KAJEN – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pekalongan melantik pengurus baru DPD, pengurus cabang , pengurus anak cabang sekaligus silaturokhim pada minggu ( 21/06) di masjid Al Barokah desa Bondansari Wiradesa. Acara silaturokhim pengurus baru dihadriri oleh bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,SH.,M.Si., sekaligus penyerahan bantuan pemkab Pekalongan untuk pembangunan masjid Al Barokah sebesar Rp. 200.000.000 serta hibah untuk PD.LDII kabupaten Pekalongan sebesar Rp.50.000.000. Pembangunan Masjid Al barokah sudah dimulai pada tahun 2006 dan sampai saat ini masih dalam proses pembangunan.
“ Pemerintah mempunyai tugas mewujudkan kebijakan pembangunan untuk kemaslahatan masyarakat. Salah satu wujud melaksanakan kemaslahatan tersebut diantaranya pemberian bantuan 200 juta untuk pembangunan masjid Al Barokah. Insyaalloh dengan sedikit bantuan dari pemerintah ini semogamen jadi spirit kita, semangat untuk segera menyelesaikan pembangunan masjid Albarokah ini”, ucap bupati. Masjid Al barokah yang tengah dalam proses pembangunan tersebut menurut bupati merupakan ruh dari organisasi LDII khususnya di kabupaten Pekalongan, tidak hanya menjadi tempat ibadah orang per orang menunaikan sholat fardhu maupun sunah saja.
Bupati mengajak jamaah menjadikan masjid Al Barokah sebagai salah satu episentrum atau pusat kegiatan dakwah Islamiyah dari LDII agar memberikan manfaat yang lebih besar , manfaat bagi jamaah sehingga cita-cita seluruh jamaah yaitu mewujudkan kehidupan selamat dunia akherat bisa terwujud.
Disampaikan pula sampai hari pemkab terus ikhtiar lahir batin untuk mengatasi musibah pandemi covid19. Secara umum penilaian dari Bappenas bahwa kabupaten Pekalongan sekarang sudah zona hijau. Tetapi karena saat ini masih masa pandemi, bupati berpesan agar masyarakat ikhtiar lahir batin. “ Lahiriahnya pakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, makan bergizi dan tidur cukup. Kalau tatanan itu dijalankan Insyaalloh kita aman dari virus covid19”, tandasnya.
Selanjutnya bupati berharap bantuan dari pemerintah tersebut bisa menyelesaikan pembangunan masjid sehingga masjid bisa berfungsi sec ara optimal. (Humas Kominfo)
Minggu, 21 Juni 2020
KAJEN – Memasuki era New Normal Pemerintah Kabupaten telah menyiapkan langkah-langkah preventif untuk mencegah kembali terjadinya penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Selaras dengan hal tersebut, Bupati Asip Kholbihi mengatakan bahwa masyarakat harus mampu mengubah pandangan hidup baru diberbagai aspek sesuai dengan syariat, supaya masyarakat dapat menyesuaikan diri dengan tatanan hidup baru yang akan dijalankan bersama. Hal ini dikatakan oleh Bupati Asip dalam sambutanya pada acara Halal bi Halal LP Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan, di Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan, hari ini Minggu (21/6/2020).
Turut hadir dalam acara ini, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj. Hindun,MH., Kepala Kemenag Dr.Kasiman Mahmud Desky,Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH.Muslih Khudori. Dikatakan Bupati Asip, bahwa perubahan yang terjadi saat ini berjalan begitu cepat, dengan adanya pandemic Covid-19 . Menurutnya semua aspek harus mampu beradaptasi dengan perubahan ini, terutamanya pendidikan. Dimana pendidikan dianggap sebagai sebuah muara dasar pencarian tatanan hidup baru. Oleh karena itu, Ia berharap akan terjadi perubahan yang menuju kearah yang lebih baik.
‘’ Karena sekarang terjadi reorientasi pandangan terhadap pendidikan. Dunia ini berubah begitu cepat, ketika ada wabah pandemic Corona, maka cara pandang orang terhadap berbagai segi kehidupan sudah mulai berubah,’’ kata Bupati Asip.
