KAJEN – Guna mencegah terjadinya praktik KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan penguatan dua sistem pencegahan. Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH.M.Si., saat menghadiri acara Rapat Monitoring Center Prevention (MCP) Kabupaten Pekalongan Tahun 2020-2021, yang diselenggarakan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan pada pagi ini, Kamis (17/6/2021).
Bupati Asip mengatakan penguatan dua sistem pencegahan praktik korupsi di Pemerintahan Kabupaten Pekalongan, yang pertama yaitu dengan melakukan penguatan pada pembangunan sistem. Dan yang kedua adalah langkah-langkah terbaik dalam tata kelola pemerintahan sehingga bisa mengurangi resiko yang berportensi terjadinya korupsi serta dapat mencegah terjadinya tindak pidana korupsi.
‘’Karena kita punya komitmen bahwa seluruh tata kelola pemerintahan Kabupaten Pekalongan ini berjalan dengan baik,’’ ungkapnya.
Bupati Asip melanjutkan, penguatan sistem ini harus kita dorong terus sehingga bisa berkembang, perbaikan sistem harus segera dilakukan, dimana sisrtem yang lama agar bisa mengikuti perkembangan jaman supaya bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat sehingga tercipta sebuah transparansi.
Oleh karena itu, Bupati Asip mengatakan bahwa ‘’ Dengan penguatan sistem dan tata kelola pemerintahan yang baik, maka transparansi dan keamanan terhindar dari praktik KKN bisa tercapai di pemerintahan Kabupaten Pekalongan,’’.
Selanjutnya, dikatakan Bupati Asip, bahwa selain menjalankan dua penguatan sistem supaya terhindar dari praktik korupsi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga harus menjalankan mandat dari masyarakat dengan mencontoh dari teori Imam Ghazali bahwa manusia itu diberi fitrah atau ilham dari Allah untuk bisa melakukan kebaikan. Karena baik itu, lanjut Bupati Asip, memang ada fitrah yang diberikan oleh Allah kepada kita. Jadi melakukan kebaikan bukan karena adanya faktor eksternal melainkan kita baik karena datang dari diri kita sendiri sebagai anugerah yang diberikan oleh Allah SWT.
‘’Marilah kita menebar kebaikan dan melaksankan kebaikan dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Pekalongan atas dasar memang kita ini ingin menjadi baik. Karena kalau kita ini baik, maka energi kebaikan kita itu akan menyebar ke masyarakat Kabupaten Pekalongan, sehingga menjadi masyarakat yang baik, menjadi masyarakat yang bertanggung jawab, sehingga kita bisa terhindar dari perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum. Baik hukum syariat maupun hukum positif kita,’’ jelasnya.
Selain itu Bupati Asip juga mengungkapkan bahwa untuk managemen aset daerah di Kabupaten Pekalongan sudah lumayan bagus, tata kelola dana desa juga sudah cukup baik, karena menurutnya pada tahun 2020 ini Kabupaten Pekalongan zero problem, tidak ada kepala desa yang terlibat masalah dengan dana desa seperti pada tahun 2018.
‘’ Kemudian yang paling penting lagi yang perlu kami sampaikan , bahwa intervensi sampai pada tahun ini progresnya sudah lumayan. Kemudian untuk mendukung program aksi cegah korupsi kami juga sudah melakukan penguatan intervensi pada area peningkatan pendapatan daerah,’’ ungkapnya.
Dan adapun untuk kendala yang biasa dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan terkait LKPD (Laporan Keuangan Pemerintah Daerah), dalam hal pengelolaan dan management aset dikatakan Bupati Asip sudah dapat diatasi. Dimana menurutnya, hal tersebut sudah dibuktikan dengan diperolehnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Kantor Perwakilan Jawa Tengan sebanyak enam kali berturut-turut .
‘’ Konsolidasi masalah aset menjadi masalah terus saat kita diperiksa oleh BPK, dan alhamdulilah kurang lebih enam kali berturut-turut kita mendapatkan opini WTP dari BPK RI yang menandakan LKPD kita sudah baik,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Kamis, 17 Juni 2021
KAJEN - Kabupaten Pekalongan kehilangan salah satu tokoh wanita terbaik yang dimiliki. Beliau adalah Hj Khoiriyah Binti Astro Dursin yang meninggal dunia pada Selasa, 15 Juni 2021. Untuk mengenangnya, ditebitkan sebuah novel dengan judul ‘ BU LURAH ‘ karangan Eddy H. Rachman.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si didampingi Penjabat (Pj) Sekda Ir Bambang Irianto M.Si beserta Asisten I dan Kabag Kesra, Inspektur Drs. Ali Riza M.Si, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny Munafah Asip, serta Camat Paninggaran bertakziyah untuk menyampaikan bela sungkawa kepada keluarga besar HjKhoiriyah ( Eriyah), atas nama seluruh warga kabupaten Pekalongan karena kehilangan tokoh inspiratif yang menggerakkan masyarakat pada masanya sehingga menjadi panutan/trendsenter untuk perubahan desa.
