KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH hari ini, Senin (12/07) pagi mengikuti Rapat Penanganan Pandemic Covid 19 Provinsi Jawa Tengah secara virtual di Aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Kepada Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, Riswadi menyampaikan beberapa hal. Yang pertama tentang oksigen. “ Penambahan ketersediaan oksigen di Rumah Sakit Kraton untuk bisa dipenuhi dan Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak terutama dengan Satgas covid provinsi, katanya akan dikirim dalam waktu dekat. Namun demikian, mohon jadi perhatian karena apapun covid ini bisa sembuh, pertolongan pertama adalah oksigen. Kami khawatir apabila ini terlambat akan terjadi pemaparan yang luar biasa,” ungkap Riswadi dalam rapat tersebut.
Yang kedua, terkait vaksin. Disampaikan Riswadi bahwa yang sudah divaksin secara menyeluruh data de facto penduduk kabupaten Pekalongan adalah hampir 700-an ribu yang ada di kabupaten Pekalongan , vaksin baru yang pertama adalah sekitar 57 ribu. Pihaknya mengajukan permohonan 50 ribu namun dikirim sekitar 2500 dan rencana dalam waktu dekat ini akan dikirim kembali 5 ribu. Ditambahkan pula masyarakat sudah menunggu dan animo masyarakat terhadap vaksin ini bagus. Oleh karena itu dalam forum tersebut Riswadi meminta kabupaten Pekalongan untuk diperhatikan dropping vaksinnya.
Selanjutnya terkait giat PPKM darurat, Riswadi menjelaskan pihaknya bersama Forkopimda terutama Polres, Dandim dan Kejaksaan hampir setiap malam melakukan operasi kepatuhan PPKM darurat dan ini diteruskan di setiap kecamatan. PPKM darurat yang dilakukan yaitu dengan melakukan penyekatan-penyekatan di jalan protokoler dan hasilnya ditindaklanjuti dengan swab random, yang mana hasil swab itu rata-rata hampir disetiap titik adalah 10%. Oleh karena itu Pemkab Pekalongan membuka RSUD di Kesesi untuk isolasi mandiri. Dan yang reaktif langsung dikirim ke RSUD tersebut.
Senin, 12 Juli 2021
“ Yang keempat adalah obat-obatan terkait vaksin ini hampir di lapangan sudah tidak kami temukan dan sulit untuk memperolehnya. Oleh karena itu mohon dukungan dari Pak Gubernur dan Wagub terkait obat-obat yang terkait covid tersebut,” pinta Riswadi. (Ar-Kominfo)
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM mengajak para alim ulama dan tokoh masyarakat untuk bekerjasama dengan pemerintah dalam upaya menghilangkan kasus covid 19 di Kabupaten Pekalongan. Hal ini disampaikan Bupati Fadia dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Takhfidzul Qur’an Nurul Aziz Al-Hasaniyyah Dukuh Serang Kidul Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen , Minggu (11/07) pagi. Tampak hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Takhfidzul Qur’an Nurul Aziz Al-Hasaniyyah, antara lain Habib Abbas bin Abubakar, H abdul Aziz, Pimpinan ponpes Nurul Aziz, KH Muhtarom serta para alim ulama dan tokoh masyarakat setempat.
Bupati Fadia yang hadir didampingi Kepala Bappeda Yulian Akbar S Sos .,M.Si dan Kabag Kesra Subagyo mengatakan dirinya sangat senang sekali bisa menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Nurul Aziz pagi itu. “Saya senang sekali bisa hadir di pagi ini di acara peletakan batu pertama pondok pesantren karena ini adalah yang kami tunggu tunggu sebagai pemerintah kabupaten Pekalongan, dimana pendidikan terus berjalan, pendidikan akhlak kepada anak-anak kabupaten Pekalongan juga tetap berjalan, “ ucap Fadia mengawali sambutannya.
Atas nama pemerintah, Fadia menyatakan mendukung dan akan membantu dalam pelaksanaan pembangunan pondok pesantren Nurul Azis. Tidak hanya itu, atas nama pribadi ia juga akan membantu membeli tanah untuk pesantren biar agak lebih besar.
