KAJEN – Sebagai titik tolak untuk tetap melestarikan kebudayaan di tengah pandemic yang masih berlangsung, PGRI Kabupaten Pekalongan melaunching Paguyuban Seni Karawitan ‘Hijau Laras’ yang diinisiasi oleh para guru di wilayah Kecamatan Karanganyar. Secara seremonial acara pembukaan Paguyuban Hijau Laras ini dilakukan di gedung PGRI Kabupaten Pekalongan, sore ini Senin (3/8/2020) dengan dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,, Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Rejo Herbeno, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumarwati, Asisten 1 Setda Toto Budi Mulyanto dan Inspektur Ali Riza.
Dalam sambutanya Bupati Asip Kholbihi mengapresiasi penuh terbentuknya paguyuban kesenian Hijau Laras, dan menurutnya paguyuban ini bisa menjadi ikon dari PGRI Kabupaten Pekalongan pada aspek pelestarian budaya. ‘’ Ini paguyuban seni Ijo Laras itu luar biasa semua dari guru-guru Karanganyar. Saya sangat mengapresasi, dan mudah-mudahan ini menjadi ikon kita. Karena ini merupakan titik tolak kita untuk cinta terhadap budaya,’’ ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa paguyuban Hijau Laras ini merupakan inovasi dunia pendidikan dalam mengupayakan siswa-siswinya untuk tetap menggairahkan semangat belajar di tengah pandemic Covid-19. Dan tidak dipungkiri oleh bupati, bahwa para siswa-siswi sudah mengalami kebosanan selama belajar di rumah.
Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada para guru yang sudah berhasil menginisiasi paguyuban hijau laras ini, untuk bisa kembali berinovasi dalam membangkitkan semangat anak didiknya dengan berbagai kreativitas supaya kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan walaupun belum bisa secara tatap muka, ‘’ Monggo bapak ibu guru yang punya cara yang bisa menyentuh hati anak didik kita supaya tetap semangat belajar dengan kondisi apapun. Dan saya harap tetap dikontrol anak didiknya, supaya peran guru masih melekat pada siswa-siswi,’’ jelasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Rejo Herbeno mengatakan bahwa Paguyuban Hijau Laras ini merupakan inisiasi dari PGRI Kabupaten Pekalongan cabang Karanganyar yang dipimpin langsung oleh ketua cabangnya. Selain itu, menurut Rejo PGRI Kabupaten Pekalongan juga telah menjalankan program-program kegiatan, diantaranya adalah donor darah yang bekerjasama dengan PMI Kabupaten Pekalongan ,pembagian paket sembako dan uang tunai serta akan membentuk satgas bencana alam pada bulan Agustus ini.
Oleh karena itu pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah mendukung program PGRI untuk tetap berjalan di tengah pandemic. ‘’ Atas nama PGRI Kabupaten Pekalongan dan seluruh guru saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang selalu membantu dan memberikan dorongan kepada kita dalam menjalankan program,’’ paparnya. (Lusi Rismawati)
Senin, 3 Agustus 2020
KAJEN - Pembangunan fisik di desa Kajongan Kajen dinilai bagus dan oleh pemerintah kabupaten akan diplot program pembangunan jamban di kampung tersebut. Hal itu dikatakan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam rangkaian kunjungan kerja monitoring di desa Kajongan Kecamatan Kajen, Senin (03/08) pagi. Kegiatan kunjungan kerja Bupati didampingi Camat Kajen, muspika, Danramil, kapolsek dan Kades desa Kajongan.
“Di desa Kajongan dulu rumah yang layak bisa dihitung dengan jari, belum ada penerangan masih gelap dan jalannya susah,” ujar bupati. Dikatakannya kampung Kajongan didirikan sejak dulu kala sebagai pusat pengembangan Islam di Kajen. Dari aspek administrasi saat ini pembangunannya baik, dari generasi ke generasi kondisinya sudah makmur. “Saya minta tanaman padi jangan ditukar dengan sengon. Padi, menurut fiqih itu tanaman yang menjadikan kuat sehingga dizakati. Oleh karena itu panjenengan menanam padi saja. Itu Insyaalloh barokah,” pinta bupati.
