KAJEN - Pendidikan agama merupakan salah satu pondasi utama dalam membangun karakter generasi muda. Karena pendidikan agama membantu membentuk kepribadian yang kuat, moral baik, dan sikap yang benar serta membantu meningkatkan kemampuan akademik dan sosial pada generasi muda. Demikian disampaikan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, saat memberikan sambutan pada acara Wisuda Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah yang berlokasi di Desa Salakbrojo Kecamatan Kedungwuni pada Sabtu, (22/06/2024).
Acara juga dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu, Para Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan, Unsur Forkopimcam, tokoh-tokoh masyarakat dan agama, para orang tua santri, serta masyarakat sekitar.
Selain itu, bupati juga menyampaikan tentang pembangunan suatu bangsa harus dimulai dari pemimpin yang berkarakter, dan karakter tersebut dibentuk melalui pendidikan sejak dini. "Pemimpin yang baik dan berkarakter lahir dari sistem pendidikan yang baik. Oleh karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pendidikan, baik formal maupun non-formal, dapat berjalan dengan baik dan efektif," tambahnya.
Bupati juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi terhadap Ponpes Al Falah yang selama ini telah berkontribusi dalam pembentukan generasi muda yang berkualitas di Kabupaten Pekalongan. "Ini adalah kebanggaan untuk kita, Desa Salakbrojo ini punya pondok pesantren yang bagus, punya pondok pesantren yang bisa melahirkan anak-anak yang hebat,” ujarnya.
Acara wisuda ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni Islami dari para santri. Acara wisuda ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para santri berprestasi dan dilanjutkan dengan doa bersama untuk keberkahan dan kesuksesan para santri dalam menjalani kehidupan di masa mendatang
Sabtu, 22 Juni 2024
KAJEN – Progres Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Pekalongan hingga 31 Mei 2024 mencapai 99,67%. Hal itu disampaikan Kepala BPJS Cabang Pekalongan, dr. Sri Mugirahayu, M.H., AAK saat paparan pada kegiatan Media Gathering 2024 "Potret Satu Dekade Perjalanan Program JKN di Indonesia, di Kawasan Lolong Adventure, Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Kamis (6/6/2024).
KAJEN - Kabupaten atau Kota dan masyarakat di seluruh dunia pada umumnya sedang menghadapi tantangan yang cukup sulit, karena 50% populasi dunia tinggal di daerah perkotaan, dan diperkirakan angka ini akan terus bertambah hingga 60%. Hal ini akan menimbulkan tekanan yang besar pada infrastruktur wilayah seperti perumahan, transportasi, air, listrik, pengelolaan sampah, dan layanan yang lain. Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, pemerintah akan menerapkan konsep Smart City.
Penandatangan persetujuan bersama dilakukan pada Rapat Paripurna DPRD dalam rangka persetujuan bersama Raperda Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun 2025-2045 dan penyampaian jawaban Bupati atas pandangan fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023, Jumat 21 Juni 2024.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh Anggota Dewan yang telah mencurahkan segala perhatiannya guna membahas Raperda Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun 2025-2045, sehingga Raperda tersebut dapat disetujui bersama tepat waktu guna memenuhi amanat konstitusi.
"Pada kesempatan ini juga kami sampaikan terimakasih atas pandangan umum terhadap Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023, baik yang bersifat masukan, saran maupun pertanyaan. Semua itu sebagai wujud kebersamaan dan tanggung jawab kita,"katanya.
Dijelaskannya, Raperda tentang RPJP Tahun 2025-2045 ini selanjutnya akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mendapatkan evaluasi agar tercapai keselarasan antara kebijakan daerah, provinsi dan nasional. "Maupun sinergitas antara kepentingan publik dan kepentingan aparatur, disamping juga untuk menghindari agar peraturan daerah tentang RPJP 2025-2045 yang ditetapkan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan lainnya, " Jelasnya.
Bupati menambahkan, bahwa pihaknya telah berupaya agar Raperda RPJP yang disusun bersama memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku. "Namun demikian, apabila masih ada catatan dan koreksi dari Gubernur Jawa Tengah maka hasil evaluasi tersebut akan kita jadikan pedoman dalam rangka penyempurnaan," tambahnya.
