KAJEN – Hari pertama tugas sebagai Bupati Fadia Arafiq, S.E.,M.M dan Wakil Bupati H. Riswadi, S.H., langsung adakan Rapat Dinas Pemkab Tahun 2021 yang dilaksanakan pada siang ini, Selasa (29/6/2021) di lantai 1 Aula Setda Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan yaitu Fadia Arafiq, S.E.,M.M., Selain itu turut hadir diantaranya adalah Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Plh.Sekda Kabupaten Pekalongan beserta para Staf Ahli Bupati dan juga seluruh Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Pekalongan.
Dalam rapat tersebut Bupati Fadia menyampaikan bahwa Ia dan wakilnya akan bekerja dengan sebaik mungkin dalam 3,5 tahun kedepan dan fokus membangun Kabupaten Pekalongan untuk maju ke arah yang lebih baik, adil, sejahtera dan merata.
Untuk itu, Ia berharap seluruh Kepala OPD dan ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat bersatu untuk bekerjasama dengan baik supaya visi misi membangun Kabupaten Pekalongan dapat tercapai.
‘’ Saya juga minta untuk seluruh kepala dinas juga seluruh ASN untuk satu komando, satu suara dan tidak terpecah-pecah,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, Bupati Fadia juga mengatakan bahwa dirinya dan Wakil Bupati Pekalongan yaitu H. Riswadi, S.H., memiliki prinsip yang kurang lebihnya sama yaitu untuk menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi di Kabupaten Pekalongan di masa pandemi saat ini dengan secara kekeluargaan. Sehingga dengan hal tersebut, lanjut Bupati Fadia, permasalahan tersebut dapat dientaskan dengan baik dan tetap saling menghargai.
‘’Saya dan Pak Riswadi ini memiliki prinsip yang kurang lebihnya itu sama, banyak sekarang jadi biasanya ada bupati atau walikota itu suka marah-marah saat menghadapi suatu permasalahan, tetapi saya dengan beliau berprinsip akan kami tanggapi secara kekeluargaan yang baik,’’ terangnya.
Selain itu, Bupati Fadia juga menegaskan dalam rapat tersebut, bahwa masing-masing dinas yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan harus bisa membuat program-program yang jelas, baik dan bermanfaat secara langsung kepada masyarakat. ‘’ Jadi saya mau kalau membuat program harus benar-benar bagus, serta benar-benar yang bermanfaat. Karena kalau tidak jelas arah dan tujuannya saya tidak akan memberikan anggaran dan saya berani berbuat seperti itu karena saya tidak mau ngecer-ngecer anggaran yang akhirnya tidak jadi apa-apa. Jadi itu harap untuk ditekankan,’’ tegasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., juga mengatakan bahwa dengan adanya acara Rapat Dinas ini, semua pihak yang terlibat di pemerintahan dapat dengan bersungguh-sungguh untuk mensukseskan pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sehingga, ungkap Riswadi, tujuan puncak dari pembangunan yaitu kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat terwujud.
‘’ Saya menyadari, Kami meiliki waktu yang pendek, dimana masa kerja kita hanyalah 3,5 tahun saja. Oleh karena itu kami memohon bantuan kerjasamanya yang baik di dalam mengimplementasikan visi misi kami yang bekerja dalam situasi sulit seperti saat ini,’’ kata Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H.
(Lusi Rismawati) menyelenggarakan acara Rapat Dinas Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2021, yang dilaksanakan pada siang ini, Selasa (29/6/2021) di lantai 1 Aula Setda Kabupaten Pekalongan.
Dimana Acara Rapat Dinas tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan yaitu Fadia Arafiq, S.E.,M.M.,. Selain itu turut hadir diantaranya adalah Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Plh.Sekda Kabupaten Pekalongan beserta para Staf Ahli Bupati dan juga seluruh Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten Pekalongan.
Dalam rapat tersebut Bupati Fadia menyampaikan bahwa Ia dan wakilnya akan bekerja dengan sebaik mungkin dalam 3,5 tahun kedepan dan fokus membangun Kabupaten Pekalongan untuk maju ke arah yang lebih baik, adil, sejahtera dan merata.
Untuk itu, Ia berharap seluruh Kepala OPD dan ASN yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat bersatu untuk bekerjasama dengan baik supaya visi misi membangun Kabupaten Pekalongan dapat tercapai.
‘’ Saya juga minta untuk seluruh kepala dinas juga seluruh ASN untuk satu komando, satu suara dan tidak terpecah-pecah,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, Bupati Fadia juga mengatakan bahwa dirinya dan Wakil Bupati Pekalongan yaitu H. Riswadi, S.H., memiliki prinsip yang kurang lebihnya sama yaitu untuk menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi di Kabupaten Pekalongan di masa pandemi saat ini dengan secara kekeluargaan. Sehingga dengan hal tersebut, lanjut Bupati Fadia, permasalahan tersebut dapat dientaskan dengan baik dan tetap saling menghargai.
‘’Saya dan Pak Riswadi ini memiliki prinsip yang kurang lebihnya itu sama, banyak sekarang jadi biasanya ada bupati atau walikota itu suka marah-marah saat menghadapi suatu permasalahan, tetapi saya dengan beliau berprinsip akan kami tanggapi secara kekeluargaan yang baik,’’ terangnya.
