KAJEN - Sesuai dengan program ‘jalannya halus rejeki mulus’, secara bertahap seluruh jalan yang rusak ( jalan kabupaten ) di kabupaten Pekalongan akan diperbaiki. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM saat meresmikan Jalan Ruas Sengare – Jolotigo Kecamatan Talun, Rabu (15/12) siang di desa Sengare Kecamatan Talun.
Tampak hadir mendampingi Bupati dalam Peresmian Jalan Ruas Sengare-Jolotigo antara lain asisten pembangunan serta para kepala OPD terkait. Tampak hadir pula Camat Talun dan perwakilan lurah se kecamatan Talun juga tokoh masyarakat setempat.
Bupati memastikan bahwa pihaknya akan menuntaskan jalan ruas Sengare-Jolotigo pada tahun 2022 dan rencananya akan dilanjutkan Jolotigo – Kroyakan pada tahun 2023 mendatang. “ Sengare – Jolotigo saya tuntaskan 2022, setelah tahun 2022, kita masih ada PR lagi, Jolotigo - Kroyakan di 2023. Berarti nantinya Talun tuntas semuanya. Ini supaya warga bisa hidup secara layak,” ungkapnya.
Bupati berharap masyarakat bisa menjaga jalan tersebut dengan baik. “ Karena jalan ini nilainya hampir 1 M. Insyalloh tahun 2022 saya selesaikan sampai Jolotigo ujung. Dan di 2023 saya tuntaskan sampai ujung lagi,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan 3 program yang difokuskan yaitu infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. “3 program yang saya fokuskan, pertama, jalannya alus rejeki mulus. Kedua, bagi warga yang tidak punya kartu KISS /BPJS, bisa berobat gratis (Kelas 3) di Puskesmas dan RSUD milik pemerintah kabupaten Pekalongan . Dan Insyaalloh nanti jika PAD /keuangan kita meningkat, bisa menjangkau lebih baik lagi, “ jelas Bupati Fadia.
Kemudian program ketiga, lanjut Fadia, yakni pendidikan gratis untuk sekolah negeri. “Dari PAUD sampai SMP negeri, gratis. Tidak boleh ada pungutan apapun dan dikhususkan untuk warga tidak mampu. Dan untuk yang tidak mampu juga akan diberikan bantuan seragam sekolah. Saya ingin semua anak kabupaten Pekalongan bisa sekolah. Termasuk anak yang putus sekolah,” tambahnya.
Sementara itu Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Ir Bambang Irianto M.Si dalam kesempatan itu mengatakan dalam masa pandemic tidak semua wilayah mendapat alokasi anggaran perbaikan jalan. Namun khusus kecamatan Talun masih dialokasikan lg jalan lanjutan ruas Sengare – Jolotigo.” Insyaalloh tahun depan tuntas sampai Jolotigo. Harapan kami supaya tahun 2023 dilanjutkan jolotigo kroyakan,’ ujar Bambang
Bambang Irianto juga berharap jalan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat Talun khususnyadesa Sengare.
Dalam peresmian jalan ruas Sengare – Jolotigo di Desa Sengare Kecamatan Talun ini juga dimeriahkan dengan tradisi udik udikan. (Ar-Kominfo)
Rabu, 15 Desember 2021
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM meresmikan rekonstruksi jalan di Kecamatan Wonokerto, tepatnya ruas jalan Desa Wonokerto menuju kampung nelayan yang ada di sebelah kiri sungai Mrican, serta jalan Kepatihan – Bebel pada Senin (06/12) siang. Kehadiran Bupati Pekalongan beserta rombongan, antara lain perwakilan dari Forkopimda, Sekda beserta para asisten dan OPD terkait, disambut dengan meriah oleh warga Wonokerto yang mengaku bersuka cita dengan terlaksananya rekonstruksi jalan di wilayah Wonokerto Kulon dan Wonokerto wetan.