Jumat, 21 Juni 2024
Pengukuhan perpanjangan masa jabatan kades dari sebelumnya 6 tahun menjadi 8 tahun ini dihadiri Unsur Forkopimda, Kepala Dinas PMD Kabupaten Pekalongan, perangkat daerah, camat dan lainnya.
Setelah dikukuhkan, Bupati menyerahkan Surat Keputusan Bupati Pekalongan tentang perpanjangan masa jabatan kepada para Kepala Desa.
Dalam sambutanya, Bupati Fadia mengucapkan selamat kepada para Kades yang baru dikukuhkan. Menurutnya ini merupakan hasil kerja keras dari Kades seluruh Indonesia yang mendapatkan perpanjangan masa jabatan selama dua tahun. “pesan saya kepada seluruh Kades, lakukan apapun sesuai aturan, jangan melakukan hal yang diluar aturan yang nanti berujung fatal,” terangnya.
Fadia juga berpesan, agar para Kades juga membangun komunikasi yang baik dengan Bupati selaku Ibu dari seluruh warga Kabupaten Pekalongan. Selain itu juga para Kades diminta untuk tidak banyak membuat program yang tidak jelas, mengingat dana desa yang terbatas.
“Program tidak perlu banyak tapi yang nyata dan bisa dirasakan oleh masyarakat, seperti Kabupaten Pekalongan yang fokus pada tiga program selama saya memimpin yakni, ‘jalan alus rejeki mulus’, Pendidikan gratis dari SD sampai SMA serta seragam gratis, dan juga kesehatan gratis kepada seluruh warga Kabupaten Pekalongan cukup dengan KTP,” ujarnya.
Tak lupa, bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan berhasil meraih pini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang merupakan opini audit yang tertinggi. “ini merupakan opini ketiga kali berturut-turut selama saya menjabat, dan saya ucapkan terimakasih kepada seluruh ASN di Kota Santri yang telah melakukan kerja nyata dan dibalas oleh Allah SWT,” pungkasnya.
Kamis, 20 Juni 2024
Sebelumnya Bupati beserta rombongan melaksanakan setelah Sholat Idul Adha di masjid tersebut. Adapun hewan kurban yang diserahlan berupa 5 ekor sapi dari Bupati, Wakil Bupati, Kapolres, Ketua DPRD dan BPD Bank Jateng serta 7 ekor kambing dari OPD dan BUMD Kabupaten Pekalongan.
Penyerahan hewan kurban dilakukan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan, Hj. Fadia Arafiq, SE. MM., kepada Takmir Masjid Al Muhtaram, KH. Muslikh Khudori. Kegiatan dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu, Ketua DPRD Kab. Pekalongan Hj. Hindun, HM, Kapolres AKBP Wahyu Rohadi, Perwakilan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Perwakilan Dandim 0710 Pekalongan, Para Kepala OPD, Para Asisten Sekda, Pewakilan Unsur BUMD, Ketua NU Kabupaten Pekalongan, Unsur organisasi masyarakat, serta masyarakat di sekitar Masjid Al Muhtarom Kajen.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tahun ini melaksanakan kurban. Dirinya mendoakan kepada masyarakat yang berkuban tahun ini diberikan rezeki yang luas.
“semoga yang bisa berkurban pada hari ini, diberikan Allah rezeki yang berlimpah ruah, dan juga yang belum bisa berkurban, Insya Allah tahun depan dan selanjutnya akan diberikan Allah nikmat untuk bisa berkurban,” kata Bupati.
Dijelaskan Fadia, penyaluran hewan kurban merupakan bagian dari komitmen Pemkab Pekalongan untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam momen-momen penting seperti Idul Adha. "Kami berharap dengan adanya penyaluran hewan kurban ini, masyarakat dapat merasakan nikmat dan keberkahan dari perayaan Idul Adha," ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Hari Raya Idul Adha dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, “Semoga kita semua diberikan nikmat-Nya, sehingga bisa melaksanakan Idul Adha ini dengan penuh syukur dan rasa terima kasih kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Senin, 17 Juni 2024
Senin, 10 Juni 2024
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah M. Yulian Akbar yang mewakili Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menghadiri upacara penutupan TMMD Sengkuyung II Tahun Anggaran 2024 di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (07/06).
Upacara dipimpin oleh Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710 Pekalongan, Mayor Kav. Moch. Purbo Suseno dan dihadiri oleh Jajaran FORKOPIMDA Kabupaten Pekalongan, serta Asisten Sekda dan para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan terkait .
