KAJEN - Vaksinasi covid 19 bagi anak usia 6 - 11 tahun tingkat Kabupaten Pekalongan dimulai. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM hadir di SD IT di wilayah Tanjungsari Kajen , Kamis (06/01) pagi, dalam rangka pencanangan sekaligus menyaksikan pemberian suntikan vaksin pertama kepada salah satu siswi sebagai tanda dimulainya kegiatan vaksinasi covid 19 pada anak usia 6 – 11 tahun di Kabupaten Pekalongan.
Bupati Fadia mengatakan vaksinasi anak ini merupakan bagian dari upaya maksimal dalam percepatan penanganan covid 19. “Alhamdulilah hari ini kita memasuki vaksinasi untuk anak 6 – 11 tahun. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar, dan anak-anak maupun orang tuanya paham pentingnya vaksin untuk kesehatan anak-anak. Dengan vaksin ini, kita melindungi anak agar anak bisa sehat total dan terhindar dari virus covid 19,” ungkapnya.
Mengingat penerima vaksin adalah anak-anak, Bupati berpesan kepada para tenaga kesehatan (nakes) agar sabar dalam menjalankan tugasnya. “ Saya pesan kepada nakes, agar vaksinasi anak ini berjalan dengan lancar dan ekstra sabar , yang penting bisa mencapai target dan anak di kabupaten Pekalongan sehat semua,” tutur Fadia.
Dalam kesempatan ini Bupati sekaligus menyampaikan bahwa kabupaten Pekalongan saat ini berada di level I. “Saat ini kabupaten Pekalongan sudah masuk level I. Artinya ini kerjasama yang hebat antara seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan , para nakes yang tanpa lelah, dari unsur TNI/Polri, keluarga besar Pemda kabupaten Pekalongan yang selalu siap, sehingga kita bisa masuk ke level I,” ucap Bupati Fadia.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro (Wawan) dalam laporannya menyampaikan rangkaian kegiatan vaksinasi covid 19 bagi anak usia 6 – 11 tahun tingkat kabupaten Pekalongan dilaksanakan serentak se-kabupaten Pekalongan, dimulai pada hari Kamis , 6 Januari 2022. Tujuannya untuk memberikan kekebalan secara menyeluruh kepada seluruh warga kabupaten Pekalongan khususnya anak sekolah ,mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), meminimalisir penularan covid di sekolah dan satuan pendidikan.
“ Kegiatan yang dilaksanakan adalah Rakor tingkat Kabupaten, Rakor tingkat kecamatan , sosialisasi terhadap orang tua murid, kemudian pelaksanaan pada tanggal 6 Januari 2022 serentak di seluruh kabupaten Pekalongan. Jumlah sasaran ada 92.633 anak usia 6 -11 tahun,” terang Wawan.
Wawan menambahkan, logistik vaksin yang tersedia sebanyak 60 ribu vaksin dan stoknya sudah tersedia bersama logistik yang dibantu dari TNI/Polri.
Pencanangan vaksinasi covid 19 bagi anak usia 6 – 11 tahun tingkat kabupaten Pekalongan dihadiri pula Sekda M Yulian Akbar S.sos,.M.Si , Wakil Ketua DPRD, wakil forkopimda , para kepala OPD terkait, serta camat dan Forkopimcam Kajen. (Ar-Kominfo)
Kamis, 6 Januari 2022
KAJEN - 2.112 liter minyak goreng ludes terjual dalam kegiatan operasi pasar minyak goreng yang diselenggarakan di kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Pekalongan, Rabu (5/1/2022). Ratusan warga tampak antusias memanfaatkan momen ini untuk membeli minyak goreng yang saat ini harganya sedang naik di kisaran 17 ribu hingga 20 ribu. Operasi pasar ini dibuka mulai pukul 09.00 wib dan selang satu jam kemudian kupon sudah ludes diserbu warga.
