KAJEN - Staf Ahli Gubernur Jateng Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Budi Santoso, M.Si, ditunjuk Gubernur Jawa Tengah menjadi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan dilakukan oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq SE, MM, di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/7).
Bupati Pekalongan dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Budi Santoso sebagai Penjabat Sekda Kabupaten Pekalongan. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan akan menjabat selama 3 (tiga) bulan hingga dilantiknya Sekretaris Daerah Definitif. “Besar harapan saya sebelum masa tugas berakhir, kita sudah mendapatkan pejabat tinggi pratama sekretaris daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tutur Fadia Arafiq.
Menyusul diberlakukannya PPKM Darurat di Jawadan Bali, tak terkecuali di Kabupaten Pekalongan, pihaknya sudah mengeluarkan instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2021 ttg PPKM Darurat di Kabupaten Pekalongan. Bupati berharap, Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya masuk zona merah menjadi zona hijau.
Selain itu, dengan adanya pergantian Bupati dan Wakil Bupati yang baru, ada hal-hal yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu, pihaknya berencana melakukan penataan Struktur Organisasi dan Tata Laksana di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Penjabat Sekda Kabupaten Pekalongan dihadiri Wakil Bupati , unsur Forkompinda Kabupaten Pekalongan, para Staf Ahli Sekda dan sejumlah Kepala OPD terkait. Kegiatan diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiarkan melalui channel YouTube Pemkab Pekalongan.*) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda Dinkominfo Kab. Pekalongan
Rabu, 7 Juli 2021
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan, H. Riswadi, SH, Selasa (06/07) bersama jajaran Forkopinda Kab. Pekalongan, diantaranya Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan, S.IP, Kapolres Pekalongan, AKBP Darno, SH. S.IK, Kasat intel Kejari Adi Chandra, Asisten Pemerintahan dan KesraTotok Budi Mulyanto, serta perwakilan dari Dinkes dan BPBD Kab. Pekalongan, bertemu secara langsung dengan perwakilan PT. Sandana Istana Multigas yang berlokasi di Batang guna memastikan ketersediaan stock oksigen bagi Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kab. Pekalongan.
KAJEN – Menanggapi permasalahan tentang kelangkaan oksigen di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, Pemkab susun langkah strategis untuk penanganan. Dikatakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.M.M., saat memimpin acara Rapat Pemantauan Situasi Terkini Perkembangan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, pada siang ini, Selasa (6/7/2021) yang diselenggarakan di Ruang Rapat Bupati, bahwa pihaknya akan segera membentuk satgas oksigen yang akan bertugas untuk melakukan pemantauan dan memastikan seluruh persediaan oksigen di rumah sakit, maupun puskesmas tidak mengalami kekurangan.
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan, H. Riswadi SH mengatakan bahwa Ia bersama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq , S.E.,M.M., akan fokuskan pembangunan di Kabupaten Pekalongan pada tiga bidang fundamental yaitu pembangunan infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., saat ditemui kemarin, Kamis (1/7/2021) pada acara Pindahan rumah dinas wakil bupati Pekalongan.
Dimana pada hari ini, Rabu (7/7/2021), Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., telah mengikuti wawancara dan melakukan presentasi pemaparan aplikasi Kudu Sekolah dihadapan dewan juri KIPP SINOVIK 2021, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati.
Kepada dewan juri, Fadia menyampaikan bahwa aplikasi Kudu Sekolah merupakan salah satu bentuk inovasi Kabupaten Pekalongan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan semua anak usia sekolah di Kabupaten Pekalongan dapat mengenyam pendidikan sebaik mungkin.
Karena menurutnya, aplikasi Kudu Sekolah merupakan salah inovasi pelayanan publik dari Pemerintah Kabupaten pekalongan yang berbasis e-goverment dengan dasar web dan android sehingga diharapkan dengan hal tersebut masyarakat bisa lebih mudah mengakses dan juga bisa langsung mendownload melalui playstore.
‘’ Kami meyakini aplikasi Kudu Sekolah ini merupakan aplikasi yang komplit. Karena kita disini juga sudah ada situsnya, dan saya rasa ini memang aplikasi yang sangat bagus dan akan menangani permasalahan ATS yang meliputi pendataan, reformasi dan monitoring evaluasi,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia menambahkan, bahwa aplikasi Kudu Sekolah ini sangat layak masuk top 45 KIPP SINOVIK 2021 karena memiliki berbagai manfaat yang besar. Diantaranya adalah mampu mengintegrasikan berbagai sumber data ATS dan masyarakat dapat berpartisipasi untuk mengusulkan data ATS secara langsung, serta keunggulan lainnya.
