KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menjanjikan akan memberikan bonus kepada para atlet Kabupaten Pekalongan yang berhasil membawa medali emas dalam PON XX Papua dan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV.
Hal itu dikatakannya saat melepas atlet dan pelatih asal Kabupaten Pekalongan yang akan berlaga di PON XX 2021, pada acara yang bertajuk ‘Pelepasan Atlet Asal Kabupaten Pekalongan Pada PON XX Papua, Ruang Apresiasi Publik Bagi Insan Olahraga Berprestasi Di Kabupaten Pekalongan’, yang bertempat di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis ( 16/09) petang.
“Kita kasih 50 juta bagi mereka yang berhasil membawa emas pada kejuaraan nasional tersebut, agar mereka lebih semangat lagi dalam bertanding, dan jika ada kesempatan, saya akan datang langsung untuk melihat dan mensupport mereka,” Kata Bupati.
Dijelaskannya, dirinya akan mensupport kegiatan olahraga, namun akan lebih memprioritaskan cabang olahraga yang bisa mendulang prestasi khususnya pada level nasional.
“Saya tidak mau memberikan sumbangan tapi tidak kelihatan hasilnya, saya akan mensupport olahraga mana yang berkembang dan bisa berlaga di tingkat nasional,” paparnya.
Fadia berharap, dengan adanya pelepasan ini akan membawa semangat atlet untuk bertanding sehingga dapat membawa piala. “Kita lepas dengan doa dan harapan agar atlet kita nanti bisa membawa hasil terbaik,” pintanya.
Hal senada juga dikatakan Plt Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan Suryo Sukarno. Menurutnya momentum pelepasan ini bisa membawa semangat bagi insan olahraga di Kabupaten Pekalongan di masa mendatang bisa mengirimkan atlet lebih banyak lagi di ajang nasional maupun internasional.
“Saat ini di Kabupaten Pekalongan ada 36 cabang olahraga, dan baru bisa mengirimkan atletnya pada cabang softball dan renang pada Peparnas. Semoga ke depan akan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Dirinya juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendukung kegiatan olahraga agar olahraga di Kota Santri semakin baik dan para atletnya sejahtera.
“Pemerintah sudah memberikan banyak untuk kemajuan olahraga, meski begitu perlu tambahan support agar atlet bisa lebih berkembang lagi sehingga bisa mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Sementara itu, salah satu atlet Softball Reva Aviana mengaku sangat senang mendapat apresiasi. Hal itu menurutnya membuat semangat bertanding menjadi lebih besar.
‘Saya ikut pelatihan softball kurang lebih satu tahun, Alhamdulillah dapat terpilih mewakili Jawa Tengah dalam kegiatan PON ini. Semoga kedepan akan banyak atlet lain asal Kota Santri yang bisa ikut dalam kejuaraan nasional,” harapnya.
PON XX Papua ini rencananya akan berlangsung dari 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021. Adapun dalam gelaran ini Kabupaten Pekalongan mengirimkan 3 atlet yakni Rena Aviana dan Maya Kurniasari pada Cabang Olahraga Softball, serta satu atlet paralimpic Fikki Arifani Saputra pada cabang olahraga renang serta satu pelatih softball yakni Cholid Chairudin. (red)
Kamis, 16 September 2021
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mnyerahkan bantuan kendaraan Roda 3 Pengangkut Sampah secara simbolis kepada para penerima bantuan, Kamis (16/09) sore di Kedungwuni. Bantuan kendaraan roda 3 pengangkut sampah merupakan wujud peran serta pemerintah untuk mendukung pelaksanaan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dalam upaya untuk mengatasi permasalahan sampah terutama di wilayah permukiman.
KAJEN - Keberadaan Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Pekalongan diharapkan berkembang semakin besar. Apalagi Kabupaten Pekalongan yang dikenal sebagai kota santri mempunyai kurang lebih hampir 10 ribu santri dan hampir 100 pesantren. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan santri gayeng Nusantara Kabupaten Pekalongan Periode Tahun 2021-2026 yang dilangsungkan di Klinik Ryega Dr Ryan Kecamatan Doro, Rabu (15/09) siang. Sebelumnya telah dilaksanakan vaksinasi masal di klinik Ryega Dr Ryan di Doro.
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan, Riswadi, S.H, Rabu (15/09/2021) menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kab. Pekalongan, dalam rangka penyampaian pendapat Bupati atas penyampaian 2 (dua) Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Pekalongan dan Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2021.
