KAJEN – Jum’at (10/01/2020) sejak jam 07.30 Wib bertempat di Pantai Api-Api Kecamatan Wonokerto, Polres Pekalongan bersama masyarakat setempat melaksanakan penanaman 5.180 bibit pohon Mangrove.
Acara diawali dengan Apel yang dipimpin oleh Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK, M.Si. Diikuti Wakapolres Kompol H. Mashudi, SH dan seluruh jajaran Polres Pekalongan dan Polsek se Kabupaten Pekalongan.
Aksi penghijauan dengan penanaman 5.180 bibit pohon Mangrove dipimpin Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si, bersama Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si yang diwakili Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., diikuti Pejabat Utama Polres, Dandim 0710 Pekalongan diwakili Danramil Wiradesa Kapten Cpm Hadi Wahyudi, Kadin Perkim dan LH Trinanto Agus Maryono, Kapolsek Wiradesa, Personil Polres dan Polsek jajaran, Bhayangkari cabang Polres Pekalongan, serta warga sekitar.
Kapolres Pekalongan mengatakan bahwa sebelumnya program serupa telah dilaksanakan pada bulan November lalu. Dan penanaman pohon kali ini merupakan program lanjutan dari penanaman pada bulan November sebelumya yaitu sebanyak 163 bibit pohon.
Lebih lanjut, AKBP Aris menerangkan bahwa agenda yang juga termasuk dalam program “Polda Jateng Go Green” ini bertujuan untuk menciptakan kelestarian penghijauan lingkungan serta untuk mengurangi dampak abrasi gelombang laut.
“Aksi peduli lingkungan ini dalam rangka mendukung Program Go Green untuk satu juta pohon di Jawa Tengah. Untuk Polres Pekalongan melakukan penanaman pohon mangrove di tiga titik yang berbeda yakni di pantai Asri Api-api Kecamatan Wonokerto ini sebanyak 5.000 bibit pohon mangrove,” ujar Kapolres.
“Kemudian yang kedua di Mako Polsek Kesesi sebanyak 120 bibit pohon yang terdiri dari 25 Pohon Duren, 25 Pohon Jambu, 50 Pohon Alpukat, 12 Pohon Pucuk merah dan 8 Pohon kemuning. Dan untuk lokasi ketiga di Mako Polsek Kajen sebanyak 60 bibit pohon yang terdiri dari 40 pohon Alpukat dan 20 Pohon Durian,” imbuhnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melalui Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Pekalongan dengan aksinya menanam pohon mangrove di pantai Api-Api Wonokerto dan wilayah lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Pekalongan beserta jajarannya atas gerakan hari ini dalam rangka penghijauan Pantai Api-Api ini guna meminimalisir karena kondisi Pantai ini abrasinya sudah mulai meluas,” ujar Sekda.
“Dan saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk senantiasa menjaga lingkungannya agar semakin baik. Tolong buang sampah pada tempatnya, kemudian tanam tanaman tidak harus menunggu yang seremonial seperti hari ini. Mohon kesadarannya untuk menanam pohon seperti di pantai ini,” imbuh Sekda. (didik/dinkominfo kab,pekalongan)
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mengawali aktivitas rohaniyah pada tahun 2020 ini dengan menggelar pengajian. Kegiatan digelar di Aula Lantai 1 Gedung Setda, Jum’at (10/1/2020). Pengajian diikuti oleh seluruh ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Pengajian yang digelar perdana pada tahun ini menghadirkan pembicara KH. Muhammad Dzilqon yang merupakan Pengasuh Pondok Pesentren Al Fusha, Rowocacing, Kedungwuni. Pengajian dijadwalkan akan digelar secara rutin, setiap Jum’at Kliwon.
Bupati Pekalongan, K.H. Asip Kholbihi, SH, M.Si dalam sambutan kegiatan tersebut mengutarakan, pengajian digelar sebagai ikhtiar Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadikan aparaturnya sebagai pelayan umat yang baik. “Tahun 2020 ini harus beda. Orang yang ingin baik, harus lebih barik dari tahun kemarin. Maka hal-hal yang perlu kita tingkatkan, kita tingkatkan,” pinta Bupati.