KAJEN - Kabupaten Pekalongan siap melaksanakan dan mencapai target vaksinasi covid 19 pada anak usia 6 – 11 tahun. Rencana Kickoff / Pencanangan vaksinasi covid 19 pada anak usia 6 – 11 tahun tingkat kabupaten Pekalongan, akan diselenggarakan pada hari Kamis, 6 Januari 2022. Segala hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan vaksinasi ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan vaksinasi covid 19 pada anak usia 6 – 11 tahun di Kabupaten Pekalongan, Selasa (04/01) di Aula lantai I Setda, dipimpin langsung oleh Sekda Yulian Akbar S Sos.,M.Si.
KAJEN - Pemkab Pekalongan tengah meyiapkan vaksinasi untuk anak usia 6 – 11 tahun atau siswa SD/MI sederajat. Dinas kesehatan saat ini sedang melakukan koordinasi dengan provinsi terkait penyediaan vaksin untuk anak ini. Hal ini disampaikan Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar S.Sos.,M.Si usai mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Covid 19 di Jawa Tengah yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo via video conference, Senin (03/01) siang di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Kepala Dinperindagkop-UKM Kabupaten Pekalongan Ir. Hurip Budi Riyantini mengatakan, setiap warga yang ingin membeli minyak goreng ini dibatasi maksimal 2 liter. Operasi pasar ini adalah tahap pertama dengan kuota 2.112 liter minyak goreng. " Harga minyak goreng di pasaran berkisar Rp 18-19 ribu per liter. Namun, kami menjual seharga Rp 14 ribu per liter. Tadinya kita mendapat kuota 1.200 liter, namun ada tambahan menjadi 2.112 liter," katanya.
Hurip menambahkan, jika masih ada stok, nanti akan dilanjutkan operasi pasar di tempat lain. “Saya berharap dengan adanya operasi pasar ini bisa membantu meringankan masyarakat. Terutama komoditas minyak goreng yang saat ini memang naik,” lanjutnya.
Sementara itu, Yanti (50) warga Gejlik Kajen menuturkan harga minyak goreng sudah mulai naik sejak menjelang Natal dan sampai sekarang sudah mencapai Rp.20 ribu per liter. Yanti berharap operasi pasar semacam ini bisa diadakan kembali. “Operasi pasar ini kalau bisa sering diadakan, karena sangat membantu sekali terhadap ekonomi masyarakat, apalagi saat ini harga sembako banyak yang naik seperti minyak goreng. Saya berharap harga-harga bisa kembali normal kembali,” pintanya.(Red)
Rabu, 5 Januari 2022
Sekda Yulian Akbar menerangkan output dari rakor ini adalah disepakatinya peta langkah-langkah strategis pelaksanaan vaksinasi covid 19. “ Alhamdulilah capaian vaksin kita per 3 Januari 2022, dosis I sebesar 71,2 % dan lansianya 65,01 %. Ini capaian yang luar biasa. Kita akan melaksanakan vaksin anak sekaligus kita tidak meninggalkan vaksin dewasa dan lansia dosis II. Tujuan vaksin untuk anak ini merupakan bagian dari proses mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh,” ucap Sekda
Selain fokus vaksinasi untuk anak usia 6 -11 tahun, dalam Rakor ini Sekda meminta cakupan vaksin terus digenjot dan diperkuat lagi. “Vaksin yang untuk dewasa tetap digenjot, kita jangan terlena di angka 70, karena semakin banyak warga yang tervaksin akan jauh lebih bagus.” ujarnya.
Dan untuk vaksinasi anak pada 6 Januari 2022, Sekda menugaskan pihak terkait untuk melakukan sosialisasi. “Para Korwil PR nya setelah ini adalah melakukan sosialisasi di sekolah masing-masing di wilayah tugasnya, dan para nakes tolong persiapkan vaksinnya,” pinta Sekda
Yulian juga meminta Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin dan berkomunikasi dengan Dinkes Provinsi, terlebih perlu ada tambahan vaksin terutama yang jenis sinovac.
