KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi,SH.M.Si.,menyerahkan bantuan bahan pangan bagi masyarakat terdampak covid 19 se Kabupaten Pekalongan yang bersumber dari Dana APBD kab Pekalongan tahun 2020 di Kecamatan Paninggaran (22/04/2020). Sebanyak 2.502 paket sembako untuk wilayah kecamatan Paninggaran diserahkan oleh Bupati Asip Kholbihi.
Bantuan paket sembako ini disalurkan sebagai wujud pelaksanakan program jaring pengaman sosial untuk membantu warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak pandemi Covid-19.
‘’ Kita bagi kali ini di Kecamatan Paninggaran, sebanyak 2.502 paket sembako yang berisi beras,kacang hijau,kemudian gula dan sarden untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.’’ Kata Bupati Asip.
Dalam kesempatanya kali ini bupati menegaskan bahwa bantuan sembako dari Pemkab Pekalongan ini wajib dibagikan secara langsung oleh para kepala desa ,supaya kepala desa bisa mengetahui secara langsung kondisi warganya.
‘’ tadi saya memerintahkan kepala desa untuk antar sendiri ke warga sekaligus untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi di rumah warganya,barangkali ada yang sakit,ada sesuatu yang perlu dibantu lebih.’’ Kata Bupati Asip.
Bupati Asip Kholbihi berharap dengan para kepala desa sendiri yang mengantarkan bantuan ke rumah warganya itu bisa sekaligus mengupdate data untuk form SPJ karena ada tujuh skema bantuan yang akan masuk ke desa.
‘’disamping itu untuk update form spj yang harus dibuat oleh kepala desa,karena setidaknya ada tujuh skema bantuan yang akan masuk ke desa.’’
Dengan hasil update data tersebut, bupati Asip mengatakan bahwa itu akan menjadi modal dalam melakukan evaluasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, sehingga tidak ada warga yang tidak menerima bantuan.
‘’ nah,datanya ini harus update,maka sangat penting instruksi pada para kepala desa sambil menyerahkan bantuan dari Pemkab Pekalongan dengan menyampaikan yang pertama adalah mendoakan supaya musibah ini cepat berlalu,yang kedua adalah untuk mengetahui secara pasti kondisi real desa masing-masing.’’
‘’kalau dengan skema tujuh itu saya yakin semua sudah berlapis,tetapi kalau pendataan tidak akurat,maka sebagian masyarakat kita akan menjadi korban. Jangan sampai ini terjadi, seperti di daerah-daerah lain yang sebagian masyarakatnya tidak mendapatkan.’’ Kata Bupati Asip. ( Red )
Rabu, 22 April 2020
Selasa, 21 April 2020
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan siapkan 73.000 paket sembako bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak Covid-19. Paket sembako tersebut akan didistribusikan dua kali, yaitu di bulan April dan Mei. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si. saat ditemui pada kegiatan penyaluran paket sembako untuk pedagang di lingkungan sekolah, tukang becak dan supir angkot terdampak pandemi covid 19, di Kantor Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Rabu (15/4/2020).
‘’Jadi dampak ekonomi secara stimulan sudah kita buat skemanya yang antara lain kita nanti menyiapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan sekitar 73.000 paket sembako yang kemudian akan kita distribusikan dua kali untuk bulan April dan Mei,” ungkap Bupati Asip.
Selain Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip mengatakan bahwa bantuan akan diberikan juga oleh Gerakan ASN Berbagi, lembaga-lembaga CSR, perusahaan-perusahaan dan juga Baznas, yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak
KAJEN - Dalam rangka membantu warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terkena dampak Covid-19, Baznas Kabupaten Pekalongan salurkan 1.500 paket sembako ke beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan. Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM secara simbolis menyerahkan kepada perwakilan pedagang di lingkungan sekolah, tukang becak dan supir angkot terdampak pandemi covid 19 di Kantor Dindikbud Kabupaten Pekalongan, Rabu (15/4/2020).
Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH. M Dzukron menyampaikan BAZNAS akan membagikan 1.500 paket sembako dengan anggaran sekitar Rp 200 juta. Bantuan tersebut sebanyak 675 paket akan disalurkan kepada para pedagang yang biasa berjualan di lingkungan sekolah. “Untuk penerimanya, dari 1.500 itu ada 675 paket untuk pedagang di lingkungan sekolah. Karena sekolahan kan sekarang libur, sehingga yang dagangpun tidak bisa berjualan. Untuk itu kita alokasikan 675 paket bantuan sembako,’’ terang Ketua Baznas.
Dijelaskan, selain diberikan kepada para pedagang sekolah, bantuan paket sembako juga disalurkan kepada para fakir miskin, tukang becak dan juga tuna netra. ‘’Kita bagi untuk fakir miskin di lingkungan pengurus Baznas antara lain di Wonokerto, Bojong, Wiradesa, Tirto dan juga Kajen sebanyak 100. Untuk tukang becak, kami alokasikan 400 paket untuk daerah Wonopringgo, Kajen, Bojong, Wiradesa, Kesesi, Kedungwuni dan Buaran Dan juga Tunanetra, tukang pijat ini kan karena ada social distancing 48 orang tukang pijat kita bagikan bantuan sembako untuk meringankan beban mereka,’’ jelasnya.
KAJEN - Pelaksanan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2020 yang sudah berjalan 30 hari di Desa Pantirejo Kecamatan Kesesi telah mencapai sasaran pokok meski di tengah pandemi virus corona.
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menjelaskan. "Masyarakat sangat senang sekali dan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan TMMD tahun ini meskipun di tengah-tengah situasi kita untuk bersama-sama ikhtiar mencegah penyebaran Covid 19, TMMD ini juga digunakan untuk sosialisasi berkaitan dengan upaya-upaya untuk pengurangan Covid 19 di Kabupaten Pekalongan," Jelas Bupati
Sementara itu Dandim 0710 Pekalongan, Letkol Infantri Arfan Johan Wihananto membahkan, harapannya tidak hanya hal fisik saja yang dimanfaatkan tapi juga yang non fisik bisa dimanfaatkan dimasyarakat.
KAJEN - Kabupaten Pekalongan sampai hari ini masih tetap menjalankan apa yang harus dilakukan sesuai protocol, Setelah ada yang meninggal ada lagi dua orang yang meninggal di Kabupaten Pekalongan namun dinyatakan negative, Hal ini dijelaskan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat ditemui dalam acara peutupan TMMD 2020 di Desa Pantirejo Kecamatan Kesesi, Selasa (14/4).
“Kemarin setelah ada yang meninggal ada lagi dua orang yang meninggal namun dinyatakan negative, ini yang beredar di masyarakat,” Jelas Bupati
Saat ini kalau ada yang meninggal masyarakat bertanya-tanya apakah ini korban Covid atau bukan, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tetap mengacu kepada hasil laboratorium yang disampaikan oleh para dokter. Kematian yang di Wonopringgo dan Karangdadap belum ada hasil labnya jadi masih dinyatakan negative, namun kalau yang di Sragi memang sudah dinyatakan positive dan masuk di ruang isolasi Rumah Sakit Daerah Rujukan (RSUD) Kraton.
KAJEN - Sejumlah ASN Kabupaten Pekalongan hari ini, Senin ( 13/04) melakukan aksi ‘ASN berbagi ‘ di desa Nyamok Kajen. Aksi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Mukaromah Syakoer MM dan disaksikan secara langsung oleh bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi SH. MSi. Bupati Asip dalam keterangannya kepada awak media menjelaskan ASN Kabupaten Pekalongan total sejumlah 9100 orang sehingga kalau 1 orang 2 saja, ada 18.200 rumah tangga sasaran yang akan diberi bantuan dari keluarga besar ASN. “Saya menyaksikan, melalui bu Sekda selaku ketua Korpri, kemudian ada kepala BKD, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, ini guru guru jumlahnya hampir 6 ribu, kita juga didampingi dari dinas kesehatan. Prinsip, disamping persoalan akuratif, bagaimana agar masyarakat sehat, aspek dampak sosialnya juga kita pikirkan”, tutur bupati.