Menurut Bupati, ada beberapa cara agar kita menjadi lebih baik. Yang pertama, disebutkan bupati, jadilah seperti kiai. “Mondoknya lama, tirakatnya lama. Tapi ini langka. Sedikit yang bisa seperti kiai. Dari Pondok Pesantren, hanya 10 hingga 30 persen, sisanya menjadi orang biasa,” kata Bupati.
KAJEN - Menindaklanjuti disposisi Bupati Pekalongan pada nota dinas nomor 065.5/03 tanggal 3 Januari 2020 tentang penggunaan pakaian dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan.
Pemkab Pekalongan, Jawa Tengah mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) untuk memakai sarung batik setiap hari Jumat.
Sekertaris Daerah Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM mengatakan tujuan pemakaian sarung batik bagi ASN ini, sebagai upaya melestarikan kerajinan batik dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Pemakaian sarung batik ini sama persis kayak Kota Pekalongan. Tapi yang paling penting yaitu untuk nguri-nguri budaya," kata Sekda Mukaromah Syakoer, Kamis (9/1/2020). Menurutnya, pemakaian sarung batik ini mulai diterapkan pada besok Jumat (10/1/2020).
Mukaromah mengungkapkan pakaian dinas sebelumnya, untuk pria menggunakan baju koko warna putih, celana hitam. Sedangkan, wanita menggunakan atasan berwarna putih dan rok hitam.
KAJEN - Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH.,M.IP meresmikan 3 jembatan secara bersamaan, yakni Jembatan Kesesi di Desa Kesesi Kecamatan Kesesi dan Jembatan Kali Keruh di Desa Luragung Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan, serta Jembatan Polaga di Desa Pasir Kecamatan Bodeh Kabupaten Pemalang pada Selasa (07/01/20) pagi. Perersmian dipusatkan di Jembatan Kesesi Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan.
Kunjungan Gubernur didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah serta jajarannya, diterima langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK.,M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS serta unsur Forkopimda lainnya. Tampak juga Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Awal Tahun 2020 warga Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah sudah bisa menikmati suasana desa tanpa banjir.
"Dulu, setiap memasuki tahun baru, warga Desa Jeruksari merasakan kesedihan karena kondisi jalan, balai desa, dan rumah terendam air. Namun, Januari awal tahun 2020 masyarakat Desa Jeruksari sudah bisa tertawa karena kondisi desa saat ini sudah tidak dilanda banjir," kata Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meninjau kondisi Desa Jeruksari, Sabtu (4/1/2020).
Menurutnya adanya tanggul penahan rob bisa mengurangi banjir maupun rob di pesisir utara Kabupaten Pekalongan. "Ada sedikit genangan air di beberapa titik Jalan Desa Jeruksari. Tapi, ini bukan karena rob melainkan air hujan, karena beberapa hari ini intensitas hujan di Kabupaten Pekalongan tinggi," ungkapnya.
Asip mengungkapkan mudah-mudahan banjir yang ada di Desa Jeruksari sudah berakhir. Tapi, pihaknya menekankan untuk masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan mitigasi bencana.
KAJEN – Menindaklanjuti perintah Gubernur Jateng untuk meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dengan melakukan cek langsung ke lapangan, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, melakukan peninjauan wilayah rawan banjir di Kecamatan Tirto, Sabtu (4/1/2020) sore.
Dengan didampingi Kepala DPU Taru Ir. Bambang Irianto, M.Si., Camat Tirto Agus Dwi Nugroho, S.STP beserta Muspika dan para Kades terkait, Bupati Pekalongan meninjau di Desa Pacar, Desa Tegaldowo, Desa Mulyorejo dan Desa Jeruksari.