KAJEN - Suryan atau dipanggil Ryan terpilih sebagai ketua umum KONI Kabupaten Pekalongan setelah melalui pemilihan secara akalamasi . Ia menggantikan Plt KONI Suryono. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, M.M berharap ketua umum terpilih nantinya bisa bekerjasama dengan jajaran kepengurusan KONI dan pengurus cabang sehingga nantinya dapat melahirkan atlet-atlet yang potensial untuk berprestasi dan mampu mengharumkan nama daerah pada kancah kejuaraan olahraga regional maupun nasional.
Acara pengundian MAS DAVIN KAJEN SE AH ( Masyarakat Datang Divaksin, Menuju Kajen Sehat Berhadiah ) ini dihadiri langsung oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto SE yang mewakili Bupati Pekalongan, Camat Kajen, Wakil Dandim, Wakil Kapolres , Camat Kajen beserta Forkopimcam, kepala UPTD/instansi, tenaga kesehatan serta para kepala desa se-kecamatan Kajen.
Dalam sambutannya Totok Budi Mulyanto mengucapkan selamat kepada warga Kajen yang penuh semangat mengikuti program vaksinasi berhadiah MAS DAVIN KAJEN SE AH. Menurutnya, Program MAS DAVIN KAJEN SE AH yang diinisiasi oleh Kecamatan Kajen bersama Danramil dan Kapolsek Kajen ini merupakan inovasi yang patut ditiru oleh daerah lain dalam rangka upaya percepatan vaksinasi di Kabupaten Pekalongan.
“Sasaran vaksin di kecamatan Kajen cukup besar. Padahal sasaran vaksin secara keseluruhan di kabupaten Pekalongan sebanyak 747.881. Setelah kami hitung, khusus Kajen, yang harus divaksin ada 7,5 % dibandingkan seluruh kabupaten Pekalongan. Padahal kabupaten Pekalongan ada 19 kecamatan. Ini sesuatu yang tidak ringan sehingga ada inovasi inovasi yang dilakukan oleh warga kecamatan Kajen dengan istilah MAS DAVIN KAJEN SE AH. Ini adalah suatu inovasi yang luar biasa dan ini bisa ditiru oleh yang lain,” papar Totok
Disampaikan pula bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini berada di level 2. Totok mengingatkan dengan level 2 bukan berarti bebas namun ada kelonggaran-kelonggaran dalam beraktifitas dengan tidak melalaikan Prokes .
Jelang Natal dan Tahun baru 2022, Totok juga mengingatkan khususnya kepada para kepala desa untuk waspada terhadap kepulangan pemudik. “ Tolong saya titip masyarakat yang pulang dari luar kota, dicatat. Sehingga jika ada sesuatu yang berdampak kurang baik seperti kesehatan dan lainnya , kita bisa mengantisipasi. Walaupun ini tidak sebanyak pemudik pada saat Idul Fitri, tapi tetap harus kita waspadai,” tegasnya
Mengakhiri sambutannya Totok berpesan usai program MAS DAVIN KAJEN SE AH Ini warga tidak kendor dalam upaya pencegahan covid 19. “ Setelah hadiah ini dibagikan jangan kendor, kita harus mengejar semaksimal mungkin, usahakan masyarakat di Kajen ini semua tervaksin. Ayo kita sisir lewat RT mana yang belum divaksin, lalu kita giring, kita ajak untuk vaksin di faskes atau di tempat tempat yang telah disiapkan kecamatan ,” pintanya.
Camat Kajen Agus Purwanto S.STP mengatakan program MAS DAVIN KAJEN SE AH merupakan salah satu ikhtiar dalam rangka percepatan vaksin menuju herd imunity( kekebalan kelompok) , telah dilaksanakan selama 1 bulan ( mulai 10 November 2021 sampai 9 Desember 2021). Berkat dukungan dari semua elemen, program ini mampu melebihi target. “ Kta mentargetkan 10.000 sasaran vaksin. Alhamdulilah sampai hari ini yang telah kita vaksin 14.600 oramg di periode 10 november sampai dengan 9 Desember 2022. Ini melebihi target. Dari program ini, pada dosis I tervaksin 4311 orang dan Dosis II sekitar 10300 an orang. Total 14600 an, “ terang Agus.
