KAJEN – Menjelang berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan periode tahun 2016 – 2021, Inspektorat Provinsi Jawa Tengah melakukan pemeriksaan yang bertujuan untuk evaluasi penilaian kinerja dan memberi masukan bagi bupati terpilih dalam rangka menyusun RPJMD 2021-2026. Ada 3 aspek yang dinilai yaitu aspek kesejahteraan masyarakat, aspek daya saing daerah dan aspek pelayanan umum. Berdasarkan hasil penilaian tim inspektorat Provinsi Jawa Tengah, dari 3 aspek diatas maka nilai dari kinerja pelaksanaan RPJMD Kabupaten Pekalongan Tahun 2016-2021 adalah 87,91 dengan kategori baik.
Atas nilai yang didapat tersebut, Wakil bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti selaku kepala daerah dan wakil kepala daerah mengucapkan terima kasih kepada jajarannya yang telah melaksanakan tugas dengan baik. “Ini sebagai bahan dalam menyusun RPJMD tahun yang akan datang. Dan saya berharap kawan-kawan mendukung dan saya yakin sangat mendukung kepemimpinan bupati terpilih di 5 tahun yang akan datang,”ucap Arini saat memberikan sambutan dalam acara paparan hasil pemeriksaan AMJ Bupati /Wakil Bupati Pekalongan, Senin (05/04) siang di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
Diakui Arini, kesejahteraan masyarakat selama 2 tahun terakhir ini turun. Demikian juga layanan umum juga mengalami penurunan. Hal ini merupakan pengaruh adanya pandemi covid 19. “ 2 (dua) tahun ini kami memang sangat tertekan dengan adanya refocusing sehingga banyak kegiatan yang belum bisa kita laksanakan. Pertama tidak adanya anggaran sehingga kita tidak bisa melaksanakan. Kedua, mungkin ada kegiatan-kegiatan yang memang dilarang selama masa pandemic. Terutama kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kerumunan atau kontak langsung itu memang dianjurkan untuk tidak dilaksanakan. Karena kita focus bagaimana kita bisa mencegah penularan covid 19. Mudah-mudahan covid segera berlalu sehingga kita dapat melaksanakan tugas kembali dengan normal,” harapnya.
Senin, 5 April 2021
Dalam kesempatan itu Arini juga mengucapkan terimakasih kepada Inspektorat Jawa Tengah dan mengajak pihak terkait untuk melaksanakan saran dari Inspektur Jawa Tengah, terutama kepada Bappeda untuk mencermati dan merumuskan kembali kegiatan-kegiatan apakah masih relevan dengan visi misi bupati terpilih, kemudian memedomani norma standar. “ Saya ucapkan selamat bekerja, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas semoga untuk periode yang akan datang kinerja bapak/ibu sekalian bertambah baik sehingga apa yang kita capai ini dapat menjadi pertanggungjawaban kepada masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu Inspektur Jawa Tengah, Hendri Santosa.SE.,M.Si.,Ak.,CA.,CfrA.,CRP dalam paparan hasil pemeriksaan akhir masa jabatan bupati Pekalongan periode 2016 -2021 menyebut pemeriksaan berjalan dengan lancar dan sesuai jadwal. Tujuan dari pemeriksaan antara lain, pertama mengevaluasi target dan capaian kinerja bupati wakil bupati Pekalongan atas visi misi yang dituangkan dalam RPJMD 2016-2021. Kedua, memberikan penilaian kinerja atas pelaksanaan RPJMD dan ketiga memberikan bahan masukan kepada bupati wakil bupati terpilih dalam penyusunan RPJMD 2021-2026 atas keberhasilan dan kelemahan kinerja pelaksanaan RPJMD 2016-2021 serta kebijakan yang dinilai kurang tepat. Adapun sasaran, kinerja atas capaian RPJMD 2016-2021 dari indikator kinerja daerah yang meliputi aspek kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah dan aspek pelayanan umum. Secara total jumlah indikator kinerja daerah ada 164, dengan rincian 102 sudah tercapai, 59 belum tercapai, dan 3 belum tersedia datanya.
