KAJEN – Dengan situasi darurat banjir yang masih melanda Kabupaten Pekalongan di daerah pesisir , Pemerintah Kabupaten Pekalongan membuka tanggul Sungai Mrican guna meredam banjir yang masih terjadi saat ini. Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si, saat melakukan kunjungan ke tanggul Sungai Mrican di Kecamatan Wonokerto pada hari ini, Rabu (10/2/2021).
Menurut Bupati Asip, pembukaan tanggul Sungai Mrican dimulai sejak hari ini selebar 2 meter dengan kedalaman 2 meter juga. Hal itu dilakukan, karena banjir yang saat ini terjadi di daerah Wonokerto, Tirto dan sekitarnya disebabkan oleh air kiriman dari hulu yang curah hujan cukup tinggi. Oleh karena itu, Bupati Asip berharap dengan pembukaan tanggul Sungai Mrican ini, banjir di daerah Wonokerto dan sekitarnya bisa teratasi dengan segera.
‘’ Karena pintu Sungai Mrican ini masih dalam tahap pengerjaan. Dan untuk mengurangi beban volume air hujan, karena curah hujannya tinggi maka kita akan buka tanggul sungai mrican,’’ ungkapnya.
Namun dengan pembukaan tanggul Sungai Mrican ini pihaknya menghendaki pemerintah kecamatan setempat dapat menggerakan masyarakat untuk bekerja bersama-sama menutup kembali tanggul tersebut apabila debit air laut naik, karena bagaimanapun, tanggul Sungai Mrican tersebut harus ditutup kembali apabila kemungkinan akan terjadinya air rob masuk.
‘’ Saya sudah meminta kepada camat nanti untuk bisa menggerakan masyarakat ketika terjadi rob untuk bisa bekerja bakti guna menutup tanggul dahulu dengan karung yang diisi material. Kemudian kalau robnya sudah turun akan kita buka lagi,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Bupati Asip juga menjelaskan bahwa untuk mengatasi banjir di Kabupaten Pekalongan itu memerlukan adanya dua cara yang harus dilakukan. Yang Pertama dengan pengendalian rob kemudian apabila sudah selesai, kemudian dilanjutkan dengan cara yang kedua yaitu pompanisasi di kanan kiri tanggul. Menurut Asip pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk menyelesaikannya.
‘’ Jadi Insyaallah dengan cara seperti itu kita sudah mempunyai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait seperti BBWS, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk menanggulangi,’’ paparnya.(Lus-Kominfo)
Rabu, 10 Februari 2021
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan dan anggota baru DPRD kabupaten Pekalongan pada acara Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan Dalam Rangka Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan dan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Masa Jabatan 2019-2024, hari ini Rabu (10/02) di Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan.
“Pada kesempatan yang baik ini saya selaku pribadi maupun atas nama bupati Pekalongan mengucapkan selamat bertugas kepada saudara Catur Andriansyah S.Pd yang menggantikan saudara Alm. Nunung Sugiantoro ST sebagai wakil ketua DPRD dan saya mengucapkan selamat kepada saudara Riyadi yang menggantikan saudara Riswadi SH dari PDIP yang telah mengundurkan diri dan akan dilantik menjadi wakil bupati, “ucap Bupati dalam sambutannya pada rapat paripurna. Ucapan yang sama juga disampaikan untuk Yahya dari partai Gerindra yang menggantikan Alm. Nunung Sugiantoro ST.
KAJEN – Dalam rangka menekan penyebaran virus Covid-19 secara masif, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan segera menerapkan sistem mikro zonasi di tiap-tiap desa. Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si.,dalam kesempatannya saat mengikuti acara Rapat Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah, secara virtual di ruang rapat Bupati, pada siang ini, Senin (8/2/2021).
Dikatakan Bupati Asip sistem mikro zonasi desa ini merupakan sistem pengerucutan zona keamanan daerah yang bertujuan untuk menurunkan angka penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
Adapun untuk perkembangannya sendiri, saat ini sistem tersebut sudah dibicarakan pada tingkat internal dan sudah ada prototipenya yang bisa dijadikan langkah awal pengambilan kebijakan.
KAJEN - Setelah 14 hari menerima suntikan pertama vaksin covid 19, hari ini Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta penerima vaksin lainnya melanjutkan suntuikan vaksin kedua di UPTD Puskesmas Kesesi I, Senin ( 8/2). Pelayanan dilakukan dengan standar seperti tahap pertama. Bupati mengatakan vaksin sinovac yang disuntikkan tersebut aman karena dirinya sudah 2 kali dan menurutnya tidak ada gejala gatal-gatal, semua normal. Hanya Bupati menyarankan setelah vaksin istirahat sebentar untuk menjaga vitalitas tubuh.
