KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan semakin serius dalam menjalankan program yang telah ditetapkan mengenai sinergitas terhadap pembangunan tempat ibadah yang ada di Kabupaten Pekalongan. Program ini sudah berjalan sebelum adanya pandemi Covid-19. Dan sebagai wujud sinergitas dan dukunganya, Bupati menghadiri acara Peletakan Batu Pertama dan memberikan bantuan untuk pembangunan masjid Baitul Muahidin di Desa Jrebengkembang Kecamatan Karangdadap, pada hari ini Jumat (19/6/2020). Dalam kegiatan ini hadir pula , Kepala Dinas DPU Taru Bambang Iriyanto,Kepala Dinas Perkim LH Trinanto,Inspektorat Ali Riza, dan Asisten 1 Setda Totok Budimulyanto.
Bupati Asip Kholbihi menjelaskan bahwa pembangunan masjid merupakan salah satu bentuk dari implementasi dasar keimanan dan ketakwaan manusia dalam aspek ibadah. Oleh karena itu bupati berharap masyarakat dapat bersama-sama membantu mensinergikan pembangunan masjid Baitul Muahidin supaya bisa cepat jadi. ‘’ Alhamdulilah hari ini kita bisa bersama-sama melaksanakan amalan yang mulia yaitu dari pembangunan masjid. Membangun masjid itu amalanya besar karena membangun masjid merupakan dasar dari wujud amal dan takwa kita dalam ibadah,’’ kata Bupati Asip.
Apabila sinergi dari masyarakat dan pemerintah itu baik, dijelaskan oleh Bupati Asip itu bisa mempercepat pembangunan tempat ibadah bisa jadi sesuai target. Menurutnya, bantuan itu tidak hanya berbentuk materi saja,melainkan bisa berupa tenaga yang diberikan oleh masyarakat. ‘’ Tadi panitia pembangunan masjid sudah menceritakan sejarah masjid ini, dan ini menjadi tanggung jawab kita sebagai syariat yang artinya kita semua harus gotong-royong dan kerja keras, kerja bersama dan membantu baik berupa tenaga maupun materi supaya masjid ini bisa jadi,’’ jelas Bupati Asip.
Dalam kesempatanya kali ini bupati Asip juga berpesan kepada masyarakat apabila ada masukan atau aspirasi mengenai pembangunan di Kabupaten Pekalongan ,itu bisa diutarakan karena pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menindaklanjuti hal tersebut. ‘’ Kami mendoakan dan mendukung melalui program dari pemerintah kabupaten yang akan kami koordinasikan dengan dinas tekait,’’ ujar Bupati Asip.(Lusi kominfo)
Jumat, 19 Juni 2020
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengajak warga Pajomblangan Kecamatan Kedungwuni untuk membentuk kelompok tani, karena Desa Pajomblangan saat ini sudah cukup maju, desa ini sering ada puming baik itu berupa bunga atau tanaman, karena tanah di desa ini subur, Rabu (17/6).
Bupati Menjelaskan, “Kabupaten Pekalongan merupakan daerah yang cukup subur di Jawa Tengah karena ketinggiannya dari 0-1900 mdpl, nanti pada ketinggian 500 600-1000 subur sekali, kemarin kita ada di kecamatan talun yang tingginya 600 itu subur, semua jenis tumbuhan itu tumbuh dengan baik karena alatnya itu seperti itu dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti di vietnam meskipun disana subur tapi tetap beda alamnya dengan indonesia, ragam nabatinya sangat jauh karena tanaman-tanaman paling banyak di Indonesia, bangkok juga tidak ada tanaman sama sekali” Jelas Bupati dalan Pidatonya.
Tanah di Kabupaten Pekalongan subur namun belum bisa dikelola secara maksimal, kemudian munculah puming-puming ini, serta muncul beberapa komoditas-komoditas yng mungkin punya kualitas tinggi.
