KAJEN – Sebagai pemacu agar petani di Kecamatan Petungkriyono giat dan senantiasa membudidayakan tanaman tembakau, pemkab Pekalongan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menyerahkan bantuan sarana pendukung pertanian tahun 2021 untuk Kelompok Tani Rowo dan Kelompok Tani Kambangan Desa Telogopakis kecamatan Petungkriyono. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM pada Kamis (22/07/2021) siang di Wisata Telaga Rawa Desa Telogopakis kecamatan Petungkriyono.
Tampak hadir dalam acara tersebut Plt Kepala DKPP Drs Ali Riza.,M.Si, Kepala DPU Taru, Kepala Dinas Perkim LH, Kepala Dinkominfo,Plt Dinas MPD P3A PPKB, kabag Perekonomian setda, camat beserta unsur forkopimca Kecamatan Petungkriyono, Kepala Desa Telogopakis, Ketua kelompok Tani Rowo, Ketua kelompok tani Kambangan dan penyuluh pertanian kecamatan Petungkriyono.
Adapun bantuan yang diberikan masing masing kelompok berupa 1 unit perajang tembakau, 2 buah hand sealler, 1 buah asahan pisau dan 100 rigen/widek. Diharapkan bantuan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik secara maksimal dan optimal agar memberikan manfaat bagi petani.
Dengan adanya bantuan tersebut Bupati Fadia juga berharap para petani bisa berkemgbang dan tidak takut hasil produksinya tidak terjual.
“Tadi saya sedikit ngobrol dengan para kelompok tani, ini PR untuk dinas terkait, termasuk bagian perekonomian untuk membantu bagaimana memasarkan hasil komoditas dari petani. Jangan sampai seperti tahun lalu, para petani tembakau takut untuk mengembangkan usahanya karena pada saat situasi covid tahun 2020 kemarin, ada gudang yang tutup sehingga mereka akhirnya mereka tidak bisa menjual dan pasaran anjlok,” ungkap Fadia dalam sambutannya pada acara penyerahan bantuan.
‘Dan kita juga berusaha menciptakan iklim dan kebijakan untuk memberikan ruang kesempatan kepada petani untuk emngembangkan komoditasnya yang cocok dan tentunya bernilai ekonomi tinggi, “ lanjutnya
Selain itu, Fadia juga meminta produk petani bisa dilihat sampai ke daerah lain dan bahkan luar negeri melalui website pertanian.
Dalam kesempatan itu disampaikan pula bahwa pemkab akan melakukan pekerjaan perbaikan jalan di kecamatan Petungkriyono pada angggaran tahun 2022 mendatang. (Ar-Kominfo)
Kamis, 22 Juli 2021
KAJEN - Situasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi hingga saat ini tidak menyurutkan semangat kelompok tani di Desa Depok Kecamatan Siwalan untuk tetap melaksanakan budidaya Udang Vaname. Hal tersebut dibuktikan dengan telah berhasilnya dilakukan panen raya Udang Vaname oleh kelompok tani Desa Depok yang bernama 'Depok Vaname' pada hari, Kamis (22/7/2021).
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM melakukan peninjauan ke Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar guna memastikan kondisi alat plasma bagi penyembuhan pasien covid 19. Dalam tinjauannya, Bupati Fadia didampingi Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwi Antoro SKM.,M. Kes dan Kepala UTD PMI Karanganyar dr. Suryadi beserta jajaran PMI kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Dalam rangka Idul Adha 1442 H/2021 M, Pemkab Pekalongan menyerahkan 3 (tiga) ekor sapi dan 5 (lima) ekor kambing qurban. Acara penyerahan dan pemotongan hewan qurban di Masjid Agung Al Muhtaram Kajen dihadiri langusng oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM, Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH, Ketua DPRD Hj Hindun MH, Pj Sekda Drs, Budi Santoso.,M.Si beserta para asisten Sekda dan kepala OPD ,Ketua takmir masjid Al Muhtaram Kajen serta tokoh masyarakat.