Pada kesempatan tersebut Riswadi yang mewakili Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE. MM menyampaikan apresiasi atas inisiatif DPRD yang telah mengajukan 2 (dua) Raperda yang telah disampaikan pada hari Jum'at, tanggal 10 September 2021, yaitu Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Raperda tentang Penanggulangan Penyakit. Hal tersebut menurut Riswadi menunjukkan kepedulian DPRD dalam upaya mewujudkan Pemerintahan Kabupaten Pekalongan yang lebih baik.
Dalam rapat tersebut disampaikan beberapa saran dan masukan Bupati guna penyempurnaan Raperda, diantaranya terkait Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dimana berdasarkan pencermatan terhadap Raperda tersebut secara garis besar belum menggambarkan dan menjawab permasalahan lingkungan hidup di Kabupaten Pekalongan.
– Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2021 yang diselenggarakan oleh Kodim 0710 Pekalongan di Desa Bulak Pelem, Kecamatan Sragi telah resmi dibuka pada hari ini, Rabu (15/9/2021). Dimana acara pembukaan terebut dilakukan secara resmi oleh PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa dan Kasdim 0710/ Pekalongan Mayor Inf Raji.
KAJEN - Pembangunan infrastruktur di kecamatan Kandangserang butuh dana yang nilainya kurang lebih hampir 100 Milyar. Bupati menyampaikan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap tiap tahunnya sesuai skala prioritas. “ Saya kesini untuk cek langsung, kami pikirkan bagaimana tahun 2022 sudah mulai membangun. Kita akan lihat skala prioritas apalagi saat ini masih pandemi, “ jelas Bupati Fadia Arafiq. Hal itu sebagai wujud bukti nyata dari program visi misinya pada aspek infrastrukur.
KAJEN - Menindaklanjuti surat dari Bupati Pekalongan tentang permohonan kunjungan spesifik terkait usulan jalan strategis di kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu, Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja ke kabupaten Pekalongan dalam rangka peninjauan infrastruktur dan transportasi kabupaten Pekalongan, Rabu (08/09) siang di Pendopo Bupati , Kajen . Rombongan Komisi V DPR RI yang diketuai Ridwan Bae ini didampingi mitra kerja, antara lain direktur reservasi jalan dan jembatan wilayah I, dari balai pelaksana jalan nasional jateng DIY serta dirjen sumber daya air. Rombongan diterima dan bertemu langsung Bupati Fadia Arafiq SE.,MM yang didampingi jajaran Forkopimda dan para kepala OPD terkait.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, bagikan secara simbolis sertifikat tanah hasil program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, pada siang ini, Rabu (8/9/2021). Dikatakan Fadia, bahwa program PTSL merupakan program dari pemerintah pusat yang diperuntukan bagi masyarakat supaya bisa mensertifikat tanah secara gratis. Untuk itu, pada kesempatan tersebut Fadia sangat bersyukur masyarakat Desa Silirejo bisa mendapatkan alokasi untuk mensertifikat tanah secara gratis.
Hal itu disampaikan Menko Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartanto saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pekalongan, pada Kamis siang (16/9/2021) yang langsung disambut oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E., M.M di Pendopo Kabupaten Pekalongan.
‘’Pertumbuhan ekonomi di Indonesia sudah positit, itu artinya sudah cukup baik. Dan kami berharap pertumbuhan ekonomi terus meningkat sampai akhir tahun nanti,’’ ungkap Menko Perekonomian RI Airlangga Hartanto.
Untuk di Kabupaten Pekalongan sendiri, Airlangga menuturkan bahwa perekonomiannya sudah cukup terkendali dengan adanya program-program bantuan usaha diberikan oleh pusat maupun Pemkab Pekalongan sendiri. ‘’Di Kabupaten Pekalongan ini juga sudah mulai terkendali. Jadi, mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi bisa bergerak,’’ tuturnya.
Selain itu, dalam kunjungannya tersebut, Airlangga juga berkesempatan membagikan 2000 bingkisan kepada anak-anak yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, utamanya adalah anak yatim piatu yang ditinggal orangtuanya karena Covid-19. ‘’Saya benar-benar prihatin kepada anak-anak yang terdampak Covid-19, apalagi mereka anak –anak korban meninggal akibat Covid-19,’’ ujarnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, mengatakan bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan Ia mengucapkan terimakasih kepada Menko Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartanto yang telah melakukan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Pekalongan dan peduli kepada anak-anak terdampak Covid-19.