Menyinggung perkembangan kasus covid yang masih tinggi, Bupati Fadia berpesan agar semuanya taat dan mematuhi protokol kesehatan. “ Covid ini di kabupaten Pekalongan istilahnya kalau kita swab masal masih merah. Tapi Hidup harus tetap berjalan dan semua harus tetap berjalan. Ekonomi harus tetap berjalan . Pemkab Pekalongan juga harus mengikuti PPKM darurat seperti instruksi dari pemerintah pusat. Kita semua harus patuhi, apalagi sekarang ada undang-undang barunya, undang undang pidananya,” ungkap Fadia
Fadia juga berharap semua pihak bisa menjaga kesehatan dan bersama sama berupaya agar kabupaten Pekalongan nol covid. “ Saya juga berharap kepada para tokoh masyarakat dalam kesempatan ini, kalau misalnya ada di desanya yang terkena covid harap segera dilaporkan, karena kita juga menyiapkan walaupun rumah sakit sudah penuh, kita sekarang sudah membuka lagi rumah sakit baru di Kesesi dan untuk yang isolasi kita siapkan juga supaya tidak menularkan ke yang lain,” pintanya.
“Sekali lagi saya mendukung dibangunnya pesantren ini, saya akan mensupport baik dari pribadi maupun sebagai bupati, “ pungkasnya. (Ar-Kominfo)
Minggu, 11 Juli 2021
Kedungwuni - Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, SH menghadiri Apel dan Operasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kawasan Bebekan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Kamis (08/07/2021) malam.
Dalam Operasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat yang dilakukan oleh tim gabungan dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Kesehatan.
Apel di Pimpin oleh Kapolres Pekalongan AKBP Darno, S.H., S.I.K dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Hadir dalam Apel dan Operasi Gabungan Wakil Ketua DPRD Catur Andriansyah, S.Pd, Kajari Abun Hasbullah Syambas, SH., MH,. Pj. Sekda Budi Santoso, M, Si.
Usai melaksanakan Apel Petugas melakukan random Swab-Antigen pada warga yang melintasi kawasan Bebekan Kedungwuni dan melakukan Operasi pada wilayah kabupaten pekalongan serta melakukan random Swab-Antigen pada warga yang terjaring operasi PPKM.
Dari 132 warga yang terjaring Operasi PPKM dan dilakukan Swab-Antigen terdapat 11 orang yang dinyatakan Positif dan di bawa langsung ke RSUD Kesesi.
Kamis, 8 Juli 2021
KAJEN – Hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan masjid Baiturrohmah di Desa Winduaji, Kecamatan Paninggaran pada Rabu (7/7/2021), Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi himbau masyarakat untuk tetap bersemangat dalam membangun masjid serta tetap patuhi protokol kesehatan.
Riswadi menyampaikan, bahwa kehadirannya dalam acara tersebut merupakan undangan dari panitia pembangunan Masjid Baiturrohman, untuk memberikan semangat kepada masyarakat setempat dalam membangun masjid supaya dapat segera terealisasi.
‘’Pemerintah itu menjadi pelayan dari masyarakat maka undangan ini kami hadiri. Dengan maksud persatuan kesatruan dan semangat untuk membangun masjid ini yang saya yakini ini hasil dan segala sodakoh serta bantuan dari masyarakat yang saya yakini ini tidak akan selesai di satu sampai dua bulan,’’ ungkap Wakil Bupati Pekalongan Riswadi.
Menurut Riswadi, di tengah situasi pandemi Covid-19 yang saat ini masih saja berlangsung, menyebabkan hambatan pembangunan di Kabupaten Pekalongan di beberapa sektor, karena banyak anggaran yang harus direfokusing untuk penanggulangan Covid-19. Untuk itu, Ia berharap masyarakat Desa Winduaji, Kecamatan Paninggaran untuk bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk melakukan pembangunan di tengah keterbatasan yang ada.
‘’Dengan membangun ini semoga bisa membangun lain seperti tpq, tk atau infrastruktur yang dirasa mampu silahkan. Karena pemerintah akan bersama-sama dengan masyarakat untuk membangun Kabupaten Pekalongan secara bersama-sama,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kunjungannya kali ini Riswadi juga menegaskan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan juga instruksi PPKM Darurat yang berlangsung dari tanggal 3-20 Juli 2021 guna menekan angka penyebaran kasus Covid-19 yang masih cukup tinggi di Kabupaten Pekalongan.
