KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si didampingi staf Pos Angkatan Laut (Posal) Wonokerto, baru baru ini mengunjungi kediaman Bapak Mujiono, ayahanda salah satu putra terbaik dari Kabupaten Pekalongan, Achmad Faisal yang beralamat di Desa Kebangkerep Kecamatan Sragi, Minggu (25/04) malam.
Achmad Faisal (Sertu Kom, 29 tahun) merupakan salah satu dari 53 personil KRI Nanggala-402 yang dinyatakan tenggelam ( subsunk ) di laut Bali saat melaksanakan tugas.
"Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pekalongan, kami menyampaikan rasa duka yang sebesar-besarnya dan dukungan kepada keluarga agar tabah, diberi kekuatan lahir batin, tetap optimis serta husnudzon terhadap ketentuan Allah SWT sambil tentunya tak berhenti berdo’a," Ungkap Bupati. (Red)
Minggu, 25 April 2021
KAJEN - Hadir dalam acara Musyawarah Kabupaten (Muskab) V Badko LPQ Kabupaten Pekalongan Tahun 2021, Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi,SH.M.Si., berharap para pendidik Al-Quran yang ada di Kabupaten Pekalongan dapat menanamkan dua prinsip dasar kehidupan bagi anak-anak yang ada di Kabupaten Pekalongan, yaitu tentang pemahaman keagamaan dan nasionalisme.
KAJEN – Menginjak hari ke sembilan di bulan suci Ramadhan, Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., berkesempatan melakukan kegiatan sholat tarawih di Desa Rembun, Kecamatan Siwalan, pada Rabu (21/4/2021) malam. Bupati Asip didampingi Sekda Kabupaten Pekalongan Ir.Bambang Irianto M.Si, Asisten Pemerintahan Setda Toto Budi Mulyanto, dan Kepala Dinas Kesehatan Setiyawan Dwiantoro.
KAJEN - Stunting menjadi istilah yang cukup populer akhir-akhir ini karena berkaitan dengan kualitas hidup manusia. Dimana menurutnya, stunting merupak gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak yang disebabkan oleh gizi buruk, kemudian infeksi berulang, stimulasi psikososial yang tidak memadai. ‘’Seorang anak dianggap stunting jika tinggi badannya berada di bawah standar deviasai di bawah standar ukuran anak. Hal ini dijelaskan oleh WHO yang harus menjadi pedoman kita semua,’’ ungkap Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si, pada hari ini, Selasa (20/4/2021) pada acara Rembug Stunting yang diselenggaran oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan secara langsung maupun melalui zoom meeting di aula lantai 1.
KAJEN – Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., melakukan Safari Ramadhan perdananya di Bulan Ramadhan tahun 1442 H ini dengan berkunjung ke Desa Paninggaran, Kecamatan Paninggaran pada Senin (19/4/2021) malam. Dalam kunjungannya Bupati melakukan sholat tarawih di Masjid Jami Al Khairul Huda Kecamatan Paninggaran serta menyerahkan bantuan sembako bagi warga kurang mampu di desa setempat dan memberikan bantuan Al -Quran untuk masjid.
KAJEN – Dalam rangka mendukung kebijakan dari pemerintah pusat terkait adanya larangan mudik lebaran tahun 2021 mendatang, Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si, menghimbau warganya untuk mematuhi aturan tersebut demi keselamatan bersama. Hal tersebut dikatakan Bupati Asip Kholbihi saat di Makodim 0710 Pekalongan, pada Jumat (16/4/2021) malam. ‘’Kita sudah menerima surat edaran terkait dengan larangan mudik, tentu kita akan menyikapi, dengan mengamankan kebijakan dari pemerintah pusat,’’ ungkap Bupati Asip Kholbihi.
Hal tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, ucap Bupati Asip, karena belajar dari lebaran tahun kemarin, saat ada larangan mudik dari Pemerintah Pusat, warga Kabupaten Pekalongan yang berjumlah sekitar 55.000 orang tetap nekat pulang ke kampung halaman. Dan hal tersebut tidak boleh terulang kembali di tahun ini, menurutnya.
Selain itu, supaya tidak terulang kembali seperti tahun kemarin, dikatakan Bupati Asip Kholbihi bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kapolres Pekalongan untuk membatasi pemudik di tahun 2021 ini. Dan pihaknya juga akan melakukan sosialisasi dengan Paguyuban Warga Pekalongan yang ada di Jakarta supaya pembatasan mudik bisa dilakukan dengan baik. ‘’Kepada warga Pekalongan yang ada di Jakarta, saya mohon agar ikut mengamankan kebijakan pemerintah, demi keselamatan kita bersama,’’ ujarnya.
