KAJEN - "Hari ini saya mengecek skema pembiayaan BPJS di RSUD Kajen. Ternyata, RSUD Kajen ini sedikit dari banyak rumah sakit yang settle tata Kelola keuangannya. Sehingga walaupun piutang di BPJS yang berjumlah Rp 30 milyar belum dibayar, tetapi RSUD Kajen ini tetap survive," ujar Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meninjau RSUD Kajen, Selasa (28/1/2020) siang.
Dikatakan Bupati, banyak rumah sakit meminjam dana dari Bank karena sudah tidak kuat lagi membiayai operasional rumah sakit dikarenakan piutang di BPJS banyak.
"Alhamdulillah RSUD Kajen tidak sampai hutang Bank dan masih bisa bernafas hingga hari ini. Kami berharap BPJS tidak terlalu lama untuk melunasi hutangnya kepada RSUD Kajen," harap Bupati.
Dalam tinjauannya, Bupati didampingi oleh Direktur Utama RSUD Kajen dr. Amrozi Taufik beserta jajaran menyusuri beberapa blok ruangan yang ada di RSUD Kajen. Antara lain Ruang Mawar, Seroja dan Poli Anak. Di setiap ruang yang ditinjau, Bupati menyempatkan untuk menyapa para pasien dan tidak lupa mendoakan pasien agar cepat sembuh.
Di ruang Poli anak, Bupati melihat betapa ruangan pasien sudah sangat overload. Sehingga Bupati memerintahkan Direktur utama RSUD Kajen untuk menambah ruangan.
"Yang diperlukan di RSUD Kajen ini adalah ruang Poli dan ICU anak karena ruangan ini sudah overload dan sudah sangat dibutuhkan. Sehingga manajemen RSUD Kajen segera akan mengajukan untuk melengkapi ruang Poli anak dan ICU khusus untuk anak," terang Bupati.
Kata Bupati, dokter spesialis anak di RSUD Kajen saat ini sudah ada 2 dan sebentar lagi akan bertambah 1 orang sehingga jumlahnya menjadi 3 orang.
"Dengan jumlah dokter spesialis anak 3 orang tersebut, insya Alloh ruang Poli dan ICU khusus anak akan segera kita wujudkan, plus menambah ruang rawat ya," paparnya.
Dengan melihat banyaknya anak yang dirawat di luar ruang Poli anak yang tersedia, Bupati berharap ICU khusus anak dan penambahan ruang rawat anak segera dibangun agar semua anak yang sakit dan dirawat di RSUD Kajen merasa nyaman dan terlayani dengan baik.
dr. Rizal salah satu dokter spesialis anak menambahkan, sesuai keputusan WHO yang menyebutkan bahwa usia anak adalah hingga umur 18 tahun. Untuk itu, kata dokter Rizal, sangat mendesak agar manajemen RSUD Kajen dan pihak terkait dalam hal ini Pemkab Pekalongan agar segera mewujudkan pembangunan ICU khusus anak dan menambah ruangan khusus anak pula. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Petugas Pencatat Meter PDAM Tirta Kajen akan mendapatkan tugas tambahan baru yakni mencatat komplain dari para pelanggan. Komplain dari pelanggan yang baik atau tidak baik itu dicatat semua kemudian diinventarisir serta diklasifikasi kemudian ada treatment yang jelas dari Direktur PDAM Tirta Kajen untuk memuaskan pelanggan.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dalam kegiatan Capacity Building Kinerja SDM Perusahaan Perumda Air Minum Tirta Kajen Kabupaten Pekalongan di Meeting Room Hotel Santika Pekalongan, Selasa (28/1/2020).
Selama ini petugas pencatat meter hanya mencatat konsumsi air saja, nantinya untuk mekanisme komploin juga akan dicatat melalui petugas pencatat meter dari PDAM Tirta Kajen. Dia mencatat dari rumah tangga kemudian melaporkan dengan sistem yang sudah dibikin sekaligus melaporkan komplain yang dialami oleh pelanggan.
"Selama ini mekanisme komplain konsumen dengan produsen terlalu panjang, intinya pelanggan ini adalah raja, kita harus mempersiapkan segala sesuatu untuk mempermudah pelayanan, memberikan kepuasan kepada pelanggan. Kuncinya seperti itu," ujarnya.
