KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan lanjutkan dukungannya untuk seluruh desa di Kabupaten Pekalongan supaya melakukan gotong royong dan berinovasi guna terwujudnya masyarakat yang sehat, sejahtera dan maju .Dukungan kali ini diberikan Pemkab Pekalongan kepada Desa Bukur, Kecamatan Bojong yang pada siang ini, Selasa (18/8/2020) menggelar acara Gowes Charity Merdeka 75 sebagai salah satu bentuk rangkaian acara peringatan HUT RI ke-75.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyampaikan bahwa di Desa Bukur memiliki empat potensi keunggulan desa yang cukup memadai yaitu berupa sumber daya manusia, sumber daya alam, sumber daya sosial dan sumber daya finansial. Oleh karena itu Ia sangat optimis Desa Bukur dapat maju apabila bisa mengembangkan keempat potensi tersebut. ‘’ Inilah kekuatan yang ada pada desa-desa di seluruh Kabupaten Pekalongan yang terus-menerus saya gelorakan dan saya sampaikan agar semua bergerak menuju kemandirian desa kemudian kesejahteraan desa,’’ terangnya.
Adapun keempat potensi strategis yang dapat dilihat di Desa Bukur untuk dilakukan pengembangan, lanjut Bupati Asip, yaitu sumber daya alam berupa daerah persawahan yang luas, hutan, sungai dan Bendungan Gembiro yang sudah dikenal masyarakat luas sebagai aset wisata di Bukur yang sangat strategis.
Selanjutnya adalah potensi sumber daya manusia dan sumber daya sosial di Bukur yang menurutnya sangat kuat. Hal itu dapat terlihat dari solidaritas dan kualitas masyarakat yang bergotong royong untuk memajukan Bukur bersama pemerintah desa untuk mengelola sumber daya yang ada dan tentunya didukung oleh sumber daya finansial dana desa yang diperoleh dari pemerintah pusat. ‘’Kemudian sumber daya finansialnya tentu dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada dan dikelola dengan sumber daya manusia yang memadai maka ini tentu akan meningkat disamping dana reguler dari pemerintah pusat berupa dana desa,’’ tuturnya.
Oleh karena itu Ia mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan khusus kepada Desa Bukur untuk melakukan pengembangan potensi desa tersebut dengan menggandeng anggota Bumdes Desa Bukur. ‘’ Oleh karena itu kami akan melakukan pendampingan khusus kepada desa-desa yang punya banyak potensi utamanya adalah dengan pendekatan optimalisasi pemanfaatan dana desa, aagar nanti dana desa itu diswitch ke Bumdes kemudian Bumdes melakukan kerja-kerja yang punya skala ekonomi sehingga manfaatnya nanti untuk membangun desa,’’ tandasnya.
Dalam kesempatan membuka acara Gowes Charity Merdeka 75 ini Bupati Asip juga berpesan kepada seluruh peserta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan berjaga jarak dan menggunakan masker supaya kegiatan bisa berjalan lancar dan masyarakat tetap sehat. ‘’ Yang penting tetap jaga jarak dan pakai masker ya, karena sekarang kita sedang menghadapi situasi wabah virus Covid-19 sehingga semuanya wajib mematuhi aturan,’’ pungkasnya.(Lus.Kominfo)
Selasa, 18 Agustus 2020
KAJEN- Desa Kalipancur Kecamatan Bojong merupakan desa terpadat se kecamatan Bojong tapi secara umum keadaannya baik dan pembangunannya juga berjalan lancar. Hal itu dikemukakan Bupati Pekalongan Asip Khobihi SH.,M.Si saat melakukan Kunjungan Kerja ( Kunker ) ke Desa Kalipancur Kecamatan Bojong bersama rombongan antara lain Kepala Dinas DPU Taru Ir. Bambang Irianto M.,Si, Kepala Dinas Perkim LH Ir. Trinanto Agus Maryono M.Si, Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto SE, Inspektur Kabupaten Pekalongan, Drs. Ali Riza M.Si, pada Selasa (18/08) pagi di Balai Desa Kalipancur Kecamatan Bojong.
