KAJEN - Dalam rangka memperingati hari keluarga Nasional ( Harganas) ke 27 tahun 2020 dengan tema “ BKKBN baru dengan cara baru dan semangat baru, hadir di dalam keluarga” ,TP PKK Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Dinas PMD P3A PPKB, Dinkes,POLRES, KODIM, Bagian Kesra, IBI , Muslimat, Aisyiyah serta UMRI Kabupaten Pekalongan melakukan kegiatan monitoring pelayanan KB serentak sejuta akseptor KB pada Senin ( 29/06) pagi. Lokasi Monitoring adalah Puskesmas Kajen, Puskesmas Kesesi 1, Puskesmaas Tirto dan RSIA Aisyiyah Pekajangan .
Selain Monitoring langsung, Ketua TP PKK juga melakukan video call dengan Ketua TP PKK Kecamatan, Camat, Kepala Puskesmas di 19 Kecamatan , termasuk kecamatan Petungkriyono
“ Yang tidak bisa kami kunjungi kami melakukan video call untuk menanyakan berapa akseptornya dan bagaimana pelaksanaannya. Kalau saya lihat tadi, masing-masing kecamatan luar biasa, melebihi target. Ada yang sudah 100 lebih “, ujar ketua tim penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Hj. Munafah disela-sela kunjungannya.
“ Alhamdulilah tadi sudah beberapa kecamatan yang lewat video call, ada yang sudah mencapai 150, ada yang baru 50, ada yang sudah 80. Alhamdulilah targetnya melebihi. ,” tambahnya.
Adapun sasaran /target Kabupaten Pekalongan adalah 5050 Peserta dengan rincian Implant n IUD 275, Suntik 297, Kondom n Pil 4478. Sampai dengan jam 10.00 WIB jumlah akseptor sudah melebihi target 5050 peserta
Dalam kunjungan tersebut Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan beserta rombongan melakukan wawancara langsung dengan para peserta KB dan petugas kesehatan , memberikan motivasi dan ucapan terima kasih atas partisipasi warga ber KB ditengah pandemi Covid ini.
Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh Ketua TP PKK Kecamatan dan Ketua TP PKK Desa/kelurahan se Kabupaten Pekalongan atas kerjasamanya memotivasi dan memobilisasi kader dan masyarakat untuk mengikuti kegiatan KB serentak yang diselenggarakan secara gratis.
Setelah mengadakan pelayanan KB sejuta akseptor ini diharapankan pelayanan KB di kabupaten Pekalongan meningkat ( Humas Kominfo )
Senin, 29 Juni 2020
KAJEN – Setelah beberapa pekan ditutup karena adanya pandemic Covid-19, sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan hari ini resmi dibuka kembali oleh Bupati Asip Kholbihi. Acara launching dilaksanakan di obyek wisata Linggo Asri dengan dihadiri oleh OPD terkait, masyarakat dan pelaku wisata pada Minggu (28/6/2020).
Bupati Asip Kholbihi menyampaikan bahwa di Kabupaten Pekalongan sekarang terdapat 31 destinasi wisata , yang dikelola Pemerintah dan Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) masyarakat . Saat ini siap untuk dikunjungi oleh masyarakat dalam memasuki era New Normal.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai pihak yang menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Pekalongan, berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan masyarakat yang bertujuan untuk memajukan potensi pada masing-masing desa termasuk di Desa Lemahabang Kecamatan Doro. Salah satu usaha yang sedang dilakukan adalah dengan menyiapkan perbaikan infrastruktur jalan menuju Desa Lemahabang. Karena Desa Lemahabang merupakan desa wisata yang sangat berpotensi di Kabupaten Pekalongan sehingga perbaikan akses jalan merupakan hal yang dianggap sangat penting. Hal ini dikatakan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, dalam kunjungannya ke Desa Lemahabang,Kecamatan Doro pada hari Kamis (25/6/2020).
Prinsip,Lemahabang sebagai sebuah desa budaya,desa wisata sekaligus desa penghasil Durian. Sehingga dari situ kita bisa melihat potensi bagus yang ada di Lemahabang
‘’Ini kita tadi sudah berkoordinasi dengan pak Bambang Kepala Dinas DPU yang InsyaAllah akan melakukan perbaikan jalan di Desa Lemahabang,’’ kata Bupati Asip.
