PETUNGKRIYONO - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia Ir. Dody Hanggodo tiba di Petungkriyono pada Rabu (29/01) pagi untuk meninjau fasilitas umum termasuk jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sepekan kemarin.
Dari hasil tinjauan Menteri Dody akan upayakan percepatan perbaikan dua jembatan prioritas yaitu jembatan dranan yang menjadi jembatan penghubung antar desa dan jembatan tembelan yang notabenenya menjadi akses utama masyarakat setempat menuju ibukota Kabupaten Pekalongan melalui Kecamatan Doro.
"Kami akan upayakan secepatnya untuk perbaikan di Petungkriyono, karena hari ini kondisinya berkabut besok kalau sudah cerah tim kami akan meninjau seperti apa kerusakan yang yerjadi. Kalau untuk jembatan bailey sudah siap namun kendala adalah cuaca yang sampai saat ini belum baik sehingga alat berat belum bisa masuk," ucap Menteri Dody kepada awak media.
Sekda M. Yulian Akbar menyambut baik upaya yang dilakukan Kementerian PU RI dalam membuka akses bagi masyarakat Petungkriyono. Pasalnya saat ini masih ada 8 dusun terisolir karena putusnya beberapa jembatan kecil penghubung antar desa akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor kemarin. Total ada sekitar 13 jembatan (termasuk jembatan tembelan dan jembatan dranan).
"Tadi pak menteri sudah melihat lokasi. karena cuaca belum baik, Tim Kementerian PU akan meninjau kembali dan akan mendatangkan alat berat dengan kapasitas yang lebih besar. Untuk pembangunan jembatan bailey juga sudah siap menunggu kondisi cuaca aman, pembangunan jembatan akan segera dilaksanakan dengan dibantu oleh Tim gabungan dan juga TNI dan Polri," Tutur Sekda Yulian.
Turut hadir dalam kegaiatan tersebut Kapolres Pekalongan AKBP Doni Prakoso Widamanto, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Infanteri Rizky Aditya, Kepala Dinas PU Taru Murdiarso, Kepala Bapperida Trisno Suharsanto, Kepala Dinperkim LH M. Abduh Ghazali, Kepala Dinkominfo Supriyadi, Plt. Kepala BPBD Agus Pranoto, Kepala Dinas PMD Agus Dwi Nugroho, serta Kabag Pembangunan Eka Iman Prabawa.
Rabu, 29 Januari 2025
PETUNGKRIYONO - Operasi SAR pencarian terhadap korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Senin (27/1/2025) resmi ditutup. Penutupan dilakukan Kepala Kantor Basarnas Semarang, Budiono selaku SAR Mission Coordinator (SMC), didampingi Dandim 0710 Pekalongan selaku Incident Command (IC) Tanggap darurat, Letkol Inf Rizky Aditya.
Budiono mengatakan, sesuai prosedur bahwa operasi SAR banjir bandang dan tanah longsor di Petungkriyono berlangsung 7 hari atau bisa lebih cepat apabila seluruh korban ditemukan. "Kami mengevakuasi 2 jenazah dari dekat jembatan Sepingit atas laporan warga. Kemudian kami mengirim satu SRU untuk penyisiran disana siapa tau bisa menemukan korban lagi, namun hingga jumat tidak ada lagi tanda-tanda keberadaan korban longsor. "Hingga kemarin (Sabtu, 25/1/2025) seluruh korban longsor sudah berhasil dievakuasi dan diidentifikasi tim SAR gabungan sesuai laporan kehilangan,” ucapnya.
Adapun, satu korban terakhir atas nama Teguh Imanto, warga Kayupuring, ternyata bukan korban dari kejadian tanah longsor di Desa Kasimpar. berdasarkan hasil penelusuran, korban hilang bernama Teguh Imanto diduga terseret sungai yang banjir dan lokasinya agak jauh dari titik longsor dan diyakini bahwa korban tidak pernah mencapai lokasi longsor di desa kasimpar, Hal itu membuat korban tidak masuk kategori korban longsor.