Selain itu, Bupati Fadia juga menegaskan dalam rapat tersebut, bahwa masing-masing dinas yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan harus bisa membuat program-program yang jelas, baik dan bermanfaat secara langsung kepada masyarakat. ‘’ Jadi saya mau kalau membuat program harus benar-benar bagus, serta benar-benar yang bermanfaat. Karena jika tidak jelas arah dan tujuannya saya tidak akan memberikan anggaran dan saya berani berbuat seperti itu karena saya tidak mau menghamburkan anggaran yang akhirnya mubbazir. Jadi itu harap untuk diperhatikan OPD ,’’ tegasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., mengatakan bahwa dengan adanya acara Rapat Dinas ini, semua pihak yang terlibat di pemerintahan dapat dengan bersungguh-sungguh untuk mensukseskan pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sehingga, ungkap Riswadi, tujuan puncak dari pembangunan yaitu kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat terwujud.
‘’ Saya menyadari, Kami meiliki waktu yang pendek, dimana masa kerja kita hanyalah 3,5 tahun saja. Oleh karena itu kami memohon bantuan kerjasamanya yang baik di dalam mengimplementasikan visi misi kami yang bekerja dalam situasi sulit seperti saat ini,’’ kata Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H. (Lus-Kominfo)
Selasa, 29 Juni 2021
KAJEN - Memperingati acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 28 tahun 2021, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dan Wakil Bupati H Riswadi SH mengikuti acara tersebut secara virtual dari Ruang Rapat Bupati, Selasa (29/06) pagi. Bupati dan wakil bupati didampingi Plh Sekda M Yulian Akbar S.Sos.,M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto,SE, Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwi Antoro, SKM, Plt Kepala Dinas PMD P3A PPKB serta Sekdin Bappeda dan Litbang. Hadir pula ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan periode 2021-2026 Widi Riswadi. Acara puncak peringatan Harganas ke 28 tahun 2021 ini juga dihadiri para menteri kabinet Indonesia maju, kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional / BKKBN beserta jajaran (pusat/daerah), para gubernur, bupati/walikota, para mitra BKKBN dan segenap penggerak kampung KB di seluruh Indonesia.
KAJEN – Fadia Arafiq – Riswadi resmi menjadi Bupati - Wakil Bupati Pekalongan setelah diambil sumpahnya dan dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Minggu (27/6/2021) pagi. Pelantikan dihadiri undangan terbatas dan disiarkan secara live streaming melalui channel You Tube Pemprov Jawa Tengah.
KAJEN - Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan terpilih periode 2021 – 2026, Fadia Arafiq, SE, M.M dan H. Riswadi, SH, hari ini Minggu ( 27/ 06 ) resmi dilantik oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP.
Pelantikan dilaksanakan secara langsung di Gedung Gradika Bhakti Praja Semarang dengan protokol kesehatan yang ketat, dan disiarkan secara langsung di kanal media sosial milik Pemprov. Jateng, Youtube dan facebook serta Radio Kota Santri. Acara ini juga disaksikan secara virtual oleh DPRD Kabupaten Pekalongan, Muspida, serta para kepala OPD dilingkungan Pemkab. Pekalongan.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelantikan Ketua TP PKK Kab. Pekalongan, yaitu Ibu Widi Roati Riswadi dan Ketua Dekranada Kab. Pekalongan, Bapak Mukhtaruddin Ashraff Abu oleh Ketua TP PKK Prov. Jawa Tengan sekaligus Ketua Dekranasda Prov. Jawa Tengah, Ibu Hj. Atiqoh Ganjar Pranowo.
KAJEN - Pemkab akan terus mendorong upaya target pencapaian vaksinasi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Hal ini disampaikan Plh Sekda M Yulian Akbar S Sos.,M.Si disela-sela tinjauannya pada kegiatan vaksinasi masal serentak, Sabtu (26/06) pagi bertempat di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen. Pada kegiatan vaksinasi masal ini tampak hadir pula Kapolres Pekalongan AKBP Darno SH.,S.IK dan Dandim 0710/Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan, S.IP
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si atas nama bupati beserta wakil bupati Pekalongan mengucapkan terimakasih kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD yang selama 5 (lima) tahun ini telah bekerjasama dengan sangat baik, harmonis, bersama sama bertanggungjawab untuk menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat di kabupaten Pekalongan yang secara statistic hasilnya bisa dirasakan. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan Dalam Rangka Persetujuan Bersama Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020, Kamis (24/06) di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan. Rapat paripurna dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si, Ketua DPRD Hj Hindun MH, perwakilan anggota DPRD, Forkopimda, dan beberapa kepala OPD Kabupaten Pekalongan.
- Menyikapi perkembangan kasus covid 19 yang melonjak sehingga berdampak Kabupaten Pekalongan berada di zona merah, Pemkab menyelenggarakan Rapat Evaluasi Penanganan Covid 19 dan Antisipasi Lonjakan yang Terpapar Covid 19 di Kabupaten Pekalongan, Senin (21/06) di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan. Rapat evaluasi dipimpin langsung oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dan dihadiri Wakapolres Pekalongan Kompol I Ketut Tutut, Pjs Perwira Penghubung Kodim 0710 Pekalongan Kapten Inf. Nurkhan, serta Kasie Datun Kejari Kabupaten Pekalongan Juwari SH. Tampak hadir pula Pj Sekda Ir Bambang Irianto M,Si bersama para asisten dan staf ahli serta para kepala OPD terkait.