Bupati melanjutkan, dengan adanya pandemic Covid-19 ini mengajarkan seluruh manusia untuk menjalankan pola hidup yang sudah diatur oleh syariat secara rigid, yang apabila salah satu diabaikan maka yang terjadi adalah kondisi seperti saat ini. Ia berharap ini semua bisa dijadikan bahan evaluasi masyarakat supaya kedepan lebih bisa menjalankan pola hidup sesuai syariat dengan lebih baik lagi.
KAJEN – Pemkab Pekalongan sudah memperbolehkan warganya menyelenggarakan hajatan. Saat ini kabupaten Pekalongan sudah zona hijau sehingga kegiatan- kegiatan keagamaan seperti pengajian dan lainnya sudah mulai dibuka. “ Bagi warga yang hendak menyelenggarakan hajatan dipersilahkan. Sekarang zonanya sudah hijau sehingga tidak ada alasan kita menutup pengajian, menutup masjid, mushola, madrasah tapi karena situasi masih pandemi kita tetap hati-hati, minimal menggunakan masker, cuci tangan, makan yang bervitamin”, demikian yang disampaikan bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SH.,M.Si., saat di masjid jami’ Al Yusuf kelurahan Pekuncen Wiradesa, jum’at ( 19/06) siang.
Dijelaskan bupati, masyarakat butuh aman. Aman terkait kamtibmas, aman dari gangguan ekonomi dan aman dari wabah. Saat ini masyarakat seluruh dunia mengalami wabah pandemi covid19. Kabupaten Pekalongan saat ini zona hijau, zona yang aman. Menurut bupati, warga Kabupaten Pekalongan yang terpapar positif covid19 total sejak bulan Maret sampai Juni jumlahnya menurun. Kehidupan keseharian di Kabupaten Pekalongan menuju normal. Oleh karena itu bupati meminta masyarakat memperbanyak doa agar covid19 segera berlalu.
Bupati juga menceritakan bahwa dirinya mendapat pesan dari pesantren untuk membangun jiwa masyarakat. “ Kalau WHO membangun raga, tapi pengajian, wirid, thoriqot, manakib dan sejenisnya, semua itu obat hati. Jangan sampai kesehatan jiwa dilupakan, hanya konsentrasi kesehatan jasmani saja. Sehingga saya dari masjid ke masjid, dari tempat ke tempat menyampaikan bahwa saat ini yang paling penting ikhtiar dijalankan, tapi jangan lupa selalu berdoa agar sabar dalam menerima cobaan,” ungkapnya.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan semakin serius dalam menjalankan program yang telah ditetapkan mengenai sinergitas terhadap pembangunan tempat ibadah yang ada di Kabupaten Pekalongan. Program ini sudah berjalan sebelum adanya pandemi Covid-19. Dan sebagai wujud sinergitas dan dukunganya, Bupati menghadiri acara Peletakan Batu Pertama dan memberikan bantuan untuk pembangunan masjid Baitul Muahidin di Desa Jrebengkembang Kecamatan Karangdadap, pada hari ini Jumat (19/6/2020). Dalam kegiatan ini hadir pula , Kepala Dinas DPU Taru Bambang Iriyanto,Kepala Dinas Perkim LH Trinanto,Inspektorat Ali Riza, dan Asisten 1 Setda Totok Budimulyanto.
Bupati Asip Kholbihi menjelaskan bahwa pembangunan masjid merupakan salah satu bentuk dari implementasi dasar keimanan dan ketakwaan manusia dalam aspek ibadah. Oleh karena itu bupati berharap masyarakat dapat bersama-sama membantu mensinergikan pembangunan masjid Baitul Muahidin supaya bisa cepat jadi. ‘’ Alhamdulilah hari ini kita bisa bersama-sama melaksanakan amalan yang mulia yaitu dari pembangunan masjid. Membangun masjid itu amalanya besar karena membangun masjid merupakan dasar dari wujud amal dan takwa kita dalam ibadah,’’ kata Bupati Asip.
Apabila sinergi dari masyarakat dan pemerintah itu baik, dijelaskan oleh Bupati Asip itu bisa mempercepat pembangunan tempat ibadah bisa jadi sesuai target.