KAJEN – Ribuan pengunjung memadati pengajian umum dalam rangka Haul Kyai Mohammad Arshal atau Wali Mbah Gendon ke-61 di Dusun Bantul Desa Kesesi Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan, Minggu (26/1/2020) pagi.
Tampak diantara ribuan pengunjung, antara lain Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Camat Kesesi Adjid Suryo Pratondo,S.STP.M.Si., beserta Muspika, Kepala Desa Kesesi Januar Ismanto dan Ketua MWC NU Kecamatan Kesesi H. Rusnoto yang menghadiri haul tersebut.
Adapun susunan acara haul yakni pra acara dengan istighotsah singkat, pembacaan Qalam Illahi oleh Ustadz Aminuddin dari Pekalongan, sholawat dan tahlil umum. Dilanjutkan dengan prakata panitia yang disampaikan H. Sohidin, S.Pd.i, sambutan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H., M.Si. dan diakhiri dengan penampaian mauidhotul khasanah oleh KH. Abu Syahmah dari Pemalang yang sekaligus memimpin doa penutup serangkaian acara haul pada hari itu.
KAJEN - Jumat (24/2020) siang, bertempat di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen Kabupaten Pekalongan dilaksanakan kegiatan pembukaan Kejuaraan Pencak Silat SH Terate Cup II Piala Bupati Pekalongan tingkat Eks. Karesidenan Pekalongan tahun 2020.
Hadir dalam kegiatan antara lain Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H., M.Si., Kapolres Pekalongan diwakili Kasat Intelkam Polres Pekalongan AKP Susilo Kalis Rubiyono, S.H., Dandim 0710 Pekalongan diwakili Danramil Kajen 0710 Pekalongan Kapten Inf. Nurkhan, S.H.
Selanjutnya, hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan sekaligus Ketua IPSI Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto, S.E., Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra, Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan Eko Ahmadi, Ketua PSHT Terate Madiun Jatim, Ketua PSHT Terate Kabupaten Pekalongan Gozali Arba, Ketua Cabang PSHT Terate se-Eks Karesidenan Pekalongan Mas Khun, Kontingen Peserta Kejuaraan.
KAJEN- Sebanyak 55 pejabat dan pegawai Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan mengikuti tes Urine yang dilakukan oleh Tim Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Pekalongan, di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan, Jumat (24/1/2020) pagi.
“Tim P4GN Kabupaten Pekalongan memang diundang oleh Ketua PN Pekalongan untuk melakukan tes narkoba di kantornya. Harapan saya mudah-mudahan hal yang semacam ini tidak hanya dilakukan di PN saja. Saya instropeksi juga di lingkungan kabupaten sendiri juga sudah lama tidak melakukan tes seperti ini. Mudah mudahan hal seperti ini bisa DIRUTINKAN," ucap Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti saat meninjau kegiatan tersebut.
Untuk lingkungan kabupaten sendiri menurut Arini nanti tidak semua. “Nanti kita pilih. Mana yang memungkinkan, yang punya resiko tertinggi itu yang mana. Nanti akan secara bertahap kita lakukan pemeriksaan seperti ini”, terang Arini.
Harapannya , para petugas, ASN bersih terbebas dari narkoba. Menurut Arini , hal ini menjadi semacam pemantik bagi organisasi lain. “Memang selama ini kita sudah menfasilitasi tetapi hanya pada event-event terentu saja. Misal kemarin pada hari anti narkoba kita lakukan juga, tetapi belum secara rutin bagi OPD OPD maupun sekretariat Nanti Kita kaji dulu mana yang paling beresiko. Untuk waktunya, kita bicarakan dulu, kita petakan dulu karena pendanaan kita juga ada keterbatasan”, imbuhnya.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama para Habib, para Kyai Kabupaten Pekalongan beserta ratusan jamaah menghadiri Haul Almarhum Almaghfurlahum KH. Hasan Bulqin bin Thoha dan Sesepuh Desa Surobayan Kecamatan Wonopringgo, di pemakaman umum Desa Surobayan, Jumat (24/1/2020) pagi.