Untuk warga masyarakat, sesuai arahan Gubernur Jawa tengah, Bupati menyampaikan Insyaalloh nanti dimulai dari para ASN, TNI Polri, kemudian para pedagang pasar.
“Nanti dari Dinas Kesehatan akan mengatur bagaimana alur masyarakat ini agar bisa mendapatkan vaksin sesuai dengan tata urutan yang sudah ditentukan. Nanti yang jelas pemkab sangat siap berkaitan dengan upaya yang kita lakukan terutama menyediakan tenaga vaksinatornya, kemudian yang terkait dengan vaksin menunggu produksi,” ungkap Bupati
KAJEN – Upaya revitalisasi sungai Mrican masih dalam proses pengerjaan. Saat ini pintu klebnya belum jadi. Untuk itu warga di sekitar Sungai Mrican dimohon bersabar dan tidak memaksakan kehendak untuk segera membuka bendung /tanggul sungai Mrican karena elevasinya masih tinggi yang dari utara. Hal ini disampaikan bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam tinjauannya ke sejumlah lokasi terdampak banjir, Minggu (07/02) sore.
“ Tadi kita lihat banjir yang ada di wilayah Wonokerto, Bebel, Wonokerto kulon, wetan Pecakaran dan sekitarnya. Kita masih merevitalisasi sungai Mrican ini. Pintu klebnya belum jadi. Untuk sementara nanti kalau elevasi dari laut lebih rendah daripada air yang dari darat, nanti akan kita buka pintunya. Ini belum jadi,kita masih menggunakan pompa yang sudah ada sambil menunggu pompa sungai Mrican jadi, “ungkap Bupati Asip disela-sela tinjauannya.
Dalam tinjauannya tersebut Bupati meminta warga untuk bersabar menunggu satu dua hari, ketika rob sudah lebih rendah daripada air hujan maka akan dibuka sambil menunggu penyelesaian pompa /kleb rumah pompa yang sedang dibangun.
KAJEN – Guna mensukseskan ‘’Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja’’ Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Wakil Bupati Pekalongan Ir.Arini Harimurti mengatakan bahwa di Kabupaten Pekalongan akan dilakukan penutupan kegiatan dan tempat-tempat publik yang berpotensi melibatkan banyak orang pada tanggal 6 dan 7 Februari 2021.
Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti saat memimpin acara Apel Bersama Gerakan ‘’Jawa Tengah di Rumah Saja’’ yang dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pekalongan, pada pagi ini, Sabtu (6/2/2021).
‘’Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendukung penuh Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,’’ ungkapnya.
KAJEN – Menyikapi surat edaran Gubernur Jawa Tengah nomor 443.5/000/933 tanggal 2 Februari 2021 tentang peningkatan kedisiplinan dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tahap II di Jawa Tengah yang berisi himbauan Gerakan Jateng di Rumah Saja, pemkab Pekalongan secara prinsip menyetujui himbauan tersebut, tinggal nantinya akan disesuaikan dengan kondisi daerah. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat hadir dalam acara penyerahan SK pengangkatan PPPK di aula setda, Rabu(03/02).
“ Kita akan rapatkan dengan Setda dan seluruh jajaran satgas, menyikapi apa yang harus kita lakukan secara lebih spesifik lagi menterjemahkan kebijakan pak Gubernur, 2 hari tanpa keluar rumah di Jateng ini, sehingga bisa lebih efektif. Tentu paling penting adalah dukungan dari masyarakat,” jelas Bupati menjawab pertanyaan dari awak media.
Menurut Bupati Asip, setelah ada PSBB, PPKM, kemudian yang baru akan dilakukan yaitu 2 hari di rumah saja, dan ada upaya-upaya lain, memang signifikansinya belum berpengaruh terhadap angka penurunan covid tapi upaya ini harus ada. Demikian juga edukasi ke masyarakat yang juga dilakukan terus menerus, diantaranya maskerisasi ,serta penerapan standar protocol kesehatan .
KAJEN – Berkesempatan hadir dalam acara Musyawarah Kerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pekalongan, yang diselenggarakan pada hari ini, Rabu (3/2/2020) di Gedung PMI Kabupaten Pekalongan. Ketua Umum PMI yang sekaligus Wakil Bupati Pekalongan, Ir.Hj Arini Harimurti menyampaikan bahwa pada tahun 2021 ini PMI Kabupaten Pekalongan akan lebih memfokuskan kegiatannya pada upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, yang sampai saat ini masih berlangsung.