‘’ Karena kalau ini disiplin maka Insyaallah corona akan cepat selesai. Jadi, saya mohon untuk disiplin. Dan yang terpapar untuk segera lakukan isolasi mandiri.
Kalau misal isolasi mandiri tidak disiplin, maka bawa ke rumah sakit atau puskesmas yang disediakan oleh pemerintah,’’ tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Riswadi juga berpesan kepada warga masyarakat Desa Winduaji, apabila merasakan gejala Covid-19 untuk segera melakukan isolasi mandiri dan periksa ke faskes setempat supaya dapat memperoleh penanganan sejak dini.
‘’Tolong ini harap dilaksankan dengan baik, karena per hari ini Kabupaten Pekalongan menempati rangking ketujuh dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk angka penularan virus Covid-19,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 7 Juli 2021
KAJEN - Dalam rangka implementasi PPKM Darurat 2021, di wilayah Kabupaten Pekalongan dilaksanakan penyekatan secara serentak dan random swab. Hal ini sampaikan Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH saat berada di titik Nol Kajen bersama jajaran Polri/TNI yang bertugas dalam kegiatan penyekatan serentak dan random swab.
“ Kita menyadari kabupaten Pekalongan petanya merah di 19 kecamatan. Setiap hari banyak yang terpapar bahkan meninggal dan urutannya naik dari nomor 17,11 bahkan 7 se-Jawa tengah . Maka ini mengkhawatirkan. Oleh karena itu Satgas covid yang dibentuk dan Instruksi Bupati maka harus melakukan langkah yang preventif yang mana ini harus dilakukan bersama-sama oleh satgas covid,” ucap Wabup di hadapan para anggota Polri/TNI , Rabu (7/7) malam
Selain penyekatan, Riswadi menyampaikan kegiatan malam itu akan dilakukan random swab di suatu titik dan apabila sampel reaktif akan langsung dibawa untuk isolasi di Rumah Sakit Kesesi .
“ Segala sesuatunya sudah dipersiapkan , oleh karena itu hari ini tanggal 7 jelang ke-8. Harapannya, tinggal 13 hari akan turun dan turun. Semua itu dilakukan hanya dengan disiplin dan penegakan yang tegas , “ tegasnya.
Riswadi mengatakan pihaknya selalu mendukung apa yang dilakukan aparat penegak hukum. Jikalau memungkinkan diambil tindakan tegas . Jika memungkinkan, diberikan sanksi . Karena menurutnya PPKM darurat itu adalah sudah tidak bisa ditawar dan sifatnya wajib. “ Oleh karena itu saya terimakasih, untuk pelaksanaannya segera lakukan secara teknis kami serahkan kepada beliau Kapolres di dalam melakukan tindakan ini, titik titik mana yang harus dilakukan penyekatan dan random swab . Dari Dinkes sudah siap untuk melakukan swab dimana tempatnya, jika reaktif, kita bawa ke RSUD di kec amatan Kesesi,” lanjutnya.
Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Darno SH.,SIK menjelaskan pihaknya akan melakukan peningkatan untuk kegiatan kaitannya PPKM darurat. “ Kalau kemarin sudah selalu kita himbau, untuk saat ini berarti kita harus beri sanksi ataupun tindakan. Saya terimakasih dari rekan-rekan TNI dan pemda yang telah mensuport, termasuk dari kejaksaan dan DPRD,” ungkap AKBP Darno
Kapolres mengatakan dari 15 Polsek, masing masing sudah berada di titik titik dimana keramaian terjadi di wilayahnya. Contohnya di Karanganyar dan Kedungwuni, kemudian di i Podo, Surabayan, Tugu duren, Bojong dan sebagainya, aparat sudah stanby dan akan melakukan penyekatan secara serentak.
