KAJEN - Sebagai langkah pencegahan menyebarnya virus corona di kabupaten Pekalongan, hari ini Dinas Kesehatan melakukan penyemprotan di sejumlah tempat fasilitas umum. Hal ini merupakan tindak lanjut dari instruksi bupati untuk melakukan disinfeksi di fasum ( fasilitas umum ). Adapun jadwal hari ini rabu ( 18/03/20) adalah di sekretariat daerah, masjid, sekretariat DPR, dan Dukcapil. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan , Setiawan Dwi Antoro, SKM dalam wawancara dengan awak media, 18 Maret 2020. “ Tempat umum tentunya perlu dilakukan sterilisasi. Tujuannya adalah bagaimana kita mengeliminir adanya virus yang masih menempel yang ada di fasum. Karena kita tidak tahu, yang namanya barang ini barang tidak kelihatan sehingga antisipasinya adalah mengupayakan seminimal mungkin kontak dengan orang. Ini yang harus kita sosialisasikan kepada masyarakat”, terang Wawan.
” Yang pertama adalah apabila ada rasa batuk, pilek, demam, badan tidak nyaman , pakai masker. Yang kedua jangan lupa rajin cuci tangan dengan sabun, itu penting. karena virus mati dengan sabun/disinfektan lain. Ini upaya pencegahan virus menyebar ke masyarakat”, tambahnya.
Sebelumnya, kemarin telah dilakukan di Polres Pekalongan dan besok dijadwalkan penyemprotan di Pangadilan Agama dan fasilitas umum lain. Dijelaskan Wawan, tim yang bertugas ada 2 regu dilengkapi 5 alat penyemprot ( disinfektan ).
Harapannya adalah masing masing individu di masyarakat melaksanakan pola hidup bersih dan sehat sehingga upaya pemerintah bersama seluruh elemen, bisa mengeliminir virus yang ada di kabupaten Pekalongan ( Humas Kominfo)
KAJEN – Menanggapi berita tidak benar yang menyebar di sekitar masyarakat Kabupaten Pekalongan bahwa ada warga kabupaten Pekalongan yang positif corona, Bupati Asip Kholbihi,SH.M.Si. mengklarifikasi langsung tentang ketidak benaran berita tersebut. Bupati mengungkapkan bahwa di Kabupaten Pekalongan sendiri sampai saat ini masih dibilang aman dari virus corona, karena belum ada warga Kabupaten Pekalongan yang positif terkena virus corona.Hanya saja memang, bupati mengatakan ada 36 orang warganya yang masuk dalam kategori ODP ( Orang Dalam Pantauan ) .
‘’ Sekali lagi saya sampaikan per hari ini alhamdulilah, jam 12.10 menit Kabupaten Pekalongan masih dalam kondisi aman , memang ada orang dalam pantauan sejumlah 36, karena mereka-mereka ini baru pulang dari luar negeri dan semuanya dalam keadaan sehat. sedangkan itu yang kemarin yang sempat dirawat di RSUD Kajen, alhamdulilah sampai hari ini sudah dinyatakan sehat , dan kemarin indikasinya bukan terkena virus Covid-19.
‘’ Untuk informasi di Rumah sakit Kraton saat ini ada 2 orang pasien yang diisolasi adalah warga Kabupaten Pemalang dan itu belum masih dalam kategori ODP ( Orang Dalam Pengawasan). Jadi tahapanya kan Pertama orang dalam pantauan , orang dalam Pengawasan , dan suspect, kata Bupati Asip saat konfrensi pers hari Selasa (17/3).
