KAJEN – Dengan menyebarnya Novel Corona Virus di Indonesia khususnya di Jawa Tengah,Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mencegah penyebaran Novel Corona Virus ke Kabupaten Pekalongan. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pekalongan saat ditemui di Rumah Dinas bupati pada hari Sabtu(14/3). ‘’ Ini kita tindak lanjuti arahan dan instruksi dari bapak gubernur , kita sudah melakukan langkah-langkah praktis dan strategis dalam rangka ikhtiar menanggulangi virus Corona.’’kata bupati Asip.
Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan diantaranya adalah dengan mengadan rapat koordinasi bersama seluruh OPD untuk memastikan kesiapan seluruh elemen serta sarana dan prasarana untuk menghadapi virus corona. ‘’pertama tadi kita mengadakan rapat koordinasi dengan seluruh OPD terkait untuk memastikan bahwa protocol yang terkait dengan kesehatan ,berkait erat dengan bagaimana cara menanggulangi,kemudian apabila terjadi pasien suspek coron dan bisa dipastikan menderita virus corona ,maka langkah-langkahnya sudah kita siapkan, termasuk rumahsakit rujukan regional di Keraton dan itu khusus untuk corona level 1.’’ Kata bupati Pekalongan.
Selanjutnya,sebagai langkah cepat dan konkret dalam menghadapi virus corona, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga sudah membuka hotline di PSC 119 untuk pengaduan masyarakat Kabupaten Pekalongan terkait dengan virus corona.
Selain itu,Bupati Mengungkapkan bahwa Pemkab sudah menyediakan langkah-langkah untuk mengawasi lalu-lintas orang,terutama yang datang dari luar negeri dan daerah-daerah yang terkena KLB Corona dan juga memastikan supaya ruang public bisa lebih menjaga kebersihanya. ‘’ disamping itu kita juga sudah menyediakan langkah-langkah untuk mengawasi lalu-lintas orang,terutama yang datang dari luar negeri dan juga daerah-daerah yang terkena KLB Corona.’’
‘’ seluruh OPD sudah menyiapkan hal-hal yang berkaitan terutama adalah pasar supaya lebih bersih lagi,angkutan umum,sekolah-sekolah,pondok pesantren ,masjid nanti akan ditindaklanjuti, sehingga pola hidup bersih di masyarakat akan segera dikembangkan dengan cara 6 langkah mencuci tangan juga kami sosialisasikan terus-menerus.’’ Jelas bupati Asip Kholbihi.
Untuk memastikan berjalanya langkah-langkah tersebut, bupati juga mengungkapkan akan melindungi tenaga medis yang bekerja dengan sarana dan prasarana , sehingga para tenaga medis dapat bekerja dengan aman dan sudah terlatih.
Bupati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berdoa ,ikhtiar dan yang paling penting jangan panic yang berlebihan serta tidak mudah percaya dengan hoax dalam menghadapi virus corona ini. ‘’ kemudian saya menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan supaya berdoa,baca sholawat,ikhtiar lain memohon kepada Allah Swt,Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan terhindar dari Virus Corona dan yang paling penting lagi,kita tidak perlu berlebihan menyikapi,jangan panic dan terjadi kekhawatiran yang luar biasa, karena ini adalah cobaan yang harus kita hadapi tentunya dan juga jangan percaya akan kabar-kabar hoax.’’ Ungkap bupati.
Dan untuk menyikapi terjadinya hal itu, bupati mengatakan bahwa Pemkab akan melakukan siaran-siaran pers yang resmi terkait apa yang akan dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi virus corona di Kabupaten Pekalongan. ( Red )
KAJEN – Dengan semakin merebaknya Virus Corona saat ini, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si tidak kenal lelah di setiap kesempatan menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh masyarakat baik sosial maupun keagamaan melakukan sosialisasi penyakit yang ditimbulkan oleh Virus Corona tersebut. Seperti pada acara pengajian Dzikru Mauliddurrosul “Podo Bersholawat dan Haul Sesepuh Desa Podo Kecamatan Kedungwuni”, di Jalan Raya Perum Sinar Muncar Desa Podo Kecamatan Kedungwuni, Sabtu (14/3/2010) malam.