"Desa Pacar yang ada di Kecamatan Tirto dan berada di dekat Pantura berpotensi banjir, akibat meluapnya Sungai Miduri. Apalagi, intensitas hujan di Kabupaten Pekalongan meningkat. Oleh karena itu, kami ingin melihat kondisi di desa ini," kata Bupati KH. Asip.
KAJEN - Tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menganggarkan sebesar Rp 2,4 Trilyun guna membiayai semua kegiatan yang ada di daerah. Untuk itu, dalam mengelola anggaran semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendapatkannya harus transparan. Ini semua dilakukan dalam rangka menciptakan zona pemerintahan yang bebas dan besih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Hal tersebut disampaikan Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si kepada sejumlah wartawan usai pelaksanaan kegiatan penyerahan buku APBD 2020, penandatangan pakta integritas, dan pencanangan pembangunan zona integritas Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Jumat (03/01/2020).
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Wakapolres Kompol Mashudi, SH., Ketua Pengadilan Agama Kajen H. Suwoto, SH.,MH., Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Bertempat di Alun-alun Kajen dilaksanakan Upacara Hari Amal Bakti (HAB) Kementrian Agama Republik Indonesia ke-74 Tingkat Kabupaten Pekalongan, Jumat (3/1/2020). Upacara mengambil tema “Rakyat Rukun, Indonesia Maju”.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menjadi Inspektur Upacara. Dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Mas'udah, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si, serta unsur Forkopimda lainnya. Selain itu, Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan DR. H. Kasiman Mahmud Desky, dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan. Upacara diikuti oleh ribuan unsur Kementerian Agama mulai dari pegawai Kemenag, KUA, seluruh guru dan siswa-siswi dibawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Pekalongan.
Menteri Agama Republik Indonesia Fachrul Razi dalam dalam amanatnya yang dibacakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, menyampaikan bahwa
KAJEN - Menindaklanjuti perintah Gubernur Jateng untuk meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dengan melakukan cek langsung ke lapangan, siang ini Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, melakukan pengecekan ke Bendung Gembiro dan Rumah Pompa Sengkarang di Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto, Kamis (02/01/2020).
Dalam tinjauannya, Bupati didampingi Kepala DPU Taru, Kadis Perkim & LH, Kadis Perindagkop UKM, dan Agus Korlap Paket II Rumah Pompa Sengkarang. "Kewaspadaan masyarakat dan utamanya penjaga bendungan lebih ditingkatkan, karena sebagai kontrol point laju dan debit air ke daerah bawah. Semoga Kabupaten tetap dalam kondisi aman," tegas Bupati.
Peninjauan lapangan di Bendungan Gembiro bagian dari kewaspadaan penanganan bencana banjir di hulu daerah atas, dilanjutkan dengan tinjauan lapangan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, ke hilir yakni Rumah Pompa Sengkarang di Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto.
Cara yang kedua, lanjutnya, yakni menjadi santri. “Pak Kiai Dzilqon jadi kiainya, kita jadi santrinya,” ujar Bupati.
Cara yang ke tiga, yakni, menjadi pendengar atau menjadi orang yang mencintai, alim ulama, orang sholeh maupun cerdik pandai.
Melalui pengajian pagi itu, Bupati berharap, dirinya dan para ASN bisa menjadi khodimul ummah atau pelayan masyarakat yang betul-betul baik hati, bekerja dengan ikhlas, sehingga hasilnya bisa betul-betul dirasakan masyarakat.
“Jika proses ini berjalan, insya allah Kabupaten Pekalongan ini akan menjadi kabupaten yang hebat dan berkah, kabupaten yang masyarakatnya sejahtera, generasi kita diselamatkan dari hal-hal yang tidak diinginkan dan Pemerintahnya dalam menjalankan tugas, diselamatkan dunia dan akhirat, amin,” ungkap Bupati.
Bupati menyayangkan jika ada golongan yang membenci terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keilmuan, kebaikan, dan kesolehan. Oleh karena itu, Bupati mengajak kepada para ASN untuk mengikuti pengajian, mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh para kiai dan alim ulama.