‘’ Di Kabupaten Pekalongan ini kan sebenarnya simbolis, dan juga sudah ada beberapa yang kita siapkan dari DPD Golkar untuk segera didistribusikan, khususnya untuk anak-anak yang terdampak Covid-19,’’ tuturnya.
Fadia juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus mengikuti arahan dari pemerintah pusat untuk tetap menerapkan gas dan rem dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 saat ini. ‘’Prinsip, kami Pemkab Pekalongan akan tetap melakukan balancing antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan juga kesehatan masyarakat,’’ terangnya. (Lus-Kominfo)
Kamis, 16 September 2021
Dalam sambutannya Bupati memastikan bahwa persoalan sampah menjadi perhatian utama dari Pemkab. “ Karena saya mau Pekalongan sebagai kota santri ini bersih, indah dan tidak ada pencemaran yang kita buat sendiri,” tegasnya
Ditambahkan pula, persoalan sampah di kabupaten Pekalongan masih menjadi PR yang harus disikapi dan diperhatikan. “ Dengan adanya kendaraan roda 3 pengangkut sampah ini, minimal sampah-sampah yang tadinya malas buang menjadi lebih mudah dan tidak ada pencemaran-pencemaran khususnya di desa desa yang sekarang ini kondisi lingkungannya memprihatinkan. Mudah-mudahan ini menjadi PR kita semua , pemerintah dan masyarakat kabupaten Pekalongan untuk menjaga kebersihan karena kebersihan adalah sebagian dari iman,” ujar Bupati
Selanjutnya Bupati berharap bantuan kendaraan roda 3 pengangkut sampah tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik dan ia juga berharap di tahun 2022 jumlah bantuan sepeda motor roda 3 pengangkut sampah bisa lebih banyak lagi. “ Saya minta agar dapat dimanfaatkan dengan baik dan bermanfaat dan Insyaalloh akan kita pikirkan diperbanyak lagi di 2022 agar tidak ada sampah sampah berkeliaran di kabupaten Pekalongan,” imbuhnya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Perkim dan LH, Murdiarso,ST.,M.T dalam laporannya menyampaikan, acara penyerahan bantuan kendaraan roda 3 pengangkut sampah tahun 2021 oleh Bupati Pekalongan kepada penerima bantuan salah satunya dimaksudkan untuk menambah armada pengangkut sampah pada skala komunitas masyarakat sehingga memperlancar proses pengangkutan sampah dari sumber ke fasilitas pengelolaan sampah berikutnya.
“Pada tahun anggaran 2021 ini, pemkab Pekalongan melalui Dinas Perkim dan LH melaksanakan kegiatan pemberian bantuan kendaraan roda 3 pengangkut sampah sebanyak 34 unit dan diberikan kepada lembaga lembaga yang tersebar di seluruh kabupaten Pekalongan,” terang Murdiarso.
Acara Penyerahan Bantuan Kendaraan Roda 3 Pengangkut Sampah Kabupaten Pekalongan 2021 dihadiri pula Kepala DPU Taru Bambang Irianto,Kepala Dinperindagkop UKM Ir Hurip Budi Riyantini, Plt Dinas PMD P3A dan PPKB Subagyo , perwakilan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Camat Kedungwuni, perwaakilan kepala desa/lurah serta para penerima bantuan. (Ar-Kominfo)
Kamis, 16 September 2021
Pelantikan Santri Gayeng Nusantara dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah yang sekaligus Ketua Umum atau Panglima Santri Gayeng Nusantara Taj Yasin Maimoen beserta para pengurus santri gayeng nusantara periode 2021-2026 serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Tampak hadir pula Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan, Ashraff,, Pj sekda beserta para asisten, para kepala OPD terkait, Camat Doro beserta forkopimcam serta para kiai dan tokoh masyarakat setempat.