KAJEN - Selama bulan Ramadhan 1442 Hijriyah ini, Pemkab Pekalongan mengadakan kegiatan Pengajian Ramadhan Jum’at Pagi bagi para ASN di lingkungan pemkab Pekalongan. Pengajian Ramadhan Jum’at pagi perdana, Jum’at (16/04) di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan menghadirkan penceramah ustad Hadi Wibowo,S.Pd.I dari Kajen, dihadiri Penjabat (Pj)Sekda Ir. Bambang Irianto M.Si beserta para asisten, para kepala OPD serta para ASN. Pengajian dibuka oleh bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si. Dalam sambutannya Bupati menerangkan bahwa ngaji merupakan hal penting karena wajib bagi kita semua untuk bekal supaya dalam setiap melangkah, baik ibadah yang bersifat personaliti maupun social, ada patokan yang sesuai dengan hukum.
KAJEN - Melalui perencanaan pembangunan yang mengusung tema " Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Melalui Gerakan Kudu Sekolah" Kabupaten Pekalongan kembali memperoleh penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2021 dari pemerintah provinsi Jawa Tengah. Pemerintah Kabupaten Pekalongan berhasil meraih juara III untuk kategori kabupaten.
“Kabupaten Pekalongan masuk 3 besar karena kita mengusung program”Kudu Sekolah”, dimana ‘Kudu Sekolah’ dimaksudkan agar seluruh anak yang drop out berkesempatan sekolah lagi. Kita punya program, menciptakan aplikasinya, kemudian intervensi program dari pemerintah yang didukung oleh seluruh kekuatan. Dengan cara seperti itu Alhamdulilah upaya untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia dan menghilangkan distorsi/dikotomi pendidikan di daerah atas/bawah, masyarakat kota/desa, masyarakat miskin/kaya, Alhamdulilah bisa kita hilangkan di kabupaten Pekalongan, “Ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si usai menerima penghargaan pembangunan daerah tahun 2021 di gedung gradhika bhakti praja kantor Gubernur Jawa Tengah Semarang, Rabu (14/04) pagi.
‘’Tanamkanlah kepada anak-anak kita rasa nasionalisme yang berlandaskan keagamaan juga. Karena keduanya, antara keagamaan dan nasionalisme merupakan dua prinsip yang sangat mendasar yang harus dimiliki anak-anak kita selaku penerus bangsa untuk mempertahankan NKRI juga memiliki dasar agama yang kuat,’’ kata Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., saat menghadiri acara Muskab V Badko LPQ Kabupaten Pekalongan pada hari Sabtu (24/4/2021) yang bertempat di Aula Gedung Pusat Layanan Haji dan Umroh Terpadu (PLHUT)
Kabupaten Pekalongan di Wiradesa.
Dikatakan Bupati Asip, bahwa pengetahuan tentang keagamaan dan nasionalisme yang kita tanamkan kepada anak-anak, akan mencegah mereka terjerumus ke dalam ideologi yang bertentangan dengan ideologi yang sudah ditanamkan oleh para pendahulu kita. ‘’Ayo kita didik anak-anak kita dengan faham kebangsaan dan keagamaan secara parallel, karena ini merupakan tantangan bagi kita,’’ ucapnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Asip juga menjelaskan bahwa mewujudkan keamanan kepada masyarakat adalah tugas pokok pemerintah. Karena menurutnya, dengan rasa aman yang didapatkan oleh masyarakat, itu akan membuat masyarakat lebih leluasa dalam menjalankan semua aktivitas di kehidupan mereka termasuk kegiatan keagamaan. ‘’ Inilah yang menjadi tugas pemerintah dalam mewujudkan rasa aman sehingga masyarakatnya dapat menjalankan setiap kegiatan utamanya keagamaan dengan penuh rasa aman tanpa adanya gangguan,’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Ketua Badko LPQ Kabupaten Pekalongan Hj.Hindun, yang sekaligus merupakan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, mengatakan dalam sambutanya bahwa sesuai dengan Keputusan Dirjen Kemenag Tahun 2020 atau perubahan kebijakan tentang penyelenggaraan pendidikan keagamaan, nama Badko TPQ sejak tahun 2020 berubah menjadi Badko LPQ (Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al Quran) dan itu mengikat seluruh Indonesia ‘’Ini namanya berubah ya dari Badko TPQ menjadi Badko LPQ sejak tahun 2020’’ ujarnya.