Kaitannya dengan masalah musibah covid 19, Bupati mengatakan kabupaten Pekalongan mengalami peningkatan, sejak dari 11 kasus, hari ini total 51 kasus tapi yang dirawat 18. Kemudian untuk mengantisipasi, Bupati kembali mengingatkan warga untuk ikhtiar dengan cara pakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak, karena selain penyakit ini belum ada vaksinnya, juga belum ada para ahli yang memprediksi kapan wabah ini akan hilang. “ Sebagai orang Islam kita terima dengan sabar,” ucapnya. (Humas Kominfo)
KAJEN - Adanya perkembangan perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan menjadikan sektor pendidikan di Kabupaten Pekalongan semakin maju. Hal ini dijelaskan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam sambutannya saat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Hasyimim Desa Tanjung Kulon Kecamatan Kajen, Minggu (2/8).
Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mendukung program pembangunan masjid yang berdiri diatas tanah wakaf seluas 2465 meter persegi dan memiliki 2 akses utama yaitu jalan utama dan jalan antar desa. Pemkab akan memback up untuk membantu supaya pembangunan berjalan dengan baik sehingga masjid ini bisa berfungsi dengan baik, apa lagi dilengkapi dengan sarana-sarana pendukung, baik sarana pendidikan maupun sosial.
Menurut Bupati, masjid ini menjadi penting bagi masyarakat untuk melakukan keseimbangan, karena masyarakat butuh muara, sebagai pintasan jalan di depan masjid akan dilebarkan sehingga lalu lintas bisa berkembang baik.
KAJEN – Salah satu bentuk memelihara kekayaan budaya lokal sekaligus melakukan tradisi sedekah bumi, pemerintah desa Kalipancur kecamatan Bojong bersama warga masyarakat menggelar acara pertujukan wayang golek dan campur sari ‘Ngudi Laras’ pada Rabu malam (22/07) bertempat di balai desa Kalipancur dengan dalang Ki Hadi. Acara pagelaran wayang golek sekaligus sedekah bumi ini dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si didampingi Asisten I, Camat Bojong, unsur muspika, kades serta tokoh masyarakat setempat.
Momentum acara sedekah bumi menurut bupati Asip dijadikan sarana masyarakat berkumpul dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sekaligus pihaknya akan sosialisasi kaitannya dengan “urip anyar’.
“Urip anyar itu bagaimana? maskeran, sering cuci tangan pakai sabun, jaga jarak, lalu setelah acara seperti ini sampai rumah ganti baju, untuk jaga kesehatan, ” terangnya.
Bupati kembali mengingatkan setelah sekian lama lockdown, dirinya minta masyarakat agar kalau keluar rumah jangan lupa pakai masker. ”Ini program pemerintah karena hari ini musibah covid19 belum hilang. Jadi masih tetap harus diwaspadai. Yang belum pakai masker, tolong pakai masker karena penting sekali untuk kesehatan kita bersama,” pinta bupati.
Mengenai beredarnya berita di medsos yang mengabarkan kalau Kabupaten Pekalongan zona hitam, bupati mengkonfirmasi bahwa berita itu salah. “Kita zona kuning. Sebab yang dirawat di Rumah Sakit akibat covid19 jumlahnya sekarang ada 11 orang,” paparnya. Meski di desa Kalipancur tidak ada kasus positif, bupati menginstruksikan Kades agar warga masyarakatnya dianjurkan supaya hidup sehat.
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengapresiasi berdirinya Kampung Candi di Desa Tanjung, Kecamatan Tirto. Menurutnya program yang dilakukan oleh Polresta Pekalongan ini merupakan kegiatan positif sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan, kesehatan dan solidaritas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini. ‘’Saya sangat mengapresiasi penuh program ini dan juga berterimakasih kepada Pak Kapolresta yang terus-menerus melakukan pembinaan baik pada aspek keamanan teritorial, maupun ketangguhan di bidang lain,’’ kata Bupati Asip saat menghadiri acara Peresmian Kampung Siaga Candi 2020, di Desa Tanjung, Kecamatan Tirto, pagi ini Selasa (21/7/2020).