Peringatan Harganas ke 28 tahun 2021 dengan tema ’ keluarga keren, cegah stunting’ kali ini diisi sambutan yang dibacakan oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin.
Wakil Presiden kH Ma’ruf Amin mengatakan tema ‘keluarga keren, cegah stunting’ ini sangatlah tepat mengingat pemerintah sedang melakukan upaya sungguh-sungguh dalam mengurangi prevalensi stunting.
KH Ma’ruf Amin memaparkan keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang mempunyai peran yang sangat besar. “Jajaran BKKBN pasti sudah sangat paham bahwa keluarga paling tidak mempunyain 8 fungsi , yaitu fungsi agama, social budaya, cinta kasih, melindungi, reproduksi, pendidikan, ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan. Keluarga menjadi tempat dimana nilai-nilai agama diajarkan. Keluarga juga menjadi tempat bagaimana nilai-nilai kasih sayang diberikan secara langsung dari orang tua kepada anaknya. Keluarga punya peran penting dalam memperkenalkan anak kepada nilai-nilai social budaya serta cinta lingkungan, nilai-nilai saling menghormati dan toleransi bisa ditanamkan sejak dini di keluarga. Keluarga menjadi tempat pertama seorang anak belajar bersosialisasi dengan orang lain yaitu orang tua dan saudara-saudaranya, “papar KH Ma’ruf Amin.
Mempertimbangkan peran besar dari keluarga tersebut, Ma’ruf meyakini sangatlah tepat jika pembangunan bangsa ini dimulai dengan membangun keluarga. Disinlah peran penting BKKBN sebagai lembaga yang salah satu tugas utamanya melaksanakan pembangunan keluarga. Kemudian, BKKBN harus dapat memastikan agar pembangunan keluarga diarahkan pada penciptaan keluarga yang berkualitas.
Ma’ruf juga menyebut tema diatas sangatlah tepat karena saat ini 1 dari 4 anak balita di Indonesia mengalami stunting. Kondisi ini disebabkan kurang gizi yang cukup lama dan infeksi berulang.
Dijelaskan, data hasil survey status gizi Indonesia yang dilakukan oleh Kemenkes per tahun 2019 prevalensi stunting pada balita tercatat 27,76%. Sejak 2018, pemerintah telah melakukan berbagai upaya menurunkan prevalensi stunting ini. Salah satunya adalah menajamkan berbagai intervensi gizi, reseptor kesehatan untuk menyasar pada ibu hamil dan anak usia 0-23 bulan.
“ Pemerintah juga menggiatkan berbagai intevensi yang mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan pada anak dan ibu hamil, seperti akses, air, sanitasi, pendidikan anak usia dini, akses pangan bergizi juga perilaku hidup bersih dan sehat. Semua intervensi tersebut tidak akan efektif jika keluarga tidak mengambil peran aktif untuk memperhatikan kualitas hidupnya, “ lanjutnya.
Dalam kesempatan itu Ma’ruf juga mengatakan Presiden Joko Widodo telah meminta BKKBN untuk terlibat aktif dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting. “Saya mengingatkan bahwa target percepatan penurunan stunting adalah 14 % pada tahun 2024. Oleh karena itu untuk mencapai target tersebut saya minta BKKBN berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Bahkan dari lemnbga non pemerintah seperti dunia usaha, akademisi, juga lembaga swadaya masyarakat,” ujar Ma’ruf
Untuk pemerintah daaerah, Ma’ruf meminta agar berkoordinasi antar sector dikuatkan dan berbagai sumber anggaran juga dioptimalkan untuk dapat memastikan layanan yang diperlukan betul-betul tersedia dan diterima oleh keluarga. Sementara itu untuk para penyedia layanan di lapangan, ia meminta agar dapat memastikan bahwa layanan yang disediakan betul-betul diterima oleh kelompok sasaran dengan kualitas yang baik.
Ma’fuf juga ingin memastikan bahwa pelayanan gizi dan kesehatan terutama untuk anak dan ibu hamil tidak terhenti selama masa pandemic covid saat ini. “ Dengan masih berlangsungnya pandemic covid 19 kita semua harus tetap menjalankan protocol kesehatan (prokes) dengan disiplin yang ketat. Penerapan prokes ini tentu saja memerlukan kesadaran dan kedisiplinan kita semua. Disinilah peran keluarga menjadi sangat penting untuk saling menguatkan antar anggota keluarga dan memastikan agar semua anggota keluarga patuh terhadap prokes,” tandasnya.
Upaya lain yang menjadi terobosan adalah vaksinasi. Sehubungan dengan itu, Ma’ruf berujar dengan memanfaatkan momentum peringatan harganas ke 28 tahun ini, dirinya menyambut baik dimulainya program vaksinasi bagi ibu hamil/ menyusi dan anak uisa 12-18 tahun yang dikategorikan sebagai kelompok sasaran yang lebih rentan terhadap pandemic covid 19. Dan peran BKKBN sebagai lembaga yang dekat dengan bimbingan keluarga, sangatlah tepat untuk menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan vaksinasi yang menyasar anggota keluarga inti termasuk anak dan ibu hamil.