Kunjungan kerja Bupati tersebut sekaligus dalam rangka sosialisasi berkaitan kasus covid 19 di wilayah Kabupaten Pekalongan. Dijelaskan bupati bahwa hingga hari ini jumlah total kasus covid 19 Kabupaten Pekalongan adalah 68 kasus. Dengan rincian 40 sembuh, 11 isolasi mandiri , 6 meninggal dan sisanya yang dirawat 11 orang. Karena dianggap masih banyak maka bupati menegaskan kepada warga masyarakat perlunya memperhatikan protocol kesehatan yang disampaikan baik oleh pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten.
“ Oleh karena itu saya lihat dulu Desa Kalipancur kira-kira aman atau tidak, Insyaalloh masuk kategori aman tapi harus tetap waspada. Kecamatan Bojong secara umum zona merah tapi desa-desanya ada yang zona hijau, kuning,” tandasnya.
Untuk itu Bupati meminta warga tetap jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan hidup sehat supaya virus cepat teratasi karena dampaknya bukan hanya masalah kesehatan, namun yang lebih serius adalah dampak ekonomi. Selanjutnya kepada warga dan tokoh masyarakat yang hadir, bupati mempersilahkan untuk menyampaikan saran-saran dan sharing pendapat kaitannya dengan persoalan pengairan, jalan, penerangan jalan umum dan lainnya. (Ar-Kominfo)
KAJEN – Demi untuk melakukan pemberitaan yang betul-betul sesuai dengan kenyataan, PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) memiliki sebuah program spesifik bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Kejaksaan Negeri Kajen dan Polres Pekalongan dengan melakukan Sosialisasi dan Kerjasama dengan Pemerintah Desa di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan yang digelar di Kecamatan Kesesi pada siang hari tadi (Kamis,13/8) disamping bertujuan untuk memberikan pemberitaan yang sesuai dengan kenyataan di lapangan, juga akan mengekspose hasil-hasil pembangunan di desa sesuai dengan media yang dimiliki untuk bisa diketahui oleh desa setempat dan juga dapat diketahui oleh publik sebagai berita yang baik untuk publik.
Bupati Pekalongan K.H. Asip Kholbihi, SH, M.Si saat membuka acara Silaturahim dan Komunikasi Kemitraan PWI Kab. Pekalongan dan Paguyuban Joko Bahu Kesesi tersebut menyampaikan bahwa ketika terjadi kekurangan yang ada di Pemerintah Desa, maka hal yang paling diutamakan dilakukan adalah bagaimana agar hal ini tidak terjadi, langkah-langkah preventif ini akan dilakukan. “Oleh karena itu kita menggandeng Kepolisian dan Kejaksaan sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Masyarakat sekarang ini kan masyarakat yang menuntut transparansi tata kelola Pemerintahah Desa. Dengan berita yang berimbang, berita yang faktual masyarakat ini mendapat informasi dari tangan pertama dari para Kepala Desa sehingga tidak ada celah untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan berkaitan dengan stabilisasi yang ada di desa,” kata Asip.
Lebih lanjut Asip menyampaikan, Kepala Desa adalah manager pembangunan desa. Mereka harus dikawal dalam proses perencanaan pembangunan, pelaksanaan pembangunan sekaligus informasinya. “Nah, bentuk pengawalannya ini secara internal memang ada pembinaan dari Dinas PMD, P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan tetapi dalam bentuk lain bisa bekerjasama dengan kalangan profesional seperti Perguruan Tinggi, Badan Usaha dan kalangan frosesional lainnya,” lanjutnya. (451h-Kominfo)
KAJEN – Menyikapi angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan yang masih cukup tinggi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali mentriger pembangunan pendidikan dengan membentuk tim gerakan ‘Kudu Sekolah’ tingkat Kabupaten Pekalongan. Hal ini dilakukan oleh Pemkab Pekalongan karena berdasarkan data pada tahun 2019 angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan mencapai 4,346 persen. Dan gerakan Kudu Sekolah dianggap sangat inovatif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Hal itu dikatakan oleh Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si saat menghadiri acara Penegasan Peran Aktif Kecamatan dan Desa Dalam Mendukung Gerakan Kudu Sekolah Sekaligus Pengukuhan Tim Gerakan Kudu Sekolah Kabupaten Pekalongan yang dilaksanakan di Aula Lt.1 Setda Kabupaten Pekalongan, pada siang ini Kamis (13/8/2020).