KAJEN - TNI Manunggal Membangun Desa ( TMMD) Reguler Kabupaten Pekalongan hari ini, Senin pagi (16/03/20) resmi dibuka. Pembukaan TMMD oleh Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi, SH.M.Si di balai desa Pantirejo kecamatan Kesesi. Dijelaskan bupati, TMMD ini dibiayai dari dua mata anggaran, dari provinsi dan pemkab. Dikerjakan oleh TNI, kodim 0710 dan warga masyarakat. “Yang paling penting dengan kegiatan TMMD kita bisa mendapatkan manfaat yang luar biasa yaitu edukasi dari para anggota TNI yang diterjunkan ke desa Pantirejo kecamatan Kesesi, merekatkan kembali tali silaturahmi juga memperkokoh interaksi sosial antara TNI dan masyarakat sekaligus memperbaiki infrastruktur desa. Ini sangat penting karena daerah Pantirejo ini daerah penyangga swasembada pangan di kabupaten Pekalongan. Dengan infrastruktur yang bagus, mudah-mudahanan nanti hasil pertaniannya meningkat, kondisi wilayahnya aman, itu adalah makna dari kesejahteraan yang hadir di desa-desa di kabupaten Pekalongan “, ujar bupati.
Bupati berharap pelaksanaaan TMMD Reguler tersebut bisa tepat waktu dan hasilnya bermanfaat untuk masyarakat Pantirejo khususnya dan masyarakat kabupaten Pekalongan pada umumnya karena ini jalan konektor desa menghubungkan antar desa-desa yang ada di sekitar Pantirejo.
Sementara itu Dandim Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS menambahkan bahwa kegiatan TMMD melibatkan personel dari Kodim maupun luar Kodim dan dimulai hari ini 16 Maret 2020 sampai dengan 14 April 2020, dilaksanakan selama 30 hari. Sesuai program yang direncanakan, TMMD regular ini dilaksanakan tidak hanya berupa program fisik, seperti pengaspalan jalan tapi juga non fisik misalnya peyuluhan-penyuluhan seperti pertanian, peternakan, kesehatan dan lain-lain. Sehingga diharapkan dapat tercapai sarana fisik maupun non fisik, tentunya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Di sisi lain bisa meningkatkan kedekatan TNI Polri dan aparat pemerintah dengan masyarakat Pantirejo Kesesi ( )
KAJEN – Dengan menyebarnya Novel Corona Virus di Indonesia khususnya di Jawa Tengah,Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mencegah penyebaran Novel Corona Virus ke Kabupaten Pekalongan. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pekalongan saat ditemui di Rumah Dinas bupati pada hari Sabtu(14/3). ‘’ Ini kita tindak lanjuti arahan dan instruksi dari bapak gubernur , kita sudah melakukan langkah-langkah praktis dan strategis dalam rangka ikhtiar menanggulangi virus Corona.’’kata bupati Asip.
Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan diantaranya adalah dengan mengadan rapat koordinasi bersama seluruh OPD untuk memastikan kesiapan seluruh elemen serta sarana dan prasarana untuk menghadapi virus corona. ‘’pertama tadi kita mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh OPD terkait untuk memastikan bahwa protocol yang terkait dengan kesehatan ,berkait erat dengan bagaimana cara menanggulangi,kemudian apabila terjadi pasien suspek coron dan bisa dipastikan menderita virus corona ,maka langkah-langkahnya sudah kita siapkan, termasuk rumahsakit rujukan regional di Keraton dan itu khusus untuk corona level 1.’’ Kata bupati Pekalongan.
Selanjutnya,sebagai langkah cepat dan konkret dalam menghadapi virus corona, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga sudah membuka hotline di PSC 119 untuk pengaduan masyarakat Kabupaten Pekalongan terkait dengan virus corona.
KAJEN – Dengan semakin merebaknya Virus Corona saat ini, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si tidak kenal lelah di setiap kesempatan menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat baik sosial maupun keagamaan melakukan sosialisasi penyakit yang ditimbulkan oleh Virus Corona tersebut. Seperti pada acara pengajian Dzikru Mauliddurrosul “Podo Bersholawat dan Haul Sesepuh Desa Podo Kecamatan Kedungwuni”, di Jalan Raya Perum Sinar Muncar Desa Podo Kecamatan Kedungwuni, Sabtu (14/3/2010) malam.