“Terakhir, saya inign kembali tegaskan bahwa ketahanan keluarga adalah hal yang memungkinkan terciptanya SDM yang berkualitas, dan berdaya saing. SDM unggul berasal dari kerluarga hebat yang mempuyai ketahanan keluarga yang mumpuni yang mampu saling asah,asih dan asuh sesame anggota keluarga. Jadilah keluarga hebat berencana, selamat harganas ke 28, “ pungkas KH Ma’ruf Amin.(Ar-Kominfo)
Selasa, 29 Juni 2021
Harapan tersebut disampaikan Bupati Pekalongan Periode 2016-2021, Asip Kholbihi dalam sambutannya pada acara Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupatii Pekalongan Masa Jabatan 2016-2021 kepada Bupati Pekalongan Masa Jabatan 2021-2026 sekaligus Serah Terima Jabatan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan,Senin (28/6/2021). Sertijab juga disiarkan secara live streaming melalui channel YouTube Pemkab Pekalongan.
Asip Kholbihi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, dua hal besar tersebut, merupakan mandat yang diberikan Gubernur Jawa Tengah saat melantik dirinya dan Arini Harimurti sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan masa jabatan 2016-2021. “Dua program instruksional gubernur sudah kami laksanakan,meskipun saya sadari, itu belum sempurna”, ujar Asip.
Lebih lanjut Asip mengutarakan, kemiskinan, dari tahun 2016, yang semula di atas rata-rata Jawa Tengah, berhasil diturunkan hingga ke single digit pada tahun 2019. Namun,pada tahun 2020, karena adanya pandemi, kembali pada angka 10,1 persen. ”Tapi saya percaya,dengan kerja keras Ibu Fadia dan Bapak Riswadi didukung jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa kembali lagi ke single digit, bahkan hingga serendah-rendahnya,” ujar Asip.
Disamping program instruksional tersebut, Asip bersama dengan wakilnya, Arini Harimurti, juga telah melaksanakan mandat RPJMD Kabupaten Pekalongan, sehingga, menurutnya, wajah kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan sudah nampak. Dikatakan, PDRB Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 masih sekitar20 juta per kapita per tahun dan saat ini sudah mencapai 25 juta lebih per kapita per tahun.
“Kami sadar, masih banyak program yang belum kita lakukan, masih ada janji yang belum kami tuntaskan, “Masih ada yang bolong-bolong, karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa,” ungkap dia. Oleh karena itu, melalui momentum Sertijab hari itu, Asip atas nama pribadi maupun sebagai Bupati Periode 2016-2021 bersama Arini Harimurti menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Asip Kholbihi dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur, mulai dari Wakil Bupati, Forkompinda, Sekda dan jajaran ASN dan para kades/lurah serta seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang telah mendukungnya dalam melaksanakan pembangunan selama lima tahun.
Asip melanjutkan, terkait penanggulangan rob, alhmadulillah pihaknya telah melaksakanannya dengan upaya-upaya taktis strategis dengan bantuan Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun pendanaan APBD. Menurutnya, upaya tersebut sudah cukup berhasil, namun perlu disempurnakan. “Saya meyakini Ibu Fadia dan Bapak Riswadi bisa menyelesaikan dan menyempurnakan program penanggulangan rob di sepanjang 10 kilometer pantai kita,” ucap Asip.
Dukung Pemimpin Baru
Dalam kesempatan tersebut, Asip mengajak seluruh elemen dan masyarakat Kabupaten Pekalongan mendukung pemimpin yang baru. “Kita harus mendukung, bahu-membahu, dukung-mendukung sepenuhnya, dan berdoa, agar roda pemerintahan dari pemimpin satu dan selanjutnya tetap berjalan dengan baik,sesuai dengan yang diamanatkan rakyat,” kata Asip.
Bupati Pekalongan Masa Jabatan 2021-2026, Fadia Arafiq dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi dan luar biasa kepada bupati dan wakil bupati sebelumnya, Asip Kholibihi dan Arini Harimurti yang menurutnya, selama lima tahun ini membangun Kabupaten Pekalongan dengan sangat baik. “Dan saya pada kesempatan ini, mohon maaf jika pada saat berkampanye, ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati Bapak Asip. Begitu kampanye selesai, selesai. Pak Asip adalah sahabat saya,” ungkap Fadia.
Fadia berharap Asip Kholibi dan Antono (Bupati Periode sebelumnya) dapat membantu pihaknya dengan memberikan masukan dan ide-ide untuk membangun Kabupaten Pekalongan bersama-sama. Fadia berharap cita-cita melalui visi-misinya bersama dengan Wakil Bupati Riswadi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan Masa Jabatan 2021-2026 yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera,Adil, Merata (SETARA) dan Berbudaya Gotong Royong” dapat terwujud dengan baik.
Berkaitan dengan Pandemi Covid-19, menurut Fadia, harus disikapi dengan bijak. “Kehidupan harus tetap jalan, namun protokol kesehatan harus tetap ditegakkan,” . Oleh karena itu, dia meminta kerja sama yang baik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan dan Forkompinda Kabupaten Pekalongan agar hal ini bisa terwujud.
Dalam acara tersebut , juga dilakukan serah terima jabatan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan sekaligus Ketua Dekranasda Masa Bhakti 2016-2021 Ny. Munafah Asip Kholbihi kepada Ny. Widi Ro’ati Riswadi sebagai Ketua TP PKK Masa Bhakti 2021-2026 dan Tuan. Mochtarudin Ashraf Abu sebagai Ketua Dekranasda. *) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda Dinkominfo Kab. Pekalongan.