Acara haul dimulai pukul 06.00Wib yang diawali dengan pembacaan surat yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muhammadun Raden Jundi. Dilanjutkan dengan penyampaian sambutan atas nama keluarga oleh KH. Sabilal Rosyad dan diakhiri dengan sambutan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa dirinya pernah mengenal almarhum almaghfurlah KH. Hasan Bulqin semasa hidupnya. “Secara pribadi saya sempat mengenal beliau karena saya adalah menantu adik beliau yakni Ny. Fatimah,” ujar Bupati.
KAJEN - Dalam rangka kegiatan Gema Setia (Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Anak) di Kecamatan Tirto, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si meninjau Desa Mulyorejo dan menyalurkan bantuan, Kamis (23/1/2020) siang.
Bupati mengatakan daerah itu memang merupakan daerah rob. Sebelumnya, Pemkab Pekalongan telah berusaha memperbaiki beberapa jalan dan alhamdulillah bisa mengurangi bencana tersebut. Namun demikian, tetap saja masih ada rumah warga yang tidak ada hujan namun air rob masih menggenangi dalam rumah.
''Desa ini kami jadikan laboratorium kemiskinan wilayah pantai sehingga perlu dipantau terus keberadaannya,'' katanya.
Guna menjadikan desa itu terhindar dari bencana rob, perlu adanya dukungan penuh dari seluruh pihak. Bukan hanya Pemkab yang bergerak namun Perbankan maupun lainnya harus terlibat. Sebab cukup besar anggarannya agar bisa pulih kembali seperti sedia kala atau masyarakatnya merasa nyaman karena tidak harus berhadapan dengan air rob terus menerus.
KAJEN - Selama empat tahun, inovasi pelayanan publik di Kabupaten Pekalongan di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai masih rendah. Terbukti, dari 72 OPD yang ada di Kabupaten Pekalongan hanya 16 diantaranya yang telah berinovasi untuk mempermudah pelayan publik. Sedangkan dari 16 OPD tersebut, sebagian besar di bidang pelayanan kesehatan.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan saat melaunching dan membuka Workshop Kompetensi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (23/1/2020) pagi.
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menjelaskan padahal, di sejumlah kabupaten, inovasi yang dilakukan juga soal kesehatan. Dengan demikian, persaingannya menjadi ketat sehingga diharapkan tahun 2020 semua OPD harus bisa berinovasi.
KAJEN - Dilihat dari populasi masyarakat di Kabupaten Pekalongan, sebagian besar diantaranya berprofesi sebagai petani. Namun realisasinya, sumbangan pendapatan masyarakat dari petani hanya nomor dua yakni sekitar 19 persen. Sedangkan yang pertama malahan dari sektor industri pengolahan, mencapai 31 persen sehingga meski kabupaten namun pendapatan masyarakatnya seperti kota.
''Hal ini cukup memprihatinkan sehingga kami berharap dari sektor pertanian harus ditingkatkan,'' ujar Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meresmikan lumbung pangan, lantai jemur dan ricemill di Desa Ketanonageng Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/1 /2020) siang.
Dengan adanya peresmian lumbung padi dan lainnya, maka harapan untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanan bisa direalisasikan dengan baik.
Selain itu, Bupati Asip juga menyampaikan bahwa PDAM Tirta Kajen ini punya potensi yang bagus karena mempunyai sumber air baku, baik itu yang sumber mata air ataupun sungai. Secara ideal kita ini akan melayani 116 ribu SR atau setara dengan 80% populasi masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
"Hari ini saja baru 16,5 ribu SR yang terlayani atau sekitar 11%, sisanya yang 89% itu akan kita upayakan secara bertahap dengan berbagai pola. Ada pola dari kita sendiri, pola kerjasama dengan pihak ketiga dan bantuan dari pusat maupun provinsi," ucapnya.
Prinsip ini akan kita capai, kita sudah bikin timeline pada tahun 2020 untuk menambah 3500 SR sehigga pada akhir tahun 2020 sudah ada sekitar 20 ribu SR yang sudah bisa kita layani.
Kemudian ini yang paling penting, kalau ingin melayani 116 Ribu SR tersebut dibutuhkan investasi hampir 1,2 Triliun, tetapi sudah ada beberapa yang berminat.