Bupati KH. Asip Kholbihi mengungkapkan hari ini seluruh jajaran Pemerintahan yang ada di Indonesia termasuk di Kabupaten Pekalongan sedang mengalami musibah dan masyarakat yang menjadi korbanpun cukup lumayan banyak. Ia berharap melalui hikmah acara Podo Bersholawat malam hari ini, mudah-mudahan seluruh warga Kabupaten Pekalongan dan bangsa Indonesia pada umumnya senantiasa diberikan kesehatan seluruhnya, tidak terkena penyakit yang ditimbulkan oleh Virus Corona.
“Kabupaten Pekalongan sampai jam malam hari ini, berdasarkan laporan dari tim kita yakni dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, insya Allah masih tetap aman,” ujar Bupati.
KAJEN- Bersamaan dengan kegiatan wisuda ke-52 Universitas Pekalongan (Unikal), Pemkab Pekalongan dan Unikal melakukan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU) tentang Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Rektor Unikal Suryani, SH.,M.Hum, di Sahid Convention Center Kota Pekalongan, Sabtu (14/3/2020) pagi.
Bupati dalam sambutan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan-wisudawati, sambil berharap semoga ilmunya akan bermanfaat bagi masyarakat. “Unikal ini adalah universitas yang memberkahi. Hal ini bisa dilihat banyak tokoh baik nasional, regional, maupun lokal yang sudah terbukti manfaatnya untuk membangun daerah. Semua itu karena didikan dan integritas Rektor Unikal beserta jajaran,” ujar Bupati.
KAJEN – Pemkab Pekalongan mencanangkan Gerakan Menanam Pohon “Sak Wong Selawe Uwit” di Desa Paninggaran Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jumat (13/3/2020) pagi. Dengan gerakan ini diharapkan setiap warga selama hidupnya bisa menanam 25 pohon, sehingga kondisi tutupan vegetasi di Kabupaten Pekalongan kian tinggi.
Pencanangan dilakukan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si didampingi Kapolres AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK.,M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., Kepala Kejaksaan Negeri Mardani, SH., Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan H. Sutaji, SH.,MH., Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV DLHK Jateng Endang Sudaryati, Adm KPH Pekalongan Timur Didiet Widhy Hidayat, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM dan sejumlah Kepala OPD Kabupaten Pekalongan.
Bupati Asip Kholbihi mengatakan, pencanangan gerakan pohon “Sak Wong Selawe Uwit” dalam rangka merealisasikan 12 Mandat Rakyat, yaitu menanam sejuta pohon. “Ini sudah tahun ke empat, kita canangkan gerakan menanam 25 pohon setiap orang,” katanya.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH,M.Si mengajak para generasi kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mencerdaskan kehidupan bangsa.
Hal itu disampaikan bupati saat membuka dan memberikan sambutan pada acara Konferensi Cabang XX IPPNU dan sekaligus Konferensi Cabang XXI IPNU Kabupaten Pekalongan, Kamis (12/03/20) malam. Konferensi XX IPPNU digelar di MTs Salafiyah Wonoyoso Kecamatan Buaran dan Konfetensi XX IPNU di SMP Islam Simbangwetan Kecamatan Buaran.
.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengambil sumpah dan melantik H. Abdul Baqi, SH.,Sp.N sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) dan 18 pejabat fungsional di Aula Lantai 1 Setda, Selasa (10/3/2020).
Bupati berharap pelayanan kependudukan semakin baik dan berkualitas, termasuk menuntaskan tiga persoalan di Disdukcapil, yakni masih ada 16 ribu surat keterangan (Suket), 10 ribu warga belum melakukan perekaman e-KTP, dan masih rendahnya pelayanan akta kelahiran.
"Kita melantik yang paling pokok kepala Disdukcapil dari yang lama ke Pak Abdul Baqi. Saya harapkan segera menuntaskan persoalan yang ada di sana," ujar Bupati.
