KAJEN – Untuk meningkatkan kesejahteraan dan hasil panen di Kabupaten Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan membuat terobosan Program Ketahanan Pangan. Dengan mengusung tema “ Panen Raya Program Ketahanan Pangan Kodim 0710/Pekalongan Dengan Menggunakan Benih Padi Hibrida Mapan P-05 dan Pupuk Hayati Cair Extragen Kabupaten Pekalongan 2021 “, Desa Sidomukti kecamatan Karanganyar terpilih sebagai pilot project diterapkannya program tersebut. Program yang diprakarsai Dandim 0710/Pekalongan tersebut didukung penuh Pemkab melalui dinas Pertanian dan Kementerian Pertanian RI. Turut terlibat juga PT Indoraya Mitra Persada dan BPD Jateng.
Pj Sekda Kabupaten Pekalongan Ir Bambang Irianto M.Si dalam sambutannya mengatakan Pemkab Pekalongan berterimakasih dan memberi penghargaan kepada Dandim yang telah membuat terobosan dalam pertanian. “Persoalan pertanian ada beberapa hal. Petani sudah cukup piawai dalam hal bercocok tanam, ini di hulunya. Tapi akan mengalami kesulitan ketika pada pascapanen dan pengaturan harga. Hari ini panen raya ini menggambarkan lahan yang dikelola dengan baik karena ada unsur dari dinas Pertanian, kemudian menggunakan pupuk hayati,” ucap Pj Sekda Bambang saat mengikuti panen raya di desa Sidomukti Kecamatan Karanganyar, Selasa (16/03) pagi.
Dijelaskan, Pemerintah melalui Kementrian Pertanian juga sudah membuat terobosan-terobosan dengan lumbung pangan, dimana sudah ada gudang untuk memutuskan rantai panen raya yang akan terjadi penurunan harga. Pj Sekda juga mengatakan penggunaan pupuk hayati yang ditawarkan pada acara panen raya tersebut sudah terbukti dan menurutnya merupakan gambaran bahwa terobosan ini bermanfaat untuk masyarakat.
Selasa, 16 Maret 2021
KAJEN – Dalam rangka meningkatkan kualitas penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) di Kabupaten Pekalongan, bagian Tata Pemerintahan Sekda Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penyusunan LPPD Tahun Anggaran 2021, pada pagi ini, Selasa (2/3/2021) yang bertempat di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Dalam bimtek LPPD tersebut hadir sebagai narasumber yaitu Kepala Biro Pemerintahan Otonomi Daerah dan Kerjasama Setda Provinsi Jawa Tengah Muhammad Masrofi, S.Sos.M.Si., yang berkesempatan memberikan materi dan pengarahan berkaitan dengan penyusunan LPPD yang baik. Dikatakan PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto saat memberikan sambutannya dalam bimtek tersebut, bahwa untuk bimbingan teknis LPPD kali ini dilaksankan dengan dua sesi. Dimana sesi pertama menurut Bambang ditujukan untuk para Kepala OPD, dan sesi kedua untuk Kasubag Program yang secara langsung berkaitan dengan teknis penyusunan LPPD.
Dan dengan bimtek ini, Bambang berharap kualitas LPPD Kabupaten Pekalongan bisa naik tingkat secara kualitas di Provinsi Jawa Tengah yang pada penilaian tahun 2019 LPPD Kabupaten Pekalongan menempati urutan ke-15 dari 35 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah, sehingga Ia harap tahun ini bisa naik tingkat menjadi lebih baik lagi. ‘’Mudah-mudahan tahun ini keluar penilaian tahun kemarin 2019 yang mungkin lebih meningkat lagi,’’ ucapnya.
KAJEN – Pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2021 di desa Kebon Rowopucang Kecamatan Karangdadap hari ini Selasa (02/03) pagi dibuka secara resmi oleh wakil bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti, ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wabup diberikan kepada Kasdim 0710/Pekalongan Mayor Inf. Raji.
Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I TA 2021 yang mengambil tema “TMMD WUJUD SINERGI MEMBANGUN NEGERI” ini ditandai pula dengan Penandatanganan dan Penyerahan Berita Acara Serah Terima program TMMD dari Bupati Pekalongan kepada Dansatgas TMMD I TA 2021.