“Hari ini kita ada pembagian sembako di desa Nyamok. Kenapa kita pilih Nyamok, karena Nyamok ini adalah desa yang ada di ibukota. Oleh karena itu ASN kita yang sehari hari tinggal di Nyamok untuk sama sama berbagi untuk masyarakat sekitar. Ini simbolis aja, Insyaalloh nanti ada gerakan yang lebih masif dan kita mulai pada hari ini”, terang bupati Asip
Dijelaskan bupati, Perkembangan di Kabupaten Pekalongan sampai hari ini utuk PDP ( Pasien Dalam Pengawasan ) di RS Kraton ada 1 orang. Tadi malam salah satu pasien Covid 19, yang identitas KTP nya Jakarta tetapi punya tempat tinggal di kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan, karena ada penyakit lain, dinyatakan meninggal dunia. Adapun dari aspek pemulasaraan jenazah sesuai dengan protocol dan pemakaman di daerah asal yaitu di kecamatan Sragi. “Alhamdulilah masyarakatnya bisa menerima dengan baik dan suasananya kondusif”, ucap bupati.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,., mengkonfirmasi bahwa satu pasien Covid-19 asal Kabupaten Pekalongan yang dirawat di RSUD Kraton meninggal dunia pada hari Senin (13/4/2020) pukul 01.00 WIB dan langsung dimakamkan pada pukul 03.00 WIB dini hari. Hal ini dikatakan langsung oleh Bupati Asip saat ditemui di Balaidesa Nyamok,Kecamatan Kajen pada hari Senin (13/4/2020).
‘’Jadi perkembangan kita sampai hari ini untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kraton ada satu. Dan kemudian dini hari tadi pasien yang positif Covid-19 yang KTP nya Jakarta, tetapi punya rumah tinggal di Kecamatan Sragi,Kabupaten Pekalongan, kemudian karena punya penyakit lain, sehingga beliau ini meninggal dunia.’’
Senin, 20 April 2020
‘’Kemudian dari Gerakan ASN Berbagi itu kita target sekitar 20.000. Ini data sudah mulai masuk, kemudian juga lembaga-lembaga CSR, perusahaan-perusahaan juga kali ini dengan Baznas. Kalau sinergi ini berjalan terus, tentunya ini akan membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-119,” ungkap Bupati Asip.
Selain salurkan bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang terkena dampak Covid-19, Bupati Asip Kholbihi menjelaskan bahwa Pemkab Pekalongan juga telah mengusahakan bantuan bagi warga Kabupaten Pekalongan yang masih berada di DKI Jakarta.
‘’Kemarin saya juga sempat berkomunikasi dengan para anggota DPR RI yang mewakili daerah domisili Kabupaten Pekalongan di Jakarta, untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang tidak mudik, sekitar 200 orang di DKI Jakarta , yang tergabung di dalam Paguyuban Warga Kabupaten Pekalongan (PWP) yang ada di Jakarta.’’ terangnya
‘’Kita dengan pengurus PWP sudah melakukan komunikasi sekaligus kita berkomunikasi dengan para anggota DPR RI yang ada di Jakarta untuk membantu, yang alhamdulilah ini berjalan dengan baik. Hari ini mungkin droping bantuannya sudah diterima, sambil menunggu kebijakan bantuan dari Pemerintah DKI Jakarta,’’ jelas bupati.
Bupati Asip juga mengatakan bahwa ada sekitar 28.000 warga Kabupaten Pekalongan yang sudah mudik ke Kabupaten Pekalongan yang diharapkan Pemkab Pekalongan dapat membantu warga yang pulang mudik tersebut.
‘’Mudah-mudahan 28.000 warga yang mudik sudah titik dominasi sehingga kita akan berkonsentrasi menangani efek dampak ekonomi. Jadi mereka ini bisa memperoleh bantuan dari berbagai skema bantuan,’’ kata Bupati Asip.