Persoalan di Dindukcapil, lanjut Bupati, pertama adalah masih ada 16 ribu "Suket jumlahnya masih sekitar 10 ribu hingga 20 ribu. Woro-woro untuk segera diganti dengan KTP. Blangko KTP hari ini aman karena masih ada sekitar 9 ribu, yang ini nanti untuk Suket tadi," ujar Bupati.
Persoalan kedua, ujar Asip, Dindukcapil masih rendah dalam pelayanan akta kelahiran. "Nanti dibuat pola bekerja sama dengan kepala desa dan camat, Puskesmas, dan bidan desa agar bayi yang baru lahir bisa mendapatkan akta kelahiran," kata dia.
Adapun upaya Pemkab Pekalongan untuk mencegah dan menanggulagi menyebarnya virus corona ,Bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah bersiap diri melakukan langkah-langkah dan sudah memiliki rumah sakit rujukan regional penanganan covid-19 untuk daerah pantura. ‘’ Kami Pemerintah Kabupaten Pekalongan selalu bekerjasama dengan seluruh jajaran vertikal TNI,POLRI ,Forkopimda kemudian Legislatif dan tokoh tokoh masyarakat kita bersama sesuai hasil rapat kemarin hasilnya kami akan melakukan langkah-langkah yang sesuai dengan instruksi dan araahaan dari Presiden, protokol dari pak presiden,pak gubernur dan kita sendiri dengan kondisi kewilayahan kita.’’
‘’ Kita tahu bahwa Kabupaten Pekalongan punya 2 rumah sakit . Yang rumah sakit keraton adalah rumah sakit rujukan regional lini 1 ini nanti kita akan menjadi rujukan dari Kabupaten Pemalang,Kabupaten Batang,Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan sendiri. Oleh karena itu kesiapanya harus super ekstra dan ini tentu kita tidak main-main , bahkan kita menyiapkan intensif khusus bagi para tenaga kesehatan yang ada di depan.’’ jelas bupati Asip.
Dan untuk ruang isolasi sendiri, di RSUD Kraton sampai saat ini dijelaskan oleh bupati Asip sudah penuh, dan apabila ada penambahan jumlah pasien, akan dikoordinasikan lebih lanjut ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. ‘’ Untuk ruang isolasi sendiri di Kraton sudah merupakan standar nasional tersendiri dari kemenkes , karena dulu kita mendapat bantuan ruang isolasi itu untuk pencegahan flu burung jadi kebetulan kita pake untuk ini dan sementara ruang isolasi penuh di RSUD Kraton , dan jika ada lagi penambahan pasien yang perlu diisolasi nanti akan kita koordinasikan lagi dengan pemerintah provinsi.’’ Jelas bupati.
Selain itu, Sebagai bentuk langkah cepat dalam menanggulangi penyebaran virus corona , bupati mengungkapkan bahwa mulai hari ini sudah dilakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat tertentu, seperti tempat ibadah, dan juga akan dianggarkan untuk penyediaan alat pelindung diri ( ADP ). ‘’ Jadi mulai hari ini di tempat-tempat tertentu kita sudah lakukan penyemprotan disinveksi untuk mencegah itu .’’
‘’ Adapun untuk ADP lagi kita hitung yang membutuhkan sekitar 2.5 milyar dan ini skemanya sedang kita siapkan, apakah dengan menswitch kegiatan-kegiatan yang sudah kita anggarkan di penetapan atau kita melalui anggaran petunjuk dari bapak presiden melalui kmendagri juga membolehkan hal seperti itu karena ini keadaan darurat,’’ ungkap bupati.(red-humas)
Selain itu,Bupati Mengungkapkan bahwa Pemkab sudah menyediakan langkah-langkah untuk mengawasi lalu-lintas orang,terutama yang datang dari luar negeri dan daerah-daerah yang terkena KLB Corona dan juga memastikan supaya ruang public bisa lebih menjaga kebersihanya. ‘’ disamping itu kita juga sudah menyediakan langkah-langkah untuk mengawasi lalu-lintas orang,terutama yang datang dari luar negeri dan juga daerah-daerah yang terkena KLB Corona.’’