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengajak warga Pajomblangan Kecamatan Kedungwuni untuk membentuk kelompok tani, karena Desa Pajomblangan saat ini sudah cukup maju, desa ini sering ada puming baik itu berupa bunga atau tanaman, karena tanah di desa ini subur, Rabu (17/6).
Bupati Menjelaskan, “Kabupaten Pekalongan merupakan daerah yang cukup subur di Jawa Tengah karena ketinggiannya dari 0-1900 mdpl, nanti pada ketinggian 500 600-1000 subur sekali, kemarin kita ada di kecamatan talun yang tingginya 600 itu subur, semua jenis tumbuhan itu tumbuh dengan baik karena alatnya itu seperti itu dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti di vietnam meskipun disana subur tapi tetap beda alamnya dengan indonesia, ragam nabatinya sangat jauh karena tanaman-tanaman paling banyak di Indonesia, bangkok juga tidak ada tanaman sama sekali” Jelas Bupati dalan Pidatonya.
Tanah di Kabupaten Pekalongan subur namun belum bisa dikelola secara maksimal, kemudian munculah puming-puming ini, serta muncul beberapa komoditas-komoditas yng mungkin punya kualitas tinggi.
KAJEN – Memasuki transisi era New Normal, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, sarankan TPA (Tempat Penitipan Anak) tidak dibuka terlebih dahulu di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya anak-anak dianggap masih belum bisa melakukan disiplin untuk tetap menjalankan protokol kesehatan diluar pengawasan orangtuanya sendiri. Hal itu disampaikan Bupati Asip Kholbihi saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Lintas Sektor di Puskesmas Kedungwuni 1 siang ini Rabu (17/6/2020).
‘’Untuk TPA itu kita nunggu jadwal dari Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, walaupun TPA ini spesifik ya. Tetapi karena ini anak-anak , menurut saya sementara dirawat bapak/ibu mereka saja dahulu , soalnya apabila anak-anak saling bertemu itu malah akan bahaya,’’ kata Bupati Asip.
Bupati melanjutkan, apabila TPA dipaksakan dibuka dalam waktu dekat,dikhawatirkan itu akan memicu penyebaran virus Covid-19 dikalangan anak-anak. Hal tersebut terlalu beresiko dan juga sesuai dengan kebijakan paralel dari pusat yang menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran bisa dibuka apabila suatu wilayah benar-benar sudah berzona hijau dan bisa dipersiapkan mulai bulan Juli.
‘’Paralel aturan dari pusat yaitu kata pak mentri Nadiem Makarim,kalau zona hijau nanti dipersiapkan mulai bulan Juli itu sekolah sudah bisa dibuka tetapi dengan sistem terbatas. Jadi masih kita tunggu hingga saat ini,’’ Ujar Bupati Asip.
KAJEN – Untuk memudahkan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat, pemkab Pekalongan terus berupaya membangun berdirinya Rumah Sakit baru melengkapi Rumah Sakit – Rumah Sakit yang sudah ada sebelumnya. Salah satunya adalah didirikannya Rumah Sakit Kesesi yang pembangunannya telah dimulai pada tahun 2019. Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,S.H.,M.Si., beserta wakil bupati Ir. Arini Harimurti, ketua DPRD kabupaten Pekalongan Hj. Hindun,M.H., Sekda Mukaromah Syakoer,MM beserta staf ahli, para asiten, para kepala OPD , para Camat,kepala Puskesmas, tokoh agama hadir dalam rangka doa bersama dimulainya pembangunan gedung RSUD Kesesi tahap kedua, pada Selasa (16/06) malam di gedung RS Kesesi.
Dikatakan bupati, nantinya di kabupaten Pekalongan akan banyak Rumah Sakit, melengkapi Rumah sakit yang sudah ada di tingkat kecamatan diantara Siwalan, Wonokerto, Wiradesa, Kesesi, Kedungwuni, juga kecamatan Buaran nantinya akan didirikan Rumah sakit. Bupati berharap keberadaan Rumah sakit ini bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus membuka kecamatan-kecamatan yang memang perlu didirikan Rumah sakit.