Selain itu Ia juga mengatakan bahwa selama kepengurusanya sejak tahun 2017 sampai berakhir saat ini di tahun 2021, banyak sekali pihak yang membantu melancarkan semua kegiatan yang diselenggarakan oleh Badko LPQ Kabupaten pekalongan, baik itu dari pemerintah daerah maupun dari kementrian agama.
Untuk itu, dalam kesempatan ini Ia mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu selama kepengurusanya sebagai Ketua Badko LPQ Kabupaten Pekalongan selama ini. ‘’ Kami sangat berterimakasih atas dorongan dari pemerintah daerah dalam hal ini melalui dinas pendidikan atas insentif yang diberikan kepada guru-guru, kemudian berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas dari guru-guru kita yang sudah dilaksanakan dalam periode kami, tentu kami sangat berterimakasih,’’ imbuhnya.
Ia menambahkan selama kepemimpinan kami pengurus merasa terbantu dengan adanya kebijakan pemerintah baik melalui kemenag maupun pemerintah daerah sehingga guru-guru kami dan para pengelola Badko LPQ ini bisa melaksanakan kegiatan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan,’’ jelasnya. Di akhir acara hasil Muskab V LPQ Kabupaten Pekalongan, secara musyawarah dan mufakat seluruh peserta Muskab memilih H. Hindun Sebagai Ketua periode 2021-2026. (Lus-Kominfo)
Sabtu, 24 April 2021
Dalam tausiahnya Anis menerangkan bahwa satu dekade terakhir ini kita berada dalam era perkembangan dan kemajuan Teknologi Informasi yang luar biasa cepatnya. Dari semua aspek sisi kehidupan manusia, yang dikenal istilah revolusi industri 4.0. Karena begitu besarnya dampak dari perkembangan kemajuan teknologi informasi ini dimulai tahun 1769 ketika James Watt menemukan mesin uap pertama kalinya dan ini merupakan tonggak revolusi industri 1.0.
“ Tahun 2013 kita mengenal konsep perpaduan antara komputer dengan internet. Inilah titik penting revolusi industri yang berjalan 4.0 yang berkelanjutan. Sebetulnya kita sebagai Umat Islam, revolusi industri itu jauh dimulai sebelumnya. Dan Alloh SWT dalam surat Al Alaq memerintahkan pentingnya kita mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Ayat ‘Iqra” (bacalah) diartikan bagaimana manusia wajib membaca fenomena dan realita alam dan manusia.” terangnya.
Ditambahkan, makna tersebut begitu penting sehingga surat itu diturunkan pertama. Dalam surat itu Alloh SWT memerintahkan umat Islam untuk mempelajari pengetahuan dan teknologi. Banyak ayat lain dalam Al Qur an yang semuanya intinya adalah perintah untuk mempelajari, mencermati meneliti sehingga menimbulkan teori-teori baru.
Selanjutnya Anis menjelaskan alasan mengapa umat Islam diperintahkan untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang pertama untuk membuat kita menyadari akan ke-ESA an dan kebesaran Alloh SWT. Kedua, manusia diciptakan sebagai khalifah yang tugasnya membuat kemakmuran dan menegakkan keseimbangan alam. Dan manusia dalam menciptakan kemakmuran ini tentu banyak permasalahan atau hambatan.Maka manusia harus berpikir menciptakan pengetahuan dan teknologi untuk memudahkan hidup mereka agar hidup lebih efektif efisien. “ Saat ini kita berada dalam teknologi informasi yang luar biasa cepat, "terangnya.
Demikian juga kemajuan teknologi membawa kemudahan hidup. Contohnya Hand Phone (HP). HP bisa membawa kemudahan tapi juga bisa menjerumuskan kita. "Bahkan bisa mengurangi kualitas ibadah puasa,”ujarnya
Dalam konteks puasa, lanjut Anis, dengan kemajuan teknologi informasi kita bisa dengan mudah membuka konten-konten keagamaan serta kajian Islam. Kita juga bisa syiar Islam, tadarus Al Qur’an lewat HP. “Ini jika kita menggunakan akal sehat, "terangnya.