“Agar proses kehidupan kita seimbang. Kadang-kadang ada hal-hal yang kontradiktif. Sehari saja kita makan tiga kali, pengajian hanya kliwonan saja. Padahal kebutuhan jasmani dan rohani harusnya seimbang. Tapi saya percaya, Bapak Ibu sekalian memanfaatkan berbagai media untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” tutur Bupati.
Sementara itu, K.H. Dzilqon, dalam tausiyahnya menyampaikan antara lain mengenai hikmat dan ajakan agar masyarakat mematuhi Ulil Amri atau Pemerintah sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an.
Terkait hal tersebut, Bupati Asip Kholbihi dalam wawancara kepada Humas Pemkab Pekalongan dan sejumlah awak media menyampaikan bahwa ASN di Kabupaten Pekalongan sudah terbiasa bekerja hingga di luar jam kerja sebagai bentuk hikmat terhadap tanggung jawab kerja dan tanggung jawab sebagai pengemban amanah masyarakat.
Menurut Bupati, tugas pemerintahan adalah tugas yg mulia dan dalam Al Qur’an disebutkan ajakan agar menaati Pemerintah, sepanjang yang tidak mengajak kepada hal-hal yang maksiat. Ini hukumnya wajib, karena jika tidak ada pemerintah, rusak semua, tidak ada yang bisa menjalankan ibadah dengan baik dan aman,” terang Bupati.*) Tim Bidang Kehumasan Dinkominfo Kabupaten Pekalongan
"Pakaian dinas yang baru ini untuk pria yaitu baju koko warna putih, bawahan sarung batik, peci hitam, dan sepatu atau sandal selop. Kemudian, untuk wanita baju berwarna putih, bawahnya kain batik, sepatu, atau sandal selop," ungkapnya.
Saat disinggung, apabila ada ASN yang tidak menggunakan pakaian dinas sarung batik, pihaknya akan memaklumi. "Surat edaran penggunaan sarung batik kan baru sore tadi, jika besok ada ASN yang belum menggunakan saya maklumi. Tapi, untuk Jumat yang akan datang semua ASN harus wajib menggunakan pakaian dinas yang baru ini," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Gubernur Ganjar berharap dengan dibangunnya ketiga jembatan tersebut mudah mudahan bisa membantu kelancaran transportasi serta meningkatkan perekonomian masyarakat. “Namun ini tidak ada artinya kalau kita tidak merawat. Sampahnya, tamannya juga konstruksinya agar dijaga betul. Mudah-mudahan apa yang dikerjakan kontraktor bagus. Sehingga kita akan diuji langsung di musim hujan yang curahnya cukup tinggi, dan kita harapkan masyarakat bareng-bareng membantu”, tuturnya
“Masyarakat saya pesan jangan buang sampah di sungai, dikelola dengan baik, agar tidak menimbulkan persoalan baru nantinya”, imbuhnya
Menjawab pertanyaan seputar penanganan bencana di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar mengungkapkan bahwa ritmenya sudah mulai kelihatan, misal menjelang kemarau apa yang harus dilakukan, demikian juga menjelang musim penghujan apa yang harus dilakukan. “Sekarang tinggal kita mendistribusikan seluruh informasi yang paling actual. Kita ada bencana di hampir setiap kabupaten/kota, kita dilapori tiap hari dan kita tangani. Kemarin kita mengirimkan bantuan logistik ke DKI Jakarta, Jabar dan juga Banten”, tambahnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi SH.M.Si yang mendampingi Gubernur menyatakan bahwa jembatan Kalikeruh Luragung Kecamatan Kandangserang sudah diresmikan oleh Bapak Gubernur karena sumber pendanaannya adalah dari Propinsi dengan nilai kontrak proyek sebesar 14, 6 milyar.