Agus mengaku cukup puas dengan program MAS DAVIN KAJEN SE AH karena meskipun prosentase yang sudah divaksin secara total cukup tinggi, tapi ternyata animo masyarakat untuk mendatangi tempat tempat vaksin juga cukup baik. “ Ditengah tengah sulitnya kita untuk memperoleh sasaran, kita sudah menvaksin sekitar 44 %. Selama 1 bulan terakhir sudah hampir 15 ribu orang telah divaksin.Untuk itu kami ucapkan terimakasih khususnya Danramil, TNI/Polri , tenaga kesehatan, Lurah/ kepala desa serta seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah Kajen. Selama ini bahu membahu bekerjasama untuk menuntaskan vaksinasi ini menuju 100 persen,” imbuhnya.
Selanjutnya setelah selesainya program MAS DAVIN KAJEM SE AH , menurut Agus pihaknya akan cari upaya lain yang bisa menggugah masyarakat untuk tetap bersedia mendatangi tempat vaksin.
Adapun hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor berhasil diraih oleh Ibu Waryati warga Rt 08/04 Desa Linggoasri Kecamatan Kajen (Ar-Kominfo).
Kamis, 9 Desember 2021
Rapat Paripurna DPRD yang mengagendakan persetujuan bersama ini ditandai dengan penandatanganan oleh Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH bersama Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., beserta ketiga Wakil Ketua DPRD yakni Hj. Mas'udah, Sumar Rasul, dan Catur Andriansyah, pada Rabu (08/12) sore di ruang rapat paripurna DPRD. Rapat paripurna ini dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Sekda M. Yulian Akbar, S.Sos.,M.Si, beberapa Kepala OPD terkait dan pimpinan beserta segenap anggota dewan.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Wakil Bupati H. Riswadi, S.H, Bupati Fadia Arafiq SE.,MM menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh anggota dewan yang telah mencurahkan pikiran dan perhatiannya dalam pembahasan Raperda RPJMD Kabupaten Pekalongan Tahun 2021-2026 sehingga dapat disepakati bersama dan ditetapkan menjadi peraturan daerah Kabupaten Pekalongan.
Mengiringi persetujuan bersama atas Raperda tentang RPJMD Kabupaten Pekalongan Tahun 2021-2026 ini sesuai dengan ketentuan undang-undang No.23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah untuk kemudian ditetapkan paling lama enam bulan setelah kepala daerah terpilih dilantik.
Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Mas'udah menyampaikan laporan hasil rapat kerja pimpinan DPRD dan Gabungan Komisi I, II, III, dan IV yang membahas Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun 2021-2026.
Selanjutnya, penyampaian kata akhir Fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2021-2026. Kata Akhir Fraksi Golkar oleh Nailul Hidayah, S.H., Fraksi PAN oleh Achmad Muzaki, Fraksi Gerindra oleh Patmisari, A.Md., Fraksi PPP oleh H. Mirza Kholiq, Fraksi PDIP oleh Riyadi, S.H., dan Fraksi PKB oleh H. Edy Haryanto, SE. (Red)
Rabu, 8 Desember 2021
Rombongan RSUD Kabupaten Sidoarjo dipimpin oleh dr. Wasis Nupikso, Sp. OG tiba di RSUD Kraton disambut langsung oleh Direktur RSUD Kraton, dr. Eko Wigiantoro, M.Kes. StudI Banding rombongan RSUD Kabupaten Sidoarjo bertujuan untuk bertukar ilmu dan melihat pelayanan Unit Kemoterapi di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan
Dalam Study Banding pihak RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan memberikan paparan bahkan menunjukKan sarana prasarana penunjang pelayanan Unit Kemoterapi.
Pimpinan rombongan RSUD Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, dr. Wasis Nupikso, Sp. OG menyampaikan bahwa tujuan kedatanganNya untuk melaksanakan StudI banding, terutama untuk belajar dan melihat secara langsung proses pelayanan unit Kemoterapi di RSUD Kraton.
"Kami mendapat arahan untuk studi banding ke RSUD Kraton karena yang memiliki posisi setara sama-sama Tipe B Rumah Sakit milik Pemerintah Daerah, dan RSUD Kraton sudah mengembangkan pelayanan Unit Kemoterapi ini, " katanya.