Ia mengutarakan, bahwa hal tersebut sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan PMI Kabupaten Pekalongan dalam rangka menghadapi pandemic Covid-19 yaitu dengan meniadakan kegiatan yan melibatkan banyak orang, karena hal tersebut akan memicu penyebaran virus Covid-19 lebih parah lagi.
‘’Kami berkomitmen akan mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dengan meminimalkan kegiatan yang melibatkan banyak orang,’’ tuturnya.
KAJEN - Sebanyak 89 tenaga honorer yang terdiri dari 35 tenaga guru dan 54 tenaga penyuluh pertanian di Kabupaten Pekalongan hari ini secara resmi menerima SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“ Pemerintah melantik pegawai negeri dari formasi PPPK. Secara normatif hak-haknya sama, hanya belum mendapat pensiun,” terang Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si usai acara penyerahan SK Pengangkatan, Penandatanganan Perjanjian Kerja dan Pelantikan Jabatan Fungsional Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2021, di aula lantai I Setda, Rabu (03/02).
Dikatakan Bupati, sebanyak 89 tenaga yang dilantik kebanyakan adalah pejabat fungsional dari tenaga guru dan penyuluh pertanian. Menurutnya SK PPPK yang didapatkan kali ini telah diperjuangkan sejak lama melalui proses tes pada tahun 2019 dan tahun 2021 SK nya baru bisa diberikan.
Bupati berharap mereka yang diberi kepercayaan untuk mengemban amanat dan tugas sebagai pimpinan maupun anggota DPRD masa jabatan 2019-2024tersebut diberi kekuatan lahir batin,sehat wal afiat serta mampu mengemban amanah dengan baik untuk bersama-sama membangun masyarakat kabupaten Pekalongan.
“ Saya juga mengingatkan bahwa fungsi utama DPRD adalah fungsi legislasi, fungsi budgeting(anggaran) serta hari ini yang jadi focus kita bersama adalah penguatan pada aspek fungsi representasi. Masyarakat kita hari ini masih menghadapi berbagai persoalan yang saya kira membutuhkan peran serta atensi, keberpihakan dari seluruh stakeholder penyelenggara pemerintahan termasuk DPRD,” paparnya.
Dalam kesempatan itu Bupati juga menyinggung penanganan covid 19, yang mana nanti akan ada mikro zonasi. “ PKM mikro zonasi akan segera kita lakukan. Ini tentu membutuhkan dukungan penuh dari kawan-kawan di DPRD,”tegasnya.
“ Oleh karena itu kehadiran para pimpinan baru, anggota baru menjadi semangat baru kita untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada,” tambahnya.
Rapat paripurna dalam rangka pengucapan sumpah /janji pimpinan DPRD dan pengganti antar waktu anggota DPRD kabupaten Pekalongan masa jabatan 2019-2024 dipimpin langsung oleh ketua DPRD Hj Hindun, MH dan dihadiri perwakilan dari Pengadilan Negeri, Organisasi Perangkat Daerah(OPD), , KPUD, Bawaslu, pengurus partai baik PDI Perjuangan maupun Gerindra, pimpinan instansi vertical, BUMN/BUMD serta awak media. (Ar-Kominfo)
Rabu, 10 Februari 2021
Selanjutnya, Bupati Asip mengatakan bahwa sistem mikro zonasi itu Ia ambil dari contoh desa Pakis Putih yang ada di Kecamatan Kedungwuni, dimana mayotitas warga disana bergelut di bidang konveksi dan memiliki tingkat mobilitas yang tinggi, namun , dikatakan Bupati Asip di desa Pakis Putih masih zero Covid-19 yang artinya belum ditemukanan adanya kasus Covid-19.
Untuk itu, Ia berharap masyarakat dapat mendukung kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah daerah dalam rangka penerapan sistem mikro zonasi tersebut.
‘’ InsyaAllah denga cara-cara seperti itu tadi, zonasi mikronya kita terapkan kemudian dari aspek pelayanan kesehatan juga akan kita tingkatkan terus, Insyaallah penurunan angka Covid-19 di Kabupaten Pekalongan akan bisa tercapai,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Asip juga mengatakan bahwa pihaknya telah meminta bantuan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk membantu mengupayakan vaksinasi Covid-19 bagi warga Kabupaten Pekalongan yang memilki mobilitas tinggi ke daerah Kudus dan Solo. Hal tersebut dikatakan Bupati Asip untuk menjaga keamanan lingkungan hidup supaya terbebas dari virus Covid-19.