Tak lupa Sekda memberikan apresisasi atas kerja keras semua pihak dalam mewujudkan percepatan vaksinasi. “ Sinergitas yang sudah terbangun selama ini antara TNI Polri dan Pemda di level kecamatan, saya kira perannya luar biasa, demikian juga nakes maupun para kades. Tolong dilanjutkan dan diperkuat kembali untuk bersama sama melaksanakan tugas kita melindungi, menjaga kesehatan warga terhadap virus covid ini,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwi Antoro memaparkan tujuan terpenting dari vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun ini adalah mempercepat tercapainya herd immunity. Sasarannya adalah anak usia SD/MI dan TK. Jenis vaksin yang direkomendasikan adalah sinovac. Dari pendataan sasaran di 19 kecamatan, total ada 92.633 anak yang menjadi sasaran vaksin.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Subagyo memaparkan terkait persiapan pelaksanaan vaksinasi di tingkat TK/Paud /SD/MI. “ Secara data sudah kami koordinasikan. Adapun persiapan pelaksanaan akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan para kepala sekolah untuk pelaksanaan vaksin sesuai yang dijadwalkan,” papar Subagyo.
Kemudian untuk yang ada di Paud dan TK, menurut Subagyo, juga menjadi target sasaran vaksinasi. Pihaknya akan komunikasikan dengan Korwil dari TK dan SD untuk tindak lanjut teknis pelaksanaannya . “ Ada anak usia SD yang ada di pondok pesantren, yang tidak bersekolah, ini juga akan kami komunikasikan dengan Kemenag sehingga mereka juga tersasar vakisn,“ tambahnya.
Sebagai informasi, alternatif tempat pencanangan vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun dilaksanakan di SDN Tanjungsari Kajen, SDN Pekiringan Alit Kajen, SD Muhammadiyah Kajen , SD IT Kajen dan SDN Pekuncen Wiradesa.
Rakor Persiapan vaksinasi covid 19 pada anak usia 6 – 11 tahun di Kabupaten Pekalongan ini dihadiri pula oleh para asisten, wakil forkompimda, forkopimcam serta para kepala OPD terkait (Ar-Kominfo)
Selasa, 4 Januari 2022
Yulian menjelaskan launching vaksinasi anak di kabupaten Pekalongan akan dilaksanakan pada 6 Januari 2022. Menurutnya saat ini pihaknya sedang koordinasikan dengan dinas terkait, antara lain Dindikbud serta Kemenag. Dari database yang ada, sasaran vaksinasi anak sebanyak 85.494 anak. “Tidak ada target khusus waktu selesainya, karena yang terpenting ketersediaan vaksinnya. Kalau mobilisasi anak, database nya sudah ada. Jadi saya minta Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan provinsi terkait dengan ketersediaan vaksin ini,” jelasnya.
Terkait jenis vaksin yang diberikan, Yulian menyebut vaksin yang dipakai adalah Sinovac. Disampaikan pula bahwa per 1 Januari 2022 kabupaten Pekalongan berada di level I dengan kisaran angka 71,03 persen untuk dosis I. Sedangkan untuk lansia di angka 64,63 persen. “Kita sedang kejar untuk pencapaian dosisi II baik itu untuk lansia maupun masyarakat secara umum. Kita ingin masyarakat bisa tervaksin secara lengkap baik lansia maupun masyarakat secara umum, ”pungkasnya.(Ar-Kominfo)
Senin, 3 Januari 2022
Acara pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan pimpinan tinggi pratama administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Pekalongan ini dilangsungkan di aula lantai I Setda, diikuti secara luring dan daring.
Bupati Fadia Arafiq mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas serta camat dan lurah di lingkungan Pemkab Pekalongan yang baru saja dilantik, juga kepada yang dikukuhkan kembali, dalam rangka pengisian kekosongan jabatan di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Fadia berharap para ASN yang telah dilantik tersebut mampu bertanggungjawab dalam tugasnya serta bisa’berlari’ bersama menuju kabupaten Pekalongan lebih hebat dibawah kepemimpinannya. “ Apapun jabatan yang hari ini kita terima, kita harus bisa pertanggungjawabkan dan laksanakan dengan baik, bekerja tanpa mengenal waktu /lelah, ikhlas , dan kita harus lari bersama,” ucapnya.