Dalam sambutannya, wakil bupati Ir Arini Harimurti menjelaskan kegiatan TMMD ini merupakan wujud nyata Bhakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral antar Kementerian, Pemerintah Daerah serta Komponen Masyarakat sebagai upaya mendukung pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan di wilayah tertinggal, terpencil/ terisolir serta diharapkan akan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
KAJEN – Sekjen Palang Merah Indonesia Pusat Sudirman Said kunjungi lokasi pengungsian korban banjir di Gedung Pertemuan Kopindo, Wiradesa, pada sore ini, Minggu (28/2/2021). Kunjungan Sekjen PMI Pusat tersebut diterima langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Ir.Hj Arini Harimurti yang sekaligus merupakan Wakil Bupati Pekalongan.
Dalam kunjungannya kali ini, Sekjen PMI Pusat Sudirman Said mengatakan bahwa dirinya hadir ke Kabupaten Pekalongan dalam rangka menyalurkan bantuan dari PMI Pusat sekaligus ingin melihat langsung kondisi para pengungsi korban banjir. ‘’ Tentu dari PMI Pusat ingin terus memberikan dukungan semaksimal mungkin baik dalam intervensi maupun bantuan-bantuan yang bersifat tekhnis juga kebijakan,’’ kata Sekjen PMI Pusat Sudirman Said.
Sudirman mengatakan bahwa bantuan dari PMI Pusat bentuknya bermacam-macam yang tentunya dibutuhkan oleh para pengunsi banjir. Namun yang lebih penting lagi, lanjut Sudirman, bahwa pihaknya akan mengupayakan adanya pompa air tambahan yang rencananya akan disiapkan baik dari gudang PMI Semarang maupun gudang PMI Nasional di Jatinangor, Bandung.
KAJEN - Musibah angin puting beliung yang melanda desa Kalijambe Kecamatan Sragi pada Rabu, 24 Februari 2021 lalu membawa dampak kerusakan yang cukup serius. Dilaporkan oleh Kades setempat, ada total 102 rumah warga di 4 dukuh yang menjadi korban angin puting beliung.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta jajarannya meninjau langsung ke daerah terdampak angin puting beliung desa Kalijambe kecamatan Sragi guna cek lapangan sekaligus mencarikan solusi di tengah-tengah kesibukannya menangani banjir yang ada di wilayah utara Kabupaten Pekalongan. "Ada Bencana angin puting beliung di desa Kalijambe kecamatan Sragi , korbannya memang cukup banyak. Terutama kerusakan fisik rumah ada 102. Tapi setelah diidentifikasi tinggal kira-kira 30 rumah yang perlu mendapat atensi khusus dari pemerintah,” ungkap Bupati Asip disela-sela tinjauannya, Sabtu (27/02) sore.
Bupati menjelaskan bahwa wilayah kecamatan Sragi yang posisinya termasuk wilayah tengah , sedang digalakkan siaga angin puting beliung. Pasalnya Di kabupaten Pekalongan ada salah satu Dukuh di desa Kalijambe terkena dampak dari angin puting beliung yang cukup serius karena ada 102 rumah rusak.
KAJEN – Menindaklanjuti temuan kerusakan pompa air pada kunjungan sebelumnya di daerah terdampak banjir di Wonokerto dan Tirto, Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., hari ini, Kamis (25/2/2021) meninjau langsung pemasangan pompa air baru di tanggul longstorage Kecamatan Wonokerto.
Dalam tinjauannya kali ini, Bupati Asip memastikan 11 pompa air baru yang akan dipasang hari ini dapat menyedot genangan air yang ada di pemukiman warga dengan cepat. Sehingga diharapkan dengan pemasangan 11 pompa baru ini musibah banjir yang melanda daerah pantura Kabupaten Pekalongan ini dapat segera berakhir.
‘’ Tadi kita sudah memasang 11 pompa baru dan kita sudah melakukan semaksimal mungkin untuk mengatasi musibah banjir ini,’’ kata Bupati Asip Kholbihi.
