KAJEN - Sebanyak 3 ribu bantuan paket sembako disalurkan Pemkab Pekalongan dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZMAS) jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Paket sembako disampaikan dari sejumlah Kecamatan yang ada.
Minggu ini penyaluran berlangsung untuk warga di Kecamatan Sragi, Kesesi, Kajen dan Bojong. Dengan masing -masing kecamatan mendapat alokasi 250 Paket Beras Zakat seberat 5 kilogram.
Disampaikan, Wakil Bupati Pekalongan, H Sukirman saat menyalurkan bantuan di Aula Kecamatan Bojong, Rabu (26/3/2025). Total bantuan sembako jelang Hari Raya Idul Fitri 1446 hijriah ini sebanyak 3000 paket yang akan disalurkan kesemua Kecamatan.
"Setelah dari kecamatan Kajen saya bersama Anggota Komisi IX DPR RI, Bapak Mukhtaruddin Ashraff Abu, dan BAZNAS serta dinas terkait sampaikan bantuan untuk warga di kecamatan Bojong. Kami berharap jangan di lihat dari besar - kecilnya nilai bantuan ini, tapi dari upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Ibu Bupati yang memberikan perhatian untuk warganya," terang Sukirman.
Penyaluran bantuan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 26 -28 Maret 2025. Hari ini terdapat empat titik penyaluran yaitu Kajen, Bojong, Sragi, dan Kesesi.
Dikesempatan yang sama, Anggota Komisi IX DPR RI, Mukhtaruddin Ashraff Abu menyampaikan, Pihaknya sangat mensuport program yang merupakan bentuk kepedulian Pemkab Pekalongan terhadap lansia dan warga kurang mampu. Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS.
"Kegiatan ini kolaborasi yang luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama BAZNAS, Sebagai bentuk tanggung jawab untuk meringankan beban masyarakat, terutama lansia dan mereka yang membutuhkan," terangnya.
Data penerima bantuan dikumpulkan melalui dinas terkait dan pemerintah desa. Salah satu Penerima manfaat, Warga Desa Bojong Minggir, Pujiatun mengaku bersyukur mendapatkan bantuan beras ini. "Alhamdulillah dapat bantuan beras bisa untuk zakat fitrah dan buat ketupat," terangnya.
Rabu, 26 Maret 2025
KAJEN - Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M, bersama Wakil Bupati H. Sukirman, S.S, M.S dan anggota DPR RI, H. Ashraff Abu, menggelar kegiatan pembagian bantuan dan pengecekan harga pasar di beberapa lokasi padat penduduk di Kabupaten Pekalongan, 26 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu dan mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dalam kunjungannya di Kelurahan Kesesi, Bupati Fadia menyampaikan komitmennya untuk segera menggelar pasar murah dalam satu hingga dua hari kedepan. Pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
"Hari ini, saya dan Pak Wakil Bupati bersama DPR RI, Bapak H. Asharff Abu, membagikan bantuan di beberapa titik lokasi pasar, khususnya di daerah padat penduduk. Kami ingin memberikan sedikit perhatian kepada warga Kabupaten Pekalongan yang kurang mampu," ujar Bupati Fadia.
Lebih lanjut, Bupati Fadia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memantau harga pasar secara langsung. "Sekalian dalam kesempatan ini, saya mengecek harga pasar di masyarakat. Dalam waktu satu sampai dua hari ini, kami akan turunkan pasar murah di setiap pasar yang harganya melonjak cukup drastis," tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berkoordinasi dengan bagian ekonomi dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindak) untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. "Untuk antisipasi lonjakan harga, kami terus berkomunikasi dengan bagian ekonomi dan Disperindak agar harga bisa terjangkau oleh masyarakat. Ini adalah pekerjaan rumah kami. Kami akan bekerja keras untuk memikirkan bagaimana menstabilkan harga menjelang Lebaran," tegas Bupati Fadia.
Acara ini dihadiri oleh Wakil DPRD Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Dinperindak Kabupaten Pekalongan, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, dan Camat Kesesi. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam upaya menyejahterakan masyarakat.
Rabu, 26 Maret 2025
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengembangkan sektor pariwisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M selepas acara forum konsultasi publik penyusunan rancangan awal draft Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada Senin (24/03/25) pagi di Aula Lantai 1 Setda. Pihaknya menuturkan perihal pentingnya perbaikan jalan sebagai elemen utama pembangunan. "Sebagus apa pun wisata kita, sehebat apa pun daerah kita, kalau jalan-jalan rusak, saya kira percuma," ujarnya. Ia menargetkan perbaikan ruas jalan kabupaten dapat diselesaikan dalam waktu empat tahun ke depan.