‘’ Kemudian persoalan yang perlu kita cermati bersama adalah angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan sebesar 4.346, data tersebut kita ambil sebelum masa pandemi Covid-19,’’ ujarnya.
KAJEN – Melengkapi sarana penunjang peribadatan dan tempat kajian keIslaman di kampus sekaligus menjadi tempat interaksi sosial kemasyarakatan , budaya dan politik, IAIN Pekalongan di Kajen membangun masjid IAIN Pekalongan. Ground Breaking pembangunan masjid dilakukan pada Kamis (13/08/2020) pagi di Kampus 2 IAIN Pekalongan di Rowolaku Kecamatan Kajen, dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta Asisten I serta Kepala Dinas DPU Taru. Hadir pula mantan Bupati Pekalongan Dr. Siti Qomariyah,KH Muhammadun Raden Jundi (Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan), KH Muslich, KH Rozikun Daman (Ketua MUI), KH Saeful Bahri, Kepala Kemenag, forkopimda, Dr. Siti Qomariyah, serta Ikatan keluarga alumni dan paguyuban orang tua mahasiswa.
Dalam sambutannya Bupati mengatakan pihaknya sangat serius membangun perguruan tinggi di Pekalongan. “Karena fungsi pemerintah hanya 2, melakukan fasilitasi dan regulasi,” ungkapnya. Diterangkan bupati, dari hal yang telah difasilitasi dan regulasi lahirlah Institut Teknologi Sains NU (ITSNU), kemudian Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP).
“Kami juga menginisiasi berdirinya Universitas Islam Diponegoro di Kajen. Program PSDKU sudah berdiri dan sedang dalam pembangunan kampus I. Sementara Kampus II akan didirikan di Kesesi. Spesifikasinya adalah laboratorium pengembangan budidaya ternak domba dan sapi kerjasama triplehelic antara Pemkab, UNDIP dan investor,” tandasnya. Selain itu pihaknya juga mendirikan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kajen yang sekarang sudah ditrasnformasi menjadi Politeknik Negeri Kajen. “ Secara lebih spesifik lagi kami juga menfasilitasi dan regulasi terhadap perpindahan Akademi Analis Kesehatan yang dulu ada di kota,” lanjutnya.
KAJEN – Berkesempatan hadir dalam acara Wisuda II dan Angkat Sumpah Profesi Universitas Muhamadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Bupati Asip ajak UMPP ikut berperan aktif bersama pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pekalongan. Bupati Asip menuturkan bahwa peningkatan itu perlu dilakukan karena Kabupaten Pekalongan memilki sumber daya yang cukup beragam. Oleh karena itu Ia berharap UMPP bisa bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersinergi untuk mengembangkan potensi tersebut. ‘’Yang paling penting lagi bahwa kehadiran UMPP di Kabupaten Pekalongan harus mampu meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kabupaten Pekalongan,’’kata Bupati Asip dalam sambutanya di acara Wisuda II Profesi UMPP di Pekajangan pada pagi ini Rabu (12/8/2020).
Dituturkan Bupati Asip, potensi sumber daya di Kabupaten Pekalongan selain potensi sumber daya manusia adalah sumber daya alam, yang menurutnya ini sangat bermanfaat bagi masyarakat apabila dapat dikelola dengan baik. Selanjutnya adalah sumber daya sosial, yang dijelaskan bupati itu merupakan energi positif untuk mengembangkan peradaban yang baik dan positif di Kabupaten Pekalongan. ‘’ Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang cukup kaya dengan berbagai sumber daya,’’ tuturnya.
