Kajen - 1500 Mancing Mania dari seluruh penjuru Indonesia Ikuti Turnamen Baramundi Tingkat Nasional Bupati Pekalongan Cup III dan Santunan Anak Yatim, di Sungai Pencongan (Kali Sengkarang) Desa Pacar Kecamatan Tirto. Turnamen dibuka oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, ., Sabtu (7/9/2019) malam.
Dipilihnya sungai Pencongan ini karena merupakan sungai terbaik di pantura, selain ketinggian air yang konsisten dan ideal untuk hidup ikan burumundi atau kakap putih serta letaknya yang strategis sehingga pas untuk kegiatan turnamen ini , Ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.
"Potensi Ikan Kakap Baramundi di Sungai Pencongan (Kali Sengkarang) Ini tolong dijaga. Jangan sampai ada yang buang sampah atau limbah kesini, karena sudah tidak jamannya lagi. Karena sungai adalah beranda depan rumah kita yang harus selalu bersih. Sehingga potensinya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin".tandasnya.
Selanjutnya ia berharap agar sungai pencongan ini dapat dikembangkan lebih lanjut oleh BUMDES desa yang berada disekitarnya. Hal ini bentuk inovasi yang hendaknya dapat dikembangkan untuk kemajuan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten sedang mendorong agar pergerakan wisata wisata lokal ini yang mengandalkan keindahan alam yang potensi alam menyebar tidak hanya di wilayah pegunungan dan daerah pantai saja tapi sungai juga untuk dapat dimanfaatkan.” Kita sedang mendesain untuk pariwisata berbasis air yang dapat dikelola oleh bumdes desa setampat tentunya setelah memperhatian aspek keamanan dan ijin dari instasi vertical” terang Bupati.
Sementara itu ketua panitia tunamen Dedi menjelaskan bahwa kgiatan ini ikuti peserta 1500 macing mania baik dari 50 komunitas dan sisanya perorangan. “Meraka berasal dari Banten hingga Jawa Timur, seperti Banten, Indramayu, Cirebon, Tegal, Gresik dan Surabaya”tandasnya.(Red)
Minggu, 8 September 2019
KAJEN - Sebanyak 30,360 ton benih jagung hibrida Varietas 212 bantuan dari Kementrian Pertanian RI diserahkan kepada kelompok tani yang berada di tujuh kecamatan, diantaranya Kecamatan Karangdadap, Kajen, Sragi, Bojong, Kesesi, Karanganyar dan Kandangserang.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si meminta kepada para penerima bantuan agar dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena tidak semua petani mendapat bantuan ini.
"Petani dibantu benih jenis NK 212, adapun keunggulannya bisa menghasilkan 9 sampai 10 ton per hektar, dibanding jenis lokal yang hanya menghasilkan 3 sampai 4 ton per hektar,” katanya pada acara penyerahan bantuan benih jagung hibrida Kementerian Pertanian RI tahun 2019 di Pendopo Kecamatan Kesesi, Jumat (6 /9/2019) siang.
Menurutnya, saat ini jagung juga merupakan salah satu makanan pokok dan jagung sendiri saat ini sudah dikembangkan menjadi beberapa varian lainnya.
"Saya harapkan income dari sektor ini bisa naik, dan bahkan sudah ada perusahaan yang siap menampung berapapun produksi jagung kita. Dan tujuan dari bantuan ini adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si meminta kepada pelajar Papua yang ada di wilayahnya untuk menjadikan Kabupaten Pekalongan sebagai rumah ke dua, setelah kampung halamannya sendiri.
“Kabupaten Pekalongan adalah rumah ke dua bagi siswa-siswi asal Papua. Karena Kabupaten Pekalongan masyarakatnya ramah dan menghargai keberadaan mereka, sehingga saya melihat dari ekspresi mereka, Kabupaten Pekalongan sudah seperti rumah mereka sendiri,” ungkap Bupati pada pada acara silaturahmi dengan siswa-siswi asal Papua di SMA I Bojong, Kamis (5/9/2019).
Silaturahmi yang diinisiasi oleh Polres Pekalongan dengan tajuk “Kita Semua Bersaudara, Kita Satu Bangsa Indonesia, Kita Jaga Keutuhan NKRI” dihadiri oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Wakapolres Kompol Mashudi, SH beserta jajaran Polres Pekalongan. Hadir pula Dandim 0710 Pekalongan yang diwakili Danramil Bojong Kapten Arh. Wiyoto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Drs. Ali Riza, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumarwati, S.Pd.,M.AP.