‘’Aplikasi ini bekerja mulai dari pengelolaan sumber data dan usulan masyarakat. Setiap 6 bulan sekali kita akan melakukan monitoring terhadap anak-anak tersebut apakah masih sekolah apakah sudah putus sekolah kembali,’’ tandasnya.
Selain itu, dalam pemaparannya kali ini tentang aplikasi Kudu Sekolah, Fadia juga mengatakan bahwa semenjak awal diluncurkan pada bulan Mei 2019, aplikasi Kudu Sekolah ini sudah berhasil memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan di Kabupaten Pekalongan yaitu mampu melakukan penambahan sekolah dan guru pendamping sekolah secara signifikan.
‘’Inovasi ini telah kita jamin dengan terbitnya 3 Perbup penting ini dan tersediaannya buku panduan dan tutorial aplikasi termasuk tenaga operator yang telah dilatih diseluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Pekalongan,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 7 Juli 2021
Diungkapkan Wabup bahwa langkah tersebut diambil sebagai upaya antisipasi naiknya jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Pekalongan yang terpantau naik secara signifikan, Pemkab Pekalongan juga akan segera membuka ruang isolasi bagi pasien Covid 19 di setiap Puskesmas Rawat Inap dan di Rumah Sakit Kesesi dengan jumlah bed lebih kurang 50. “Oleh karena itu kami dengan jajaran Forkopinda hadir di PT. Sandana Istana Multigas uktuk memastikan ketersediaan oksigen,agar masyarakat yang terpapar covid mendapatkan oksigen, dan Alhamdulillah untuk Kab. Pekalongan ready,stock terjaga dan siap kirim sesuai kebutuhan ”terang Riswadi.
Dijelaskan oleh Wabup, Pemkab Pekalongan akan segera membentuk Satgas Oksigen yang bertugas memantau ketersedian dan distribusi oksigen dari PT. Sandana Istana Multigas ke Faskes di seluruh Kab. Pekalongan. Saat ini kebutuhan oksigen di Kab. Pekalongan perhari adalah 1.800 m3 dan tidak menutup kemungkinan kebutuhan tersebut akan terus naik, namun Riswadi optimis angka Covid 19 di Kab. Pekalongan akan terus turun kalau semuanya bergerak. Riswadi juga menegaskan bahwa pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari jajaran Forkopinda. “ Kami terus saling bahu membahu bekerjasama untuk mengimplementasikan PPKM darurat ini,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Filling Station PT. Sandana Istana Multigas, Dona Galih Permana menegaskan bahwa stock oksigen untuk wilayah Pekalongan –Batang aman. Dijelaskan oleh Galih bahwa pihaknya memang belum mendapatkan pasokan liquid, namun sudah mendaparkan source dari cabang Tegal, dan sudah menyiapkan sentralisasi filling pengisian. “ Jadi kalau di Batang kosong, kami akan langsung mengisikan keTegal, sehingga stock tidak akan pernah putus dan selalu tersedia,” ujarnya.
Dijelaskan Galih, stock oksigen di Kab. Pekalongan sampai dengan hari ini masih bisa dipenuhi dengan kuota maksimal, dimana kuota maksimal produksi dibagikan PT. Sandana Istana Multigas sesuai kebutuhan kesemua Faskes yang membutuhkan, sehingga Faskes tidak sampai kehabisan oksigen. Sampai saat ini meski permintaan terus naik dari 2.000 Ton perhari menjadi 5.000 Ton perhari namun PT.Sandana Istana Multigas masih bisa memenuhi. (dian’s)
Selasa, 6 Juli 2021
‘’Segera akan saya usulkan untuk pembentukan satgas khusus oksigen, yang mereka keliling setiap RSUD, setiap instansi maupun puskesmas yang akan kami buka dalam rangka isolasi pasien Covid-19 Kabupaten Pekalongan,’’ ujar Fadia.
Menurut Fadia, permasalahan kelangkaan oksigen ini harus segera diatasi karena permasalahan ini sangat urgent yang berkaitan dengan nyawa masyarakat. ‘’Karena oksigen menurut medis adalah pertolongan pertama terhadap pertolongan pasien Covid-19,’’ ungkapnya.
Kelangkaan oksigen yang saat ini terjadi di beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 seperti RSUD Keraton dan RSUD Kajen disebabkan oleh membeludaknya pasien Covid-19 yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sehingga saat ini, oksigen merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit-rumah sakit yang menangani pasien Covid-19.