Selain itu Bupati Asip juga mengucapkan terimakasih kepada UMPP yang telah membuka peluang pendidikan di Kabupaten Pekalongan untuk menciptakan tenaga kesehatan yang menurutnya itu sangat baik guna meningkatkan indeks sumber daya manusia yang mempuni di bidang kesehatan. ‘’ Selain itu hal yang perlu kita tingkatkan bersama adalah peningkatan pembangunan seumber daya manusia dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para lulusan SMA/SMK untuk bisa mengakses perguruan tinggi secara mudah,’’ jelasnya.
KAJEN - Dalam rangka menekan jalannya epidemi HIV dan AIDS di Kabupaten Pekalongan serta mencegah penyebarannya ke masyarakat umum, Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan acara pertemuan kelompok dukungan sebaya ‘Kajen Peduli’ di Aula Dinas Kesehatan pada Senin (10/08) pagi.
Wakil bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti selaku ketua pelaksana komisi penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Pekalongan memaparkan bahwa epidemi HIV & AIDS di Kabupaten Pekalongan 2005 s.d. Juni 2020, seperti dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan sebanyak 447 kasus, dengan rincian : HIV 239 kasus, AIDS 208 kasus dan 230 kasus diantaranya sudah meninggal dunia. Sementara distribusi kasus HIV & AIDS di Kabupaten Pekalongan berdasarkan jenis pekerjaan menunjukkan bahwa Ibu Rumah Tangga (IRT) masih berada pada posisi pertama dan kemudian disusul oleh Wiraswasta. Hal ini menunjukkan bahwa epidemi HIV & AIDS mulai memasuki pada masyarakat umum. Untuk itu perlu upaya dan peran proaktif dari pemerintah maupun masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi HIV & AIDS.
" Perlu dipahami bersama bahwa program penanggulangan HIV dan AIDS harus dilakukan terpadu oleh berbagai komponen dengan program pemberdayaan masyarakat, dari kelompok ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) itu sendiri. Sehingga pada tanggal 11 Juli 2017 bertempat di Gedung Pertemuan KORPRI Kabupaten Pekalongan dibentuklah Kelompok Dukungan Sebaya ‘Kajen Peduli’, " paparnya.
Dimasa seperti saat ini, menurut Arini, ditengah pandemi Covid-19 pasien ODHA adalah salah satu yang termasuk dalam kategori beresiko tinggi sehingga pihaknya berharap untuk tetap saling menjaga agar tidak terinfeksi Corona Virus dengan cara selalu menggunakan masker jika berpergian keluar rumah, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, dan membiasakan untuk sering cuci tangan dengan sabun.
KAJEN – Bupati Asip Khobihi mengajak kader muda Nahdatul Ulama Kabupaten Pekalongan untuk bersinergi bersama pemerintah mewujudkan tatanan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang berakidah kuat guna menghadapi tantangan jaman yang semakin maju. Hal itu dikatakan oleh Bupati Asip Kholbihi saat menghadiri acara Do’a Untuk Negeri dan Pelantikan IPNU & IPPNU Pimpinan Cabang Kabupaten Pekalongan di Gedung Pertemuan Umum Kajen, pada Minggu malam (9/8/2020).
‘’ Ayo bareng-bareng dengan pemerintah dan seluruh jajaran masyarakat untuk mewujudkan tatanan Kabupaten Pekalongan yang adil, makmur, sejahtera lahir batin,’’ katanya. Dengan jaman yang semakin maju ini, ungkap Bupati Asip, akidah adalah suatu hal yang penting untuk dimiliki masyarakat, sehingga Ia berpesan kepada para kader muda Nahdatul Ulama yang telah dilantik ini untuk bisa membantu menanamkan benih-benih akidah yang baik di tengah-tengah masyarakat. Karena tidak bisa dipungkiri, tutur bupati, apabila masyarakat sudah berakidah kuat maka kesejahteraan dan semua cita-cita yang diharapkan oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan akan lebih mudah dicapai.
