KAJEN – Sebagai wujud kepedulian terhadap warganya yang mengalami musibah kebakaran di Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni. Hari ini, Kamis (9/7/2020) Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj. Arini Harimurti berkesempatan menyambangi langsung rumah korban kebakaran tersebut.
Sebagai Wakil Bupati sekaligus ketua PMI Kabupaten Pekalongan, Arini mengatakan bahwa musibah kebakaran rumah yang menimpa warganya ini,sangatlah memprihatinkan. Menurutnya, masyarakat sudah terdampak secara ekonomi dengan adanya pandemic Covid-19 ini, apalagi ditambah musibah kebakaran, tentunya ini sangat membutuhkan perhatian dari pemerintah.
Dijelaskannya bahwa kunjungan ke rumah korban kali ini selain memberikan bantuan berupa sembako dan keperluan rumah tangga, juga sekaligus memberikan dorongan moril terhadap korban supaya bisa lebih kuat lagi dan dapat segera bangkit setelah mengalami musibah kebakaran rumah ini .
‘’Saya jadi prihatin sekali, ya saya datang ke sini ikut prihatin. Juga ini mudah-mudahan bisa menjadi motivasi beliau bahwa beliau tidak sendiri, karena masih ada yang perduli. PMI itu dari masyarakat dan untuk masyarakat juga,’’ Pungkasnya. (Lusi Rismawati)
Kamis, 9 Juli 2020
KAJEN - Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menerima perwakilan guru honorer yang tergabung dalam Forum Komunikasi Wiyata Bakti ( FKWB) di ruang rapat Bupati pada Rabu (08/07) pagi. Perwakilan FKWB diterima langsung oleh bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si didampingi kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Sumarwati S.Pd., MAP beserta jajaran serta kepala Dinkominfo Anis Rosidi SSos.,M.Si .
Pertemuan bertajuk “ Audiensi dengan Forum Komunikasi Wiyata Bakti” tersebut untuk mendiskusikan eksistensi para guru wiyata bakti di kabupaten Pekalongan. Dalam audiensi tersebut bupati atas nama pemerintah mengucapkan terimakasih atas dedikasi dan pengorbanan para guru wiyata bakti yang telah mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak didik.
“ Pemerintah sekarang openmind, menerima semua masukan, kritik dan saran. Kita diskusikan, musyawarohkan kemudian hasilnya mana nanti yang kita bisa, mana yang jangka menengah atau jangka panjang.”, ucap bupati
KAJEN – Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional (SINOVIK) Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Kemenpan RB Republik Indonesia memasuki babak baru. Pemkab Pekalongan yang melakukan inovasi melalui Laboratorium Kemiskinan sebagai program unggulan masuk nominator TOP 99. Berbeda dari tahun sebelumnya, kompetisi kali ini dilakukan secara virtual yang digelar di Kantor Bupati Pekalongan pada siang ini, Rabu (8/7/2020). Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menyampaikan hal-hal penting terkait Laboratorium Kemiskinan sebagai program unggulan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan.
Dikatakan oleh Bupati Asip, laboratorium kemiskinan merupakan tempat yang digunakan untuk melakukan penelitian, pengelolaan dan inovasi untuk melakukan pengentasan kemiskinan. Dimana menurutnya, masyarakat Kabupaten Pekalongan itu berasal dari beragam topografi wilayah yang berbeda. Sehingga, formula untuk pengentasan kemiskinannya pun berbeda pula. ‘’ Kalau kita baca terminology tentang laboratorium baik di KBBI maupun sumber lainya itu adalah sebuah tempat dimana kita melakukan penelitian, pengelolaan, inovasi dan sekaligus untuk mencari jalan keluarnya. Dan laboratorium kemiskinan juga menggunakan pendekatan topografi wilayah. Dimana masing-masing topografi wilayah mempunyai penyebab kemiskinan masing-masing. Sehingga formula untuk pengentasan kemiskinannyapun berbeda-beda,’’ Kata Bupati Asip.