Diakui dengan studi banding tersebut nanti bisa diterapkan di RSUD Sidoarjo Jawa Timur untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Adapun dalam kesempatan sama, Direktur RSUD Kraton, dr. Eko Wigiantoro, M.Kes mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari RSUD Kabupaten Sidoarjo untuk menjadi tempat studi banding. Menurutnya, pelayanan Kemoterapi di RSUD Kraton selama ini berjalan kurang lebih sudah 8 tahun dengan sistem One Day Care.
Adapun pelayanan Kemoterapi sebelumnya pasien harus dirujuk ke RSU Dr. Kariadi Semarang. Namun sejak RSUD Kraton memiliki dokter Sub Spesialis Onkologi sendiri palayanan Kemoterapi mulai dikembangkan dengan sistem One Day Care. Pelayanan onkologi dan Kemoterapi adalah layanan bagi pasien dengan diagnosa kanker, kebetulan merupakan salah satu pelayanan unggulan dan prioritas RSUD Kraton.
"Pengembangan kedepan kami sudah merencanakan ruangan khusus kemoterapi dengan kapasitas 20 tempat tidur. Kedepan kami juga segera memiliki dokter Sub Spesialis Onkologi baru dan dokter Sub Spesialis Hemato Onkologi, "terangnya.
RSUD Kraton juga terus mengembangkan pelayanan onkologi dan kemoterapi kedepan agar masyarakat merasa nyaman dengan meningkatkan sarana dan prasaranan yang lebih baik. Bahkan sampai saat ini,setiap Kamis masih menerima rujukan pasien dari wilayah Tegal, Batang, Kendal, Pemalang dan rumah sakit sekitar.
Untuk jadwal pelayanan Klinik Bedah Onkologi Hari Senin dan Kamis, sedangkan Jadwal Kemoterapi Senin sampai dengan Sabtu.
"Semoga studi banding dari RSUD Kabupaten Sidoarjo membawa manfaat bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena sekarang masyarakat sangat terbantu untuk tidak menjalani antrian yang panjang dan lama hanya untuk Kemoterapi di rumah sakit pusat seperti RSU Kariadi, " imbuhnya. (Red)
Rabu, 8 Desember 2021
Gelar Pengawasan Daerah tersebut, merupakan salah satu program dari Inspektorat Kabupaten Pekalongan sebagai lembaga pengawas internal untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Pekalongan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dan pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., mengatakan dalam sambutannya bahwa acara Gelar Pengawasan Daerah yang diselenggarakan oleh Inspektorat, akan pihaknya jadikan acuan dan catatan supaya bisa memperbaiki kinerja kedepannya. Dan Fadia berharap untuk para kepala OPD, camat serta pimpinan lembaga yang mendapat nilai kurang baik dari hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Pekalongan tahun 2021 ini, untuk segera menyiapkan langkah dan strategi perbaikan kinerja. Utamanya SDM para aparatur sipil negara yang diharapkan bisa ditingkatkan lagi profesionalismenya sehingga kekeliruan yang saat ini dilakukan bisa diperbaiki untuk ke depannya.
‘’Pada hari ini sama-sama melihat paparan langsung dari kepala inspektorat kita dimana hasil temuan dan laporan ada saya selalu baca dan perhatikan laporan dari inspektorat sampai dengan kesimpulannya. Ini menjadi catatan dari saya apabila dari dinas-dinas yang mungkin ditemukan adanya kesalahan-kesalahan dengan ketidaksengajaan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Selanjutnya, Fadia menambahkan bahwa untuk meningkatkan profesionalisme kinerja di masing-masing OPD, tahun 2022 mendatang pihaknya akan merumuskan langkah untuk bisa memberikan reward pada lima besar dinas terbaik dan 5 besar dinas terburuk kinerjanya. Menurutnya, hal tersebut bisa dijadikan pemantik oleh masing-masing OPD untuk bekerja lebih baik lagi.
