KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM bersama jajaran Forkopimda meninjau kegiatan vaksinasi di lingkungan Pondok Pesantren Al Mansyuriyah Desa Gejlik Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Kamis (15/07). Vaksinasi yang digagas oleh Kapolres Pekalongan ini mengusung tema ‘Gerai Vaksin Presisi, Bhakti Kesehatan Bhayangkara Untuk Negeri’ dilakukan dengan cara jemput bola. Adapun sasaran vaksin adalah seluruh santri dan pengasuh Pondok Pesantren Al Mansyuriyah Gejlik Kajen.
Dengan cara jemput bola ini diharapkan para siswa yang berasal dari luar daerah, seperti dari NTT dan Papua, bisa mendapatkan vaksin secara gratis. “Kita mengadakan vaksin ke podok-pondok pesantren jemput bola . Saya salut juga untuk kepedulian Kapolres. Siswa-siswa yang dari NTT, Papua, semua kita utamakan untuk segera divaksin karena mereka merantau, mungkin tidak tahu ada perkumpulan dimana, untuk vaksin gratis. Mereka kan takut jadi kita yang menjemput bola ke pesantrennya,” ungkap Bupati Fadia usai meninjau kegiatan vaksinasi di Ponpes Al Mansyuriyah.
Fadia juga mengatakan mulai hari senin pihaknya juga mengadakan vaksinasi ke sekolah-sekolah SMA. “ Kita jemput bola semua, supaya masyarakat kabupaten Pekalongan ini Insyaalloh bisa tervaksin semua walaupun jumlah vaksin agak menipis, mudah mudahan dari pemerintah pusat segera mendrop lagi,” harapnya.
Fadia juga menegaskan semua pihak, baik Pemkab, Kapolres, Kajari, Dandim juga DPRD , telah kerjakeras bersama bahu membahu , supaya vaksinasi ini menyasar ke semua masyarakat Kabupaten Pekalongan.(Ar-Kominfo)
Kamis, 15 Juli 2021
KAJEN – Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2021 di Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang yang diselenggarakan oleh Kodim 0710 Pekalongan resmi telah ditutup pada hari ini, Rabu (14/7/2021). Acara penutupan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., unsur dari Kodim 0710 Pekalongan dan beberapa unsur Forkopimda.
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mengajak para alim ulama dan tokoh masyarakat untuk bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya menghilangkan kasus covid 19 di Kabupaten Pekalongan. Hal ini disampaikan Bupati Fadia dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Takhfidzul Qur’an Nurul Aziz Al-Hasaniyyah Dukuh Serang Kidul Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen , Minggu (11/07) pagi. Tampak hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Takhfidzul Qur’an Nurul Aziz Al-Hasaniyyah, antara lain Habib Abbas bin Abubakar, H abdul Aziz, Pimpinan ponpes Nurul Aziz, KH Muhtarom serta para alim ulama dan tokoh masyarakat setempat.
Kedungwuni - Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, SH menghadiri Apel dan Operasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kawasan Bebekan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Kamis (08/07/2021) malam.
Dalam Operasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat yang dilakukan oleh tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.
KAJEN - Dalam rangka implementasi PPKM Darurat 2021, di wilayah Kabupaten Pekalongan dilaksanakan penyekatan secara serentak dan random swab. Hal ini sampaikan Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH saat berada di titik Nol Kajen bersama jajaran Polri/TNI yang bertugas dalam kegiatan penyekatan serentak dan random swab.
Kegiatan vaksinasi Covid-19 ini juga dipantau secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., Kepala Kejari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, S.H.,M.Si., dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwiantoro.
Dalam pantauannya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Kejari Kabupaten Pekalongan yang telah mau menyelenggarakan kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat di hari Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 dan Hari Ulangtahun XXI Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Tahun 202 ini. Menurut Fadia, apabila sinergi semacam ini terus dilakukan, maka besar kemungkinan angka penularan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan akan terus menurun. Untuk itu, Ia berharap masyarakat juga harus siap dan turut aktif untuk mensukseskan kegiatan vaksinasi Covid-19. ‘’Ini merupakan wujud kepedulian kejaksaan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. Hal ini ditunjukan dalam ulangtahunnya pun membuat kegiatan vaksin masal bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’ ungkap Fadia.