KAJEN - Dalam rangka upaya penguatan efektifitas Dana Desa, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penyaluran Dana Desa Tahun 2021. Kegiatan sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si sekaligus memberi sambutan arahan, pada Kamis(25/02) pagi di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutan arahannya, Bupati Asip menerangkan bahwa Dana Desa mulai menjadi isu sentral sejak tahun 2014 dan terealisasi pada tahun 2015.
“Saya ingin menekankan bahwa prioritas penggunaan Dana Desa tahun Anggaran 2021 diatur dan diurus oleh desa, berdasarkan kewenangan desa dengan focus untuk program atau kegiatan percepatan pencapaian SDGs melalui beberapa program wajib, seperti pemulihan ekonomi nasional sesuai dengan kewenangan desa, pembentukan pengembangan dan revitalisasi Bumdes, “papar Bupati.
Menurutnya Dana Desa harus dikelola dengan baik dan yang paling penting bahwa penanggulangan covid 19 terutama desa yang ditetapkan menjadi desa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dananya dipotong 8 (delapan) persen untuk penyelenggaraan PPKM di desa tersebut.
“Delapan persen itu komponennya ada untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa, untuk preventif puratif di tingkat desa untuk covid 19. Prinsip, Dana Desa ini harus dikelola dengan baik, transparan,akuntabel dan papan grafis harus terpasang semua,” terangnya
KAJEN – Permasalahan genangan air akibat banjir yang belum tuntas di wlayah kecamatan Wonokerto dan sekitarnya terus menjadi perhatian Pemkab. Bahkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si telah meninjau langsung menyisir kecamatan Wonokerto mulai dari Api Api kemudian ke Pecakaran dan juga mengecek pompa. Dari 3 unit pompa, ada 1 pompa yang rusak namun Pemkab sudah menghubungi pihak terkait untuk dilakukan perbaikan. Pompa tesebut memompa air dari longstorage menuju ke kali Sengkarang. Longstorage ini diharapkan mampu menampung air hujan yang menggenangi pemukiman. Selain itu hari ini Pemkab juga sudah menyediakan pompa untuk membantu mengurangi genangan air yang ada di pemukiman.
Sementara untuk penataan kawasan rob daerah Wonokerto dan sekitarnya, Bupati Asip menjelaskan penataannya belum selesai. “Jadi kita awalnya konsentrasi mengatasi persoalan rob yang terjadi sejak tahun 2008. Secara teori, terjadi landsubsidence yang bisa sampai 15-20 cm per tahun. Ini harus diwaspadai, dan pemkab sudah menganjurkan agar moratorium kaitan dengan air tanah segera dilakukan. Karena ijinnya ada di Provinsi, “ujar Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/02) pagi.
KAJEN – Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., kembali melakukan pengecekan kondisi banjir yang ada di wilayah Wonokerto dan sekitarnya. Hal itu dilakukan oleh Bupati Asip karena menurutnya, banjir belum juga surut. Ditambah lagi, lanjut bupati Asip, ada 2 pompa air di Pencakaran yang rusak, sehingga yang berfungsi hanya satu.
Dan untuk mengatasi permasalahan tersebut, dikatakan Bupati Asip, bahwa pihaknya telah menghubungi BBWS untuk segera melakukan perbaikan pompa air yang ada di Pencakaran tersebut untuk segera diperbaiki supaya penyedotan genangan air di pemukiman warga dapat dilakukan dengan cepat dan banjir bisa segera surut.
‘’Kita sudah menghubungi BBWS untuk segera melakukan perbaikan karena kalau air yang ada di long storage di Sungai Sengkarang kemudian ketinggiannya di bawah permukaan air yang ada di Selatan tanggul yaitu di pemukiman juga akan berpengaruh pada situasi genangan,’’ kata Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., saat melakukan pengecekan banjir di Wonokerto, Selasa (23/2/2021).
“Mudah-mudahan Koperasi Kodim ,kerjasama dengan bank Jateng bisa menjangkau layanan dengan lebih murah dari layanan yang lain. Setelah permodalan ada, di pasca panennya. Saya melihat sudah memakai teknologi yang baik. Mudah-mudahan pasca panennya juga aman dan yang paling penting adalah pada harga. Petani kita biasanya susah untuk menolak panen raya. Jadi ketika panen raya otomatis harga akan turun karena padi berlimpah, “lanjutnya.