Bupati Asip Kholbihi mengatakan, akan memberikan beasiswa kepada siswa-siswi asal Papua yang belajar di Kabupaten Pekalongan dan berharap agar mereka dapat menyelesaikan sekolah dengan baik dan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. “Di Pekalongan sudah ada beberapa perguruan tinggi seperti UNDIP, IAIN Pekalongan, ITS NU, UMPP,” ungkap Asip.
KAJEN – Keberadaan Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (UNDIP) di Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Pemkab Pekalongan dan memberikan kontribusi yang nyata untuk pengembangan wilayah serta pembangunan di Kabupaten Pekalongan dengan slogannya KOTA SANTRI.
Demikian harapan Ketua Program Studi Sarjana Terapan Perencanaan Tata Ruang Dan Pertanahan Sekolah Vokasi UNDIP, Khristiana Dwi Astuti, ST, MT saat menyampaikan laporan pada acara Penerimaan Mahasiswa Baru dan Pendidikan Karakter Program Studi DIII Perencanaan Wilayah Dan Kota (PWK) dan Prodi DIII Akuntansi PSDKU UNDIP Tahun Akademik 2019/2020.
Mahasiswa baru yang terdiri dari 32 mahasiswa Prodi PWK dan 55 mahasiswa Prodi Akuntansi itu diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti di Aula Lantai 1 Setda, Rabu (4/9/2019). Kegiatan dihadiri para dosen dan mahasiswa baru PSDKU UNDIP.
Tahun 2019 ini merupakan tahun ke 2 PSDKU menerima mahasiswa di Kabupaten Pekalongan untuk ke-2 program studi, yakni Prodi PWK dan Prodi Akuntansi.
KAJEN – Sebanyak 6.580 rumah tangga miskin (RTM) di Kabupaten Pekalongan mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupa bibit ayam dan sarpras. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program BEKERJA (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Penyerahan bantuan program BEKERJA tersebut dilakukan secara bertahap. Seperti pada hari Selasa (3/9/2019), bertempat di Balai Desa Watugajah Kecamatan Kesesi, diserahkan bantuan bibit ayam atau doc sebanyak 3.000 ekor yang diperuntukan bagi 60 RTM di Desa Watugajah dan RTM Desa Karangrejo.
Dr. Dodin Kuswanudin, penanggungjawab kegiatan program BEKERJ Kementerian Pertanian RI mengatakan, pihaknya akan menyerahkan bibit ayam dan sarpras untuk Kecamatan Kesesi bagi 1.846 RTM, dimana setiap RTM mendapatkan bantuan sebanyak 50 ekor bibit ayam (doc).
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan, bantuan dari Kementerian Pertanian RI berupa anak ayam atau doc diberikan kepada 6.580 rumah tangga miskin (RTM) di Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 6 September 2019
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Ir. H. Siswanto mengatakan, bahwa potensi jagung di kabupaten pekalongan cukup baik dengan luas panen 2.500 hektar pertahun.
"Kita juga dorong agar produktivitasnya untuk naik, pada tahun 2016 4,1 ton perhektar, kemudian tahun berikutnya 4,9 ton per hektar, tahun 2018 5,1 ton per hektar, dan pada tahun 2019 sampai agustus sebanyak 5,5 ton pehektar dan akhir tahun 2019 kita upayakan agar mencapai 6,0," terangnya.
Siswanto menjelaskan, banyak petani yang masih menggunakan benih lokal sehingga produktivitas rendah dan rentan terkena penyakit terutama penyakit bulai.
"Salah satu untuk meningkatkan produksi dengan menanam jagung hibrida, pada bulan Juli kita mendapat alokasi dari Kementerian RI sebanyak 400 hektar dan pada bulan ini bersama Gempita kita mendapat alokasi 2024 hektar,” ujarnya.
Koordinator Gempita Kabupaten Pekalongan, Muhammad Slamet menyampaikan bantuan benih jagung tersebut merupakan usulan dari Gempita untuk menjaga ketahanan pangan khususnya tanaman jagung.
“Untuk perhektar nantinya masing masing akan mendapatkan 15 kilogram benih jagung. Alhamdulillah di tahun 2019 ini kita mendapat peningkatan,” jelasnya.