‘’ seluruh OPD sudah menyiapkan hal-hal yang berkaitan terutama adalah pasar supaya lebih bersih lagi,angkutan umum,sekolah-sekolah,pondok pesantren ,masjid nanti akan ditindaklanjuti, sehingga pola hidup bersih di masyarakat akan segera dikembangkan dengan cara 6 langkah mencuci tangan juga kami sosialisasikan terus-menerus.’’ Jelas bupati Asip Kholbihi.
Untuk memastikan berjalanya langkah-langkah tersebut, bupati juga mengungkapkan akan melindungi tenaga medis yang bekerja dengan sarana dan prasarana , sehingga para tenaga medis dapat bekerja dengan aman dan sudah terlatih.
Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berdoa ,ikhtiar dan yang paling penting jangan panic yang berlebihan serta tidak mudah percaya dengan hoax dalam menghadapi virus corona ini. ‘’ kemudian saya menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan supaya berdoa,baca sholawat,ikhtiar lain memohon kepada Allah Swt,Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan terhindar dari Virus Corona dan yang paling penting lagi,kita tidak perlu berlebihan menyikapi,jangan panic dan terjadi kekhawatiran yang luar biasa, karena ini adalah cobaan yang harus kita hadapi tentunya dan juga jangan percaya akan kabar-kabar hoax.’’ Ungkap bupati.
Dan untuk menyikapi terjadinya hal itu, bupati mengatakan bahwa Pemkab akan melakukan siaran-siaran pers yang resmi terkait apa yang akan dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi virus corona di Kabupaten Pekalongan. ( Red )
Musibah, kata Bupati, hanya bisa kita ikhtiari dengan beberapa cara, pertama, perbanyak shodaqoh. Shodaqoh itu banyak macamnya seperti tenaga yang dilakukan oleh para panitia acara ini, para Banser NU yang bertugas acara ini. Itu juga masuk kategori shodaqoh. Jikalau tenaganya tidak bisa, juga bisa dengan pikiran sebagai amal shodaqoh. Kalau dengan pikirin tidak mampu, kita bisa juga dengan menyukai orang-orang yang melakukan shodaqoh, itu juga akan mendapatkan barokah dari Allah SWT untuk kita, apalagi kita mencintai para Habaib dan Kyai, insya Allah kita semua akan menjadi bagian orang-orang yang akan selamat dunia dan akhirat.
“Ikhtiar yang dilakukan Pemerintah yang kedua, disamping memperbanyak shodaqoh, yaitu memohon barokah doa dari para Habaib dan Kyai, terutama dari Maulana Habib Luthfy, Maulana Habib Umar Muthohar dan para Habaib lainnya, para sesepuh, para kyai dan para tokoh masyarakat. Saya meminta doanya agar seluruh warga Kabupaten Pekalongan senantiasa diberikan keberkahan dan kesehatan. Amiin,” jelas Bupati.
“Upaya yang ketiga, disamping doa dan shodaqoh, yakni secara syariat kita dianjurkan untuk lebih rajin dalam bersuci atau membersihkan diri dan membersihkan lingkungan. Mulai hari ini, kita sebagai umat Muslim dalam berwudhu tidak lagi cukup hanya lima kali saat akan melakukan sholat lima waktu saja. Akan tetapi agar ditambah minimal dua lagi yakni wudhu untuk sholat Dhuha dan sholat malam. Dalam situasi sekarang ini, saya mengajak agar kita semua umat Muslim Kabupaten Pekalongan untuk senantiasa menjaga wudhu kita minimal 7 kali atau lebih,” ajak Bupati KH. Asip Kholbihi.