KAJEN – Memasuki transisi era New Normal, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, sarankan TPA (Tempat Penitipan Anak) tidak dibuka terlebih dahulu di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya anak-anak dianggap masih belum bisa melakukan disiplin untuk tetap menjalankan protokol kesehatan diluar pengawasan orangtuanya sendiri. Hal itu disampaikan Bupati Asip Kholbihi saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Lintas Sektor di Puskesmas Kedungwuni 1 siang ini Rabu (17/6/2020).
‘’Untuk TPA itu kita nunggu jadwal dari Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, walaupun TPA ini spesifik ya. Tetapi karena ini anak-anak , menurut saya sementara dirawat bapak/ibu mereka saja dahulu , soalnya apabila anak-anak saling bertemu itu malah akan bahaya,’’ kata Bupati Asip.
Bupati melanjutkan, apabila TPA dipaksakan dibuka dalam waktu dekat,dikhawatirkan itu akan memicu penyebaran virus Covid-19 dikalangan anak-anak. Hal tersebut terlalu beresiko dan juga sesuai dengan kebijakan paralel dari pusat yang menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran bisa dibuka apabila suatu wilayah benar-benar sudah berzona hijau dan bisa dipersiapkan mulai bulan Juli.
‘’Paralel aturan dari pusat yaitu kata pak mentri Nadiem Makarim,kalau zona hijau nanti dipersiapkan mulai bulan Juli itu sekolah sudah bisa dibuka tetapi dengan sistem terbatas. Jadi masih kita tunggu hingga saat ini,’’ Ujar Bupati Asip.
KAJEN – Untuk memudahkan jangkauan pelayanan kesehatan masyarakat, pemkab Pekalongan terus berupaya membangun berdirinya Rumah Sakit baru melengkapi Rumah Sakit – Rumah Sakit yang sudah ada sebelumnya. Salah satunya adalah didirikannya Rumah Sakit Kesesi yang pembangunannya telah dimulai pada tahun 2019. Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi,S.H.,M.Si., beserta wakil bupati Ir. Arini Harimurti, ketua DPRD kabupaten Pekalongan Hj. Hindun,M.H., Sekda Mukaromah Syakoer,MM beserta staf ahli, para asiten, para kepala OPD , para Camat,kepala Puskesmas, tokoh agama hadir dalam rangka doa bersama dimulainya pembangunan gedung RSUD Kesesi tahap kedua, pada Selasa (16/06) malam di gedung RS Kesesi.
Dikatakan bupati, nantinya di kabupaten Pekalongan akan banyak Rumah Sakit, melengkapi Rumah sakit yang sudah ada di tingkat kecamatan diantara Siwalan, Wonokerto, Wiradesa, Kesesi, Kedungwuni, juga kecamatan Buaran nantinya akan didirikan Rumah sakit. Bupati berharap keberadaan Rumah sakit ini bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus membuka kecamatan-kecamatan yang memang perlu didirikan Rumah sakit.
Sementara itu kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro S.KM., dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan gedung Rumah sakit Kesesi direncanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama telah dilaksanakan pada tahun 2019, seluas 1144 meter persegi. Gedung tahap pertama sudah dimanfaatkan. Pembangunan gedung tahap kedua tahun 2020 ini, dengan luas lahan 3800 meter persergi. Pembangunan gedung tahap dua ini direncanakan terdiri dua lantai dengan kapasitas 60 tempat tidur dan diperuntukkan bagi perawatan kesehatan ibu dan anak dan juga kebidanan, ruang perawatan umum dewasa dan anak-anak, ruang ICU, ruang tindakan medik dan ruang isolasi, ruang observasi serta apotik. Sedangkan pembangunan tahap tiga, nanti di tahun 2021 dengan luas lahan 2430 meter persegi yang rencananya untuk ruang penataan landscape dan penataan ruang sekitar Rumah sakit. Pembangunan tahap ketiga nanti untuk penunjang yaitu poli penyakit dalam, poli penyakit anak, ruang laktasi, ruang radiologi, labaratorium, hemodialisa serta pembangunan penataan lingkungan sekitar Rumah sakit.
KAJEN - Pencanangan pembangunan zona integritas yang merupakan langkah awal dan bagian dari menyukseskan reformasi birokrasi, saat ini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dengan melakukan penaatan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif, efisien, pelayanan prima dan memuaskan. Selasa (16/6).