Adapun luasan lahan yang akan diberi bantuan jagung adalah 2024 Ha yang akan dibagikan kepada 36 kelompok tani di Kabupaten Pekalongan yang merupakan binaan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Kabupaten Pekalongan. Kelompok tani tersebut nantinya akan dibina dan dimonitor secara kontiyu mengenai perkembangan jagung petani dimasing masing wilayah.(red)
Jumat, 6 September 2019
Jumat, 6 September 2019
Dalam kesempatan tersebut, Bupati berpesan kepada para pelajar SMA I Bojong secara umum dan pelajar asal Papua khususnya, bahwa sebagai tugas siswa yaitu belajar giat dan tekun, serta hormat pada orang tua. “Karena dalam semua agama dan peradaban, kunci sukses seseorang adalah mereka yang menghormati, patuh pada orang tua termasuk guru,” tutur Bupati.
Bupati juga berpesan, kita harus mencintai tanah air, suku bangsa kita sendiri serta menjaga keamanan daerah dan tanah air karena hal itu adalah modal yang penting untuk dapat hidup dengan rasa nyaman.
“Manusia di dunia dilahirkan dari berbagai suku bangsa, pada dasarnya supaya saling mengenal peradaban-peradaban yang ada. Perbedaan agama, suku, ras sejatinya agar kita bisa menghargai keberagaman sehingga menjadi manusia yang cinta tanah air,” tandas Bupati.
Lebih lanjut bupati berharap setelah menyelesaikan studi di Kabupaten Pekalongan kelak para pelajar asal Papua tersebut bisa kembali ke daerah asalnya dengan bekal pendidikan dan pengetahuan serta wawasan yang luas. Bupati sangat mengagumi Papua yang menurutnya sangat indah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan kepada masyarakat secara umum, agar tidak melakukan hal-hal yang menyinggung perasaan orang lain, tak terkecuali warga Papua yang merupakan saudara kita sendiri. “Jangan melakukan perbuatan atau menyampaikan perkataan apalagi menggunakan media sosial untuk menyinggung perasaan mereka,” pinta Bupati.
Sebelumnya, Kepala SMAN Bojong, Drs. Bambang Wirudi menyebutkan ada sepuluh pelajar asal Papua yang belajar di sekolahnya. Bambang memperkenalkan para pelajar tersebut kepada Bupati, Kapolres, dan para tamu undangan yang hadir.
Papua Bagian dari Indonesia
Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH, SIK, M.Si mengajak para pelajar sebagai generasi sekarang untuk menjaga keamanan, seperti dahulu pada waktu mempertahankan Irian dari penjajah.
“Pemerintah memperhatikan Papua. Kesehatan, infrastruktur, semua diperhatikan, karena Papua bagian dari Indonesia. Kita semua bangsa Indonesia bersaudara, yang terjadi negatif di provinsi lain jangan ditiru. Kita harus berpikir luas ke depan. Potensi yang kita miliki harus digunakan untuk hal-hal yang positif, jangan merugikan,” ungkap Kapolres.
Senada dengan Bupati dan Kapolres Pekalongan, Danramil Bojong Kapten Arh. Wiyoto mewakili Dandim 0710 Pekalongan berpesan agar para siswa asal Papua untuk belajar yang tekun dan giat dengan bimbingan dari para guru untuk meraih masa depan yang cemerlang.
Selain itu, para pelajar juga diharapkan bisa memilah dan memilih informasi yang bermanfaat dan mengacuhkan informasi yang tidak bermanfaat. “Tugas adik-adik sekalian yang dari Papua adalah belajar. Yang nanti mungkin sepuluh atau dua puluh tahun ke depan, akan menjadi pemimpin di wilayah Papua sendiri atau bahkan di negara kita, Indonesia, yang akan menentukan kemajuan bangsa Indonesia, kemajuan Papua pada masa depan, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tandas Kapten Wiyoto.
Danramil Bojong juga berharap agar siswa-siswi Papua di SMA Bojong bisa diijinkan untuk saling berjumpa atau bersilaturahim dengan siswa asal Papua lainnya yang ada di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.