KAJEN - Pemerintah daerah Kabupaten Pekaongan terus lakukan monitoring dan cek ke desa-desa dalam rangka sosialisasi pencegahan penyebaran covid19 di wilayah kabupaten Pekalongan. Kunjungan kerja (Kunker) kali ini Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si berkunjung ke desa Doro Kabupaten Pekalongan, Kamis (25/6).
Bupati menjelaskan tujuan kunjungannya untuk silaturahmi dan monitoring ke desa-desa sekaligus cek langsung dan sosialisasi terkait covid 19.
Bupati menghimbau kepada masyarakat, walaupun Kabupaten Pekalongan saat ini merupakan daerah aman tapi karena masih pandemi maka harus hati-hati jangan sampai tertular Covid 19.
Bupati juga terus sosialisasikan, kalau mau Keluar hendaklah menggunakan masker, sering cuci tangan dan jaga jarak. Kemudian terkait dibukanya acara hajatan, Pemkab mempersilahkan masyarakat yang mau akad nikah tapi jika akad nikah dilakukan di rumah maka maksimal yang hadir keluarga ini saja yakni 10 orang, kecuali jika di gedung maka boleh 30 orang lebih namun syaratnya dengan menggunakan protokol kesehatan. Selain itu untuk acara pengajianpun sudah dipersilahkan, namun masih dibatasi, kursi pengunjung diberi jarak dan kyai tidak perlu dari jauh.
Selanjutnya bupati berpesan kepada masyarakat agar lebih produktif memanfaatkan tanah yang subur, agar bisa digunakan untuk menanam cabai atau yang lainnya.( El-kominfo)
KAJEN – Walapun saat ini Kabupaten Pekalongan sudah dinyatakan aman dan masuk dalam salah satu daerah di Jawa Tengah yang berzona hijau, tetapi Pemerintah Kabupaten Pekalongan tetap semangat menggalakan rapid test masal. Rapid test masal ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Hal ini dikatakan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,, saat memimpin acara Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Covid-19, di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, pada hari ini Kamis (25/6/2020).
KAJEN – Kabupaten Pekalongan, khususnya Wiradesa punya sejarah tersendiri khususnya bagi Muhammadiyah. Pada tahun 1972 di Wiradesa menjadi tempat diselenggarakannya muktamar Muhammadiyah. Ini menunjukkan bahwa eksistensi keberadaan persarikatan Muhammadiyah di kabupaten Pekalongan sangat dipertimbangkan di kancah perkembangan Muhamadiyah national. Demikian dikatakan Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,SH.,M.Si saat mengisi acara pengajian patlikuran /silaturahim warga Muhammadiyah sekaligus penyerahan hibah dan bansos di masjid Sabilurahman desa Kauman Wiradesa pada Rabu ( 24/06) malam. “ Melalui pengajian ini Pemkab mengucapkan terima kasih atas sumbangsih, pemikiran, dukungan dari segenap persarikatan Muhammadiyah di Pekalongan ini terhadap jalannya kebijakan-kebijakan pemerintah”, ucap bupati mengawali sambutannya.
Berkaitan dengan kebijakan pemkab menyikapi pandemi covid19 , Bupati menuturkan pemkab sudah ikhtiar lahir batin agar musibah ini tidak sampai menjadikan masyarakat ketakutan dan khawatir. “ Dengan situasi yang semi terbuka, kami tidak melakukan kebijakan lockdown dan PSBB , tidak melakukan PKM ( Pembatasan Kegiatan Masyarakat ) semua berjalan alamiah, sesuai dengan apa yang dikehendaki masyarakat tapi tentu saja ada koridor yang harus ditaati bersama”, ujarnya
KAJEN – DPRD Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pada hari ini ,Senin (22/6/2020) Kegiatan secara daring ini dilaksanakan di gedung DPRD dan Ruang Rapat Bupati Pekalongan di Setda.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan bahwa Rapat Paripurna membahas dua Raperda yaitu, Raperda tentang pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Pekalongan , serta Raperda tentang detail tata ruang bagian wilayah perencanaan Kecamatan Kedungwuni tahun 2020-2040.
Untuk Raperda tentang pertanggung jawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2019, dijelaskan oleh bupati Asip bahwa laporan ini mengacu pada struktur laporan keuangan berdasarkan PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah.