Terkait acara pengajian dzikru Mauliddurrosul, Bupati KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si sampaikan acara semacam ini senantiasa dilaksanakan setiap tahun, karena acara semacam ini sangat strategis dan penting bagi kita dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan ukhuwah Islamiyah diantara kita, ukhuwah nahdliyah diantara kita dan ukhuwah basariyah diantara kita. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Dijelaskan Bupati, Kabupaten Pekalongan memiliki potensi yang luar biasa. Hal ini perlu dikelola dan salah satunya faktor penentu pengelolaan kelembagaan yang baik adalah sumber daya manusia. Menurutnya, salah satu pilar dari sekian sumber daya manusia yang memadai di Kabupaten Pekalongan adalah Universitas Pekalongan.
“Jadi kalau nanti ada tes CPNS adik-adik silahkan ikut untuk menjadi bagian dari kita semua untuk membangun Kabupaten Pekalongan. Ayo bersama-sama dengan kami untuk mewujudkan amanah tri dharma perguruan tinggi yaitu kita semua untuk menjadi orang yang lebih berguna dengan ilmu yang telah kita terima dari para dosen di perguruan tinggi,” terang Bupati.
Bupati Asip menyampaikan ilmu itu semakin baik dan semakin berkembang ketika kita amalkan. Sebaliknya ilmu itu akan semakin surut, semakin tidak ada artinya apabila kita hanya simpan saja. “Tidak usah berpikir ilmu yang kita miliki sedikit, itu tidak perlu. Tugas kalian sekarang adalah mengamalkan ilmu agar barokah, apalagi kalau mengamalkannya di Kabupaten masing-masing tentu akan lebih barokah dan hal itu dibutuhkan oleh saudara-saudara kita,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati menginformasikan terkait capaian pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Dijelaskan, sejak 2016 hingga tahun 2020 pembangunan yang sedang dan akan kita laksanakan ini mencapai hasil yang membanggakan. Ini semua karena dukungan penuh dari perguruan tinggi seperti Unikal.
“Capaian penurunan angka kemiskinan dari 12,98 pada tahun 2016, sekarang alhamdulillah sudah turun menjadi single digit yakni di angka 9,71. Kemudian angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pada saat ini walaupun situasinya tidak menentu kita masih tumbuh di angka 5,8. Mohon maaf, angka ini lebih tinggi dibanding dengan tingkat nasional, tingkat regional Jawa Tengah dan Kota Pekalongan,” papar Bupati.
Bupati Asip memaparkan, Pemkab Pekalongan saat ini sedang mengembangkan investasi untuk mendukung penyerapan tenaga kerja. Ia menyadari bahwa banyak berdirinya perguruan tinggi dan sekolah-sekolah kejuruan di Kabupaten Pekalongan adalah tantangan untuk bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai.
“Hari ini sedang kita rancang, sudah mulai dilakukan pembangunan kawasan industri yang bisa menyerap hingga dua puluh ribu tenaga kerja. Untuk itu, mohon doa dari kita semua agar hal tersebut bisa segera terwujud. Dalam situasi seperti sekarang ini pun kehadiran industri yang sedang kita rancang agar bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Bupati Asip mengungkapkan, Kabupaten Pekalongan adalah salah satu Kabupaten yang dengan pertumbuhan UMKM sangat besar yakni sejumlah 43 ribu. Pihaknya menantang para lulusan Unikal untuk berwiraswasta. Karena, menurutnya, disamping ilmu yang sudah kita miliki, watak asli orang Pekalongan adalah berwiraswasta atau berdagang. Untuk itu, gunakan kesempatan untuk berwiraswasta.
“Kami membuka UMKM Center di Wonopringgo, kami juga membuka pelatihan-pelatihan UMKM dengan pemasaran dan lainnya untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi,” tutur Bupati.