Sekretaris Daerah, Dra. Mukaromah Syakoer, MM menjelaskan, “Pencanangan ini juga merupakan salah satu syarat dari penilaian mandiri reformasi birokrasi yang diamanatkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.” Jelas dalam sambutannya di aula lantai 1 setda Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, reformasi birokrasi yang menjadi komitmen seluruh institusi beserta aparatur pemerintah dan pelayanan publik , dapat dinilai dari seberapa besar perubahan yang dilakukan secara bertahap yang diharapkan dapat membentuk karakter aparatur birokrasi secara pribadi maupun kelembagaan, yang pada akhirnya dampak positif dari perubahan tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat.
KAJEN – Dalam rangka meningkatkan keunggulan pada masing-masing desa di Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan lakukan serangkaian kegiatan tinjauan lapangan atau monitoring ke sejumlah desa. Tinjauan kali ini dilakukan di Desa Banjarsari Kecamatan Talun pada pagi ini, Senin (15/6/2020).
Hadir dalam tinjauan ini, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si, Kepala Dinas DPU Taru Bambang Iriyanto,Kepala Bappeda Yualian Akbar, Kepala Dinas Perkim LH Trinanto ,Kepala Dinas Kesehatan Setiyawan Dwi Antoro, Inspektur Ali Riza,Kepala Dinas PMD P3A DAN PPKB Muhammad Afif.
Dikatakan oleh Bupati Asip bahwa kedatangan Pemkab kali ini memiliki berbagai tujuan yang diataranya adalah silaturahmi dengan masyarakat setempat,monitoring langsung berkaitan dengan kendala apa saja yang ada di Desa Banjarsari serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait persiapan Kabupaten Pekalongan menuju era Normal Baru.
KAJEN – Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan BPN melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Pekalongan hari ini Senin ( 15/06) melakukan launching aplikasi house to house HTP dan PBB , di aula asisten 2 Setda . Acara ini dihadiri Sekretaris daerah kabupaten Pekalongan Mukaromah Syakoer,MM., serta Plt kepala kantor pertanahan Gusmanto, S.H.,M.M.
Dari data kantor Pertanahan, kabupaten Pekalongan baru 39% yang disertifikatkan. Untuk itu akan segera ditindaklanjuti pensertifikatannya dengan tim khusus. Menurut Gusmanto, House to House sudah terealisasi, tinggal pemanfaatan data. Aplikasi tersebut berguna untukmembuka data wajib pajak. Aplikasi ini sangat bermanfaat karena akan sinkron antara data yang di BPN dengan yang di Bappeda. Hal ini dimaksudkan untuk sertifikasi tanah aset pemkab.
´saya harap kita tindaklanjuti dengan tim khusus. Dengan surat pernyataan tanah tersebut menjadi aset akan disertifikatkan. Kaitannya dengan akan dibentuk tim pembangunan data pertanahan, itu melibatkan unsur kantor pertanahan, pemda dan desa. Yang intinya membangun database pertanahan sampai di tingkat desa menjadi desa lengkap. Jadi nanti data pertanahan di desa itu lengkap, bisa digunakan berkaitan dengan perencanaan kebijakan pembangunan atau untuk kepentingan yang lain”, ungkap Gusmanto.
KAJEN - Dalam acara paguyupan komunitas pangkas rambut dan babershop Kabupaten Pekalongan, Bupati mengajak komunitas tersebut siap hadapi new normal dengan menerapkan protokol kesehatan ditemat kerjanya, Minggu (14/6)
Bupati berpesan agar mereka segera menyiapkan diri menuju new normal, “Harus memakai masker, sering-sering cuci tangan, jaga jarak, makan bergizi, tidur yang enak, karna.” Jelas Bupati saat berpidato di acara tersebut di Kedungwuni.
Kabupaten pekalongan dataya berubah terus, sampai hari ini masuk dalam zona hijau, karena yang positif hanya 8, dari 8 yang positif 5 orang sembuh, 1 orang meninggal dan berKTP Depok Jawa Barat, sedangkan 2 orang sedang di rawat.