Program Kampung Siaga Candi merupakan program yang diinisiasi oleh Polda Jateng dan telah dielaborasi oleh Polresta Pekalongan untuk mewujudkan ketahanan masyarakat di berbagai bidang pada masa pandemi Covid-19. Bupati Asip menyadari, bahwa ketahanan masyarakat itu sangatlah penting di tengah pandemi ini, baik itu ketahanan ekonomi, kesehatan dan juga solidaritas antar masyarakat, untuk bersama-sama menghadapi musibah ini.
Oleh karena itu pihaknya sangat menyambut baik program Kampung Siaga di Desa Tanjung, Kecamatan Tirto yang secara administratif di bawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pekalongan. ‘ Ditengah-tengah pandemi Covid-19 ini, ketahanan baik itu ketahanan pangan, ketahanan soliditas sosial ini menjadi penting karena kalau tidak ditangani dengan baik, ketidaksolidan di masyarakat akan berpengaruh ke Kamtibmas,’’ ujarnya.
KAJEN – Pemkab Pekalongan kembali melakukan penyerahan bantuan sembako bagi warga yang terdapak covid19. Kali ini daerah yang mendapat bantuan adalah kelurahan Kepatihan Kecamatan Wiradesa. Penyerahan bantuan sembako diserahkan langsung oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si kepada warga yang berhak menerima pada Senin (20/7) siang di kantor kelurahan Kepatihan Wiradesa. Acara penyerahan bantuan juga disaksikan kepala Dinas Sosial, kepala Dinas Kesehatan, Kabag Tata Pemerintahan, Camat Wiradesa, kepala Desa se kecamatan Wiradesa dan kepala Kelurahan se Kabupaten Pekalongan, Danramil, Kapolsek Wiradesa serta tokoh masyarakat. “ Pemerintah melalui berbagai program membantu warga masyarakat dengan harapan warga ikut berdoa agar kabupaten Pekalongan aman,” ujar bupati saat memberikan sambutan penyerahan bantuan.
Dalam kesempatan tersebut bupati memaparkan kaitannya perkembangan kasus covid19 di kabupaten Pekalongan. Sebelumnya oleh Bappenas Kabupaten Pekalongan ditetapkan zona hijau karena dari bulan Maret hingga Juni kasus covid19 hanya 11 orang. Sedangkan oleh pemerintah provinsi ditetapkan sebagai daerah dengan kategori resiko rendah. Namun sekarang grafiknya naik seiring pergerakan masyarakat yang agak bebas sehingga saat ini ada 30 orang, dengan catatan 2 meninggal, 11 sembuh dan 12 dirawat. Selanjutnya disampaikan pula akan digalakkannya program ‘jogo tonggo’ yang diintegrasikan dengan program kampung siaga.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus upayakan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pekalongan dengan meningkatkan mutu pendidikan. Upaya tersebut dapat terlihat dengan telah terjalinnya kerjasama antara Pemkab Pekalongan dengan Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang.
“Peningkatan kualitas pendidikan penting dilakukan karena masyarakat sekarang sudah mengalami transformasi kultur. Oleh karena itu, pihaknya sangat menyambut baik kedatangan pengurus UNTAG Semarang yang akan menjalin kerjasama untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Pekalongan” ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat menerima kunjungan dan kerjasama antara Pemkab Pekalongan dengan Universitas 17 Agustus (UNTAG) Semarang, di Kantor Bupati, pagi ini Senin (20/7/2020)..
Kultur masyarakat sekarang sudah mengalami transformasi utamanya pada bidang pendidikan.Dan ini menjadi triger kita untuk memaksimalkan regulasi dan memfasilitasi terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Pekalongan,’’ Kata Bupati Asip.