Acara Paparan Hasil Pemeriksaan AMJ Bupati Pekalongan juga dihadiri Penjabat( Pj) sekda Ir Bambang Irianto.,M.Si beserta para asisten dan staf ahli, inspektur kabupaten Pekalongan Drs Ali Riza.,M.Si, serta para kepala OPD terkait ( Ar-Kominfo)
KAJEN – Menjelang Paskah mendatang, Polres Pekalongan menggelar acara Rapat Koordinasi Dalam Rangka Peringatan Paskah Tahun 2021 yang bertempat di Mako Polres Pekalongan, pada hari ini, Rabu (31/3/2021). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj Arini Harimurti, Kapolres Pekalongan AKPB Darno, Kodim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, dan beberapa pihak terkait.
Dikatakan Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj Arini Harimurti saat memberikan sambutannya dalam rapat tersebut, bahwa Ia sangat mengapresiasi terselenggaranya acara Rapat Koordinasi Menjelang Paskah Tahun 2021, karena menurutnya dengan rapat tersebut diharapkan dapat memupuk rasa persaudaraan dan toleransi antar umat beragama di Kabupaten Pekalongan.
Arini juga mengatakan, dengan adanya peristiwa bom bunuh diri yang baru-baru ini terjadi di Gereja Katedral, Makasssar merupakan tindakan yang sangat dikecam oleh seluruh kalangan masyarakat. Karena menurutnya, tindakan tersebut tidak diajarkan dan tidak dibenarkan oleh agama manapun.
Untuk itu, Ia menyampaikan rasa turut prihatin atas terjadinya peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di Makassar dan berharap hal tersebut tidak akan pernah terjadi di Kabupaten Pekalongan. ‘’Peristiwa ini terjadi karena mereka memanfaatkan kelengahan kita. Untuk itu kita harus berkomitmen bahwa peristiwa yang terjadi di Makassar jangan sampai terjadi di Kabupaten Pekalongan,’’ ucap Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti.
Arini melanjutkan, peristiwa bom bunuh diri di Makassar kemarin harus disepakati bersama bahwa tindakan keji tersebut tidak mengatasnamakan agama manapun. Karena menurut beliau, tindakan tersebut ditujukan untuk memecah belah persatuan, menciptakan konflik dan ketakutan di kalangan semua agama terutama menjelang Paskah. ‘’Oleh karena itu, kita harus meningkatkan Sitkamtibmas di Kabupaten Pekalongan guna mengantisipasi serta mampu mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam sambutanya tersebut Arini juga berharap kepada Polri dan TNI serta pihak keamanan untuk terus meningkatkan deteksi dini dan dapat mencegah sedini mungkin hal-hal yang tidak diinginkan supaya Kabupaten Pekalongan bisa tetap terjaga kondusifitas dan keamanannya.
Beliau juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama serta tetap menggaungkan nilai-nilai toleransi antar umat beragama demi menciptakan kedamaian. ‘’Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten pekalongan untuk tetap tenang, tidak terprovokasi dan selalu menjaga kerukunan antar umat beragama,’’ ujarnya.(Lus-Kominfo)
Rabu, 31 Maret 2021
KAJEN - Pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung I Tahun Anggaran 2021 yang difokuskan di desa Kebonrowopucang kecamatan Karangdadap, hari ini, Rabu (31/03) dinyatakan selesai. Penutupan ditandai dengan penyerahan hasil kegiatan TMMD Sengkuyung I oleh Dandim 0710/Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan SH.,SIP kepada Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si. Penyerahan hasil kegiatan TMMD Sengkuyung I juga disaksikan ketua DPRD, unsur forkopimda, forkopimcam Karangdadap, Pj sekda beserta jajaran, para kepala OPD terkait serta para tokoh masyarakat.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Kodim 0710/Pekalongan serta seluruh masyarakat yang telah melaksanakan program TMMD Sengkuyung I. Ia menerangkan TMMD merupakan program yang sudah dirintis sejak lama yang sangat bermanfaat terutama untuk mengakselerasi pembangunan di desa dan meningkatkan fungsi social dalam masyarakat, karena itu hal yang sangat penting dalam rangka membantu tugas-tugas pemeritntah. “ TMMD di kabupaten Pekalongan Alhamdulilah selama ini berjalan sangat baik, dan paling penting adalah terjadi proses partisipasi masyarakat yang cukup mendukung. Ini yang perlu kita pertahankan. Soliditas TNI dan masyarakat menjadi barometer tersendiri dari keberhasilan TMMD disamping capaian-capaian secara fisik,” ungkapnya.