Namun sebaliknya jika ketika kita yang mengedepankan adalah nafsu , maka akan membawa mudharat. Sebagai contoh menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya ( hoax) , membuka konten negatif pornografi, SARA, ujaran kebencian. "Tolong ini dihindari karena bisa mengurangi pahala ibadah dan bisa merusak iman dan takwa kita,” ajaknya.
Oleh karena itu Anis mengajak jamaah mengedepankan akal sehat dalam menyikapi kemajuan teknologi. “Mari kita bijak bermedsos, bijak menyikapi kemajuan teknologi informasi yang saat ini sudah merambah di semua lini kehidupan manusia, ”,pungkasnya. Ar-Kominfo)
Kamis, 22 April 2021
Dalam kesempatanya tersebut, Bupati Asip mengatakan bahwa Ia hadir melakukan kegiatan tarawih keliling dalam rangka mengamalkan adab atau tradisi pemimpin Kabupaten Pekalongan terdahulu yang telah memprakasai kegiatan yang menurutnya sangat baik ini. ‘’ Niat tarawih di masjid sini dan silaturahmi karena Rembun ini menurut sejarah merupakan bagian dari salah satu pusat pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Pekalongan.,’’ ungkapnya.
Selain itu, Ia juga menurutkan bahwa kedatangannya ke desa Rembun juga dalam rangka ikhtiar tentang mencari cara untuk bagaimana membangun masyarakat supaya bisa lebih baik dalam konteks mencari nilai-nilai baru. ‘’ Inilah yang menjadi tugas pemerintah karena tugas pemerintah itu mewujudkan kesejahteraan melalui program pembangunan,’’ ujarnya.
Dalam kesempatannya ini Bupati Asip juga mengatakan bahwa untuk mewujudkan kemaslahatan dalam masyarakat, menurutnya antara pemimpin dan kyai dapat bersinergi guna mewujudkan kemaslahatan tersebut. Sebab, lanjut Bupati Asip, peran pemimpin adalah mewujudkan kesejahteraan dengan cara pembangunan, sedangkan peran kyai adalah menjaga masyarakat supaya bisa selamat dunia akhirat.
Oleh karena itu, Bupati Asip berharap bahwa para kyai bisa bersama-sama dengan pemimpin untuk mewujudkan kemaslahatan tersebut sehingga masyarakat di Kabupaten Pekalongan bisa semakin maju dan bisa selamat dunia dan akhirat. ‘’ Jadi sinergitas antara dua komponen inilah yang menjadi tumpuan warga masyarakat agar masyarakat menjadi semakin baik lagi,’’ tuturnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Asip juga mengucapkan rasa terima kasih kepada masyarakat Desa Rembun yang kurang lebih selama lima tahun masa kepemimpinannya telah membantu pemerintah. Ia juga mengucapkan mohon maaf apabila ada kesalahan dan hal yang kurang berkenan selama kepemimpinannya. ‘’ Terimakasih atas kerjasama dan dukungannya, dan saya mohon maaf apabila pemerintahan selama lima tahun ini yang saya pimpin ada hal yang kurang berkenan, saya atas nama bupati dan selaku pemimpin saya minta mohon maaf,’’ pungkasnya.(Lus-Kominfo)
Kamis, 22 April 2021
Bupati Asip melanjutkan, bahwa secara data sendiri di Kabupaten Pekalongan telah mengalami penurunan angka stunting dari tahun 2019 sampai tahun 2020 kemarin. Menurutnya ‘’Di kita catatannya adalah pada tahun 2020 ada sebanyak 1631 anak yang stunting atau 15,81% dari 10.316 balita yang di timbang. Dan ini juga menurun dari tahun 2019 yang sebesar 21,43%,’’Dan menurut Bupati Asip angka 15.81% ini juga harus dipikirkan melalui rembug stunting ini secara sistematik sehingga dari tahun ke tahun penurunannya lebih tajam lagi.
Selain itu Ia juga mengatakan bahwa stunting ini harus dicegah sedini mungkin karena akibatnya yang sangat fatal. ‘’Selain mengalami fungsi kognitif dan keterlambatan motorik, anak-anak stunting juga beresiko mengalami permasalahan kesehatan di masa dewasa. Dan bagi perempuan makan ia akan melahirkan bayi yang lebih kecil dan akan beresiko melambungkan lingkaran setan kemiskinan dalam keluarga. Jadi ini penting karena untuk mengurai agar persoalan-persoalan di belakang hari bisa kita antisipasi sedemikian rupa,’’jelasnya.
