KAJEN - Memperingari Hari Koperasi ke-74 Tahun 2021, Dinperindagkop UKM Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) dan Baznas Kabupaten Pekalongan menggelar acara bertajuk ‘Kolaborasi Intervensi Replikasi Laboratorium Kemiskinan’ sekaligus Peringatan Hari Koperasi ke-74 di Desa Windurojo Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Kamis (23/09) pagi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM didampingi plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan Abdul Kholik, Kadis Kominfo Anis Rosidi , para kepala OPD terkait, ketua Dekopinda , Ketua Baznas, Camat beserta Forkopimcam Kesesi serta kepala desa Windurojo Kecamatan Kesesi dan para tamu undangan.
Dijelaskan Bupati Fadia, dalam masa pandemi seperti saat ini, peran koperasi sangat besar manfaatnya terlebih bagi para pelaku usaha yang mengalami penurunan akibat pandemi covid. ‘Koperasi ini menurut saya pada saat pandemi ini sangat bermanfaat. Karena banyak pelaku usaha pada pandemi ini banyak yang turun. Kalau koperasinya bisa berjalan dengsn baik, bisa bermanfaat untuk para pelaku usaha dan anggotanya , itu akan membawa kehidupan ekomoninya lebih baik, ‘ tutur Fadia
Dalam kesempatan itu Bupati Fadia juga mengucapkan terimakasih kepada Baznas yang telah membantu para pelaku usaha. “Ayo saling bahu membahu gotong royong dan saling menolong, apalagi saat situasi pandemi ini,” ajaknya.
Bupati juga meminta Camat dan seluruh kepala desa yang hadir agar aktif mengedukasi masyarakat khususnya yang berusia tua agar mau divaksin. Selain itu pelaksanaan vaksinasi diminta untuk dipercepat. “Vaksin ini penting sekali, tidak hanya sebagai syarat bepergian, namun yang lebih penting untuk diri sendiri supaya daya tahan tubuh jauh lebih baik. Saya minta vaksin dipercepat. Kesesi ini termasuk daerah padat , dalam waktu 2 sampai 3 hari seluruh desa sudah masuk vaksin. Jadi vaksin kita serbu ke desa-desa langsung. Dan nanti anak sekolah diatas 12 tahun wajib divaksin agar bisa sekolah tatap muka,”pinta Fadia.
Sementara itu Kepala Dinperindagkop UKM Kabupaten Pekalongan, Ir. Hurip Budi Riyantini ( Bu Tining) dalam laporannya menyampaikan bahwa dalam kolaborasi tersebut ada beberapa kegiatan. Pertama, yang dilakukan oleh Dinperindagkop UKM yaitu pelatihan komprehensif bagi 20 pelaku usaha berbahan baku lokal singkong dan pisang yang potensinya cukup besar untuk meningkatkan pendapatan. Dan pelatihan sudah dilaksanakan di minggu lalu.Kemudian penguatan ekonomi pelaku usaha berbasis koperasi yang ada di desa Windurojo.
“Kemudian kolabolasi yang kami lakukan dengan Baznas sebagai lembaga pendamping melakukan intervensi melalui program Zakat Community Development yang mengalokasikan dana sebesar Rp. 30 juta guna bantuan fasilitas kesehatan bagi 8 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan bantuan pengembangan usaha sebesar Rp.15 juta bagi 10 pelaku usaha mikro,” papar Bu Tining
Selanjutnya kolaborasi dengan Dekopinda dan panitia Harkop ke 74, yaitu memberikan intervensi dalam perbaikan sarana unit produksi usaha dengan alokasi anggaran Rp.10 juta bagi 2 (dua) RTLH.