Dikatakan, TMMD Sengkuyung I selama 30 hari telah berhasil membangun jalan desa Kebonrowopucang dan Pagumenganmas sepanjang panjang 790 meter lebar 3 meter. Pembangunan jembatan dengan panjang 2 meter dan lebar 4 meter. Kemudian pembuatan bronjong sepanjang 25 meter dan tinggi 2,5 meter , serta gorong gorong . “ Ini tentu sangat bemanfaat untuk aksebilitas masyarakat baik menunjang kegiatan ekonomi, ibadah,sekolah dan kegiatan social lainnya,”paparnya. Oleh karena itu, Bupati menyampaikan juga bahwa TMMD akan terus dikembangkan dan menjangkau seluruh wilayah di kabupaten Pekalongan.
Selanjutnya Bupati berpesan kepada warga desa Kebonrowopucang dan Pagumenganmas, agar jembatan yang dibangun dengan pola TMMD yang merupakan hasil kerjasama TNI, pemerintah dan masyarakat dibantu Polri tersebut dirawat dan digunakan dengan sebaik-baiknya.
Sementara itu Dandim 0710/Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan SH.,SIP menyampaikan pihaknya telah melaksanaan sasaran pekerjaan pembangunan jembatan dan peningkatan jalan. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada pemkab yang sudah menfasilitasi pelaksanaan kegiatan TMMD Sengkuyung I tersebut dan kedepan pihaknya akan mencari sasaran yang benar-benar sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Pesan saya kepada masyarakat setelah selesai TMMD Sengkuyung I ini, semoga dapat bermanfaat untuk membantu jalur perekonomian masyarakat. Dan ke depan masyarakat juag dapat memelihara hasil pekerjaan yang telah selesai kita kerjakan, baik pembangunan jembatan maupun peningkatan jalan sepanjang 790 meter, “jelas Dandim
Ditambahkan pula pada saat pelaksanaan TMMD Sengkuyung I tidak ada kendala yang cukup berarti, karena sudah dilakukan perencanaan dan survey secara matang. Demikian pula target sesuai waktu yang ditetapkan.
Salah satu warga mewakili masyarakat desa Kebonrowopucang menyampaikan rasa bangga dan bahagia serta ucapan terimakasih kepada pemda kabupaten Pekalongan dan Kodim 0710/Pekalongan yang telah melaksanakan kegiatan TMMD Sengkuyung I di desanya. ” kami sangat merasakan manfaatnya dan terbantu. Mudah-mudahan ini semua dapat kami manfaatkan sebaik-baiknya,” ungkap perwakilan warga. (Ar-Kominfo)
Rabu, 31 Maret 2021
KAJEN - Pemkab Pekalongan hari ini Selasa (30/03/2021) melaksanakan agenda Musrenbang ( Musyawarah Rencana Pembangunan ) RKPD Kabupaten Pekalongan Tahun 2022. Acara ini dilangsungkan di aula lantai I setda, diikuti Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si, wakil bupati Ir. Arini Harimurti, unsur forkopimda, ketua/wakil ketua DPRD, Pj sekda beserta para asisten dan staf ahli serta para kepala OPD. Musrenbang RKPD Kabupaten Pekalongan juga diikuti 19 kecamatan secara virtual.
Mengawali sambutannya, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si memaparkan makna kesejahteraan seperti yang dimaksud dalam UU no. 11 tahun 2009 pasal 1 ayat 1 bahwa kesejahteraan adalah kondisi ideal manusia agar tercukupi kebutuhan lahir dan batin sehingga masyarakat bisa berkembang secara social dengan baik. Yang paling bertanggungjawab mewujudkan kesejahteraan menurut konstitusi adalah negara. Tentu negara tidak bisa sendirian, harus dibantu seluruh komponen masyarakat.