Sementara itu kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro S.KM., dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung Rumah sakit Kesesi direncanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama telah dilaksanakan pada tahun 2019, seluas 1144 meter persegi. Gedung tahap pertama sudah dimanfaatkan. Pembangunan gedung tahap kedua tahun 2020 ini, dengan luas lahan 3800 meter persergi. Pembangunan gedung tahap dua ini direncanakan terdiri dua lantai dengan kapasitas 60 tempat tidur dan diperuntukkan bagi perawatan kesehatan ibu dan anak dan juga kebidanan, ruang perawatan umum dewasa dan anak-anak, ruang ICU, ruang tindakan medik dan ruang isolasi, ruang observasi serta apotik. Sedangkan pembangunan tahap tiga, nanti di tahun 2021 dengan luas lahan 2430 meter persegi yang rencananya untuk ruang penataan landscape dan penataan ruang sekitar Rumah sakit. Pembangunan tahap ketiga nanti untuk penunjang yaitu poli penyakit dalam, poli penyakit anak, ruang laktasi, ruang radiologi, labaratorium, hemodialisa serta pembangunan penataan lingkungan sekitar Rumah sakit.
KAJEN - Pencanangan pembangunan zona integritas yang merupakan langkah awal dan bagian dari menyukseskan reformasi birokrasi, saat ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dengan melakukan penaatan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif, efisien, pelayanan prima dan memuaskan. Selasa (16/6).
Sekretaris Daerah, Dra. Mukaromah Syakoer, MM menjelaskan, “Pencanangan ini juga merupakan salah satu syarat dari penilaian mandiri reformasi birokrasi yang diamanatkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.” Jelas dalam sambutannya di aula lantai 1 setda Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, reformasi birokrasi yang menjadi komitmen seluruh institusi beserta aparatur pemerintah dan pelayanan publik , dapat dinilai dari seberapa besar perubahan yang dilakukan secara bertahap yang diharapkan dapat membentuk karakter aparatur birokrasi secara pribadi maupun kelembagaan, yang pada akhirnya dampak positif dari perubahan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat.
KAJEN – Dalam rangka meningkatkan keunggulan pada masing-masing desa di Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan lakukan serangkaian kegiatan tinjauan lapangan atau monitoring ke sejumlah desa. Tinjauan kali ini dilakukan di Desa Banjarsari Kecamatan Talun pada pagi ini, Senin (15/6/2020).
Hadir dalam tinjauan ini, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, Kepala Dinas DPU Taru Bambang Iriyanto,Kepala Bappeda Yualian Akbar, Kepala Dinas Perkim LH Trinanto ,Kepala Dinas Kesehatan Setiyawan Dwi Antoro, Inspektur Ali Riza,Kepala Dinas PMD P3A DAN PPKB Muhammad Afif.
Dikatakan oleh Bupati Asip bahwa kedatangan Pemkab kali ini memiliki berbagai tujuan yang diataranya adalah silaturahmi dengan masyarakat setempat,monitoring langsung berkaitan dengan kendala apa saja yang ada di Desa Banjarsari serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait persiapan Kabupaten Pekalongan menuju era Normal Baru.
‘’ Covid-19 memberikan pelajaran bagi kita bersama agar pola hidup kita yang sebenarnya secara normative sudah diatur begitu rigid oleh syariat kita, ketika kita abaikan satu sisi saja maka yang terjadi adalah hal seperti ini,’’ ujar Bupati Asip.
Selain itu, Bupati juga berpesan walaupun saat ini Kabupaten Pekalongan sudah masuk zona hijau dan pihaknya telah membuka semua acara kemasyarakatan diberbagai lini, diharapkan masyarakat dapat tetap menjalankan protocol kesehatan yang telah ditetapkan , supaya klaster kedua penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan tidak terjadi.