‘’ Mari mewujudkan masyarakat yang mempunyai cita-cita atau idealisme, masyarakat yang berbahagia, masyarakat yang akidahnya kuat yaitu akidah Islam ahli sunah wal jmaah dan sekaligus seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan terutama yang bernaung di bawah kebesaran Nahdatul Ulama menjadi masyarakat yang cerdas, masyarakat yang peduli, masyarakat yang tidak hanya mementingkan diri sendiri, tetapi masyarakat yang berguna bagi sesama,’’ ungkapnya.
KAJEN - Bertempat di Pendopo rumah dinas Bupati Pekalongan, Senin (03/08) malam, digelar acara Lepas Sambut Dandim 0710 Pekalongan dari Letkol Arfan Johan Wihananto S.IP M.,M.,S kepada Letkol Czi Hamonangan Lumbax Toruan S.IP.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M,Si atas nama seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan mengucapkan selamat jalan kepada Letkol Arfan Johan Wihananto dan mohon maaf sebesar-besarnya apabila banyak yang kurang berkenan atas kerjasama selama ini. Setelah melaksanakan tugasnya di Kabupaten Pekalongan, Letkol Arfan Johan Wihananto dikenal sebagai sosok yang sangat berprestasi, beliau sangat dikenal di kalangan masyarakat dan tidak pamrih dalam berjuang,
“Selama 16 bulan bergaul bersama beliau dan melakukan hal-hal sesuai fungsinya masing-masing, Alhamdulillah berjalan dengan baik, beliau dikenal sangat berprestasi termasuk prestasi beliau saat menjalankan penyelenggaraan TMMD sengkuyung tahap 1 tahun 2019 di tengah-tengah pandemi covid 19.” ucap Bupati.
Selasa, 18 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020
Dikatakan oleh Bupati Asip gerakan’Kudu Sekolah’ sendiri merupakan gerakan yang dilakukan untuk mengurangi jumlah anak yang tidak bersekolah di Kabupaten Pekalongan, yang menurutnya ini merupakan tantangan yang harus dilakukan oleh pemerintah kabupaten maupun pemerintah kecamatan dan desa untuk bersama-sama berkolaborasi guna mensukseskan program tersebut.
Oleh karena itu, dalam kesempatan ini selain mengukuhkan tim gerakan Kudu Sekolah, Ia juga menegaskan kembali peran aktif pemerintah kecamatan dan desa yang sangat dibutuhkan untuk mensukseskan program ini dan menurutnya kecamatan harus menjadi pusat data untuk pemberdayaan masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan di wilayahnya. Selain itu bupati Asip juga berpesan kepada tim gerakan Kudu Sekolah tingkat Kabupaten Pekalongan untuk bisa segera bekerja secara progresif guna mencapai tujuan penurunan angka ATS di Kabupaten Pekalongan yang menjadi target utama.
‘’ Yang terakhir saya berharap pengukuhan tim gerakan Kudu Sekolah kabupaten dapat membentuk tim gerakan Kudu Sekolah di tingkat kecamatan dan desa setelah ini kita bentuk harus bekerja cepat untuk bisa menyelesaikan permasalahan ATS kita,’’ tandasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar mengungkapkan bahwa pengukuhan tim gerakan Kudu Sekolah tingkat Kabupaten Pekalongan pada dasarnya adalah untuk menumbuhkan kembali konsep membangun kolaborasi bersama antara pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, desa, dunia usaha, perguruan tinggi, sekaligus masyarakat peduli pendidikan.