“Sebelum beliau memimpin Kaliboja, desa Kaliboja tidak dikenal bahkan tertinggal. Kemudian setelah beliau pimpin, dengan kegigihan, kesabaran dan keuletan serta kreatifitas yang dimiliki, bisa mengangkat nama desa Kaliboja sampai ke tingkat internasional. Saya kira sangat sedikit tokoh wanita yang berperan besar merubah desanya sehingga bisa diangkat dan mendapat penghargaan dari pemerintah pusat,” terang Bupati Asip di kediaman Almarhumah Hj Khoiriyah di desa Kaliboja Paninggaran, Rabu (16/06) siang.
KAJEN - Dalam rangka membantu pelaku ekonomi kreatif di kabupaten/kota Pekalongan yang terdampak Covid 19, Direktorat Pemasaran Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pemasaran Ekonomi kreatif. Kegiatan yang dilangsungkan di hotel Nirwana kota Pekalongan, Minggu (13/06) ini dihadiri oleh Direktur pemasaran ekonomi kreatif beserta jajaran Kemenkraf, anggota Komisi X DPR RI Bisri Romly, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun MH, anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinporapar, Ketua Dekranasda kabupaten Pekalongan Ny Munafah Asip serta para peserta bimbingan teknis dari wilayah eks karisidenan Pekalongan.
KAJEN - Dalam rangka mewujudkan pemerintahan yang baik (good goverment), selain kesiapan infrastruktur, juga yang terpenting segera dibenahi adalah berkaitan sumber daya manusia dan data. Hal ini dungkapkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat melaunching SPBE ( Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ) dalam rapat dinas di aula lantai I Setda , Senin ( 07/06) siang. Rapat dinas sekaligus launching SPBE dihadiri pula wakil Bupati Ir Arini Harimurti, Penjabat (Pj)Sekda Ir Bambang Irianto M Si beserta para asisten /staf ahli, para kepala OPD dan para camat.
Dijelaskan Bupati, launching SPBE ( Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ) di kabupaten Pekalongan yang berupa banyak hal diantaranya command center, seluruh jejaring aplikasi nanti terpusat semua termasuk Pekalongan Single Data. “ Semua kita sesuaikan dengan system pemerintahan yang berbasis elektronik. Kemudian yang paling penting ujungnya adalah untuk peningkatan pelayanan public agar seluruh OPD yang terlibat di dalam pelayanan publik bisa melayani masyarakat dengan mudah, terbuka dan cepat. Prinsip, kita selenggarakan good goverment dengan piranti egov (electronic government). Ini jawaban terhadap perkembangan masyarakat, ”ujar Bupati.
KAJEN – Pemkab Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Sumatera Selatan melakukan Kunjungan Studi Komparasi ke Pemkab Pekalongan, Kamis (03/06). Rombongan dari Pemkab Belitung antara lain Bupati Belitung Sahani Saleh S.Sos, Sekda MZ Hendra Caya dan beberapa kepala OPD terkait diterima Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si di ruang rapat bupati. Tampak mendapingi Bupati Pekalongan, Penjabat Sekda Ir Bambang Irianto M.Si beserta para asisten, kepala Bappeda M Yulian Akbar S Sos M.Si, kepala BPKD Casmidi SE.,M.Si, Kepala Dinkominfo Anis Rosidi S.Sos.,M.Si, serta kepala dan direktur Bank Jateng.
KAJEN – Pemda Kabupaten Pekalongan menyambut baik dan menyampaikan selamat kepada seluruh jajaran pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) kabupaten Pekalongan periode 2021- 2025 yang dilantik pada Rabu (02/06/2021) di Hotel Marlin Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Penjabat Sekda (Pj) Ir Bambang Irianto M.Si mewakili bupati Pekalongan dalam sambutannya mengatakan pelantikan kepengurusan PRSI kabupaten Pekalongan ini menandakan sebuah langkah awal yang sangat baik. Selain dilantik sendiri oleh ketua PRSI Jawa Tengah, PRSI Kabupaten Pekalongan juga disantuni oleh Candra Saputra, tokoh di kabupaten Pekalongan sekaligus berkiprah di dunia olah raga.