"InsyaAllah sudah kita pelajari terutama dari aspek regulasinya, aspek hukumnya supaya tidak bertentangan dengan aturan. Tetapi yang jelas, PDAM Tirta Kajen ini punya komitmen untuk melayani sebaik mungkin terhadap pelanggan. Selama inin ada kekurangan itu merupakan bagian dari hal yang akan kita sempurnakan dan akan kita kerjakan," jelasnya.
Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Kajen, Nur Wachid menyampaikan bahwa sinergi yang akan dilakukan oleh PDAM Tirta Kajen sudah sesuai apa yang disampaikan oleh Bupati Asip. Kami sudah bergerak untuk mencari peluang-peluang sumber mata air.
"Ada beberapa yang sudah kita petakan dan sudah kita urus perijinannya ke Pusdataru supaya nanti bisa dimanfaatkan sebagai sumber air baku untuk mengejar pelayanan yang disampaikan oleh Bupati Asip," terangnnya.
Kemudian ada instruksi penting dan akan dilaksanakan dimana harus meningkatkan kinerja dan peran dari petugas pencatat meter PDAM yang itu dirasa sangat bagus. Itu sudah menjadi komitmen ditahun ini untuk segera dilaksanakan.
Solusi dari Pemerintah untuk menyediakan air baku juga sudah kita lakukan dan dipetakan yang secara total dimanfaatkan dari empat lokasi ditambah dengan tiga lokasi baru nantinya akan mendapatkan 850 meter per detik.
"Itu baru total sementara saja, butuh waktu untuk mencapai itu, tetapi akan dilakukan dan ditata dengan baik," tandasnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, S.H., M.Si. dalam sambutannya antara lain mengungkapkan bahwasannya haul ini sudah berjalan sejak 61 tahun yang lalu. “Tahun 1947 ketika agresi militer Belanda, kaum ulama di Kranji Kedungwuni termasuk ayah saya Kyai Anwar Amin diancam oleh Belanda dan apabila masih mempertahankan Kranji maka Kranji akan dibakar. Kemudian para kyai Kranji minta petunjuk dari Mbah Gendon. Dan Mbah Gendon menyarankan untuk mengungsi ke selatan. Kemudian kyai Kranji mengungsi ke Kalibening Banjarnegara,” ungkap Bupati.
Diceritakan Bupati, Mbah Gendon atau Kyai Kyai Mohammad Arshal semasa hidupnya tidak banyak bicara tetapi berbicara yang penting-penting saja. “Intinya kita harus hati-hati dalam menggunakan lisan kita. Jaman milenial seperti sekarang ini lisan kita digantikan dengan jari, maka berhati-hatilah dalam menggunakan jari kita. Kita harus berhati-hati dalam menggunkan media sososial,” ujar Bupati.
“Yang terpenting, melalui Haul ini saya mengajak seluruh warga Kabupaten Pekalongan untuk mendidik anak-anak kita dan jangan lupa pendidikan yang utama adalah pendidikan agamanya. Saya ajak seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk mengaji agar selamat dunia dan akhirat,” ajak Bupati.
“Dan saya sampaikan ucapan terima kasih kepada semuanya yang tetap mempertahankan haul ini. Acara haul seperti hari ini harus tetap kita pertahankan dan harus dijaga, jangan sampai dihilangkan. Semoga acara haul ini manfaatnya bisa kita rasakan bersama,” imbuhnya.
Dalam kesempatan haul tersebut, dihadapan para pengunjung Bupati menyampaikan tahun ini rumah sakit umum Kesesi sudah bisa dimanfaatkan dan digunakan. Menurutnya, tahun ini rumah sakit umum Kesesi juga mendapatkan dana lagi untuk pembangunan yang kedua. “Silahkan bagi warga Kesesi dan sekitarnya apabila sakit bisa memanfaatkan rumah sakit umum Kesesi karena jaraknya lebih dekat. Dan kami mohon doa dan dukungannya agar cita-cita kami dalam membangun rumah sakit umum Kesesi tahap kedua bisa terwujud,” katanya.