Disampaikan Sekda, bahwa tahun ini program TMMD di Kabupaten Pekalongan pada tahun ini terdapat di empat titik. Dan diharapkan bisa mengurai permasalahan-permasalahan yang ada di desa.
“ini merupakan salah satu terobosan dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang ada di desa, semoga apa yang sudah dilakukan di Tegaldowo ini bisa dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu Pabung Kodim 0710 Pekalongan Mayor Kav. Moch. Purbo Suseno selaku Inspektur upacara yang membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., mengatakan bahwa Program TMMD yang telah diselenggarakan selama lebih dari delapan dekade ini merupakan salah satu Program Bakti TNI yang difokuskan untuk membantu Pemerintah daerah dalam percepatan program pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di pedesaan dan di daerahdaerah terpencil.
“Kami menyadari bahwa TNI, dalam hal ini Kodam IV/Diponegoro, tidak dapat bergerak sendiri melaksanakan program ini dan senantiasa membutuhkan dukungan semua pihak,” kata Pangdam.
Lebih lanjut, Pangdam menyampaikan bahwa TMMD Reguler ke-120 tahun 2024 kali ini mengambil tema “Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah”. Tema ini mengandung makna bahwa TNI bersama dengan Pemerintah Daerah, Polri, dan masyarakat secara bersama-sama mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bentuk pengabdian TNI bersama seluruh unsur di wilayah kepada bangsa dan negara.
TMMD Sengkuyung II telah dilaksanakan dari 8 Mei sampai dengan 6 Juni 2024 dan menghasilkan berbagai capaian diantaranya berupa Sasaran fisik yaitu pengaspalan jalan sepanjang 561 M dengan lebar 3 M, serta sasaran non fisik berupa berbagai penyuluhan yaitu penyuluhan wawasan kebangsaan, Kamtibmas, Kebencanaan, UMKM, kesehatan, PKK dan ketrampilan keluarga, perikanan, kelembagaan masyarakat desa.
Jumat, 7 Juni 2024
Sri Mugirahayu menyampaikan, bahwa capaian UHC Kabupaten Pekalongan lebih tinggi dibandingkan kota sekitar, yaitu Kota Pekalongan yang mencapai 97,67% dan Kabupaten Batang 99,51%, namun lebih rendah dari Kabupaten Pemalang yang mencapai 100,09%. Mengapa capaian Kabupaten Pemalang lebih dari 100%, dijelaskan bahwa data penduduk yang digunakan adalah jumlah penduduk Semester I Tahun 2023. “Sistem akan mengupdate sendiri secara otomatis, sehingga nanti akan balance,” ujarnya.
Mengenai capaian UHC di Kabupaten Pekalongan, disebutkannya, yaitu dari jumlah penduduk Kota Santri yang mencapai 1.008.691 jiwa (Data Dukcapil Semester I Tahun 2023). Sementara itu, distribusi peserta JKN KIS Kabupaten Pekalongan berdasarkan segmentasi terdiri dari 553.625 jiwa merupakan peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) APBN, sebanyak 223.229 jiwa PBI APBD, sebanyak 131.530 jiwa peserta PPU (Pekerja Penerima Upah), 82.380 jiwa merupakan PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah), dan 14.493 jiwa masuk kategori Bukan Pekerja (BP). “Peserta BPJS yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan ini sangat banyak,” ungkap Mugirahayu.
Terkait prosedur pengaktifan UHC di Kabupaten Pekalongan, diakui Mugirahayu juga lebih mudah dibandingkan sejumlah daerah lainnya. “Peserta bisa mendapatkan pelayanan rawat inap di puskesmas dan rumah sakit pemerintah, otomatis dapat diaktifkan kartunya langsung. Jika pasien dirawat di RS swasta, keluarga pasien dapat mengunjungi puskesmas domisili untuk diaktifkan UHCnya. Jadi tidak perlu muter-muter,” jelasnya.
Terkait kegiatan media gathering yang digelar, bertujuan untuk menyampaikan informasi baru terkait update laporan capaian program maupun layanan yang ada di BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan.
Kegiatan dihadiri Perwakilan Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang serta diikuti para awak media baik elektronik, cetak maupun online yang bertugas di wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kabupaten Pemalang.