Bupati Fadia berharap kepengurusan Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Pekalongan bukan hanya nama, tetapi sesuai dengan tupoksinya sehingga santri gayeng di kabupaten Pekalongan menjadi besar. Karena menurutnya santri gayeng adalah garda terakhir NU. “ Ayo kita bersatu padu kuatkan NU dan besarkan NU. Karena Kabupaten Pekalongan ini, kata santri bukan hanya istilah tapi memang santri di kabupaten Pekalongan ini luar biasa banyak. Kota santri ini mempunyai kurang lebih hampir 10 ribu santri dan hampir 100 pesantren. Pemkab mensupport adanya pesantren menjadi bermanfaat dan lulusan dari pesantren mempunyai kelebihan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya,” ujar Fadia
Bupati Fadia juga mengapresiasi kepedulian Santri Gayeng Nusantara di bidang kesehatan yang diwujudkan dalam kegiatan vaksinasi dan sunat masal. “ Saat ini Kabupaten Pekalongan di Level 2 dan salah satu tekad dari para pengurus yang hari ini dilantik yaitu mengadakan vaksinasi. Itu artinya sangat peduli dengan covid. Penurunan level sampai Level 2 ini adalah hasil kerjasama kita semua , bukan hanya pemerintah tapi seluruh tokoh masyarakat termasuk para kiai juga ikut membantu,” paparnya
Selanjutnya Bupati Fadia juga meminta para kiai dan tokoh masyarakat untuk membantu sosialisasi atau memberikan pengertian kepada masyarakat khususnya lansia untuk mau divaksin.
Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Umum Santri Gayeng Nusantara , Taj Yasin memaparkan bahwa santri gayeng fokus pada 3 pokok bidang yaitu pendidikan, bagaimana mensejahterakan masyarakat, dan bagaimana menjaga lingkungan. “ Santri gayeng bertujuan tidak hanya di pendidikan saja, tetapi bagaimana mengedukasi masyarakat terkait pentingnya lingkungan hidup, juga pendidikan tidak bisa berjalan apabila pendidikan itu tidak ditopang dengan keuangan, “ terang Taj Yasin
Taj Yasin juga menerangkan arti kata ‘ Gayeng’. “ Gayeng artinya enak, gembira. Maka santri gayeng adalah kelompok atau kumpulan orang orang yang memiliki dedikasi kepedulian terhadap 3 hal tadi, dengan gembira,” jelasnya
Disampaikan pula anggota santri gayeng di Kabupaten Pekalongan tidak hanya para santri, tetapi ada pula siswa SMA/SMK.
Selain sunatan masal dan vaksinasi, Taj Yasin juga mengingatkan seluruh pengurus santri gayeng siap bergerak menghadapi musim penghujan “ Dan saya ingatkan saat ini memasuki musim penghujan, saya mengharap teman-teman santri gayeng antisipasi bencana. Tanggap bencana harus digerakkan,” tegasnya
“ Santri gayeng siap untuk bekerjasama dengan pemkab. Memang kita dorong santri gayeng nusantara ini seperti pada Mars kita, santri gayeng adalah penjaga NKRI,” pungkasnya
Dr KH Sabilal Rosyad selaku Ketua Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Pekalongan Periode 2021 -2026 dalam laporannya mengatakan Kegiatan pelantikan santri gayeng dirangkai dengan kegiatan sunat masal yang telah dilaksanakan pada 12 September lalu, bekerjasama dengan MWCNU Doro dan LazisNu Kecamatan Doro dan klinik Ryega Dr Ryan. Selenjutnya pada hari ini dilakukan vaksinasi yang disupport langsung oleh Wagub selaku ketua umum santri gayeng, Taj Yasin.
“Dan siang ini adalah acara puncaknya yaitu pelantikan santri gayeng dan Insyaalloh dan akan dilanjut kemah bersama nanti malam, “ ujarnya.
Untuk kepengurusan periode 2021 -2026 ini, KH Sabilal Rosyad mengungkapkan pihaknya bersinergi dengan berbagai macam elemen. Tidak hanya didominasi oleh kiai/santri, tetapi dengan diluar santri dan diluar para pemangku pesantren sehingga kepengurusan santri gayeng di tahun 2021-2026 ini terdiri dari unsur pemangku pondok pesantren, unsur pemerintahan , dari Badan Intelegen Negara , badan kesehatan , LSM, bahkan pengusaha. (Ar-Kominfo)
Rabu, 15 September 2021
Oleh karena itu, Bupati berharap pembahasan Raperda ini dapat disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 15 tahun 2011 tentang Tentang Pedoman Materi Muatan Rancangan Peraturan Daerah di Bidang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sehingga dapat mengakomodir kebutuhan daerah yang belum diatur dalam Raperda tersebut.