KAJEN – Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., berkesempatan menghadiri acara Peletakan Batu Pertama pembangunan Pondok Pesantren Pododadi yang merupakan cabang dari Ponpes Tebu Ireng XVIII, Senin (31/5/2021) yang diselenggarakan di Pododadi, Kecamatan Karanganyar. Dalam acara tersebut, Bupati Asip mengatakan pihaknya sangat menyambut baik dan mengapresiasi penuh akan pembangunan Pondok Pesantren Pododadi ini. Karena menurutnya, pembangunan pondok pesantren di Pododadi ini merupakan cita-cita yang sudah cukup lama.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menargetkan 138.555 warganya mendapatkan vaksin Covid-19 yang akan diselesaikan hingga 31 Desember 2021. Target tersebut meliputi Tahap I diberikan terhadap tenaga kesehatan sebanyak 2.814 orang, tahap II terhadap petugas pelayanan publik sebanyak 70.528 orang dan lansia (usia ≥ 60 tahun) sebanyak 65.213 orang.
Dalam kesempatan itu bupati juga berharap agar sosok Hj Khoiriyah menjadi inspiring bagi para tokoh wanita di kabupaten Pekalongan untuk meniru jejak langkahnya. “ Kebetulan juga sudah terbit buku yang ditulis anaknya yang berbentuk novel, mudah-mudahan bisa dibaca oleh kita, sebagai bentuk penghargaan dan mencari teladan dari beliau,” harapnya.
Ditambahkan pula, Hj Khoiriyah adalah seorang pemimpin yang tegas dan lugas. “Walau beliau orang desa, pendidikannya juga desa, tapi punya pemikiran global. Think globally, act locally, itu adalah beliau. Beliau berpikir secara global walau actionnya ada di lokal. Saya kira menjadi inspirasi yang sangat baik untuk kita semua,” imbuhnya.
Kepada keluarga Almarhumah Hj Khoiriyah, bupati Asip juga mengucapkan ikut berduka cita dan berharap keluarga yang ditinggalkan tabah, sabar dan terus menerus melakukan pengayaan sumber-sumber inspirasi dari beliau untuk disebarkan pada para generasi muda termasuk kepemimpinan yang ada di desa Kaliboja. (Ar-Kominfo)
Rabu, 16 Juni 2021
Bupati Pekaongan Asip Khobihi SH. M.Si mengatakan kegiatan bimbingan teknis pemasaran ekonomi kreatif tersebut sangat bermanfaat dan ia juga mengucapkan terimakasih kepada Kemenparekraf maupun anggota komisi X DPR RI yang telah mendorong memberdayakan ibu- ibu rumah tangga untuk lebih mengerti tentang ekonomi kreatif.
“ Ekonomi kreatif itu terminology ekonomi baru yang berbasis kreatifitas dan informasi. Dulu njenengan bikin kripik tempe, dibuat lalu dijual ke tetangga ,sudah rampung. Di era sekarang, tidak seperti itu. Bikin keripik tempe, keripik pisang dikemas secara baik, kemudian diinformasikan melalui media, kemudian dijual. Dan ini berlaku untuk produk apa saja,” terang Bupati saat memberikan sambutan pada pembukaan bimbingan teknis pemasaran ekonomi kreatif.
Bupati juga berharap kepada para peserta agar kesempatan tersebut digunakan sebaik-baiknya karena tidak semua orang bisa mendapatkan ilmunya. “ Nanti panjenengan akan mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana stratergi pemasaran. Dan ini beda dengan ekonomi regular / konvensional. Karena ekonomi kreatif menggunakan srategi tertentu,” tegasnya.
Selanjutnya kegiatan bimbingan teknis diisi paparan materi yang disampaikan oleh Direktur Pemasaran Ekonomi Kraetif dan anggota DPR RI komisi X Bisri Romly, serta paparan materi tentang trik kelola keuangan usaha dengan handphone oleh narasumber. (Ar-Kominfo)
Senin, 14 Juni 2021
Menjelang akhir masa jabatannya, Bupati berpesan agar program lama yang baik dipertahankan, dan visii misi pemimpin baru harus dikembangkan. “Apa gunanya mempertahankan pola lama yang baik, kemudian mencari program baru yang lebih baik sesuai dengan visi misinya? Ternyata gunanya adalah untuk kebaikan dan kebaikan seterusnya,” tegasnya.