Bupati berharap knpa harus pakai protokol kesehatan karena virus ini belum hilang dan seluruh ahli penyakit menular sampai hari ini belum bisa menentukan kapan virus ini hilang dan belum menemukan vaksinnya
Kajen,14 Juni 2020 – Seiring dengan persiapan menuju era normal baru di Kabupaten Pekalongan yang saat ini masuk salah satu kabupaten yang rendah resiko Covid-19 dari 136 kabupaten/kota di Indonesia, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sosialisasikan masyarakat untuk tetap menjalankan protocol kesehatan.
Sosialisasi ini juga terlihat dalam silaturahmi Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si,yang pada hari ini Minggu (14/6/2020) menghadiri acara Silaturahmi Lajanah Thoriqoh Muslimat Wathonah bersama Maulana Habib Luthfi , yang diselenggarakan oleh PC Muslimat NU Kabupaten Pekalongan di Bojong.
Bupati Asip mengatakan bahwa acara tersebut diharapkan bisa memupuk rasa kecintaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam situasi pandemic Covid-19 ini. Sehingga seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa aman dan siap juga untuk menuju era normal baru.
‘’ Silaturahmi ini mari kita gunakan dalam rangka untuk memupuk rasa kecintaan kita dalam berbangsa dan bernegara, utamanya adalah menghadapi musibah dari Allah SWT,’’
Bupati juga memotivasi para petani, bahwa tidak ada salahnya para petani mencoba dulu, karena ini komoditas, biasanya kalau sampel di pasar itu lebih kecil dan harganya tinggi, mumpung belum besar. Seluruh hutan Kabupaten Pekalongan mempunyai tanah luas 9000 hektar, yang 3000 hektar tidak bisa ditanami, kemudian sisanya 26 ribu hektar bisa ditanami, bisa dikerjasamakan untuk mengembangkan kopi, kalau memang niat dan sudah berhasil menanam disini namun lahannya terbatas, kalau ingin lahan lebih besar segeras, masyarakat dihimbau untuk segera membuat kelompok, Pemkab akan memberikan fasilitas pengolahan hutan yang dekat daerah Pajomblangan namun juga harus kerjasama dengan masyarakat sekitar.
Disamping itu, Bupati menjelaskan bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini dalam zona hijau, jadi kalau ada hajatan dipersilahkan namun tidak boleh terlalu besar, hiburan-hiburan dan kegiatan lainnya juga boleh dilakukan namun dengan skala terbatas dan tetap terapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, rajin cuci tangan, serta sosial dan pshycal distancing.
Jumlah positif di Kabupaten Pekalongan ada 9 orang, 5 sembuh, 1 meninggal dunia namun ber KTP Depok Jawa Barat, sedangkan 3 lainnya masih dirawat, dan yang 1 diantara 3 tersebut merupakan cluster DKI yang sudah dirawat disana namun kabur dari RS karena ingin bertemu keluarganya di Kampung, dan 1 lagi merupakan cluster Qim yang merupakan seorang anak (8 tahun) dari Ibu yang bekerja sebagai perawat di RS Qim Batang, Bupati menghimbau masyarakat untuk menjaga anak-anaknya karena rentan terkena virus. (Ela Nurfadhila)
Rabu, 17 Juni 2020
Selain alasan tersebut bupati Asip juga mengungkapkan bahwa sesuai dengan hasil penelitian yang menunjukan 65% prosentase orangtua tidak setuju anaknya memasuki kegiatan belajar mengajar disekolah dalam waktu dekat. Dan hal ini juga menjadi bahan pertimbangannya untuk tidak membuka TPA terlebih dahulu.
‘’ Hasil penelitian menunjukan 65% orangtua itu tidak setuju anaknya dimasukan sekolah untuk waktu-waktu sekarang,karena ini resiko sekali. Alasanya yang pertama, anak-anak itu pasti kurang disiplin,’’ ungkap bupati Asip.