Sementara itu KH. Abu Syahmah dalam mauidhoh khasanahnya menyampaikan jangan lupa bahwa kita semua menghadiri pengajian umum ini dengan harapan mendapatkan barokah dari Allah SWT. Menurutnya, amal yang kita bawa ke alam kubur adalah amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak yang sholeh.
Kyai asal Ulujami Pemalang tersebut mengajak para pengunjung agar jangan sampai meninggalkan sholat 5 waktu dan senantiasa membaca sholawat dalam setiap kesempatan agar kita selamat dunia dan akhirat. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dalam sambutannya menyampaikan Pencak silat adalah olah raga bela diri asli Indonesia. Dan Pencak Silat Indonesia telah mendapat pengakuan dari Unesco untuk olah raga tradisional dari Indonesia.
"Pencak Silat sudah diminati tidak hanya di Indonesia bahkan di manca negara, oleh karena itu saya mengajak untuk adik adik agar ikut PSHT Terate semua," ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, Pencak silat mempunyai jiwa kesatria yang selalu menghargai seniornya dan dapat memberikan manfaat kesehatan bagi semua. "Saya berharap kepada KONI Kabupaten Pekalongan untuk selalu membina kepada olah raga pencak silat di Kabupaten Pekalongan," harapnya.
"Selamat bertanding dan jaga sportifitas dalam bertanding serta semoga dapat memberikan manfaat bagi semua," imbuh orang nomor satu di Kota Santri tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Pekalongan Eko Ahmadi dalam sambutan mengucapkan puji syukur alhamdulillah kegiatan ini dapat berjalan dengan baik yang tak terlepas dari Pemerintahan Kabupaten Pekalongan dengan segala dukungannya.
Komunikasi dan koordinasi yang telah dilakukan oleh PSHT Terate sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. "Saya berharap kepada para pendekar agar nanti banyak menciptakan prestasi di Kabupaten Pekalongan. Kami telah melakukan MoU dengan Nahdatul Ulama bahwa bagi nanti bagi atlit yang berprestasi akan mendapat beasiswa untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi," ungkap Gus Eko.
KONI Kabupaten Pekalongan, kata Gus Eko, akan terus mendukung untuk kemajuan olah raga di Kab. Pekalongan salah satunya pencak silat yang lahir dari Pesantren.
Sedangkan Ketua PSHT Terate Korwil Eks. Karesidenan Pekalongan Mas Khun dalam sambutannya menyampaikan bahwa PSHT Terate ini punya agenda kejuaraan dunia yang rencana akan dilaksanakan di Akmil Magelang.
"Kejuaraan yang dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan ini merupakan ajang pemanasan bagi kami untuk menghadapi itu semua," tuturnya.
Kejuaraan Pencak Silat SH Terate Cup II Piala Bupati Pekalongan tingkat Eks. Karesidenan Pekalongan tahun 2020 berlangsung selama 3 hari dari tanggal 24 s.d 26 Januari 2020 di Gedung Pertemuan Umum Kajen Kab. Pekalongan.
Untuk peserta kejuaraan diikuti 24 kontingen 306 atlit terdiri 7 Kab dan Kota se-Eks Karesidenan Pekalongan di tambah eksibishi dari Kab. Magelang dan Kab. Banjarnegara.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Sementara menurut Ketua PN Pekalongan H Sutaji, SH.MH, tes urin ini diikuti 55 orang mulai dari ketua pengadilan sampai pegawai honorer. “Adapun tujuannya adalah bentuk pertanggungjawaban kami terhadap masyarakat karena kami adalah lembaga peradilan yang menangani perkara-perkara narkoba, maka bisa dipastikan bahwa kita memusuhi narkoba”, ujarnya.
Acara Tes urin ini dilakukan di pengadilan setidaknya setahun sekali. Respon para pegawai antusias , mereka datang semua mengikuti tes ini. Acara dilakukan secara mendadak, tidak ada rekayasa.
