PETUNGKRIYONO - Jumlah korban tewas akibat tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, bertambah menjadi 20 orang. Sementara itu, tujuh orang masih dilaporkan hilang hingga Rabu 23 Januari 2025 ini.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan identitas para korban tewas yang telah ditemukan tersebut. Daftar Korban Meninggal Berdasarkan data yang diterima dari Posko Longsor Petungkriyono, Rabu (22/1/2025).
Berikut daftar nama korban meninggal dunia dalam longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan :
1. Revalina (P) 19 tahun,
2. Suyati (P),
3. Kiki Pramudita (L) 23 tahun,
4. Sutar (L) 49 tahun,
5. Riyanto (L) 50 tahun,
6. Ayat (L) 27 tahun,
7. Sumeri (L) 30 tahun,
8. Doni (L) 27 tahun,
9. Winarko (L) 27 tahun,
10. Supari (L) 37 tahun,
11. Sularso (L) 44 tahun,
12. Inawati (P) 23 tahun,
13. Afkar (L) 4 tahun,
14. Husnul Cholifah (P) 35 tahun,
15. Rokhim (L) 40 tahun,
16. Joni Yulianto (L) 45 tahun,
17. Rahmono (L) 24 tahun,
18. Aisah (P),
19. Ta’ari (L),
20. Abian, bayi berumur 5 bulan,
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, pada Rabu (22/1/2025) pagi, tim pencarian dan SAR terus melakukan evaluasi.
Selain longsor di wilayah atas Kabupaten Pekalongan, Banjir bandang akibat luapan air sungai Sengkarang juga masih dirasakan warga sejumlah Kecamatan, Seperti Wonokerto, Wiradesa dan Tirto.
Rabu, 22 Januari 2025
PETUNGKRIYONO – Dalam rangka gerak cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. PJ Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs.Nana Sudjana A.S., M.M., dengan didampingi Bupati Pekalongan Dr.Hj Fadia Arafiq, S.E.,M.M melakukan tinjauan langsung ke lokasi longsor terparah di Kabupaten Pekalongan yaitu Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, pada Rabu (22/1/2025) pagi.
Dalam kesempatan tersebut PJ Gubernur Jateng mengatakan bahwa Pemprov Jateng dengan Pemkab Pekalongan akan terus bersinergi mempercepat penanganan korban. Menurutnya, pemerintah pastikan proses penanganan serta pencarian korban hilang akan terus dilakukan oleh tim gabungan. ‘’Kami bersama Forkopimda Jateng dan Pemkab Pekalongan turut berduka cita atas terjadinya bencana longsor ini yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa. Proses pencarian korban yang masih hilang akan terus dilakukan,’’ jelasnya.
Dan atas nama Pemprov Jateng, Nana Sudjana mengucapkan rasa duka cita dan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban bencana longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono dan keluarga yang ditinggalkan. ‘’Saya atas nama Pemprov jateng dan pribadi mengucapkan duka cita yang teramat dalam atas kejadian ini. Semoga untuk para korban yang masih selamat segera diberikan kesembuhan. Dan untuk korban yang meninggal, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,’’ ucapnya.
PJ Gubernur Nana Sudjana melanjutkan, adapun untuk korban jiwa yang meninggal per 22 Januari 2024 di Kecamatan Petungkriyono ada sejumlah 20 orang, dan korban yang masih hilang berjumlah tujuh orang. ‘’Saya berharap untuk korban yang masih hilang saat ini, untuk segera ditemukan. Dan sesuai komitmen kami, pemerintah dan tim gabungan akan terus melakukan pencarian,’’ terangnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Dr.Hj Fadia Arafiq, S.E.,M.M saat mendampingi PJ Gubernur Jateng menyampaikan hal senada atas komitmen bersama Pemprov Jateng dan Pemkab Pekalongan yang akan terus bersinergi melakukan pencarian korban hilang dan penanggulangan bencana di Kecamatan Petungkriyono akibat bencana longsor tersebut. ‘’Selaras yang dikatakan oleh Bapak PJ Gubernur, kami akan terus bersinergi melakukan pencarian,’’ ucapnya.
Bupati Fadia melanjutkan, adapun untuk langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemkab Pemkab Pekalongan saat ini adalah mengevakuasi korban dan membersihkan material tanah longsor untuk membuka akses jalan. ‘’Adapun untuk proses mitigasi bencana, kami sudah menyampaikan melalui dinas terkait untuk menyampaikan kepada masyarakat yang tinggal di daerah atas untuk selalu waspada dan berhati-hati, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi hingga saat ini,’’ pungkasnya.