Bupati KH. Asip Kholbihi mengungkapkan hari ini seluruh jajaran Pemerintahan yang ada di Indonesia termasuk di Kabupaten Pekalongan sedang mengalami musibah dan masyarakat yang menjadi korbanpun cukup lumayan banyak. Ia berharap melalui hikmah acara Podo Bersholawat malam hari ini, mudah-mudahan seluruh warga Kabupaten Pekalongan dan bangsa Indonesia pada umumnya senantiasa diberikan kesehatan seluruhnya, tidak terkena penyakit yang ditimbulkan oleh Virus Corona.
“Kabupaten Pekalongan sampai jam malam hari ini, berdasarkan laporan dari tim kita yakni dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, insya Allah masih tetap aman,” ujar Bupati.
KAJEN- Bersamaan dengan kegiatan wisuda ke-52 Universitas Pekalongan (Unikal), Pemkab Pekalongan dan Unikal melakukan penandatanganan kesepahaman bersama (MoU) tentang Penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Rektor Unikal Suryani, SH.,M.Hum, di Sahid Convention Center Kota Pekalongan, Sabtu (14/3/2020) pagi.
Bupati dalam sambutan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan-wisudawati, sambil berharap semoga ilmunya akan bermanfaat bagi masyarakat. “Unikal ini adalah universitas yang memberkahi. Hal ini bisa dilihat banyak tokoh baik nasional, regional, maupun lokal yang sudah terbukti manfaatnya untuk membangun daerah. Semua itu karena didikan dan integritas Rektor Unikal beserta jajaran,” ujar Bupati.
KAJEN – Pemkab Pekalongan mencanangkan Gerakan Menanam Pohon “Sak Wong Selawe Uwit” di Desa Paninggaran Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Jumat (13/3/2020) pagi. Dengan gerakan ini diharapkan setiap warga selama hidupnya bisa menanam 25 pohon, sehingga kondisi tutupan vegetasi di Kabupaten Pekalongan kian tinggi.
Pencanangan dilakukan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si didampingi Kapolres AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK.,M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., Kepala Kejaksaan Negeri Mardani, SH., Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan H. Sutaji, SH.,MH., Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV DLHK Jateng Endang Sudaryati, Adm KPH Pekalongan Timur Didiet Widhy Hidayat, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM dan sejumlah Kepala OPD Kabupaten Pekalongan.
Bupati Asip Kholbihi mengatakan, pencanangan gerakan pohon “Sak Wong Selawe Uwit” dalam rangka merealisasikan 12 Mandat Rakyat, yaitu menanam sejuta pohon. “Ini sudah tahun ke empat, kita canangkan gerakan menanam 25 pohon setiap orang,” katanya.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH,M.Si mengajak para generasi kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Pekalongan untuk bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mencerdaskan kehidupan bangsa.
Hal itu disampaikan bupati saat membuka dan memberikan sambutan pada acara Konferensi Cabang XX IPPNU dan sekaligus Konferensi Cabang XXI IPNU Kabupaten Pekalongan, Kamis (12/03/20) malam. Konferensi XX IPPNU digelar di MTs Salafiyah Wonoyoso Kecamatan Buaran dan Konfetensi XX IPNU di SMP Islam Simbangwetan Kecamatan Buaran.
.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengambil sumpah dan melantik H. Abdul Baqi, SH.,Sp.N sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) dan 18 pejabat fungsional di Aula Lantai 1 Setda, Selasa (10/3/2020).
Bupati berharap pelayanan kependudukan semakin baik dan berkualitas, termasuk menuntaskan tiga persoalan di Disdukcapil, yakni masih ada 16 ribu surat keterangan (Suket), 10 ribu warga belum melakukan perekaman e-KTP, dan masih rendahnya pelayanan akta kelahiran.
"Kita melantik yang paling pokok kepala Disdukcapil dari yang lama ke Pak Abdul Baqi. Saya harapkan segera menuntaskan persoalan yang ada di sana," ujar Bupati.
Persoalan di Dindukcapil, lanjut Bupati, pertama adalah masih ada 16 ribu "Suket jumlahnya masih sekitar 10 ribu hingga 20 ribu. Woro-woro untuk segera diganti dengan KTP. Blangko KTP hari ini aman karena masih ada sekitar 9 ribu, yang ini nanti untuk Suket tadi," ujar Bupati.