KAJEN - Bupati Pekalongan , Dandim 0710 Pekalongan dan Kapoles Pekalongan baru baru ini melaksanakan kegiatan panen raya padi dilahan demplot Kodim 710 Pekalongan, yang berada di tanjungsari kecamatan Kajen. Senin (20/7).
“Ini ditanam dari kawan-kawan angkatan darat sebagai sebuah projek demlot untuk penyelenggaraan pembinaan ketahanan pangan pada tahun 2020,” Jelas Bupati Pekalongan Asip Kholbihi .
Ia menambahkan, hasil panen raya dari jajaran Kodim 0710 pekalongan hari ini cukup bagus, dan rata-rata di kabupaten pekalongan itu mencapai 9 ton perhektar. “ Kami mengucapkan terimakasih kepada jajaran Kodim 0710 yang telah berhasil melaksanakan program ketahanan pangan ini, semoga spirit untuk terus bisa meningkatkan produktifitas padi di Kabupaten Pekalongan”terangnya.
Sementara itu Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto menjelaskan pelaksanan panen raya di demplot ini, kurang seluas satu hektar merupakan dari program ketahanan pangan. “ Hal ini juga untuk mendukung potensi wilayah Kabupaten Pekalongan, sehingga harapannya ini bisa menjadi percontohan bagi masyarakat”tandasnya.
KAJEN- Pemkab Pekalongan dan KPU Kabupaten Pekalongan melaksanakan perjanjian kerjasama penandatanganan nota kesepakatan rencana kerja sinergi di aula lantai I setda, Senin (20/07), dihadiri oleh Buapti Pekalongan Asip Kholbiihi SH.,M.Si, wakil bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti, Sekda Mukaromah Syakoer MM beserta para asisten, para kepala OPD dan kepala KPU Kabupaten Pekalongan. Hal ini merupakan wujud dari dukungan pemerintah kabupaten Pekalongan dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah di kabupaten Pekalongan tahun 2020 yang diselenggarakan dalam situasi pandemic covid19.
Bupati Pekalongan dalam sambutannya menyampaikan bahwa semua harus berkomitmen agar secara substantif tujuan dari diselengarakannya pilkada ini bisa terlaksana dengan baik,aman, damai. Penandatanganan nota kesepakatan dan rencana kerja sinergi antara pemkab dan KPU kabupaten Pekalongan ini sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman antara KPU RI dengan Kementrian Kesehatan tentang dukungan pemeriksaan kesehatan bagi anggota dan sekretariat panitia pemilihan kecamatan . Anggota dan sekretariat PPK , KPPS , petugas pemutahiran data pemilih atau panitia pendaftaran pemilih dan petugas ketertiban dalam penyelengaraan pemilihan umum dan pemilihan gubernur, bupati dan walikota. Pemilu serentak yang akan diselengarakan pada hari rabu, 9 Desember 2020 dalam masa pandemic covid19, ini merupakan pilar demokrasi oleh karena itu pelaksanaan pemilihan kepala daerah dapat digelar, agar berkualitas dan menunjukkan representasi kekuatan demokrasi di kabupaten Pekalongan dalam masa pandemi covid19.
Senin, 3 Agustus 2020
Pusat pendidikan akan berada disekitar Kabupaten Pekalongan terutama yang di kota nantinya akan dipindah ke Kabupaten, termasuk UNIKAL dan STIMIK yang juga sudah mulai akan pindah di Kabupaten Pekalongan. Tidak hanya perguruan tinggi, Yayasan Al Azhar juga sudah survei sejak 6 bulan yang lalu di Kabupaten Pekalongan. (Ela)
Minggu, 2 Agustus 2020
Selanjutnya bupati berharap pagelaran wayang golek tersebut bisa menjadi tuntunan untuk mencintai tanah air dan hasil kerja masyarakat desa. Bupati juga berpesan kepada Kades Kalipancur agar sedekah bumi dijadikan acara untuk sosialisasi program desa.