Di sektor pendidikan, Bupati menegaskan bahwa sekolah menjadi prioritas utama. "Saya mau anak-anak saya di Pekalongan bisa sekolah dengan baik," katanya. Pemerintah juga akan tetap membuka program pendidikan Paket A, B, dan C secara gratis bagi masyarakat, dengan pendaftaran yang dipermudah melalui nomor telepon dan tautan yang akan dibagikan.
Selain itu, penanganan banjir rob menjadi perhatian serius. Pembangunan rumah pompa untuk mengatasi banjir di wilayah terdampak ditargetkan selesai tahun ini. "Saya pastikan tahun ini harus selesai," tegasnya.
Di bidang kesehatan, Pekalongan berhasil mengelola program Universal Health Coverage (UHC) dengan baik. "Alhamdulillah, kita bisa mengatur keuangan dengan baik, sehingga layanan kesehatan tetap berjalan lancar," jelasnya. Rumah sakit negeri juga terus ditingkatkan kualitasnya agar mampu menopang kebutuhan masyarakat.
Untuk sektor pariwisata, pemerintah daerah tengah berupaya menarik lebih banyak wisatawan dan investasi. Salah satu rencana ambisius adalah membangun destinasi wisata serupa Jatim Park di Pekalongan. "Saya sudah berkomunikasi dengan pemilik Jatim Park agar konsep ini bisa diwujudkan di Pekalongan," katanya. Ia optimistis proyek ini akan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor perhotelan dan UMKM.
Selain itu, pengembangan sirkuit balap juga tengah dipersiapkan. "Belum selesai saja, sudah banyak yang ingin menyewa," ungkapnya. Proyek ini diyakini mampu menarik wisatawan serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Tak hanya itu, Pemkab Pekalongan juga merencanakan pemindahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ke lokasi baru yang telah disiapkan. "Tanahnya sudah ada, ini harus segera diselesaikan," tegasnya.
Dengan berbagai program yang dicanangkan, pemerintah daerah berharap pembangunan Pekalongan dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Senin, 24 Maret 2025
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar kegiatan konsultasi publik sebagai bagian dari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk lima tahun ke depan pada Senin (24/03/2025) di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan saran dari berbagai pemangku kepentingan guna menyempurnakan rancangan awal RPJMD.
Dalam acara tersebut, disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan dan Riset Daerah (BAPPERIDA) Trisno Suharsanto bahwa RPJMD akan mencakup beberapa aspek utama, di antaranya gambaran umum Kabupaten Pekalongan, termasuk kondisi geografi, demografi, dan ekonomi makro. Selain itu, RPJMD juga akan membahas kapasitas fiskal daerah, yang mencakup proyeksi pendapatan, belanja, dan pembiayaan selama lima tahun ke depan.
"Sebagai gambaran untuk Bapak-Ibu, isi dari RPJMD ini adalah yang pertama terkait gambaran umum Kabupaten Pekalongan.
Itu menyangkut geografi, demografi, kemudian juga kondisi ekonomi makro Kabupaten Pekalongan. Kedua, membahas kapasitas fiskal, jadi berapa kemampuan Kabupaten Pekalongan, baik pendapatan, belanja maupun pembiayaan untuk 5 tahun.
Ini kita prediksikan. Kemudian yang ketiga, kita mencari memutuskan, menentukan permasalahan dan isu strategis. yang akan diangkat untuk lima tahun ke depan. selanjutnya adalah penyebaran dari visi dan misi Bupati terpilih, ucap Kepala BAPPERIDA dalam sambutannya.
Selain itu, dalam RPJMD juga akan ditentukan permasalahan dan isu strategis yang menjadi fokus pembangunan daerah. Penyusunan dokumen ini juga mengacu pada visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati terpilih, yang kemudian akan dijabarkan ke dalam program kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan indikator kinerja yang terukur.
Melalui konsultasi publik ini, Pemkab Pekalongan mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh pihak untuk memberikan saran dan masukan dalam rangka menyempurnakan draft awal RPJMD agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mengembangkan sektor pariwisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam pernyataannya saat ditemui awak media selepas acara, Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M melihat pentingnya perbaikan jalan sebagai elemen utama pembangunan.
"Sebagus apa pun wisata kita, sehebat apa pun daerah kita, kalau jalan-jalan rusak, saya kira percuma," ujarnya. Ia menargetkan perbaikan ruas jalan kabupaten dapat diselesaikan dalam waktu empat tahun ke depan.
Di sektor pendidikan, Bupati menegaskan bahwa sekolah menjadi prioritas utama. "Saya mau anak-anak saya di Pekalongan bisa sekolah dengan baik," katanya. Pemerintah juga akan tetap membuka program pendidikan Paket A, B, dan C secara gratis bagi masyarakat, dengan pendaftaran yang dipermudah melalui nomor telepon dan tautan yang akan dibagikan.