Adapun menurut Sudaryanto selaku pengelola kegiatan pengendalian narkotika psikotropika dari Dinkes kabupaten Pekalongan menjelaskan bahwa total yang diperiksa sebanyak 55 sasaran, namun 5 berhalangan hadir. Secara umum hasilnya negatif, tidak ada indikasi penggunaan zat zat terlarang. “ Adapun 1 positif karena masih minum obat dari resep dokter”, ungkap Sudaryanto.(red)
Bupati mengungkapkan, tahun 1990an dirinya menyaksikan langkah almarhum KH. Hasan Bulqin sebagai seorang ulama. Menurut Bupati, pergaulan beliau sangat luas sekali. Di kalangan para kyai, almarhum KH. Hasan Bulqin menjalin silaturahmi dengan sangat baik.
“Di kalangan santri, beliau adalah seorang ulama yang sangat disegani dan di kalangan masyarakat, beliau membimbing masyarakat dengan prinsip memandang manusia dengan pandangan kasih sayang agar selamat dunia dan akhirat,” terangnya.
Lebih lanjut Bupati menjelaskan, ulama dan umaro bagaikan saudara kembar. Oleh karena itu hubungannya harus saling melengkapi. “Oleh karena itu kami dalam rangka membangun Kabupaten Pekalongan senantiasa dalam bimbingan, nasehat dan pengawasan para ulama, termasuk didalamnya Maulana Habib Baqir yang terus-menerus memberikan dukungan yang luas lahir batin kepada kami dalam menjalankan amanah,” katanya.
Kabupaten Pekalongan ini, kata Bupati, merupakan Kabupaten yang terkenal dengan banyak santrinya. Tentu hal ini paralel dengan banyaknya kyai juga. Sejarah keberadaan para kyai dan ulama ini terkenal sejak lama.
“Saya punya tulisan, ketika awal perkembangan Islam masuk yakni abad ke-14, daerah Pekalongan ini sudah dikenal sebagai salah satu basis perkembangan Islam. Dan Karena Kabupaten Pekalongan banyak “mutiara” tersebut menyebar ke daerah-daerah seperti Wonopringgo, Kedungwuni, Buaran, Tirto, Wiradesa dan Siwalan. Kemudian, sekarang penyebaran Islam di Kabupaten Pekalongan sudah merata di semua Kecamatan yang ada, dengan penduduk Islamnya 99,8 persen dan 0,2 sisanya penduduk non Islam, dan Alhamdulillah semuanya berprinsip kepada nilai-nilai Islam ahlissunnah wal jamaah,” papar Bupati dengan gamblangnya.
“Yang terpenting, melalui Haul ini saya mengajak seluruh warga Kabupaten Pekalongan untuk mendidik anak-anak kita dan jangan lupa pendidikan yang utama adalah pendidikan agamanya. Saya ajak seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk mengaji agar selamat dunia dan akhirat,” ajak Bupati.
Dalam kesempatan pagi itu, dihadapan para jamaah Bupati menyampaikan programnya dalam memimpin Kota Santri berkaitan dengan urusan mengaji. Dikatakan, mengaji itu ada dua, pertama, memang secara kultur masyarakat Pekalongan sudah terbiasa dengan trasidi mengaji. Kedua, secara struktur, Pemerintah terus-menerus berupaya, berikhtiar agar anak didik kita, terutama yang ada di sekolah-sekolah merasakan mendapatkan ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Salah satunya kami di sekolah-sekolah Negeri, baik SDN maupun SMPN memberikan pelajaran Akidatul Awwal pada tingkat dasar dengan berbahasa Jawa. Hal ini juga agar bahasa Jawa kulturnya tidak hilang. Kitabnya yang kita ajarkan yaitu Kitab Risalah Awwal,” ungkap Bupati.
Ditambahkan Bupati, haul ini mengandung maksud agar perjuangan almarhum almaghfurlah KH. Hasan Bulqin untuk terus-menerus ditingkatkan. Kata Bupati, putra beliau almukarom KH. Sirajudin yang merupakan alumni Ponpes Kaliwungu Kendal, saat ini disamping merintis pesantren, atas perintah gurunya juga mendirikan sekolah. Sehingga pengembangan atau pengayaan pendidikan Pesantren, didirikannya sekolah formal dan saat ini sudah ada sekolah SMP dan sedang dibangun gedung.