Senin, 28 Juni 2021
Acara Serah Terima Jabatan digelar secara langsung dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiarkan pula secara live streaming. Tampak hadir dalam acara Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, Bupati Pekalongan periode 2016-2021 Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta istri, Bupati Pekalongan terpilih periode 2021-2026 Fadia Arafiq SE.,MM beserta suami, Wakil Bupati Pekalongan periode 2016-2021 Ir Arini Harimurti beserta suami, Wakil Bupati Pekalongan terpilih periode 2021-2026 Riswadi SH beserta istri, Ketua DPRD kabupaten /kota, Forkopimda kabupaten/kota, Plh Sekda M Yulian Akbar SSos M.,Si beserta seluruh OPD yang hadir dan para tamu undangan. Tampak pula Kepala Biro Otonomi Daerah dan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah yang hadir secara virtual mewakili Gubernur.
Acara Serah Terima Jabatan ditandai dengan penandatanganan naskah berita acara serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan masa jabatan 2021-2026. Kemudian dilanjutkan penyerahan buku memori jabatan Bupati Wakil Bupati Pekalongan masa jabatan 2016-2021.Disusul penandatanganan berita acara serah terima jabatan Ketua TP PPK dan Ketua Dekranasda, dilanjutkan penyerahan buku memori.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan periode 2016-2021, Asip Kholbihi SH.,M.Si mengatakan bahwa pada waktu dirinya dilantik, ia beserta Wakil Bupati diberi mandat spesifik oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. “ Ada dua hal besar yang harus diselesaikan, yaitu persoalan kemiskinan dan penanggulangan rob. Dua program instruksional Gubernur Alhamdulilah bisa kita laksanakan meskipun saya sadar itu belum sempurna. Angka kemiskinan, kita berhasil menurunkan sampai single digit pada tahun 2019. Untuk penanggulangan rob, Alhamdulilah disamping kita sudah melakukan upaya-upaya taktis strategis, dengan bantuan pemerintah pusat maupun pemprov, program ini cukup berhasil meskipun masih harus disempurnakan,” papar Asip
Disamping program instruksional itu, Asip juga membeberkan pihaknya sudah melaksanakan apa yang menjadi mandat dari RPJMD. “ Sehingga Alhamdulilah wajah kesejahteraan, setidak-tidaknya menurut para ahli indicator makro kita mengarah ke wajah kesejahteraan yang bisa dihadirkan selama 5 (lima) tahun ini. Terbukti dari peningkatan Produk Domestik Rasional Bruto kita yang sekarang sudah 25,24 juta perkapita per tahun. Saya meyakini dan tentu kita harus mendukung semua agar bu Fadia dan pak Riswadi nanti akan semakin meningkatkan lagi indeks perkapita kita. Karena itu adalah salah satu indikator dari makna kesejahteraan yang tentu menjadi tanggungjawab kita semua sebagai pemimpin, ” ungkapnya.
Selanjutnya melalui momentum Serah Terima Jabatan Bupati Wakil Bupati tersebut, atas nama pribadi dan Ibu Arini (Wakil Bupati) , Asip menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan yang telah bahu membahu, dukung mendukung sepenuhnya serta mendoakan agar proses jalannya roda pembangunan di kabupaten Pekalongan dari masa ke masa, dari pemimpin ke pemimpin selanjutnya tetap berjalan dengan baik.
Mengakhiri sambutannya, Asip juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas dukungan seluruh pihak, terutama instansi vertical yang atas kerjasamanya stabilitas daerah dan kondusifitas masyarakat bisa berjalan dengan baik. Selain itu ia juga berterimakasih kepada lembaga DPRD, seluruh jajaran ASN yang menunjukkan kinerja yang cukup baik. Demikian juga kepada para tokoh ormas, tokoh politik yang telah sangat berjasa.
‘Sekali lagi saya menyampaikan selamat bertugas kepada Bu Fadia dan Pak Riswadi, maturnuwun sanget kepada Bu Arini dan Pak Antono dan kepada kawan-kawan saya mengucapkan jazakumulloh akhsanal jaza,” pungkasnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan terpilih periode 2021-2026, Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutan singkatnya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Pekalongan periode 2016-2021,Asip Kholbihi SH.,M.Si dan Ir. Arini Harimurti yang selam 5 (lima) tahun ini menurutnya telah membangun kabupaten Pekalongan dengan sangat baik dan ia juga meminta ide ataupun masukan untuk membangun kabupaten Pekalongan.
“ Saya berharap melalui visi misi saya, terwujudnya masyarakat kabupaten Pekalongan yang sejahtera adil merata dan berbudaya gotong royong dapat terjalankan dengan baik. Pada masa musim covid ini memang harus kita sikapi dengan bijak, kita juga harus memikirkan ekonomi masyarakat kabupaten Pekalongan. Kehidupan harus tetap berjalan, tapi protocol kesehatan juga harus tetap diterapkan. Saya minta kerjasama yang baik dari seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan, semua teman-teman Forkopimda untuk bisa memperkecil covid 19 yang zonanya dari merah ke hijau ,” pinta Fadia. (Ar-Kominfo)
Senin, 28 Juni 2021
Fadia – Riswadi dilantik sebagai Bupati Pekalongan dan Wakil Bupati Pekalongan setelah unggul dari pasangan Asip Kholbihi – Sumarwati dalam Pilkada Kabupaten Pekalongan Tahun 2020. Sebelumnya, Fadia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan Periode Tahun 2011-2016 berpasangan dengan Bupati Antono.