Fadia juga meminta agar ASN totalitas dalam bekerja dan yang tak kalah penting mereka juga harus fast respon. Karena menurutnya, dengan fast respon segala sesuatu bisa segera disikapi dengan cepat.
“ Dan saya minta ASN bekerja totalitas kepada masyarakat tanpa memilah milah dan mengesampingakn kepentingan pribadi. Pesan saya, ASN harus mengedepankan kepentingan masyarakat,” imbuhnya
Sementara kepada camat yang dilantik, Fadia meminta camat bisa menempati rumah dinasnya serta siap menjadi orangtua di kecamatannya masing-masing.
“Saya ingin kita semua yang dilantik ini, berlari bersama membangun kabupaten Pekalongan menjadi hebat dan luar biasa dibawah kepemimpinan saya. Sekali lagi saya minta ASN loyalitasnya tegak lurus, bahwa semua satu komando, satu arahan, yaitu bupati Pekalongan,”tegas Fadia
Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan pimpinan tinggi pratama administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Pekalongan dihadiri Sekda Yulian Akbar S.Sos,,M.Si, para pejabat pimpinan tinggi pratama , pejabat administrator dan pejabat pengawas, camat, lurah, para saksi serta rohaniawan. (Ar-Kominfo)
Rabu, 29 Desember 2021
Hal itu diucapkan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., dalam sambutannya saat meresmikan Gedung baru UPTD Puskesmas Bojong II, pada pagi ini, Rabu (29/12/2021). ‘’Yang harus kita lakukan daripada gedung kita ini adalah memberikan pelayanan yang terbaik. Karena hal ini masuk dalam salah satu program yang sangat berkaitan dengan visi misi saya pada tahun 2022 . Dimana pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan harus maksimal dan gratis dengan hanya menunjukan KTP saja,’’ kata Bupati Pekalonga Fadia Arafiq.
Menurut Fadia, ada dua langkah besar yang akan pihaknya lakukan guna mensukseskan program kesehatan tersebut di Kabupaten Pekalongan. Yang pertama adalah Ia akan membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi data masyarakat Kabupaten Pekalongan yang bisa mendapatkan program pelayanan kesehatan gratis, supaya tidak ada kerancuan antara program kesehatan gratis dari pemkab dan program kesehatan lainnya seperti BPJS dan KIS.
‘’Ini artinya bapak kepala dinas harus membuat tim, karena kadang kita kan tidak tahu apakah masyarakat itu sudah punya BPJS maupun KIS atau tidak. Jangan karena di Kabupaten Pekalongan akan ada pelayanan kesehatan gratis program BPJS dan KIS nya ditinggal. Itu jangan sampai terjadi ya.
Karena kesehatan gratis kita hanya khusus dapat dilakukan di Kabupaten Pekalongan, untuk seluruh pusksesmas dan 3 rumah sakit negeri milik pemkab. Yaitu RSUS Keraton, RSUD Kajen dan RSUD Kesesi untuk pelayanan kelas tiga nya,’’ jelas Fadia.
Selanjutnya, untuk langkah kedua diungkapkan Fadia adalah pihaknya akan mewajibkan seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk membuat Pakta Integritas, yang intinya adalah adanya jaminan untuk memberian pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
‘’Apabila teman-teman di puskesmas bisa memberikan layanan terbaik akan kami kasih reward. Begitupun sebaliknya apabila ketahuan memberikan pelayanan buruk dan ada buktinya, maka akan kita berikan sanksi juga. Karena dengan hal ini akan memicu semangat para pelayan kesehatan untuk berlomba-lomba memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,’’ terangnya.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Fadia juga berpesan kepada Kepala Puskesmas dan seluruh tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Bojong II untuk bisa benar-benar mendukung program kesehatan dari pemkab tersebut dengan memperkuat pelayanan yang akan diberikan.
‘’Semoga dengan diresmikannya gedunga ini, pelayanan bisa sehebat dan sekokoh gedungnya. Dan bisa bermanfaat untuk seluruh masyarakat Bojong dan sekitarnya,’’ pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Puskesmas Bojong II Mudiyono, S.KM.,M.Kes., mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pekalongan dan Pemkab Pekalongan yang telah memberikan dukungannya atas pembangunan gedung Puskesmas Bojong II, sehingga pembangunan gedung Puskesmas Bojong II biasa berjalan dengan lancar dan tepat waktu.