“Saya mengundang adik-adik lulusan Unikal, dengan ilmu yang sudah didapat untuk digunakan untuk menata alam Kabupaten Pekalongan yang eksotik. Kita memiliki 25 destinasi wisata baru. Ada Petungkriyono dengan berbagai wisata alamnya, ada Lemahabang Kecamatan Doro dengan Columnar Joint (Watu Bahan), ada batu yang paling besar dengan luas 2 hektar di Kandangserang yaitu Watu Ireng, dan potensi-potensi yang lain. Alhamdulillah sekarang sudah bergerak dan sudah mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Ilmu adik-adik ini sangat penting bagi pengembangan di destinasi-destinasi wisata tersebut,” tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati Asip menyampaikan, anggaran di desa pun bisa dialokasikan untuk kegiatan penanaman pohon, terutama untuk desa di daerah atas. Pasalnya, daerah atas itu daerah aliran sungai, dan catchment area untuk daerah tangkapan air. Selain itu, kata dia, masih ada sekitar 21 ribu lahan kritis di luar kawasan hutan yang harus ditangani dengan kegiatan penghijauan.
“Yang paling penting gerakan ini bukan sekedar seremonial tapi sebuah gerakan yang diikuti oleh masyarakat dengan kesadaran hati bahwa menanam adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan sekarang kalau ingin menyelamatkan anak cucu kita,” ujar Bupati.
Kejadian banjir di wilayah Kabupaten Pekalongan, ujar Bupati, memberi pelajaran agar lebih memperhatikan daerah aliran sungai, terutama di daerah hulu. “Paninggaran ini merupakan salah satu hulu dari sungai besar di Kabupaten Pekalongan. Sehingga perlu kita jaga. Jika semua hulu sungai tanamannya rimbun, saya meyakini air akan ketangkap di atas, tidak mengalir begitu bebas ke bawah. Banjir bisa kita atasi,” terang Bupati.
Selain mengatasi banjir, dengan menanam pohon udara bisa terjaga kualitasnya dan pencemaran bisa diminimalisir. “Kalau kita bisa menanam pohon yang produktif seperti buah-buahan hasilnya bisa kita nikmati. Tidak ada ruginya ketika kita itu menanam pohon,” tandasnya.
Disebutkan, “Sak wong selawe wit” bisa dilakukan sejak dini. Di usia anak SD sudah menanam 5 pohon, usia SMP tanam 5 pohon, di usia SMA nanam 5 pohon, dan pada saat menikah menanam lagi 5 pohon. Sehingga, di saat menikah total sudah menanam 25 pohon. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan merupakan langkah mulia. Menjaga lingkungan, kata dia, juga bagian dari perintah agama, bukan sekedar melaksanakan mandat rakyat, atau surat Menteri.
Kepala Dinas Perkim dan LH Trinanto, menyampaikan, maksud kegiatan itu untuk mencanangkan gerakan menanam dan memelihara pohon “Sak wong selawe uwit” seumur hidup, bagi warga Kabupaten Pekalongan. Sedangkan tujuannya untuk mengkampayekan budaya peduli alam dan lingkungan melalui gerakan tanam dan pelihara pohon, menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa hutan merupakan paru-paru bumi yang harus ditanam, dirawat, dan dilestarikan; dan meningkatkan tutupan vegetasi dan mengkampayekan peran pohon dalam mencegah erosi, penyimpanan air tanah menjaga iklim mikro dan menjaga udara dari polusi.
“Tujuan lainnya melaksanakan konservasi lahan kritis melalui penanaman, melaksanakan kegiatan perlindungan dan pengawetan mata air, konservasi air di daerah tangkapan air dengan penambahan tutupan vegetasi,” kata dia.