Yang intinya, lanjut Akbar, kolaborasi ini ditujukan untuk bersama-sama mencari strategi dan formula baru guna mempercepat penurunan angka ATS (Anak Tidak Sekolah) di Kabupaten Pekalongan. ‘’ Maksud dan tujuan kegiatan pada siang hari ini yang pertama adalah untuk mempercepat penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan dalam rangka mencari strategi dan formula baru di tengah pandemi ini,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Kamis, 13 Agustus 2020
Menurutnya hal tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemkab selama 4 tahun dengan dukungan para ulama, kiai, juga seluruh masyarakat. Sehingga dari zero perguruan tinggi sekarang Kabupaten Pekalongan bisa menghadirkan 8 perguruan tinggi dengan aspek fasilitasi dan regulasinya yang jelas. “ Karena saya sadar kabupaten Pekalongan tidak dikenal sebagai kabupaten yang punya perguruan tinggi, pemerintah harus menjadi garda terdepan dan Alhamdulilah ikhtiar ini berhasil,” tambahnya.
Dikatakan pula pemerintah akan berikan bantuan untuk pembangunan masjid IAIN karena membangun sarana ibadah merupakan hal yang sangat vital bagi perguruan tinggi IAIN tersebut. “ Insyaalloh nanti akan kita anggarkan juga di anggaran berikutnya karena ini bagian penting dari proses fasilitasi dan regulasi pemkab terhadap berdirinya perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Lebih lanjut bupati berharap apa yang didirikan dan dikembangkan di kabupaten Pekalongan semata-mata dipersembahkan untuk memakmurkan masyarakat kabupaten Pekalongan. “ Potret kemakmuran ini semakin bisa kita lihat terutama dari indikator makro ekonomi. Angka kemiskinan kita dulu adalah 12,98. Sebelum covid turun menjadi single digit 9,71. Tingkat pertumbuhan ekonomi kita sebelum covid juga baik, diatas rata-rata nasional dan provinsi. Kita tumbuh mendekati 6, meninggalkan provinsi dan nasional,” paparnya. (Ar-Kominfo)
Kamis, 13 Agustus 2020
Bupati juga mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan bupati berharap ilmu yang telah diperoleh di UMPP bisa diimplementasikan ke masyarakat. ‘’Alhamdulilah pada kesempatan yang berbahagia ini kita dapat hadir dalam rangka mengikuti wisuda ke-2 Universitas Muhamadiyah Pekajangan Pekalongan dalam keadaan yang sangat berbeda dari basanya,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 12 Agustus 2020
Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan maupun Rumah Sakit yang melayani pengobatan pasien HIV di Kabupaten Pekalongan, Arini berharap agar dapat selalu memastikan ketersediaan obat ARV bagi pasien HIV di pelayanan kesehatan yang ada. Sehingga pasien HIV tetap patuh minum obat dan tidak perlu untuk sering-sering mengambil obat di Rumah Sakit. “Saya merasakan masih tingginya stigma masyarakat terhadap ODHA. Juga masih ada diskriminasi terhadap mereka dalam mendapatkan pelayanan. Ke depan perlu dibangun cara pandang masyarakat yang bernilai positif,” tegasnya. ( Ar-Kominfo)
Senin, 10 Agustus 2020
Selanjutnya, dalam sambutannya ini Bupati Asip Kholbihi juga mengucapkan selamat kepada kader muda IPNU dan IPPNU Kabupaten Pekalongan yang pada kesempatan ini telah dilantik. Dan Ia berpesan, apa yang menjadi tujuan dan pedoman Nahdatul Ulama bisa dijalankan dengan baik. ‘’Saya menyampaikan selamat atas pelantikan pengurus IPPNU dan saya berharap IPPNU Kabupaten Pekalongan bisa melaksanakan dan mempedomani apa yang menjadi tujuan,’’ tutunya. (Lus-Kominfo)
Minggu, 9 Agustus 2020
Bupati menambahkan pihaknya sangat beruntung mempunyai kolega yang punya dedikasi terhadap Kabupaten Pekalongan. Dan kepada Letkol Arfan Johan Wihananto bupati berpesan selama tugas di Kabupaten Pekalongan agar dijadikan sebagai kenangan yang baik ( Humas Kominfo )
Senin, 3 Agustus 2020