‘’ Karena nanti tahun 2022 saya minta pak Sekda untuk bisa merumuskan cara bagaimana dinas-dinas yang terbaik sampai limas besar agar bisa mendapatkan reward berupa anggaran tambahan. Karena kerja kalau ada reward kan jadi semangat ya,’’ ungkap Fadia.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Inspektorat Kabupaten Pekalongan Drs. Ali Riza, M.Si., selaku penyelenggara acara menyampaikan bahwa Gelar Pengawasan Daerah yang pihaknya lakukan adalah sebagai wadah untuk memaparkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang telah pihaknya lakukan kurun waktu tahun 2020 dan tahun 2021 ini.
Menurut Ali Riza, untuk tahun 2021 ini, Inspektorat Kabupaten Pekalongan hanya berhasil melakukan pemeriksaan sebanyak 27 LHP saja, karena imbas Covid-19 jadi banyak anggaran yang direfokusing. Jadi LHP tahun 2021 menurun drastis daripada tahun 2020.
‘’Di tahun 2020 kita bisa menyelesaikan 85 LHP dari 911 objek pemeriksaan, namun tahun 2021 ini kita hanya 27 LHP,’’ jelas Kepala Inspektorat Kabupaten Pekalongan Ali Riza.
Ali Riza juga menuturkan bahwa di tahun 2021 ini, untuk hasil pemeriksaan secara umum sudah baik. Namun ada beberapa spot-spot yang masih perlu diperbaiki utamanya untuk laporan keuangannya di tingkat desa-desa dan kecamatan.
Menurut Ali Riza, untuk bisa mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Provinsi Jawa Tengah, indicator utama penilaiannya adalah laporan keuangan daerahnya. Sehingga Ia berharap para OPD juga bisa segera menyelesaikan laporan keuangannya dengan baik.
‘’Menuju WTP Ketujuh ada di laporan keuangan pemerintah daerah. Semoga WTP ketujuh bisa kita capai,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Selasa, 7 Desember 2021
Terlaksananya rekonstruksi jalan di daerah Wonokerto ini merupakan wujud dari program ‘jalannya alus rejeki mulus’, dimana selain bidang inrfastruktur ( pembangunan jalan), ada pula sektor yang menjadi prioritas utama dari visi misi Bupati/Wakil Bupati, yakni sektor pendidikan dan kesehatan.
Bupati Fadia mengungkapkan alasan pihaknya menfokuskan pembangunan di Wonokerto, yakni ia ingin para nelayan bisa menikmati jalan yang halus. “ Insyaalloh di tahun 2022 ada pembangunan drainase senilai 5 Milyar, di desa SI Api api,desa Sijambe, Desa Pecakaran , Pesanggrahan, Tratebang dan Bebel. Kemudian 12 Miyar untuk pebaikan jalan TPI. Ada pula pembangunaan pengendalian banjir di desa depok senilai 3 Milyar. Normalisasi sungai Mrican sebesar 2,3 Milyar,normalisasi sungai buangan Tratebang sebesar 750 juta, juga normalisasi sungai buangan Pekuncen SIApi Api 450 juta, “ terangnya.
Lebih lanjut Bupati berpesan kepada warga Wonokerto untuk menjaga jalan yang telah bagus dengan baik. “ mudah-mudahan nanti seluruh jalan kabupaten Pekalongan alus dan rejekinya semua mulus,” harapnya.
Sementara itu Kepala Dinas DPU Tata Ruang Kabupaten Pekalongan, Ir Bambang Irianto yang hadir mendampingi Bupati menjelaskan, kondisi ruas jalan Wonokerto ke kampung nelayan ini sebelumnya buruk lalu beberapa kali dilakukan pengurukan karena selalu teremdam rob. “Hari ini Jalan yang tadinya masih berupa pengerasan sebagian, karena tahun lalu kita baru menyelesaikan kurang lebih separohnya, hari ini paripurna. Kita kerjakan dengan konstruksi rigit cor beton sehingga ketinggiannya sudah memenuhi karena sudah diuruk beberapa kali. Untuk dana nggarannya mencapai 1,8 Milyar,” jelas Bambang.