Selain itu ada pula kerjasama dengan Dindikbud, untuk mensosialisasikan sekaligus mensukseskan program ‘Ayo Kudu Sekolah’. Kemudian memastikan Gerakan ‘Njajan Njo’ bagi ASN/pegawai BUMN/BUMD yang merupakan program Pemkab sebagai langkah konkret untuk memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku ekonomi mikro. Dan aksi nyata, pihaknya telah mengajak ASN untuk njajan, transaksinya mencapai Rp. 29 juta. (Ar-Kominfo)
Kamis, 23 September 2021
– Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya untuk mengambil langkah - langkah strategis guna mencegah dan menanggulangi stunting di Kabupaten Pekalongan. Salah satu langkah strategis yang diambil saat ini adalah dengan menjalin kerjasama dengan SEAMEO – RECFON ( Southeast Asian Ministers Of Education Organization Regional Centre For Food And Nutrition) dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta.
KAJEN - Wayang Kulit merupakan salah satu budaya asli Indonesia yang semakin langka. Untuk itu keberadaannya harus dipertahankan serta dikembangkan. Hal ini disampaikan ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtharuddin Ashraff Abu bersama Tim Dekranasda kabupaten Pekalongan dalam tinjauan ke Industri Kecil Menengah (IKM) Wayang Kulit Desa Pait Kecamatan Siwalan, Rabu (22/09) siang.
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH menghadri peringatan Harlah Jam’iyyah Mudarrasatil Qur’an Lil Hafizhat (JMQH) Kabupaten Pekalongan yang ke-2 sekaligus Pengukuhan Pengurus Jam’iyyah Mudarrasatil Qur’an Lil Hafizhat (JMQH) Kabupaten Pekalongan pada Minggu (19/09/2021) pagi yang diselenggarakan di Jalan Wiroto Dadirejo Kecamatan Tirto.
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH menghadiri dan menyampaikan sambutan Bupati Pekalongan pada acara Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan Dalam Rangka Persetujuan Bersama Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2021 serta Penyampaian Rancangan KUA dan Rancangan PPAS Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022, Jum’at (17/09) pagi di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan. Rapat Paripurna ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun MH beserta para wakil ketua DPRD, perwakilan Forkopimda , para kepala OPD serta tamu undangan.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, SE. MM, Kamis (16/09/2021) menghadiri Forum Silaturahim dengan PCNU Kabupaten Pekalongan yang digelar di Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan di Jalan Karangdowo Kedungwuni. Acara yang dihadiri oleh para pengurus PCNU Kabupaten Pekalongan dan Tokoh NU se- Kabupaten Pekalongan tersebut berlangsung hangat.”Ini merupakan kunjungan balasan saya kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama, Semoga silaturahim kita terus terjalin baik,” ungkapnya.
Kerjasama antara ketiganya tersebut, resmi terjalin dengan telah ditandatanganinya dua kesempakatan bersama, yang dilaksanakan pada Rabu sore (22/9/2021) di Ruang rapat Bupati Pekalongan.
Adapun dua kesepakatan bersama tersebut yang pertama adalah kesepakatan tentang Implementasi Program Anakku Sehat dan Cerdas dan Panduan Gizi Seimbang Berbasis Pangkal untuk Penanggulangan Stunting. Dan yang kedua adalah kesepakatan tentang Pengembangan Masyarakat, Pendidikan dan Penelitian di Bidang Pangan dan Gizi untuk Penanggulangan Stunting.
Pada acara penandatanganan kesepakatan bersama tersebut, dalam sambutanya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., mengatakan bahwa kerjasama yang baru dijalinnya saat ini bersama SEAMEO – RECFON dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta diharapkan dapat memberikan dampak positif yang cukup signifikan terhadap upaya Pemkab Pekalongan untuk mencegah dan menanggulangi stunting.
Karena menurutnya, stunting dapat berdampak buruk pada pertumbuhan fisik anak-anak, khususnya metabolisme tubuh dan perkembangan otak anak dalam jangka panjang dan menurutnya, hal tersebut akan menurunkan kualitas SDM.