Selain itu, ada program yang harus dilanjutkan, seperti penanganan rob,pengawalan pasar Wiradesa,penyelesaian pasar Kedungwuni dengan segala permasalahannya, sampai fasilitasi terhadap perguruan tinggi harus dilanjutkan. “ Kemudian hari ini sedang dikerjakan PLBK KOTAKU di Buaran senilai hampir 47 Milyar dan program-program lain baik yang menyangkut politik afirmasi kita untuk menurunkan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.
Tak lupa dalam rapat dinas tersebut Bupati berpamitan dan mengucapkan terimakasih atas kerjasama seluruh jajaran pemerintah kabupaten Pekalongan.
Senada dengan bupati, Wakil Bupati Ir Arini Harimurti juga mengucapkan terimakaish kepada rekan-rekan yang selama ini telah bekerja dengan sangat baik. Terbukti dari banyaknya indikator yang merupakan indikasi sebuah keberhasilan. Termasuk baru-baru ini penghargaan WTP yang keenam kali, maupun prestasi-prestasi yang lainnya. “ Monggo dilanjut apa yang sudah baik ini, dilanjutkan dengan mempersiapkan diri iuntuk mengikuti gaya baru,” pintanya.
Sementara itu Penjabat (Pj) Sekda Ir Bambang Irianto M.Si menerangkan rapat dinas kali ini juga akan dipaparkan kondisi situasi terakhir covid 19. “ Di kabupaten Pekalongan cukup mendapatkan apresiasi, beberapa minggu kemarin kita di posisi 2-3 terendah di Jawa Tengah. Tentu saja ini berkat kerjasama dan kerja keras, terutama kami mengapresiasi di jajaran kecamatan dengan forkopimcamnya. Yang kedua nanti akan dipaparkan oleh kepala Dinkominfo tentang Digitalisasi Pemda,” terang Sekda
Dalam paparannya, Kadinkes Setiawan Dwi Antoro SKM M Kes menyampaikan perkembangan covid 19 di kabupaten Pekalongan. “ Untuk angka kematian di kabupaten Pekalongan masih 3 terendah dari bawah. Angka kesembuhan meningkat, sampai minggu ini, 92,66%., “paparnya
Untuk pembagian zona, dijelaskan Kabupaten Pekalongan dari 19 kecamatan, saat ini zona merah tidak ada. Zona orange ada 16, zona kuning 90 dan hijau 4389. Penilaian zonasi ini sudah tingkat RT. Sebagai upaya percepatan, kedepan upaya pencegahan akan digelorakan dalam hal ini vaksinasi covid 19. Sedangkan sasaran imunisasi covid kabupaten Pekalongan total sebesar 605.921. Yang sudah dilakukan, untuk Nakes sebanyak 2814 dan yang kedua untuk pelayan public sebanyak 70.528.
“ Apa yang dilakukan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat(PPKM) mikro seperti upaya tracking, testing,rakor di tingkat kecamatan luar biasa, kami pantau. Penegakan disiplin sampai ke pelosok desa, “ tambahnya
Selanjutnya kepala Dinkominfo Anis Rosidi Ssos.,M.Si dalam rapat dinas tersebut memaparkan perihal digitalisasi pemerintahan. Digitalisasi pemerintahan selain merupakan konsekuensi IoT juga merupakan tuntutan daripada reformasi birokrasi yang dicanangkan Menpan RB. “Jadi digitalisasi pemerintahan di pemerintah daerah merupakan salah satu perwujudan reformasi birokrasi melalui akselerasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,’ jelas Anis.
Dan menurutnya, digitalisasi pemerintahan tidak simple. Bukan hanya merubah tatap muka menjadi virtual, namun berkaitan dengan mindset pola pikir dan budaya kerja ASN. Ditambahkan pula saat ini sedang dikampanyekan oleh pemerintah pusat, yaitu literasi digital, tentang bagaimana agar seluruh masyarakat termasuk ASN, “melek” akan digital. (Ar-Kominfo)
Senin, 7 Juni 2021
Baru-baru ini, pengakuan dan penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas tata kelola keuangan juga berhasil diraih pemerintah daerah kabupaten Pekalongan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam sambutannya pada acara Rapat Paripurna DPRD kabupaten Pekalongan dalam rangka penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabuupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2020, yang diselenggarakan di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Jum’at (04/06) pagi.