‘’Ucapan terimakasih dan apresiasi sebesar-besarnya kami haturkan kepada Ibu Fadia dan Pemkab Pekalongan atas dukungannya kepada kami selama ini,’’ ujar Kepala Puskesmas Bojong II Mudiyono.
Mudiyono juga berharap, dengan telah berdirinya gedung baru Puskesmas Bojong II ini bisa bermanfaat dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Bojong dan sekitarnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 29 Desember 2021
Yulian Akbar bersama jajaran Dewan Pengurus Korpri Kabupaten terpilih masa bakti 2021-2026 dan telah dikukuhkan oleh Ketua III Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Tengah Drs. Budi Santoso, M.Si., pada kesempatan tersebut.
Dalam sambutannya, Yulian Akbar mengucapkan terimakasih kepada jajaran DP Korpri Kabupaten Pekalongan periode sebelumnya yang telah mengantarkan dan mengurus Korpri sampai sejauh ini dengan cukup baik. ‘’Saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pengurus Korpri Kabupaten Pekalongan sebelumnya, selaku Ketua Pak Totok yang telah mengantarkan sampai saat ini kemudian juga Pak Bambang,’’ kata Ketua DP Korpri Kabupaten Pekalongan terpilih M.Yulian Akbar saat dikukuhkan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan (28/12).
Menurut Yulian, Ia bersama anggotanya tidak akan berjanji atau berekspektasi apapun untuk lima tahun kedepan. Melainkan pihaknya akan berusaha untuk terus melakukan kerjakeras supaya Korpri Kabupaten Pekalongan di masa kepengurusannya menjadi organisasi yang bisa memberikan manfaat yang luas kepada pemerintah daerah dan juga Kabupaten Pekalongan.
‘’Saya kira kami selaku pengurus yang baru dikukuhkan memiliki tugas yang harus sama-sama sepakat untuk bisa melaksanakan amanah ini dengan semaksimal mungkin,’’ ungkap Yulian Akbar.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Yulian Akbar juga menegaskan bahwa Korpri Kabupaten Pekalongan tidak akan berafiliasi dengan politik dalam bentuk apapun, maupun ormas lain. Karena menurut Yulian, Korpri Kabupaten Pekalongan akan fokus bekerja semaksimal mungkin untuk menjadi wadah dan juga payung bagi anggotanya untuk berkembang dalam rangka mewujudkan visi misi pembangunan di Kabupaten Pekalongan periode 2021-2026.
‘’Lima tahun ini ayo kita bangun Korpri supaya menjadi organisasi yang luar biasa demi kemajuan daerah Kabupaten Pekalongan,’’ pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua III Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Tengah Drs.Budi Santoso, M.Si., menyampaikan harapanya atas Muskab dan Pengukuhan DP Korpri Kabupaten Pekalongan periode 2021-2026, untuk tidak menjadi sebatas acara seremoni saja, melainkan bisa menjadi wadah atau kesempatan untuk DP Korpri Kabupaten Pekalongan merancang langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk lima tahun kedepan supaya Korpri bisa bermanfaat secara umum.
‘’Saya rasa focus Korpri Kabupaten Pekalongan juga bisa selaras dengan provinsi, yaitu melakukan penguatan organisasi supaya lebih maju dan bermanfaat secara luas,’’ kata Ketua III DP Korpri Jawa Tengah Budi Santoso.
Selain itu, Budi Santoso juga mengucapkan selamat kepada Ketua dan Pengurus DP Korpri Kabupaten Pekalongan periode 2021-2026 yang secara resmi telah dikukuhkan pada hari ini.