Senin, 24 Maret 2025
KAJEN - Menjelang lonjakan pemudik Lebaran 2025, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan bersama Satlantas Polres Pekalongan bergerak cepat melakukan inspeksi kelayakan kendaraan (RAM Cek) terhadap bus-bus yang akan melayani arus mudik. Kegiatan ini berlangsung di salah satu garasi bus di Kajen pada Rabu (19/3/2025).
Fokus utama pemeriksaan adalah memastikan bahwa setiap armada bus yang mengangkut pemudik berada dalam kondisi prima, sehingga dapat meminimalisir potensi kecelakaan selama periode mudik dan balik Lebaran. Suhirdi, Kepala Bidang LLAJ Dishub Kabupaten Pekalongan, menjelaskan bahwa RAM Cek mencakup pemeriksaan menyeluruh seperti sistem pengereman, kondisi ban, fungsi lampu, wiper, kelengkapan dokumen kendaraan, serta kondisi kesehatan pengemudi. "Tujuan kami adalah memastikan hanya kendaraan yang benar-benar layak jalan yang beroperasi," tegasnya.
Tim gabungan secara acak memeriksa kelaikan bus di empat garasi berbeda di wilayah Kabupaten Pekalongan. Sekitar 50 bus pariwisata disiapkan untuk mendukung angkutan Lebaran tahun ini. Selain itu, Dishub Pekalongan juga menjadwalkan uji kelaikan tambahan untuk angkutan Lebaran pada tanggal 20-25 Maret 2025.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Pekalongan, Dheny Saputra, menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap kepatuhan pengemudi terhadap aturan lalu lintas, termasuk kelengkapan SIM dan surat-surat kendaraan. "Kami memastikan semua aspek administratif terpenuhi," ujarnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar bus berada dalam kondisi baik, dan seluruh awak bus telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan mudik. Dishub dan Satlantas Polres Pekalongan juga mengimbau masyarakat untuk selalu memilih angkutan resmi yang telah terverifikasi demi keselamatan bersama.
Rabu, 19 Maret 2025
KAJEN - Akses jalan menuju wilayah Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, yang sempat terputus akibat bencana alam, kini mulai pulih. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, saat diwawancarai usai melakukan tinjauan pasar pada Rabu (13/03/2025).
"Update Petung jembatan Tembelan itu sudah bisa dilewati roda empat," ujar Yulian Akbar. Ia menambahkan bahwa dari laporan yang diterima, masih ada empat dukuh yang belum bisa dilewati kendaraan roda empat, yaitu Dukuh Wonodadi, Songgodadi, dan Sitipis. "Karena jembatan dan jalannya yang masih putus, dua dukuh yang belum bisa diakses roda empat, kalau roda dua sih bisa," jelasnya.
Dengan dibukanya akses jalan ini, pemerintah Kabupaten Pekalongan akan fokus pada pembangunan jembatan permanen. "Bailey ini kan sebenarnya cuma sementara, nanti akan konsolidasi dengan pemerintah pusat dengan BNPD," kata Sekda.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah mengusulkan dana sebesar Rp 108 miliar untuk pembangunan jembatan permanen di wilayah Petungkriyono dan daerah lain yang terdampak bencana. "Kalau bisa kita kelola dengan APBD, kita kelola, tapi kalau dengan pemerintah provinsi ya kita kerja sama dengan pemerintah provinsi," ungkapnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait bantuan rumah bagi warga yang terdampak. "Terus terkait rumah kita juga sudah koordinasi dengan Kementerian Sosial," imbuh Yulian Akbar.
Pemulihan akses jalan dan pembangunan jembatan permanen ini diharapkan dapat segera memulihkan aktivitas masyarakat di wilayah Petungkriyono dan sekitarnya.
Kamis, 13 Maret 2025
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan H Sukirman Bersama Sekertaris daerah kab.Pekalongan, M Yulian Akbar dan Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) setempat pantau harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Inspeksi mendadak gabungan berlangsung di 4 pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan.
Dibagi menjadi 2 Tim, Bupati Pekalongan, Hj Fadia Arafiq dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memantau langsung di Pasar Kesesi dan Wiradesa, sedangkan Wakil Bupati Pekalongan, H Sukirman memantau langsung pelaksanaan Operasi Pasar bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Pekalongan, di Pasar Kedungwuni dan Wonopringgo.