Disampaikan Bupati, Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 merupakan Rancangan Peraturan Daerah yang memuat Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2020 yang telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“ Dalam pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 telah disusun laporan pelaksanaannya secara komprehensif di dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2020 yang telah diaudit oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 20 Januari smpai dengan 29 April 2021. Hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah telah diserahkan kepada Ketua DPRD dan Bupati Pekalongan pada tanggal 20 Mei 2021, dengan opini adalah ‘WAJAR TANPA PENGECUALIAN (WTP)’, yang Alhamdulilah berhasil diraih keenam kalinya secara berturut turut dengan kategori opini tertinggi dari BPK RI,” paparnya.
Lebih lanjut Bupati menegaskan prestasi tersebut merupakan pengakuan dan penghargaan dari BPK atas tata kelola keuangan yang telah dilaksanakan selama ini, dan bukan merupakan suatu hal yang kebetulan, melainkan buah dari hasil kerja keras, kerjasama dan komitmen bersama sesuai dengan tugas pokok fungsi masing-masing.
“Oleh karena itu ,kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada semua stakeholders yang telah berperan dalam upaya memperoleh opini WTP. Kami juga mengajak semua stakeholders untuk tetap bersama sama mempertahankan serta meningkatkan kualitas opini WTP pada tahun-tahun mendatang, “ tuturnya
Selanjutnya pada Rapat Paripurna Dewan tersebut Bupati menyampaikan gambaran umum mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020, antara lain perihal pendapatan, belanja dan transfer pembiayaan
Rapat Paripurna dPRD kabupaten Pekalongan dalam rangka penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabuupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2020 dihadiri Ketua DPRD Hj Hindun MH, Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti, para anggota unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Agama, Pj Sekda beserta para asisten dan staf ahli, Sekretaris DPRD, para Kepala OPD, para camat se-kabupaten Pekalongan dan Ketua KPU Kabupaten Pekalongan. (Ar-Kominfo)
Jumat, 4 Juni 2021
Kunjungan studi komparasi tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya rencana Pemkab Belitung untuk melaksanakan kegiatan kerjasama dalam bentuk penyertaan modal berupa aset Barang Milik Daerah(BMD) kepada BUMD atau pihak lainnya dalam rangka optimalisasi pemanfaatan BMD dan pendapatan daerah.
Dalam kesempatan itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si memaparkan tentang potensi unggulan yang dimiliki kabupaten Pekalongan kepada Bupati Belitung dan rombongan.
‘Kabupaten Pekalongan selain dikenal batiknya, masyarakatnya sudah menuju masyarakat industry. Berikutnya adalah pertanian. Kami punya komoditas beras. Kabupaten Pekalongan juga sebagai salah satu sentra pangan di Jawa Tengah dan sudah surplus beras. Disamping batik, ada juga sarung dengan brand yang sudah melegenda, yang dipasarkan ke Sumatra bahkan diekspor ke Timur tengah. 70 persen produksi batik nasional diproduksi di kabupaten Pekalongan. Inilah keunggulan kabupaten Pekalongan sehingga kami bersukur, dari batik inilah kita sudah punya nama tinggal bagaimana kita melakukan upaya2-upaya untuk mempercepat pembangunan, “papar Bupati Asip
Sektor lain yang bisa dijadikan komparasi adalah sector pendidikan. Pemkab Pekalongan sudah berhasil menfasilitasi setidaknya 5 (lima) perguruan tinggi, 2 (dua) diantaranya perguruan tinggi negeri (Undip dan IAIN). “ Kami meyakini pertumbuhan perguruan tinggi akan menjadi salah satu kutub pertumbuhan ekonomi. Kemudian yang dari swasta juga kita dorong semua,” lanjutnya.
Bupati Asip menambahkan sebagai komparasi lain, kabupaten Pekalongan punya best practice yaitu laboratorium Kemiskinan yang mendapat peringkat 35 inovasi nasional. Laboratorium Kemiskinan adalah salah satu cara untuk bagaimana menurunkan angka kemiskinan. Upaya ini berhasil sehingga bisa direplikasi dan karenanya banyak pemerintah daerah belajar tentang laboratorium kemiskinan.
Sementara itu Bupati Belitung Sahani Saleh S.Sos dalam sambutannya mengatakan bahwa kabupaten Pekalongan dan Belitung beda kultur budaya. Salah satunya kondisi wilayah Pekalongan berupa daratan, sedangkan Belitung berupa kepulauan. Untuk itulah pihaknya tertarik melakukan kunjungan studi komparasi ke kabupaten Pekalongan.