‘’Pada para pemimpin daerah termasuk kami akan berusaha mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, bebudi luhur, dan mempunyai nilai-nilai yang baik. Untuk itu saya sangat mendukung penuh upaya pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Pekalongan ini,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Dalam kesempatan tersebut, Fadia juga mengungkapkan bahwa kasus stunting di Kabupaten Pekalongan dari tahun 2018 sampai tahun 2020 telah mengalami penurunan yang cukup baik. Untuk itu, dengan telah ditandatanganinya dua kesepakatan bersama antara Pemkab Pekalongan dengan SEAMEO – RECFON dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta dapat juga membantu menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan untuk saat ini.
‘’Upaya yang sudah kami lakukan selama ini telah membuahkan hasil alhamdulilah, yang cukup baik. Hal ini ditunjukan dengan adanya penurunan prevalency stunting. Dimana pada tahun 2018 masih 32 %, dan tahun 2019 sudah turun menjadi 21%, dan 2020 alhamdulilah sudah berhasil turun menjadi 15 %,’’ ungkapnya.
Selain itu, menutup sambutannya, Fadia mengucapkan terimakasih dan apresiasinya kepada pihak dari SEAMEO – REFCON dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta yang telah berkontribusi serta telah menyusun rencana program kerjasama bersama pihaknya untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan. ‘’Pada kesempatan yang baik ini, kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pihak SEAMEO – RECFON atas kepercayaannya untuk bersepakat dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Poltekes Kemenkes Yogyakarta dalam pengembangan masyarakat pendidikan dan penelitian di bidang pangan dan gizi untuk penanggulangan stunting,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 22 September 2021
Dari hasil tinjauannya, Ashraff mengaku sangat kagum akan kerajinan wayang kulit yang berkualitas tinggi. Menurutnya selain pemasaran, Dekranasda kabupaten Pekalongan akan mencoba mengembangkan kerajinan wayang kulit ini dengan cara mebuka pelatihan bagi anak muda.
“Selain pemasaran, kita akan coba bekerjasama dengan Beliau-beliau ini, untuk pelatihan bagi anak-anak muda agar bisa dapat ide, ketrampilan untuk membuat wayang kulit seperti ini karena kita khawatir sekrang ini ketrampilan seperti ini sudah semakin langka apalagi di kalangan orang muda.,” ucap Ashraff.
Ashraff juga mengungkapkan kebahagiaannya karena dua orang pengrajin yang ia temui adalah anak muda yang menurutnya sangat yang luar biasa dalam menghasilkan kerajinan wayang kulit.
“ Saya kagum dan akhirnnya ingin tahu. Makanya kita memang harus mendatangkan pelajar bahkan dari tingkat Sekolah Dasar biar mereka dikenalkan sejak dini tentang budaya wayang kulit,” tandasnya.
Ashraff juga berharap para anak muda di luar sana juga antusias memiliki rasa ingin tahu tentang wayang kulit. “ Jangan sampai wayang ini hilang dari bumi Indonesia karena ini adalah budaya kita dari turun temurun,” harapnya.(Ar-Kominfo)
Rabu, 22 September 2021
Musrembang tersebut dilaksankan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan yang dihadiri secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E., M.M., Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa dan para kepala OPD. Serta diikuti juga oleh seluruh forkopimcam dan perangkat desa di Kabupaten Pekalongan, dan juga seluruh elemen masayarakat secara virtual.
Pada acara tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutannya menyampaikan bahwa hal penting yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk lima tahun kedepan yaitu menjalankan program-program prioritas mengingat kondisi keuangan negara apalagi daerah saat ini yang masih memperihatnkan.
Untuk itu, Fadia berharap para OPD dapat merancang program-program yang sangat bermanfaat dan implementatif bagi masyarakat, serta sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yaitu mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, adil, merata dan berbudaya gotong-royong.