‘’ Khusus untuk Pasar Klewer dan Pasar Kudus saya mohon agar mereka divaksin terlebih dahulu, karena mereka ini merupakan orang-orang yang mempunyai resiko tinggi, karena melakukan mobilisasi perjalanan yang setiap minggu minimal dua kali,’’ ujarnya.(Lus-Kominfo)
Senin, 8 Februari 2021
Dikatakan pula pelaksanaan vaksin tahap pertama lancar, dan kali ini merupakan tahap kedua. Oleh karena itu Bupati menghimbau seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan nanti kalau sudah saatnya tiba, hendaknya berbondong-bondong untuk divaksin karena tidak ada efek sama sekali.
“Kalau kita sehat, kuat,bebas dari covid 19 maka bangsa kita ini akan segera bangkit kembali, masyarakat akan normal kembali khususnya di kabupaten Pekalongan,” tandasnya.
Lebih lanjut, selama masih dalam situasi pandemi Bupati juga tetap mengingatkan penerapan protocol kesehatan secara ketat seperti harus pakai masker, distancing, jangan berkerumun serta mobilitas yang tidak penting agar dikurangi. Apalagi nanti di kabupaten Pekalongan akan menerapkan mikro zonasi yang sebenarnya sudah dijalankan di beberapa desa sebagai implementasi dari program jogo tonggo yang sudah diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah.
“ Nanti daerah/desa yang merah, kepala desa , perangkat desa dan tokoh masyarakatnya akan kami panggil, akan ada treatment khusus, moblitas masyarakat dibatasi, kegiatan-kegiatan masyarakat dibatasi, semacam semi lockdown di desa. Ini dalam rangka mikro zonasi itu bisa berjalan efektif,” terangnya.
Bupati juga mengungkapkan di kabupaten Pekalongan sudah ada beberapa contoh desa yang cukup berhasil antara lain desa Pakis putih yang sampai hari ini masih zero covid 19 karena memang protocol kesehatan diterapkan . Adapun semua desa yang masuk zona merah akan segera dilakukan mikro zonasi. (Ar-Kominfo)
Senin, 8 Februari 2021
“ Untuk banjir yang ada di kecamatan Tirto, utamanya daerah Tegaldowo,Mulyorejo,Karangjompo dan Jeruksari, itu memang satu satunya cara adalah dengan mengaktifkan pompa, melakukan pompanisasi, karena ini banjirnya adalah banjir air hujan yang selama dua hari ini curah hujannya tinggi hingga menggenangi pemukiman, “lanjutnya
Dikatakan Bupati, Pemerintah sudah punya peta jalan untuk menyelesaikan persoalan banjir yang ada di wilayah utara kabpatenu Pekalongan. Karena wilayah utara dianggap yang paling krusial. Skema penanganannya step by step, kemudian program ini juga terintegrasi program dari pusat berkaitan dengan tanggul, penataan sungai baik Mrican,Meduri dan penyempurnaan pembuatan rumah rumah pompa.
“Dengan cara seperti itu Insyaalloh dua tiga tahun ke depan banjir yang selama ini menjadi fenomena tahunan bisa kita kendalikan, “ tandasnya
Khusus yang di kecamatan wonokerto dan sebagian Wiradesa, menurut Bupati Asip, ini tergantung dari efektifitas pengelolaan manajemen yang ada di sungai Mrican. “Hari ini masih kita tutup, nanti kalau memungkinkan kita buka dengan harapan setelah sungai Mrican ini kita buka, sambil menunggu pintu permanennya jadi maka air yang dari daratan bisa mengalir ke laut,” ucapnya.
Terkait pengungsi, ada beberapa pengungsi di sejumlah titik, antara lain di Dupantex, rumah kepala desa Tegaldowo, juga di masjid AnNur Karangjompo. Semua pengungsi sudah tertangani dengan baik dan dalam kondisi sehat
“ Kita sudah menetapkan status tanggap darurat untuk 14 hari ke depan sehingga semua operasionalisasi yang berkaitan dengan pengungsi, dari dinas terkait sudah menangani seperti Dinsos, BPBD, juga terima kasih atas bantuan dari masyarakat dan relawan. Secara umum kondisi pengungsi sehat dan mereka dalam pengungsian tetap harus menggunakan protokol kesehatan ,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo mengungkapkan ada 3 kecamatan yang mengalami banjir terparah yaitu Kecamatan Tirto, Wonokerto dan Siwalan. Dan titik pengungsi yang paling banyak berada di kecamatan Tirto. Pihaknya mencatat data sementara jumlah pengungsi sebanyak 415 orang tersebar di 8 titik pengungsian. Budi Rahardjo juga menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan jaga diri karena curah hujan tinggi, selanjutnya apabila terjadi sesuatu bencana diharap lapor ke posko Induk Bencana di BPBD Kabupaten Pekalongan. (Ar-Kominfo).