Pihak keluarga korban atas nama Teguh Imanto juga menyatakan pihaknya mengikhlaskan atas apa yang terjadi terhadap anggota keluarganya. "Istri Teguh (aropah) menyatakan kepada kami bahwa keluarga telah ikhlas dan tidak keberatan apabila operasi pencarian dihentikan,” jelasnya. “Namun kami dari Basarnas akan terus melakukan pemantauan dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait apabila ada informasi penemuan kami siap mengevakuasinya. Maka dengan telah ditemukannya seluruh korban tanah longsor di desa Kasimpar, maka pada hari ini, senin, 27 Januari 2025 pada pukul 09.30 WIB operasi SAR ini resmi kami tutup,” imbuhnya.
Senin, 27 Januari 2025
KAJEN - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memeriksa kondisi pasien korban tanah longsor Petungkriyono yang sedang dirawat di RSUD Kajen pada Sabtu (25/01) siang. Terdapat 8 orang yang harus dirujuk ke RSUD Kajen, dan ada satu pasien yang dirawat di rumah sakit wilayah Banjarnegara.
Dalam kesempatan tersebut Wamensos Agus menanyakan kondisi korban yang sudah dirawat selama empat sampai hari Sabtu (25/01) dan memberikan santunan uang sejumlah lima juta rupiah berserta paket sembako. "Kehadiran kami ke sini untuk membesuk korban bencana tanah longsor petungkriyono yang dirawat di rumah sakit. Pada hari ini (Sabtu : Red) kami memberikan santunan kepada korban yang dirawat masing-masing lima juta rupiah dan juga paket sembako," tutur Agus Jabo Priyono kepada awak media.
Sebelumnya kemensos juga telah berkontribusi dalam memberikan bantuan kebutuhan darurat kemudian mendirikan dapur umum, sembako dan kebutuhan darurat lain. Setelah selesai menjenguk korban bencana tanah longsor di RSUD Kajen, rombongan Wamensos melanjutkan perjalanan menuju Petungkriyono untuk melihat kondisi terkini sekaligus akan memberikan santuan kepada ahli waris dari korban bencana yang meninggal dunia akibat tanah longsor Petungkriyono.
Salah satu korban selamat yang masih mendapat perawatan di RSUD Kajen Wasis Efendi berterima kasih kepada kementerian sosial atas bantuan yang diberikan, karena akibat bencana kemarin dirinya telah kehilangan harta benda sehingga dengan adanya bantuan ini bisa lebih meringankan. "Alhamdulillah saya bersyukur mendapat bantuan ini karena saya sudah kehilangan motor, desa saya terisolir dan alhamdulillah saya masih diberi keselamatan sampai terima kasih kemensos atas bantuannya," Ucap Wasis saat ditemui di ruang pemulihan RSUD Kajen.
Wasis juga menambahkan saat ini kondisinya sudah mulai membaik dan sedang dalam tahap pemulihan. Untuk terkait perawatan dan pengobatan korban bencana tanah longsor Petungkriyono, Kamis (23/01) kemarin juga telah disampaikan Bupati Fadia Arafiq semuanya akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sampai sembuh.
Sabtu, 25 Januari 2025
WIRADESA - Kunjungi Masyarakat terdampak banjir ditempat Pengungsian Gedung Kopindo, Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (25/1/2025) Pemerintah salurkan bantuan. Bantuan tersebut akan dibagikan untuk korban bencana di sejumlah kecamatan yang ada.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo, Serta Bupati Pekalongan, Hj Fadia Arafiq kunjungi warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan. Agenda tersebut dibarengi dengan menyalurkan logistik bahan pangan kebencanaan kepada masyarakat pascabanjir.