“Dulu jembatan ini roboh/runtuh karena salah satu penyebabnya adalah penambangan pasir liar. Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat, tolong jangan menambang pasir atau batu dekat jembatan”, tutur Bupati Asip
Dalam kesempatan tersebut Bupati menghimbau kepada kades, camat, agar memberi tahu masyarakat jangan sampai terulang kembali melakukan penambangan liar. “Ini beban berat bagi sebagian masyarakat akibat robohnya jembatan ini, antara lain banyak guru yang berdomisili di wilayah Kabupaten Pekalongan mengajar di Kabupaten Pemalang,” terang Bupati.
Selanjutnya, menurut bupati yang paling penting, sesuai dengan pesan dari Gubernur yang menitipkan agar jembatan Kali Keruh untuk dijaga dan dirawat karena menggunakan uang rakyat yang tidak sedikit jumlahnya. “Mudah-mudahan semua warga Luragung yang nyambung dengan jembatan ini, ekonominya lancar, tinggal penerangannya nanti kita buat”, pungkasnya. (red)
"Apabila terjadi sesuatu, aparatur dari desa, camat, hingga pemkab sudah siap dalam menghadapi bencana," jelasnya.
Menurut Bupati KH. Asip saat ini pemerintah akan menata drainase yang ada di Desa Jeruksari. "Semua drainase tidak boleh ada bangunan, jika ada bangunan dibersihkan. Hal ini, untuk menata kawasan ini agar tidak terjadi banjir kembali," tuturnya.
Sementara itu, Kades Jeruksari Budiharto menceritakan berkat adanya tanggul penahan rob, Desa Jeruksari tidak mengalami kebanjiran. "Dulu pada saat banjir dan setiap tahun baru warga Desa Jeruksari selalu ditemani banjir, namun sekarang alhamdulilah tidak banjir lagi. Bahkan, dulu warga Jeruksari setiap bulan belinya jajan sertu atau tanah untuk meninggikan rumahnya. Tahun 2020, sudah bisa beli jajan bakso," ungkapnya.
Pihaknya berharap semoga Desa Jeruksari terhindar dari bencana banjir pasca adanya tanggul penahan rob. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Dikatakan, ketika musim hujan desa ini selalu menjadi langganan banjir. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sedang membuat rekayasa agar Desa Pacar tidak menjadi langganan banjir. "Daya tampung Sungai Miduri ketika musim hujan sudah over, kemudian pembuangan dari desa-desa sekitar juga mempengaruhi. Oleh karenanya, kita membutuhkan treatment khusus untuk menangani bencana ini," ungkapnya.
Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan kondisi saat ini di Kabupaten Pekalongan masih aman. Bahkan, pada saat mengecek tanggul dan pompa penyedot air sudah befungsi dengan baik. "Memang ada genangan air tapi tidak tinggi seperti tahun 2019. Walaupun ada banjir tapi sedikit, ini menjadi konsen pemerintah untuk menanggulanginya. Mudah-mudahan tahun ini Kabupaten Pekalongan sudah tidak terkena banjir lagi," tambahnya.
Terpisah, Imron perangkat Desa Pacar mengatakan ada 62 rumah yang menjadi korban banjir. Menurutnya, banjir ini disebabkan karena curah hujan di Kabupaten Pekalongan yang tinggi. "Kondisi saat ini warga resah dan terganggu aktifitasnya. Bahkan untuk makan dan minum warga membeli. Kemudian, rata-rata ketinggian air di dalam rumah mencapai 40 cm," ungkapnya.
Imron menambahkan warga berharap ada penambahan pompa untuk mengurangi debit air, karena pompa yang dimiliki saat ini kondisinya rusak. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
''Yang terpenting adalah menyerahkan semua dokumen kepada semua OPD dan pihak terkait dengan tujuan bisa dilaksanakan tepat waktui. Kemudian kwalitas tata kelola performance bertambah baik, memberikan dampak yang positif bagi masyarakat serta outcome semakin meningkat,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, jumlah sebanyak Rp 2,4 Trilyun cukup signifikan walaupun dibagi untuk belanja pegawai, lalu belanja modal atau kepentingan publik seperti infrastruktur, dan lain-lain. Di samping itu, kata Bupati, tahun 2020 Kabupaten Pekalongan memiliki hajatan besar yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang butuh dana sekitar Rp 37 M dari dana APBD.