‘’Tidak lupa, saya ucapkan selamat kepada Bapak Sekda M.Yulian Akbar yang telah terpilih secara aklamasi bersama jajaran pengurus Korpri Kabupaten Pekalongan yang barusan telah kita saksikan bersama dikukuhkan. Selamat mengemban amanah untuk lima tahun kedepan,’’ ucapnya. (Lus-Kominfo)
Selasa, 28 Desember 2021
Acara Musyawarah Kabupaten (Muskab) dihadiri secara langsung oleh Drs Budi Santoso M.Si (Staf ahli Gubernur bidang kemasyarakatan dan SDM, selaku wakil dewan pengurus Korpri provinsi Jawa Tengah), Sekda Yulian Akbar S.Sos.,M.Si beserta para asisten sekda, para staf ahli bupati, dewan pengurus Korpri kabupaten Pekalongan, para kepala OPD yang hadir, pimpinan instansi vertical serta para peserta Muskab Korpri kabupaten Pekalongan.
Muskab Korpri Kabupaten Pekalongan tahun 2021 ini merupakan pelaksanaan muskab yang ke-2 (kedua) yang dilaksanakan dengan metode tatap muka dengan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan.
Mengawali sambutannya pada Muskab Korpri Kabupaten Pekalongan tahun 2021, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq berharap Muskab Korpri berjalan lancar aman dan sesuai dengan yang diinginkan. “Mudah-mudahan acara ini bisa terselenggara dengan baik dan kita memang secara aklamasi memilih ketua Korpri. Saya berharap Sekda bertanggungjawab menjadi ketua Korpri dan memimpin Korpri kabupaten Pekalongan dengan baik,” ucapnya.
Fadia mengatakan bahwa Korpri adalah satu- satunya organisasi pegawai negeri yang semestinya melakukan tanggungjawab tugas pokok dan fungsi (tupoksi)nya serta mengedepankan kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi. “Korpri membawahi semua PNS kabupaten Pekalongan, dimana bupati Pekalongan yang menjadi pimpinan, visi misinya harus bisa kita jalankan dengan baik serta tegak lurus satu komando kepada Bupati. Korpri juga tidak boleh ikut-ikutan dalam urusan politik, karena urusan politik yang mengurusi hanya bupati/wakil bupati. Korpri ya Korpri, hanya mengurusi sesuai tupoksinya,” tegas Bupati Fadia.
Selain Korpri satu komado menjalankan tupoksi nya dengan baik, Bupati juga berpesan agar anggota Korpri bisa menjadi panutan khususnya di lingkungan tempat tinggal masing masing.
“ Mudah-mudahan musyawarah Korpri 2021 ini berjalan dengan baik, lancar dan Insyaalloh ketua nya bisa menjadi pengayom dan membimbing ke jalan yang lebih baik, serta bisa membuat situasi lebih nyaman,” pungkasnya.
Sementara itu sekretaris Korpri Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto,SH.,MH dalam laporannya mengakui pelaksanaan Muskab Korpri kabupaten Pekalongan tahun 2021 memang terlambat.
“Muskab pertama Korpri dilaksanakan pada tahun 2005. Kemudian di tahun 2009 ada musyawarah luar biasa dan ada pergantian pejabat Sekda dan harusnya (Muskab) tahun 2010, kemudian tahun 2015, 2020, harus diselenggarakan Muskab. Namun karena banyak hal, baru hari ini Muskab bisa kembali dilaksanakan,” terang Agus.
Agus menyampaikan tujuan Muskab Korpri kabupaten Pekalongan Tahun 2021 antara lain memberikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja dewan pengurus, memilih ketua dewan pengurus periode 2021-2026, pengukuhan dewan pengurus Korpri kabupaten Pekalongan periode 2021-2026 dan menyusun program umum dewan Korpri kabupaten Pekalongan 2021-2026. Sasarannya adalah terbentuknya dewan pengurus Korpri kabupaten Pekalongan.
Adapun Peserta Muskab terdiri dari unsur dewan pengurus kabupaten sebanyak 4 orang, unsur unit masing-masing 1 orang, unsur kecamatan masing-masing 1 orang. Hadir pula peninjau dari dewan pengurus Korpri provinsi Jawa Tengah. (Ar-Kominfo)
Selasa, 28 Desember 2021
Namun, sebelum diresmikan pada tahun 2022 mendatang, pembangunan fisik konstruksi pasar Wiradesa ini ditinjau oleh Dirjen Cipta Karya Kementrian PUPR Republik Indonesia , Ir. Diana Kusumastuti, MT pada Sabtu (18/12/2021) sore.