Gubernur Ganjar Pranowo dalam sambutannya memberikan apresiasi karena pelantikan yang dilaksanakan pada Hari Minggu. “Begitu saya diminta untuk melantik pada Hari Minggu, saya bersemangat. Sepertinya anda akan mengambil inisiatif dan mengikhlaskan diri tanpa kenal waktu, hari libur pun anda bekerja, Hari Minggu, untuk bekerja melayani rakyat,” ungkap Ganjar. Oleh karena itu, dia berharap momen tersebut dapat dijadikan pengingat. “Mulai hari ini, anda bersama Bapak Riswadi akan membawa kapal Kabupaten Pekalongan untuk menyelesaikan persoalan, yang pas anda dilantik, situasinya bukan situasi yang baik-baik saja, situasinya yang tidak mudah,” tutur Ganjar.
Dalam kesempatan tersebut, Ganjar juga menyampaikan pesan-pesan, yang pertama, agar Bupati dan Wakil Bupati untuk pro aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Korupsi ,Kolusi dan Nepotisme,serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan tercela.
Pesan kedua, yaitu, tidak meminta atau menerima pemberian secara langsung maupun tidak langsung berupa suap, hadiah, bantuan, atau bentuk lainnya yang tidak sesuai ketentuan. “ Saya ingatkan dari awal, jika birokrasi masih ke kiri dan ke kanan, seringkali off side, undang Tim Kopsurgah (Koordinasi dan Supervisi Pencegahan) KPK. Nanti akan dilihat mitigasi pencegahan korupsi di daerah itu seperti apa. Kalau tidak gratifikasi bentuk-bentuk hadiah, biasanya komisi-komisi,” ujar Ganjar.
Sektor-sektor yang rawan gratifikasi atau komisi di daerah, menurut Ganjar, antara lain lelang atau pengadaan barang dan jasa, jual beli jabatan, dan perijinan. “Kalau jabatan diganti karena kompetensinya, monggo (silakan). Tapi tidak dengan jual beli jabatan,”imbuh Ganjar.
Pesan Ganjar lainnya terhadap Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, yaitu, bersikap transparan, jujur, objektif, dan akuntabel dalam melaksanakan tugas. “Layani masyarakat dengan mudah, murah, cepat, transparan dan akuntabel, maka tugas Anda selesai,” jelas Ganjar.
Selain hal-hal tersebut, Ganjar juga berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang baru saja dilantik, siap-siap menjadi babunya (pembantu) rakyat, bukan ndoronya (majikannya) rakyat. “Anda akan diperintah sesuai dengan janji-janji kampanye. Belum mencari tempat tidur, belum mencari plasma konvalesen, belum mencari makanan warga yang diisolasi, bagaimana. Atau nanti jika anda disambati rumah sakit yang kekurangan oksigen. Siap-siap, maka jika kita gagal mencegah masyarakat tetap berkeliaran tanpa masker, maka ini alarm buat kita, bahaya,” ujar Ganjar berpesan.
Pesan selanjutnya yaitu Menghindari pertentangan, conflict of interest dalam pelaksanaan tugas, memberikan contoh kepatuhan terhadap pelaksanaan Undang-undang dalam pelaksanaan tugas terutama terhdap karyawan yang dalam pengawasan di lingkungan kerja. Dan akan menyampaikan informasi penyimpangan integritas di Kabupaten Pekalongan dan turut menjaga.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan pelantikan Ketua Tim Penggerak (TP) PP PKK dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan oleh Ny. Atiqoh Ganjar Pranowo. Ny.Widi Roati Riswadi dilantik sebagai Ketua TP PKK dan Bapak Mochtarudin Ashraf Abu sebagai Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Masa Bhakti 2021-2026. *) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda Dinkominfo Kab. Pekalongan
Minggu, 27 Juni 2021
Usai melantik Ganjar Pranowo dalam sambutannya mengungkapkan kesan dan pesannya, Gubernur menangkap kesan yang sangat baik dalam pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan kali ini yang dihelat tepat di hari minggu yang seharusnya menjadi hari libur kerja. “ Mudah-mudahan ini menjadi pengingat pertama bagi Ibu Bupati dan Wakil Bupati bahwa kita harus senantiasa berinisiatif dan mengikhlaskan diri untuk melayani masyarakat tanpa kenal waktu,” ungkap Ganjar.
Tak lupa Ganjar juga mengingatkan kepada Fadia dan Riswadi untuk membawa amanah dengan baik, dan jangan ragu untuk selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Forkopinda, Gubernur bahkan Bapak Presiden kalau ada kesulitan untuk dipecahkan bersama-sama. “ Anda dilantik dalam kondisi situasi yang tidak mudah, kita dalam masa pandemi, namun saya percaya saudara akan mampu melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Ganjar
Gubernur juga mengingatkan bahwa Pakta Integritas yang telah ditandangani merupakan hal yang harus dipegang teguh. Pertama ganjar mengingatkan agar Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang baru dilantik untuk senantiasa pro aktif dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, tidak menerima gratifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung, bersikap transparan dan akuntabel.