Sementara itu , dalam kegiatan vaksinasi tersebut Kepala Kejari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas juga mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik antusias masyarakat yang mau melakukan vaksinasi. Dimana menurut Abun, semula pihaknya hanya menyiapkan 1000 vaksin tetapi setelah didata dari lima kecamatan yang awalnya masing-masing mendapat 200, namun ternyata masih kurang sehingga pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Kodim 0710 Pekalongan. ‘’ Dengan hal tersebut akhirnya kami lakukan koordinasi dengan pak dandim sehingga kita mendapatkan 2000 vaksin. Dan disini kita tampung sejumlah orang yang datang. Nanti sisanya besok langsung disebarkan ke puskesmas-puskesmas di masing-masing wilayah yang ada di Kabupaten Pekalongan,’’ ujar Abun.
Abun juga menuturkan bahwa jumlah total masyarakat yang sudah divaksin sendiri pada hari ini sejumlah 1070 yang berasal dari lima kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. ‘’Mudah-mudahan dengan vaksinasi ini, masyarakat bisa tidak terdampak virus Covid-19,’’ tandasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwiantoro juga mengatakan bahwa untuk vaksinasi di Kabupaten Pekalongan sampai sekarang sudah mencapai 8,9 %, sehingga masih di bawah 10 %. Menurutnya, hal tersebut dikarena adanya peningkatan jumlah sasaran sehingga total akumulasi yang semula sudah sudah 45% kini turun menjadi turun 8,9%. ‘’ Sasaran kita sekarang ada tambahan remaja anak sekolah sebanyak 93.000 ini yang harus kita vaksin. Ini mulai hari Senin depan tanggal 19 Juli 2021,’’ ujar Setiyawan.
Adapun secara akumulatif sendiri, lanjut Setiyawan, dosis pertama vaksin sudah mencapai 66.719, dan untuk dosis kedua mencapai 33.927. Tingkat vaksinasi yang masih rendah tersebut, menurut Setiyawan disebabkan oleh jumlah vaksinnya sendiri yang masih terbatas, sehingga belum sepenuhnya dapat terpenuhi. "Namun kami berupaya untuk memenuhi kebutuhan vaksin itu dengan meminta langsung kepada provinsi jawa tengah,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Kamis, 15 Juli 2021
Acara TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2021 yang diselenggarakan oleh Kodim 0710 Pekalongan ini telah menghasilkan dua pembangunan penting bagi masyarakat Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang, yaitu pembangunan fisik dan non fisik.
Untuk pembangunan fisik sendiri, telah dibangun perbaikan infrastruktur jalan yang rusak di Desa Kutorembet, yang diharapkan dapat membantu kelancaraan aktivitas masyarakat. Serta pembangunan non fisik berupa peningkatan mutu masyarakat berupa kegiatan penyuluhan yang difokuskan untuk menangkal paparan virus Covid-19.
Dalam acara penutupan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengucapkan terimakasih kepada unsur TNI Kodim 0710 Pekalongan yang telah melaksanakan kegiatan TMMD di Desa Kutorembet, yang menurutnya itu adalah suatu bentuk sinergitas TNI untuk membantu pembangunan infrastruktur dan non infrastruktur di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Saya sebagai bupati Pekalongan sangat mengapresiasi sekali dengan kegiatan ini, terimakasih keluarga besar TNI. Karena ini bukan merupakan hal yang biasa kalau menurut saya. Karena saya biasa hidup di kota, saya melihat kebersamaan, saya melihat rasa perduli yang sangat tinggi di sini. Jadi menurut saya ini merupakan suatu hal yang sangat luar biasa,’’ ungkap Bupati Fadia Arafiq.
Fadia menuturkan, bahwa tema TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2021, yang bertemakan ‘Sinergi Membangun Negeri’ ini benar-benar dapat terimplementasi dengan baik di Kabupaten Pekalongan, utamanya yaitu di Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang.
‘’ Membuat jalan ini, kalau kita dari Pemda itu sudah merupakan kewajiban. Tapi kalau dari TNI itu ikut membantu itu merupakan hal yang luar biasa. Jadi saya sangat beterimakasih sekali dan saya berharap kita semua tetap menjaga jalan ini, karena jalan ini Insyaallah dapat bermanfaat bagi Desa Kutorembet,’’ tutur Fadia Arafiq.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, mewakili Dandim 0710 Pekalongan yang berhalangan hadir, Kepala Kasdim 0710/Pekalongan Mayor Inf Raji menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2021 ini memiliki tujuan untuk mensinergikan program antara masing-masing instansi untuk membantu meningkatkan percepatan pembangunan di daerah-daerah sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya.