Bupati melanjutkan, inovasi laboratotium kemiskinan merupakan wujud implementasi pemerintah dalam melakukan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pekalongan dengan menggunakan basis data terpadu yang valid dan terverifikasi. Dengan adanya laboratoium kemiskinan ini, dijelaskan oleh bupati Asip, bahwa daerah penelitian yang semula berzona merah Covid-19 kini berubah menjadi hijau dan kuning. Sehingga, laboratorium kemiskinan ini akan direplikasi dan dikembangkan lebih baik lagi.
KAJEN - Dalam rangka inventarisir tanah aset pemerintah daerah kabupaten Pekalongan, Pemkab Pekalongan bekerjasama dengan KPK dan BPN mengadakan kegiatan sosialisasi sistem inventarisasi tanah instansi pemerintah ( INTIP ) pada Selasa ( 07/07) di aula lantai II setda kab. Pekalongan. Acara sosialisasi dibuka oleh bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dan diikuti oleh kepala BPKD, camat, lurah, kabid kanwil BPN propinsi Jawa Tengah dan dari kantor pertanahan kabupaten Pekalongan.
Bupati menilai program inventarisir tanah pemerintah sangat penting karena kabupaten Pekalongan cukup kaya dan punya pengalaman tentang pemanfaatan tanah pemerintah.
Dijelaskan bupati, kegiatan sosialisasi dimaksudkan untuk menginventarisir tanah-tanah pemerintah yang sudah tercatat maupun belum. Yang sudah tercatat berarti sudah menjadi aset pemkab. Kemudian untuk tanah pemerintah yang belum tercatat, setelah tercatat akan dilegalisasi. Sertifikatnya akan dibantu oleh BPN. “ Fokusnya ada di 2 kecamatan, Kedungwuni dan wiradesa. Karena memang dulu adalah aset desa Kedungwuni, sekararng menjadi aset pemerintah, karena dijadikan kelurahan. Aset-aset ini nanti akan kita kembangkan optimal seiring dengan pengembangan wilayah Kedungwuni dan Wiradesa,” paparnya.
KAJEN – Melanjutkan rangkaian kegiatan kunjungan, Bupati berkesempatan mengunjungi Desa Kebonsari Kecamatan Karangdadap, pada siang ini Jumat (3/7/2020).
Pada kesempatan ini Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Totok Budi Mulyanto,Inspektur Ali Riza,Kepala Dinas PMD P3A PPKB M.Afif,Kepala Dinas DPU Taru Bambang Irianto dan Kepala Dinas Perkim LH Trinanto.
Dalam kunjungannya yang bertujuan untuk melakukan cek langsung kondisi pembangunan di Desa Kebonsari , Bupati Asip juga berkesempatan memaparkan aspek penting pembangunan daerah yang menurutnya itu bersumber dari potensi desa-desa yang ada di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Kami hadir kesini untuk silaturahmi ke Desa Kebonsari Karangdadap sekaligus untuk monitoring pelaksanaan pembangunan desa yang alhamdulilah di Desa Kebonsari ini tergolong lancar. Hanya saja apa-apa yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah akan kami jalankan,’’ Kata Bupati Asip.
KAJEN - Pemkab Pekalongan melalui dinas Kesehatan pada hari ini Rabu (01/07) mengadakan rembug stunting di Aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan. Rembug stunting ini dibuka oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si serta dihadiri oleh kepala dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, SKM. Dihadiri pula wakil bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra.Hj. Hindun MH.,sekda Dra. Mukaromah Syakoer MM., Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi.