Persoalan kedua, ujar Asip, Dindukcapil masih rendah dalam pelayanan akta kelahiran. "Nanti dibuat pola bekerja sama dengan kepala desa dan camat, Puskesmas, dan bidan desa agar bayi yang baru lahir bisa mendapatkan akta kelahiran," kata dia.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dalam peresmian Masjid Jami’ Al Ula Desa Menjangan Kecamatan Bojong sekaligus khaul para Masayikh Desa Menjangan, memberikan himbauan kepada warga untuk tidak khawatir virus corona, Rabu (4/2/2020).
Bupati berharap masyarakat semua sebagai umat Islam dan merupakan warga NU tidak usah khawatir dengan musibah virus corona. “Tidak usah berlebihan ya ibu-ibu, ada resep, resepnya 2, satu dari aspek kesehatan kita harus lebih bersih lagi, yang ke dua ada petunjuk dari pengurus besar NU disamping dari pemerintah agar kita meningkatkan lagi hidup bersih. Alhamdulillah sebagai umat Islam sudah suci setiap wudhu Insya Allah akan jauh dari virus corona,” jelas Bupati.
Bupati berharap agar Masjid Jami’ Al Ula ini dijadikan sarana ibadahnya masyarakat warga menjangan, dan karena masjid ini dibangun oleh warga menjangan dengan cucuran keringat panitia, sejak awal 5 tahun yang lalu para panitia masyarakat menjangan sangat luar biasa.
Kemudian rencananya madrasah akan di geser dengan bantuan dari Pemkab melalui bapak Masbukhin selaku DPR, sehingga halaman masjid akan semakin luas dan bagus, sesuai dengan komitmen Pemkab yaitu agar lembaga pendidikan di Menjangan ini berjalan dengan baik. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi.SH.M.Si membuka Wisuda Kader Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Kabupaten Pekalongan di Gedung Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan, Rabu (4/3/2020).
Wisuda Kader Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Kabupaten Pekalongan ini juga di hadiri Perwakilan Pekka dari Kabupaten Batang dan Kompak.
Dalam sambutannya Bupati Asip menyampaikan perempuan merupakan tiang keluarga yang memiliki peran yang sangat penting untuk kualitas pendidikan buah hatinya.
Pihaknya berharap para alumnus Akademi Paradigta dapat ikut memperkuat Tata Kelola Desa, sehingga pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa dapat terwujud secara cepat dan transparan.
KAJEN - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan dalam paparannya di Forum Gabungan OPD Kabupaten Pekalongan bidang perindustri dan pertanian menyampaikan program kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan pembudidayaan ikan dan pengelolaan penyelenggaraan tempat pelelangan ikan (TPI).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Kabupaten Pekalongan, Sirhan menyampaikan bahwa kaitannya dengan pengelolaan pembudidayaan ikan salah satunya rehabilitasi Balai Budidaya Ikan Air Tawar (BBIAT) Karanganyar karena biasanya melihat kolam yang ada disana setiap tahunnya selalu rusak.
"Rehabilitasi ini bertujuan untuk penyediaan prasarana pembudidayaan ikan dan supaya kolam-kolam itu bisa digunakan untuk pembenihan, menampung benih dan menampung indukan yang ada disana," ucap Sirhan saat diwawancara setelah acara Forum Gabungan OPD di Aula Dinperindagkop Kabupaten Pekalongan, Selasa (3/3/2020).
Terkait dengan pengembangan yang lain seperti ikan siap konsumsi, Sirhan menjelaskan karena sampai saat ini belum ada payung hukumnya dan Perdanya belum direvisi sehingga tertunda untuk pengembangan ikan siap konsumsi.
Musibah, kata Bupati, hanya bisa kita ikhtiari dengan beberapa cara, pertama, perbanyak shodaqoh. Shodaqoh itu banyak macamnya seperti tenaga yang dilakukan oleh para panitia acara ini, para Banser NU yang bertugas acara ini. Itu juga masuk kategori shodaqoh. Jikalau tenaganya tidak bisa, juga bisa dengan pikiran sebagai amal shodaqoh. Kalau dengan pikirin tidak mampu, kita bisa juga dengan menyukai orang-orang yang melakukan shodaqoh, itu juga akan mendapatkan barokah dari Allah SWT untuk kita, apalagi kita mencintai para Habaib dan Kyai, insya Allah kita semua akan menjadi bagian orang-orang yang akan selamat dunia dan akhirat.