Sementara itu Kades Kalipancur dalam kesempatan tersebut menyampaikan pihaknya minta maaf kepada warga kaitannya masalah dana bantuan BLT dan lainnya yang tidak bisa merata pembagiannya ( Humas Kominfo)
Kamis, 23 Juli 2020
Apalagi, menurutnya program Kampung Candi 2020 ini bersifat partisipatif yang melibatkan keaktifan masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah dan aparat untuk mencegah penularan Covid-19 dan mewujudkan ketahanan masyarakat. ‘’Program dari kepolisian ini yang berupa kampung siaga yang kemudian dilaksanakan dengan membentuk gugus tugas di unit Rw, dan ini sangat baik karena bersifat partisipatoris, semua masyarakat terlibat,’’ tuturnya.
Selain itu bupati juga menjelaskan, walaupun saat ini Kabupaten Pekalongan kembali masuk zona kuning, tetapi pihaknya tetap melakukan upaya untuk menekan angka penularan Covid-19 secara masif dan tetap berusaha menjalankan roda perekonomian di Kabupaten Pekalongan. Upaya tersebut diantaranya adalah dengan membuat regulasi yang telah disusun sesuai kearifan lokal dengan tujuan semua kegiatan yang dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat. ‘ kita sudah menyusun regulasi yang kita sesuaikan dengan kearifan lokal agar semua kegiatan-kegiataan kita mengacu pada keputusan empat menteri sehingga akselerasi pengendalian bisa kita lakukan,’’ jelasnya.
Sehingga menurutnya, langkah yang dilakukan tidak hanya menyelamatkan pada aspek kesehatan saja tetapi perekonomian dan akses publik juga tetap berjalan. ‘’Ekonomi tetap kita jalankan, tetapi jangan kita buka akses publik terlalu lebar, karena situasi sekarang masih dalam situasi pandemi Covid-19. Inilah yang menjadi tugas kita semua, pemerintah utamanya untuk menyeimbangkan langkah ini,’’ pungkasnya. (Lusi Rismawati)
Selasa, 21 Juli 2020
Ditambahkan pula di Kecamatan Wiradesa tahun 2020 ini setidaknya ada 3 persiapan pembangunan. Pertama,pasar Wiradesa yang akan dibangun senilai 92 Milyar. Kemudian akan dibangun fly over senilai 250 Milyar, dan persiapan berdirinya Rumah Sakit Kraton II di Kauman depan pom bensin. “ Nanti juga akan kita bangun taman-taman kota setelah program 3 proyek itu selesai,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Bambang Sujatmiko SH dalam laporannya menyampaikan penyelenggaraan penyerahan bantuan sembako diberikan untuk masyarakat yang terdampak covid. Adapun jenis bantuan berupa beras 10 kg, gula pasir 1kg minyak goreng 2 liter dan kecap. “ Masyarakat yang menerima bantuan ini adalah masyarakat yang terdampak covid19, yang di PHK, yang miskin, dan non PKH non DDSH, non prakerja dan non BLT,” ucap Bambang Sujatmiko . Sedangkan jumlah kelurahan yang menerima sembako sebanyak 13 kelurahan di 5 kecamatan ( Buaran, Kedungwuni, Kajen, Wiradesa dan Sragi ) dengan jumlah total 168.201 paket.
Camat Wiradesa, Bambang Dwi Yuswanto S.IP menambahkan dalam kegiatan penyerahan bantuan sembako tersebut sekaligus dilakukan penyerahan secara simbolis alat peraga atau alat bantu untuk kegiatan jogo tonggo yang merupakan bantuan dari pemrov Jateng yang akan diserahkan kepada masing-masing kepala kelurahan ( Humas Kominfo)
Senin, 20 Juli 2020
‘’Sekarang Kabupaten Pekalongan sudah tidak lagi zero pergurusan tinggi, karena sudah banyak perguruan tinggi yang berdiri disini. Jadi, tidak hanya terkenal dengan batiknya saja, melainkan pendidikanya pula,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UNTAG Semarang Prof DR Drs. Suparno, Msi mengatakan bahwa kedatanganya kali ini bersama para pengurus akan menjalin hubungan kerjasama sekaligus silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Dimana menurutnya, kerjasama ini dilakukan untuk mewujudkan terciptanya kualitas sumber daya manusia yang baik di Indonesia.