Kamis, 6 Juni 2024
Penghargaan diberikan sebagai wujud apresiasi terhadap kinerja kepemimpinan dalam kerangka digitalisasi pemerintahan, diantaranya dalam pelaksanaan regulasi terkait implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang sangat bergantung pada sekda, selaku koordinator SPBE.
Selain itu, juga komitmen dan teladan kepala daerah, sekretaris daerah dinilai sebagai kunci utama dalam keberhasilan transformasi digital di Indonesia.
“Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian akbar, S.Sos, M.Si berhasil masuk 3 besar, sebagai finalis nominator ADLG Award 2024”, tutur Ketua Tim Visitasi, Ir. Eddy Santoso, MM didampingi DR. Ucup Hidayat, S.Si, MM (Kemendagri) dan Andi Yuniantoro (PT. Inixindo) didampingi DR. Ucup Hidayat, S.Si, MM (Kemendagri) dan Andi Yuniantoro (PT. Inixindo), di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Rabu, (05/06/2024).
Agenda penghargaan tahunan kepada sekretaris daerah di seluruh Indonesia ini merupakan pelaksanaan yang ketiga kalinya. Penganugerahan ADLG Award bertujuan untuk membantu mempercepat transformasi digital di daerah, sesuai Perpres 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional. Penghargaan diberikan kepada sekretaris daerah provinsi dan sekretaris daerah kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Penilaian ADLG Award terbagi dalam 3 klaster, yaitu seleksi awal berbasis data dukung, visitasi pembuktian aksi serta paparan tanya jawab panelis di Kemendagri. Sekda Yulian Akbar dijadwalkan menyampaikan paparan pada 27 Juli 2024 di hadapan Menteri Dalam Negeri, Kemenpan RB, Kemenkominfo, praktisi IT, Wantiknas, dan Akademisi.
Rabu, 5 Juni 2024
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang dibacakan Sekda M. Yulian Akbar Pada Acara Bimbingan Teknis Penyusunan Masterplan Kota Cerdas ( Smart City ) Kabupaten Pekalongan, Rabu, 05 Juni 2024 di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Dijelaskan bupati, dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah maka pihaknya mengharapkan dukungan dari berbagai elemen untuk mewujudkan Pembangunan berbasis smart city pada Pemerintah Daerah yang merupakan sebuah strategi yang komprehensif, inklusif, efektif dan efisien.
“ Kami akan terus mendorong peningkatan keterampilan dan profesionalitas pegawai yang ditugasi dalam menangani smart city. Selain itu, smart city tidak hanya melulu soal penggunaan teknologi atau pembangunan fisik semata, yang lebih penting adalah bagaimana dapat membangun pola pikir, sikap dan karakter masyarakat yang lebih baik, karena untuk mewujudkan konsep smart city ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, keseriusan dan usaha yang gigih oleh setiap elemen, baik pemerintahan dan masyarakat, untuk menyusun Masterplan Smart City Kabupaten Pekalongan ” katanya.
Bupati menambahkan Sebelum mengikuti program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City), Kabupaten Pekalongan telah mengarah menuju smart city dengan pembangunan infrastruktur seperti tersedianya ruang server, pengembangan aplikasi, pembangunan jaringan fiber optic, dan lain-lain, namun belum terdapat integrasi dan kolaborasi antar semua elemen.
“Kota cerdas merupakan suatu konsep perencanaan, penataan dan pengelolaan kota yang saling berkaitan dalam semua aspek kehidupan untuk mendukung masyarakat yang cerdas, berpendidikan, memiliki moral serta peningkatan kualitas hidup warga negaranya dengan menerapkan berbagai inovasi dan kolaborasi antar berbagai elemen,” terangnya.
Tak lupa, Fadia mengucapkan terimakasih kepada para tamu undangan khususnya kepada Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo serta Tim Pembimbing Smart City.
Dirinya berharap para narasumber dalam Bimtek ini dapat menyampaikan materi sedetail – detailnya sehingga para peserta mampu memahami materi dengan baik. “Kepada para peserta Bimtek saya minta untuk sungguh – sungguh dalam mengikuti Bimtek. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik, jika ada yang perlu ditanyakan atau didiskusikan agar disampaikan jangan ragu, karena salah satu tujuan Bimtek itu agar kita semakin paham dan mampu mengaplikasikannya,” pungkasnya.
Rabu, 5 Juni 2024