KAJEN – Dalam rangka mensukseskan kegiatan vaksinasi di Kabupaten Pekalongan, Pemkab Pekalongan perluas target vaksinasi. Dimana kali ini, Pemkab melakukan vaksinasi untuk pertama kalinya bagi kelas remaja di Kabupaten Pekalongan dengan kriteria umur yaitu 12-17 tahun. Kegiatan vaksinasi bagi pelajar di Kabupaten Pekalongan tersebut, dimulai pada hari ini, Senin (19/7/2021) yang digelar di SMA 1 Bojong dan SMK N 1 Kedungwuni.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mengungkapkan rasa bangga dan mendukung atas dimulainya pembangunan gedung baru Madrasah Ibtidaiyah Walisongo Desa Bugangan. Karena menurutnya ini adalah wujud peduli masyarakat dan para tokoh kyai membuat kabupaten Pekalongan yang selama ini dikenal sebagai kota santri menjadi sejuta santri. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM saat menghadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru Madrasah Ibtidaiyah Walisongo Bugangan Yayasan At Thohiriyah Bugangan Kecamatan Kedungwuni, Sabtu (17/07) siang. Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kedungwuni,para Kades se-kecamatan Kedungwuni, kabag kesra Subagyo, para kiai serta para tokoh masyarakat Desa Bugangan Kedungwuni.
KAJEN – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pekalongan dengan Bupati Pekalongan menggelar acara doa bersama lintas agama yang bertajuk ‘ Kabupaten Pekalongan Berdoa untuk kesehatan dan keselamatan Bersama’ pada Jum’at (16/07) siang. Acara ini digelar di Ruang Rapat Bupati dan diikuti seluruh jajaran pemkab, ASN Pemkab dan ASN Kemenag secara live streaming YouTube. Bupati didampingi Wakil Bupati H Riswadi SH, Pj. Sekda Budi Santoso.,M.Si, Kepala Dinkominfo Anis Rosidi S Sos M.SI dan Kepala Kankesbangpol Haryanto Nugroho., S.STP
Acara panen raya udang vaname tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Sirhan dan para anggota serta pengurus Gapoktan Depok Vaname.
Dikatakan Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., saat hadir dalam acara Panen Raya Udang Vaname di Desa Depok, bahwa atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan pihaknya sangat mengapresiasi kelompok tani Depok Vaname yang telah cukup berhasil dalam melakukan budidaya udang vaname dengan hasil panen yang sangat memadai.
Riswadi mengatakan, bahwa budidaya udang vaname ini menjadi salah satu terobosan untuk tetap bangkit walaupun saat ini situasi masih serba sulit karena pandemi Covid-19. Sehingga diharapkan, lanjut Riswadi, masyarakat di daerah lain bisa mencontoh supaya tetap bisa bertahan di tengah pandemi. "Hari ini kami melakukan peninjauan salah satu kelompok tani nelayan yang melakukan panen udang panamnya di Desa Depok, Kecamatan Siwalan yang mana ini adalah salah satu kelompok tani yang berhasil," ungkap Wakil Bupati Pekalongan Riswadi.
Riswadi melanjutkan, dengan semangat kelompok tani Depok Vaname ini, tidak menutup kemungkinan bahwa Pemkab Pekalongan akan memberikan bantuan supaya masyarakat Desa Depok dan sekitarnya itu mampu memanfaatkan rawa-rawa sebagai sarana budidaya udang vaname. Sehingga diharapkan bisa menaikan pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Pekalongan. "Dalam waktu dekat pun kami akan membangun infrastruktur untuk mengurangi beban kos pembiayaan," ucapnya
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Sirhan mengatakan bahwa dalam hal budidaya udang vaname di Desa Depok ini sebelumnya pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan pembekalan mulai dari pelatihan, bimbingan teknis, penyuluhan dan pendampingan sejak tahun 2017 hingga tahun 2018.