“Kami mohon hal ini bisa kita dukung secara bersama-sama. Kami dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga terus-menerus melakukan bimbingan dan dukungan agar keberadaan lembaga pendidikan yang dikelolanya bisa eksis dan bermanfaat untuk anak-anak kita semua,” ujar Bupati.
“Kami mohon doa dari para habaib, para kyai, para ulama dan segenap masyarakat Kabupaten Pekalongan agar kami dalam menjalankan amanah sesuai dengan tuntutan baik hukum agama maupun hukum Negara kita. Dan pada endingnya kami bisa mewujudkan kemaslahatan di Kabupaten Pekalongan,” pinta Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Sebenarnya, kata Bupati, untuk pendapatan masyarakat di Desa Mulyorejo cukup bagus dan mapan. Namun karena hasil kerjanya untuk membiayai perbaikan rumah, akhirnya yang seharusnya digunakan untuk kepentingan lain digunakan untuk memberi matrial atau bahan bagunan untuk meninggikan rumah.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang didampingi istrinya, Ny. Munafah Asip Kholbihi, Kepala Dinas Kesehatan beserta jajaran dan Camat Tirto menyerahkan bantuan berupa Jamban sehat dan PMT (pemberian makanan Tambahan) untuk Balita dengan permasalahan gizi kepada sejumlah warga.
Kemudian juga menyempatkan berbicara dengan masyarakat sekitar, apa yang dibutuhkan dengan kondisi tersebut. Mereka menyampaikan semua keluhan karena kampungnya sering tergenang air rob sehingga berharap, Bupati bisa memperhatikan hal itu dan segera memperbaiki kondisi di Desa Mulyorejo.
Dari hasil pembicaraan dengan salah satu perangkat desa, yang dibutuhkan sekarang adalah mesin pompa. Tempat itu memang sudah ada, namun perlu adanya tambahan mesin lagi sehingga bisa meminimalisir genangan air rob yang masuk ke pemukiman penduduk.
Mendengar hal itu, Bupati meminta agar perangkat desa setempat membuat surat permohonan pengajuan tambahan mesin pompa di kantornya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro yang ikut mendampingi Bupati ke lokasi tersebut mengatakan selama ini pihaknya sudah memperhatikan daerah itu, khususnya soal kesehatan warga sekitar. Biasanya daerah yang sering tergenang air, rawan terhadap sejumlah penyakit seperti gatal-gatal, demam, dan lainnya.
''Kami telah melakukan 'jemput bola' di desa ini dengan rutin menggelar pemeriksaan kesehatan,'' katanya.
Dengan rutinitas seperti itu, warga sekitar akhirnya menjadi terbantu karena ketika ada yang sakit maka bisa langsung memeriksakan ke tempat itu atau puskesmas terdekat. Kemudian saat periksa kesehatan, masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya karena sebagian besar sudah memiliki Jamkesda sehingga pemerintah yang membayar biaya kesehatannya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
''Seluruh OPD harus bisa melakukan inovasi dalam pelayanan publik. Percuma saja kalau tidak bisa karena kita sudah menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebanyak 150 persen,''ujar Bupati kepada jajaran OPD yang mengikuti workshop kompetisi inovasi pelayanan publik.
Bupati memiliki angan-angan, dengan meningkatkan TPP cukup tinggi, maka rekan-rekan di OPD bisa berinovasi. Namun realisasinya, mereka hanya menjalankan tugas sehari-hari tanpa mau menambah performa kinerjanya. Kalau menurut bahasa Presiden RI, mereka bekerja menggunakan sistem linier dan hal inilah kunci daripada ketidakmajuan.
Selanjutnya Bupati Asip Kholbihi menjelaskan, jika berbicara masalah inovasi Kabupaten Pekalongan memang belum bisa berbicara banyak. Padahal era sekarang merupakan era inovasi dan bangsa yang cepat dan inovatif bakal memenangkan pertarungan di era global. Kunci dari semua itu karena soal kemauan, bukan hanya kemampuan. ''Orang yang mampu berinovasi cukup banyak, namun yang berkemauan sedikit sehingga tahun 2020 memerintah kepada seluruh OPD bisa menjalankan inovasi soal pelayanan publik,” tegas Bupati.