‘’Dalam musrenbang yang sangat saya perlukan yaitu masukan dari seluruh tokoh masyarakat, karena ini adalah untuk kepentingan kita semua dan yang merasakan ya kita semua, untuk membangun Kabupaten Pekalongan. Karena untuk membangun Kabupaten Pekalongan tidak hanya pemerintah saja melainkan seluruh elemen masyarakat juga harus ikut berpartisipasi,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Menurut Fadia, program prioritas yang harus ditekankan dalam RPJMD Kabupaten Pekalongan untuk lima tahun kedepan adalah hal-hal yang krusial bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi dan infrastruktur.
‘’Kami menitikberatkan program-program itu,bukan berarti kita mengesampingkan program lain. Melainkan saat ini di masa pandemi Covid-19 kita memang harus benar-benar memfokuskan program-program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,’’ jelasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar mengatakan dalam sambutannya, bahwa maksud dan tujuan kegiatan Musrembang hari ini adalah untuk memperoleh masukan dan saran dari seluruh steakholder dalam rangka penyempuraan rancangan RPJMD Kabupaten Pekalongan tahun 2021-2026. Yang berlandaskan pada UU No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Keuangan Nasional, Permendagri No.86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Keuangan Daerah, hingga Perda Kabupaten Pekalongan N0.13 Tahun 2018 Tentang Perencanaan Keuangan Daerah.
‘’RPJMD akan menjadi pedoman terhadap penyusunan RKPD dan Renstra masing-masing OPD. Untuk itu, output yang diharapkan pada kegiatan hari ini adalah penyempuraan rancangan RPJMD Kabupaten Pekalongan tahun 2021-2026 juga sebagai wadah untuk sharing segenap steakholder,’’ kata Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar.
Dalam kesempatan tersebut, Yulian Akbar juga memaparkan kondisi Kabupaten Pekalongan dari segi ekonomi, yang menurutnya sektor ekonomi lah yang terhantam sangat keras dengan adanya pandemi Covid-19.
Menurutnya, untuk Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan mengalami penurunan yang sangat drastis dibandingkan pada tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19. Dimana pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan saat ini tembus angka minus yaitu -1,89 persen. Artinya tidak terjadi pertumbuhan.
Sedangkan untuk Kemiskinan sendiri, lanjut Yulian, Kabupaten Pekalongan mengalami kenaikan jumlah warga miskin yaitu di angka 10, 19 persen. ‘’Semula kita sudah single digit tetapi setelah ada Covid-19 kita naik. Angka ini masih di bawah capaian provinsi,’’ ungkapnya.
Sementara itu, menurut Yulian , yang harus juga menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pekalongan yang mengalami penurunan. Dan di Provinsi Jawa Tengah Kabupaten Pekalongan masuk dalam tiga wilayah yang mengalami penurunan IPM cukup drastis.
‘’ Ini perlu mendapat perhatian karena kita merupakan kabupaten di Jawa Tengah yang IPM nya mengalami penurunan,’’ ujarnya.
Menutup sambutannya dalam Musrenbang tersebut, Yulian Akbar menyampaikan bahwa ada 5 Issue Strategis Kabupaten Pekalongan tahun 2021-2026 yang sudah diterjemahkan dari visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan. ‘’Kerukunan hidup antar umat beragama, Membangun birokrasi yang bersih, Meningkatkan kualitas daya saing, Infrastruktur dan Pemerataan Pembangunan di daerah Kabupaten Pekalongan. Itulah lima issue strategis Kabupaten Pekalongan untuk lima tahun kedepan,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 22 September 2021
Tim Dekranasda Kabupaten Pekalongan yang diketuai oleh Mukhtharuddin Ashraff Abu ini berkunjung ke tiga IKM, yaitu IKM Zaya Hand Made (Ika Sulis) Desa Karanggondang Karanganyar, Gerabah Ceria (Sigit Rammatullah) Desa Wonorejo Wonopringgo dan Kerajinan Bordir Kel Pekajangan ( Hj. Nikmah) Kedungwuni.