Bupati Pekalongan juga mengatakan bahwa pihaknya secepatnya akan membuka Rumah Sakit khusus untuk pasien ODP dan PDP di Puskesmas Wonokerto 2. "Untuk aspek kesehatan, segera kami akan membuka Rumah Sakit untuk pasien ODP dan PDP di Puskesmas Wonokerto 2," tandas Bupati Asip. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 15 April 2020
Dengan disalurkanya 1.500 paket sembako ini, Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH.M Dzukron berharap isa membantu dan meringankan beban masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang terkena dampak dengan adanya Covid-19.
‘’Dengan ini, harapanya adalah bisa sedikit membantu untuk merngankan beban, yang selama ini dia peroleh tambahan dari hasil harianya yang berkurang dengan adanya Covid-19 ini,’’ tandas Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 15 April 2020
Yang sudah tercapai dan sudah 100% selesai pada TMMD tahun ini, diantaranya yaitu peningkatan jalan Vol panjang 2.550 M dan Lebar 3 M, Turap panjang 350 M x tinggi 1 M, Turap panjang 450 M x tinggi 1 M, kemudian sasaran tambahan rehab 10 unit rumah tidak layak huni dan pembuatan 3 pos kampling.
Bupati berharap hasil TMMD dirawat dan dijaga dengan baik, dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan ekonomi, kepentingan social, maupun kepentingan budaya ( Red )
Selasa, 14 April 2020
Upaya selanjutnya Bupati menghimbau kepada para pemudik, demi keselamatan bersama dimohon untuk melakukan isolasi diri, karena saat ini jumlahnya sudah 28 ribu pemudik yang sudah masuk di Kabupaten Pekalongan dan kebanyakan dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Bupati menambahkan. “Sekali lagi kedisiplinan dan kedewasaan berfikir para pemudik menjadi kunci keselamatan keluarga dan masyarakat semua.” Tambah Bupati ( Red )
Selasa, 14 April 2020
Dalam kesempatan itu bupati meminta kepada seluruh aparatur terutama yang ada di desa agar bersama sama memberikan pengertian kepada pemudik terutama yang dari jalur merah Jabodetabek, harus lebih waspada lagi. Kemudian upaya lain yang terus menerus diupayakan adalah bagaimana membuat skema isolasi mandiri di rumah masing masing. “ ini yang sedang kita cari solusi dan kepala desa sudah punya banyak inisiasi sehingga dengan cara seperti itu pemudik yang sudah masuk di Kabupaten Pekalongan akan menambah ODP ( Orang Dalam Pengawasan ) tapi kita tetap waspada semua”, tegasnya.
Menanggapi perihal pengawasan terhadap 2 pasien positif yang dikarantina, bupati memastikan pengawasan berjalan efektif meski sempat terjadi miss pengetian di antara masyarakat dan sekarang pengawasannya langsung di bawah dinas kesehatan . “Bisa terjadi saling penertian antara pasien yang melakukan isolasi diri di rumah dengan masyarakat. Ini yang paling penting. Sekarang sudah dibantu semua. Kalau ada yang PDP yang kasusnya isolasi mandiri maka akan dilakukan pendampingan dari dinas kesehatan”, imbuhnya.
Disampaikan pula pihaknya sudah melakukan tes karena ada salah satu pejabat yang statusnya PDP. “ Sampling rapid test Alhamdulilah hasilnya negatif semua sehingga meningkatkan lagi semangat untuk terus dalam situasi yang seperti ini. Rapid tes ini bertahap, kemarin tahap pertama kita gunakan sepenuhnya untuk tenaga medis, para kepala OPD yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hasil tracking terhadap keluarga, sebagian keluarga PDP juga kita tes. Saya minta tolong kepada kawan kawan media ayo kita bekerjasama dengan para pemudik ini agar terjadi kesadaran kolektif sehingga mereka bisa memproteksi diri, karena untuk keselamatan kita semua. Kalau ada gejala, gak enak badan segera hubungi Puskesmas. Masyarakat dihimbau untuk menyampaikan apa adanya dengan demikian deteksi dini kita akan semakin cepat.”, pinta bupati.