Dimana pendapatan daerah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp2.288.761.562.831,00 dan terealisasi sebesar Rp2.182.770.952.455,51 atau 95,37 %, sehingga terdapat selisih kurang sebesar Rp105.990.610.375,49 atau 4,63 % . Pendapatan Daerah tersebut dikatakan oleh Bupati Asip terdiri dari Pendapatan Asli Dareah,Pendapatan Transfer dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah.
KAJEN - Semenjak adanya pandemi Covid 19 membuat seluruh pelaku usaha terkena dampaknya, termasuk para pelaku pekerja seni. Untuk itu Paguyupan para pekerja seni Kabupaten Pekalongan mengadakan koordinasi dengan Bupati Pekalongan di Pendopo Kajeni,senin (22/6). Dijelaskan bupati, para pekerja seni dan pemkab berkoordinasi mengatur penyelenggaraan hajatan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Selama ini Kabupaten Pekalongan masih mengalami pandemi covid 19, sehingga kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan orang akan di atur.
Saat ini kabupaten Pekalongan sudah zona hijau. Bupati menghimbau kalau ingin mengadakan hajatan silahkan namun karena masih pandemi tetap harus hati-hati dan menggunakan protokolnya. Pemkab sangat menghargai dan tidak membatasi, serta memberikan petunjuk-petunjuk dan koridor agar semua bisa berjalan dengan baik dan masyarakat bisa sadar, selain itu Pemkab juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan pengajian-pengajian juga sudah mulai jalan namun protokol tetap digunakan.
Prinsipnya, lanjut bupati, masyarakat harus menjaga barsama-sama agar zona hijau semakin mantap dan Kabupaten Pekalongan segera kembali ke zona normal.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,SH.,M.Si membuka pengajian rutin malam senin kliwon dan senin wage majlis ta’lim dan dakwah “Attauhidiyyah” aqidah ahlusunnah wal jamaah di Pondok pesantren Miftakhul Huda Pesantunan Kedungwuni , minggu (21/06) malam. Bupati dalam sambutannya mengungkapkan bahwa seiring cobaan dari Alloh SWT pandemi covid19 ini seluruh kegiatan keagamaan praktis terhenti . Pondok pesantren, sekolah-sekolah, pengajian-pengajian terhenti semua. Saat ini pemerintah mengambil sikap seiring perkembangan yang ada. Kegiatan keagamaan seperti pengajian sudah mulai dibuka tentunya dengan protokol kesehatan. “ Ketika kami menerapkan pada saat itu kabupaten Pekalongan dalam zona merah menggunakan parameter atau protokol sesuai dengan ketentuan daerah zona merah. Alhamdulilah saat ini kabupaten Pekalongan zona hijau, moga dapat dipertahankan sehingga kegiatan-kegiatan dalam rangka prakondisi normal baru sudah mulai kita laksanakan. Apalagi yang berkaitan dengan pengajian”, ujar bupati.
Dalam kesempatan itu bupati berpesan kepada para guru yang menghadiri pengajian untuk membekali anak didiknya dengan nilai-nilai yang bersendikan ahlussunah waljamaah. Seluruh proses pembelajaran yang benar dipandu oleh guru. Menurutnya , dengan mengikuti pengajian nantinya para guru dalam mengajar anak didiknya bisa menuntun amalan agar anak-anak semakin berisi . Oleh karena itu kepada para guru SD /SMP negeri , bupati mengingatkan pentingnya mengajarkan ilmu agama . “ Tanpa pembelajaran siraman rohani kita kering. Ilmu akidah harus dipelajari sebelum belajar ilmu-ilmu yang lain. Kita harus pandai menangkap perkembangan zaman. Sekarang ini harus dibekali dengan kemampuan ilmu yang paripurna. Utamanya adalah mempelajari ilmu agama”, terangnya.
Minggu, 28 Juni 2020
Bupati Asip Kholbihi dalam sambutanya menyampaikan saat ini Pemkab sedang fokus dalam melakukan pembangunan dan pengembangan daerah baik desa maupun kota. Menurutnya, Desa Lemahabang masuk dalam salah satu desa yang sedang dikembangkan, karena di desa ini merupakan desa kuno yang memiliki nilai budaya,pariwisata,dan aspek sejarah peradaban wilayah Jawa Tengah maupun Pekalongan sejak awal.