‘’ Karena zona hijau maka persiapan untuk menuju tatanan dunia baru atau era New Normal sedang kita siapkan. Kita melakukan prakondisi terhadap kegiatan-kegiatan masyarakat. Silahkan acara kemasyarakatan dijalankan tetapi jangan sampai lupa protocol kesehatan harus tetap dilakukan betul-betul,’’. Jelas Bupati Asip.(lusi kominfo)
Minggu, 21 Juni 2020
Untuk pembangunan yang berjalan di Kabupaten Pekalongan, bupati menuturkan di kecamatan Wiradesa mendapat perhatian yang cukup besar. Pertama pasar wiradesa, dan kedua fly over ( Jalan layang ) jalan kereta api, dan ketiga rumah sakit Kraton II, sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar gampang mengakses rumah sakit. ( Humas Kominfo )
Jumat, 19 Juni 2020
Dalam kesempatanya kali ini bupati Asip juga berpesan kepada masyarakat apabila ada masukan atau aspirasi mengenai pembangunan di Kabupaten Pekalongan ,itu bisa diutarakan karena pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti hal tersebut. ‘’ Kami mendoakan dan mendukung melalui program dari pemerintah kabupaten yang akan kami koordinasikan dengan dinas tekait,’’ ujar Bupati Asip.(Lusi kominfo)
Jumat, 19 Juni 2020
Bupati juga memotivasi para petani, bahwa tidak ada salahnya para petani mencoba dulu, karena ini komoditas, biasanya kalau sampel di pasar itu lebih kecil dan harganya tinggi, mumpung belum besar. Seluruh hutan Kabupaten Pekalongan mempunyai tanah luas 9000 hektar, yang 3000 hektar tidak bisa ditanami, kemudian sisanya 26 ribu hektar bisa ditanami, bisa dikerjasamakan untuk mengembangkan kopi, kalau memang niat dan sudah berhasil menanam disini namun lahannya terbatas, kalau ingin lahan lebih besar segeras, masyarakat dihimbau untuk segera membuat kelompok, Pemkab akan memberikan fasilitas pengolahan hutan yang dekat daerah Pajomblangan namun juga harus kerjasama dengan masyarakat sekitar.
Disamping itu, Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini dalam zona hijau, jadi kalau ada hajatan dipersilahkan namun tidak boleh terlalu besar, hiburan-hiburan dan kegiatan lainnya juga boleh dilakukan namun dengan skala terbatas dan tetap terapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, rajin cuci tangan, serta sosial dan pshycal distancing.
Jumlah positif di Kabupaten Pekalongan ada 9 orang, 5 sembuh, 1 meninggal dunia namun ber KTP Depok Jawa Barat, sedangkan 3 lainnya masih dirawat, dan yang 1 diantara 3 tersebut merupakan cluster DKI yang sudah dirawat disana namun kabur dari RS karena ingin bertemu keluarganya di Kampung, dan 1 lagi merupakan cluster Qim yang merupakan seorang anak (8 tahun) dari Ibu yang bekerja sebagai perawat di RS Qim Batang, Bupati menghimbau masyarakat untuk menjaga anak-anaknya karena rentan terkena virus. (Ela Nurfadhila)
Rabu, 17 Juni 2020
Selain alasan tersebut bupati Asip juga mengungkapkan bahwa sesuai dengan hasil penelitian yang menunjukan 65% prosentase orangtua tidak setuju anaknya memasuki kegiatan belajar mengajar disekolah dalam waktu dekat. Dan hal ini juga menjadi bahan pertimbangannya untuk tidak membuka TPA terlebih dahulu.
‘’ Hasil penelitian menunjukan 65% orangtua itu tidak setuju anaknya dimasukan sekolah untuk waktu-waktu sekarang,karena ini resiko sekali. Alasanya yang pertama, anak-anak itu pasti kurang disiplin,’’ ungkap bupati Asip.
Dalam sambutanya kali ini, Bupati Asip juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengizinkan masyarakat untuk menyelenggarakan acara kemasyarakatan berupa kegiatan keagamaan,sosial,ekonomi dan budaya dalam skala kecil. Namun, protokol kesehatan tetap harus dijalankan.