Sekcam Talun, Mores Erson Kubela, mewakili warga Papua yang ada di Kabupaten Pekalongan mengatakan, selalu berupaya untuk memberikan pemahaman, agar pelajar Papua yang ada di Kabupaten Pekalongan fokus untuk menuntut ilmu dan tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Prinsipnya, anak-anak saya, yang semua tahu dan kenal saya, mudah-mudahan tidak terpengaruh dengan pemberitaan miring. Kami anak-anak Papua yang ada di rantau cinta NKRI. Kami tidak akan terpengaruh dengan provokasi Papua Merdeka atau yang lainnya,” tandas Mores yang menyatakan mewakili siswa-siswi dan saudara-saudaranya asal Papua.
Dia menegaskan, tidak akan mengikuti ajakan-ajakan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan Negara ini. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Kamis, 5 September 2019
Khristiana Dwi Astuti, ST, MT menjelaskan, pembukaan PSDKU UNDIP di Kabupaten Pekalongan didasarkan pada Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No 1 Tahun 2017 tentang Pembukaan, Perubahan, dan Penutupan Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU).
Lebih lanjut dijelaskan, PSDKU merupakan program studi yang diselenggarakan di Kabupaten/Kota administratif yang tidak berbatasan langsung dengan Kampus Utama. Kampus Induk UNDIP saat ini berlokasi di Kota Semarang. “Peraturan ini lah salah satu yang mendasari dibukanya PSDKU UNDIP di Kabupaten Pekalongan.
Dikatakan, keberadaan Kampus UNDIP di Kabupaten Pekalongan bertujuan untuk meningkatkan akses, pemerataan, mutu dan relevansi pendidikan, khususnya vokasi. “Karena sekarang yang sedang digalakkan adalah pendidikan vokasi di seluruh wilayah Indonesia,” tandas Khristiana.
Selain itu juga peningkatan mutu, relevansi, penelitian ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat yang akan melibatkan staf pengajar, dosen maupun tenaga kependidikan dan mahasiswa.
Usai diterima secara resmi oleh pihak Pemkab Pekalongan, para mahasiswa mendapatkan materi-materi tentang Kepemimpinan, Etika, Kejujuran dan Keadilan. Materi diharapkan dapat menjadi modal dasar mahasiswa baru untuk menempuh studi.
Khristiana mengucapkan terima kasih atas support yang luar biasa dari Pemkab Pekalongan dan berharap hal ini dapat memberikan motivasi yang kuat bagi mahasiswa untuk belajar di UNDIP.
Wakil Bupati Pekalongan dalam sambutannya berpesan kepada para mahasiswa baru PSDKU UNDIP agar jangan sampai terpapar radikalisme. “Saya benar-benar berpesan kepada anda. Karena radikalisme, selain merugikan diri kita, juga merugikan bangsa dan negara. Oleh karena itu, bentengi kalian semua, jangan sampai faham radikalisme merasuki anda dan lingkungan anda, termasuk keluarga maupun lingkungan tempat tinggal anda. Ini benar-benar saya titipkan,” ungkap Arini. Selain itu, Arini juga berpesan agar para mahasiswa bisa menjadi suri teladan dan pemersatu serta selalu menjaga nama baik Kabupaten Pekalongan.
Wabup juga mengatakan, jika para mahasiswa mengalami permasalahan terkait studi dan program studi, diharapkan bisa disampaikan kepada pihak pengelola (UNDIP) dan jangan dibagikan ke media sosial. “Pesan saya, jalin komunikasi yang baik dengan semua pihak dan jangan suka memviral-viralkan hal-hal yang kurang produktif di media sosial,” imbuh Arini. (Didik & Lilik Dinkominfo Kabupaten Pekalongan)
Rabu, 4 September 2019
Rabu, 4 September 2019
Rabu, 4 September 2019
Angka kemiskinan itu, tutur Bupati, diukur dari belanja per rumah tangga. Bagaimana masyarakat akan belanja kalau tidak punya incomenya? Nah kita akan bergerak di sektor incomenya. Dan program bantuan bibit ayam ini menjadi program unggulan.
“Bantuan seperti ini nanti akan didiversifikasi dengan bantuan unggulan lainnya. Dan Pemkab Pekalongan sudah menyusun itu. Mudah-mudahan cita-cita kita untuk menurunkan angka kemiskinan sampai 9 persen (single digit) bisa tercapai sesuai dengan RPJMD yang sudah kita sepakati,” tandas Bupati.
Penyerahan bantuan ayam dan sarpras program BEKERJA, dihadiri oleh Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. Juga dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Selasa, 3 September 2019