Dikatakan pula dari Kementrian Pertanian juga masih terus memberikan bantuan benih yang berkualitas, “ Yang paling penting adalah pengamanan lahannya sendiri. Jangan sampai tergiur lahan-lahan digunakan untuk non pertanian. Insyaalloh kabupaten Pekalongan tetap akan menjadi sentra lumbung padi yang memberikan sumbangan di Jateng,”tegasnya.
Sementara itu Dandim 0710/Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan SH.,SIP menjelaskan dasar dirinya menggagas desa Sidomukti dipilh sebagai pilot project program ketahanan pangan Kodim 0710/Pekalongan. “Saya melihat program pemerintah yang ada sekarang itu bagaimana meningkatkan hasil panen masyarakat. Saya coba ubah polanya dari bagaimana meningkatkan hasil panen menjadi bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani,” tutur Dandim
Lebih lanjut, Dandim menerangkan bahwa meningkatnya hasil panen belum menjamin meningkatnya kesejahteraan petani. Realitanya sebelum tanam petani berhutang ke tengkulak. Pada saat panen, tengkulak menekan harga. Sehingga yang diterima petani hanya sisa hutang. “ Program saya dibantu PT Indoraya dan BPD Jateng. Saya punya mekanisme bagaimana program saya yang terutama adalah bagaimana menumpas tengkulak. Kami sudah sosialisasikan kepada seluruh petani di wilayah desa ini, ke depan kami akan putuskan mata rantai dengan tengkulak. Jadi petani apabila mau tanam dan tidak punya uang, tidak perlu hutang ke tengkulak, tetapi melalui Koperasi Kodim 0710/Pekalongan. Kebetulan Kodim 0710 sebagai distributor tunggal pupuk Extragen,”jelasnya
Wakil dari Direktorat perluasan dan perlindungan lahan Kementrian Pertanian RI, Reni, berharap dengan produk Extragen dapat memperbaiki kesuburan tanah sekaligus menjadi hal positif yang dapat membantu petani meningkatkan indeks produksi dan pertanamannya. Dan satu hal yang harus diperhatikan yaitu perlindungan lahan mengingat Kabupaten Pekalongan adalah sentra lumbung pangan sehingga kedepannya lumbung pangan tidak cepat dialihfungsikan.
Tampak hadir dalam Panen Raya Program Ketahanan Pangan Kodim 0710/ Pekalongan di Desa Sidomukti, Staf ahli Panglima Kodam IV Diponegoro Bidang Ekonomi, Kol Inf Tri Suseno S Sos, Kapolres Darno SH.,SIK, Kajari, wakil dari Dirjen sarana prasarana pertanian perlindungan dan perluasan lahan Kementrian Pertanian RI, Wakil dari Dinas Pertanian, Dirut PT Indoraya mitra persada, Dirut Primasid andalan putra, Pimpinan Bank Jateng kota Pekalongan serta para gapoktan. (Ar_Kominfo)
Selanjutnya, Bambang juga mengatakan bahwa LPPD, LKPJ dan semua laporan yang berkaitan dengan pertanggungjawaban kinerja pemerintah daerah itu sangatlah penting, karena menurutnya itu merupakan bagian dari akuntabilitas pemerintah daerah yang akan digunakan lebih lanjut terhadap penghargaan-penghargaan di tingkat pusat. ‘’Dengan demikian kuncinya adalah hanya satu pada kualitas data. Kalau itu benar-benar dilaksanakan dengan baik, mestinya indikator untuk perencanaan berikutnya membaca data itu,’’ ujarnya.