‘’ Untuk acara pernikahan dan hiburan sudah kita buka, dan kemarin kami juga sudah membuka festival wedding ,jadi pekerja yang bekerja dibidang itu sudah kami sosialisasikan. Tetapi yang paling penting protokol kesehatan harus tetap dijalankan,’’ jelas Bupati Asip
Rabu, 17 Juni 2020
Wawan menambahkan , pihaknya telah menyiapkan anggaran sejumlah 8,7 Milyar. Anggaran itu akan digunakan pembangunan ruang perawatan untuk lantai 1 dan 2, ruang ICU, ruang anak. “ Orientasi kita saat ini adalah upaya kita bagaimana menurunkan angka kematian ibu dan anak”, paparnya. ( Humas Kominfo )
Selasa, 16 Juni 2020
Sekda menegaskan bahwa pencanangan pembangunan zona integritas ini merupakan upaya penting bersama dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan menjadi zona yang berintegritas, sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Sekda juga menyampaikan selamat kepada keluarga besar BPS Kabupaten Pekalongan atas dideklarasikannya pencanangan pembangunan Zona Integritas WBK dan WBBM dilingkungan Badan Pusat Statistik Kabvupaten Pekalongan. Pemkab berharap semoga dalam dilaksanakannya deklarasi ini akan semakin meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Sementara itu kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Siti Mardiyah, menyampaikan bahwa BPS telah melaksanakan pembangunan zona integritas dan kabar baik bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini sudah mengalami peningkatan dimana pada tahun 2017 mencapai 57,63 kemudian 2018 mencapai 58,99 kemudian ditahun 2019 mencapai 69,53. Siti Mardiyah Berharap semoga di tahun 2020 dan kedepannya akan mencapai angka yang lebih tinggi lagi, semua ini merupakan upaya jajaran BPS Kabupaten pekalongan yang telah bekerja dengan baik dan bersungguh-sungguh mewujudkan zona yang bersih dan integritas di Kabupaten Pekalongan.
BPS siap bekerja dan bekerjasama untuk sama-sama bekerja dalam membangun dan menjaga zona integritas ini dengan tulus, “Semoga Allah SWT meridhoi segala upaya yang kita kerjakan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.” Tambahnya.(ela)
Selasa, 16 Juni 2020
Rangkaian monitoring yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dijelaskan oleh Bupati Asip utamanya adalah sebagai evaluasi kinerja Pemkab dalam mengambil kebijakan-kebijakan di Pemerintahan. Dimana pihaknya berharap monitoring ini bisa mendapat aspirasi langsung dari masyarakat berkaitan dengan kebijakan yang akan diambil supaya sesuai dengan basis kepentingan masyarakat.
‘’Kemudian yang kedua, hal ini juga sebagai evaluasi kami berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang telah kita ambil. Dan juga kebijakan pemerintah pusat serta pemerintah provinsi, karena tugas kami adalah sebagai agrigator atau penerus kebijakan dari pusat dan provinsi,’’ jelas Bupati Asip.
Selanjutnya,berkaitan dengan sosialisasi untuk menghadapi New Normal, Bupati Asip mengungkapkan bahwa masyarakat diharapkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan,karena pihaknya telah membuka kegiatan keagamaan,sosial,ekonomi di Kabupaten Pekalongan,walaupun masih dalam skala kecil.
‘’Karena Kabupaten Pekalongan saat ini masuk dalam zona hijau dan menjadi salah satu wilayah di Jawa Tengah dengan resiko penularan Covid-19 yang rendah. Maka saat ini Kabupaten Pekalongan tengah mempersiapkan diri menuju New Normal,’’
‘’Mendasari hal tersebut, maka kegiatan keagamaan,sosial,ekonomi kemasyarakatan sudah kita buka. Masjid,pasar dan pariwisata juga sudah kita buka. Namun walaupun seperti itu,masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,’’ ungkap Bupati Asip.
Adapun untuk pengelolaan di Desa Banjarsari,Bupati Asip mengatakan pihaknya dari DPRD akan melakukan identifikasi dan mengawal yang juga berkaitan dengan penggunaan dana desa. Karena menurut Bupati Asip tugas DPRD adalah sebagai representasi mewakili masyarakat.
"Terkait dengan pengelolaan desa nanti akan kita identifikasi dan dikawal oleh DPRD karena tugas DPRD itu untuk representasi mewakili masyarakat," kata Bupati Asip. (Lusi Rismawati)
Senin, 15 Juni 2020