KAJEN – Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan acara Lepas Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan yang lama dan yang baru pada pagi ini, Selasa (23/2/2021) yang bertempat di Rumah Dinas Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan.
Acara lepas sambut tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi,SH.M.Si, Wakil Bupati Pekalongan Ir.Arini Harimurti, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj Hindun, MH., Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan dan pimpinan unsur Forkopimda lainnya.
Jabatan Ketua Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan resmi dijabat oleh Abun Hasbullah Syambas, S.H., M.Si yang menggantikan Ketua Kajari sebelumnya yaitu Mardani, S.H.
Dalam acara tersebut, Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si., menyampaikan ucapan selamat jalan dan terimakasih kepada Kepala Kajari yang lama yaitu saudara Mardani, SH., yang menurut Bupati Asip, beliau telah bekerjasama dengan sangat baik untuk bersama-sama mengawal jalannya pembangunan Kabupaten Pekalongan.
‘’ Tentu tidak ada kata lain, kecuali ucapan terimakasih. Kemudian jadikan kenangan yang baik Kabupaten Pekalongan di Kajen ini,’’ ucapnya.
Kemudian yang lebih penting lagi, lanjut Bupati Asip, Ia berharap pelajaran yang selama ini dialami bersama dan berinteraksi dalam konteks menjalankan tugas pokok dan fungsi sebagai penyelenggara pemerintahan, dapat dijadikan sebagai bekal Kejari yang lama dalam menjalankan tugas lebih baik lagi di tempat yang baru.
‘’ Kepada Pak Mardani, sekali lagi saya juga mendoakan semoga di tempat yang baru beliau juga bisa membangun kerjasama yang baik dengan pemerintah daerah apalagi di tanah kelahirannya di Aceh,’’ ungkapnya.
Dan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan yang baru, yaitu saudara Abun Hasbullah Syambas, SH.M.Si., Bupati Asip menyampaikan ucapan selamat datang dan harapanya kepada beliau supaya bisa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan unsur Forkopimda lainnya, untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang lebih baik lagi.
‘’Saya kira apabila kita melakukan kerjasama dengan baik dan didasari dengan saling menghargai tugas pokok dan fungsi masing-masing maka hasilnya pun akan baik pula,’’ jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan yang baru Abun Hasbullah Syambas, SH.M.Si., mengatakan dalam sambutannya bahwa Ia siap bersinergi Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan unsur forkopimda lain mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang lebih baik.
Abun Hasbullah Syambas juga meminta rekan-rekannya yang ada di Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, untuk bersama-sama membangun Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan dengan penuh kekompakan dan kekeluargaan.
‘’ Tidak ada yang bisa kita selesaikan tanpa kita bersama-sama. Jadi saya mohon bantuan dan kerjasamanya,’’ ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan yang lama Mardani,SH., mengatakan bahwa selama kurang lebih satu tahun dirinya menjabat, telah banyak mengenal dan bekerjasama dengan para unsur Forkopimda lain. Dan Ia berharap hubungan baik dan silaturahmi yang selama ini terjalin tidak putus.
Selain itu, Ia juga berharap hubungan koordinasi antar lembaga saat ini yang sudah berjalan dengan sangat baik dapat berlanjut. Dan tidak lupa, Ia juga mengucapkan permohonan maaf kepada para pimpinan forkopimda dan staf di Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan apabila selama menjabat di Kabupaten Pekalongan ada kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja.
‘’ Saya pada kesempatan ini tentunya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan, saya mohon maaf yang sedalam-dalamnya apabila ada hal-hal yang kurang berkenan utamanya pada staf saya,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Selasa, 23 Februari 2021
KAJEN - Pelaksanaan vaksinasi Covid 19 Tahap 2 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan hari ini, Selasa (23/02) dimulai. Vaksinasi yang disediakan sebanyak 500 dosis dan dilangsungkan di aula lantai I gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan.
Untuk Sekretariat Daerah, vaksinasi diberikan kepada 350 orang terdiri Pj Sekda beserta jajarannya. para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para Camat. Selain itu wartawan dan anggota DPRD juga mendapat jadwal vaksinasi hari ini.