Rabu, 22 Januari 2025
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan resmi tetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari kedepan. Hal tersebut menyusul dengan adanya 17 korban meninggal yang berhasil dievakuasi seperti disampaikan oleh Bupati Pekalongan Dr.Hj Fadia Arafiq, S.E.,M.M yang didampingi Sekertaris Daerah Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar dan Forkopimda saat melakukan tinjauan ke sejumlah titik bencana alam di Kabupaten Pekalongan, pada Selasa (21/1/2024).
Lokasi yang ditinjau meliputi Dukuh Paesan Kelurahan Kedungwuni Barat, Dukuh Kranji Kelurahan Kedungwuni Timur, dan Jembatan Gantung Desa Galang Pengampon. Bupati Fadia juga meninjau tanggul jebol di Desa Pesanggarahan Wonokerto.
Dalam tinjauan tersebut, Bupati Fadia mengatakan ‘’Terhitung dari tanggal 21 Januari hingga 4 Februari 2025 Pemkab pekalongan tetapkan status darurat bencana. Dan kami telah menyiapkan posko di masing-masing 4 kecamatan terdampak longsor yaitu Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran dan Kandangserang’’ ungkapnya.
Selain itu, lanjut Bupati Fadia, untuk daerah bawah yang terdampak banjir seperti Kecamatan Kedungwuni, Doro, Wonopringgo, Wonokerto, Siwalan, Wiradesa dan Tirto, juga sudah disiapkan posko yang dilengkapi dengan petugas dan relawan yang siap membantu masyarakat.
‘’Total ada 11 kecamatan dari hulu hingga hilir yang terdampak longsor dan banjir bandang. Dan pemkab sudah menetapkan darurat bencana, kita siapkan posko di masing-masing kecamatan,’’ kata Bupati Fadia.
Untuk kecamatan yang paling parah terdampak bencana longsor, yaitu Kecamatan Petungkriyono. Disampaikan Bupati Fadia bahwa ini menjadi perhatian serius Pemkab Pekalongan. Ia juga meminta dukungan dari pemerintah pusat dan peemrintah provinsi, terutama karena akses menuju daerah terdampak, seperti Petungkriyono, terputus akibat longsor.
‘’Kami ingin segera ke lokasi, tetapi jalannya terputus. Tapi sudah kami atur jalur lain melalui kabupaten tetangga. Insyaallah Kapolres dan Dandim juga akan ikut membantu kesana’’ ungkapnya.
Dan untuk mengatasi dampak bencana di Petungkriyono, Pemkab Pekalongan telah mengirimkan tim dari dinas terkait untuk meninjau kondisi di Petungkriyono. Bupati Fadia juga mengungkapkan akan berupaya membangun infrastruktur yang rusak dengan menggun akan dana tidak terduga (DTT),’’Kita harus cepat bangun dengan DTT, Dana Tidak Terduga agar tidak putus ekonomi masyarakat dan sekolah,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Sekda Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar juga menyampaikan bahwa untuk proses evakuasi dan pencarian korban bencana longsor akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi c uaca di lapangan.
‘’Untuk evakuasi kita lakukan bersama tim dan relawan, dengan tetap memperhatikan kondisi cuaca. Dan untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap waspada dan berdoa’’ ucapnya.
Selasa, 21 Januari 2025
KAJEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan telah melakukan langkah-langkah antisipasi dan kesiapsiagaan bencana mengigat Kabupaten Pekalongan termasuk ke dalam wilayah rawan terjadi bencana banjir dan tanah longsor di musim hujan seperti sekarang.
Disampaikan oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Agus Pranoto saat ditemui pada Jumat (17/1). Langkah langkah-langkah yang telah dilakukan dalam mengantisipasi serta sebagai upaya kesiapsiagaan bencana diantaranya koordinasi dengan berbagai pihak seperti TNI, Polri, dan Juga relawan. Kemudian mengaktifkan jadwal piket layanan 24 jam bagi masyarakat melaui nomor 0822 9767 8800.
"Kami sudah melakukan rapat koordinasi teknis dengan TNI, Polri, dan Relawan. Kami juga minta kepada satgas untuk mengaktifkan piket layanan 24 jam, apabila masyarakat memerlukan bantuan BPBD siap,". Tutur Agus Pranoto kepada tim RKS.
Lanjut Agus sapaan akrabnya, pihak BPBD juga melakukan pemeriksaan kondisi logistik dan alat. Sehingga apabila ada yang mengalami kerusakan bisa segera diperbaiki, dan pada saat dibutuhkan alat sudah bisa digunakan. Disamping itu BPBD juga melakukan pelatihan kepada LINMAS di desa sebagai persiapan apabila di wilayahnya terjadi bencana, masyarakat sudah siap.
Beberapa daerah yang termasuk daerah rawan longsor di Kabupaten Pekalongan diantaranya adalah Kecamatan Paninggaran, Kecamatan Kandangserang, Kecamatan Petungkriyono, dan Kecamatan Lebakbarang. Sedangkan untuk wilayah yang potensi terkena rob atau pun banjir adalah Kecamatan Tirto, Kecamatan Siwalan, dan Kecamatan Wonokerto.