‘’Kriteria yang ditetapkan sebagai daerah untuk dilaksanakan TMMD Sengkuyung yaitu daerah-daerah pedesaan yang tergolong tertinggal atau miskin, terisolasi, dan yang terdampak akibat bencana alam,’’ucap Kasdim 0710 Pekalongan Suraji.
Suraji juga menuturkan bahwa pihaknya sangat bersyukur kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2021 di Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang dapat terlaksana ditengah polemik nasional yang masih terjadi yaitu pandemi Covid-19.
Menurut Suraji, kegiatan TMMD di Desa Kutorembet telah berhasil melaksanakan dua pembangunan sekaligus pada sektor perbaikan infrastruktur jalan dan peningkatan mutu masyarakat berupa kegiatan penyuluhan. ‘’ Pembangunan non fisik ini dibutuhkan dalam rangka membangun kesadaran masyarakat utamanya dalam menangkal terpaparnya virus Covid-19 sebagai ancaman stabilitas bangsa, dan negara terutama tentang masalahan stabilitas kesehatan nasional,’’ jelasnya.
Pihaknya juga berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan seluruh masyarakat Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang yang telah mau bekerjasama dengan TNI untuk mensukseskan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II TA 2021 ini.
‘’ Pada kesempatan yang baik ini saya menyampakan kepada semua pihak yang telah membantu kegiatan TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2021 di Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan baik secara moril maupun secara materil,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 14 Juli 2021
Kepada Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, Riswadi menyampaikan beberapa hal. Yang pertama tentang oksigen. “ Penambahan ketersediaan oksigen di Rumah Sakit Kraton untuk bisa dipenuhi dan Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak terutama dengan Satgas covid provinsi, katanya akan dikirim dalam waktu dekat. Namun demikian, mohon jadi perhatian karena apapun covid ini bisa sembuh, pertolongan pertama adalah oksigen. Kami khawatir apabila ini terlambat akan terjadi pemaparan yang luar biasa,” ungkap Riswadi dalam rapat tersebut.
Yang kedua, terkait vaksin. Disampaikan Riswadi bahwa yang sudah divaksin secara menyeluruh data de facto penduduk kabupaten Pekalongan adalah hampir 700-an ribu yang ada di kabupaten Pekalongan , vaksin baru yang pertama adalah sekitar 57 ribu. Pihaknya mengajukan permohonan 50 ribu namun dikirim sekitar 2500 dan rencana dalam waktu dekat ini akan dikirim kembali 5 ribu. Ditambahkan pula masyarakat sudah menunggu dan animo masyarakat terhadap vaksin ini bagus. Oleh karena itu dalam forum tersebut Riswadi meminta kabupaten Pekalongan untuk diperhatikan dropping vaksinnya.
Selanjutnya terkait giat PPKM darurat, Riswadi menjelaskan pihaknya bersama Forkopimda terutama Polres, Dandim dan Kejaksaan hampir setiap malam melakukan operasi kepatuhan PPKM darurat dan ini diteruskan di setiap kecamatan. PPKM darurat yang dilakukan yaitu dengan melakukan penyekatan-penyekatan di jalan protokoler dan hasilnya ditindaklanjuti dengan swab random, yang mana hasil swab itu rata-rata hampir disetiap titik adalah 10%. Oleh karena itu Pemkab Pekalongan membuka RSUD di Kesesi untuk isolasi mandiri. Dan yang reaktif langsung dikirim ke RSUD tersebut.
“ Yang keempat adalah obat-obatan terkait vaksin ini hampir di lapangan sudah tidak kami temukan dan sulit untuk memperolehnya. Oleh karena itu mohon dukungan dari Pak Gubernur dan Wagub terkait obat-obat yang terkait covid tersebut,” pinta Riswadi. (Ar-Kominfo)
Senin, 12 Juli 2021
Bupati Fadia yang hadir didampingi Kepala Bappeda Yulian Akbar S Sos .,M.Si dan Kabag Kesra Subagyo mengatakan dirinya sangat senang sekali bisa menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Nurul Aziz pagi itu. “Saya senang sekali bisa hadir di pagi ini di acara peletakan batu pertama pondok pesantren karena ini adalah yang kami tunggu tunggu sebagai pemerintah kabupaten Pekalongan, dimana pendidikan terus berjalan, pendidikan akhlak kepada anak-anak kabupaten Pekalongan juga tetap berjalan, “ ucap Fadia mengawali sambutannya.