Ditambahkan, pada kegiatan itu dilaksanakan pembagian dan penanaman serentak 50 ribu bibit tanaman kepada kelompok tani se-Kecamatan Paninggaran, dengan jenis tanaman sengon, mahoni, bungur, randu, salam, dan tanaman produktif berupa buah-buahan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurut bupati, Pemkab Pekalongan sudah dibantu oleh seluruh jajaran pengurus NU, mulai dari tingkat cabang sampai ranting. “Salah satu ciri utama dari organisasi NU adalah mengembangkan sifat toleran terdiri pada aspek kejujuran, kemudian tetap istiqomah serta memaknai makna toleransi dengan referensi yang begitu luas sehingga kita bisa diterima di seluruh golongan. Banyak persoalan kemasyarakatan yang ini bisa kita sengkuyung bareng- bareng karena kita melaksanakan bersama-sama apa yang menjadi tanggung jawab kita kepada masyarakat,“ ujar bupati.
Bupati juga menuturkan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah mandat didirikannya NKRI sekaligus mandat didirikannya jam’iyyah NU. “KH Hasyim Ashari dalam sebuah risalah, beliau menyatakan bahwa tujuan utama pembentukan jam’iyyah NU adalah untuk mendampingi, untuk mengentaskan, untuk bersama-sama menyejahterakan kaum agar selamat baik dunia maupun di akhirat,” paparnya.
Oleh karena itu, kata Bupati, tugas utama generasi IPNU-IPPNU adalah memperkaya khasanah keilmuan, memperbanyak khasanah yang ini nanti akan jadi bekal ketika menjadi pemimpin di masa yang akan datang.
Pemkab Pekalongan menyambut baik adanya Konferensi IPNU XXI dan IPPNU XX Kabupaten Pekalongan. Dengan harapan, konferensi ini dijadikan wahana untuk melatih diri, berdisiplin organisasi, menghargai pendapat sesama. Kemudian menjunjung tinggi keputusan yang sudah diputuskan bersama.
“Selamat berkonferensi, mudah-mudahan nanti bisa memilih atau meneruskan ketua baru dengan prinsip mempertahankan hal lama yang sudah dicapai pada periode lama, kemudian harus mencari lagi hal baru yang lebih inovatif. Jangan lupa harus melakukan proses inovasi”, ucap bupati mengakhiri sambutannya.
Konferensi dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi X Drs. H. Bisri Romly, MM., Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muslih Khudori, M.Si., Camat Buaran beserta unsur Muspika, Ketua Fatayat NU Hj. Mufasiroh, pengurus Muslimat NU Kabupaten Pekalongan dan segenap tamu undangan lainnya.(didik/ dinkominfo kab.pekalongan)
Ke depan, kata Bupati, Pemkab juga akan membuat 'warning card' atau kartu peringatan. "Kartu ini untuk memberi tanda bagi kehamilan. Misalnya jika diberi kartu warna hijau silahkan hamil lagi, kalau diberi kartu merah pasangan suami istri agar hati-hati karena biasanya ada faktor risiko tinggi kehamilan. Jika diberi kartu kuning, silahkan mau hamil lagi atau tidak tergantung dari moodnya masing-masing. Nanti akan ada 'warning card' untuk mendeteksi ibu yang baru melahirkan," ujarnya.
Persoalan ketiga adalah masih ada sekitar 10.003 warga yang belum melakukan Perekaman e KTP, atau sekitar 1,44 persen dari 697.044 wajib KTP. "Warga yang belum melakukan perekaman agar diupayakan untuk melakukan perekaman. Ini biasanya karena merantau atau boro, di kebun atau sawah, dan faktor lainnya. "Dicari kiat khusus agar seluruh warga Kabupaten Pekalongan yang sudah mempunyai hak untuk memegang KTP bisa memiliki KTP. Karena sekarang KTP sangat penting. Semua bermula dari situ. Nasib kita semua ini tergantung dari KTP. Kerjasama dengan desa dan kecamatan serta sosialisasi ke sekolah-sekolahan terutama SMA dan SMK agar anak yang sudah 17 tahun bisa melakukan perekaman," jelasnya.
Ditandaskan, seluruh warga dokumen kependudukannya harus lengkap. Termasuk pemkab mendorong proses istbat nikah, yakni proses nikah yang belum tercatat atau belum mempunyai akta nikah. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)