"Untuk daerah rawan kita ada pegunungan dan pantai. Pegunungan ada Petungkriyono, Kandangserang, Lebakbarang, dan Paninggaran karena kontruksi tanahnya yang relatif tegak. Sehingga apabila curah hujan tinggi rawan terjadi Longsor. Kemudian untuk rawan banjir atau rob itu ada Tirto, Siwalan, dan Wonokerto.
Jumat, 17 Januari 2025
KAJEN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan gelar Rapat Paripurna Penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih pada Pilkada Kabupaten Pekalongan 2024. Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD, Ruben Prabu Faza, Rabu (15/1/2025).
DPRD Kabupaten Pekalongan tetapkan Hj Fadia Arafiq - Sukirman sebagai Kepala Daerah di Kabupaten Pekalongan.
Terdapat dua agenda pada paripurna ini, Yakni penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan terplih dalam pemilihan tahun 2024 dan tentang masa jabatan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan dalam pemilihan tahun 2020.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD kabupaten Pekalongan, H Abdul Munir membacakan beberapa pengumuman, di antaranya penetapan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan terpilih dalam pemilihan tahun 2024 yakni Hj Fadia Arafiq dan H Sukirman.
“Usai penetapan ini, Kami akan segera mengusulkan peresmian pengangkatan keduanya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan kepada Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Gubernur Jawa Tengah sesuai kalender pelantikan, direncanakan pada bulan Februari,”terang Munir.
Dikesempatan yang sama, Bupati Pekalongan terpilih, Fadia Arafiq didampingi Sukirman mengucapkan terimakasihnya kepada semua pihak karena pelaksanaan Pilkada Kabupaten Pekalongan tahun 2024 berlangsung aman dan kondusif.
Dengan adanya penetapan ini, pihaknya akan terus melanjutkan program kerja kepemimpinannya periode lalu, Bidang infrastruktur, kesehatan dam pendidikan tetap menjadi program utama di Kota Santri.
“Kami berdua lebih berkomitmen meneruskan saja yang sudah ada dan kami fokus infrastruktur, kesehatan gratis tetap kami jalankan, pendidikan,” tuturnya.
Selain program tersebut akan ada penambahan program yang menyasar kepada anak muda terkait usaha online yang sedang ramai saat ini seperti penganggaran dana untuk pelatihan mereka. Terkait penganggarannya akan ada yang diambil dari APBD dan dari pusat.
Rabu, 15 Januari 2025
KAJEN - Dalam rangka memaksimalkan implementasi Keterbukaan Informasi Publik di jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan. Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota santri menggelar agenda Implementasi UU Keterbukaan Informasi Publik (Pembentukan Admin Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Pekalongan Rabu, 04 Desember 2024.
Acara yang dibuka oleh Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Supriyadi, S.E., M.M. dan dihadiri Sekretariat DPRD Kabupaten Pekalongan serta dari semua OPD yang ada di Pemkab Pekalongan.
Dalam sambutannya, Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Supriyadi, S.E., M.M. mengatakan, bahwa menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Komisi Informasi (KI) Nomor 1 Tahun 2010 Tentang Standar Pelayanan Informasi Publik maka setiap badan publik wajib membentuk dan menetapkan PPID serta mampu mengumpulkan dan mengkategorikan informasi.
"ada empat pengklasifikasian informasi publik dalam peraturan tersebut, diantaranya informasi publik yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala, informasi publik yang wajib diumumkan secara sertamerta, informasi publik yang wajib tersedia setiap saat dan informasi publik yang dikecualikan," terangnya.
Sementara itu, Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Ari Wahyu Mukti Wibowo, S.Kom. menambahkan dengan adanya PPID akan menjadi sinergitas Pemerintah dalam meningkatkan kinerja dalam hal pelayanan informasi masyarakat, sehingga dapat mewujudkan keterbukaan informasi publik yang lebih baik. “pengelolaan informasi mengedepankan prinsip transparan, akuntabel, dan partisipasi publik dalam mewujudkan good governance,” jelasnya.
Rabu, 4 Desember 2024
KAJEN - Selasa, 3 Desember 2024 Kabupaten Pekalongan mendapat kunjungan kerja dari Komisi A DPRD Jawa tengah terkait Benchmarking Raperda Kearsipan di aula lantai satu setda kabupaten pekalongan.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh Wakil ketua DPRD Jawa Tengah, H Setya Arinugroho, rombongan komisi A, wakil ketua komisi A, kepala dinas perpustakaan dan kearsipan provinsi jawa tengah dan kepala OPD.
