KAJEN - Hari ini, Selasa (21/1/2020) diselenggarakan acara Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan draft perjanjian kerjasama wajib 5 Kabupaten yakni Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Purbalingga dan Banyumas atau disingkat Galang Kapurmas.
Rakor khusus membahas tiga bidang yaitu bidang pembangunan kepemudaan, bidang ketenagakerjaan, bidang pendidikan dan kebudayaan.
Acara dibuka oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dan dilangsungkan di aula lantai I Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan. Dihadiri Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta Asisten Pemerintahan dan Kesra beserta para Kepala OPD terkait dari 5 Kabupaten. Dan Rakor dilaksanakan selama dua hari terhitung sejak hari Selasa ini (21/1 /2020) dan Rabu besok (22/1/2020).
Usai membuka Rakor, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si kepada awak media yang meliput menyampaikan bahwasanya hari ini sedang ada kajian-kajian mendalam yang dilakukan oleh para Sekda dan para Kepala OPD terkait di 5 Kabupaten untuk melakukan sinergitas ke lima kabupaten dengan kerjasama.
Menurut Bupati, saat ini semua kerjasama diatur yakni ada kerjasama antar Provinsi dan ada kerjasama antar daerah. "Khusus untuk kerjasama daerah, Kabupaten Pekalongan dengan 4 Kabupaten lainnya dengan tema tiga bidang itu sedang merancangnya," ujar Bupati.
Kemudian, lanjut Bupati, yang paling penting pada tataran implementasi. Karena Jawa Tengah ini menjadi target Pemerintahan Jokowoi-Maruf Amin bahwa nanti pertumbuhan ekonomi dipatok diangka 7.
"Jadi tidak hanya melalui Perpres Nomor 79 tahun 2019 saja tetapi melalui inovasi kerjasama daerah, sehingga ini juga menjadi faktor pendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi 7, serta penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan di Jawa Tengah ini," tegasnya.
"Ini di tataran draft. Saya berharap nanti betul-betul bisa dioperasionalisasikan. Jadi jangan hanya MoUnya saja yang kuat, tetapi yang lebih penting adalah pada tataran aplikasinya, tataran aksi yang lebih penting. Karena ini akan bermanfaat untuk pengembangan daerah," imbuh Bupati.
KAJEN -Turunnya hujan dengan intensitas yang cukup tinggi selama beberapa jam di wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan, Senin malam ( 20/01/2020) mengakibatkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah. Salah satu tempat yang terkena banjir adalah RSUD Kraton yang berlokasi di Kota Pekalongan.
Sehubungan musibah banjir tersebut, pagi ini Selasa (21/01/2020) Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti melakukan kunjungan langsung ke RSUD Kraton. “Kemarin hujan sangat deras sekali sehingga pompa yang sudah disediakan di Rumah Sakit, dengan debit yang terlalu besar tidak mampu mengatasi, sehingga sampai terjadi banjir. Dan bahkan ada pasien yang dipindahkan dari ruang wijayakusuma ke ruang cempaka yang kebetulan pasiennya sedikit”, ujar Arini di sela sela tinjauannya ke RSUD Kraton.
Arini menjelaskan kalau debit yang berasal dari jalan raya terlalu besar, kalau itu ditambah pompa kurang efektif. Menurutnya perlu diupayakan bagaimana membendung / meninggikan titik yang rendah-rendah sehingga dari jalan tidak masuk ke Rumah Sakit.
KAJEN - Kecamatan Petungkriyono merupakan salah satu wilayah yang memiliki tempat atau objek wisata terbanyak di Kabupaten Pekalongan. Di antara lokasi tersebut, masih ada yang masih perlu pantauan khusus supaya bisa menjadi destinasi wisata unggulan baru di Kota Santri yakni Telaga Sigebyar Mangunan yang berada di Desa Tlogohendro.
Tempat itu cukup eksotik dengan pemandangan alam yang sangat bagus dan berada di daerah pegunungan sehingga hanya cukup sejuk.
''Tempat ini cukup sunyi dan sangat cocok untuk bertafakur, menikmati karunia dari Allah SWT,'' ujar Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si., saat meninjau telaga tersebut, Minggu (19/1/2020).