Dalam sambutanya kali ini, Bupati Asip juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengizinkan masyarakat untuk menyelenggarakan acara kemasyarakatan berupa kegiatan keagamaan,sosial,ekonomi dan budaya dalam skala kecil. Namun, protokol kesehatan tetap harus dijalankan.
‘’ Untuk acara pernikahan dan hiburan sudah kita buka, dan kemarin kami juga sudah membuka festival wedding ,jadi pekerja yang bekerja dibidang itu sudah kami sosialisasikan. Tetapi yang paling penting protokol kesehatan harus tetap dijalankan,’’ jelas Bupati Asip
Rabu, 17 Juni 2020
Wawan menambahkan , pihaknya telah menyiapkan anggaran sejumlah 8,7 Milyar. Anggaran itu akan digunakan pembangunan ruang perawatan untuk lantai 1 dan 2, ruang ICU, ruang anak. “ Orientasi kita saat ini adalah upaya kita bagaimana menurunkan angka kematian ibu dan anak”, paparnya. ( Humas Kominfo )
Selasa, 16 Juni 2020
Sekda menegaskan bahwa pencanangan pembangunan zona integritas ini merupakan upaya penting bersama dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pekalongan menjadi zona yang berintegritas, sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Sekda juga menyampaikan selamat kepada keluarga besar BPS Kabupaten Pekalongan atas dideklarasikannya pencanangan pembangunan Zona Integritas WBK dan WBBM dilingkungan Badan Pusat Statistik Kabvupaten Pekalongan. Pemkab berharap semoga dalam dilaksanakannya deklarasi ini akan semakin meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Sementara itu kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Siti Mardiyah, menyampaikan bahwa BPS telah melaksanakan pembangunan zona integritas dan kabar baik bahwa Kabupaten Pekalongan saat ini sudah mengalami peningkatan dimana pada tahun 2017 mencapai 57,63 kemudian 2018 mencapai 58,99 kemudian ditahun 2019 mencapai 69,53. Siti Mardiyah Berharap semoga di tahun 2020 dan kedepannya akan mencapai angka yang lebih tinggi lagi, semua ini merupakan upaya jajaran BPS Kabupaten pekalongan yang telah bekerja dengan baik dan bersungguh-sungguh mewujudkan zona yang bersih dan integritas di Kabupaten Pekalongan.
BPS siap bekerja dan bekerjasama untuk sama-sama bekerja dalam membangun dan menjaga zona integritas ini dengan tulus, “Semoga Allah SWT meridhoi segala upaya yang kita kerjakan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.” Tambahnya.(ela)
Selasa, 16 Juni 2020
Rangkaian monitoring yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dijelaskan oleh Bupati Asip utamanya adalah sebagai evaluasi kinerja Pemkab dalam mengambil kebijakan-kebijakan di Pemerintahan. Dimana pihaknya berharap monitoring ini bisa mendapat aspirasi langsung dari masyarakat berkaitan dengan kebijakan yang akan diambil supaya sesuai dengan basis kepentingan masyarakat.
‘’Kemudian yang kedua, hal ini juga sebagai evaluasi kami berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang telah kita ambil. Dan juga kebijakan pemerintah pusat serta pemerintah provinsi, karena tugas kami adalah sebagai agrigator atau penerus kebijakan dari pusat dan provinsi,’’ jelas Bupati Asip.
Selanjutnya,berkaitan dengan sosialisasi untuk menghadapi New Normal, Bupati Asip mengungkapkan bahwa masyarakat diharapkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan,karena pihaknya telah membuka kegiatan keagamaan,sosial,ekonomi di Kabupaten Pekalongan,walaupun masih dalam skala kecil.
‘’Karena Kabupaten Pekalongan saat ini masuk dalam zona hijau dan menjadi salah satu wilayah di Jawa Tengah dengan resiko penularan Covid-19 yang rendah. Maka saat ini Kabupaten Pekalongan tengah mempersiapkan diri menuju New Normal,’’
‘’Mendasari hal tersebut, maka kegiatan keagamaan,sosial,ekonomi kemasyarakatan sudah kita buka. Masjid,pasar dan pariwisata juga sudah kita buka. Namun walaupun seperti itu,masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan,’’ ungkap Bupati Asip.