Sekda Kabupaten pekalongan, M Yulian Akbar menuturkan bahwa kunjungan ini merupakan hal yang tepat karena di Kabupaten Pekalongan pernah berprestasi di Nasional. "Dinas kearsipan kami pernah mendapat prestasi nasional yaitu mba musfiroh juara lomba kearsipan tahun 2023," terangnya.
Secara regulasi telah diatur dalam UU no. 43 tahun 2009 tentang kearsipan dan pemerintah daerah telah membuat perda dan secara arsip digitalisasi telah dimulai sejak empat tahun lalu. "Jadi insyaallah SDM kami dikearsipan ini handal semua, " tutur sekda Kabupaten pekalongan.
Sementara itu Wakil ketua DPRD provinsi Jawa tengah menyampaikan dalam sambutannya bahwa senang telah sampai di Kabupaten Pekalongan karena kearsipan terbaik di jawa tengah. "Jadi kehadiran kami pada kesempatan kaii ini kita ingin banyak belajar dan kita akan ada RPJ raperda kearsipan. Lalu bagaimana pengelolaannya, manajemennya dan SDMnya kita kepengenan belajar dari sini," paparnya dalam sambutan pembukaan.
Selasa, 3 Desember 2024
KAJEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan menggelar rekapitulasi suara Pilkada 2024 baik pemilihan gubernur (pilgub) dan pemilihan bupati (pilbup), Selasa (3/12/2024).
Rapat Pleno yang dilaksanakan di Aula KPU Kabupaten Pekalongan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, Perwakilan Forkompimda, perwakilan partai politik, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta aparat keamanan. Agenda utama dalam rapat ini adalah merekapitulasi hasil penghitungan suara dari seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan.
Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Lailatul Izzah menyatakan bahwa proses rekapitulasi ini dilakukan secara transparan, akurat, dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
"Kami memastikan bahwa setiap suara rakyat dihitung dengan cermat dan disampaikan secara terbuka," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan tahapan Pemilu yang berjalan dengan lancar dan transparan. Menurutnya, proses demokrasi yang sedang kita jalani ini merupakan wujud nyata dari komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan rakyat.
“ Saya mengapresiasi kerja keras KPU dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu ini, Kami juga berharap semua pihak dapat menerima hasil dengan bijaksana demi menjaga kondusivitas daerah" ungkapnya.
Dari hasil rekapitulasi KPU, untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, pasangan calon nomor urut 01 yakni Fadia Arafiq – Sukirman memperoleh suara sah sebanyak 306.443 suara. Sedangkan untuk pasangan calon nomor urut 02 Riswadi – Mukhammad Amin memperoleh suara sah sebanyak 238.486 suara. Adapun selisih suara sebanyak 67.957, dengan suara sah 544.929 dan suara tidak sah 21.751 suara dengan total suara pada pilbup sebanyak 566.680 suara.
Sedangkan untuk Pemilihan Calon Gubernur Jawa Tengah, pasangan nomor urut 01 Andika Perkasa-Hendrar Prihadi memperoleh 193.084 suara. Dan pasangan nomor urut 02 Ahmad Luthfi-Taj Yasin memperoleh 314.672 suara.
Selasa, 3 Desember 2024
KAJEN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan mengadakan rapat paripurna terkait Persetujuan Bersama Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD tahun anggaran 2025.
Persetujuan itu ditandai dengan penandatanganan bersama antara pihak Eksekutif dan Legislatif pada Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Jumat 29 November 2024 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutanya mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota dewan yang telah mencurahkan segala perhatiannya guna membahas Rancangan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2025, sehingga rancangan peraturan daerah tersebut dapat disetujui bersama tepat waktu. “pendapatan daerah tahun anggaran 2025 direncanakan sebesar Rp. 2.338.379.978.662,00. Pendapatan daerah ini meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer dari pusat dan pemerintah provinsi serta lain-lain pendapatan daerah yang sah,”jelasnya.
Dikatakannya, untuk belanja daerah direncanakan sebesar Rp. 2.359.079.978.662,00 dimana dari komposisi pendapatan dan belanja daerah akan terjadi defisit sebesar Rp. 20.700.000.000,00 yang ditutup dengan pembiayaan netto. “untuk pembiayaan daerah dalam rancangan anggaran APBD diperkirakan sebesar Rp. 20.700.000.000,00 yang berasal dari Silpa,”terang bupati.
Bupati menuturkan bahwa dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, segenap potensi, kemampuan dan pemikiran telah dicurahkan bersama, namun demikian masih banyak harapan masyarakat yang harus diwujudkan. Untuk itu diperlukan tekad dan kerja keras serta jalinan semangat kebersamaan oleh para pemangku kepentingan dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan. “sehingga mampu mencapai sasaran yang dapat dinikmati secara demokratis, adil dan merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan,”ujarnya.
Jumat, 29 November 2024