Karena masih perlu adanya tambahan agar lokasi ini lebih bagus lagi maka saat ini kawasan Telaga Sigebyar Mangunan masih dalam tahap revitalisasi. Di sekitar telaga, tepatnya di tengah-tengah, terdapat cukup banyak gambut sehingga perlu dikeruk.
KAJEN - Belum lama ini, jembatan jambu atau sering disebut jembatan ''begal'' di Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan mengalami longsor. Padahal, jembatan itu fungsinya sangat fital karena menghubungkan Kecamatan Kajen dengan Kecamatan Kandangserang. Namun karena kondisinya yang tidak memungkinkan, akhirnya akses jalan untuk sementara ditutup, khususnya untuk kendaraan roda empat atau lebih.
Melihat kondisi salah satu daerahnya mengalami longsor, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si bersama sejumlah pejabat lainnya langsung menyempatkan waktunya menuju ke Jembatan Jambu, Jumat siang (17/1/2020).
Setelah menyaksikan dan mamantau sendiri di lokasi kejadian, Bupati meminta agar segera dilakukan perbaikan jembatan dan maksimal waktunya tiga minggu lamanya.
''Paling lama tiga minggu kita akan kembalikan fungsi jembatan ini seperti sedia kala,'' tandasnya.
KAJEN - Tahun 2020 bisa jadi dikatakan sebagai tahun politik di Jawa Tengah. Pasalnya, ada sekitar 21 Kabupaten dan Kota di wilayah tersebut bakal diselenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak, salah satunya Kabupaten Pekalongan. Dengan adanya tahun seperti itu, saya berharap agar semua pihak harus netral.
Demikian dikatakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat menjadi inspektur upacara bendera di Markas Kodim 0710/ Pekalongan, Jumat (17/1/2020) pagi.
Hadir dalam acara itu, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si., Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, tuan rumah Dandim Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS, dan sejumlah pejabat Forkopimda.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengingatkan kepada seluruh Kepala Desa yang mengikuti sosialisasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk benar-benar mematuhi aturan dan prosedur yang ada.
"Saya ingatkan kepada para kades yang hadir, agar menjalankan PTSL sesuai dengan prosedur dan aturan. Jangan sampai ada pungutan diluar ketentuan, karena dalam mengurus PTSL ini biasa resminya Rp 150 ribu dan tidak boleh lebih dari itu," kata Bupati Asip usai membuka dan menghadiri sosialisasi PTSL di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Rabu (15/1/2020).
Pihaknya juga mengapresiasi kerja keras BPN Kabupaten Pekalongan. Hal ini lantaran, tahun 2019 mampu menyelesaikan target 40.000 ribu bidang tanah.
"Saya berharap agar seluruh stakeholder, dapat bersatu dalam menyukseskan program PTSL tahun 2020 yang targetnya menjadi 44.000 ribu bidang," jelasnya.
KAJEN - Kantor Pertanahan atau BPN Kabupaten Pekalongan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama dalam pelayanan pendaftaran untuk pensertipikatan tanah hak milik mereka. Tahun ini, rencananya ada sebanyak 44.000 bidang tanah yang akan digarap agar bisa menjadi sertipikat.
Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan kantor pertanahan setempat dalam rangka merealisasikan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) secara berkelanjutan.
Dengan adanya program tersebut, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si berharap kepada semua pihak untuk mendukungnya. Terutama para kepala desa yang belum lama ini dilantik supaya bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 56 TAHUN 2019 TENTANG PETUNJUK PELAKSAAN PERDA JATENG NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG PELAYANAN INFORMASI PUBLIK PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH
KAJEN - Mulai tahun 2020, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pekalongan diwajibkan untuk mengenakan sarung batik dan baju koko lengan pendek. “Ini ada kegiatan penggunaan busana baju koko, sarung batik khas Pekalongan dan berpeci. Ini serius tapi santai. Maknanya apa? Karena budaya pesisiran dan batik menjadi trendmark Kabupaten Pekalongan dan memang menjadi daerah penghasil batik terbesar di Indonesia bahkan di dunia,” terang Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si sesaat sebelum acara pengajian rutin setiap hari Jumat Kliwon, Jum’at (10/01/2020) pagi di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
“Selanjutnya, baju koko mencerminkan proses akulturasi budaya, antara budaya Jawa, Cina dan Islam. Bahasa lain disebut baju takwa. Artinya ketika mengenakan baju takwa ini setidaknya ada simbol yang harus terpatri dalam jiwa pemakainya yaitu untuk selalu bertaqwa kepada Alloh SWT. Itu dipakai setiap hari Jumat,” tegas bupati.