Namun, menurut Sirhan kegiatan pendampingan tersebut dihentikan pada saat pandemi Covid-19 ini muncul karena anggaran banyak yang direfokusing untuk penanggulangan pandemi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
Untuk itu, menurut Sirhan pihaknya akan berusaha menganggarkan kembali untuk tetap memberikan kembali pembekalan dan pendampingan di tahun 2021 ini sebagaimana instruksi Wakil Bupati Pekalongan Riswadi. "Sebenarnya untuk bimbingan teknis ini kami tidak kurang dalam membimbing masyarakat, yang dimulai dari teman-teman penyuluh kemudian kami datangkan tenaga ahli dari baali besar maupun perguruan tinggi yang berkaitan dengan budidaya udang yang baik di Kabupaten Pekalongan," jelas Sirhan.
Selain itu, dalam panen raya udang vaname tersebut, Ketua Gapoktan Depok Vaname Leman mengungkapkan bahwa untuk bisa berhasil melakukan budidaya udang vaname, Gapoktan Depok Vaname telah melakukan berbagai tahapan budidaya mulai dari persiapan sampai tahap akhir yaitu pemanenan yang diungkapkan olehnya itu tidaklah mudah.
Apalagi, menurut Leman berbagai keterbatasan yang ada seperti kekurangan pembiayaan menjadi salah satu faktor penghambat kesuksesan budidaya udang vaname, mengingat modal yang dibutuhkan tidaklah sedikit. Untuk itu, Leman berharap Pemkab Pekalongan bisa benar-benar membantu Gapoktan Depok Vaname untuk bisa tetap melakukan budidaya udang vaname di Desa Depok Kecamatan Siwalan. "Hambatan yang dihadapi adalah persoalan anggaran mengingat pembiayaan yang tidak sedikit," ujar Leman. (Lus-Kominfo)
Kamis, 22 Juli 2021
“Pemkab memberikan bantuan hibah kepada PMI berupa alat plasma. Kita sedang cek alatnya, seberapa siap, apa yang kurang dan apa kendalanya,” ujar Bupati Fadia disela-sela tinjauannya di UTD PMI Karanganyar, Rabu (21/07) siang.
Dari hasil tinjauannya, Fadia menilai semua sistematis dan prosesnya bagus, demikian juga dengan ketersediaan stok darah walaupun ada beberapa masih kekurangan dan ia berharap kegiatan donor darah bisa lebih intens.
Bupati Fadia juga menegaskan pihaknya akan terus memback up PMI, teutama dalam penyembuhan pasien covid 19 dengan metode plasma konvalesen.
“Kita akan bantu agar proses penyediaan alat cepat, saya ingin agar di kabupaten Pekalongan ini covid ini bisa kita tangani dengan cepat. PMI kita back up, alatnya kita persiapkan supaya masalah covid di kabupaten Pekalongan, masyarakat bisa terbantukan dengan alat ini, “ tegas Fadia
Sementara itu Kepala UTD PMI Karanganyar, dr. Suryadi menyebut kebutuhan konvalesen saat ini meningkat. Sementara untuk kriteria penyintas untuk diambil darahnya, dr suryadi menjelaskan kriterianya adalah usia 18-59 tahun , filter antibodinya memenuhi syarat, selama 6 (enam) bulan terakhir tidak melakukan transfusi, dan bagi perempuan belum pernah hamil atau melahirkan.
Disampaikan pula sampai hari ini di Kabupaten Pekalongan sudah ada 63 penyintas yang discreening dan yang berhasil diambil ada 13 penyintas.
Dr. Suryadi mengatakan PMI sebagai pengguna alat menunggu proses serah terimanya. Dan jika alat sudah lengkap, proses pengambilan plasma bisa dilakukan di kabupaten Pekalongan khususnya di wilayah Pantura.