Minggu, 7 Februari 2021
Selanjutnya, ungkap Arini, untuk pasar tradisional, toko, toko modern, rumah makan, dan coffe shop tidak dilakukan penutupan, melainkan akan diberlakukan pembatasan jam operasional saja.
‘’ Saya harap dengan hal tersebut, Kabupaten Pekalongan bisa ikut andil untuk mensuskeskan Gerakan Jateng di Rumah Saja,’’ jelasnya.
Selain itu, Ia juga berharap masyarakat dapat ikut ambil bagian dalam rangka mensukseskan ‘’Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja’’ dengan tetap di rumah saja dan selalu mematuhi protokol kesehatan, serta dapat memanfaatkan dua hari di rumah saja tersebut dengan melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan rumah.
‘’Saya berharap masyarakat dapat mengindahkan gerakan tersebut, karena hal ini dilakukan untuk kebaikan kita bersama,’’ tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti juga mengatakan bahwa setelah kegiatan apel selesai, pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk mendorong ketaatan masyarakat melaksanakan ‘’Gerakan Jawa Tengah di Rumah Saja’’.
‘’Setelah ini kami akan langsung turun ke lapangan untuk memastikan masyarakat mentaati gerakan tersebut,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Sabtu, 6 Februari 2021
Kamis, 4 Februari 2021
Selain itu, Ia mengatakan bahwa di tahun 2021 ini PMI Kabupaten Pekalongan juga akan melengkapi Unit Donor Darah yang dimilikinya dengan alat apheresis seharga 2 milyar. Menurutnya penggunaan alat apheresis tersebut, hasil pengambilan darahnya akan lebih berkualitas karena dapat digunakan untuk pasien yang mengalami kelaianan darah, pasiesn DBD, pasien kanker, pasien transplantasi, pasien operasi, terapi keganasan dan juga utamanya untuk pembuatan plasma konvalensen.
‘’Plasma konvalense yang diambil dari pasien sembuh Covid-19 berpotensi menjadi terapi aman untuk Covid-19. Hal ini merupakan terobosan PMI Kabupaten Pekalongan untuk menolong banyak pasien dengan alat ini,’’ jelasnya.
Ia melanjutkan, dengan adanya penggunaan alat apheresis tersebut, pelayanan PMI Kabupaten Pekalongan di tahun 2021 ini akan lebih meningkat sebagaimana tujuannya, yaitu mencegah dan menanggulangi penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatanya ini, beliau juga menyampaikan pesan kepada para anggota PMI Kabupaten Pekalongan yang hadir, untuk tetap memedomani ketujuh prinsip dasar gerakan internasional Palang Merah dan Bulan Sabit, serta tetap menerapkan protocol kesehatan dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
‘’ Dan seluruh jajaran PMI saya berharap tetap menerapkan 3 M, serta melakukan edukasi Donor Darah dan turut melaksanakan promosi layanan klinik PMI agar masyarakat mengetahui kiprah PMI yang lebih baik,’’ pungkasnya (Lus-Kominfo)
Rabu, 3 Februari 2021
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan. Siti Masruroh mengungkapkan terkait dengan wiyata bhakti ataupun guru honorer sesuai keputusan sekolah, mereka yang memenuhi syarat bisa mengajukan untuk NUPTK dan pada tahapannya mereka yang bisa mengikuti PPPK yang formasinya sudah diusulkan oleh BKD itu tentunya menunggu aturan lebih lanjut pelaksanaan PPPK ke depan.
“Kita patut bersukur Pemkab mengusulkan kuota sebesar 1650, ini setidaknya akan mampu memenuhi hampir 50 persen dari kekurangan guru kita, “ungkap Siti Masruroh.
Siti Masruroh menambahkan, guru honorer yang diterima PPPK angkatan pertama ini ,mereka telah mengabdi sebelum tahun 2005 dan penempatan mereka sesuai dengan pengabdian mereka.
“Jadi penerimaan 35 PPPK hari ini tidak mengubah formasi sebagaimana cnps kemarin,” imbuhnya.
Masa kontrak kerja PPPK adalah paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun dan dapat diperpanjang. (Ar-Kominfo)
Rabu, 3 Februari 2021