Mengenai pihak-pihak Rumah Sakit yang telah mengevakuasi pasien, Arini berterima kasih kepada pihak Rumah Sakit karena dinilai sudah bersikap tanggap, ada banjir pasien langsung dievakuasi dengan cepat sehingga pasien merasa nyaman dan pasien merasa puas dengan pelayanan Rumah Sakit.
“ Mudah-mudaha an tidak terjadi banjir lagi dengan meningkatkan tempat-tempat yang rendah sehingga tidak lagi menggelondor ke Rumah Sakit”, harap Arini.
Sementara itu dr. Eko Wigiantoro, M.Kes selaku Direktur RSUD Kraton membenarkan bahwa pasien yang ada di ruang Wijayakusuma, ruang yang terkena dampak paling parah , telah alihkan ke ruang cempaka yang bebas dari dampak banjir. Selanjutnya setelah dibersihkan, pasien kembali ke ruangan ( Humas Dinkominfo Kabupaten Pekalongan )
"Hingga sekarang, proses pengerukan sekitar 60 persen dan untuk mempercepat kegiatan itu perlu adanya peralatan tambahan dan Pemkab akan menyediakannya," terang Bupati.
Dijelaskan Bupati, agar pelaksanaan perbaikan cepat selesai, maka untuk sementara ini di kawasan telaga ditutup. Nanti kalau sudah selesai dan kondisinya jauh lebih bagus lagi maka akan segera dibuka.
Bupati yakin, telaga itu bisa menjadi destinasi wisata unggulan di wilayah kerjanya dan bakal bisa menarik masyarakat luar kota maupun wisatawan untuk mengunjunginya.
Sebelumnya, sudah cukup lama Pemkab Pekalongan menghibahkan tanah agar dibuat pendopo. Paling tidak, dengan adanya tempat itu juga membuat suasana di Telaga Sigebyar Mangunan semakin apik dan diminati pengunjung.
Sementara itu, Kasi Pemasaran Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Dody Purwanto membenarkan belum lama ini Bupati Pekalongan meninjau untuk melihat perkembangan lebih lanjut telaga yang berada di Kecamatan Petungkriyono.
Saat musim kemarau, air di telaga memang sempat berkurang atau mengering dan pada saat itu muncul gambut di tengah telaga. Sekarang, air di lokasi itu sudah cukup banyak, namun gambut yang merupakan tumpukan dari tumbuh-tumbuhan masih tetap ada.
''Keberadaan gambut ini cukup menganggu pemandangan sehingga perlu adanya pengerukan. Sudah dilakukan beberapa kali pengerukan dan sampai sekarang realisasinya sekitar 60 persen, '' tandasnya.
Jika sudah selesai revitalisasi, maka Telaga Sigebyar Mangunan bisa menjadi pilihan wisata bagi wisatawan yang datang ke Petungkriyono. Selama ini, ada beberapa destinasi serupa yang sudah banyak dikunjungi masyarakat lokal maupun luar kota seperti Curug Sibedug, Curug Lawe, Welo Asri, Black Canyon, Curug Bajing, dan tempat berkemah.
Kemudian sekarang juga terdapat kafe Kopi yang diharapkan menjadi lokasi peristirahatan para pengunjung setelah melihat-lihat sejumlah destinasi wisata di Petungkriyono. Selain menikmati kehangatan kopi setempat, pengunjung juga bisa mengabadikannya dengan selfi atau mengambil gambar pemandangan sekitar. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Pemkab bakal menyiapkan anggaran melalui dana tak terduga supaya secepatpun mungkin perbaikan jembatan selesai. Masalahnya, jalan ini sangat fital karena masyarakat yang ada di Kajen maupun sebaliknya, Kandangserang yang naik mobil tidak bisa melintas.
Sambil menunggu perbaikan, Bupati meminta kepada seluruh jajaran yang terkait dengan kondisi tersebut agar menyiapkan jalur alternatif, terutama kendaraan roda empat. Meski harus memutar, yang penting akses jalannya tetap lancar sampai perbaikan jembatan jambu selesai.