Dalam konteks lokal, menurut Bupati Asip, memaknai kesejahteraan tentu harus diupayakan secara cerdas, cermat dan terukur. Dalam konteks pemerintahan, hal itu dituangkan dalam setiap rencana kerja pemerintah daerah.
“Alhamdulilah saya dan Bu Wakil, memimpin kabupaten Pekalongan dengan segala kekurangan dan kelebihan, sudah mulai menampakkan nilai-nilai kesejahteraan yang setidaknya bisa kita ukur melalui pendekatan statistic,”ujarnya
Indikatornya antara lain angka pertumbuhan ekonomi kabupaten Pekalongan sebelum covid 19 cukup tinggi (melebihi Jateng dan nasional), penurunan angka kemiskinan dari double digit ke single digit, kemudian perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta bagaimana pemkab menjaga inflasi. Di bidang infrastruktur yang menjadi tolak ukur kesejahteraan masyarakat secara umum, juga berkembang dengan baik. “ Alhamdulilah sampai tahun 2020 ini, kondisi jalan kita sudah 93 %. Di bidang kesehatan, yang merupakan sarana pokok untuk bisa mengukur kesejahteraan masyarakat kabupaten Pekalongan, coverage kita terhadap kepesertaan kartu kesehatan sudah 82% dari penduduk kabupaten Pekalongan. Di bidang Pendidikan, kualitas pendidikan kita berjalan ke arah lebih baik,”paparnya.
Tidak hanya itu,dikatakan pula bahwa masyarakat membutuhkan hal lain. “ Pada 5 tahun terakhir, pemerintahan kami membangun Infrastruktur ekonomi dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan pendapatan rasio bruto(PRB). Income perkapita kita naik signifikan dari 20 juta per tahun per kapita, naik menjadi 25 juta,” tandasnya
Selain itu, masyarakat juga didorong untuk berpartisipasi. “Alhamdulilah selama 5 tahun ini tidak ada gejolak. Partisipasi public kita buka. Demokratisasi kita berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Selanjutnya Bupati juga menekankan hal lain yang perlu dicatat, yakni pada tahun 2022 nanti kawasan industi atau lokasi berdirinya industry sesuai dengan Perda yang baru, akan segera efektif. “ Hari ini sudah ada beberapa pelaku industry yang sedang menanamkan modal di kabupaten Pekalongan. Saya meyakini ini bisa menurunkan tingkat pengangguran terbuka. Kita juga telah berhasil mengakselerasi, menfasilitasi, melakukan regulasi yang menghadirkan setidaknya 5 atau 8 Perguruan Tinggi baru, sehingga secara ekonomi juga menghadirkan kutub pertumbuhan ekonomi baru,”ungkapnya.
Bupati juga berharap secara teknokratif musrembang akan menghantarkan transisi pemerintahan pada bulan Juni nanti.
Sementara itu wakil bupati Pekalongan Ir Arini Harimurti mengajak semua peserta musrenbang mendukung pemerintahan yang baru nanti. ” Saya juga ingin menyampaikan bahwa pendanaan kita sangat terbatas. Sedangkan saat ini adalah masa transisi. Oleh karena itu dalam musrenbang kali ini, selain memadukan program, juga saya harapkan sebagai forum untuk menyatukan pemahaman dan pengertian kita bersama. Banyak sekali kegiatan-kegiatan yang ingin kita lakukan namun tentu saja kita harus pandai dalam menentukan skala prioritas. Dan setelah itu kita harus focus. Saya ucapkan selamat bekerja kepada kawan-kawan,manfaatkan ancaman sebagai peluang,”pesan Arini.(Ar-Kominfo)
Selasa, 30 Maret 2021
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Baznas Kabupaten Pekalongan memberikan bantuan secara simbolis bagi korban bencana puting beliung yang menimpa sejumlah warga di Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi dan korban pohon tumbang di wilayah Kelurahan Kedungwuni Barat, pada hari ini, Senin (29/3/2021) yang bertempat di Ruang kerja Bupati Pekalongan.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi,SH.M.Si.,dan perwakilan dari Baznas yaitu saudara Mahrus dengan total bantuan yang diberikan yaitu 35 juta rupiah bagi 35 korban yang tertimpa musibah puting beliung di Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi, dan 10 juta rupiah bagi empat warga yang kiosnya tertimpa musibah pohon tumbang di Kelurahan Kedungwuni Barat.
