa kalau bersih itu dianggap keluarganya tenang, aman, dan bahagia. Keluarga yang sakinah mawadah warohmah secara lahiriyah bisa dilihat dari lingkungan rumahnya yang bersih," ujar Bupati.
Ditambahkan, gerakan itu (kebersihan dan biopori) akan dilakukan di semua taman-taman publik, dan daerah-daerah rawan kekeringan seperti Kesesi, Sragi dan Bojong.
"Ini merupakan gerakan massal. Mudah-mudahan kegiatan pembuatan biopori akan semakin banyak menyimpan air, sehingga masyarakat tidak kekeringan. Meskipun Kabupaten Pekalongan dikenal sebagai daerah yang kaya sumber air baku tapi kita tidak boleh berhenti berikhtiar. Air baku berada di gunung, di daerah tengah kita harus buat biopori untuk mengikat air agar tidak langsung lari ke sungai," imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono mengatakan 'land subsidence' atau penurunan tanah di wilayah pesisir Pekalongan berdasarkan hasil penelitian ITB rata-rata 10 cm-20 cm per tahun. Penurunan tanah ini melebihi Kota Semarang yang rata-rata 10 cm pertahun.
Dalam rangka mengembalikan kondisi lingkungan khususnya di wilayah Pantura, lanjut dia, melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup DLHK menggelar 'roadshow' Gerakan Pungut Sampah, pembuatan biopori, dan penanaman mangrove.
"Hari ini di Kabupaten Pekalongan ada dua kegiatan. Pertama dengan kekuatan 220 orang ini Gerakan Pungut Sampah dan pembuatan biopori, dan kedua di Pantura sekitar 200 personel melakukan penanaman mangrove," terang dia.
Dikatakan, seperti yang disampaikan Bupati berdasarkan penelitian ITB ada 'land subsidence' dan abrasi mengakibatkan muka air laut naik 1 cm pertahun.
"Ini diimbangi dengan penurunan tanah yang rata-rata 10 cm hingga 20 cm. Ini melebihi Kota Semarang. Jika Kota Semarang sekitar 10 ternyata Pekalongan sampai 20," katanya.
Salah satu untuk menanggulangi abrasi, kata dia, dengan penanaman mangrove. Menurutnya, mangrove akan membentuk barrier alam dan mengurangi ancaman ombak, dan di sisi lain akan menjadi habitat ekosistem untuk kepiting dan ikan-ikan kecil yang tumbuh di sekitar bakau.
"Biopori ini dalam rangka memberikan saluran air hujan yang selama ini hanya melimpas begitu saja di permukaan bisa meresap di dalam bawah permukaan. Ini bukan air tanah dalam tapi air tanah permukaan yang setidaknya itu bisa memberikan pasokan untuk sumur penduduk yang memanfaatkan air tanah," katanya.
Diharapkannya, ke depan di tahun 2025 ada target mengurangi sampai 30 persen dan mengelola sampah 70 persen. "Selama ini yang terjadi belum berimbang. Kita belum bisa mengelola sampah. Masih 30-40 lah. Kita berharap ada pengurangan sampah terutama di hulu. Hulunya siapa?, rumah tangga-rumah tangga yang menghasilkan sampah," katanya.
Diimbuhkan, sampah bukan hanya suatu produk yang tidak bisa didaur ulang. Diharapkan, ke depan sampah bisa didaur ulang dan TPA hanya tempat sampah residu yang tidak bisa didaur ulang. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Jumat, 9 Agustus 2019
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, M.Si, Tim Verifikator Lapangan TOP 20 KIPP Jawa Tengah Mustofa, S.T, M.M. Kom dan Rosihan Widi Nugroho, S.Ap, Perwakilan biro kerjasama Provinsi Penyelenggara KIPP Arifin. S.H, Ketua dan Forum CSR Kabupaten Pekalongan, LSM TIRAI, dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan.
Sekreataris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, M.Si menyampaikan, KIPP diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, menciptakan kompetisi yang sehat antar instansi dalam memberikan pelayanan dan demi menjawab harapan masyarakat akan pelayanan prima di seluruh layanan publik yang diselenggarakan pemerintah.
“Saya sangat mendukung inovasi Laboratorium Kemiskinan ini, saya berkeyakinan proses percepatan pembangunan melalui inovasi-inovasi yang dijalankan akan dapat kita raih. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama untuk mewujudkannya. Tidak cukup hanya angan-angan tanpa kemauan, tidak cukup hanya sekedar keinginan tanpa tindakan, tidak cukup hanya dengan program tanpa angggaran, dan tidak cukup hanya dengan anggaran tanpa SDM yang handal,” terang Mukaromah.
Selanjutnya, Pemkab. Pekalongan berbangga hati karena kerja keras pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pekalongan memperoleh apresiasi positif dari tim penilai. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Pekalongan dinilai telah menjalankan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan baik.
Sementara itu, menurut Perwakilan Biro Kerjasama Provinsi Penyelenggara KIPP Arifin. S.H, sejauh ini inovasi pelayanan publik oleh Kabupaten Pekalongan (Laboratorium Kemiskinan) termasuk dalam 20 besar, tentunya penilaian ini mempertimbangkan kebaruan, efektivitas, bermanfaat, dan di transfer/ di replikasi dan berkelanjutan.
“Saya mengapresiasi inovasi kerja yang telah dibuat, dan kemudian di kompetisikan. Apapun hasilnya jangan sampai mengurangi kreativitas dalam berinovasi. Jadikanlah kompetisi ini sebagai ajang motivasi dan evaluasi bersama. Jangan sampai, kompetisi sudah selesai dan inovasinya tidak dikembangkan lagi. Saya berharap bisa terus berlanjut dan berkembang,” ujar Arifin.(Red)
Jumat, 9 Agustus 2019
Bupati KH. Asip mengharapkan masyarakat untuk terus melanjutkan program yang telah dilakukan dan didapatkan ini. Artinya jangan sampai selesai di sini. Masyarakat bisa menindaklanjuti hal-hal baik yang telah dilakukan.