Sementara itu Sekda Kabupaten Pekalongan, Mukaromah Syakoer MM, menambahkan bahwa aksi ASN berbagi hari ini baru pionir. “ Tadi disampaikan pak bupati jumlah ASN Kita 9 ribu lebih itu nanti semuanya akan berbagi di daerah masing masing. Kenapa di Nyamok, karena Nyamok termasuk salah satu desa yang terdampak akibat kebijakan imbasnya disini, sehingga nanti tidak tersentral disini tapi di semua desa yang terdampak akibat adanya pandemic covid 19 ini. Selain itu juga akan ada bantuan JPS ( Jaminan Pengmanan Sosial) dan Jaminan Pengaman Ekonomi. Selain Pemerintah, PNS juga peduli seperti ini karena apapun ASN adalah abdi negara dan kita itu pel;ayan masyarakat. Kita harus bareng bareng berbagi “, ungkapnya.
Menurut Mukaromah, semuanya sudah disusun oleh dinas teknis dan dinas sosial. “ Skema itu masih didata, biar tidak ada yang duplikasi karena nanti JPS dan Jaring Pengaman Ekonomi kan ada 3, yakni dari pusat, propinsi dan Kabupaten Pekalongan sendiri. Skema sudah kita siapkan, termasuk anggarannya sudah kita siapkan. Tinggal nanti untuk pendistribusiannya, data masih kita validasi”, pungkasnya ( Humas Kominfo )
Senin, 13 April 2020
‘’Dari tim kami sudah melakukan upaya, mulai dari aspek pemulasaran jenazah sesuai dengan protocol sudah dilakukan sampai pada pemakaman di daerah asal yaitu di Kecamatan Sragi.’’Kata Bupati Asip.
Dan untuk pemakamnya sendiri, Bupati Asip menjelaskan bahwa pemakaman berjalan dengan lancar tanpa adanya penolakan dari warga masyarakat.
‘’Alhamdulilah masyarakatnya bisa menerima dengan baik,suasananya kondusif dan tidak ada penolakan oleh masyarakat setempat terkait pemakaman jenazah,karena memang sudah dilakukan komunikasi sebelumnya oleh camat untuk memberikan pengertian dan jaminan bahwa pemakaman akan dijalankan sesuai protocol.’’ Jelas Bupati.
Bupati Asip Kholbihi juga berharap dengan adanya kasus ini, semoga bisa dijadikan pelajaran oleh seluruh masyarkat untuk terus waspada dan berhati-hati.
‘’Kemudian yang paling penting kita belajar dari kasus ini.Ini adalah karena beliau itu baru pulang mudik. Inilah yang harus kita waspadai bersama.’’ Kata Bupati.
Selain itu dalam kesempatanya kali ini Bupati Asip juga berharap kepada seluruh aparatur,terutama yang tinggal di desa untuk memberikan pengertian kepada warga Kabupaten Pekalongan yang baru pulang mudik.
‘’ saya minta kepada seluruh aparatur kita terutama yang tinggal di desa agar bersama-sama memberikan pengertian kepada saudara-saudara kita yang baru pulang dari daerah Jabodetabek yang merupakan daerah merah untuk lebih waspada.’’kata bupati.
Bupati juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten terus melakukan upaya terkait pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan yang diantaranya adalah menyiapkan skema isolasi mandiri dan melakukan rapid tes Covid-19 yang dilakukan secara bertahap.
‘’ Kemudian upaya laim yang terus-menerus kita lakukan adalah bagaimana membuat skema untuk isolasi mandiri di rumah masing-masing. Dan kepala desa sudah banyak yang membuat inisiasi.’’
‘’Prioritas selanjutnya adalah kita secara bertahap akan melakukan rapid tes, dengan gelombang pertama adalah untuk tenaga kesehatan dan gelombang kedua adalah para kepala OPD, karena mereka-mereka ini yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19.’’ Jelas bupati.( Red )
Senin, 13 April 2020