Ashraff mengatakan kunjungan tersebut dalam rangka meninjau UMKM, diantaranya mengenai bagaimana cara kerja para pelaku UMKM serta untuk mengetahui hambatan hambatan yang ada dalam bisnis mereka. “Kita juga meninjau apa yang bisa kita bantu dari Dekranasda. Selain itu kita juga menyerap aspirasi maupun ide ide yang diberikan dan yang kita lihat apa saja yang mungkin bisa kita kembangkan. Itu tujuan utama kita kesini,” jelas Ashraff usai kunjungannya.
Ashraff juga mengungkapkan dirinya merasa senang melihat inisiatif dan kreatifitas para pelaku UMKM yang menurutnya sungguh luar biasa. Untuk itu pihaknya akan membantu baik dari segi promosi, pemasaran, alat alat bahkan kedepannya ia berharap bisa memberikan bantuan modal.
Selanjutnya dijelaskan pula rencana kegiatan yang terhambat akibat pandemi seperti kegiatan pameran dan sejenisnya dapat segera terwujud. “Sebenarnya kita sudah punya rencana banyak, tetapi terhambat adanya covid. Harapannya pandemi segera berlalu , kita ingin mengadakan pameran, kita aktifkan lagi gedung UMKM yang kita mliliki. Disana kita buat banyak acara, pameran-pameran, sehingga gedungnya aktif, UMKM juga punya wadah untuk menjual hasil produksi dan kreatifitas mereka,” pungkasnya.(Ar-Kominfo)
Selasa, 21 September 2021
Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Widi Riswadi dalam sambutanya mengatakan bahwa pelantikan tiga ketua TP PKK dari Kecamatan Sragi, Wonopringgo dan Buaran hendaknya bisa meberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
‘’Diharapkan dengan adanya pelantikan ini dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat. Karena sejatinya, sebagai pemimpin itu esensinya adalah tentang sejauh mana kita bermanfaat bagi masyarakat,’’ ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan.
Karena menurtunya, ketua TP PKK harus mampu memberikan dampak yang positif. Oleh karena itu, Ia berharap tiga ketua TP PKK yang dilantik pada hari ini, dapat mencurahkan segala kemampuannya untuk membangun sebuah inovasi dan kreatifitas dalam rangka mewujudkan tujuan dan fungsi pokok TP PKK.
‘’Dengan seperti itu, maka masyarakat dapat merasakan kehadiran pemimpin secara langsung dalam kehidupan mereka,’’ ujarnya.
Ny. Widi Riswadi juga menjelaskan, bahwa acara pelantikan ketua TP PKK tingkat kecamatan ini merupakan sebuah upaya TP PKK tingkat Kabupaten Pekalongan untuk menguatkan kelembagaan atau organisasi TP PKK secara berjenjang.
Karena Ia meyakini bahwa acara pelantikan ini, bisa menjadi sebuah momentum kedepannya bagi TP PKK tingkat kecamatan untuk lebih mantap lagi dalam menjalankan tugas.
‘’Pada kesempatan yang baik ini, saya selaku pribadi juga atas nama Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan mengucapkan selamat kepada Ibu Sugiarti Riyanto ketua PKK Kecamatan Sragi, Ibu Ning Fizah Makhroji ketua TP PKK Kecamatan Buaran, dan Ibu Moureta Vitria Loreent ketua TP PKK Kecamatan Wonopringgo yang baru saja kami lantik,’’ tuturnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Ny. Widi Riswadi juga menjelaskan bahwa menjadi ketua TP PKK kecamatan bukanlah sebuah pilihan, melainkan amanah. Untuk itu, Ia sangat berharap para ketua TP PKK tingkat kecamatan yang baru saja dilantik, bisa benar-benar menjalankan amanah dengan sebaik mungkin dan penuh rasa ikhlas.