Salah satu warga Wonokerto (wakil dari perumahan nelayan), Rosyati dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih atas terlaksananya rekonstruksi jalan di desanya. ‘ Saya mengucapkan terimakasih kepada pemerinah Kabupaten Pekalongan, jalannya sudah bagus karena sebelumnya rumah-rumah tererndam banjir,” ucap Rosyati. (Ar-Kominfo)
Senin, 6 Desember 2021
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Perwakilan Kodim 0710 Pekalongan, Asisten 1 Setda Kabupaten Pekalongan Totok Budimulyanto dan beberapa unsur forkopimda lain.
Pada kesempatan itu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka dengan PLN untuk mengkomunikasikan tentang peningkatan pelayanan fasilitas dan mutu PLN bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Karena menurut Fadia, listrik merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang dibutuhkan masyarakat untuk menjalankan aktivitas.
Untuk itu, Ia berharap PLN bisa memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan, utamanya spot-spot pelayanan publik esensial seperti rumah sakit dan kantor-kantor pelayanan yang langsung bersinggungan dengan masyarakat.
‘’ Saya berharap PLN bisa melayani masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan maksimal. Apalagi saat ini sedang musim hujan. Musim hujan ini akan banyak potensi bencana yang kita hadapi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan kemungkinan lainnya yang harus kita antisipasi secar cepat. Untuk itu, saya minta dengan sangat berikan pelayanan yang baik bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’ ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, saat memberikan sambutan dalam acara Multi Steakholder Forum Kabupaten Pekalongan, yang diselenggarakan oleh PT. PLN (Persero) UP3 Pekalongan.
Selanjutnya, pada forum tersebut, Fadia juga menuturkan kepada pihak PLN untuk bisa lebih memperhatikan CSR di Kabupaten Pekalongan lagi, sehingga PLN bisa bersinergi dengan pemkab untuk membangun Kabupaten Pekalongan.
‘’Instalansi di pasar, kan ada dua pasar baru harap diperhatikan saya minta untuk diperbaiki instalansinya supaya lebih bagus dan rapih serta tidak membahayakan masyarakat,’’ ujarnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Muhammad Khadafi Manager PT. PLN (Persero) UP3 Pekalongan mengatakan dalam sambutannya, bahwa tujuan utama diadakannya acara Multi Steakholder Kabupaten Pekalongan adalah untuk menjalin komunikasi dengan berbagai steakholder yang ada di Kabupaten Pekalongan guna meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat. Sehingga PLN bisa ikut bersinergi bersama pemkab untuk membangun Kabupaten Pekalongan.
‘’PLN berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan mensukseskan pembangunan ekonomi khususnya di Kabupaten Pekalongan dengan menciptakan pelayanan listrik yang berkualitas dan berdaya saing,’’ jelasnya.
Manager PT. PLN (Persero) UP3 Pekalongan menambahkan, di Kabupaten Pekalongan sektor tertinggi yang menggunakan jasa PLN adalah sektor industri dan bisnis. Untuk itu, pihaknya menjamin akan terus melakukan transformasi untuk meningkatkan pelayanan dan menyediakan berbagai jenis layanan terutama layanan premium dan tentunya ini memberikan nilai tambah dimana akan mendapat jaminan listrik lebih tinggi di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Ada sekitar 232.249 pelanggan di Kabupaten Pekalongan yang meliputi sektor industri 13,21 %, bisnis 11,46%, serta rumah tangga 5,14 %. Jadi di Kabupaten Pekalongan ini dominan pada sektor industri dan bisnis,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 6 Desember 2021
Hal itu disampaikan Bupati saat membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Pekalongan di Pendopo Bupati, Sabtu (4/12/2021).
Kegiatan Musorkablub ini diselenggarakan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI yaitu untuk memilih ketua umum fefinitif pada KONI Kabupaten Pekalongan untuk masa bhakti hingga tahun 2023. “Pergantian kepemimpinan sebuah lembaga atau organisasi merupakan hal yang biasa dan Lazim adanya . Sehingga saya minta pelaksanaan musyawarah nanti bisa berjalan dengan tertib, serius tapi santai dan melalui musyawarah mufakat dapat dihasilkan seorang Ketua KONI yang definitif,” Kata Fadia.