” Harapannya proses penyerahan itu bisa dipercepat, dan kita juga tetap mensosialisasikan para penyintas untuk bersedia mendonorkan plasmanya di UTD kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.(Ar-Kominfo)
Rabu, 21 Juli 2021
‘’ Tapi kalau didikan agama sudah baik dan sejak kecil kita sudah dibentengi oleh ilmu agama yang baik maka akan jadi apapun kita nantinya itu akan menjadi yang terbaik,’’ jelasny Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E MM saat peletakan batu pertama Pondok Pesantren Al-Hikmah Rembun di pada pagi ini, Rabu (21/7/2021),
Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena banyak Ponpes yang akan berdiri di Kabupaten Pekalongan pasca Ia menjabat sebagai Bupati Pekalongan yang diharapkan kelak dapat menjadikan anak-anak di Kabupaten Pekalongan bisa lebih cerdas, pintar dan berakhlak.
Fadia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan mendukung penuh pembangunan Pondok Pesantren Al-Hikmah supaya bisa segera terealisasi.
‘’Saya atas nama pemerintah Kabupaten Pekalongan menyambut baik dan sangat senang sekali dengan diperluasnya pembangunan yayasan pondok pesantren Al-Hikmah Rembun di Kecamatan Siwalan ini,’’ ungkap Bupati
Dalam kesempatan tersebut Fadia juga berpesan kepada masyarakat yang hadir dalam acara peletakan batu pertama Ponpes Al-Hikmah Rembun untuk bisa selalu mematuhi protokol kesehatan, mengingat kasus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan yang belum juga reda. ‘’Saya benar-benar menekankan untuk protokol kesehatan selalu dilaksanakan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’ pesannya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama perwakilan dari panitia pembangunan Ponpes Al-Hikmah Rembun KH.Faizin Munawir menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Pemkab Pekalongan yang bersedia hadir ke acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Al-Hikmah dan juga ungkapan syukurnya atas ketersediaan pemkab untuk ikut membantu pembangunan ponpes kedepannya.
‘’ Saya ucapkan terimakasih kepada Ibu Bupati Pekalongan yang telah mewakili pemkab Pekalongan untuk hadir ke acara ini, dan terimakasih untuk ketersediaan pemerintah yang berencana akan membantu pembangunan Ponpes Al-Hikmah ini,’’ ungkapnya.
Faizin juga menuturkan bahwa dengan dibangunnya pondok pesantren yang pertama di Kecamatan Siwalan ini, diharapkan nantinya akan menjadikan berkah bagi seluruh masyarakat di Kecamatan Siwalan serta dapat menyebarkan ajaran Nahdlatul Ulama lebih luas lagi.
‘’ Ponpes Al-Hikmah Rembun ini benar-benar kami harapkan bisa menjadi berkah untuk seluruh masyarakat,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 21 Juli 2021
Acara penyerahan hewan qurban dilakukan di masjid Agung Al Muhtaram Kajen kepada Taknir masjid Agung Al Muhtaram ,selasa (20/07). Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan menyerahkan masing masing 1 (satu) ekor sapi, sementara Pj.Sekda menyerahkan 5 (lima) ekor kambing qurban.
Bupati Fadia Arafiq dalam acara penyerahan dan pemotongan hewan qurban di masjid Agung Al Muhtaram menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan agar tetap menjaga protokol kesehatan mengingat kabupaten Pekalongan sampai kemarin tercatat masih berada di zona merah. “Saya berharap berqurban ini salah satunya mungkin qurbannya masyakarat kita taat kepada atuan pemerintah. Karena dengan menaati pemerintah Insyaalloh qurban kita untuk kesehatan kita akan dibalas oleh Alloh SWT dengan kesehatan dan panjang umur,” ujar Fadia dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu Bupati Fadia menghimbau kepada masyarakat untuk merayakan Idul Adha dengan cara yang lebih sederhana namun tidak menghilangkan khidmatnya. Yaitu pada saat pandemi ini hendaknya masyarakat tidak boleh berkumpul.