“ Situasi yang kita hadapi saat ini adalah bukan baik-baik saja. Oleh karenanya ya tetep humanis dalam melaksanakan tugas, tetap kita sampaikan dan saya minta diberi sanksi dalam artian ditegur keras, tidak boleh adanya kursi atau tempat duduk, ya kita harus laksanakan. Kalau besoknya masih seperti itu, berarti nanti dari kejaksaan dan kepolisian serta pengadilan akan memberikan penegakan hukum terhadap yang punya tempat. Itu akan kita laksanakan besok. Hari ini kita lakukan teguran keras .” terang Kapolres
Selanjutnya , disampaikan pula adanya random sampling.Pihak kepolisian telah menyiapkan tenda , dan dari Dinkes akan melaksanakan rapid tes. “ Kalau ada yaang lewat nanti akan kita berhentikan dan kita cek seperti apa kesehatan mereka . Jangan sampai yang kesana kemari ini ternyata OTG, yang akhirnya akan menyebar dan terus menyebar,” ucap Kapolres
Berdasarkan data dari Dinas kesehatan , dari 203 sampling terdapat 18 orang positif covid dan langsung dibawa ke RS Kesesi untuk menjalani isolasi. (Ar-Kominfo)
Rabu, 7 Juli 2021
KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mengubah target vaksinasi Covid-19 menyusul meningkatnya kasus Covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini. Target vaksinasi yang semula sebanyak 138.555 orang diubah menjadi 646.189 orang.
Target vaksinasi tersebut akan diselesaikan hingga 31 Desember 2021. Target meliputi Tahap I diberikan terhadap tenaga kesehatan sebanyak 2.814 orang, tahap II terhadap petugas pelayanan publik sebanyak 70.528 orang dan lansia (usia ≥ 60 tahun) sebanyak 65.213 orang. Tahap III, diberikan kepada masyarakat rentan dan umum sebanyak 507.634 orang. Selain itu, target vaksin gotong royong sebanyak 15.000.000.
Sementara itu, populasi vaksinasi hingga 3 Juli 2021, Tahap I, untuk SDM Kesehatan yakni sebanyak 3.283 orang, Tahap II lansia sebanyak 97.221 orang, petugas publik 46.161 orang, Tahap III yakni masyarakat rentan dan umum sebanyak 15.695 orang dan remaja 2 orang Sehingga, total populasi vaksin sebanyak 162.362 orang dan vaksin gotong-royong sebanyak 11 orang.
Demikian data Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes melalui Kasi Surveilans dan Imunisasi, Casmudi S.Kep, MM, baru-baru ini. “Kami optimistis target vaksinasi tersebut tercapai, namun tetap tergantung pada ketersediaan vaksin,” ujarnya. Ditambahkan, sampai sekarang tidak ada kendala dalam pengiriman vaksin.
Jumlah penduduk Kabupaten Pekalongan berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Semester II Tahun 2020 sebanyak 966.418 orang.
Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dimulai pada tanggal 25 Januari 2021 di UPTD Puskesmas Kesesi. Vaksin pertama diterima Bupati dan Forkompinda, Ketua MUI, FKUB, KNPI, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Pencanangan vaksin menandai dimulainya Vaksinasi Tahap I bagi tenaga kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan.Vaksin dosis ke-2 diberikan 14 hari kemudian.
Casmudi menjelaskan, sesuai Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.02/4/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Corona Virus Diease 2019 (Covid-19), sasaran pemberian vaksin sudah ditentukan antara lain dengan prioritas sebagai berikut:
Casmudi menegaskan, vaksin diberikan secara gratis, namun ketersediaan vaksin saat ini masih belum cukup untuk semua lapisan masyarakat, sehingga target vaksinasi belum bisa mencakup seluruh lapisan masyarakat, sehingga diberikakan dengan prioritas sebagaimana sudah disampaikan sebelumnya “Masyarakat bisa mendapatkan vaksinasi di tempat pelayanan vaksinasi yaitu pada sarana kesehatan, seperti Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik. Walaupun secara masal diselenggarakan di luar sarana kesehatan dan caranya sasaran akan dihubungi petugas melalui surat panggilan / pemberitahuan,” terang Casmudi.
Lebih lanjut dikatakan, sampai saat ini belum ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasai (KIPI) yang serius yaitu derajat sedang sampai serius, sebagian kecil ada KIPI ringan seperti, mual muntah, pusing, merasa pegel lengan yang disuntik, dan akan hilang / sembuh dalam 24 jam.
“Dalam pelaksanaan vaksinasi di dalam Gedung maupun di luar Gedung fasilitas kesehatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) disiapkan emergency kit (obat dan alat) untuk penanganan KIPI, penanganan KIPI akan dilakukan sesuai derajatnya, juga disiagakan alat tranpostasi berupa ambulance yang siap untuk merujuk kerumah sakit apabila ada KIPI serius,” jelasnya.