Sementara itu, terkait Raperda tentang Penanggulangan Penyakit, yang merupakan salah satu urusan wajib pemerintahan ( sesuai Pasal 12 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah). Bupati berharap, dengan disusunnya Raperda tersebut Pemerintah Daerah dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan penyakit. Diungkapkan Bupati bahwa Pandemi Covid-19 secara global belum berakhir, dan diprediksi akan menjadi endemi covid-19, oleh karena Pemkab berharap Raperda tentang Penanggulangan penyakit ini dapat menjadi regulasi yang jelas bagi daerah dalam proses pemulihan pandemi covid-19.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa secara umum substansi yang akan diatur dalam Raperda tentang Penanggulangan Penyakit sudah mengakomodir kebutuhan daerah, namun beberapa hal penting yang belum diakomodir, seperti pengaturan mengenai penganggaran, pencegahan dan penanggulangan penyakit yang ada di rumah sakit dan spesifikasi aturan pelaksanaan dalam Peraturan Bupati. “Saya harapkan dalam pembahasan 2 Raperda ini lebih lanjut agar perpedoman pada ketentuan peraturan perundangan khususnya terkait kaidah, norma, dan batasan kewenangan antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi selaku wakil Pemerintah Pusat, dan Pemerintah Daerah,' ujarnya
Tak lupa dalam kesempatan tersebut Bupati memerintahkan kepada segenap Perangkat Daerah yang melaksanakan pelayanan publik secara langsung kepada masyarakat agar secara aktif dan partisipatif terlibat di dalam pembahasan lebih lanjut serta melakukan proses konsultasi maupun pendalaman materi secara substantif, sehingga penyusunan Raperda ini benar benar dapat memenuhi amanat peraturan perundang undangan dan menjawab permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan pelayanan publik dengan mempertimbangkan spesifikasi pelayanan oleh masing masing Perangkat Daerah dan kebutuhan masyarakat.
Bupati juga menyarankan agar dalam pembahasan lebih lanjut 2 (dua) Raperda tersebut agar disertai dengan konsultasi secara komprehensif dan substantif kepada Pemerintah Provinsi dan Kantor Wilayah Hukum dan HAM Jawa Tengah agar Raperda ini benar-benar dapat disusun sesuai dengan kaidah, norma, dan kewenangan serta menjadi payung hukum yang efektif di Kabupaten Pekalongan. (dhee2/KR)
Rabu, 15 September 2021
Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2021 tersebut direncanakan menghasilkan tiga sasaran utama pembangunan infrastruktur di Desa Bulak Pelem. Yang pertama melaksanakan pengaspalan jalan dengan panjang 740 meter yang terbagi dua segmen. Dimana segmen pertama adalah 340 meter, kemudian yang kedua adalah sepanjang 400 meter.
Kemudian yang kedua, direncanakan melakukan pembangunan turap sepanjang 390 meter. Dan yang ketiga adalah membangun jalan makadam.
Itulah ketiga program sasaran utama kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Bulakpelem yang ingin dicapai.
‘’Alhamdulilah pada hari ini, secara resmi kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2021 di Desa Bulak Pelem, Kecamatan Sragi telah kami buka dengan harapan bantuan dari unsur masyarakat dan juga pemerintah. Sehingga kegiatan tersebut berhasil mencapai tiga sasaran programnya,’’ ungkap Kasdim 0710 Pekalongan Mayor Inf Raji.
Selanjutnya, Kasdim 0710 Pekalongan juga mengatakan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III di Desa Bulak Pelem tersebut, pihaknya akan menurunkan 40 personil. Dan setiap harinya yang bertugas dalam pembangunan infrastruktur tersebut ada sejumlah 80 orang, 40 dari unsur TNI dan 40 orang dari unsur masyarakat setempat.
‘’Jadi kami rencanakan turunkan sebanyak 40 personil kami untuk kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III ini untuk melakukan pembangunan di Desa Bulak Pelem dengan target satu bulan harus selesai. Karena kami tidak ingin merepotkan masyarakat dengan pekerjaan yang belum selesai,’’ ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mengucapkan apresiasi dan terimakasihnya kepada masyarakat dan unsur pemerintah Desa Bulakpelem dan Kecamatan Sragi, yang nanti akan mengerahkan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam membantu pembangunan infrastruktur desa yang telah diprogramkan.