“Ikhtiar yang dilakukan Pemerintah yang kedua, disamping memperbanyak shodaqoh, yaitu memohon barokah doa dari para Habaib dan Kyai, terutama dari Maulana Habib Luthfy, Maulana Habib Umar Muthohar dan para Habaib lainnya, para sesepuh, para kyai dan para tokoh masyarakat. Saya meminta doanya agar seluruh warga Kabupaten Pekalongan senantiasa diberikan keberkahan dan kesehatan. Amiin,” jelas Bupati.
“Upaya yang ketiga, disamping doa dan shodaqoh, yakni secara syariat kita dianjurkan untuk lebih rajin dalam bersuci atau membersihkan diri dan membersihkan lingkungan. Mulai hari ini, kita sebagai umat Muslim dalam berwudhu tidak lagi cukup hanya lima kali saat akan melakukan sholat lima waktu saja. Akan tetapi agar ditambah minimal dua lagi yakni wudhu untuk sholat Dhuha dan sholat malam. Dalam situasi sekarang ini, saya mengajak agar kita semua umat Muslim Kabupaten Pekalongan untuk senantiasa menjaga wudhu kita minimal 7 kali atau lebih,” ajak Bupati KH. Asip Kholbihi.
Terkait acara pengajian dzikru Mauliddurrosul, Bupati KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si sampaikan acara semacam ini senantiasa dilaksanakan setiap tahun, karena acara semacam ini sangat strategis dan penting bagi kita dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan ukhuwah Islamiyah diantara kita, ukhuwah nahdliyah diantara kita dan ukhuwah basariyah diantara kita. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Dijelaskan Bupati, Kabupaten Pekalongan memiliki potensi yang luar biasa. Hal ini perlu dikelola dan salah satunya faktor penentu pengelolaan kelembagaan yang baik adalah sumber daya manusia. Menurutnya, salah satu pilar dari sekian sumber daya manusia yang memadai di Kabupaten Pekalongan adalah Universitas Pekalongan.
“Jadi kalau nanti ada tes CPNS adik-adik silahkan ikut untuk menjadi bagian dari kita semua untuk membangun Kabupaten Pekalongan. Ayo bersama-sama dengan kami untuk mewujudkan amanah tri dharma perguruan tinggi yaitu kita semua untuk menjadi orang yang lebih berguna dengan ilmu yang telah kita terima dari para dosen di perguruan tinggi,” terang Bupati.
Bupati Asip menyampaikan ilmu itu semakin baik dan semakin berkembang ketika kita amalkan. Sebaliknya ilmu itu akan semakin surut, semakin tidak ada artinya apabila kita hanya simpan saja. “Tidak usah berpikir ilmu yang kita miliki sedikit, itu tidak perlu. Tugas kalian sekarang adalah mengamalkan ilmu agar barokah, apalagi kalau mengamalkannya di Kabupaten masing-masing tentu akan lebih barokah dan hal itu dibutuhkan oleh saudara-saudara kita,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati menginformasikan terkait capaian pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Dijelaskan, sejak 2016 hingga tahun 2020 pembangunan yang sedang dan akan kita laksanakan ini mencapai hasil yang membanggakan. Ini semua karena dukungan penuh dari perguruan tinggi seperti Unikal.
“Capaian penurunan angka kemiskinan dari 12,98 pada tahun 2016, sekarang alhamdulillah sudah turun menjadi single digit yakni di angka 9,71. Kemudian angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pada saat ini walaupun situasinya tidak menentu kita masih tumbuh di angka 5,8. Mohon maaf, angka ini lebih tinggi dibanding dengan tingkat nasional, tingkat regional Jawa Tengah dan Kota Pekalongan,” papar Bupati.
Bupati Asip memaparkan, Pemkab Pekalongan saat ini sedang mengembangkan investasi untuk mendukung penyerapan tenaga kerja. Ia menyadari bahwa banyak berdirinya perguruan tinggi dan sekolah-sekolah kejuruan di Kabupaten Pekalongan adalah tantangan untuk bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang memadai.