Adapun untuk pengelolaan di Desa Banjarsari,Bupati Asip mengatakan pihaknya dari DPRD akan melakukan identifikasi dan mengawal yang juga berkaitan dengan penggunaan dana desa. Karena menurut Bupati Asip tugas DPRD adalah sebagai representasi mewakili masyarakat.
"Terkait dengan pengelolaan desa nanti akan kita identifikasi dan dikawal oleh DPRD karena tugas DPRD itu untuk representasi mewakili masyarakat," kata Bupati Asip. (Lusi Rismawati)
Senin, 15 Juni 2020
Senin, 15 Juni 2020
Bupati berpesan kepada komunitas tersebut untuk lebih berhati-hati dengan melihat KTP pelanggannya, agar selamat bersama. Ketika mencukurpun harus memakai masker baik itu pencukurnya atau pelanggannya, dan sediakan tempat cucu tangan, karena tidak tau siapa yang datang apakah membawa virus atau tidak, hal ini untuk kebaikan semua. Hal ini merupakan lagkah prefentif yang paling sederhana.
Dalam pertemuan itu bupati menerangkan pemerintah sangat memperhatikan terutama dengan pengurangan pengangguran yang totalnya hampir 200 orang di Kabupaten Pekalongan, dan komunitas pangkas rambut sudah mengurangi pengangguran di Kabupaten Pekalongan, pemerintah sangat mengapresiasi adanya komunitas ini.
Bupati mendorong bahwa ini potensi luar biasa dijadikan sarana minimal untuk meningkatkan pengalaman untuk mendapatkan profesionalisme dengan yang lebih senior berbagi ilmu dengan yang muda, bupati menjelaskan “kepuasan pelanggan adalah segala-galanya, harga itu nomer 2 yang penting pelanggannya puas, yang paling penting, silahkan komunitas organisasi ini matangkan karena manfaatnya banyak sekali, segala sesuatu kalau dikerjakan kolektif lebih enak, kemudian kalau ada masalah ketika konsumen kurang puas kalian harus bareng-bareng mengatasi.”
Bupati juga berpesan, “Pesan terakhir tolong guyup rukun, nanti sekretariat akan dibuatkan termasuk bantuan-bantuan lain.” Kata Bupati. (Ela Nurfadhila)
Minggu, 14 Juni 2020
‘’ Dengan keyakinan dan ikhtiar kita, saat ini posisi Kabupaten Pekalongan sampai hari ini masih dalam zona hijau, karena di tempat kita yang positif Corona itu ada 8 orang dimana 5 sehat, 1 meninggal dunia, 2 sehat dan masih dirawat. Kita juga masuk menjadi kabupaten yang rendah resiko Covid-19 dari 136 kabupaten/kota lain di Indonesia,’’ kata Bupati Asip.
Bupati menambahkan, walaupun saat ini Kabupaten Pekalongan sudah masuk zona hijau dan menjadi salah satu dari 11 daerah di Provinsi Jawa Tengah yang diperkenankan memasuki era Normal Baru, masyarakat diharapkan bisa bekerjasama dengan pemerintah untuk bisa menjalankan semua program yang digunakan untuk kebaikan bersama supaya terhindar dari virus Covid-19.
‘’ Kabupaten Pekalongan saat ini sedang menuju masa New Normal, daerah yang sudah diperkenankan memasuki tahapan Normal Baru di Jawa Tengah itu ada 11 yang salah satunya adalah Kabupaten Pekalongan,’’
‘’ Yang terakhir, saya minta tolong kepada masyarakat semua, supaya dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk menjalankan semua program yang kaitanya menuju kemaslahatan bersama, termasuk masalah ini, karena pasar sudah kami buka , tempat wisata sudah kita buka yang jumlahnya ada 22 wisata di kabupaten.Tetapi protocol kesehatan tetap harus dijalankan," jelas Bupati Asip.
(Humas Kominfo)
Minggu, 14 Juni 2020