Atas nama pemerintah, Fadia menyatakan mendukung dan akan membantu dalam pelaksanaan pembangunan pondok pesantren Nurul Azis. Tidak hanya itu, atas nama pribadi ia juga akan membantu membeli tanah untuk pesantren biar agak lebih besar.
Menyinggung perkembangan kasus covid yang masih tinggi, Bupati Fadia berpesan agar semuanya taat dan mematuhi protokol kesehatan. “ Covid ini di kabupaten Pekalongan istilahnya kalau kita swab masal masih merah. Tapi Hidup harus tetap berjalan dan semua harus tetap berjalan. Ekonomi harus tetap berjalan . Pemkab Pekalongan juga harus mengikuti PPKM darurat seperti instruksi dari pemerintah pusat. Kita semua harus patuhi, apalagi sekarang ada undang-undang barunya, undang undang pidananya,” ungkap Fadia
Fadia juga berharap semua pihak bisa menjaga kesehatan dan bersama sama berupaya agar kabupaten Pekalongan nol covid. “ Saya juga berharap kepada para tokoh masyarakat dalam kesempatan ini, kalau misalnya ada di desanya yang terkena covid harap segera dilaporkan, karena kita juga menyiapkan walaupun rumah sakit sudah penuh, kita sekarang sudah membuka lagi rumah sakit baru di Kesesi dan untuk yang isolasi kita siapkan juga supaya tidak menularkan ke yang lain,” pintanya.
“Sekali lagi saya mendukung dibangunnya pesantren ini, saya akan mensupport baik dari pribadi maupun sebagai bupati, “ pungkasnya. (Ar-Kominfo)
Minggu, 11 Juli 2021
Apel di Pimpin oleh Kapolres Pekalongan AKBP Darno, S.H., S.I.K dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Hadir dalam Apel dan Operasi Gabungan Wakil Ketua DPRD Catur Andriansyah, S.Pd, Kajari Abun Hasbullah Syambas, SH., MH,. Pj. Sekda Budi Santoso, M, Si.
Usai melaksanakan Apel Petugas melakukan random Swab-Antigen pada warga yang melintasi kawasan Bebekan Kedungwuni dan melakukan Operasi pada wilayah kabupaten pekalongan serta melakukan random Swab-Antigen pada warga yang terjaring operasi PPKM.
Dari 132 warga yang terjaring Operasi PPKM dan dilakukan Swab-Antigen terdapat 11 orang yang dinyatakan Positif dan di bawa langsung ke RSUD Kesesi.
Kamis, 8 Juli 2021
Riswadi menyampaikan, bahwa kehadirannya dalam acara tersebut merupakan undangan dari panitia pembangunan Masjid Baiturrohman, untuk memberikan semangat kepada masyarakat setempat dalam membangun masjid supaya dapat segera terealisasi.
‘’Pemerintah itu menjadi pelayan dari masyarakat maka undangan ini kami hadiri. Dengan maksud persatuan kesatruan dan semangat untuk membangun masjid ini yang saya yakini ini hasil dan segala sodakoh serta bantuan dari masyarakat yang saya yakini ini tidak akan selesai di satu sampai dua bulan,’’ ungkap Wakil Bupati Pekalongan Riswadi.
Menurut Riswadi, di tengah situasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih saja berlangsung, menyebabkan hambatan pembangunan di Kabupaten Pekalongan di beberapa sektor, karena banyak anggaran yang harus direfokusing untuk penanggulangan Covid-19. Untuk itu, Ia berharap masyarakat Desa Winduaji, Kecamatan Paninggaran untuk bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk melakukan pembangunan di tengah keterbatasan yang ada.
‘’Dengan membangun ini semoga bisa membangun lain seperti tpq, tk atau infrastruktur yang dirasa mampu silahkan. Karena pemerintah akan bersama-sama dengan masyarakat untuk membangun Kabupaten Pekalongan secara bersama-sama,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kunjungannya kali ini Riswadi juga menegaskan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan juga instruksi PPKM Darurat yang berlangsung dari tanggal 3-20 Juli 2021 guna menekan angka penyebaran kasus Covid-19 yang masih cukup tinggi di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Karena kalau ini disiplin maka Insyaallah corona akan cepat selesai. Jadi, saya mohon untuk disiplin. Dan yang terpapar untuk segera lakukan isolasi mandiri.