Lebih lanjut, Fadia mengatakan qurban pada saat pandemi covid ini sangat ditunggu tunggu oleh seluruh masyarakat apalagi yang sangat membutuhkan. Pasalnya pada saat pandemi covid seperti saat ini, ekonomi menurun dan seluruh rakyat menunggu orang yang mampu untuk memberikan sedikit hartanya yang bisa dirasakan oleh masyarakat.
Fadia juga menghimbau pihak masijid yang membagikan hewan qurban untuk memberikan kupon dengan menetapkan jam pengambilan sehingga tidak terjadi kerumunan di masjid, atau jauh lebih baik bila diantarkan ke rumah warga. “Saya pada kesempatan pagi ini menitipkan 3 (tiga) ekor sapi atas nama Bupati, wakil bupati, dan ketua DPRD yang penyelenggaraannya akan dilakukan oleh masing masing yang bersangkutan. Disamping itu juga ada 5 (lima) ekor kambing qurban atas nama Pj Sekda. Saya minta tolong dibagikan kepada seluruh masyarakat Kajen dan sekitarnya . Dan juga nanti pada saat pembagiannya saya menghimbau untuk tidak berkerumun. Kupon yang sudah dibagikan ditetapkan jamnya agar tidak terjadi kerumunan,” pinta Fadia.(Ar-Kominfo)
Selasa, 20 Juli 2021
Dalam kegiatan vaksinasi tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., juga melakukan pemantauan langsung dengan didampingi oleh beberapa unsur Forkopimda.
Dalam pantauannya, Fadia Mengatakan bahwa kegiatan launching vaksinasi Covid-19 bagi pelajar dan santri di Kabupaten Pekalongan, merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga para pelajar dan santri supaya tetap sehat dan terhindar dari paparan virus Covid-19, sehingga pembelajaran secara tatap muka dapat segera dilaksanakan, mengingat para pelajar yang sudah tidak masuk ke sekolah lebih dari satu tahun.
‘’ Ini adalah launching pertama kita, melakukan kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk pelajar dan santri,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat melakukan pantauan acara Launching Vaksinasi Covid-19 untuk Remaja Melalui Anak Sekolah dan Santri, di SMA N 1 Bojong.
Adapun untuk target vaksinasi bagi remaja sendiri, dituturkan Fadia adalah sejumlah 93.000 pelajar dan santri dengan mekanisme jemput bole ke sekolah-sekolah dan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Dan semua akan kita lakukan kegiatan vaksin jemput bola sampai ke santri-santri juga kita akan datangi,’’ tuturnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Fadia juga menghimbau kepada seluruh pelajar dan santri yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk bisa mensukseskan kegiatan vaksinnasi Covid-19, dengan bersedia untuk divaksin, sehingga penekanan penybaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan bisa tercapai.
‘’ Harapannya supaya anak-anak kita sehat semua dan terhindar dari paparan virus Covid-19, dan saya berharap bisa kembali sekolah seperti semula,’’ pungkasnya.