Bupati merasa bersyukur karena dalam penyelenggaraan kegiatan di Kabupaten Pekalongan tahun 2019, dari 1.800 kegiatan pembangunan, hanya satu yang belum terselesaikan. Semua itu merupakan kegiatan fisik baik yang menggunakan mekanisme lelang atau penunjukan langsung. Dengan demikian, prosentase kesuksesan pembangunan di wilayah Kota Santri mencapai 99,9 persen atau hampir sempurna.
Untuk Tahun 2020, Pemkab Pekalongan pembangunan fisiknya antara lain menyelesaian jalan, lalu Pasar Wiradesa yang anggaran berasal dari pusat. Kemudian penataan kawasan terkena banjir dan rob, khususnya infrastrukturnya. “Agar pelaksanaan pengelolaan semua anggaran bisa transparan, maka semua pihak yang terkait mendapatkan anggaran dari pemerintah menandatangani pakta integritas,'' katanya.
Sementara itu, Asisten 3 Sekda, Amat Rosidin dalam laporannya menjelaskan terkait rangkaian kegiatan yang diselenggaran. Diantaranya pakta integritas yang merupakan dokumen berisi pernyataan atau janji kepada diri sendiri tentang komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang, dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Adapun isi dari pakta integritas, papar Rosidin, meliputi berperan aktif dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi. Kemudian melaksanakan tugas dengan batasan-batasan kewenangan, bersikap jujur, transparasi, dan obyektif. Terakhir adalah memberikan tauladan sesama ASN. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kementerian Agama dibentuk pada 3 Januari 1946 dengan Menteri Agama pertama Haji Mohammad Rasjidi. Kementerian Agama lahir di tengah kancah revolusi fisik bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan. Sebagai bagian dari perangkat bernegara dan berpemerintahan, Kementerian Agama hadir dalam rangka pelaksanaan pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945.
“Hari ini, kita memperingati tonggak peristiwa penting yang mempunyai arti khusus bagi bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi kaidah dan nilai-nilai kehidupan beragama, yaitu Hari Amal Bakti Kementerian Agama,” ujar Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si selaku inspektur upacara membacakan amanat Menteri Agama RI.
Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama merefleksikan rasa syukur kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, dan penghargaan terhadap jasa-jasa para perintis dan pendiri Kementerian Agama. Melalui upacara HAB INI, jajaran Kementerian Agama di seluruh Indonesia supaya memperhatikan 6 (enam) hal diantaranya memahami sejarah Kementerian Agama serta regulasi, tugas dan fungsi kementerian ini dalam konteks relasi agama dan negara, menjaga idealisme, kejujuran, integritas dan budaya kerja Kementerian Agama di tengah arus kehidupan yang serba materialistis, selaraskan antara kata dengan perbuatan, sesuaikan tindakan dengan sumpah jabatan.
“Tanamkan selalu bahwa bekerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah sebuah kemuliaan dan perkuat ekosistem pembangunan bidang agama antar sektor dan antar pemangku kepentingan, baik sesama institusi pemerintah, tokoh agama, organisasi keagamaan dan segenap elemen masyarakat,” tambah Bupati Pekalongan KH. Asip mengutip amanat Menteri Agama RI.
Lebih lanjut, BupatiPekalongan mengatakan supaya merangkul semua golongan dan potensi umat dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persatuan dan moderasi beragama sejalan dengan falsafah Pancasila yang mempersatukan anak bangsa walau berbeda ras, etnik, keyakinan agama dan golongan.
“Implementasikan Visi dan Misi Pemerintah ke dalam program kerja Kementerian Agama di semua unit kerja pusat, daerah dan Perguruan Tinggi Keagamaan,” tutupnya.
Dalam kesempatan upacara Hari Amal Bakti Kemenag ke-74, Bupati Pekalongan menyerahkan Surat Hibah Tanah untuk Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan yang diterimakan langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan DR. H. Kasiman Mahmud Desky.