Kalau misal isolasi mandiri tidak disiplin, maka bawa ke rumah sakit atau puskesmas yang disediakan oleh pemerintah,’’ tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Riswadi juga berpesan kepada warga masyarakat Desa Winduaji, apabila merasakan gejala Covid-19 untuk segera melakukan isolasi mandiri dan periksa ke faskes setempat supaya dapat memperoleh penanganan sejak dini.
‘’Tolong ini harap dilaksankan dengan baik, karena per hari ini Kabupaten Pekalongan menempati rangking ketujuh dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk angka penularan virus Covid-19,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 7 Juli 2021
“ Kita menyadari kabupaten Pekalongan petanya merah di 19 kecamatan. Setiap hari banyak yang terpapar bahkan meninggal dan urutannya naik dari nomor 17,11 bahkan 7 se-Jawa tengah . Maka ini mengkhawatirkan. Oleh karena itu Satgas covid yang dibentuk dan Instruksi Bupati maka harus melakukan langkah yang preventif yang mana ini harus dilakukan bersama-sama oleh satgas covid,” ucap Wabup di hadapan para anggota Polri/TNI , Rabu (7/7) malam
Selain penyekatan, Riswadi menyampaikan kegiatan malam itu akan dilakukan random swab di suatu titik dan apabila sampel reaktif akan langsung dibawa untuk isolasi di Rumah Sakit Kesesi .
“ Segala sesuatunya sudah dipersiapkan , oleh karena itu hari ini tanggal 7 jelang ke-8. Harapannya, tinggal 13 hari akan turun dan turun. Semua itu dilakukan hanya dengan disiplin dan penegakan yang tegas , “ tegasnya.
Riswadi mengatakan pihaknya selalu mendukung apa yang dilakukan aparat penegak hukum. Jikalau memungkinkan diambil tindakan tegas . Jika memungkinkan, diberikan sanksi . Karena menurutnya PPKM darurat itu adalah sudah tidak bisa ditawar dan sifatnya wajib. “ Oleh karena itu saya terimakasih, untuk pelaksanaannya segera lakukan secara teknis kami serahkan kepada beliau Kapolres di dalam melakukan tindakan ini, titik titik mana yang harus dilakukan penyekatan dan random swab . Dari Dinkes sudah siap untuk melakukan swab dimana tempatnya, jika reaktif, kita bawa ke RSUD di kec amatan Kesesi,” lanjutnya.
Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Darno SH.,SIK menjelaskan pihaknya akan melakukan peningkatan untuk kegiatan kaitannya PPKM darurat. “ Kalau kemarin sudah selalu kita himbau, untuk saat ini berarti kita harus beri sanksi ataupun tindakan. Saya terimakasih dari rekan-rekan TNI dan pemda yang telah mensuport, termasuk dari kejaksaan dan DPRD,” ungkap AKBP Darno
Kapolres mengatakan dari 15 Polsek, masing masing sudah berada di titik titik dimana keramaian terjadi di wilayahnya. Contohnya di Karanganyar dan Kedungwuni, kemudian di i Podo, Surabayan, Tugu duren, Bojong dan sebagainya, aparat sudah stanby dan akan melakukan penyekatan secara serentak.