Disampaikan Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Terdapat tiga titik posko penyaluran bahan pangan, meliputi di Gedung Kopindo, Balai Kelurahan Bener Kecamatan Wiradesa, dan Balai Desa Pesanggrahan Kecamatan Wonokerto. “Jadi kami kolaborasi menyalurkan bahan pangan untuk saudara kita yang terdampak banjir di Pekalongan. Dari Pemprov Jateng bawa beras 10 ton, dengan beberapa kali pengiriman,” jelas Menko Pangan.
Ditambahkan, Ada juga bantuan pangan dari Bapanas sebanyak 200 paket sembako, Perum Bulog dengan 10 ton beras, mie instan 500 boks, dan biskuit 500 boks. “Jadi kita gotong royong, ada telur juga dari asosiasi (mitra usaha pangan), minyak goreng, beras, gula, dan lainnya” kata dia.
Zulkifli menerangkan, penyaluran itu sebagai bentuk kepedulian kepada korban. Bahan pangan itu dilakukan melalui kolaborasi antara Kemenko Pangan, Pemprov Jateng, Bapanas, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta mitra pelaku pangan dari sejumlah wilayah.
Sementara itu, Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana menyatakan, bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di wilayahnya, menjadi tanggung jawab bersama untuk mengatasinya. Pihaknya terus melakukan langkah-langkah penanganan bencana di berbagai daerah. “Karena dari awal kami sudah koordinasi, setiap ada kejadian tanggul yang jebol, akan sangat berdampak bagi masyarakat,” ucap Nana, beberapa waktu lalu.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya untuk tanggap terhadap bencana. Cuaca ekstrem telah menyebabkan sejumlah wilayah di Jateng dilanda bencana.
Sabtu, 25 Januari 2025
PETUNGKRIYONO - Hari ke-4 pencarian, Satu lagi jenazah korban tanah longsor dan banjir bandang yang menerjang Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berhasil ditemukan tim SAR gabungan, Jum'at (24/1/2025).
Korban yang ke 23 ini, ditemukan tim SAR gabungan berjenis kelamin perempuan. Korban ini, ditemukan dibawah reruntuhan bangunan rumah.
Saat ini, tim SAR masih dalam perjalanan menuju ke puskesmas Petungkriyono membawa korban. Selanjutnya, korban akan dilakukan pemeriksaan oleh tim INAFIS Polres Pekalongan.
Di hari ke 4 pencarian, total korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia ada 23 orang, dan 3 orang masih dinyatakan hilang.
Kanit PPA Satreskrim Polres Pekalongan Ipda Yon Rizki mengatakan, korban yang berhasil ditemukan ini berjenis kelamin perempuan, dan setelah dilakukan pemeriksaan korban bernama Aurelya Shifa Lizhara.
"Berdasarkan pemeriksaan, keluarga mengetahui dari sisi wajahnya yaitu Aurel," kata Kanit PPA Satreskrim Polres Pekalongan Ipda Yon, Jumat (24/1/2025).
Kemudian untuk pakaian sendiri sudah terlepas semua, dan korban masih anak-anak dikarenakan belum mempunyai KTP.
"Korban belum rekam e-KTP masih anak, umur 14 tahun, dan ini sudah diambil oleh keluarga untuk dilakukan pemakaman di desa setempat," imbuhnya.
Korban Aurel ditemukan jauh dari lokasi longsor. Aurel merupakan anak dari Carik Kasimpar Sularso dan Chusnul Cholifah.
Satu keluarga ini menjadi korban meninggal dunia banjir bandang dan tanah longsor, dan ketiga korban sudah berhasil ditemukan semuanya oleh tim SAR gabungan.
Jumat, 24 Januari 2025
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terima bantuan paket sembako penanganan dampak bencana alam di Kabupaten Pekalongan dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Bantuan diserahkan oleh Perwakilan Sekertariat Wakil Presiden, Mustagfirin kepada Sekertarid Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, Jum’at (24/1/2025).