Selain itu, Bupati Pekalongan atas nama Presiden RI menyerahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 3 ASN Kemenag yang telah berbakti selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. Dan menutup mengakhiri upacara, Bupati Pekalongan juga menyerahkan wakaf seribu Al Quran kepada 3 penerima yaitu majelis taklim Attarbiyah Desa Harjosari Kecamatan Doro, masjid Baiturrohman Sumurbandung Desa Gejlik Kecamatan Kajen dan Madin Al Hidayah Desa Delegtukang Kecamatan Wiradesa. Disamping itu pula, Bupati Pekalongan menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-74. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Di rumah pompa tersebut, Bupati melihat langsung kerja polder mesin pompa yang telah berfungsi dengan baik sejak Desember 2019 kemarin di Wonokerto, sehingga dapat mengatasi rob serta menanggulangi bencana banjir di wilayah yang biasanya tergenang rob.
“Hari ini kita melakukan pengecekan untuk pengoperasionalan Pompa Sengkarang. Alhamdulillah ini berjalan dengan baik, kemudian bisa mengurangi banjir yang biasanya terjadi di Desa Pesanggrahan, Wonokerto dan lain-lain. Alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi,” ujar Bupati.
Tetapi yang paling penting, kata Bupati, kesiapsiagaan dari seluruh jajaran Pemerintah. Saat ini, katanya, mungkin belum sampai pada puncak musim penghujan, namun setidaknya kita sudah melakukan antisipasi. “Pertama, tadi kita cek Bendung Gembiro di Bojong mengenai fungsionalisasinya dan aparat kita sudah standby di sana untuk menjaga pengaturan gerak bendungannya bisa disesuaikan dengan volume air. Itu di hulu ya. Kemudian di hilir, kita cek lagi efektivitas pembangunan tanggul penanggulangan rob yang dianggarkan oleh APBN, kemudian ada sindikasi APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Ini sudah tahun kedua, anggarannya multi years dari tahun 2017 hingga tahun 2019. Dan fungsionalisasinya kita cek, Alhamdulillah berjalan dengan baik. Dan nanti pada tahun 2020 ini masih ada pekerjaan-pekerjaan penyempurnaan,” papar Bupati.
Tapi secara umum, lanjut Bupati, masyarakat di pantai utara sudah merasakan bahwa kemarin tahun baru itu curah hujan begitu tinggi, tetapi alhamdulillah tidak terjadi banjir. Ini menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan selama ini oleh seluruh jajaran Pemerintahan membawa dampak yang positif bagi masyarakat. Akan tetapi kita juga perlu waspada karena banjir ini datangnya tidak memberi tahu ya. Yang paling penting adalah kesiapsiagaan yang kita miliki kita optimalisasi.
Sementara itu Kepala Korlap Paket II Rumah Pompa Sengkarang, Agus mengutarakan bahwa jumlah pompa yang dimiliki sebanyak 3 unit dengan kapasitasnya 2 kubik per detik, sehingga dengan 3 pompa kapasitas kerja pompa sebanyak 6 kubik per detik, dengan dioperasikan lebih kurang 1 minggu ini. “Alhamdulillah untuk mengurangi debit-debit air hujan yang masuk ke permukiman warga sudah masuk ke long storage dan kita alirkan ke Sungai Sengkarang. Dan long storage berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan,” tuturnya.
Bupati menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan, dalam menghadapi musim penghujan agar senantiasa menjaga kebersihan dan keamanan, serta jangan membuang sampah sembarangan karena mesin pompa sudah berfungsi dengan baik.
“Kita harus bersama-sama turut menjaganya dengan cara menjaga kebersihan sungai dari sampah agar tidak merusak pompa. Ini adalah tugas kita semua sebagai warga Kabupaten Pekalongan. Nanti dari dinas terkait bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat akan menata system persampahannya,” tandas Bupati. (red)