“ Situasi yang kita hadapi saat ini adalah bukan baik-baik saja. Oleh karenanya ya tetep humanis dalam melaksanakan tugas, tetap kita sampaikan dan saya minta diberi sanksi dalam artian ditegur keras, tidak boleh adanya kursi atau tempat duduk, ya kita harus laksanakan. Kalau besoknya masih seperti itu, berarti nanti dari kejaksaan dan kepolisian serta pengadilan akan memberikan penegakan hukum terhadap yang punya tempat. Itu akan kita laksanakan besok. Hari ini kita lakukan teguran keras .” terang Kapolres
Selanjutnya , disampaikan pula adanya random sampling.Pihak kepolisian telah menyiapkan tenda , dan dari Dinkes akan melaksanakan rapid tes. “ Kalau ada yaang lewat nanti akan kita berhentikan dan kita cek seperti apa kesehatan mereka . Jangan sampai yang kesana kemari ini ternyata OTG, yang akhirnya akan menyebar dan terus menyebar,” ucap Kapolres
Berdasarkan data dari Dinas kesehatan , dari 203 sampling terdapat 18 orang positif covid dan langsung dibawa ke RS Kesesi untuk menjalani isolasi. (Ar-Kominfo)
Rabu, 7 Juli 2021
Target vaksinasi tersebut akan diselesaikan hingga 31 Desember 2021. Target meliputi Tahap I diberikan terhadap tenaga kesehatan sebanyak 2.814 orang, tahap II terhadap petugas pelayanan publik sebanyak 70.528 orang dan lansia (usia ≥ 60 tahun) sebanyak 65.213 orang. Tahap III, diberikan kepada masyarakat rentan dan umum sebanyak 507.634 orang. Selain itu, target vaksin gotong royong sebanyak 15.000.000.
Sementara itu, populasi vaksinasi hingga 3 Juli 2021, Tahap I, untuk SDM Kesehatan yakni sebanyak 3.283 orang, Tahap II lansia sebanyak 97.221 orang, petugas publik 46.161 orang, Tahap III yakni masyarakat rentan dan umum sebanyak 15.695 orang dan remaja 2 orang Sehingga, total populasi vaksin sebanyak 162.362 orang dan vaksin gotong-royong sebanyak 11 orang.
Demikian data Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes melalui Kasi Surveilans dan Imunisasi, Casmudi S.Kep, MM, baru-baru ini. “Kami optimistis target vaksinasi tersebut tercapai, namun tetap tergantung pada ketersediaan vaksin,” ujarnya. Ditambahkan, sampai sekarang tidak ada kendala dalam pengiriman vaksin.
Jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Semester II Tahun 2020 sebanyak 966.418 orang.
Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dimulai pada tanggal 25 Januari 2021 di UPTD Puskesmas Kesesi. Vaksin pertama diterima Bupati dan Forkompinda, Ketua MUI, FKUB, KNPI, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Pencanangan vaksin menandai dimulainya Vaksinasi Tahap I bagi tenaga kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan.Vaksin dosis ke-2 diberikan 14 hari kemudian.
Casmudi menjelaskan, sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/4/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Corona Virus Diease 2019 (Covid-19), sasaran pemberian vaksin sudah ditentukan antara lain dengan prioritas sebagai berikut:
Casmudi menegaskan, vaksin diberikan secara gratis, namun ketersediaan vaksin saat ini masih belum cukup untuk semua lapisan masyarakat, sehingga target vaksinasi belum bisa mencakup seluruh lapisan masyarakat, sehingga diberikakan dengan prioritas sebagaimana sudah disampaikan sebelumnya “Masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi di tempat pelayanan vaksinasi yaitu pada sarana kesehatan, seperti Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik. Walaupun secara masal diselenggarakan di luar sarana kesehatan dan caranya sasaran akan dihubungi petugas melalui surat panggilan / pemberitahuan,” terang Casmudi.
Lebih lanjut dikatakan, sampai saat ini belum ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasai (KIPI) yang serius yaitu derajat sedang sampai serius, sebagian kecil ada KIPI ringan seperti, mual muntah, pusing, merasa pegel lengan yang disuntik, dan akan hilang / sembuh dalam 24 jam.
“Dalam pelaksanaan vaksinasi di dalam Gedung maupun di luar Gedung fasilitas kesehatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) disiapkan emergency kit (obat dan alat) untuk penanganan KIPI, penanganan KIPI akan dilakukan sesuai derajatnya, juga disiagakan alat tranpostasi berupa ambulance yang siap untuk merujuk kerumah sakit apabila ada KIPI serius,” jelasnya.
Disebutkan, ada beberapa alasan sehingga seseorang tidak bisa divaksin, antara lain:
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Indonesia, Prof Wiku Adisasmito seperti diberitakan halaman www. mengatakan, Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19.
Pemerintah juga terus memastikan bahwa program vaksinasi terus berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat terlindungi. Karenanya pemerintah terus mencukupi kebutuhan vaksin melalui skema kerjasama dengan sejumlah negara di dunia. Juga membuka peluang bagi pihak swasta untuk berpartisipasi dalam program Vaksin Gotong Royong. *) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda pada Dinkominfo Kab.Pekalongan.
Rabu, 7 Juli 2021