"Imbas dari longsornya jembatan itu memang cukup besar yakni menghambat roda perekonomian masyarakat sekitar. Makanya perlu adanya jalur alternatif yang menghubungkan kedua kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Kemudian untuk kendaraan besar, seperti truk supaya tidak melintas di jalur alternatif dan dirinya sudah berkoordinasi supaya menutup jalan bagi kendaraan jenis itu," ujar Bupati.
Selanjutnya dijelaskan, selama bulan Januari, kekhawatiran terjadinya bencana di Kabupaten Pekalongan memang cukup tinggi. Selain di Jembatan Jambu, juga ada beberapa titik atau lokasi yang mengalami hal serupa. Kemudian bencana banjir, khususnya di wilayah utara, meski skalanya masih kecil atau genangan airnya belum terlalu tinggi, namun masih ada terjadi.
Walau begitu, dengan kesiapan dan dukungan dari semua pihak, insya allah Pemkab Pekalongan berusaha menanganinya dengan baik. Hal itu sudah dilakukannya, masyarakat perangkat desa, maupun dari jajaran TNI dan Polri bekerjasama membantu warga yang terkena longsor.
''Semua hal yang ada kaitannya dengan becana alam, seperti longsor dan banjir akan segera diperbaiki,'' tegasnya.
Ada fase atau tahapan yang namanya rehabilitasi rekontruksi, tapi sampai sekarang skalanya masih kecil atau lokal. Mumpung belum terlambat, Bupati menyampaikan di bulan januari, musim hujan belum berakhir sehingga masyarakat harus waspada. Kemudian Pemkab dan isntansi terkait juga sudah on call dan siap siaga guna mengantisipasi datangnya bencana alam secara tiba-tiba atau mendadak. (red)
''Mari kita jaga netralitas dan profesionalitas kita sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing,'' ujar Bupati.
Sebab, kata Bupati, menjelang pelaksanaan Pilkada, suhu politik menjadi semakin panas sehingga tingkat terjadinya konflik pun tinggi. Namun apabila semua pihak berlaku netral dan menjaga kinerjanya sesuai peran masing-masing, insya Allah semuaya akan aman dan nyaman.
"Dengan demikian, harapan agar terciptanya suasana kondusif di Kabupaten Pekalongan menjelenang atau setelah Pilkada berlangsung bakal terealisasi dengan baik," terang Bupati.
Bupati menjelaskan, tahapan pelaksanaan Pilkada di daerahnya kini sudah mulai berjalan, terutama pihak penyelenggara pemilu yakni Bawaslu dan KPU. Keduanya telah membentuk struktur di tingkat kecamatan seperti Panwascam maupun PPK. Dalam tahapan pembentukan tersebut, Pemkab tetap berusaha membantu dan sepenuhnya mendukung agar pelaksanaan Pilkada di daerahnya lancar.
Bentuk dukungan itu antara lain anggaran belanja hibah untuk kedua penyelenggara pemilu dan sudah dimanfaatkan sesuai tahapan yang berjalan. Kemudian yang lebih penting lagi adalah dukungan sumber daya manusia, di mana saat Pilkada membutuhkan personel cukup banyak.
''Tolong ibu Sekda dibantu untuk rekrutmen personil supaya lancar baik di tingkat kecamatan sampai terbentuknya KPPS,''ujar Bupati saat menjadi inspektur upacara bendera.
Lebih lanjut dikatakan, dalam menjaga netralitas menjelang Pilkada berlangsung, kuncinya antara lain membuat perencanaan dengan matang, hindari kekeliruan dan meningkatkan harmonisasi. Orientasinya adalah mewujudkan harmonisasi dan soliditas tanpa saling mengintervensi dalam penyelenggaraan pesta demokrasi Pemilukada serentak Di Tahun 2020 Ini.
"Kemudian juga perlu meningkatkan kewaspadaan dan semangat persatuan serta kesatuan terhadap upaya dari pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memecah belah dan menghancurkan kelangsungan kehidupan bangsa maupun kekuatan NKRI, khususnya di Kabupaten Pekalongan," tandasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Asip menambahkan banyak sekali manfaat program PTSL, selain mempercepat masyarakat memperoleh sertifikat tanah, hal itu juga meminimalisasi konflik pertanahan.