Senin, 19 Juli 2021
” Pesantren ini adalah pelebaran dari yang sudah ada. Yang tadinya tempatnya kecil ini mau dibesarkan. Saya pikir desa Bugangan ini akan menjadi luar biasa, ada pesantren yang besar dan masyarakatnya untuk sekolah tidak perlu jauh jauh, disini sudah ada. Ini adalah hal yang luar biasa. Saya sebagai Bupati akan sangat mendukung untuk membesarkan pesantren ini, “ tutur Fadia
Dalam kesempatan tersebut Fadia juga menyampaikan bahwa saat ini covid sedang melonjak. Untuk itu pihaknya melakukan jemput bola untuk para santri bisa divaksin. “ Santri divaksin, sekolah sekolah divaksin supaya covid di kabupaten Pekalongan ini hilang,” ucapnya
Kepada para kepala desa dan para tokoh masyarakat yang hadir pada acara peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Madrasah Ibtidaiyah Walisongao Bugangan tersebut, Bupati Fadia minta untuk menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak berkerumun. “ Usaha tetap bisa dibuka. Saya sangat mendukung ekonomi tapi yang penting jangan berkerumun. Protokol kesehatan tetap dijaga. Kita semua harus mengikuti aturan dari pemerintah pusat. Tapi saya masih tetap toleransi agar ekonomi tetap berjalan,” tegasnya
Mengakhiri sambutannya, Fadia juga meminta kerjasama dari tokoh masyarakat dan para kyai, untuk bersama bahu membahu supaya covid cepat hilang.
“ Semoga pesantren ini menjadi hebat, besar, menjadi bermanfaat untuk seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan khususnya bagi masyarakat desa Bugangan, “pungkas Fadia
Sementara itu Lurah Desa Bugangan, Mustiaji , dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih kepada Pemkab atas dukungan terhadap pembangunan madrasah itersebut dan ia berharap pembangunan gedung cepat telaksana dan cepat selesai. (Ar-Kominfo)
Sabtu, 17 Juli 2021
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutannya mengatakan doa bersama ini merupakan cara batiniyah memohon kepada Alloh SWT Tuhan Yang Maha Kuasa agar pandemi covid 19 segera berlalu dari Kabupaten Pekalongan.
Fadia juga mengungkapkan kesedihannya manakala setiap hari mendengar kelangkaan oksigen. Dan ia mengatakan berbagai macam cara telah dilakukan untuk mengatasinya. “ Setiap hari kita lakukan cara cara untuk membuat pasien sembuh sampai kita mengadakan rapat khusus untuk bagaimana caranya kita mensubsidi vaksin samapai ke tingkat pelajar dan pesantren. Itu cara lahir yang kami lakukan secara maksimal,” paparnya.
“Dan ini juga salah satu cara terbaik yaitu dengan cara mengetuk pintu langit, cara batin yang kita lakukan. Karena pada Alloh, Tuhan Yang Maha Kuasa lah kita meminta semuanya agar kembali normal, agar kabupaten Pekalongan menjadi sehat dan terhindar dari covid,” ucap Fadia.
Dikatakan pula doa bersama ini adalah cara maksimal dalam menghadapi pandemi covid 19 selain cara lahiriyah yang sudah dilakukan selama ini. Fadia menjelaskan cara lahiriyah yaitu dengan mengadakan vaksin sampai setiap Puskesmas disubsidi, bahkan kalaupun ada vaksin yang kurang segera minta ke provinsi untuk dikirrim cepat.
Lebih lanjut, Bupati memastikan seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan yang terkena covid di maksimalkan kesembuhannya. Salah satu langkahnya adalah pihaknya sudah mempersiapkan lagi RSUD di Kesesi yang ditambah lagi jumlah tempat tidurnya mengingat rumah sakit yang ada telah full kapasitasnya.
Namun semua itu, menurut Fadia, dirinya perlu dukungan dari seluruh masyarakat, Forkopimda, seluruh camat, kepala desa dan tokoh masyarakat serta dari Kemenag, untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat akan bahaya covid ini yang sangat luar biasa.
“Oleh sebab itu mari kita bersama sama dengan cara kita, kita berdoa dengan cara kita masing masing walaupun lewat live streaming ini, semoga Alloh membukakan pintu langit Tuhan Yang Maha Kuasa berpihak kepada kita semua masyarakat kabupaten Pekalongan agar covid ini cepat berlalu” ajak Fadia.