Sebanyak 1000 Paket sembako diterima Sekda Yulian Akbar secara simbolis, acara berlangsung di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Puluhan warga terdampak bencana juga turut dihadirkan guna menerima bantuan secara simbolis dari Pemerintah.
Disampaikan Sekda Yulian Akbar, Pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemerintah atas bantuan yang disalurkan dari Wakil Presiden Republik Indonesia. Kabupaten Pekalongan saat ini terus melakukan Langkah optimal dalam penanganan musibah longsor didaerah atas dan juga banjir diwilayah bawah. “Dengan adanya bantuan paket sembako dari Bapak Wakil Presiden ini, harapanya dapat meringankan kebutuhan logistik warga terdampak, baik musibah longsor di daerah Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran, Kandangserang ataupun banjir diwilayah kecamatan Doro, Kedungwuni, Wonopringgo, Wiradesa, Wonokerto dan Tirto,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut perwakilan Sekertariat Wakil Presiden, Mustagfirin menyampaikan, turut prihatin akan musibah yang terjadi dan menimpa warga Kabupaten Pekalongan. Selain Kabupaten Pekalongan, bantuan yang sama juga disalurkan untuk korban bencana alam di kabupaten Grobokan dan Demak. “Di jawa tengah ada tida daerah yang saat ini tertima bencana, yaitu Grobokan, Demak dan Kabupaten Pekalongan, harapanya bantuan ini bisa bermanfaat untuk warga terdampak musibah,” pungkasnya.
Jumat, 24 Januari 2025
KAJEN – Dalam rangka memberikan jaminan perawatan yang baik bagi pasien korban longsor Petungkriyono, Bupati Pekalongan Dr.Hj.Fadia Arafiq, S.E.,M.M dengan Forkopimda dan para OPD terkait mengunjungi sejumlah korban di RSUD Kajen, pada Rabu (23/1/2025) siang.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap korban selamat yang sedang di rawat di RSUD Kajen. Menurutnya ‘’Saya sangat prihatin dengan kondisi semacam ini, dan saya sangat berharap bapak/ibu dapat segera sembuh baik secara fisik maupun psikologis, setelah mengalami musibah besar ini,’’. Ucapnya.
Dan untuk mempercepat proses pemulihan korban, Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menjamin perawatan yang baik untuk pemulihan korban. Sehingga korban dapat segera pulih. Dan hal tersebut menurutnya menjadi perhatian khusus pemerintah. ‘’Setelah mengalami musibah ini, selain fisik kondisi mental para korban juga pastinya terguncang. Untuk itu ini menjadi perhatian khusus peemrintah untuk menjadim perawatannya,’’.Ujarnya.
Selain itu dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia juga menuturkan bahwa total korban selamat yang dirawat di RSUD Kajen saat ini ada delapan orang dan satu orang sedang dioperasi karena dislokasi tulang di RS Banjarnegara. ‘’Saya terus berdoa dan berusaha semoga para korban bisa segera pulih,’’ tambahnya.
Dan untuk korban meninggal dituturkan Bupati Fadia hingga saat ini per tanggal 23 Januari 2025 sejumlah 21 orang dan masih ada beebrapa yang belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. ‘’Kami akan terus melakukan proses pencarian korban yang hilang. Selain itu, kami juga akan memberikan bantuan kepada para korban yang terdampak,’’ tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menghimbau masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap waspada dan berhati-hati di musim penghujan saat ini. Dan diharapkan masyarakat dapat menjaga keluarganya masing-masing, jangan sampai lepas dari pantauan. ‘’Musim hujan saat in intensitasnya masih tinggi. Untuk itu saya berharap bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan baik itu yang berada di bagian atas maupun bawah, untuk tetap waspada dan berhati-hati,’’pesannya.