Bupati menambahkan, dalam membangun arah dalam bidang olahraga tidak bisa berjalan sendiri-sendiri maka harus dengan prinsip kolaborasi atau kerjasama terutama dengan para pelatih, orang tua atlet, pengurus cabang olahraga dan segenap instansi terkait termasuk para pengusaha serta masyarakat yang mencintai olahraga.
“Mari kita support peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Pekalongan , segenap kepala instansi, OPD terkait dan satuan pendidikan semua kita bergandeng tangan untuk mengukir sejarah olahraga di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
“Dan baru-baru ini kita mendapat berkah dan nama daerah kita menjadi harum, dikarenakan ada seorang atlet renang dari NPCI Kabupaten Pekalongan yang telah meraih dua medali emas dan satu medali perak di ajang PEPARNAS ke enam belas / XVI tahun 2021 di Papua atas nama Fikki. Titik tonggak ini bisa dijadikan motivasi bagi para pengurus KONI Kabupaten dalam membina dan melatih para atlet untuk meraih prestasi di masa mendatang,” terangnya.
Sementara itu Plt Ketua Umum KONI dalam sambutannya mengatakan, dalam Musorkablub kali ini lebih dari 2/3 cabang olahraga hadir sehingga secara aturan sudah memenuhi kuorum. “Musorkablub terselenggara atas bantuan pemerintah daerah yang menganggarkan pada perubahan anggaran 2021. Dan dari tim penjaringan telah memunculkan satu calon yang memenuhi persyaratan yakni Suryan. Semoga dengan kepimpinan yang baru prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan bisa terangkat,” harapnya. (Red)
Sabtu, 4 Desember 2021
Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Fadia Arafiq didampingi oleh Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo, S.H.,M.M, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtarudin Ashraff Abu.
Disampaikan Bupati Fadia, bahwa kedatangannya ke MWC NU talun bermaksud untuk melakukan silaturahmi dengan masyarakat guna mendengar aspirasi dari rakyat secara langsung, sebagai bahan pertimbangan pihaknya mengambil kebijakan di pemerintahan.
‘’Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan acara ini dengan sebaik-baiknya. Karena kita bertatap muka, kalau tidak ada program dan masukan dari bapak/ibu ini akan sangat rugi sekali. Jadi ayo bersama-sama saling bersinergi menjelankan kewajiban masing-masing untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi daerah yang semakin maju,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat lakukan silaturahmi dalam angka membangun sinergitas Pemda dengan Ormas tingkat desa, di UBK MWC NU Talun.
Selanjutnya, Bupati Fadia menuturkan, sebagai warga NU, Ia mengajak masyarakat NU Talun untuk bisa kompak dalam rangka membesarkan NU di Kabupaten Pekalongan, yang menurutnya saat ini hampir 60% masyarakat Kabupaten Pekalongan merupakan warga NU.
‘’Saya berharap NU di Kabupaten Pekalongan tidak kalah kompaknya. Mungkin ada salah satu yang kesusahan ya kita harus saling membantu ya,’’ harapnya.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Fadia juga menuturkan bahwa mulai bulan Januari 2022 nanti, masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak memiliki kartu BPJS dan KIS, mulai bisa menikmati fasilitas pelayanan kesehatan gratis kelas tiga, bagi warga yang tidak mampu di RSUD Keraton, RSUD Kajen dan RSUD Kesesi.
‘’Jadi sementara ini, kami bisa memberi pelayanan di kelas tiga ya bapak/ibu. Kami berharap dengan adanya program kesehatan gratis ini, masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa sehat-sehat semua,’’ pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo, S.H.,M.M, mengatakan bahwa terkait ustad/ustadzah setiap tahun juga sudah diperhatikan untuk pemberian insentifnya. Jadi Ia berharap para ustad/ustadsah bisa lebih semangat lagi dalam mengajar anak-anak.
‘’Ingin kami berikan maksimal. Namun karena kondisi Covid-19 dan kondisi keuangan semakin menipis, dan belanja daerah juga tentunya meningkat untuk penanganannya. Jadi kami benar-benar menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Jumat, 3 Desember 2021