“ Jumlahnya sekitar 350 orang ditambah 700 orang yang hari ini dilakukan vaksinasi di Polri. Tapi di Polri nanti bertahap, hari ni mungkin 120 dulu,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro SKM di aula lantai I setda.
KAJEN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan melaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda Pelantikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan masa jabatan 2019-2024. Jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan resmi diduduki oleh Sumar Rosul, S.IP dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) yang menggantikan H.Riswadi, SH yang telah mengundurkan diri karena mengikuti gelaran Pilkada Serentak Tahun 2020 lalu.
Sumar Rosul, S.IP dilantik secara resmi pada hari ini, Senin (22/2/2021) di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Pekalongan oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj Hindun, MH.,
Dalam Rapat Paripurna tersebut Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj Arini Harimurti menyampaikan harapannya dalam sambutan, bahwa dengan diangkatnya pimpinan DPRD yang baru dapat meningkatkan kerjasama di antara pemerintah daerah dan lembaga DPRD, khususnya dalam menyikapi pandemic Covid-19 dan juga banjir, yang mana menurutnya, banyak kegiatan khususnya dalam penganggaran yang harus ditata ulang.
KAJEN – Dalam rangka menwujudkan wilayah Kabupaten Pekalongan yang bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), Polres Pekalongan bersama Pemkab menggelar Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), yang berlangsung di Polres Pekalongan, Senin (22/02) pagi.
Penjabat (Pj) Sekda Ir. Bambang Irianto M.Si dalam sambutannya mewakili Bupati Pekalongan mengatakan zona integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah, yang pimpinan sampai jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi khususnya dalam pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan public.
Cita-cita pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) merupakan upaya meningkatkan kinerja tidak hanya di lingkup reformasi birokrasi, akan tetapi menurut Pj Sekda, hal itu sudah menjadi keharusan yang utamanya adalah untuk memenuhi harapan dan aspirasi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan.
KAJEN - Hampir dua minggu banjir yang melanda di wilayah Kabupaten Pekalongan belum surut. Pemkab mencari solusi terhadap masalah banjir yang menggenangi hampir seluruh kecamatan Wonokerto, mulai dari Pesanggrahan, Kelurahan Bener Kecamatan Wiredesa, sampai masuk wilayah Depok kecamatan Siwalan, antara lain adalah berkaitan dengan revitalisasi Sungai Mrican.
Solusi jangka pendek yang dilakukan untuk penanggulangan banjir yang ada di kecamatan Wonokerto adalah dengan membuka pintu, memperlebar arus di muara sungai Mrican. Sedangkan untuk kecamatan Tirto adalah dengan mengaktifkan pompa-pompa. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si saat kunjungan kerja tinjauan banjir, dapur umum dan tanggul, Sabtu (20/02) malam di Wonokerto.
“Setelah ketinggian air di desa-desa sekitar sungai Mrican ini debitnya sudah tinggi,tadi sore langsung kita koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) agar muara sungai mrican diperlebar karena kita tahu bahwa di Sungai Mrican sedang ada pengerjaan pintu, buka tutup pintu untuk mengatasi persoalan rob,”ungkap Bupati
KAJEN - Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Taj Yasin didampingi Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si meninjau lokasi banjir Desa Pesanggrahan Kecamatan Wonokerto , Kamis (18/02) sore. Rombongan Wagub dan Bupati didampingi pula Penjabat Sekda (Pj) Ir. Bambang Irianto M.Si, Kepala Dinas Sosial Rahmawati dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Rahardjo, juga meninjau lokasi dapur umum dan pengungsian yang berada di Masjid Babussalam kelurahan Bener. Selain itu meninjau pula lokasi dapur umum dan pondok pesantren Faidlul Qodir Desa Pesanggrahan.
Dalam tinjauannya Wagub menjelaskan penanganan persoalan rob yang dulu dikeluhkan warga Wonokerto telah selesai. Namun ternyata penanggulangan rob berdampak banjir. “ Penanggulangan rob sudah selesai ternyata penanggulangan rob itu dampaknya dengan banjir sehingga kita memang masih ada tahap pembangunan untuk pembuangan air. Jadi nanti ada penyedotan air untuk dibuang ke laut, “terang Gus Taj Yasin
Gus Taj Yasin menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab. “Sekarang ada beberapa tanggul yang kita bongkar dulu biar air ke sungai karena disini datarannya lebih tinggi sebenarnya, tinggal kita nanti perbesar pompanya,”paparnya. Dikatakan pula saat ini pompanya ada yang belum jadi sehingga kemungkinan pengerjaannya dikebut untuk penanggulangan banjirnya.