Disebutkan, ada beberapa alasan sehingga seseorang tidak bisa divaksin, antara lain:
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Indonesia, Prof Wiku Adisasmito seperti diberitakan halaman www. mengatakan, Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19.
Pemerintah juga terus memastikan bahwa program vaksinasi terus berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat terlindungi. Karenanya pemerintah terus mencukupi kebutuhan vaksin melalui skema kerjasama dengan sejumlah negara di dunia. Juga membuka peluang bagi pihak swasta untuk berpartisipasi dalam program Vaksin Gotong Royong. *) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda pada Dinkominfo Kab.Pekalongan.
Rabu, 7 Juli 2021
KAJEN - Staf Ahli Gubernur Jateng Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Budi Santoso, M.Si, ditunjuk Gubernur Jawa Tengah menjadi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan. Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan dilakukan oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq SE, MM, di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/7).
Bupati Pekalongan dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Budi Santoso sebagai Penjabat Sekda Kabupaten Pekalongan. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan akan menjabat selama 3 (tiga) bulan hingga dilantiknya Sekretaris Daerah Definitif. “Besar harapan saya sebelum masa tugas berakhir, kita sudah mendapatkan pejabat tinggi pratama sekretaris daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tutur Fadia Arafiq.
Menyusul diberlakukannya PPKM Darurat di Jawadan Bali, tak terkecuali di Kabupaten Pekalongan, pihaknya sudah mengeluarkan instruksi Bupati Nomor 1 Tahun 2021 ttg PPKM Darurat di Kabupaten Pekalongan. Bupati berharap, Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya masuk zona merah menjadi zona hijau.
Selain itu, dengan adanya pergantian Bupati dan Wakil Bupati yang baru, ada hal-hal yang perlu disempurnakan. Oleh karena itu, pihaknya berencana melakukan penataan Struktur Organisasi dan Tata Laksana di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Penjabat Sekda Kabupaten Pekalongan dihadiri Wakil Bupati , unsur Forkompinda Kabupaten Pekalongan, para Staf Ahli Sekda dan sejumlah Kepala OPD terkait. Kegiatan diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiarkan melalui channel YouTube Pemkab Pekalongan.*) Siti Kholidah, Pranata Humas Ahli Muda Dinkominfo Kab. Pekalongan
Rabu, 7 Juli 2021
KAJEN - Resmi menjadi salah satu aplikasi yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan pada Mei 2019 lalu, dengan tujuan untuk memajukan pelayanan publik yang berbasis e-goverment, aplikasi ‘Kudu Sekolah’ maju dalam Kompetisi Nasional Inovasi Pelayanan Publik SINOVIK 2021.
Dimana pada hari ini, Rabu (7/7/2021), Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., telah mengikuti wawancara dan melakukan presentasi pemaparan aplikasi Kudu Sekolah dihadapan dewan juri KIPP SINOVIK 2021, yang dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati.
Kepada dewan juri, Fadia menyampaikan bahwa aplikasi Kudu Sekolah merupakan salah satu bentuk inovasi Kabupaten Pekalongan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan memastikan semua anak usia sekolah di Kabupaten Pekalongan dapat mengenyam pendidikan sebaik mungkin.
Karena menurutnya, aplikasi Kudu Sekolah merupakan salah inovasi pelayanan publik dari Pemerintah Kabupaten pekalongan yang berbasis e-goverment dengan dasar web dan android sehingga diharapkan dengan hal tersebut masyarakat bisa lebih mudah mengakses dan juga bisa langsung mendownload melalui playstore.
‘’ Kami meyakini aplikasi Kudu Sekolah ini merupakan aplikasi yang komplit. Karena kita disini juga sudah ada situsnya, dan saya rasa ini memang aplikasi yang sangat bagus dan akan menangani permasalahan ATS yang meliputi pendataan, reformasi dan monitoring evaluasi,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia menambahkan, bahwa aplikasi Kudu Sekolah ini sangat layak masuk top 45 KIPP SINOVIK 2021 karena memiliki berbagai manfaat yang besar. Diantaranya adalah mampu mengintegrasikan berbagai sumber data ATS dan masyarakat dapat berpartisipasi untuk mengusulkan data ATS secara langsung, serta keunggulan lainnya.