Jumat, 24 Januari 2025
Kajen - Bencana banjir yang menimpa Kabupaten Pekalongan pada Senin (20/1) kemarin, membuat masyarakat harus rela mengungsi sambil menunggu situasi kembali aman. Terdapat beberapa titik posko pengungsian disiapkan salah satunya adalah di Gedung Kopindo, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.
Bupati Fadia bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan mendatangi Korban banjir yang masih mengungsi di Gedung Kopindo pada Kamis (23/01) siang. Sejumlah warga yang masih mengungsi ada sebanyak 120 jiwa berasal dari Kelurahan Bener, Wiradesa dan Desa Pesanggrahan, Wonokerto.
Bupati Hadir dengan memberikan bantuan berupa mie instan, Beras, minyak goreng, Susu, dan juga Telur.
Bupati Fadia menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Korban di Posko Pengungsian Gedung Kopindo diwakilkan oleh Lurah Bener, Wiradesa Yuananto Surya Aji.Terkait kondisi banjir di Kabupaten Pekalongan, Bupati Fadia menyampaikan berdasarkan laporan saat ini intensitas hujan sudah mulai menurun, kemudian kondisi banjir juga sudah mulai surut, kemungkinan 1-2 Hari diperkirakan pengungsi bisa kembali ke rumah.
"berdasarkan laporan saat ini intensitas hujan juga sudah mulai menurun kemudian banjirnya juga sudah mulai surut, Insya Allah besok sudah bisa kembali ke rumah," tutur Fadia.
Beberapa hari yang lalu Lanjut Fadia, bahwa pihak Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga telah melakukan upaya dengan membuat tanggul darurat dengan dibantu personil TNI Angkatan laut, Kodim 0710/Pekalongan, dan Polres Pekalongan.
Namun untuk tanggul karena bersifat sementara sehingga terbuat dari karung yabg berisi pasir seharusnya akan lebih kuat jika diisi tanah. Namun karena musim hujan seperti sekarang ini untuk mencari tanah lebih sulit. Saat ini Pemkab Pekalongan masih berusaha untuk mencari ke daerah lain karen apabila tanggul tersebut tidak diatasi bisa berdampak ke 11 desa.
Kamis, 23 Januari 2025
KAJEN - Sebagai penanggulangan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Pekalongan. Per hari Rabu (22/01) Tim Satuan Tugas PMK Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan mulai mendatangi kandang-kandang milik peternak, yang pertama adalah di Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto.
Disampaikan oleh Dokter Hewan DKPP Kabupaten Pekalongan Mu'tasim Bilah untuk saat ini vaksin yang sudah ready sebanyak 350 vaksin dan akan langsung di distribusikan. Jumlah tersebut masih ada kemungkinan bertambah, mengingat banyaknya jumlah populasi di wilayah Kabupaten Pekalongan yang mencapai puluhan ribu.
"Untuk saat ini yang masih ready ada 350 vaksin, dan untuk kasus PMK di Kabupaten Pekalongan yang terparah itu di Kecamatan Kandangserang dengan 143 kasus. Untuk hewan yang sudah terjangkit kami lakukan pengobatan dan hari ini kami akan mulai vaksinasi," ucap Dokter Mumu sapaan akrabnya.
Ketika ditanya terkait untuk peternak yang ada di Kecamatan Petungkriyono yang saat ini sedang terdampak bencana, pihak DKPP menunggu sampai kondisi aman baru akan didatangi. Sementara ini fokus tim satgas masih berfokus di daerah bawah atau yang lebih aman.
Pemilik peternak Rozikin mengungkapkan bahwa sampai saat ini masih aman karena dirinya masih menjaga kebersihan kandang dan tidak melakukan jual beli dalam waktu dekat ini sehingga saat ini masih aman.
"Disini ada 25 sapi alhamdulillah masih aman karena kami selalu menjaga kebersihan kandang dan tidak ada tambahan lagi dari luar.
Rabu, 22 Januari 2025