Dan karena masalah stunting merupakan masalah multidimensional, Bupati Asip mengatakan bahwa masalah ini harus diselesaikan dnegan melibatkan banyak sektor supaya bisa cepat diselesaikan. ‘’ Ada faktor multidimensional yang tidak hanya disebabkan oleh gizi buruk saja yang dialami oleh ibu hami maupun anak balita, oleh karena itu penanganan stunting harus ditangani secara pentahelik yaitu koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan,’’ ujarnya.
Selain itu, tambah Bupati Asip, pemerintah desa juga menjadi hal penting dalam permasalahan ini ,karena menurutnya, nanti dana desa bisa diarahkan untuk infrastruktur dalam rangka menangani atau pencegahan dini terhadap keluarga yang berpotensi akan mengalami stunting.
Selain itu, lanjut Bupati Asip, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga akan terus melakukan upaya-upaya konfirmasi, singkronisasi, dan sinergitas dari hasil analisis situasi dan susunan rancangan kegiatan dari OPD penanggung jawab layanan di tingkat kabupaten dengan hasil perencanaan partisipatif masyarakat dalam rangka penurunan stunting.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, mewakili Dinkes Kabupaten Pekalongan, Dr.Budi Darmoyo mengatakan dalam sambutannya, bahwa tujuan puncak dari acara rembug stunting ini adalah untuk meningkatkan sinergitas dan singkronisasi hasil analisis situasi serta penyusunan rencana kegiatan dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Pekalongan. ’Tujuannya memang pada akhirnya untuk pencegahan stunting di Kabupaten Pekalongan,’’ ujarnya.
Selain itu, dikatakan oleh Dr. Budi Darmoyo bahwa dalam acara rembug stunting ini juga diberikan penghargaan terhadap tiga puskesmas terbaik dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Pekalongan. Dimana penghargaan tersebut diberikan kepada Puskesmas Kesesi 1, Pusksesmas Paninggaran dan Puskesmas Bojong 1. ‘’ Sebagai bentuk memberikan apresiasi terhadap Pemerintah Kabupaten Pekalonga diberikan 3 penghargaan terbaik bagi puskemas dalam penurunan stunting yaitu Puskesmas Kesesi 1, Puskesmas Paninggaran, dan Puskesmas Bojong 1,’’ pungkasnya.(Lus-Kominfo)
Selasa, 20 April 2021
Pada kesempatan tersebut Asip berpesan agar masyarakat Desa Paninggaran bisa menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini sebaik mungkin meski dalam situasi pandemi, karena pahala ibadah di bulan suci ini berlipat ganda. Tak lupa Asip juga berpesan agar masyarakat jangan lupa bertadarus Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan kesejahteraan, kedamaian dan keamanan masyarakat serta yang juga tak kalah penting adalah tanggungjawab dan kewajiban pemerintah dalam menjaga keamanan akidah warganya supaya tetap berpegang teguh pada akidah dan akhlak yang baik. “Pemerintah juga bertugas membantu mengamankan akidah yang sudah tertanam baik di masyarakat Kabupaten Pekalongan supaya jangan sampai akidah yang sudah baik ini hilang atau digantikan paham-paham tidak benar dari luar yang tidak sesuai dengan akidah kita semua,’’ tegasnya.
Diungkapkan Asip bahwa, berkaitan dengan tugas dan tanggungjawab mengamankan akidah masyarakat inilah, atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dirinya hadir ditengah masyarakat Paninggaran, selain tentunya juga untuk bersilaturahmi. “ Kami mengucapkan teimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Paninggaran atas kerjasamanya selama ini, sehingga tercipta kondisi yang aman dan tentram, itu tanda kerjasama yang baik antara ulama dengan pemerintah,’’ tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Asip berpesan agar masyarakat, khususnya masyarakat Paninggaran untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan, mengingat bulan Ramadhan kali ini masih dalam situasi pandemi. (Lus-Kominfo)
Senin, 19 April 2021
Selain melakukan antisipasi gelombang mudik dari luar kota, dikatakan oleh Bupati Asip Kholbihi bahwa pihaknya juga melarang ASN yang ada di lingkungan Kabupaten Pekalongan untuk mengajukan ijin mudik karena menurutnya, dapat dipastikan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tidak akan mengijinkannya. ‘’ Memang di Kabupaten Pekalongan ini banyak ASN yang berasal dari luar kota, tetapi Insyaallah para ASN di lingkungan Kabupaten Pekalongan ini sudah memahami aturan main, sehingga tidak mengajukan ijin untuk mudik pada hari itu. Dan pemerintah kabupaten juga tidak akan mengijinkan, dalam rangka mengamankan instruksi dari pemerintah pusat,’’ ungkapnya.