‘’Aplikasi ini bekerja mulai dari pengelolaan sumber data dan usulan masyarakat. Setiap 6 bulan sekali kita akan melakukan monitoring terhadap anak-anak tersebut apakah masih sekolah apakah sudah putus sekolah kembali,’’ tandasnya.
Selain itu, dalam pemaparannya kali ini tentang aplikasi Kudu Sekolah, Fadia juga mengatakan bahwa semenjak awal diluncurkan pada bulan Mei 2019, aplikasi Kudu Sekolah ini sudah berhasil memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan di Kabupaten Pekalongan yaitu mampu melakukan penambahan sekolah dan guru pendamping sekolah secara signifikan.
‘’Inovasi ini telah kita jamin dengan terbitnya 3 Perbup penting ini dan tersediaannya buku panduan dan tutorial aplikasi termasuk tenaga operator yang telah dilatih diseluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Pekalongan,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 7 Juli 2021
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan, H. Riswadi, SH, Selasa (06/07) bersama jajaran Forkopinda Kab. Pekalongan, diantaranya Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan, S.IP, Kapolres Pekalongan, AKBP Darno, SH. S.IK, Kasat intel Kejari Adi Chandra, Asisten Pemerintahan dan KesraTotok Budi Mulyanto, serta perwakilan dari Dinkes dan BPBD Kab. Pekalongan, bertemu secara langsung dengan perwakilan PT. Sandana Istana Multigas yang berlokasi di Batang guna memastikan ketersediaan stock oksigen bagi Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kab. Pekalongan.
Diungkapkan Wabup bahwa langkah tersebut diambil sebagai upaya antisipasi naiknya jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Pekalongan yang terpantau naik secara signifikan, Pemkab Pekalongan juga akan segera membuka ruang isolasi bagi pasien Covid 19 di setiap Puskesmas Rawat Inap dan di Rumah Sakit Kesesi dengan jumlah bed lebih kurang 50. “Oleh karena itu kami dengan jajaran Forkopinda hadir di PT. Sandana Istana Multigas uktuk memastikan ketersediaan oksigen,agar masyarakat yang terpapar covid mendapatkan oksigen, dan Alhamdulillah untuk Kab. Pekalongan ready,stock terjaga dan siap kirim sesuai kebutuhan ”terang Riswadi.
Dijelaskan oleh Wabup, Pemkab Pekalongan akan segera membentuk Satgas Oksigen yang bertugas memantau ketersedian dan distribusi oksigen dari PT. Sandana Istana Multigas ke Faskes di seluruh Kab. Pekalongan. Saat ini kebutuhan oksigen di Kab. Pekalongan perhari adalah 1.800 m3 dan tidak menutup kemungkinan kebutuhan tersebut akan terus naik, namun Riswadi optimis angka Covid 19 di Kab. Pekalongan akan terus turun kalau semuanya bergerak. Riswadi juga menegaskan bahwa pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari jajaran Forkopinda. “ Kami terus saling bahu membahu bekerjasama untuk mengimplementasikan PPKM darurat ini,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Filling Station PT. Sandana Istana Multigas, Dona Galih Permana menegaskan bahwa stock oksigen untuk wilayah Pekalongan –Batang aman. Dijelaskan oleh Galih bahwa pihaknya memang belum mendapatkan pasokan liquid, namun sudah mendaparkan source dari cabang Tegal, dan sudah menyiapkan sentralisasi filling pengisian. “ Jadi kalau di Batang kosong, kami akan langsung mengisikan keTegal, sehingga stock tidak akan pernah putus dan selalu tersedia,” ujarnya.
Dijelaskan Galih, stock oksigen di Kab. Pekalongan sampai dengan hari ini masih bisa dipenuhi dengan kuota maksimal, dimana kuota maksimal produksi dibagikan PT. Sandana Istana Multigas sesuai kebutuhan kesemua Faskes yang membutuhkan, sehingga Faskes tidak sampai kehabisan oksigen. Sampai saat ini meski permintaan terus naik dari 2.000 Ton perhari menjadi 5.000 Ton perhari namun PT.Sandana Istana Multigas masih bisa memenuhi. (dian’s)
Selasa, 6 Juli 2021