‘’ Saya kira kerjasama yang semacam inilah yang akan terus ditingkatkan sehingga bisa meringankan beban warga Kabupaten Pekalongan khususnya yang tertimpa musibah apalagi yang seperti musim banjir kemarin,’’ kata Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi.
Selain itu, Bupati Asip Kholbihi juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh warga Kabupaten Pekalongan yang selama kurun waktu belakangan ini telah ikut memberikan bantuan, atensi dan doa kepada korban yang mengalami musibah bencana alam di Kabupaten Pekalongan.
‘’Pada kesempatan yang baik ini saya sekaligus mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan yang telah ikut membantu saudara-saudara kita yang beberapa waktu lalu mengalami musibah bencana alam,’’ ujarnya.
Selain itu, dalam kesempatan yang sama, mewakili Baznas Kabupaten Pekalongan Mahruz mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan bersama Pemkab Pekalongan kepada 35 orang korban bencana alam puting beliung di Desa Kalijambe berupa uang sejumlah 35 juta rupiah dan 4 orang korban pohon tumbang di Kelurahan Kedungwuni Barat berupa uang tunai sejumlah 10 juta rupiah.
‘’Kali ini kami salurkan 35 juta bagi 35 orang korban bencana alam puting beliung di Desa Kalijambe dan 10 juta bagi 4 warga yang kiosnya terkena pohon tumbang di Kelurahan Kedungwuni Barat,’’ ungkap Mahruz.
Senin, 29 Maret 2021
KAJEN – Bertempat di aula lantai I Setda kabupaten Pekalongan, Minggu (28/03) digelar rapat anggota tahunan Koperasi Konsumen Umat Rejaning Karyo. Koperasi ini lahir pada tanggal 10 November tahun 2020. Rapat anggota tahunan dihadiri oleh Sekretaris Menteri Koperasi dan UMKM RI Ir. Arif Rahman Hakim MS didampingi pejabat deputi perkoperasian, KH Ali Mashadi dari Mojokerto selaku wakil Rois Am Jatman, KH Ir, Aman Subagyo, Kolonel KH Hasbullah Ahmad , Ibu Wulan selaku Bendahara koperasi Konsumen umat rejaning karyo,Kadis Perindagkop UMKM Ir Hurip Budi Riyantini serta ketua DPRD Hj. Dra Hindun MH. Rapat anggota tahunan koperasi juga diikuti oleh pengurus dan anggota di seluruh Indonesia secara virtual, antara lain KH Khaerul Anwar (Kaltim),KH Yusuf Abdul Qodir (Bandung), KH Khaerul Murtazam (Madura), KH Hidayatullah (Pasuruan) dan dari beberapa daerah lainnya.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si selaku ketua koperasi sekaligus tuan rumah menyampaikan rapat anggota tahunan koperasi umat rejaning karyo digelar dalam rangka ikhtiar mengemban tugas yang mulia dari Maulana Habib Luthfi, yang sebagai guru beliau tidak hanya memberikan pencerahan secara spiritual tetapi juga memberikan penguatan nilai-nilai kebangsaan sekaligus yang ditopang dengan bagaimana memperkuat ekonomi masyarakat. “ Karena penguatan ekonomi adalah bagian penting dari penguatan nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu, ikhtiar mulia beliau harus kita implementasikan dalam bentuk yang lebih konkret/nyata,” ungkap bupati
Menurutnya, salah satu bentuk yang dipilih adalah koperasi, yang diberi nama ‘Umat Rejaning Karyo’ dengan maksud agar ketika umat bekerja dengan keras dan halal,melalui institusi koperasi ini, maka diharapkan menjadi orang yang rejo ( gambaran dari situasi yang nyaman, terpenuhi kebutuhan spiritual/batiniah sekaligus jasmaniah). “Inilah yang menjadi misi utama, oleh karena itu kepada seluruh pengurus dan anggota, monggo kita bersama sama membesarkan koperasi ini,” pintanya.
Dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada kementerian koperasi dan UMKM RI yang sudah memberikan dukungan yang luar biasa melalui perijinan dan penguatan-penguatan kelembagaan di koperasi tersebut. “ Walaupun kami sadar masih banyak yang harus dikerjakan karena koperasi ini baru seumur jagung. Tapi InsyaAlloh kalau melihat semangat kawan-kawan dari seluruh Indonesia, saya meyakini bahwa sesuai dengan amanat Beliau, koperasi ini kelak akan menjadi salah satu koperasi yang besar. Besar tidak hanya sec ara kuantitas tetapi juga memberikan manfaat untuk seluruh rakyat,”tegasnya.
Sekretaris Menteri Koperasi dan UMKM RI Ir Arif Rahman Hakim MS dalam sambutannya menyampaikan bahwa di Kementrian Koperasi dan UMKM sudah melakukan penyesuaian organisasi agar bisa melaksanakan mandat PP no.7 tahun 2021 tentang kemudahan perlindungan dan pemberdayaan koperasi dan usaha kecil menengah. Ada 4 deputi yang membidangi perkoperasian. Tema besar yang diusung adalah mewujudkan koperasi modern. “ Mudah-mudahan nanti di Pekalongan ada koperasi yang bisa mengikuti kegiatan percontohan menjadi koperasi modern dan tahun depan mudah-mudahan koperasi umat rejaning karyo sudah menjadi koperasi yang besar,”ucap Arif.
Di dalam mengusung mandat PP no.7 tahun 2021, lanjutnya, ada kegiatan-kegiatan prioritas yang diharapkan nanti bisa bersinergi dengan kegiatan koperasi konsumen umat rejaning karyo dalam rencana kerja ke depan. “Yang pertama, kegiatan untuk penanggungan biaya pembinaan dan pendampingan usaha mikro dalam perijinan juga dalam bantuan hukum. Ini ada di deputi usaha mikro. Yang kedua, kegiatan infrastruktur public untuk tempat pengembangan usaha dan promosi UMKM. Tentu koperasi kita ini juga bisa turut andil di dalam mendampingi anggota-anggotanya supaya bisa mengakses infrastruktur public baik di rest area jalan tol, stasiun, bandara,”jelasnya. Kemudian yang ketiga adalah kebijakan implementasi alokasi 40 % belanja pengadaan barang jasa pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemda, bagi produk-produk usaha mikro dan usaha kecil.
Selanjutnya Arif Rahman menyampaikan apresiasi kepada koperasi konsumen umat rejaning karyo dan ia berharap dalam waktu yang tidak lama akan bisa menjadi koperasi ysng kuat, berdaya saing, mampu membawa kesejahteraan para anggotanya.
Sementara itu KH Ali Mashadi selaku penasehat koperasi umat rejaning karyo berpesan lewat koperasi tersebut kita bangun 2 (dua) tugas amanat dari lagu kebangsaan Indonesia (Bangunlah jiwanya). “ Kita membangun jiwa manusia supaya jadi baik sehingga nanti kehidupannya akan berakhlakul karimah. Dan juga kita tak ketinggalan bangunlah badannya.” tuturnya. (Ar-Kominfo)
Minggu, 28 Maret 2021
KAJEN - Arus keutamaan gender sebagai strategi pembangunan sudah menjadi komitmen Pemkab Pekalongan hingga pemkab Pekalongan layak memperoleh penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE). Secara spesifik pemkab punya program kalau negara ini ingin baik maka kita harus meraih wanitanya dulu, begitupun sebaliknya kalau tidak ingin negara ini baik maka buatlah wanitanya tidak baik. “Dalam termonologi Arab dijelaskan bahwa perempuan adalah tiang negara, kalau perempuannya baik maka negaranya juga baik, kalau perempuannya rusak maka negaranya juga rusak dan tidak sehat.” Jelas Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam acara verifikasi lapangan APE di Kajen, Selasa (23/3/2021).