‘’ Bahwa saat ini pemerintah sedang konsen dalam membangun baik di desa-desa maupun di kota. Kemudian Desa Lemahabang ini setelah kita teliti sejak dahulu, desa ini sebenarnya desa kuno, dan meninggalkan jejak peradaban,baik itu peradaban Jawa Tengah maupun Peradaban Pekalongan jaman awal,’’ kata Bupati Asip.
Selain itu,untuk semakin memberikan kesan nilai sejarah peradaban yang ada di Desa Lemahabang, Bupati Asip menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk mendirikan museum peradaban di Desa Lemahabang dan saat ini tahapnya sudah pada tahapan survei.
‘’Bahkan nanti sudah ada kesepakatan kita dengan lembaga akan dibuat museum peradaban atau rumah peradaban yang akan kita buat di Lemahabang yang surveinya sudah jalan,’’ Jelas Bupati Asip.(lus Kominfo)
Kamis, 25 Juni 2020
Kamis, 25 Juni 2020
‘’ Intinya, walaupun angkanya segitu, tetapi rapid test akan kita galakan terus. Hari ini sudah hampir 2.800 orang yang sudah kita rapid test dan masih kurang sekitar 2.200 orang lagi yang akan kita rapid test, dengan prioritas pertama adalah tenaga kesehatan,’’ kata Bupati Asip.
Dijelaskan bupati Asip, rapid test masal ini diambil sampel 5.000 orang yang tersebar di wilayah Kabupaten Pekalongan, dengan harapan itu bisa menjadi gambaran kondisi real masyarakat yang ada di Kabupaten Pekalongan dengan jumlah total hampir 800.000 penduduk.
‘’ Dengan sampling 5.000 orang yang kita rapid test, InsyaAllah sudah cukup ya, karena penduduk kita itu hampir 800.000 . Itupun yang mudik yang sudah urban hampir 60.000 lah total,’’ jelas Bupati Asip.
Selain rapid test, dikatakan oleh Bupati Asip bahwa upaya Pemkab dalam mencegah terjadinya penyebaran virus Corona klaster kedua di Kabupaten Pekalongan, pihaknya juga telah melakukan berbagai koordinasi kepada pihak-pihak terkait untuk mengawal masyarakat supaya tetap melaksanakan protokol kesehatan memasuki era New Normal seperti saat ini.
Sementara itu Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj. Arini Harimurti mengatakan dalam sambutanya kali ini, bahwa Pemkab saat ini mulai mengupayakan pemulihan ekonomi memasuki era New Normal, dengan membuka sentra-sentra perekonomian yang ada di Kabupaten Pekalongan, dengan instruksi protokol kesehatan wajib dijalankan.
‘’Pemerintah mulai mengupayakan pemulihan perekonomian menuju New Normal di Kabupaten Pekalongan dengan membuka sentra-sentra ekonomi, tetapi dengan protokol kesehatan yang harus tetap dilakukan,’’ kata Wakil Bupati Arini Harimurti.
Dan untuk mewujudkan supaya protokol kesehatan tetap dijalankan oleh masyarakat, Ia berpesan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan untuk memprioritaskan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait hal tersebut.
‘’ Kepada gugus tugas penanganan Covid-19, saya berpesan untuk mengutamakan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan walaupun kegiatan kemasyarakatan sudah kita buka,’’ ujar Wakil Bupati Arini Harimurti. (Lusi Rismawati)
Kamis, 25 Juni 2020
Buapti juga memaparkan Pemkab mengikuti petunjuk dari pemerintah pusat dan pemprov tentunya disesuaikan dengan kondisi masyarakat kabupaten Pekalongan . Secara komulatif, posisi kabupaten Pekalongan tergolong baik. Masih nomor tiga terbawah Jateng. Hari ini, yang positif corona bertambah, dari jumlah 9 bertahan beberapa minggu, kini tambah 3 orang sehingga jumlahnya menjadi 12 orang. Dari 12 positif tersebut, 5 orang sudah sehat.
Seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan walaupun dalam situasi wabah seperti saat ini, tetap sehat lahir batin berkat doa para kyai, ikhtiar lahir, termasuk gugus tugas yang dibentuk Muhammadiyah dan ormas lain , pemuda masjid, semua bergerak membantu sehingga hasilnya secara komulatif kabupaten Pekalongan masih baik, dibanding daerah lain yang melakukan proses PSBB, lockdown maupun PKM. “ Terlihat di kabupaten Pekalongan pasar, toko, warung masih ramai, kita jaga diri masing-masing agar keadaan kita semakin baik. Melalui pengajian ini monggo silahkan mulai malam ini njenengan ngaos. Dalam masa covid ini standar WHO hanya menyelamatkan raga atau badan saja. Melalui momentum ini mari kita bangun jiwa kita, kita sehatkan badan kita sehingga Insyaalloh menjadi insan kamil, bertakwa kepada Alloh SWT, sehat jiwa dan raganya sekaligus memberikan manfaat kepada sesama,” harap Bupati.