Sementara itu Kepala Kemenag kabupaten Pekalongan H Kasiman Mahmud Desky dalam sambutannya memaparkan do’a bersama lintas agama ini adalah sebuah ikhtiar batin, sebuah ikhtiar mengetuk pintu langit selain ikhtiar yang sudah dilakukan bersama mulai dari seluruh pimpinan, TNI Polri sampai ke masyarakat.
“Kami apresiasi kepada Ibu Bupati dan seluruh jajarannya, maka pada hari ini kita bersama sama memohon petunjuk, doa kepada Alloh SWT Tuhan Yang Maha Kuasa. Mudah mudahan corona ini dijauhkan dari bumi Pek dan bumi Indonesia, “ucap Kasiman
Kasiman juga berharap masyarakat kabupaten Pekalongan diberi kemudahan, kesehatan serta dijauhkan dari virus corona
Penasehat FKUB Kabupaten Pekalongan Drs H Ahmad Khozin dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan doa bersama lintas agama ini adalah melakukan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa semoga pandemi covid segera hilang dari bumi Pekalongan pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. (Ar-Kominfo)
Jumat, 16 Juli 2021
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa untuk mengimplementasikan program sekolah gratis di Kabupaten Pekalongan sampai tingkat SMA itu tidaklah mudah, melihat berbagai permasalahan yang ada. Untuk itu, Fadia berharap, semua SDM yang ada di dinas pendidikan untuk segera melakukan berbagai terobosan inovasi supaya program tersebut dapat tercapai sehingga mutu pendidikan di Kabupaten Pekalongan dapat meningkat. ‘’Dinas pendidikan ini adalah dinas yang sangat terkait dengan visi misi saya dan pak wakil bupati sehingga penting bagi saya untuk melakukan pengecekan dan pembinaan supaya saya tahu sendiri kekurangan dan kelebihan serta permasalahan apa yang sedang dihadapi oleh dindik agar bisa kita bantu,’’ ungkap Fadia.
Dengan jumlah Sumber Daya Manusia yang cukup besar di Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, yaitu capai 4220 orang PNS dan 252 orang CPNS. Fadia berharap kekuatan tersebut dapat dijadikan Dindikbud Kabupaten Pekalongan untuk dapat mensinergikan program dan inovasi, sehingga pada tahun 2024 mendatang dapat menjadi dinas yang memilki pencapaian yang cukup membanggakan. ‘’Saya mau melihat kinerja yang baik, karena saya akan memantau langsung Jadi yang saya harapkan adalah kinerja yang bagus, bertanggung jawab dan taat aturan,’’ ujarnya.
Selain itu, Fadia juga menuturkan, bahwa sebagai bupati, Ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi para ASN, supaya terhindar dari intervensi dari pihak mana pun sehingga para ASN dapat bekerja dengan semaksimal mungkin untuk mewujudkan program pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Pekalongan. ‘’Persiapan untuk mencapai tujuan sekolah gratis sampai SMA kami masih dalam tahap berhitung terus juga kami mengecek jumlah sekolah negeri yang ada, kira-kira apa saja yang dibutuhkan sehingga pada 2022 langsung bisa terimplementasi,’’ tandasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, PJ.Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso juga mengatakan dalam sambutannya, bahwa untuk bisa mencapai program sekolah gratis sampai tingkat SMA di Kabupaten Pekalongan, terlebih dahulu harus diselesaikan berbagai permasalahan yang ada di lingkungan dinas pendidikan, supaya dalam menyusun program dan inovasi pada RPJMD dapat tersusun dengan baik dan implementatif. ’ Prinsip rekan-rekan semua, kita harus kerja apa adanya yang penting baik sesuai aturan, dan juga harus ada inovasi supaya menjadi dinas yang lebih baik lagi menuju dinas pendidikan yang bisa menyelenggarakan pendidikan gratis dari SD sampai tingkat SMA untuk sekolah negeri di Kabupaten Pekalongan,’’ jelas Budi. (Lus-Kominfo)
Jumat, 16 Juli 2021