“Hari ini sedang kita rancang, sudah mulai dilakukan pembangunan kawasan industri yang bisa menyerap hingga dua puluh ribu tenaga kerja. Untuk itu, mohon doa dari kita semua agar hal tersebut bisa segera terwujud. Dalam situasi seperti sekarang ini pun kehadiran industri yang sedang kita rancang agar bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Bupati Asip mengungkapkan, Kabupaten Pekalongan adalah salah satu Kabupaten yang dengan pertumbuhan UMKM sangat besar yakni sejumlah 43 ribu. Pihaknya menantang para lulusan Unikal untuk berwiraswasta. Karena, menurutnya, disamping ilmu yang sudah kita miliki, watak asli orang Pekalongan adalah berwiraswasta atau berdagang. Untuk itu, gunakan kesempatan untuk berwiraswasta.
“Kami membuka UMKM Center di Wonopringgo, kami juga membuka pelatihan-pelatihan UMKM dengan pemasaran dan lainnya untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi,” tutur Bupati.
“Saya mengundang adik-adik lulusan Unikal, dengan ilmu yang sudah didapat untuk digunakan untuk menata alam Kabupaten Pekalongan yang eksotik. Kita memiliki 25 destinasi wisata baru. Ada Petungkriyono dengan berbagai wisata alamnya, ada Lemahabang Kecamatan Doro dengan Columnar Joint (Watu Bahan), ada batu yang paling besar dengan luas 2 hektar di Kandangserang yaitu Watu Ireng, dan potensi-potensi yang lain. Alhamdulillah sekarang sudah bergerak dan sudah mendatangkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Ilmu adik-adik ini sangat penting bagi pengembangan di destinasi-destinasi wisata tersebut,” tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati Asip menyampaikan, anggaran di desa pun bisa dialokasikan untuk kegiatan penanaman pohon, terutama untuk desa di daerah atas. Pasalnya, daerah atas itu daerah aliran sungai, dan catchment area untuk daerah tangkapan air. Selain itu, kata dia, masih ada sekitar 21 ribu lahan kritis di luar kawasan hutan yang harus ditangani dengan kegiatan penghijauan.
“Yang paling penting gerakan ini bukan sekedar seremonial tapi sebuah gerakan yang diikuti oleh masyarakat dengan kesadaran hati bahwa menanam adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan sekarang kalau ingin menyelamatkan anak cucu kita,” ujar Bupati.
Kejadian banjir di wilayah Kabupaten Pekalongan, ujar Bupati, memberi pelajaran agar lebih memperhatikan daerah aliran sungai, terutama di daerah hulu. “Paninggaran ini merupakan salah satu hulu dari sungai besar di Kabupaten Pekalongan. Sehingga perlu kita jaga. Jika semua hulu sungai tanamannya rimbun, saya meyakini air akan ketangkap di atas, tidak mengalir begitu bebas ke bawah. Banjir bisa kita atasi,” terang Bupati.
Selain mengatasi banjir, dengan menanam pohon udara bisa terjaga kualitasnya dan pencemaran bisa diminimalisir. “Kalau kita bisa menanam pohon yang produktif seperti buah-buahan hasilnya bisa kita nikmati. Tidak ada ruginya ketika kita itu menanam pohon,” tandasnya.
Disebutkan, “Sak wong selawe wit” bisa dilakukan sejak dini. Di usia anak SD sudah menanam 5 pohon, usia SMP tanam 5 pohon, di usia SMA nanam 5 pohon, dan pada saat menikah menanam lagi 5 pohon. Sehingga, di saat menikah total sudah menanam 25 pohon. Menurutnya, upaya menjaga lingkungan merupakan langkah mulia. Menjaga lingkungan, kata dia, juga bagian dari perintah agama, bukan sekedar melaksanakan mandat rakyat, atau surat Menteri.