Bupati Asip juga menuturkan,hal yang paling penting saat ini adalah mewaspadai para pemudik-pemudik yang datang ke wilayah Kabupaten Pekalongan dengan cara mengoptimalkan kembali program dari pak gubernur yaitu ‘Jogo Tonggo’. Karena menurutnya Program "Jogo Tonggo" ini yang harus diaktifkan kembali untuk mengantisipasi kalau ada beberapa warganya yang terpaksa pulang, maka harus ada langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19,’’
Dan saat dimintai keterangan, apabila ada warga Kabupaten Pekalongan yang pulang ke kampung halaman dari luar kota sebelum tanggal 6 Mei 2021 mendatang apakah akan dilakukan karantina terlebih dahulu, Bupati Asip menjelaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan hal tersebut. ‘’Tidak, saya lihat, kecuali yang bergejala ya, dan sekarang ini sudah banyak yang pulang juka ini, tetapi karena kondisinya sehat-sehat saja maka tidak kita lakukan langkah-langkah tersebut. Tetapi tetap kita waspadai, karena dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan akan memantau terus perkembangan orang per orang warga masyarakat, terutama yang baru saja datang dari luar kota,’’ jelas Bupati Asip Kholbihi. (Lus-Kominfo)
Jumat, 16 April 2021
“Saya berpesan kepada para ASN supaya tidak keliru, maka harus belajar (ngaji). Apalagi dalam konteks pengamalan agama. Agama ini tidak boleh menggunakan interpretasi sendiri karena agama merupakan wahyu sehingga harus ada pihak otoritas yang menunjukkan bahwa wahyu ini diimplementasikan dalam bentuk ibadah yang bisa dipertanggungjawabkan,” terang Bupati.
Selanjutnya dijelaskan bahwa pemegang otoritas domain keagamaan setelah para nabi, diselesaikan semua oleh para sahabat. Dan sekarang yang diakui menurut disiplin ilmu agama, pemegang otoritas untuk bisa menyampaikan wahyu secara benar, adalah para ulama. “ Ulama adalah personifikasi yang melalui dua tahap. Pertama sudah melakukan proses tafaqquh fiddin (mendalami ilmu agama).Yang kedua setelah punya kapasitas keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan, harus punya jiwa kasih sayang sesama, dengan menunjukkan cara beribadah yang benar sesuai syareat yang betul-betul sesuai ajaran Nabi,” lanjutnya.
Bupati juga menegaskan pentingnya ngaji untuk memperdalam khasanah keilmuan dalam rangka mencari panduan yang bisa dipertanggungjawabkan.“ Oleh karena itu dalam rangka memperteguh keilmuan kita, kita perlu belajar dengan siapapun yang mempunyai khasanah keilmuan jelas,” tegasnya. (Ar-Kominfo)
Jumat, 16 April 2021
Disamping itu, lanjutnya, prestasi pemkab Pekalongan pada 2021 ini tidak hanya penghargaan di bidang perencanaan daerah saja , melainkan ada beberapa bidang lain yang kesemuanya berkat kerja dari rekan-rekan di OPD dan didukung oleh seluruh warga masyarakat sehingga seringkali Pemkab mendapat penghargaan baik dari pemerintah pusat maupun provinsi.
“ Manfaat/imbas dari beberapa kali kita memperoleh penghargaan adalah pemkab Pekalongan mendapat perhatian secara khusus. Kita juga mengusulkan kepada DPRD Provinsi Jawa Tengah, ada reward yang berupa bantuan keuangan. Mudah-mudahan ini bisa kita dapatkan, seperti kita memperoleh penghargaan di bidang lingkungan, yaitu juara II dan III lomba Habitat provinsi JawaTengah,”imbuhnya.
“ Inilah contoh, ketika semua komponen bergerak, bisa bersaing dengan daerah lain, maka akan ada reward yang akan kita dapatkan, meski bukan itu tujuannya. Tujuannya adalah membangun kredibilitas pemerintahan, agar tujuan utama mensejahterakan masyarakat kabupaten Pekalongan ini segera bisa kita wujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama,”pungkasnya (Ar-Kominfo)
Rabu, 14 April 2021