‘’ Mari bersama-sama bersinergi untuk saling memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, demi terccapainya kesejahteraan masayarakat Kabupaten Pekalongan,’’ ( Lus-Kominfo)
Selasa, 21 September 2021
Riswadi menilai kegiatan silaturahim para hafizhah ini sangat baik dan merupakan bagian dari pembangunan manusia, yang mana membentuk akhlak yang baik dalam hal keagamaan
“ Prinsip kami atas nama pemerintah , melihat JMQH ini baik, ibu-ibu para hafidz ini mempunyai keinginan adanya sebuah persatuan untuk bersilaturahim antar hafidz di kabupaten Pekalongan. Maka secara pribadi kami berterimakasih atas waktu dan kegiatannya yang terus menerus akan dilakukan,” ucap Riswadi
Dalam kesempatan itu Riswadi menyampaikan bahwa harus disadari keterbatasan situasi pandemi saat ini menjadikan adanya jarak atau tidak sering bertemu. Untuk itu ia meminta kerjasama para ibu ibu hafidz turut melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi.
“ Saya mohon kepada ibu ibu hafidz ini sampaikan pesan kepada masyarakat, bahwa pandemi ini belum berakhir dan kita harus menjaga protokol kesehatan, hanya dengan protokol kesehatan yang bisa mengurangi atau menekan laju penyebaran covid sambil melakukan vaksinasi. Insyaalloh vaksin ini cara untuk menumbuhkan imunitas masyarakat supaya tidak terpapar,” pinta Riswadi
Ditambahkan pula, saat ini kabupaten Pekalongan berada di level 2 dan diperkirakan akan ke level 1. Sementara kegiatan tatap muka siswa tingkat SMP/SMA sudah dilakukan di bulan ini. Dan untuk selanjutnya harapannya di bulan November di tingkat SD dan TK pun mulai bisa dilakukan tatap muka.
“ Atas nama pemerintah, laksanakan kiat semacam ini terus menerus , gandeng masyarakat dan jangan lupa bekerjasama dengan pemerintah.Insya Alloh pemerintah akan selalu memberikan apresiasi dan bantuan yang kiranya demi kepentingan pembangunan manusia seutuhnya di kabupaten Pekalongan ,” pungkasnya. (Ar-Kominfo)
Minggu, 19 September 2021
Mengawali sambutannya yang dibacakan Wabup Riswadi, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota dewan yang telah mencurahkan segala perhatiannya guna membahas Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2021, sehingga pada hari ini rancangan peraturan daerah tersebut dapat disetujui bersama tepat waktu guna memenuhi amanat konstitusi.
“ Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD ini, selanjutnya akan kita sampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mendapatkan evaluasi,” papar Bupati
Selanjutnya Bupati menyampaikan ringkasan rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2021, antara lain menyangkut Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan daerah yang terbagi atas penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.
Pendapatan Daerah yang pada penetapan APBD TA 2021 direncanakan sebesar Rp. 2.240. 324.877.404,- menjadi sebesar Rp. 2.085. 531.836280,- sehingga terjadi penurunan sebesar Rp.154.793.041.124,- atau turun sebesar 6,91 % dari APBD Penetapan TA 2021. Belanja Daerah yang pada Penetapan APBD TA 2021 direncanakan sebesar Rp. 2.256.232.062.404,- menjadi sebesar Rp. 2.243.291.596.157,- sehingga terdapat penurunan sebesar Rp.12.940.466247,- atau turun sebesar 0,57 % dari APBD Penetapan TA 2021
Sementara untuk Penerimaan Pembiayaan TA 2021 setelah perubahan direncanakan sebesar Rp. 163.759.759.877,- atau naik sebesar Rp.140.852.574.877,- yang berasal dari pos Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) TA 2020 yang telah diaudit BPK RI dan tercantum dalam Peratun Derah No,1 Tahun 2021 tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kab Pek TA 2020. Pengeluaran Pembiayaan TA 2021 setelah perubahan direncanakan sebesar Rp.6.000.000.000,00 atau turun sebesar Rp.1.000.000.000,00 dari penetapan APBD TA 2021.