Pemkab sebagai penyelenggara telah berdayakan perempuan.Hal tersebut diimplementasikan dan kontekstualisasikan dalam bentuk mengelaborasi Inpres nomor 9 tahun 2000 yang menyatakan bahwa pemerintah daerah dalam seluruh proses penyusunan anggaran harus mengintegrasikan isu-isu gender didalam pembangunan daerah dan ini dilakukan dengan sadar dengan pendekatan spiritual.
D idalam RPJMD Kabupaten pekalongan tahun 2016-2021 juga tertuang komitmen pemerintah untuk mengarusutamakan gender terutama pada misi pemkab yang kedua yaitu mewujudkan rasa aman dan adil kepada seluruh masyarakat.
Kemudian secara kompresional ini ditindaklanjuti program-program UPT dan stakeholder terkait dalam bentuk penyusunan kebijakan, di dalam proses kebijakanpun kaum perempuan ini bisa dilibatkan. Kemudian di dalam program perencanaan dilibatkan anggaran dan pelaksanaannya karena sesuai dengan peraturan Bupati nomer 41 tahun 2013 tentang panduan teknis pengutamaan pengarus utamaan genjer pada perangkat daerah di Kabupaten Pekalongan.
Hal ini membawa dampak positif terutama dalam pembangunan keutamaan gender di kabupaten Pekalongan yang tahun 2018 lumayan bagus. Pada 2018 mencapai 92,87 pada tahun 2019 92,58 tahun 2020 92,48, angka ini lebih tinggi dari capaian provinsi Jawa Tengan, yang mana pada tahun 2018 masih 91,95 kemudian 2019 1,89, dan 2020 92,18 ini dilihat dari kompesit IP 2020, angka harapan hidup perempuan lebih tinggi dari laki-laki. Kemudian komponen pendidikan, harapan sekolah perempuan sudah mencapai 12,98 tahun sedangkan laki-laki hanya mencapai 12,09 tahun. (Red)
Selasa, 23 Maret 2021
KAJEN – Pemkab Pekalongan melaksanakan kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan pada hari ini, Selasa (23/3/2021) yang berlangsung di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Menurut Bupati Asip, acara pelantikan Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan ini sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018,yang menyatakan bahwa masa jabatan Penjabat Sekretaris Daerah dalam melaksanakan tugas Sekretaris Daerah selama 3 bulan terhitung sejak hari ini, tanggal pelantikan.Dan menurut Bupati Asip, selama masa tiga bulan Setda Definitif dari hasil seleksi terbuka belum dapat diangkat, maka Gubernur Jawa Tengah kembali menunjuk Penjabat Sekretaris Daerah untuk tiga bulan ke depan. ‘’ Saya mohon nanti yang normatif-normatif begini segera dapat diselesaikan,’’ kata Bupati Asip Kholbihi.
Bupati melanjutkan, bahwa menurutnya ini juga mengelaborasi dari Ketetapan Bupati Nomor 821.2/207/2021 Tanggal 22 Maret 2021 Tentang Pengangkatan Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan yang telah memperoleh persetujuan dari gubernur Jawa Tengah sebagaimana tertuang dalam Surat Gubernur Jawa Tengah Nomor 821/58 Tanggal 19 Maret 2021 Tentang Persetujuan Perpanjangan Masa Jabatan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan. ‘’Untuk itu dalam kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan selamat bertugas Penjabat Sekda Kabupaten Pekalongan semoga diberi kekuatan lahir batin dalam menjalankan tugas sebaik-baiknya,’’ ucapnya.
Selain itu, Bupati Asip juga mengatakan bahwa ada tugas pokok dan fungsi Sekda sesuai mandat Pak Gubernur Jawa Tengah yang tertuang dalam Surat Rekomendasi Perpanjangan Masa Jabatan Penjabat Sekda Kabupaten Pekalongan, bahwa Penjabat Sekda yang sekarang ini dilantik untuk segera melakukan seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah setelah mendapatkan persetujuan dari Mentri Dalam Negeri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Selanjutnya, Bupati Asip menambahkan bahwa dalam situasi seperti sekarang ini harus terus-menerus melakukan upaya untuk mematuhi protocol kesehatan agar tingkat penularan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan ini bisa tetap kita kendalikan. ‘’ Kemudian masih ada program yang terkait erat dengan persoalan persoalan pandemic ini yaitu kegiatan vaksinasi sesuai dengan yang direncanakan,’’ jelasnya.