KAJEN – Musibah banjir yang belum juga reda di sebagian wilayah Kabupaten Pekalongan menyebabkan lonjakan jumlah pengungsi per hari ini Rabu (17/2) yang mencapai dua ribu orang. Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si, dalam kesempatannya saat mengunjungi korban banjir di Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto, pada hari ini, Rabu (17/2/2021).
‘’ Sekarang jumlah pengungsi mencapai dua ribu orang, dan wilayah yang terdampak paling parah ada di Kecamatan Wonokerto, sebagian wilayah Tirto dan sebagian wilayah Wiradesa,’’ ungak Bupati Asip.
Ia mengatakan, bahwa lonjakan jumlah pengungsi korban banjir ini disebabkan oleh debit air yang semakin bertambah dan curah hujan yang masih sangat tinggi. Untuk itu Ia menuturkan bahwa pihaknya akan menambah jumah pos-pos pengungsian untuk dapat menampung para korban banjir.
KAJEN – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si hari ini Rabu (17/02) meninjau pembangunan jembatan Rembun kecamatan Siwalan yang beberapa hari lalu amblas. Dari hasil tinjauannya, Gubernur Ganjar menilai cara kerja dan manajemen pengerjaan pembangunan jembatan sudah bagus sehingga tidak menutup kemungkinan target penyelesaiannya bisa maju. Menurutnya, patahnya jembatan karena overload tersebut perlu ada koordinasi dari pusat, baik Kementerian PUPR maupun Kementerian Perhubungan.
“ Mudah-mudahan pekerjaan jauh bisa lebih cepat, tinggal kedepan setelah kita lihat jembatannya patah karena overload , sehingga ini perlu koordinasi baik dari Kementerian PUPR , juga Perhubungan agar kita segera mengambil keputusan terkait dengan overload over dimensi, terkait dengan truk-truk yang overload, “jelas Ganjar.
Ganjar juga mengatakan bahwa dirinya telah mengusulkan pilihan agar kendaraan yang mengangkut beban berat pilih jalur laut atau kereta api sehingga jalan relatif tidak terlalu berat dan juga aman.
KAJEN – Untuk mengetahui sejauhmana pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si bersama unsur Muspida diantaranya wakil bupati Ir Arini Harimurti, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres serta Kajari melakukan checking langsung ke Desa Tanjungsari Kecamatan Kajen, Desa Watugajah kecamatan Kesesi dan Desa Yosorejo kecamatan Siwalan, hari ini Selasa (16/02) pagi.
Selain untuk mengetahui bagaimana implementasi dari PPKM mikro, juga untuk mengevaluasi kendala dari aspek puratif maupun aspek preventifnya. “Alhamdulilah yang di desa Tanjungsari kecamatan Kajen ini sudah ada hasil yang baik. Alat, analisanya, bahannya, datanya cukup. Kemudian preventif dan puratifnya juga kita siapkan,” tutur Bupati saat meninjau posko PPKM mikro Covid19 Desa Tanjungsari Kajen.
Kalau pelaksanaan PPKM Mikro ini efektif, Bupati meyakini bahwa penyebaran covid 19 di kabupaten Pekalongan trennya akan turun utamanya pada bulan Februari.
Selasa, 23 Februari 2021
‘’ Sebagaimana kita ketahui bahwa Covid-19 masih belum selesai, oleh karena itu perlu penyikapan khusus dari kita semua,’’ ungkapnya.
Dan telah diketahui bersama, lanjut Arini, bahwa terdapat refocusing pada sector kesehatan, dimana sector kesehatan ini ada refocusing untuk vaksinasi dan juga untuk insentif tenaga kesehatan yang sebelumnya menjadi beban pusat dan sekarang ini menjadi beban daerah. Ditambah lagi, menurut Arini, baru saja ada perubahan struktur APBD yaitu adanya pengurangan dana transfer DAU yang mungkin sekitar 3 %, belum lagi memikirkan defisit tahun kemarin.