‘’Kami sangat berterimakasih sekali kepada masyarakat dan juga perangkat Desa Bulak Pelam yang akan berpartisipasi dalam mewujudkan tiga sasaran utama pembangunan di desa ini, sehingga dapat selesai dengan tepat waktu,’’ terangnya.
Sementara itu, mewakili unsur pemkab, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa mengatakan dalam acara tersebut bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Ia mengucapkan terimaksih kepada Kodim 0710 Pekalongan yang akan melaksankan program pembangunan infrastruktur di Desa Bulakpelem, Kecamatan Sragi, dengan menghasilkan sasaran utama.
Sehingga, menurut PJ Sekda, hal tersebut dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat di Desa Bulak Pelem. ‘’ Dan ini kami tentu terimakasih kepada TNI dan masyarakat khusunya pak camat dan pak lurah yang akan memfasilitasi dari masyarakatnya untuk bergotong-royong bersama TNI dalam rangka TMMD Manunggal Tahap III,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 15 September 2021
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dan Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH didampingi pejabat terkait hadir secara langsung guna mengecek kondisi infrastruktur jalan di kecamatan Kandangserang pada Kamis (09/09) di desa Klesem Kecamatan Kandangserang. Kunjungan tersebut sekaligus kesempatan para kepala desa di Kecamatan Kandangserang menyampaikan harapan dari masyarakat terhadap Pemkab. Selain tinjauan infrastruktur, Bupati juga berkesempatan memberikan bantuan bagi penyandang disabilitas di daerah setempat.
Disampaikan pula dalam masa kepemimpinannya, Bupati Fadia menitikberatkan pada 3 apek, yaitu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. ” Pertama, pendidikan gratis untuk sekolah negeri. Kedua kesehatan gratis yang nilainya kurang lebih hampir 96 Milyar per tahun untuk subsidi kesehatan gratis bagi masyarakat kabupaten Pekalongan. Dan ketiga infrastruktur. Saya berharap di kepemimpinan saya dan Pak Riswadi, jalan alus rejeki mulus, “tegasnya.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati H Riswadi SH mengatakan pembangunan infrastruktur jalan di kecamatan Kandangserang akan dilakukan dengan melihat skala prioritas.
“ Kami survei lapangan langsung terkait infrastruktur yaitu ada di 11 ruas yang ada di kecamatan Kandangserang, kalau dialokasikan per hari ini, butuh dana kurang lebih 88 Milyar untuk menuntaskan jalan di kecamatan Kandangserang,’ papar Riswadi
Meski keterbatasan dana, Riswadi memastikan minimal 30 persen dan maksimal 50 persen di tahun 2022 akan segera dialokasikan. Untuk itu ia meminta masyarakat Kandangserang agar bersabar
“Oleh karena itu kami mohon dukungan , pengertian serta mohon bersama sama, mari terutama bapak-bapak kepala desa selaku pemerintah di tingkat bawah supaya berkoordinasi dengan kami. Laporkan kira-kira infrastruktur yang rusak, masyarakat yang tidak tersentuh oleh kesehatan, dan masyarakat yang tidak mengenyam pendidikan, “ tandasnya. (Ar-Kominfo)
Kamis, 9 September 2021
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mengucapkan selamat datang dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran anggota dewan dari Komisi V DPR RI tersebut. “ Ini adalah wujud kepedulian Bapak/Ibu terhadap daerah-daerah, khususnya di kabupaten Pekalongan, karena kabupaten Pekalongan yang luas dan jumlah penduduk hampir I juta jiwa dengan 285 desa , termasuk wilayah yang padat. Infrastruktur sangat kami butuhkan. Apalagi dalam situasi pandemi ini, keuangan daerah sulit menjangkau , memperbaiki atau meningkatkan perbaikan jalan,” tutur Fadia kepada para anggota dewan dari Komisi V DPR RI.
Setelah para anggota dewan mendengarkan paparan tentang kondisi kabupaten Pekalongan secara riil dan mengecek lapangan, Bupati Fadia berharap akan segera turun bantuan dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur di kabupaten Pekalongan. Dengan begitu, masyarakat kabupaten Pekalongan bisa mendapatkan fasilitas kehidupan yang layak.
“ Sentuhan dari bapak/ibu sangat kami perlukan untuk meningkatkan infrastruktur dan pembangunan di kabupaten Pekalongan,” tegas Fadia
Sementara itu Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae menjelaskan kunjungan kerja spesifik komisi V DPR RI ke kabupaten Pekalongan ini untuk memenuhi surat dari Bupati Pekalongan tentang permohonan kunjungan spesifik terkait usulan jalan strategis.