Kepala Dinas Perkim dan LH Trinanto, menyampaikan, maksud kegiatan itu untuk mencanangkan gerakan menanam dan memelihara pohon “Sak wong selawe uwit” seumur hidup, bagi warga Kabupaten Pekalongan. Sedangkan tujuannya untuk mengkampayekan budaya peduli alam dan lingkungan melalui gerakan tanam dan pelihara pohon, menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa hutan merupakan paru-paru bumi yang harus ditanam, dirawat, dan dilestarikan; dan meningkatkan tutupan vegetasi dan mengkampayekan peran pohon dalam mencegah erosi, penyimpanan air tanah menjaga iklim mikro dan menjaga udara dari polusi.
“Tujuan lainnya melaksanakan konservasi lahan kritis melalui penanaman, melaksanakan kegiatan perlindungan dan pengawetan mata air, konservasi air di daerah tangkapan air dengan penambahan tutupan vegetasi,” kata dia.
Ditambahkan, pada kegiatan itu dilaksanakan pembagian dan penanaman serentak 50 ribu bibit tanaman kepada kelompok tani se-Kecamatan Paninggaran, dengan jenis tanaman sengon, mahoni, bungur, randu, salam, dan tanaman produktif berupa buah-buahan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurut bupati, Pemkab Pekalongan sudah dibantu oleh seluruh jajaran pengurus NU, mulai dari tingkat cabang sampai ranting. “Salah satu ciri utama dari organisasi NU adalah mengembangkan sifat toleran terdiri pada aspek kejujuran, kemudian tetap istiqomah serta memaknai makna toleransi dengan referensi yang begitu luas sehingga kita bisa diterima di seluruh golongan. Banyak persoalan kemasyarakatan yang ini bisa kita sengkuyung bareng- bareng karena kita melaksanakan bersama-sama apa yang menjadi tanggung jawab kita kepada masyarakat,“ ujar bupati.
Bupati juga menuturkan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa adalah mandat didirikannya NKRI sekaligus mandat didirikannya jam’iyyah NU. “KH Hasyim Ashari dalam sebuah risalah, beliau menyatakan bahwa tujuan utama pembentukan jam’iyyah NU adalah untuk mendampingi, untuk mengentaskan, untuk bersama-sama menyejahterakan kaum agar selamat baik dunia maupun di akhirat,” paparnya.
Oleh karena itu, kata Bupati, tugas utama generasi IPNU-IPPNU adalah memperkaya khasanah keilmuan, memperbanyak khasanah yang ini nanti akan jadi bekal ketika menjadi pemimpin di masa yang akan datang.
Pemkab Pekalongan menyambut baik adanya Konferensi IPNU XXI dan IPPNU XX Kabupaten Pekalongan. Dengan harapan, konferensi ini dijadikan wahana untuk melatih diri, berdisiplin organisasi, menghargai pendapat sesama. Kemudian menjunjung tinggi keputusan yang sudah diputuskan bersama.
“Selamat berkonferensi, mudah-mudahan nanti bisa memilih atau meneruskan ketua baru dengan prinsip mempertahankan hal lama yang sudah dicapai pada periode lama, kemudian harus mencari lagi hal baru yang lebih inovatif. Jangan lupa harus melakukan proses inovasi”, ucap bupati mengakhiri sambutannya.
Konferensi dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi X Drs. H. Bisri Romly, MM., Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muslih Khudori, M.Si., Camat Buaran beserta unsur Muspika, Ketua Fatayat NU Hj. Mufasiroh, pengurus Muslimat NU Kabupaten Pekalongan dan segenap tamu undangan lainnya.(didik/ dinkominfo kab.pekalongan)
Ke depan, kata Bupati, Pemkab juga akan membuat 'warning card' atau kartu peringatan. "Kartu ini untuk memberi tanda bagi kehamilan. Misalnya jika diberi kartu warna hijau silahkan hamil lagi, kalau diberi kartu merah pasangan suami istri agar hati-hati karena biasanya ada faktor risiko tinggi kehamilan. Jika diberi kartu kuning, silahkan mau hamil lagi atau tidak tergantung dari moodnya masing-masing. Nanti akan ada 'warning card' untuk mendeteksi ibu yang baru melahirkan," ujarnya.