Bupati Asip menuturkan kabupaten Pekalongan termasuk 160 kabupaten/kota yang prioritas dalam hal penanganan stunting. Pada tahun 2016 angka stunting kabupaten Pekalongan diatas 30 %. Angka tersebut cukup tinggi. Hal itu menjadi perhatian pemkab yang ditindaklanjuti dengan menyusun program yang dimasukkan ke RPJMD. Dan hasilnya pada tahun 2019 angka stunting sudah turun menjadi 21,4 % atau tinggal 1540. ” Ini sungguh capaian yang bagus Dinkes, TP PKK, Bappeda dan semua leading sector yang bergerak di bidang penanggulangan stunting, apalagi pemerintahan desa,” ungkap bupati.
Dijelaskan, diskusi/rembug stunting pada hari ini dimaksudkan agar nanti dana dari CSR bisa lebih banyak lagi masuk ke kabupaten Pekalongan. ” Karena kita tahu bahwa mendidik/melakukan edukasi terhadap pasangan muda itu tidak mudah, melakukan pembinaan setelah mereka punya balita butuh biaya yang besar juga butuh support dari berbagai pihak. Oleh karena itu rembug stunting menjadi strategis apalagi di tengah-tengah pandemi covid ini,” paparnya.
KAJEN - Dalam rangka peringatan hari jadi Bhayangkara ke 74, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan apresiasi jajaran Polres Pekalongan atas kinerjanya selama masa pandemi ini yang sudah menjaga Kabupaten Pekalongan dengan tertib dan aman, Rabu (1/7/2020).
Bupati menjelaskan, “Mengucapkan selamat hari bhayangkara yang ke 74 khusus Polres Pekalongan saya apresiasi kinerjanya, banyak hal yang sudah bisa di laksanakan terutama adalah pengawalan pada masa pandemi covid 19.” Jelas Bupati saat ditemui di Polres Kajen.
Bupati bersyukur karena dengan pengawalan yang ketat dan persuasif dari jajaran Polres Pekalongan, Kabupaten Pekalongan masuk dalam zona resiko rendah. Oleh karena itu Bupati mengajak masyarakat untuk terus menjaga.
Pemkab telah menyiapkan new normnal dengan membuka berbagai tempat usaha, seperti pasar, tempat wisata, pasar rindu semilir, dan pabrik-pabrik juga sudah dibuka, namun tetap dengan pemberlakuan protokol kesehatan
Bupati berharap apa yang disampaikan oleh Presiden mengenai aspek kesehatan yang harus ditangani dengan baik, aspek ekonominyapun harus baik, dua-duanya bisa seiring sejalan dan harus akseleratif, kemudian bisa dijalankan sehingga masyarakat tetap dapat beraktifitas secara new normal menggunakan prinsip atau protokol kesehatan karena situasinya new normal tetapi angka Covidnya bisa ditekan.(El-kominfo)
KAJEN - Pasar Wiradesa akan segera dilakukan revitalisasi mengingat kondisi pasar yang sudah tidak nyaman untuk berjualan dan belanja."Pasar tersebut rencananya akan direvitalisasi dengan dana dari APBN senilai Rp 92 miliar" Ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi (30 /6) di Pendopo Rumdin Bupati.
Menurut Bupati, Pemkab Pekalongan saat ini sedang menyiapkan beberapa hal terkait persiapan revitalisasi Pasar Wiradesa yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah diantaranya, penyiapan pasar darurat dan dokumen legalitas seperti amdal lalin.
“Saat ini masih dalam tahap lelang, kita juga sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang,” ungkap Bupati
Pembangunan ini menggunakan APBN dengan skema Perpres No 79 tahun 2019 dengan pola multi years. “Hari ini kami menerima kunjungan dari kementerian PUPR. Direncanakan pembangunan akan segera dimulai, paling lambat bulan November tahun ini dan ditarget akan selesai pada akhir 2021,” paparnya.
KAJEN- Setelah sukses menyelenggarakan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap 1 Tahun Anggaran 2020 di Desa Pantirejo Kecamatan Kesesi, kini Pemkab Pekalongan bersama TNI,POLRI dan Instansi terkait kembali menyelenggarakan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II yang kali ini diselenggarakan di Desa Telogopakis Kecamatan Petungkriyono.
Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II ini, dibuka secara seremonial di Aula Kecamatan Petungkriyono pada pagi ini,Selasa (30/6/2020) yang dipimpin oleh Sekda Kabupaten Pekalongan Dra.Mukaromah Syakoer , MM., yang mewakili Bupati Pekalongan dan Perwira Penghubung Kodim 0710 Mayor Inf Laendah, mewakili Dandim 0710 yang berhalangan hadir.
Dalam acara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II ini, Sekda Kabupaten Pekalongan Mukaromah Syakoer menyampaikan terimakasih dan harapannya terhadap program TMMD yang akan dijalankan di Desa Telogopakis Kecamatan Petungkriyono, diharapkan bisa membantu meningkatkan kemudahan akses jalan menuju desa Telogopakis dan menjadi triger untuk meningkatkan nilai perekonomian masyarakat sekitar memasuki masa New Normal seperti saat ini.
Bupati meyakini kepala dinas mampu membuat sistem itu sehingga proporsi guru negeri tidak akan mempengaruhi keberadaan guru wiyata bakti. Pemkab sendiri sudah mulai melakukan posisioning terhadap keberadaan guru wiyata bakti.
Ketua FKWB Ifan Munawar Chaniago mengutarakan titik fokus audiensi kali ini ada dua hal, yaitu pengakuan dan bosda, baik prosedural maupun nominalnya. Terkait pengakuan, dinas pendi dikan dan kebudayaan sudah menerbitkan surat keterangan. Sedangkan untuk nominal bosda, pihaknya mengharap ada kenaikan tunjangan bosda.
Sementara itu Sumarwati S.Pd.,MAP selaku kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan mengatakan guru yang mendapatkan kesejahteraan wiyata bhakti ada 1913. “ Sepanjang kita masih membutuhkan, kita lindungi guru wiyata bakti”, tegas Sumarwati.
Dijelaskan pula saat ini pihaknya masih petakan penataan guru karena sentral guru paling tinggi di 2 kecamatan yaitu di Bojong dan Kesesi. Sementara kekurangan guru selain di 2 kecamatan itu masih banyak ( Humas Kominfo )
Rabu, 8 Juli 2020
‘’ Sebelum ada inovasi ini, daerah yang menjadi objek penelitian kita itu kategorinya adalah daerah merah berarti tidak boleh masuk dan harus kita pelajari dahulu kalau dari daerah merah Covid-19 . Kemudian setelah ada laboratorium kemiskinan, maka daerah ini menjadi daerah hijau dan kuning. Jadi, saya kira ini inovasi yang bersifat awal dahulu, sehingga pengembangan dan replikasinya akan kita kembangkan dan tingkatkan dikemudian hari,’’ Jelasnya.
Adapun untuk kendalanya sendiri, Bupati Asip mengungkapkan bahwa ada kendala internal dan eksternal yang menjadi tantangan dalam menjalankan inovasi laboratorium kemiskinan. Dimana kendala internal berasal dari pihaknya yang bertugas di lapangan dan kendala eksternalnya berasal dari masyarakat yang masih memiliki kesadaran rendah untuk melakukan kegiatan yang dicanangkan pemerintah untuk mengentas kemiskinan. ‘’ Yang pertama adalah masalah dari internal kita. Dimana kawan-kawan yang bertugas disana itu menganggap beban ini melebihi beban pekerjaan. Kendala yang kedua adalah kendala eksternal, dalam hal ini adalah masyarakat yang tingkat kesadaranya masih rendah,’’ Ungkapnya.