Tentu saja hal tersebut, ungkap Arini, akan berdampak pada program yang telah disusun, baik program yang berasal dari masyarakat melalui Eksekutif maupun program yang berasal dari masyarakat melalui Legislatif .
‘’ Tentu saja saya mengharapkan kita harus menyadari bahwa sumber pembiayaan Kabupaten Pekalongan sangat terbatas, dan tanpa pemahaman bersama tentu saja akan mengalami kendala di dalam menentukan skala prioritas pembangunan,’’ jelasnya.
Sementara dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj Hindun, MH., mengatakan bahwa pengucapan sumpah janji Wakil DPRD Kabupaten Pekalongan masa jabatan 2019-2024 dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dilalui sesuai dengan mekanisme peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Untuk itu, Ia mengucapkan selamat kepada Sumar Rosul, S.IP sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan yang baru. Dan Ia berharap agar momentum hari ini dijadikan sebagai makna tersendiri bagi Sumar Rosul untuk waktu kurang lebih 3 tahun kedepan, supaya pelaksanaan tugas pokok fungsinya, yaitu sebagai mitra dan unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah, mudah-mudahan bisa dilaksanakan dengan baik.
‘’Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada saudara Sumar Rosul, S.IP yang telah resmi dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan yang baru,’’ ucapnya.
Selain itu, Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan UU No.27 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana, sebagai wakil rakyat Ia mengajak seluruh anggotanya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dan semangat gotong royong, kesetiakawanan, dan kedermawanan guna menangani permasalahan banjir di daerah pantura yang hampir seluruh wilayah di kecamatan yang ada di pantura terkena banjir pada saat ini.
‘’ Oleh karena itu marilah kita bersama-sama merumuskan regulasi bersama dalam rangka penanganan penanggulangan bencana agar terencana, terpadu dan terkoordinasi serta menyeluruh,’’ jelasnya.
Ia melanjutkan, selain persoalan banjir dan pandemic Covid-19 yang saat ini masih terjadi di Kabupaten Pekalongan, ada persoalan baru yang tengah di alami oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan. Dimana menurutnya persoalan tersebut adalah adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg yang biasa digunakan oleh masyarakat. Dan tentu saja,ucapnya, persoalan kelangkaan gas elpiji ini harus segera diatasi bersama.
‘’ Ini pemerintah daerah harus memperhatikan persoalan itu sehingga permasalahan yang ada di masyarakat utamanya dalam kelangkaan gas pada akhir-akhir ini bisa diatasi dengan baik,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 22 Februari 2021
“Tanpa komitmen dan keinginan yang kuat dari seluruh stakeholder untuk mengembalikan martabat serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah , keadilan yang menjadi dambaan public kita saat ini akan sulit dicapai, “ucap Pj Sekda.
Dikatakan, penerapan zona wilayah bebas korupsi (WBK) ini diawali dengan zona integritas,adalah salah satu formulasi yang tepat untuk bersama-sama mengembalikan dan meningkatkan wibawa serta citra pemerintah. Dan dengan pencanangan zona WBK pelaksanaan reformasi birokrasi secara sungguh-sungguh dan konsisten diyakini akan mampu menghadirkan pemerintahan yang bersih.
“Terakhir kami mengingatkan kepada seluruh stakeholder untuk mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) tidak hanya di Polres Pekalongan namun di seluruh lingkungan Pekmab sehingga terwujud kabupaten Pekalongan yang bersih dan melayani, “pintanya
Sementara itu Kapolres Pekalongan AKBP Darno SH.,SIK dalam sambutannya mengungkapkan deklarasi pencanangan Zona Integritas menuju zona Wilayah Bebas Korupsi(WBK ) ini merupakan langkah awal dalam rangka implementasi dan komitmen yang kuat untuk wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani.
Kapolres juga memohon doa restu dan dukungan dari semua pihak untuk mendapat predikat wilayah bebas dari korupsi (WBK).