"Program, dari pemerintah ini juga mampu mendorong pergerakan dan kemajuan ekonomi masyarakat bawah, karena sertifikat ini menjadi barang berharga yang bisa digunakan untuk agunan bank dan lembaga keuangan untuk modal usaha," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
''Hampir kepala desa ini baru, sehingga belum berpengalaman mengelola PTSL. Untuk itu tolong bisa mengikuti sosialisasi PTSL dengan baik supaya bisa menjalankan aturan main yang berlaku sehingga seluruh desa tetap kondusif,'' ujar dia usai menghadiri dan membuka sosialisasi program PTSL yang digelar di ballroom Hotel Daffam Pekalongan, Rabu (15/1/2020) pagi.
Bupati menegaskan, jangan sampai dalam menjalankan PTSL, ada kepala desa yang ''ngemplang'' dan jika sampai ketahuan maka hukumannya berat.
"Ada satu atau dua orang yang datang dan komplain ke Pemkab Pekalongan. Mereka kemudian dijelaskan bahwa diluar ketentuan yang sudah dirumuskan oleh peraturan perundang-undangan biasanya diselesaikan secara musyawarah di tingkat desa. Sebab hal itu urusan kepala desa, perangkat desa, dan warga. Sedangkan pemerintah kabupaten hanya memonitor agar hasil musyawarah bersendikan kepada nilai-nilai keadilan atau tidak memberatkan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Pekalongan, Sudjarno menjelaskan dari 44.000 bidang tanah yang didaftarkan di program PTSL, berada di 48 desa dan 15 Kecamatan. Meliputi Kecamatan Wonopringgo, Petungkriyono, Tirto, Bojong, Buaran, Doro, Kajen, Kedungwuni, Paninggaran, Siwalan, Sragi, Talun, Wiradesa, Wonokerto, dan Kandangserang. Untuk tahun ini, ada peningkatan target sekitar 4.000 bidang tanah yang didaftarkan karena tahun sebelumnya jumlah bidang tanah yang ditargetkan 40.000.
''Tahun 2019, hanya terealisasi sekitar 32.654 sertifikat. Belum tercapainya target tersebut karena ada beberapa kendala,'' katanya.
Diantaranya banyak masyarakat yang enggan atau tidak mau ikut. Kemudian cukup banyak juga masyarakat yang menjadi perantauan dan persyaratan untuk pendaftaran tanahnya belum lengkap. Agar tahun 2020 bisa mencapai target maka Kantor Pertanahan Kabupaten Pekalongan berupaya untuk merealisasikannya dengan baik.
Langkah awal yang di dilakukan guna merealisasikan program kerjanya tersebut dengan melantik dan mengambil sumpah Panitia Ajudikasi PTSL. Panitia ini terdiri dari pejabat kantor pertanahan dan kepala desa yang menjadi sasaran program PTSL.
Makanya setelah dilantik, para kepala desa setelah mengikuti sosialisasi nantinya akan memberikan penyuluhan ke warganya.
Program PTSL ini merupakan kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak bagi semua objek pendaftaran tanah di seluruh tanah air. Karena sudah menjadi program nasional, maka perlu adanya dukungan dari semua pihak perlu baik dari pemerintah, kepolisian, TNI, dan kejaksaan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
“Untuk setiap hari Jumat Kliwon, karena masyarakat Kabupaten Pekalongan punya persepsi sendiri terhadap hari Jumat kliwon, maka diadakan pengajian rutin Kliwonan diselenggarakan di Aula Setda dengan tujuan untuk bersama-sama bagaimana cara kita menjadi pelayan yang lebih baik bagi masyarakat, menjadi pribadi-pribadi yang menjiwai tugas pokok dan fungsinya sebagai ASN sekaligus memperkaya khasanah tentang khikmah yang dilaksanakan. hikmah itu adalah pengabdian bekerja diluar jam kerja. Dedikasi waktu yang diberikan diluar jam kerja itu bermakna khikmah”, lanjutnya.
Menurut Bupati dengan seragam ini untuk memanfaatkan local wisdom tata berpakaian pada umumnya masyarakat serta dalam rangka lebih menggairahkan pasar sarung batik dan koko yang banyak produksi di Kabupaten Pekalongan. “Saya berharap kalau kita mengenakan sarung batik dan baju koko yang merupakan produk dari Kabupaten Pekalongan yang selama ini penyuplai sebagian pasar-pasar di nusantara yang diproduksi oleh ribuan perajin yang ada di Kabupaten Pekalongan, maka kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat. (Red)