Bupati Sahani juga menjelaskan Belitung dikenal dengan hasil perkebunan, salah satunya adalah lada. Selain itu Bangka Belitung juga dikenal dengan tambang timahnya. Potensi yang menonjol lain, disamping tambang, timah, adalah potensi kelautan. “ Keunikan dan keindahan laut maupun daratnya menjadi potensi yang menonjol saat ini. Tanahnya subur, dibawahnya ada tambang, “ ujarnya
Dikatakan pula salah satu tujuan kedatangan rombongan pemkab Belitung adalah untuk melihat sejauh mana pihaknya mengolah aset-aset untuk dikerjasamakan dengan pihak lain.
Dijadwalkan, setelah kunjungan ke kantor Bupati Pekalongan, rombongan Pemkab Belitung akan berkunjung pula ke Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pekalongan pada Jum’at 4 Juni 2021. (Ar-Kominfo)
Kamis, 3 Juni 2021
“PRSI ini tidak hanya untuk menghasilkan juara,tetapi yang lebih utama adalah mempersiapkan generasi muda yang sehat dan berakhlakul karimah. Ini luar biasa. Karena olah raga adalah bagian dari kompetisi yang membentuk watak individu,”ujar Pj Sekda.
Dan tentu saja karena ini di dunia air, menurut Pj Sekda maka tepat di kabupaten Pekalongan karena kabupaten Pekalongan merupakan wilayah penuh air. Sehingga peran PRSI ini sangat strategis dan diharapkan dengan kondisi wilayah seperti itu kepengurusan yang baru akan mampu mengangkat kabupaten Pekalongan dalam setiap kiprahnya di dunia air melalui wadah PRSI. “Sudah saatnya kabupaten Pekalongan bangkit di provinsi Jawa Tengah,’ ungkapnya.
Pj Sekda mengharapkan apa yang diprogramkan bisa dilaksanakan dengan baik. Ia berpesan bahwa kuncinya hanya satu, yaitu dengan mensolidkan kepengurusan, mengkoordinasikan seluruh stakeholder yang ada dan sering berkonsultasi dengan PRSI Jawa Tengah.
Selain itu diharapkan pula geliat dunia air khususnya renang semakin nyata dengan kepengurusan yang baru ini. Dikatakan pula beberapa lokasi kolam renang sudah luar biasa dan hal ini sudah menjadi gaya hidup menengah ke atas.
Untuk itu dari sentuhan PRSI diharapkan olah raga renang bisa berprestasi. “Jadi tidak hanya berenang untuk rekreasi , mudah-mudahan dengan diwadahi organisasi ini, akan ada pembinaan ke arah prestasi sesuai dengan apa yang diprogramkan oleh pengurusnya,” pintanya.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun MH menyampaikan pihaknya sangat berharap setelah pelantikan kepengurusan PRSI tersebut bisa mengimplementasikan apa yang menjadi program kerja dari pengurus yang baru.
Hindun berharap dengan kepengurusan yang baru bisa membawa olah raga renang di kabupaten Pekalongan menjadi bukan hanya olah raga prestasi tetapi sudah menjadi olah raga masyarakat. Masyarakat sudah sangat mencintai renang seperti dunia sepakbola. “ Tentu ini sangat kita dukung karena akan memberikan dampak positif bagi pembangunan kabupaten Pekalongan. Terutama pembangunan di bidang kesehatan. Olah raga semakin menjadikan masyarakat kita sehat lahir batin,”tandasnya.
Menurutnya, sesuai slogannya’ di air kita jaya’, ini sudah menunjukkan bahwa akan ada kejayaan bukan hanya di bumi, tapi nanti di air bahkan di udara.
Sementara itu Ketua PRSI Jawa Tengah, Hartadi Noertjojo,SE dalam kesempatan yang sama berpesan agar semuanya bersama-sama baik di Jawa Tengah maupun di kabupaten Pekalongan untuk membina olah raga bukan hanya untuk menjadi juara, tetapi bagaimana mendidik anak-anak agar mempunyai akhlak yang baik, dalam hal ini akan menjadi tunas anak bangsa yang menjanjikan untuk Indonesia ke depannya.
“ Kita sebagai seorang atlet akan mendidik anak-anak tentang bagaimana bersyukur , sabar dan telaten, menghormati orang tua serta atasan, dan hal lain yang kita sampaikan dalam proses edukasi kita, agar anak-anak menjadi anak yang membanggakan bagi orang tua,”paparnya.
Sementara Shinanta Previta Anggraeni selaku ketua PRSI Kabupaten Pekalongan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Pekalongan menyatakan dirinya beserta seluruh pengurus akan bekerja untuk memulai mengimplementasikan program PRSI kabupaten Pekalongan dengan slogan ’Di air kita jaya’.