“ Kalo dibilang capek, pasti capek namun dengan niat yang baik pasti bisa, karena kita harus siap –siap dadi Babune rakyat, dudu dadi ndorone rakyat,” tegas Ganjar.
Hal lain yang juga diingatkan oleh Gubernur adalah, agar Bupati dan Wakil Bupati dapat menghindari conflict of interest, mematuhi peraturan Perundang-undangan yang berlaku, menyampaikan informasi jika ada pelanggaran untuk kemudian dievaluasi, serta siap menghadapi konsekuensi jika melanggar.
Terakhir, Ganjar juga mengungkapkan pentingnya peran TP. PKK dan Dekranasda, dimana dalam situasi Pandemi PKK bisa menjadi agen untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya 5 M, sedangkan Dekranasda dapat berperan mendampingi UMKM sebagai sektor yang paling besar terkena pukulan agar mereka mampu bangkit lagi secara ekonomi.
Usai acara, Bupati Pekalongan dan Wakil Bupati Pekalongan memberikan pernyataan singkatnya, diantaranya pernyataan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan atas kepercayaanya memilih mereka berdua untuk memimpin Kota santri lima tahun kedepan. “ Doakan agar kami dapat bekerja dengan baik, InsyaAllah kami akan membuat masyarakat Kabupaten Pekalongan bangga, dan lebih maju, sejahtera dan adil merata,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE.,MM., juga berharap pihaknya dan seluruh elemen masyarakat bisa bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan menjadi jauh lebih baik lagi.
Dan tidak lupa, Bupati Fadia juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang telah mempercayakan amanah kepada Ia dan wakilnya untuk memimpin Kabupaten Pekalongan lima tahun kedepan.
‘’Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, dan ayo bangun bersama-sama Kabupaten Pekalongan menjadi jauh lebih baik lagi,’’ tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan H.Riswadi, SH., mengatakan bahwa Ia berharap seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat mendoakan supaya Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan bisa mengemban amanah dengan baik untuk menciptakan pembangunan di Kabupaten Pekalongan yang lebih maju, sejahtera dan adil merata.
‘’Doakan kami supaya bisa bekerja dengan baik. Karena kami berprinsip hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin,’’ jelas Wakil Bupati Pekalongan H.Riswadi, SH. (Red)
Minggu, 27 Juni 2021
“Terkait dengan pencapaian target vaksinasi, kita akan dorong terus terkait dengan pencapaian target vaksinasi di masyarakat, “ ungkap Yulian Akbar.
Yulian menyampaikan kegiatan vaksinasi masal kali ini mendapat bantuan dari Polres dan direncanakan kegiatan serupa akan dilaksanakan minggu depan bekerjasama dengan TNI/Kodim. “Saya kira ini akan mengakselerasi apa yang sudah kita lakukan terkait dengan target vaksinasi di masyarakt,” ujar Akbar.
Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Darno SH.,S.IK menjelaskan kegiatan vaksinasi masal ini merupakan kerjasama Polres , Dinkes dan TNI/Polri. “Jumlah target untuk Kabupaten Pekalongan hari ini 4 ribu dari 27 fasilitas kesehatan (faskes) yang ada dan juga ada 2 faskes yang kita siapkan di GPU Kajen dan di Gedung NU,” terang AKBP Darno.
Kapolres mengungkapkan antusias warga mengikuti vaksinasi sangat tinggi terlihat dari banyaknya antrian di lokasi vaksinasi. Namun demikian pihaknya tetap mengatur antrian warga sesuai dengan aturan protokol kesehatan .
Ditambahkan pula bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti sampai disini karena kedepan TNI/Polri dan Dinkes Kabupaten Pekalongan akan menambah speed untuk pelaksanaan ataupun percepatan vaksinasi. Untuk itu pihaknya mengharap masyarakat agar menyiapkan diri. (Ar-Kominfo)
Sabtu, 26 Juni 2021
Dijelaskan bupati, gambaran dari esensi kesejahteraan masyarakat bisa dilihat antara lain dari aspek struktur Pendapatan Perkapita daerah yang mengalami kenaikan serta angka kemiskinan yang mengalami penurunan.Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi yang pertumbuhannya jauh diatas nasional dan provinsi.
“ Keberhasilan tadi semata-mata karena kerja kita bersama. Kekuatan kolektifitas kita itulah yang mengantarkan beberapa prestasi yang mengantarkan beberapa capaian indicator pembangunan. Bahkan kabupaten Pekalongan salah satu diantara 62 kabupaten/kota di Indonesia yang dinilai on the track dalam tata kelola pemerintahan oleh Bappenas , baik penilaian oleh internal maupun oleh lembaga-lembaga independen lain. Itu semua karena control lembaga DPRD yang sangat baik, terus menerus memberikan input yang konstruktif untuk kemajuan kita,” ungkap Bupati.
Terkait kabupaten Pekalongan yang masih zona merah sepekan terakhir, Bupati berharap dengan ikhtiar yang terus menerus dilakukan, pada bulan Juli nanti grafiknya makin turun dan minimal bisa mencapai zona kuning. Bupati juga mengatakan penanggulangan covid di kabupaten Pekalongan mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah yang dirasa cukup baik. Bahkan, Gubernur memberi masukan kepada para kepala daerah untuk belajar di kabupaten Pekalongan terutama berkaitan bagaimana mendesain Rumah Sakit darurat covid.