‘’Kami hadir kesini juga berkaitan dengan kerjasama.Dan karena sudah terjalin hubungan yang baik antara kita, maka saya mempunyai prinsip jangan pernah ada jarak antar sesama. Mari kita bangun kerjasama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,’’ Kata Rektor UNTAG Semarang. (Lusi Rismawati)
Senin, 20 Juli 2020
Kodim 0710 Pekalongan berencana akan mengembangkan dan mengajak di tiap-tiap kecamatan, Pemkab dan Polres Kabupaten Pekalongan, sehingga inovasi-inovasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas padi itu bisa dikembangkan, dan Kabupaten Pekalongan ini bisa terus menjadi daerah yang surplus panen padi setiap saat. Kalau sekarang sudah 98 ribu ton setiap panen, maka bisa meningkat lagi menjadi 100, 150, dan sebagainya.
Ini kita kembangkan bersama-sama dengan Pemda dan masyarakat Kabupaten Pekalongan sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.” Tambahnya.
Senin, 20 Juli 2020
Kaitannya covid19, bupati mengingatkan situasi sekarang secara umum kabupaten Pekalongan dari bulan Maret sampai Juli minggu I masih merawat 11 pasien. Dengan 5 sembuh, 1 meninggal, dan 5 dirawat. Kemudian menjelang minggu III perkembangannya luar biasa, tapi trend ini terjadi di seluruh Indonesia.
“Kita mencatat sampai hari ini ada 29 kasus positif. Tapi kita masih menyisakan 16 swab. Artinya disaat tahapan pilkada ini berjalan, justru tingkat penyebaran covid ini makin massif. Hari ini kami sudah memerintahkan asisten I untuk melakukan langkah-langkah sesuai dengan apa yang sudah disampaikan oleh pemerintah pusat,”ungkapnya
Selanjutnya minggu ini akandiadakan langkah pengereman dan standar protocol zona kuning dijalankan sesuai norma yang mengatur seluruh ritme kehidupan berdasarkan zona kuning, termasuk di KPU dan Bawaslu.
Untuk desa, pemkab akan kerjasama dengan kampung siaga yang kemarin diinisiasi oleh polres dan dandim. Kenudian dana desa yang 1 % bupati menugaskan kepala Dinas PMD agar diefektifkan kembali untuk menggerakkan control masyarakat terhadap lalu lintas orang di desa. Selain itu minggu ini kegiatan-kegiatan yang bersifat publik dibatasi.
“Yang terakhir, kami sedang menyusun regulasi berkaitan dengan sanksi. Sudah ada kompilasi dari beberapa daerah. Banyak daerah yang sudah menerapkan sanksi terhadap pelanggaran protocol kesehatan. Namun menurut bupati pihaknya lebih kepada penekanan yang bersifat edukatif dulu tapi regulasi tentang punishment tetap disusun.
Sementara itu ketua KPU kabupaten Pekalongan Abi Rizal mengungkapkan isi dari kesepakatan adalah fasilitasi pemda dalam rangka pelaksanaan pilkada 2020. Saat ini masih ada pandemi covid19 sehingga nota kesepakatan ini lebih kepada fasilitasi perlindungan kesehatan bagi penyelenggara untuk pelaksanaan pilkada 2020 dari mulai tahapan sosialisasi, pembentukan badan Ad hock, pemutahiran data pemilih, kampanye, sampai pemungutan dan penghitungan suara hingga rekap. Bahkan di rencana kerja strategis sudah dilakukan kegiatan sampai pelantikan . ( Humas Kominfo )
Senin, 20 Juli 2020