“ Semoga dengan kepengurusan yang baru ini PRSI kabupaten Pekalongan dapat menjadi lebih baik dalam meningkatkan dan meraih prestasi di dunia air. Mari bersama menuju kabupaten Pekalongan yang lebih maju dan mengedepankan kearifan lokal,” tutur Shinanta
Shinanta menyebut usai pelantikan akan digelar lomba renang tingkat Kabupaten Pekalongan. Dijelaskannya ajang ini ke depan selain mensosialisasikan kepengurusan PRSI yang baru, juga sekaligus untuk meyalurkan bakat para atlet, mencari dan seleksi bibit atlet renang kabupaten Pekalongan. Kemudian PRSI juga akan melakukan verifikasi klub-klub renang yang belum berbadan hukum, untuk bisa memiliki badan hukum. Selanjutnya PRSI akan memberikan beasiswa bagi atlet-atlet renang berprestasi yang mampu meraih prestasi baik di kejuaraan tingkat nasional maupun provinsi.
“ Melalui beberapa program awal tersebut, kami harapkan kedepan PRSI kabupaten Pekalongan bisa kembali menoreh prestasi baik di tingkat provinsi ataupun nasional,” paparnya.(Ar-Kominfo)
Rabu, 2 Juni 2021
‘’ Oleh karena itu, kami mewakili seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan masyarakat Kabupaten Pekalongan sangat menyambut baik dan mengapresiasi dan tentu mendukung apa yang akan menjadi amanah yang diberikan kepada kita,’’ ungkapnya.
Selanjutnya, Bupati Asip juga menuturkan bahwa pendirian pondok pesantren di pododadi ini, diharapkan dapat menjadi sumber keberkahan bagi sleuruh masyarakat Kabupaten Pekalongan dan khususnya warga sekitar Pododadi, Kecamatan Karanganyar.
Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk dapat membantu segera berdirinya Pondok Pesantren Pododadi ini. ‘’ Alhamdulilah sekarang banyak sekali pesantren-pesantren berkembang untuk mewujudkan Islam yang ditengah itu menjadi kekuatan keilmuwan juga menjadi kekuatan penopang bergeraknya perekonomian masyarakat,’’ tuturnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Ketua Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH.Syaiful Bahri menjelaskan bahwa keberadaan pondok pesantren itu merupakan sebuah keniscayaan . Dan menurutnya, pesantren dengan Nahdlatul Ulama tidak bisa dipisah-pisah karena pesantren adalah NU kecil, dan Nahdlatul Ulama adalah pesantren besar. ‘’Tumbuh berkembangnya Nahdlatul Ulama tidak bisa dipisahkan dengan bagaimana tumbuh dan berkembangnya pondok pesantren,’’ ujarnya.
Selain itu, Ia juga berharap Pondok Pesantren Pododadi ini bisa segera hadir, supaya di Kabupaten Pekalongan ada wadah untuk membentuk anak-anak yang soleh dan soleha serta berakhlakul karimah supaya bisa mengemban tanggung jawab menjadi warga NU. ‘’Karena dengan akhlak yang baik, maka semua aspek dalam kehidupan Insyaallah akan berjalan baik juga,’’ tandasnya.
Dalam acara tersebut, Ketua Ikatan Alumni Pesantren Tebu Ireng (Ikapete) juga berkesempatan memberikan sambutan, dan beliau menyampaikan bahwa pesantren yang akan berdiri ini merupakan wadah yang sangat baik untuk kedepannya, utamanya dalam hal mengembankan misi Nahdlatul Ulama yaitu menumbuhkan ukuwah Islamiyah di Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, Ia berharap baik pemerintah maupun masyarakat utamanya seluruh alumni Pondok PesantrenTebu Ireng yang ada di sekitar wilayah Pekalongan dapat mendukung niat baik tersebut.
‘’ Mudah-mudahan alumni-alumni di sekitar wilayah Pekalongan ini dapat menghidupi dan dapat melanjutkan cita-cita dari pada kiyai Hasim Ashari dimana beliau tidak mengutamakan kelompoknya melainkan beliau mengutamakan ukuwah Islamiyah.,’’ ucapnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 31 Mei 2021
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes, di ruangannya, baru-baru ini. “Kami optimistis target vaksinasi tersebut tercapai, namun tetap tergantung pada ketersediaan vaksin,” tutur Setiawan. Ditambahkan, sampai sekarang tidak ada kendala dalam pengiriman vaksin.
Jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Semester II Tahun 2020 sebanyak 966.418 orang.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, BambangRuswanto, SKM., M.Kes didampingi Kasi Surveilans dan Imunisasi, Casmudi S.Kep, MM mengatakan, hingga 11 Mei 2021, jumlah sasaran yang sudah divaksin untuk dosis pertama : 28.129 (20,30%) dan dosis kedua: 22.492 (16,23%).
Vaksin tersebut diberikan dengan rincian sebagai berikut :
Dosis ke-1 : 2.881 (102,38%)
Dosis ke-2 : 2.683 (95,34%)
Dosis ke-1 : 17.690 (25,08%)
Dosis ke-2 : 15.292 (21,68%)
Dosis ke-1 :7.558 (11,59%)
Dosis ke-2 : 4.517 (6,93%)
Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dimulai pada tanggal 25 Januari 2021 di UPTD Puskesmas Kesesi. Vaksin pertama diterima Bupati dan Forkompinda, Ketua MUI, FKUB, KNPI, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Pencanangan vaksin menandai dimulainya Vaksinasi Tahap I bagi tenaga kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan.Vaksin dosis ke-2 diberikan 14 hari kemudian.
Casmudi menjelaskan, sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/4/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Corona Virus Diease 2019 (Covid-19), sasaran pemberian vaksin sudah ditentukan antara lain dengan prioritas sebagai berikut:
Casmudi menegaskan, vaksin diberikan secara gratis, namun ketersediaan vaksin saat ini masih belum cukup untuk semua lapisan masyarakat, sehingga target vaksinasi belum bias mencakup seluruh lapisan masyarakat, sehingga diberikakan dengan prioritas sebagaimana sudah disampaikan sebelumnya “Masyarakat bias mendapatkan vaksinasi di tempat pelayanan vaksinasi yaitu pada sarana kesehatan, yaitu, Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik. Walaupun secara masal diselenggarakan di luar sarana kesehatan dan caranya sasaran akan dihubungi petugas melalui surat panggilan / pemberitahuan,” terang Casmudi.
Lebih lanjut dikatakan, sampai saat ini belum ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasai (KIPI) yang serius yaitu derajat sedang sampai serius, sebagian kecil ada KIPI ringan seperti, mual muntah, pusing, merasa pegel lengan yang disuntik, dan akan hilang / sembuh dalam 24 jam.
“Dalam pelaksanaan vaksinasi di dalam Gedung maupun di luar Gedung fasilitas kesehatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) disiapkan emergency kit (obat dan alat) untuk penanganan KIPI, penanganan KIPI akan dilakukan sesuai derajatnya, juga disiagakan alat tranpostasi berupa ambulance yang siap untuk merujuk kerumah sakit apabila ada KIPI serius,” jelasnya.
Disebutkan, ada beberapa alasan sehingga seseorang tidak bias divaksin, antara lain:
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Indonesia, Prof Wiku Adisasmito seperti diberitakan halaman www. mengatakan, Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19. Sejalan dengan itu, Indonesia juga berusaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap kebutuhan vaksin dari luar negeri dan mendorong produksi vaksin dalam negeri. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan jika berkaca dari embargo yang dilakukan India terhadap vaksin karena kasus Covid-19 melonjak. Dan PT Bio Farma akan terus meningkatkan kapasitas produksi vaksin Sinovac mencapai 25 juta dosis.
"Dengan ditingkatkannya kapasitas produksi vaksin ini, kebutuhan vaksin dalam negeri akan tercapai," katanya saat menjawab pertanyaan media dalam International Media Briefing, Selasa (14/04/2021) yang disiarkan kanal YouTube BNPB Indonesia.
Pemerintah juga terus mengakselerasi pengembangan vaksin dalam negeri. Secara bersamaan, pemerintah juga terus mendiseminasikan informasi kepada masyarakat, tentang pentingnya vaksin untuk melindungi masyarakat dari terpapar. Dan sejauh ini pemerintah sudah 13,6 juta vaksin kepada masyarakat Indonesia.
Pemerintah juga terus memastikan bahwa program vaksinasi terus berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat terlindungi. Karenanya pemerintah terus mencukupi kebutuhan vaksin melalui skema kerjasama dengan sejumlah negara di dunia. Juga membuka peluang bagi pihak swasta untuk berpartisipasi dalam program Vaksin GotongRoyong. *) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda pada Dinkominfo Kab.Pekalongan.
Senin, 31 Mei 2021