Selain itu, lanjut Bambang, LPPD ini juga akan dinilai secara berjenjang, bahkan harus dipublish ke masyarakat, jadi Ia berharap semua informasi dalam LPPD harus tepat dan akurat karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap image kinerja pemerintah daerah. ‘’LPPD ini harus direview oleh Inspektorat, saya tidak tahu proses publishnya bagaimana, namun biasanya setelah direview nanti lewat gubernur sampai ke kemendagri, dan setelah terevaluasi harus dipublish ke masyarakat,’’ jelasnya. (Lus-Kominfo)
Selasa, 2 Maret 2021
“TMMD merupakan bagian dari cara merawat dan mengikat kebersamaan untuk mengatasi persoalan-persoalan bangsa. Seperti dimasa pandemi ini perlu peningkatan kesadaran, ketanggapan, kepedulian kita bersama khususnya untuk membantu pemerintah dalam mengedukasi tentang pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di lingkungan sekitar karena hal ini tidak mungkin hanya mengandalkan peran pemerintah pusat saja, TNI/Polri saja, atau Pemerintah Daerah saja. Semua harus bersama sama, bersinergi serta bekerjasama,” papar Arini
Selanjutnya Arini mengajak seluruh elemen masyarakat Desa Kebon Rowopucang untuk bersama-sama sengkuyung mensukseskan kegiatan TMMD yang dilaksanakan selama 30 hari kedepan, karena pembangunan jalan yang sudah dinanti-nantikan oleh masyarakat bukan hanya dapat membantu aksesibilitas masyarakat untuk mereka yang akan bekerja, bersekolah, beribadah, berkegiatan sosial, dan aktivitas lainnya namun kehadiran TNI akan memberikan momentum semangat baru masyarakat untuk membangun Desa secara keseluruhan.
Dengan momentum TMMD ini pula Arini mengajak semua elemen pemerintah dan masyarakat untuk berkolaborasi dan bersinergi untuk berkontribusi dalam membangun Desa. “ Mari membangun desa dengan tanpa pernah meninggalkan kearifan lokal yang dimilikinya. Mencukupi kebutuhan fasilitas pelayanan dasar, meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan kemandirian, spiritualitas, kreatifitas dan inovasi serta membangun karakter kebangsaan dan kabudayan yang baik,”ajaknya.
Sementara itu Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan,S.I.P dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kasdim 0710/Pekalongan Mayor Inf. Raji memaparkan sasaran dalam kegiatan TMMD saat ini meliputi pekerjaan pengaspalan jalan Vol panjang 790 meter lebar 3 meter serta membuat jembatan Vol Panjang 6 meter Lebar 4 meter, pemasangan Bronjong volume Panjang 24 meter tinggi 2.5 meter seta pembuatan Plat Dekker panjang 4 meter.
Pelaksanaan TMMD ini tidak hanya sasaran fisik saja tapi juga diimbangi dengan pencapaian sasaran non fisik berupa penyuluhan tentang Wasbang oleh kodim, penyuluhan Kawasan rumah pangan lesteri dari Dinperpa, penyuluhan kamtibmas dari Polres, pelatihan ketrampilan Keluarga, penyuluhan Kesehatan tentang bahaya Covid-19 dan penyuluhan lainnya.
Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung I TA 2021 di Desa Kebon Rowopucang dihadiri oleh perwakilan dari unsur forkopimda serta para kepala OPD terkait. (Ar-Kominfo)
Selasa, 2 Maret 2021
Adapun saat disinggung mengenai berapa jumlah total pompa air yang akan didatangkan oleh PMI Pusat, dirinya menjelaskan bahwa untuk jumlah pompa sendiri belum bisa dipastikan berapa jumlahnya, karena menurutnya, hal tersebut bersifat berkembang, tergantung kebutuhan untuk kedepannya. ‘’ Belum tahu sedang kita lakukan assesmen, karena ini kan bentuknya terus berkembang ya, jadi masih kami ushakan jadi nanti kita lihat, kalau memang perlu tambahan kita akan tambahi lagi. Intinya kami bersiap semaksimal mungkin untuk membantu mengatasi banjir di Kabupaten Pekalongan ini,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan ini Sudirman juga mengapresiasi kinerja PMI Kabupaten Pekalongan dan BPBD Kabupaten Pekalongan yang telah bekerja semaksimal mungkin dalam rangka penanggulangan banjir yang masih terjadi sampai saat ini. Dan Ia berharap musibah banjir ini bisa cepat berlalu dan masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitas seperti sedia kala. ‘’Saya berharap banjir ini bisa segera berlalu dan kita bisa kembali menjalankan aktivitas seperrti biasa,’’ ujarnya. (Lus-Kominfo)
Minggu, 28 Februari 2021
Secara prinsip, Bupati menegaskan bahwa pemkab secara teknis sudah mengetahui dan menentukan roadmap penanganan banjir yang secepatnya dalam jangka pendek , menengah maupun jangka panjang.