Dan menurut Bupati Asip, yang paling penting pada masa saat ini ada beberapa hal yang perlu dicermati. Karena menurutnya, di bulan Maret ini merupakan masa-masa transisi, sehingga Ia berharap persiapan transisi ASN Birokrasi itu harus professional, harus membaca betul alur regulasi yang setiap saat bisa berubah.
‘’Saya titip lagi untuk mengakselerasi Perpres Nomor 79 Tahun 2019 kita mendapat doping anggaran dari APBN sebesar 3,5 triliun antara lain untuk membangun Pasar Wiradesa yang masih dilakukan, kemudian untuk fly over dan program-program lain,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Selasa, 23 Maret 2021
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menghadiri Semaan Al Qur’an dan Doa Bersama dalam rangka Haul Almaghfurlah KH Moeslim Rifa’i Imampuro (Mbah Lim) ke-9 di Pondok Pesantren Al Muttaqien Pancasila Sakti, Doro Kabupaten Pekalongan pada Kamis (18/03) malam. Di hadapan para santri dan tamu undangan, Bupati menuturkan kisah sosok pendiri yayasan Al Muttaqien Pancasila Sakti KH Moeslim Rifa’i Imampuro atau biasa akrab dipanggil Mbah Lim. Mbah Lim merupakan figur orang shaleh. Beliau memandang manusia dengan pandangan kasih sayang sehingga figurnya dikenal seluruh masyarakat khususnya warga Nahdhiyin.
Dalam sambutannya Bupati menerangkan tentang dua hal yang perlu dipedomani dari peringatan haul tersebut. “Pertama adalah kita meniru tindak tanduk orang sholeh walau sedikit. Karena meniru tindakan orang shaleh yang tujuannya teladan bagi kita adalah ibadah. Seperti pada malam ini kita mengungkit, mengungkap sekelumit tentang manakibnya almaghfurlah Mbah Lim ini. Slogan/jargon Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati, setahu saya, awalnya beliau yang mencetuskan. Awal tahun 2000 beliau sudah mengibarkan NKRI harga mati. Biasanya dalam surat-surat yang beliau kirim juga dibawahnya tertulis NKRI harga mati, “tutur Bupati.
Tujuan kedua, lanjut Bupati Asip, kita juga setidak-tidaknya harus menjalankan apa yang menjadi nasehat dan ‘obsesi’ atau cita cita besar beliau. “ yang saya cermati dalam setiap tulisan maupun ucapan beliau, itu tidak lain agar kita semua sebagai warga negara, khususnya warga kabupaten Pekalongan, mencintai tanah air, menjaga NKRI dan Pancasila,” kenangnya.
Lebih lanjut dipaparkan Bupati bahwa sejak Mbah Lim wafat, yang terjadi adalah Pancasila digugat, NKRI terancam, bahkan Islam mendapat tantangan yang begitu besar dari aliran-aliran radikalisme. Tapi jauh sebelum itu beliau sudah menyampaikan kaidah-kaidah dan terus menerus mengkampanyekan tentang Pancasila, NKRI harga mati dan tanah air. “ Pokoknya konsep ‘hubbul wathon minal iman’ sudah jauh beliau sosialisasikan, sebarkan semangat ini kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tandasnya.
Oleh karena itu melalui kesempatan haul tersebut Bupati Asip mengajak para santri berdoa untuk Mbah Lim atas jasa-jasanya menyadarkan kita sebagai masyarakat, santri,sebagai bangsa Indonesia agar tetap istiqomah untuk berpegang pada Islam ala Ahlussunah Waljamaah, kemudian mempertahankan dasar Negara Pancasila serta mencintai dan mempertahankan NKRI harga mati. (Ar-Kominfo)
Kamis, 18 Maret 2021