Sementara itu H. Nadhim selaku pengurus masjid mengungkapkan sejak berdirinya masjid Sabilurahman sudah banyak kegiatan anak muda. Sebelum adanya pandemi covid19, setiaphati jum’at ada sodaqoh nasi bungkus tidak kurang dari 400 bungkus. Namun sejak adanya covid19 kegiatan tersebut dihentikan, diganti sodakoh penguatan pangan berupa sembako tidak kurang dari 700 kg beras. Sedang pendistribusiannya dibantu para pemuda jamaah masjid.
Pada kesempatan tersebut dibagikan hibah , antara lain PD. Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sebesar Rp. 1 Milyar, masjid Al hikmah desa Pangkah Karangdadap sebesar Rp.100.000.000,-, pembangunan panti asuhan yatim putri Aisyiyah Pekajangan Pekalongan sebesar Rp. 143.000.000,-. Sedangkan bansos kepada panti asuhan MPPKM PCM Muhammadiyah Wonopringgo dengan nominal Rp. 7.200.000,-, panti asuhan yatim putra putri Muhammadiyah Kajen senilai Rp. 22.000.000,-, panti asuhan anak yatim la Tahzan Muhammadiyah cabang Pencongan Wiradesa senilai Rp. 16.600.000,- Bansos saat ini masih dalam proses ( Humas Kominfo )
Rabu, 24 Juni 2020
‘’laporan ini mengacu pada struktur laporan keuangan berdasarkan PP No.71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah,’’ Pendapatan Daerah Kabupaten Pekalongan pada tahun 2019 dianggarkan sebesar Rp2.288.761.562.831,00 dan terealisasi sebesar Rp2.182.770.952.455,51 atau 95,37 persen. Dan pendapatan daerah itu bersumber dari PAD,Pendapatan Transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah
Sementara itu, untuk Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang Bagian Wilayah Perencanaan Kecamatan Kedungwuni tahun 2020-2040, diungkapkan oleh bupati Asip bahwa Kecamatan Kedungwuni telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai salah satu wilayah dengan nilai investasi tinggi. Oleh karena itu, menurutnya Pemkab Pekalongan akan berupaya untuk mendorong pertumbuhan investasi daerah dengan menetapkan hukum dan peraturan zonasi sebagai dasar penertiban izin pemanfaatan ruang investasi di Kabupaten Pekalongan.
‘’Kecamatan Kedungwuni merupakan salah satu wilayah yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai wilayah dengan nilai investasi tinggi. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya mendorong supaya pertumbuhan nilai investasi ini bisa lebih baik lagi,’’ ungkap Bupati Asip.
Dan hal ini sejalan dengan dengan Kebijakan Nasional yang tertuang dalam Perpres RI Nomor 91 Tahun 2017 Tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha dimana pemerintah daerah wajib memberikan dukungan dan kemudahan bagi para investor untuk mengembangkan usahanya di daerah. ‘’ Untuk itu, kami akan berupaya untuk mendorong pertumbuhan investasi yang sudah baik ini. Dan kami akan menetapkan aturan hukum terkait rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi sebagai dasar penertiban izin pemanfaatan ruang investasi di Kabupaten Pekalongan,’’ ujar Bupati Asip.
Senin, 22 Juni 2020
Senin, 22 Juni 2020
Kedepan pemkab akan menginstruksikan kepada ASN, Camat, kepala desa dan pejabat lainnya untuk dapat mengikuti pengajian yang ada di sekitar rumah tinggal dalam rangka meningkatkan ketaqwaan dan menambah ilmu tentang agama.
“ Jangan punya persepsi kalau ngaji itu ketinggalan jaman. Itu persepsi yang keliru yang dibangun oleh kalangan yang tidak menginginkan pengajian berkembang. Monggo bareng-bareng , terutama guru, ayo ngaji”, ajak bupati. ( Humas Kominfo)
Minggu, 21 Juni 2020