Selanjutnya Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada Dandim dan Kapolres Pekalongan yang telah bekerjasama dengan Pemkab dalam upaya penanggulangan covid 19. Selain itu, ia juga mengucapkan terimakasih kepada instansi vertical yang bersama-sama membangun kabupaten Pekalongan sehingga selama 5 (lima) tahun ini tercipta kondisi masyarakat yang kondusif.
“ Sekali lagi saya mengucapkan terimakasih atas kejasama selam ini yang sudah berjalan dengan sangat baik, harmonis, semua bekerjasama untuk masyarakat kabupaten Pekalongan, “ pungkasnya. (Ar-Kominfo)
Kamis, 24 Juni 2021
Berkaitan sejak tiga hari terakhir Kabupaten Pekalongan memasuki zona merah, dalam rapat evaluasi tersebut Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si menyampaikan perlu adanya penanganan yang lebih maksimal lagi. “ Yang paling penting untuk kita ambil langkah, pertama adalah di tingkat masyarakat. Apapun kita masih memedomani agar protocol kesehatan (prokes) kita jaga secara ketat,” ucap Bupati.
Dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada kepolisian yang konsisten melakukan operasi bahkan menutup tempat-tempat yang dipandang menimbulkan potensi kerumunan massa. “ Penjabat Sekda juga sudah mmbuat langkah-langkah internal, ASN yang perkembangannya ternyata banyak yang terpapar, sudah diambil langkah untuk dirumahkan (isoman), dan Dinas Dindikbud kaitannya persiapan tatap muka, ini juga harus diantisipasi, “ tandasnya.
Diakui Bupati, secara teori pihaknya memang belum mempunyai alat ukur yang efektif. Namun pihaknya tetap mengacu pada apa yang disampaikan Kementerian Kesehatan dan pihak-pihak otoritas terkait. “ Beberapa hari lalu posisi kita naik ke zona merah . Parameter apa yang menjadikan kita ini naik ke zona merah, kemudian nanti kita rumuskan secara sitematik langkah-langkah konkrit yang berbasis situasi lokal kita. Kemudian setelah itu bisa kita laporkan kepada Gubernur,” papar Bupati.
Wakapolres Pekalongan Kompol I Ketut Tutut mengatakan Kepolisian bersama instansi terkait, Kodim maupun Satpol PP telah melakukan kegiatan-kegiatan yang intinya berupaya meminimalisir penyebaran covid 19 baik kegiatan pencegahan, penanganan, pendisiplinan dan sebagainya. Menurutnya kegiatan penegakan kedisiplinan prokes akan terus dioptimalkan. “ Lonjakan kasus covid 19 salah satunya karena kurang sadarnya masyarakat terkait prokes, seperti menjaga jarak, termasuk juga penggunaan masker. Oleh sebab itu kedepan kita akan berkoordinasi lagi dengan instansi terkait, agar kegiatan ini kita optimalkan lagi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), pendisiplinan masyarakat termasuk kegiatan yustisi bagaimana menyadarkan masyarakat bahwa salah satu penyebab penyebaran covid 19 di wilayah Pekalongan ini karena salah satunya menyangkut masalah prokes,” terang Ketut.
Untuk itu pihaknya tetap bekerjasama dengan Kodim maupun Satpol PP untuk mengajak, mengedukasi masyarakat agar mereka sadar bahwa prokes belum dillaksanakan secara sempurna.
Sementara itu Pjs Perwira Penghubung Kodim 0710 Pekalongan Kapten Inf. Nurkhan menyampaikan ada beberapa factor yang menyebabkan lonjakan kasus covid 10 di kabupaten Pekalongan diantaranya kejenuhan masyarakat untuk melaksanakan 5M. “Kita tahu bersama untuk memakai masker saja masyarakat sudah mulai jenuh. Kemudian ada mobilisasi dari warga kabupaten Pekalongan keluar kota ataupun dari luar kota masuk ke kabupaten Pekalongan. Berikutnya, pasar-pasar tradisional dimana para pedagang hanya memakai masker ketika ada operasi saja. Dan hal ini membuat kerawanan,” ungkap Kapten Inf. Nurkhan.
Selanjutnya Kapten INf Nurkhan mengusulkan cara efektif untuk mengantisipasinya, yakni dengan mengefektifkan kembali fungsi dari PPKM mikro. “ Kami bersama TNI Polri telah melaksanakan operasi yustisi dan melibatkan seluruh PPKM mikro sehingga harapannya yang melaksanakan ini bukan hanya tiga pilar saja, TNI Polri dan Kabupaten , dalam hal ini tingkat kecamatan Polsek, Koramil dan Kecamatan, akan tetapi di level paling bawah yaitu PPKM mikro melaksanakan operasi yustisi juga, yang nanti dibantu babinsa dan babinkamtibmas,” paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasie Datum Kejari Kabupaten Pekalongan Juwari SH menyatakan Kejaksaan mendukung penuh kebijakan dari Pemkab maupun dari TNI Polri terkait dengan penanganan covid 19 terutama penegakan disiplin. “ Mudah-mudahan nanti dengan adanya penegakan disiplin kepada masyarakat , bisa berkurang penyebaran covid 19 di Kabupaten Pekalongan,”tutur Juwari SH. (Ar-Kominfo)
Senin, 21 Juni 2021