Bupati juga meminta Camat dan Kades setempat untuk lebih waspada lagi karena daerah yang awalnya diprediksi aman dari banjir, ternyata kena musibah angin puting beliung. Namun ia menyadari kejadian tersebut merupakan bagian dari siklus alam, dan ia berpesan agar diterima dengan sabar serta menyiapkan manajemen kebencanaan.
“ Alhamdulilah Pak Kades nya sigap, dibantu seluruh warga desa secara mandiri, rumah-rumah korban angin puting beliung sudah banyak yang diperbaiki. Nanti pemerintah tinggal menutup kekurangan-kekurangannya saja,”pungkasnya.
Sementara itu Muhammad Ihwan selaku Kades Kalijambe Sragi mengungkapkan musibah angin puting beliung yang terjadi pada Rabu subuh(24/02) lalu, berlangsung sekitar 1-2 menit, pas waktu subuh, menimpa di 4 dukuh di desanya. Total ada 102 rumah yang mengalami kerusakan. Namun setelah dilakukan pendataan oleh BPBD, ada sekitar 30 rumah yang sangat perlu dibantu.
Ihwan juga mengatakan pihaknya telah menerima bantuan dari berbagai pihak. “Alhamdulilah kami sudah terima bantuan dari TNI Polri, BPBD, dan sebagian sudah kami salurkan kepada warga yang terdampak,” ucap Ihwan. (Ar-Kominfo)
Sabtu, 27 Februari 2021
‘’Kita sudah siapkan 3 pompa di Tratebang dengan pekerja standby selama 22 jam. Mudah-mudahan dua sampai tiga hari kedepan wilayah Tratebang bisa surut,’’ jelasnya.
Menurut Bupati Asip, secara teknis pemerintah sudah melakukan langkah-langkah yang cukup cepat dan tepat untuk menanggulangi banjir saat ini. Sehingga Ia berharap masyarakat untuk bersabar dan jangan khawatir dengan kondisi saat ini, serta tetap berdoa semoga musibah banjir ini segera berlalu.
‘’Untuk masyarakat saya berpesan untuk tetap bersabar dan berdoa supaya musibah ini segera berlalu,’’ ucapnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto mengatakan bahwa pemasangan 11 pompa air baru nanti akan ditempatkan di wilayah Tirto yaitu di daerah Pacar, Tegaldowo, Karangjompo, sampai ke Mulyorejo dan beberapa wilayah Wonokerto.
‘’Saya harap dengan langkah ini banjir akan segera surut, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala,’’ kata Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto. (Lus-Kominfo)
Kamis, 25 Februari 2021
Dijelaskan pula pelaksanan PPKM Mikro tahap pertama di tiga desa (Tanjungsari, watugajah dan Yosorejo) berjalan dengan baik dan hasilnya cukup lumayan bahkan tren penambahan pasien covid 19 cenderung melandai.
“ Secara komulatif Jateng menurut Pak Gubernur sudah tidak ada daerah yang zona merah, di kabupaten Pekalongan saja sekarang sudah banyak yang hijau. Tentu saja ini mengorbankan kepentingan besar dari Dana Desa,” imbuhnya.
Kemudian yang paling penting, lanjut Bupati, dalam rangka penanganan pandemic covid19 termasuk PPKM Mikro di desa, Pagu Dana Desa minimal adalah 8(delapan) persen.Dalam kesempatan itu Bupati juga mengingatkan kepada para kepala desa bahwa transparansi harus dijunjung tinggi dan para Kades harus membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan Dana D esa supaya mudah diakses oleh public.