“ Saya berharap agar para anggota terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas AKBP Darno.
Tampak hadir dalam acara Pencanangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Polres Pekalongan, antara lain Dandim 0710/Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan SH.,SIP, Wakil Ketua DPRD Catur Andriansah S.Pd, serta perwakilan dari Pengadilan Negeri dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan. (Ar-Kominfo)
Senin, 22 Februari 2021
Ketika pintu menggenangi seluruh wilayah hampir se- kecamatan Wonokerto, maka pekerjaan-pekerjaan pendahuluan untuk pembuatan pintu terpaksa dibenahi lagi yaitu dengan cara sementara merobohkan bangunan-bangunan yang sudah terpasang, namun khusus di muara pintu sungai Mrican.
Dengan demikian, menurut Bupati kalau malam ini bisa dibuka, genangan air yang ada di kecamatan Wonokerto diharapkan segera bisa surut.
Selanjutnya Bupati berpesan kepada warga untuk bersabar karena pemerintah sudah punya solusi jangka pendek untuk mengatasi banjir yang disebabkan curah hujan tinggi yang ada di sekitar Kecamatan Wonokerto, Siwalan ,Wiradesa dan Tirto.
Khusus kecamatanTirto, Bupati Asip mengatakan treatmentnya lain, antara lain dengan mengaktifkan pompa-pompa. “ Nanti hari senin pompa-pompa baru akan kita pasang. Dipompa ke sungai Meduri karena ini semua masih dalam tahap penataan, baik sungai Meduri maupun sungai Mrican,”terangnya.
Terkait jumlah pengungsi yang sampai hari ini mencapai 3500 di hampir 22 titik pengungsian, Bupati menyatakan bahwa tanggap darurat diperpanjang. Selain itu pihaknya telah mengecek dapur-dapur umum yang secara umum logistiknya terpenuhi serta tenaga relawan juga tercukupi.
“ Berikutnya kita cek bagaimana cara mencari solusi karena banyak pertanyaan dari masyarakat, bagaimana solusi pemerintah untuk mengatasi banjir dalam kondisi darurat ini. Salah satunya adalah dengan membuka pintu Sungai Mrican. Kemudian yang daerah Tirto, dengan mengaktifkan pompa,”lanjutnya.
Selain solusi jangka pendek, Bupati juga memastikan pihaknya telah menyiapkan solusi jangka menengah dan jangka panjang. Menurutnya pemerintah harus bergerak cepat supaya warga jangan terlalu lama menderita banjir yang menurut BMKG curah hujannya masih cukup tinggi.
Dalam kesempatan itu Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur pemerintah baik kabupaten, kecamatan dan desa yang sudah bergerak, bahu membahu dibantu TNI Polri dan para relawan. Juga donasi dari masyarakat yang juga luar biasa. (Ar-Kominfo)
Sabtu, 20 Februari 2021
Terkait jumlah pompa yang ideal, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menjelaskan pihaknya sedang menghitung berapa debit terbanyak air. Selain itu tanggul yang ada masih dalam tahap penyempurnaan.
“Dulu tanggul ini tujuan utamanya menyelesaikan rob. Alhamdulilah sudah selesai. Kemudian yang banjir ini akan kita evaluasi nanti keberadaan tanggul supaya bisa mengurangi banjir yang ada di pemukiman, “tandas Bupati.
Namun secara prinsip, menurut Bupati pemerintah sudah mengetahui anatomi persoalan banjir yang ada di Kabupaten Pekalongan, tinggal treatment kedepan yang akan diusahakan terus. (Ar-Kominfo)
Kamis, 18 Februari 2021
Selanjutnya, Bupati Asip mengatakan bahwa Ia telah menugaskan kepada kepala desa dan camat untuk selalu melakukan giat patroli ke desa-desa yang terdampak banjir, karena menurutnya ada beberapa prioritas penduduk yang harus segera dilakukan evakuasi seperti Ibu hamil, Ibu yang baru melahirkan dan lansia. Untuk itu Ia berharap hal tersebut bisa dilakukan dengan sebaik mungkin.