"Jalan yang sudah bagus ini manfaatkan, sehingga ini bisa menjadi hal positif untuk masyarakat Desa Lolong Kecamatan Karanganyar dan juga Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Sementara itu, Perwira Penghubung Kodim 0710 Pekalongan Mayor Infanteri Laendah mengatakan, TMMD ini telah sesuai dengan sasaran yang diinginkan serta program yang sudah direncanakan oleh TNI dalam hal ini Kodim 0710 Pekalongan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan.
TMMD melaksanakan program kegiatan non fisik maupun fisik berupa penyuluhan kesehatan, hukum dan pembangunan fisik jalan sehingga bisa bermanfaat untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Sasaran fisik pengaspalan jalan sepanjang 1.727 meter, lebar 2,5 meter, kemudian sumber dana dari APBD Provinsi sebesar Rp 331 juta," katanya.
Laendah atas nama Dandim 0710 Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang mengikuti TMMD. Sebab, para prajurit selama satu bulan lamanya telah bekerja keras dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki untuk menyukseskan kegiatan ini.
"Rasa kebersamaan seperti inilah yang merupakan inti kemanunggalan TNI dengan rakyat, sehingga dapat meneruskan roh perjuangan bangsa yang wajib untuk dipelihara," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kamis, 8 Agustus 2019
Dikatakan Bupati, pembangunan gedung Kominfo Kabupaten Pekalongan menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 4.479.234.300, "Pembangunan gedung ini dikerjakan dalam waktu 150 hari. Saya berharap, gedung ini diselesaikan sesuai dengan kalender kerja, mutunya bagus, dan bermanfaat dalam memberikan pelayanan terkait komunikasi dan informasi di seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan," harap Bupati.
Apalagi sekarang ini, lanjut Bupati, eranya digital. Oleh karena itu, semuanya harus bergerak serba cepat. "Pemerintah harus akurat dan cepat dalam memberikan informasi yang update terhadap apa saja kejadian-kejadian di Kabupaten Pekalongan," ujar Bupati.
Jika peristiwa itu baik, kata dia, maka akan memberikan efek yang baik. Dikatakan, ada deviasi kebijakan pemerintah yang ternyata diterima kurang baik oleh masyarakat dan itu dikabarkan pula oleh media. "Ini juga bagian penting dari fungsi kontrol dari media. Tentu pemerintah akan membenahinya," katanya.
Ditambahkan Bupati, gedung Kominfo akan dilengkapi dengan pers room. "Teman- teman bisa buat rilis di kantor ini, dan teman-teman bisa tukar-menukar informasi. Intinya, masyarakat Kabupaten Pekalongan membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan perlu pula diselingi hiburan lah. Ini juga penting agar kita bekerja tidak terlalu spaneng. Ini tugas panjenengan semua. Saya berharap kinerja Kominfo yang sudah baik bisa ditingkatkan dan tadi yang saya sampaikan harus sering-sering bekerjasama dengan para wartawan terutama wartawan medsos dan wartawan cetak. Seringlah diajak berdiskusi untuk kebaikan, atau untuk kredibilitas berita di Kabupaten Pekalongan," imbuhnya.
Hadir dalam groundbreaking Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Dandim 0710 Pekalongan, Ketua Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4AD) A. Syaeful Anwar dari Kejari Kajen Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM , para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 7 Agustus 2019
Dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Aspek tersebut merupakan dasar utama untuk para ASN itu dipromosikan atau dimutasi. "Itu merupakan bagian yang wajar saja, bagi para ASN tentu memahami betul makna dari mutasi dan rotasi," ucapnya.
Dalam birokrasi ini, Republik Indonesia sedang mengembangkan sistem meritokrasi dalam birokrasi, yang secara harfiah adalah sebuah sistem yang memberikan kesempatan pada seseorang untuk menjadi pemimpin, berdasar pada kemampuannya, bukan pada koneksi politisnya.
"Sistem itu yang akan dilakukan dan diterapkan di Pemkab Pekalongan. Harus berani keluar dari zona aman dan menuju zona kompetitif," ujar Bupati Asip.
Pemkab Pekalongan, lanjut Bupati, akan mengevaluasi kinerja ASN yang kreatif dan berprestasi untuk mendapatkan reward kenaikan pangkat. Sedangkan yang stagnan atau tidak bisa berkembang akan berada pada posisi tetap atau diturunkan. Ini yang akan dilakukan dan dikembangkan dalam menata birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.
Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM , para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 7 Agustus 2019
“Saat ini kita sedang dalam tahap pemilihan wilayah Kabupaten yang akan kita damping secara penuh. Kebetulan di Jawa Tengah rencana kandidatnya ada Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Kebumen.” Ujar Yana Maulana perwakilan Palang Merah Jepang di Indonesia.
Sementara Itu Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Ir. Arini Harimurti menyampaikan bahwa PMI kab pekalongan menerima perwakilan palang merah jepang, dimana pmi kab. Pekalongan salah satu nominasi penerima dukungan program kegiatan dari Palang Merah Jepang.
‘ Mereka melihat potensi yang ada di kabupaten Pekalongan menjadi sasaran kegiatan dalam penanggulangan bencana berbasis masyarakat, dan harapannya semoga kabupaten terpilih sebagai penerima kegiatan tersebut “ tandasnya.(Red)
Selasa, 6 Agustus 2019