Dalam kesempatan tersebut, wakil Bupati Pekalongan H Sukirman menyampaikan pentingnya melihat secara langsung kondisi harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini sebagai antisipasi supaya tidak ada harga yang melonjak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). “Ramadan pekan kedua, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar pantauan pasar untuk melihat secara langsug ketersediaan bahan pokok dipasaran dan harganya,” terang Sukirman, Kamis (13/3/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1445 hijriah. Hasil pantauan di pasar Kedungwuni, Harga daging sapi naik dari Harga Rp125.000/kg menjadi Rp130.000/kg, daging ayam juga mengalami hal yang sama dari harga Rp.35.000/kg menjadi Rp.36.000/kg.
Senada disampaikan pedangang daging sapi, Kondisi bulan Ramadan ini harga daging sapi justru turun disbanding sebelum Ramadan, saat ini perkilo dibandrol Rp.130.000 naik Rp.5.000/kg dari biasanya. Sementara pedagang Ayam Potong David juga menyampaikan hal yang sama belum ada lonjakan harga yang berarti di pekan kedua bulan Ramadan ini. “Harga daging sapi kuwalitas bagus saat ini perkilo mencapai Rp130.000 dari harga sebelumya Rp.125.000/kg, untuk daging tetelan perkilo saat ini mencapai Rp80.000, Untuk harga ayam negeri saat ini Rp36.000/kg naik cuma Rp1000/kg dari harga sebelum puasa Rp35.000/kg,” terangnya.
Dijelaskan pula untuk pasokan masih stabil karena belum ada lonjakan pembeli yang berarti di pekan kedua bulan Ramadan 2025 ini.
Kamis, 13 Maret 2025
KAJEN – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Pekalongan (TPID) akan menggelar pasar murah di berbagai lokasi strategis. Hal Tersebut Disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E, M.M selepas melakukan pantau harga dan ketersediaan komoditas pangan pokok di Pasar Kesesi pada Kamis (13/03) Pagi. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok yang cenderung meningkat menjelang Lebaran.
"Kami akan menurunkan bantuan berupa pasar murah apabila harganya terlalu tinggi," ujar Bupati Fadia Arafiq
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat. Beberapa lokasi yang akan dijadikan pasar murah antara lain di Kajen, Kedungwuni, Wonopringgo dan Wonokerto. "Pokoknya tempat-tempat pasar besar kami buka kalau harga terlalu tinggi," lanjutnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi kenaikan harga menjelang Lebaran. "Pemerintah tidak akan tinggal diam. Sesuai perintah Bapak Presiden, kami akan terus mendukung agar harga-harga tetap stabil sehingga daya beli masyarakat terjaga," tambahnya.
Kamis, 13 Maret 2025
KAJEN - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan menggelar rapat koordinasi persiapan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2025-2029 pada Rabu, 12 Maret 2025. Rapat yang diadakan di ruang rapat Indraprasta Bapperida ini dihadiri oleh para sekretaris perangkat daerah.
Sekretaris Bapperida Kabupaten Pekalongan, M. Ainur Rofik, S.IP., M.M., menjelaskan bahwa penyusunan Renstra ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan kepala daerah serentak pada 20 Februari 2025. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode sebelumnya (2021-2026) otomatis berakhir, dan perlu disusun RPJMD baru untuk periode 2025-2029 yang selaras dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M dan H Sukirman, S.S, M.S.
"Tahapan selanjutnya, kami akan mengumpulkan sekretaris dinas OPD. Seiring dengan penyusunan RPJMD, setiap OPD juga akan menyusun Renstra 2025-2029," ujar Ainur Rofik.
Lebih lanjut, Ainur Rofik menyampaikan bahwa konsultasi publik RPJMD 2025-2029 akan dilaksanakan pada bulan Maret ini. Konsultasi publik ini direncanakan akan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, serta OPD terkait dan pemangku kepentingan di Kabupaten Pekalongan.
Ulul Albab, salah satu pemateri dalam rapat koordinasi tersebut, menjelaskan bahwa ada dua poin utama yang dibahas, yaitu penyusunan RPJMD dan penyusunan Renstra perangkat daerah. Ia menekankan pentingnya kedua hal ini, mengingat masa jabatan kepala daerah yang baru dilantik.
"Poin lainnya terkait dengan keterkaitan antara RPJMD dan Renstra. Dalam draf Kemendagri, indikator-indikator di dalam RPJMD, khususnya di level sasaran, dapat menjadi indikator tujuan di dalam Renstra. Hal ini untuk menjaga keterkaitan antara perencanaan di tingkat kabupaten dengan perencanaan operasional di tingkat perangkat daerah," jelas Ulul Albab.
Dengan adanya sinkronisasi antara RPJMD dan Renstra, diharapkan perencanaan pembangunan di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Rabu, 12 Maret 2025