Sekretaris Daerah Yulian Akbar SSos MSi sesaat setelah mendampingi kunjungan Dirjen Kementrian PUPR ini menyampaikan bahwa pasar Wiradesa ini sangatlah potensial di wilayah Pantura.
‘’Pasar Wiradesa ini merupakan salah satu pasar proyek strategis, yang mengacu pada Perpres Nomor 79 Tahun 2019. Dan ini saya lihat sudah selesai 100 persen pembangunannya" tandasnya.
Menurut Sekda , Pasar Wiradesa ini merupakan pasar yang dicanangkan langsung oleh Pemerintah Pusat pada tahun 2019 sebagai pasar percontohan di Kabupaten Pekalongan, dengan harapan bisa mentriger perekonomian sekitar. Untuk itu, beberapa perbaikan memang perlu dilakukan sebelum difungsikan.
‘’Karena ini merupakan pasar yang luar biasa dengan total anggaran 79 milyar. Jadi, Pasar Wiradesa ini nantinya akan menjadi wajah pantura dan wajah Kabupaten Pekalongan juga,’’ ungkapnya.
Hal itu juga mengingat betapa banyaknya masyarakat pedagang yang akan masuk di pasar Wiradesa dengan jumlah kurang lebih 1994 pedagang.
Jadi, Ia rasa dari segi penataan dan pengaturan juga harus disiapkan terlebih dahulu oleh Pemkab Pekalongan sebelum Pasar Wiradesa benar-benar diresmikan tahun depan.
‘’Dengan jumlah pedagang yang sebegitu banyaknya, Pemkab harus benar-benar dipersiapkan dari segi penataan pedagangnya,’’ ujar Yulian Akbar.
Ia menambahkan bahwa untuk Blok C Pasar Wiradesa itu perlu adanya pembangunan kembali sebagai pasar basahnya. Dan pemerintah saat ini sedang mengusulkan ke Kementrian Perdagangan untuk menganggarkan pembangunan blok c tersebut. Sehingga pada triwulan pertama tahun 2022 mendatang bisa segera terealisasi.
‘’Terkait dengan blok c untuk pasar basah kita pemerintah sedang mengajukan ke kementrian perdagangan, kita lagi mengajukan untuk pembangunan karena itu mencakup hampir 478 pedagang. Doakan saja semoga bisa terealisasi di tahun 2022,’’ jelas Yulian Akbar.
Dan untuk kendala yang masih menjadi hambatan pasar Wiradesa saat ini, dan menjadi PR pemerintah, belum adanya ruang terbuka hijau. Hal ini disebabkan oleh pembebasan lahan di dekat Pasar Wiradesa untuk 27 warga yang belum selesai. Untuk itu ia berharap pembebasan lahan tersebut bisa segera diselesaikan, sehingga fasilitas di Pasar Wiradesa semakin lengkap dengan adanya ruang terbuka hijau.
‘’Sementara untuk lahan atau bangunan yang didekat pasar tadi ada 27 warga Insyaallah ini masih ada ditahap result. Target kami bisa menyelesaikan ditriwulan pertama tahun 2022 untuk bisa kita bebaskan sehingga bisa menjadi ruang terbuka hijau bagi pasar Wiradesa,’’ tuturnya.
Julian Akbar, menyampaikan, apabila semua perbaikan yang Ia sampaikan dalam evaluasinya itu bisa segera direalisasi, maka Pasar Wiradesa akan benar-benar menjadi pasar pencanagan yang bisa memantik laju perekonomian di wilayah Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya pada awal tahun 2022 mendatang.
‘’Harapannya kalau ini sudah benar-benar selesai bisa ditempati oleh masyarakat pedagang di Kecamatan Wiradesa ini, sehingga perekonomian warga Kabupaten Pekalongan khususnya di Wiradesa ini bisa semakin maju,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Sabtu, 18 Desember 2021