Dan untuk mengatasi hal tersebut, Bupati Asip mengatakan akan mengembangkan program reward dan punishment kepada pihaknya yang bertugas. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja, sehingga pelayanan kepada masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan dapat meningkat. ‘’ Pertama, di level organisasi perangkat daerah ini kita kembangkan reward dan punishment ya. Jadi, yang berprestasi akan mendapatkan reward, dan yang kurang berprestasi akan kita pacu terlebih dahulu. Sehingga dapat memberikan pelyanan yang baik kepada masyarakat,’’Kata Bupati Asip. (Lusi Rismawati)
Rabu, 8 Juli 2020
Sementara iru kepala BPN Jateng Imawan Abdul Ghofur dalam laporannya menyampaikan BPN sudah punya program PTSL (Pendaftaran Tanah sistematik Lengkap) di kabupaten Pekalongan yang sampai saat ini sudah diselesaikan 11 desa lengkap. Harapannya desa lengkap yang sudah dihasilkan tersebut bisaditindaklanjuti untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. Selain itu perkembangan pendaftaran tanah di kabupaten Pekalongan saat ini baru sekitar 78 % dan sisanya akan diselesaikan sampai tahun 2023 sesuai roadmap provinsi Jawa Tengah. (Humas Kominfo)
Selasa, 7 Juli 2020
Aspek lain sebagai pendorong kemajuan suatu daerah yang pertama adalah aspek pendidikan. Menurutnya, pendidikan di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah bagus, mulai dari tingkat SD,SMP,SMA dan Perguruan Tinggi. Hal itu dibuktikan dengan telah berdirinya tujuh Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Seperti pendidikan itu kita sekarang setidaknya sudah ada 7 perguruan tinggi negeri maupun swasta. Dan berdasarkan data, rata-rata anak-anak di Kabupaten Pekalongan itu ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi dan ini sangat bagus,’’ Ujarnya.
Aspek selanjutnya adalah ekonomi. Dijelaskan oleh bupati Asip bahwa mayoritas masyarakat di Desa Kebonsari adalah sebagai pengrajin batik. Dan ini selaras dengan Kabupaten Pekalongan sebagai daerah industri penghasil sandang. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah memberikan dukunganya dengan melakukan pembangunan sarana dan prasarana pendukung seperti pasar,akses jalan raya,masjid dan sarana publik lainya yang dapat meningkatkan nilai perekonomian masyarakat.
‘’ masyarakat di Desa Kebonsari basis mata pencaharianya disamping ada sawah, ini juga ada batik yang sudah ada sejak dahulu. Dan Kabupaten Pekalongan sendiri secara keseluruhan juga merupakan daerah produksi sandang.Dan untuk mendukung sarana itu kita membangun pasar Kedungwuni yang cukup besar dan yang lain seperti pasar di Bligo,Pekajangan,pasar Doro,pasar Sragi,kemudian InsyaAllah kita akan membangun pasar Wiradesa,’’ jelas Bupati Asip.
Selanjutnya Bupati Asip juga berpesan kepada masyarakat, walaupun saat ini Kabupaten Pekalongan sudah berzona hijau, masyarakat diharapkan tetap melakukan protokol kesehatan. Menurutnya, ini dilakukan untuk mencegak cluster kedua penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
‘’Saya berpesan kepada masyarakat yang akan melakukan aktivitas untuk tetap menggunakan masker,terus rajin cuci tangan dan tetap jaga jarak. Itu merupakan ikhtiar untuk mengurangi angka penularan virus Covid-19,’’ Pesan Bupati Asip.