Dan dikonfrimasi langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam rapat tersebut, bahwa akar permasalahannya selain membeludaknya pasien Covid-19, juga disebabkan oleh rumah sakit-rumah sakit besar rujukan Covid-19 yang ada di Kabupaten Pekalongan tidak memiliki tabung oksigen sentral. Sehingga oksigen tersebut harus mengambil dahulu dari suplier.
Untuk itu, Fadia mengatakan bahwa pihaknya akan memperbanyak tabung oksigen supaya pengambilan oksigen dari suplier bisa lebih cepat. ‘’ Kalo gitu tabung oksigen memang harus diperbanyak karena di masing-masing rumah sakit belum ada tabung oksigen sentral, sehingga tidak boleh ngambil oksigen terlambat, dan itu dapat membahayakan pasien,’’ jelasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., mengatakan bahwa dalam situasi yang serba genting seperti saat ini, Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dan Forkopimda untuk bersinergi dalam penekanan kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, sehingga menurutnya permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan Covid-19 tidak terjadi lagi.
‘’ Saya minta tolong kepada TNI dan Polri untuk mengetatkan kedisiplinan. Oleh karena itu silahkan melakukan pengetatan kedisiplinan yang penting tidak meninggalkan norma Kabupaten Pekalongan, karena kalau langsung ditutup semua juga tidak baik, jadi harus step by step,’’ ungkap Riswadi.
Selain itu, dalam rapat pemantauan Covid-19 tersebut, Kajari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, S.H.,M.Si., yang juga turut hadir mengatakan bahwa pihaknya siap bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dan untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan yang timbul dari adanya wabah Covid-19.
‘’ Tapi pada prinsipnya saya sebagai kepala kejaksaan dan memang peritntah dari pimpinan bahwa sinergitas apa saja yang diperlukan untuk menanggulangi masalah Covid-19 kami siap membantu,’’ ujar Kajari. (Lus-Kominfo)
Selasa, 6 Juli 2021
“Kita sudah menyiapkan lagi 1 Puskesmas rawat inap yang sebenarnya sudah bisa dinaikkan menjadi Rumah Sakit karena kapasitasnya yang besar . Kita sudah rapatkan hari ini untuk menambah tempat tidur dan membuat instalasi sendiri untuk oksigen sehingga oksigennya secara sentral . mengingat saat ini masih susah untuk mendapatkan oksigen. Jadi persiapan kita bener-bener matang untuk menangani covid ini,” ungkap Fadia saat meninjau Puskeskas Kesesi I
Fadia menjelaskan bahwa di Puskesmas Kesesi I saat ini ada 45 bed (tempat tidur) dan kemungkinan akan ditambah lagi. Selain tu semua yang diperlukan sudah disiapkan, termasuk tenaga kesehatan (nakes).
“Semua Rumah Sakit, RS Kajen, RS Kraton, RS Kesesi dan RSDC kita tambahkan nakes dan semua kebutuhan yang diperlukan kita siapkan,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala RSUD Kesesi dr. Ryan Ardanaputra memaparkan Puskesmas Kesesi I sudah siap dijadikan rujukan covid ringan karena bangunannya yang sudah standar Rumah Sakit dengan kapasitas 75 bed, namun yang akan difungsikan sekitar 45 bed dahulu untuk penanganan covid dan sisanya untuk penanganan pasien umum.
Terkait kekurangan, dr Ryan mengakui ada kekurangan suplai oksigen dan rencananya akan diadakan penggunaan oksigen sentral karena jalur oksigen sentralnya sudah dibuat.Selain itu juga kebutuhan nakes medis paramedis juga masih kekurangan.
“ Kebutuhan pastinya sekitar 50 lebih dari berbagai macam profesi, baik dokter,perawat, cleaning service, supir, pemulasaraan jenazah, apoteker maupun gizi, “ paparnya.(Ar-Kominfo)
Selasa, 6 Juli 2021
Ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan mendukung penuh kegiatan vaksinasi secara masif kepada para karyawan pabrik yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk mencegah penularan virus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan yang cukup tinggi.
‘’Ya semua alhamdulilah berjalan dengan baik, dan pabrik-pabrik ini kita memang adakan vaksin yang bekerjasama dengan kodim,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat melakukan moitoring kegiatan vaksinasi di PT.Pismatek Buaran, siang ini, Senin (5/7/2021).
Menurut Bupati Pekalongan, kegiatan vaksinasi kepada karyawan pabrik bertujuan supaya perekonomian di Kabupaten Pekalongan masih tetap berjalan walaupun sekarang masih dalam masa penerapan PPKM Darurat.
‘’ Karena supaya mereka bisa tetap kerja dan ekonomi masih tetap bisa jalan. Karena mereka kan yang bekerja ini tulang punggung keluarga semua ya. Oleh karena itu benar-benar kita perhatikan,’’ jelasnya.