Persoalan ketiga adalah masih ada sekitar 10.003 warga yang belum melakukan Perekaman e KTP, atau sekitar 1,44 persen dari 697.044 wajib KTP. "Warga yang belum melakukan perekaman agar diupayakan untuk melakukan perekaman. Ini biasanya karena merantau atau boro, di kebun atau sawah, dan faktor lainnya. "Dicari kiat khusus agar seluruh warga Kabupaten Pekalongan yang sudah mempunyai hak untuk memegang KTP bisa memiliki KTP. Karena sekarang KTP sangat penting. Semua bermula dari situ. Nasib kita semua ini tergantung dari KTP. Kerjasama dengan desa dan kecamatan serta sosialisasi ke sekolah-sekolahan terutama SMA dan SMK agar anak yang sudah 17 tahun bisa melakukan perekaman," jelasnya.
Ditandaskan, seluruh warga dokumen kependudukannya harus lengkap. Termasuk pemkab mendorong proses istbat nikah, yakni proses nikah yang belum tercatat atau belum mempunyai akta nikah. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
“Peran perempuan atau ibu-ibu itu sangat penting, Negara yang baik didukung oleh perempuan yang terdidik dengan baik, apa yang sudah diperoleh melalui pendidikan yang difasilitasi Pekka dan pemerintah daerah harus dapat diaktualisasikan di masyarakat khususnya Masyarakat Desa,” pesannya.
Bupati Asip juga mengatakan banyak dampak positif pada pembangunan keluarga dan perempuan dari hasil pendidikan di Akademi Paradigta. Di antaranya para peserta dan alumni akademi kini memiliki kemampuan dan keberanian untuk bicara.
Dengan begitu para perempuan menjadi mampu memberikan pendapat dan akhirnya lahir inisiatif-inisiatif dan prakarsa untuk menyelesaikan persoalan di desa. Ia mengungkapkan sektor pemberdayaan perempuan mempunyai bobot yang besar dalam visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Pemerintah daerah, ujarnya, sangat komit pada upaya pemberdayaan perempuan sehingga nantinya mampu berkontribusi dalam proses percepatan pembangunan Desa.
“Rumusnya kalau kita bicara tentang rumah tangga-rumah tangga, maka perempuan itu punya peranan dan pengaruh signifikan atau sebagai tiangnya. Karena itu dalam proses penguatan desa-desa, ini juga termasuk penguatan peran perempuan supaya rumah tangga-rumah tangga itu terjamin bisa berdaya. “terangnya.
Mewakili Pemerintah pihaknya berharap para alumni Akademi Paradigta dapat berperan menggerakkan masyarakat juga dapat membantu menggerakkan ekonomi rumah tangga seperti melalui usaha mikro kecil} menengah dan penguatan pemberdayaan ekonomi keluarga termasuk di sektor pertanian atau pangan rumah tangga. Melalui cara tersebut dirinya meyakini rumah tangga akan menjadi lebih cepat mandiri. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kaitannya dengan pengelolaan penyelenggaraan tempat pelelangan ikan atau TPI juga ada pengembangan. Di Kabupaten Pekalongan sendiri mempunyai dua TPI yakni TPI Jambean dan TPI Wonokerto. Kondisi keduanya bisa dikatakan rusak berat karena diterjang rob selama ini. Sementara anggaran dari Pemda itu terbatas dan tiap tahunnya hanya bisa merehab sedikit-sedikit.
"Untuk tahun 2020 ini kami mengalokasikan untuk rehab TPI di dua tempat tersebut masing-masing untuk tempat pelelangan ikannya. Untuk yang lainnya mudah-mudahan di tahun 2021 Pemda bisa menyediakan anggaran untuk rehab TPI sehingga bisa diperbaiki dan memberikan pelaynan yang bagus dan baik kepada nelayan," ujarnya.
Selain itu, Sirhan juga menyampaikan bahwa hasil tangkapan ikan dari nelayan yang dilelangkan bisa dipastikan merupakan ikan yang dalam keadaan higeinis karena selalu diawasi dan di uji lab.
"Kami sudah ada anggaran untuk pengawasan setiap bulannya, kami juga membawa hasil dari tangkapan nelayan ke lab semarang dan hasilnya negatif, tidak ada indikasi seperti formalin. Petugas lelang dan TPI selalu mengamati ikan yang ada disana sehingga jika ada ikan yang dicurigai berformalin akan diambil sampelnya dan selama ini tidak ada. Ikan yang dilelang adalah ikan yang higenis dan fresh," tandasnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)