Ridwan juga berharap apa yang menjadi keinginan masyarakat Pekalongan bisa terwujud di tahun ini.
“Pada bulan Februari 2021 lalu hujan deras dengan intensitas tinggi telah mengguyur wilayah Pekalongan dan telah membuat kerusakan menjadi lebih parah di sejumlah akses jalan dan menghambat mobilitas warga. Melalui surat dari Bupati bahwa dengan bergesernya prioritas penganggaran dari penanganan infrastruktur dialihkan untuk penanganan dampak covid 19 maka banyak kerusakan infrstruktur yang tidak dapat ditangani pihak kabupaten, yang kemudian diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat utamanya jalan-jalan strategis yang menghubungkan obyek wisata dan pusat ekonomi masyarakat. Sejumlah pakar telah memprediksi bahwa fenomena terjadinya penurunan permukaan tanah yang terjadi di wilayah Pekalongan bahkan selain terdapat ancaman longsor juga telah terjadi fenomena tanah bergeser /bergerak dan telah mengancam keberadaan infrastruktur, “ terang Ridwan
Setelah mendengarkan paparan dari pihak Kabupaten, bina marga dan direktur reservasi jalan, rombongan Komisi V DPR RI selanjutnya melakukan cek lapangan. (Ar-Kominfo)
Rabu, 8 September 2021
‘’Alhamdulilah hari ini secara simbolis sudah dilakukan penyerahan sertifikat kepada masyarakat yang lolos dalam program PTSL di Desa Silirejo. Dimana ada 816 warga yang mendapatkan sertifikat di Desa Silirejo ini,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Dalam kesempatan tersebut, Fadia juga menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan tengah berusaha untuk mewujudkan program-programya untuk 5 tahun kedepan yang menjadi program prioritas. Untuk itu, Ia berharap masyarakat bisa bekerjasama dengan pemerintah supaya program-program tersbeut bisa terlaksana. ‘’Sekarang ini kami sedang memfokuskan diri untuk mewujudkan program-pogram priotritas kami yang diantaranya adalah pendidikan gratis untuk sekolah negeri sampai jenjang SMA, kesehatan gratis untuk masyarakat kurang mampu yang tidak memiliki kartu BPJS dan Kartu KIS,’’ jelas Fadia.
Menurut Fadia, untuk program kesehatan gratis sendiri, di Jawa Tengah baru Kabupaten Pekalongan saja yang beranai mengambil keputusan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis, karena menurutnya hal tersebut membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. ‘’ Di Provinsi Jawa Tengah hanya Kabupaten Pekalongan saja yang berani mengambil keputusan untuk menggratiskan biaya kesehatan karena memang anggarannya sangat besar,’’ ujar Fadia.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kasubag TU BPN Kabupaten Pekalongan Gentur Adi Praponco mengatakan dalam sambutannya, bahwa kegiatan pensertifikatan tanah PTSL di Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2021 ini meliputi 30 desa. Dimana menurutnya, program tersebut akan berjalan sampai tahun 2024.
Dan di Desa Silirejo sendiri menurut Gentur, antusiasme masyarkat untuk mendaftar program PTSL ini sangatlah tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari pendaftar program PTSL untuk tahun anggaran 2021 di Desa Silirejo sebanyak 1584. ‘’Antusiasme masyarakat Desa Silirejo untuk mendaftar program PTSL ini snagat tinggi ya. Ada sejumlah 1584 warga, namun yang pada hari ini mendapatkan sertifikat sejumlah 816. Sisanya masih dalam tahap penyelesaian,’’ jelas Gentur.
Selain itu, Plt.Kepala Desa Silirejo Slamet Ridho menyampaikan bahwa atas nama Pemerintah Desa Silirejo pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab pekalongan yang telah memberikan alokasi program PTSL kepada warga Desa Silirejo. Sehingga warganya bisa mendapat sertifikat tanah secara gratis. ’Saya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan dan khusunya Ibu Fadia Arafiq selaku Bupati Pekalongan yang pada hari ini berkesempatan hadir untuk menyerahkan sertifikat tanah program PTSL di Desa Silirejo,’’ ungkap Slamet Ridho. (Lus-Kominfo)
Rabu, 8 September 2021