Fadia juga menghimbau kepada karyawan pabrik yang belum pernah terkena virus Covid-19 dan yang sudah sembuh dari Covid-19 selama tiga bulan untuk tidak berbohong kepada petugas vaksinasi supaya vaksin bisa berjalan dengan lancar.
‘’Demi kelancaran kegiatan vaksinasi ini, saya berharap para karyawan jujur kepada petugas kesehatan,’’ ungkapnya.
Adapun untuk kegiatan vaksinasi kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, Fadia menuturkan bahwa pihaknya telah memberikan vaksin ke puskesmas - puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan. Untuk itu, Fadia berharap masyarakat bisa berperan aktif untuk segera melakukan vaksinasi.
‘’Seperti yang sudah saya katakan tadi, bahwa vaksin sudah tersedia di masing-masing puskesmas. Jadi, ayo masyarakat Kabupaten Pekalongan jangan ragu untuk melakukan vaksin,’’ tuturnya.
Fadia juga berpesan kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan tubuh supaya bisa terhindar dari penularan virus Covid-19. ‘’Tetap patuhi protokol kesehatan dan jangan lupa jaga kesehatan,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 5 Juli 2021
Dari hasil kunjungannya, masyarakat yang ditemui sebagian besar telah menegakkan prokes memakai masker dan telah tersedia fasilitas cuci tangan di area pasar.
" Bapak ibu ayo kita jaga prokes bersama , saat ini pandemi sedang naik penularannya hingga rumah sakit penuh, oleh karenanya hendaknya dimulai dari diri kita agar tetep terjaga kesehatannya" ungkap Ibu Bupati saat memberikan nasehat para pedagang.
Selanjutnya saat meninjau persiapan pemanfaatan pasar Kedungwuni yang rencananya setelah Fasumnya selesai, Bupati menilai bahwa penataan pasar sudah bagus karena diatur dengan konsep zonasi.
“ Pasar yang baru ini sudah bagus, semua ada konsepnya masing-masing, tidak bertumpuk jadi satu . Setiap blok punya jualan khusus, contoh khusus bengkel, peralatan rumah tangga, supaya semua ada zonasinya masing-masing sehingga tidak tercampur aduk. Jadi orang kalau mau belanja tahu, tempat ikan-ikan sebelah sana, mungkin yang perabotan sebelah sini, jadi memang sudah diatur dengan baik, “ ujar Fadia disela-sela kunjungannya.
Mengenai proiritas pedagang, Fadia menegaskan pedagang lama yang telah terdaftar dan telah mempunyai KTP (Kartu Tanda Pemakai) yang diprioritaskan mendapatkan kios. “ Kita utamakan pedagang lama dulu dan pedagang lama itu akan diverifikasi ulang lagi apakah dia mempunyai KTP yang kemarin sudah terdaftar dan ada 1 KTP mempunyai 16 kios itu kita cek dan masih kita revisi,” tambah Fadia.
Direncanakan, pasar Kedungwuni tersebut akan resmi dibuka akhir tahun ini setelah semua fasilias umumnya terpenuhi.
Senada dengan Bupati, Wabup Riswadi SH menambahkan pembangunan infrastruktur pasar sudah selesai, hanya menunggu eksekusi fasilitas umumnya. Dan ia memastikan setelah nanti mendapat rekomendasi dari BPK maka pasar Kedungwuni akan segera ditempati oleh pedagang.
Riswadi menuturkan, harapannya infrastruktur yang dibangun tersebut bermanfaat dan segera bisa digunakan supaya ekonomi bisa tetap berjalan sambil memecahkan segala permasalahan yang ada.
“ Karena pasar ini terbesar di kabupaten Pekalongan dan pasar ini berada di tengah-tengah kerumunan masyarakat Kedungwuni. Oleh karena itu kami hadir untuk melakukan observasi lapangan yang segera akan dibentuk format aturan yang kiranya bisa dilaksanakan semua pihak,” tandas Riswadi. (Ar-Kominfo)
Senin, 5 Juli 2021
Riswadi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berprinsip akan mendukung jalannya pemberlakuan PPKM Darurat di Kabupaten Pekalongan dengan aturan-aturan serta batasan yang telah ada dalam intruksi PPKM Darurat dari pemerintah pusat tersebut.
Oleh karena itu, terhitung sejak esok tanggal 3-20 Juli 2021 di Kabupaten Pekalongan area public yang berpotensi menimbulkan kerumunan masyarakat akan ditutup. ‘’Dengan adanya PPKM Darurat tersebut, maka untuk tempat ibadah dan objek wisata sementara akan ditutup terlebih dahulu,’’ kata Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H.