(Lus kominfo)
Jumat, 3 Juli 2020
Bupati juga menambahkan bahwa Kedepan pihaknya sudah merumuskan secara normatif agar ditengah situasi pandemi ini penyuluhan-penyuluhan terhadap ibu hamil tetap berjalan, meskipun dengan menggunakan protokol Kesehatan. “ Kemudian kita tekankan lagi,mumpung ini lagi situasi pandemi, para ibu hamil juga harus hati-hati, mereka harus rajin mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi sehingga disamping untuk imunitas dirinya, juga untuk menjaga kesehatan bayinya. Sosialisai ini akan terus dilakukan”, pungkasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Setiawan Dwi Antoro SKM memaparkan rencana kegiatan yang akan dilakukan , diantaranya meliputi program/kegiatan OPD untuk meningkatkan cakupan intervensi melalui kegiatan penyesuaian alokasi anggaran atau target lokasi intervensi, kegiatan OPD untuk meningkatkan integrasi intervensi gizi melalui perbaikan manajemen layanan untuk menjangkau RT,. Selanjutnya kegiatan perbaikan manajemen data terkait stunting dan cakupan intervensi, kegiatan koordinasi antar program dan antara kabupaten/kota dengan kecamatan dan desa, serta kegiatan kampanye perubahan perilaku dan komunikasi antar pribadi dalam percepatan penurunan stunting. (Humas Kominfo)
Rabu, 1 Juli 2020
Rabu, 1 Juli 2020
Asip berharap agar proses berjalan dengan baik dan lancar. Dirinya meminta kepada pedagang untuk bersiap-siap dan tidak usah percaya informasi yang lain, karena Pemkab Pekalongan tetap memprioritaskan pedagang lama yang punya surat ijin tinggal.
“Intinya pemerintah akan membuat pasar dengan sistem murah karena bukan investasi. Semoga pembangunan ini menguntungkan pedagang, meningkatkan penjualan serta meningkatkan perputaran ekonomi khususnya di Pasar Wiradesa,” harapnya.(red)
Selasa, 30 Juni 2020
‘’ Terimakasih untuk program TMMD ini kami sangat berterimaksih sekali kepada pak dandim serta jajaranya dan masyarakat di Petungkriyono desa Telogopakis ini dengan dibukanya kegiatan TMMD ini semoga bermanfaat dan bisa untuk meningkatkan ekonomi yang ada disini." tandasnya.
Akses jalan ini rencana akan dibangun sepanjang 2.520 m dengan dana 548 juta sekian. Harapan kita nanti dapat mengakses dua desa ini agar semakin baik, meningkat dan efisien.
Sekda Mukaromah Syakoer berpesan kepada masyarakat setelah akses jalan di Desa Tlogopakis jadi, masyarakat dapat secara bersama-sama memelihara akses jalan ini supaya dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
‘’ Saya berharap karena ini kan sudah dibuatkan jalan seperti ini, saya berharap kita bisa bersama-sama memelihara supaya jalan ini baik, bermanfaat untuk masyarakat untuk jangka panjang,’’ pesannya.
Sementara itu Perwira Penghubung Mayor Inf Laendah yang mewakili Dandim 0710 Pekalongan juga menyampaikan bahwa TMMD merupakan program kerja terpadu dan berkelanjutan antara TNI,POLRI,Kementrian dan Lembaga Pemerintah, non kementrian yang mensinergikan program masing-masing dengan tujuan untuk percepatan pembangunan di daerah dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
‘’ TMMD merupakan program kerja terpadu dan berkelanjutan antara TNI,POLRI,Kementrian dan Lembaga Pemerintah, non kementrian yang mensinergikan program masing-masing untuk membantu meningkatkan percepatan pembangunan didaerah, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat,’’ ujarnya.
Selain menyasar pada pembangunan fisik berupa pembangunan akses jalan, dijelaskan Mayor Inf Laendah bahwa kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II ini juga akan diimbangi dengan pembangunan non fisik berupa kegiatan-kegiatan penyuluhan kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dan pengetahuan tentang kesehatan guna menangkal bencana nasional yang sedang dihadapi yaitu pandemi Covid-19.
‘’Pembangunan non fisik ini sangat dibutuhkan dalam rangka memperkokoh jiwa nasionalisme masyarakat terutamanya untuk menagkal pandemi Covid-19 yang menjadi ancaman stabilitas keamanan bangsa dan negara terutama terkait kesehatan nasional,’’ jelasnya.( lus kominfo)
Selasa, 30 Juni 2020