Dengan demikian maka pembiayaan Netto setelah perubahan menjadi sebesar Rp.157.759.759.877,-. Pembiayaan netto ini untuk menutup defisit anggaran secara struktur yaitu selisih kurang antara pendapatan daerah dengan belanja daerah yang direncanakan .
“Selanjutnya pada kesempatan ini juga kami sampaikan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022,” lanjutnya
Dijelaskan pula, secara umum kebijakan keuangan daerah Tahun Anggaran 2022 diarahkan pada beberapa hal diantaranya optimalisasi pendapatan dengan memperhatikan upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi guna mendukung kondusivitas pelaksanaan berusaha; Pengalokasian belanja dengan memprioritaskan pemenuhan belanja wajib,mengikat,dan prioritas; Penatausahaan dan pertanggungjawaban keuangan yang efisien dan akuntabel; Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan aset untuk mendukung pendapatan; serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi pengelolaan keuangan daerah.
“ Rencana pembangunan daerah tahun 2022 juga untuk mewujudkan implementasi program unggulan kabupaten Pekalongan diantaranya; Sekolah gratis untuk masyarakat kabupaten Pekalongan, Jaminan kesehatan, pemberian bantuan sosial bagi penunggu pasien tidak mampu serta ruas tuntas jalan kabupaten,” pungkasnya. (Ar-Kominfo)
Jumat, 17 September 2021
Dalam sambutannya, Fadia mengungkapkan rasa bangganya menjadi bagian dari keluarga besar NU, dimana diakuinya dirinya dan keluarga besarnya merupakan orang NU. Oleh karena itu dirinya berharap NU jangan ada blok blokan, saling ada jarak, dan saling menyalahkan satu sama lain, karena NU itu milik semua orang, NU itu ada dimana mana, NU bukan milik partai tertentu saja.
Ditegaskan Fadia, bahwa meski dirinya adalah orang NU, namun dirinya juga Ibu dari Orang Kabupaten Pekalongan, jadi apapun agama dan alirannya, semuanya wajib dilindungi dan diayomi, karena semua adalah anaknya Bupati. “Kita jangan sampai mengkotak-kotakkan, kita harus saling merangkul, mari kita jaga ukhuwah Islamiyah, dan tugas kita sekarang adalah membesarkan NU agar menjadi lebih hebat lagi,” ungkap Fadia.
Pada kesempatan tersebut, Fadia mengungkapkan bahwa pihaknya siap menghibahkan tanah Pemkab untuk Nahdlatul Ulama, khususnya untuk memajukan Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan yang saat ini telah berdiri di wilayah Kecamatan Kedungwuni. “Cari tanah milik Pemkab yang berada di jalan utama, saya kasih untuk NU, saya akan hibahkan, agar NU semakin maju dan besar, agar universitasnya semakin bersinar,” ungkap Fadia.
Tak lupa Fadia meminta dukungan dari para Tokoh NU untuk mensukseskan program – program pemerintah, khususnya terkait penanganan Covid 19. Dengan dukungan dari semua lapisan masyarakat, Bupati optimis semua program pemerintah akan bisa terlaksana dengan baik, terutama dalam upaya penanganan PandemiCovid 19. “Pemkab Pekalongan bertindak sangat toleran dalam penanganan Covid dengan tujuan agar ekonomi rakyat tetap berjalan, namun kesehatan rakyat juga terjaga, oleh karena itu mari bersama kital awan covid agar kita bisa mencapai level satu, dan segera zero Covid 19,” imbau Fadia menutup sambutannya. (dhee2&Tim Pubdok)
Kamis, 16 September 2021