Kata Bupati, jangan takut soal hasil inovasinya itu jelek atau lainnya, namun yang penting berusaha lebih dahulu. Soal kekurangan ke depannya masih diperbaiki karena yang utama bagaimana bisa menciptakan inovasi untuk kenyamanan dalam melayani publik atau masyarakat.
Bupati mencontohkan daerah Brebes, tahun 2019 berada di top 45 Indonesia soal berinovasi. Padahal, keberadaannya lebih dahulu Kabupaten Pekalongan yang kini baru menduduki peringkat 20 di Jawa Tengah.
Diceritakan Bupati, suatu saat diundang ke salah satu daerah yang kebetulan kepala daerahnya sahabat karibnya. Bupati Asip melihat, inovasi yang di daerah sangat bagus dan menonjol sehingga terbesit untuk menanyakan soal keberhasilan tersebut kepada temmannya. Dia sangat kaget karena keberhasilan itu, kepala daerahnya tidak ikut terlibat langsung dalam menerapkan inovasi pelayanan publik. Namun semuanya diserahkan kepada Kepala OPD terkait dalam menjalankan program tersebut. Hal inilah yang patut ditiru dan diterapkan di Kabupaten Pekalongan yakni melalui kemauan keras dari seluruh OPD.
''Mudah-mudahan dengan pelaksanaan workshoo kompetisi inovasi dengan mendatangkan narasumber yang handal, inovasi di Kabupaten Pekalongan semakin banyak dan bisa melayani masyarakat dengan baik,'' tegasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kenapa harus ada lumbung padi, Bupati menjelaskan tempat itu berfungsi untuk menyimpan hasil panen para petani yakni padi. Kalau lumbung itu kosong atau tak terisi berarti kesejahteraan para petani cukup memprihatinkan dan sebaliknya apabila penuh maka usaha yang dilakukan petani di sawah sukses.
Lebih lanjut dijelaskan, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki tanggung jawab untuk subsidi swasembada pangan.
"Tahun 2019, hasil produksi pertanian berupa beras menghasilkan lebih kurang 131.000 ton dan dari jumlah tersebut, konsumsinya hampir 80 ribu ton, lalu surplusnya 51 ribu ton. Saya berharap, tahun depan kelebihan produksi beras bisa ditingkatkan dan pemerintah daerah akan mendukungnya," terang Bupati.
Dari data yang ada, luas secara keseluruhan di Kabupaten Pekalongan lebih kurang 90 ribu hektare dan 23 ribu hektare di antaranya merupakan lahan sawah. Kemudian dari jumlah sawah yang ada, 19 ribu hektare di antaranya merupakan lahan yang tak bisa dialihfungsikan. "Adapun 4000 hektare sisa lahan berada di wilayah sekitar Kecamatan Sragi, salah satu Desa Ketanonagen," jelasnya.
Selain peresmian lumbung pangan, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi juga menyerahkan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor dan pompa air serta klaim asuransi dari Jasindo. Semua bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian. Untuk itu, masyarakat maupun petani di desa itu harus bisa memaksimalkan dan mengelola dengan baik.
''Sekali lagi saya meminta dengan adanya bantuan ini dari sektor pertanian harus ditingkatkan, baik hasil maupun pendapatan masyarakat,'' katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Ir. H. Siswanto menjelaskan tujuan pembangunan lumbung pangan dan ricemill yakni peningkatan volume stok pangan dari masyarakat. Kemudian menjamin akses dan kecukupan pangan, khususnya Desa Ketanonageng Kecamatan Sragi; lalu menjaga kestabilan harga dan gabah hasil panen petani setempat, terutama di kelompok tani.
Di samping itu juga dapat mengembangkan ekonomi produktif pada kelompok tani atau kelompok lumbung pangan.
Adapun untuk bantuan alat dan mesin pertanian, harapannya memberikan kemudahan bagi para petani saat pengolahan tanah dan tanam, khususnya pada saat musim kemarau. Kemudian dapat meningkatkan indeks pertanaman dalam rangka meningkatkan produksi.selama setahun.
''Dari semula satu tanam kemudian menjadi dua tanam, dan dari dua tanam menjadi tiga kali tanam sehingga hasilnya lebih banyak,'' ujarnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)