Kegiatan Sosialisasi Penyaluran Dana Desa Tahun 2021 Kabupaten Pekalongan dihadiri oleh Ketua DPRD, wakil kapolres, wakil kapolresta, wakil kejari, Pj Sekda, Asisten pemerintahan dan kesra, kepala KPPN, para kepala OPD terkait, serta Camat se-kabupaten Pekalongan.
Sosilisasi diikuti 40 Peserta terdiri dari OPD terkait, camat se-kabupaten Pekalongan, perwakilan Bahurekso dan PPDI Kabupaten Pekalongan serta tenaga ahli pemberdayaan masyarakat tingkat kabupaten Pekalongan. Narasumber antara lain ketua DPRD, dari Kejari, Polres, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Inspektur kabupaten Pekalongan, serta dari bagian pengadaan barang jasa Setda. (Ar-Kominfo)
Kamis, 25 Februari 2021
“Setelah kita bobol Alhamdulilah debit air dua hari ini bisa turun sampai hampir 25 cm. Tapi kita juga harus waspada karena pintu ini nanti akan berfungsi untuk menahan ketika nanti air rob sudah mulai tinggi tentu kita harus tutup,” kata Bupati.
Selanjutnya menanggapi prediksi bahwa di wilayah kabupaten Pekalongan penurunan permukaan air tanah lebih cepat, Bupati mengatakan hal tersebut kemungkinan salah satunya karena eksploitasi sumber air tanah. Namun Ia memastikan upaya-upaya untuk merevitalisasi tetap berjalan terus.
“Pemkab kerjasama dengan Pemprov, Pemerintah pusat, bahkan dengan lembaga dewan air Belanda, kemudian Rotterdam University juga melakukan kajian sekaligus upaya-upaya untuk mengatasi landsubsidence, rob, dan yang baru adalah banjir. Banjir ini tidak seperti rob yang tahunan, banjir terjadi berkala ketika curah hujan ekstrim seperti sekarang ini. Insyaalloh nanti kalau infrastruktur penanggulangan rob yang terintegrasikan dengan penanggulangan banjir ini sudah paripurna, banjir yang seperti sekarang tidak akan terjadi lagi,” pungkasnya. (Ar-Kominfo)
Rabu, 24 Februari 2021
Selain itu, lanjut Bupati Asip, bahwa pihaknya akan segera melakukan pemasangan pompa baru
yang ada di long storage, baik yang mengarah ke Silempeng maupun yang dialirkan ke Sungai Sengkarang dan Ia berharap pompa yang ada di Pencakaran bisa segera diperbaiki sehingga semua pompa air bisa berguna dengan baik.
Dan dalam kesempatan ini Bupati Asip juga mengatakan bahwa jumlah pengungsi yang ada di wilayah Wonokerto ternyata masih cukup banyak dengan jumlah ada sekitar 3.700 lebih, yang menurutnya kondisinya baik dan dengan persediaan logistic yang masih terpenuhi.
‘’Logistik juga alhamdulilah terpenuhi dan pemerintah sudah menyiapkan periode kedua untuk tanggap darurat karena melihat situasinya masih seperti ini,’’ jelasnya.
Kemudian, atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan Bupati Asip mengucapkan banyak terimakasih atas donasi-donasi baik dari per orangan, kelompok komunitas yang banyak sekali, kemudian BUMN, BUMD, ormas-ormas yang sudah membantu baik tenaga, kemudian logistiknya,bagi para korban banjir. Dan Ia berharap dengan musibah banjir ini, bisa ada hikmahnya bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan utamanya dalam aspek sikap saling perduli antar masyarakat.
‘’Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu korban banjir, karena dengan bantuan tersebut saudara-saudara kita ini bisa terbantu saat mengalami musibah saat ini,’’ tuturnya.
Dan untuk kedepanya, kata Bupati Asip, untuk mencegah banjir terjadi kembali, pihaknya sudah melakukan kajian yang matang untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil untuk mencegah hal serupa terjadi di tahun-tahun berikutnya.
‘’Jadi dengan seperti itu kalau volume hujan yang sebesar ini dan curah hujan ekstream, maka langkah-langkah yang harus dilakukan apa, itu kita sudah tahu,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Selasa, 23 Februari 2021