‘’ Kita tadi ke Rowoyoso ya, sambil mengevakuasi 2 orang lansia, kemudian ibu melahirkan 1, dan ibu hamil tua 1, semua kita evakuasi ke tempat yang lebih aman karena ketinggian air di Desa Rowoyoso dan seluruh wilayah pantura debit air tinggi semua,’’ jelasnya.
Selain itu dalam kesempatan ini, Bupati Asip juga menuturkan bahwa pihaknya masih melakukan kajian berkaitan dengan adanya tanggul melintang yang sepanjang hampir 10 km yang fungsinya bisa untuk mengatasi banjir rob, tetapi ketika musim hujan seperti saat ini, pihaknya harus mempelajari lagi dan harus melakukan reka ulang untuk mengatasi banjir kiriman air hujan. Sehingga Ia berharap tanggul ini tidak hanya berfungsi untuk mencegah banjir rob saja, melainkan bisa untuk mencegah banjir kiriman dari air hujan.
‘’ Nanti ke depan Insyaallah tanggul melintang ini bisa berfungsi untuk dua-duanya, untuk mencegah banjir rob dan banjir kiriman air hujan,’’ tuturnya.(Lus-Kominfo)
Rabu, 17 Februari 2021
“Jadi hujan yang menggerus jalan ditambah overtonase yang ada diatasnya itu membuat jalan menjadi rapuh termasuk jembatan,” imbuhnya
Dikatakan pula hal itu merupakan pembelajaran bagaimana percepatan dilakukan dan kedepan perlu adanya aturan kebijakan tentang penggunaan jalan.
Sementara itu Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan pembangunan jembatan Rembun akan selesai pada akhir Februari dan dipastikan tidak mengganggu proses mobilitas yang ada di pantura. Bupati Asip juga menyampaikan pesan dari Gubernur kepada para bupati/walikota agar waspada karena situasi curah hujan cukup tinggi khususnya di pantura .
“ Kami juga sudah melakukan langkah-langkah untuk penanggulangan bencana yang sudah sesuai dengan yang kita lakukan sekarang, “ungkap Bupati Asip. (Ar-Kominfo)
Rabu, 17 Februari 2021
Bupati juga menyampaikan pihaknya akan replikasi PPKM Mikro ini ke desa-desa yang punya potensi, zona kuning, orange dan merah. “Jadi akan kita lihat. Apalagi yang zona merah ini menjadi atensi khusus kita. Tapi setidaknya kalau seluruh desa sudah menyiapkan program ini secara mandiri, maka ini akan mempermudah proses pengurangan penyebaran covid di Kabupaten Pekalongan. Tapi vaksinasi tetap kita dukung, kemudian kepatuhan terhadap protocol kesehatan juga menjadi hal yang utama yang tidak boleh kita lupakan,” ungkapnya.
Terkait alasan desa Tanjungsari dipilih menjadi desa yang menerapkan PPKM Mikro, Bupati menjelaskan karena Desa Tanjungsari masuk zona kuning, dimana kriteria zona kuning adalah jika suatu desa ada 1 -5 penderita covid. Sedangkan desa Tanjungsari terdapat 2 orang penderita covid. Namun saat ini telah 15 hari lebih penderita melakukan isolasi mandiri. Dan Desa Tanjungsari yang sebelumnya zona kuning kini dinyatakan sebagai daerah hijau.
Usai desa Tanjugnsari, tinjauan Bupati dilanjutkan ke Posko PPKM Mikro Desa Watugajah kecamatan Kesesi. Bupati mengatakan di desa watugajah juga terdapat 2 kasus covid 19 sehingga termasuk zona kuning. Dijelaskan pula PPKM mikro ini sangat manfaat karena ketika terjadi kasus, langsung ada langkah-langkah baik preventif maupun puratif.
“ Langkah preventif, seluruh lingkungan ditracking semua, yang positif covid mendapat atensi khusus, kita jaga, rumahnyapun harus standar memenuhi syarat untuk isolasi mandiri, dan dalam pengawasan. Bedanya, yang dulu tidak ada pengawasan. Sekarang dilakukan pengawasan yang efektif oleh tim PPKM mikro di desa,” terang Bupati. (Ar-Kominfo)
Selasa, 16 Februari 2021