Sementara itu, lanjut Riswadi, untuk tempat-tempat umum lain seperti restoran, warung tradisional, dan toko modern akan tetap dibuka namun dengan adanya pembatasan pengunjung. ‘’ Toko modern, warung tradisional sudah diatur maksimal buka hanya sampai jam 8 malam. Dan untuk restoran maksimal hanya boleh menampung 50% pengunjung dari kuota biasanya. Jadi tidak boleh ada kerumunan sama sekali,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, Riswadi mengungkapkan bahwa untuk mensukseskan tersebut, pihaknya juga menginstruksikan seluruh ASN dan dinas-dinas vertical yang ada di lingkungan pemerintah Kabupaten Pekalongan harus bisa memberikan contoh kepada masyarakat untuk mematuhi peraturan yang ada dalam PPKM Darurat tersebut. ‘’ASN dan instansi vertical itu sebagai pemberi tauladan bagi masyarakat,’’ tuturnya.
Oleh karena itu, Ia berharap Semua instansi terkait segera menindaklanjuti untuk menjalankan instruksi PPKM Darurat tersebut. ‘’ koordinasi yang tepat harus dilakukan untuk menyatukan langkah di dalam menyikapi PPKM Darurat yang sudah tidak bisa lagi ditawar karena ini sifatnya wajib,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra Hj. Hindun, M.H menuturkan, guna menindaklanjuti adanya PPKM darurat, maka aturan tersebut harus diturunkan menjadi regulasi yang lebih jelas yang nantinya disampaikan pemkab kepada masyarakat. “tentunya dengan mendasari Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah dan Intruksi Mendagri yang nantinya diturunkan menjadi SE atau Intruksi Bupati Pekalongan,” katanya.
Dirinya mengingatkan, agar aturan tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Selain itu juga ada aturan yang jelas supaya dapat efektif diterapkan. “bagaimana aturan diperkantoran, harus jelas supaya mereka enak saat bekerja. Juga pembatasan aktivitas masyarakat seperti car free day dan pusat keramaian di Gemek harus diatur, tentunya dengan melibatkan TNI dan Polri,” pintanya. (Lus-Kominfo)
Jumat, 2 Juli 2021
‘’ Ini akan kami upayakan dalam kinerja kita dengan semaksimal mungkin tentunya. Oleh karena itu kami mohon doa dan dukungannya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, semoga kami mampu melaksanakan prinsip hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin,’’ ungkap Wakil Bupati Pekalongan Riswadi.
Diungkapkan Riswadi, alasan pihaknya menitik beratkan pembangunan pada aspek infrastruktur, kesehatan dan pendidikan, disebabkan karena Ia menyadari bahwa masa kerjanya menjadi wakil bupati Pekalongan hanya 3,5 tahun. Untuk itu, Ia mengatakan, bahwa pihaknya akan memfokuskan pembangunan pada sektor yang dianggapnya lebih prioritas terlebih dahulu.
Sehingga dengan hal tersebut, lanjut Riswadi, Ia bersama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dapat mewujudkan visi misinya untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi lebih maju, sejahtera, adil dan merata dengan budaya gotong royong.
Untuk itu, pihaknya berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa ikut serta memberikan pengawalan, bimbingan dan aspirasinya kepada pemerintah supaya visi misi kinerjanya dapat tercapai.
‘’ Mari bersama-sama untuk ikut mengawal kebijakan sesuai visi misi kami menuju masyarakat Kabupaten Pekalongan yang lebih maju, sejahtera, adil dan merata serta berbudaya gotong royong,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam acara Pindahan Wakil Bupati ke rumah dinas tersebut, Riswadi juga menuturkan bahwa, rumah dinas wakil bupati yang Ia tempati saat ini akan dibuka selebar-lebarnya untuk masyarakat yang akan memberikan aspirasinya. Untuk itu, Ia berpesan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk jangan sungkan-sungkan apabila ingin berkunjung.
‘ Pintu komunikasi dan pintu aspirasi akan saya buka selebar-lebarnya. Karena ini rumah dinas juga bisa disebut rumah rakyat. Rekan-rekan semua jika ingin berkunjung kesini jangan sungkan-sungkan. Karena saya bisa menjabat sebagai wakil bupati Pekalongan itu karena berkat rekan-rekan semuanya,’’ tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pekalongan Riswadi juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq untuk membangun Kabupaten Pekalongan beberapa tahun kedepan.
‘’Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih kepada semuanya dan ayo bersama-sama mebangun Kabupaten Pekalongan ke arah yang lebih baik lagi,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Kamis, 1 Juli 2021