KAJEN – Dalam upacara peringatan Hari Ibu ke-91, Hari Nusantara ke-19 dan Hari Ikan Nasional ke-6 di Alun Alun Kajen Kabupaten Pekalongan, Senin (23/12/2019), Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyerahkan bantuan, penghargaan lomba dan penghargaan evaluasi kinerja pelayanan publik serta piagam penghargaan pada kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Bupati KH. Asip Kholbihi, didampingi istri Ny. Munafah, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti dan Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH menyerahkan hadiah dan penghargaan, secara berturut-turut. Pertama, piagam penghargaan evaluasi kinerja pelayanan publik pada kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun 2019 diberikan kepada (1) Terbaik I Kecamatan Talun, (2) Terbaik II Kecamatan Tirto dan (3) Terbaik III Kecamatan Kajen.
Kedua, piagam penghargaan evaluasi kinerja pelayanan publik tahun 2019 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi diberikan kepada (1) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, (2) Dinas Penanaman Modal, Perijinan Terpadu Satu Pintu dan (3) Ketenagakerjaan, dan RSUD Kajen.
Ketiga, piagam penghargaan pada kompetisi inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi Jawa Tengah, diberikan kepada (1) Terbaik 1 Bappeda dan Litbang dengan inovasi Laboratorium Kemiskinan sebagai Top 20; (2) Terbaik 2 Puskesmas Karangdadap dengan inovasi Kampung IVA sebagai Top 20; dan (3) Terbaik 3 Kecamatan Wiradesa dengan inovasi Kursus Samara sebagai Top 40.
Sedangkan untuk para pemenang dalam lomba-lomba Hari Ibu ke-91 antara lain, Lomba Fruit Carving atau Ukir Buah, untuk Juara I Kecamatan Kajen, Juara II Kecamatan Petungkriyono, juara III Kecamatan Kesesi, Juara Harapan I Kecamatan Karanganyar, Juara Harapan II Kecamatan Lebakbarang dan Juara Harapan III Kecamatan Buaran.
Selanjutnya, lomba desain kreasi busana batik khas daerah, Juara I Kecamatan Kandangserang, Juara II Kecamatan Wonokerto, Juara III Kecamatan Petungkriyono, Juara Harapan I Kecamatan Kedungwuni, Juara Harapan II Kecamatan Karangdadap dan Juara Harapan III Kecamatan Sragi.
Untuk lomba Bunda PAUD dalam rangka Hari Ibu ke-91, Juara I Kecamatan Kesesi, Juara II Kecamatan Karanganyar, Juara III Kecamatan Tirto, Juara Harapan I Kecamatan Siwalan, Juaran Harapan II Kecamatan Talun.
Disamping penyerahan penghargaan dalam rangka Hari Ibu ke-91, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si didampingi istri, Wakil Bupati dan Ketua DPRD menyerahkan bantuan kepada (1) Ponpes Kyai Kajoran Desa Kajongan Kecamatan Kajen berupa hibah sarana dan prasarana budidaya ikan lele; (2) Ponpes Syarif Hidayatullah Wonopinggo berupa hibah sarana dan prasarana budidaya ikan lele; (3) Kelompok Pokdakan Pekalongan Gandrung Desa Pantianom Kecamatan Bojong berupa hibah sarana dan prasarana budidaya ikan lele berupa uang sebesar Rp 20 juta; (4) Poklashar Berkah Melati Sari Desa Pecakarang Kecamatan Wonokerto berupa hibah Coolbox sebanyak 11 unit; dan (5) PKK Desa Bebel Kecamatan Wonokerto berupa hibah benih ikan Nila sebanyak 190 ribu ekor. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta Forkopimda bersama lebih kurang 35.000 perempuan berkebaya nusantara warna-warni, melakukan gerakan Flash Mob Senam Stunting, untuk memeriahkan Peringaran Hari Ibu (PHI) ke-91, di Alun-alun Kajen, Senin (23/12/2019) pagi.
Perempuan berkebaya tersebut datang dari berbagai pelosok 285 desa yang ada di 19 kecamatan, Kabupaten Pekalongan. Dari pagi mereka sudah berkumpul memenuhi lapangan rumput hijau Alun-Alun Kajen tersebut.
Senam stunting berdurasi 8 menit tersebut, berisi gerakan-gerakan yang memperkuat otot. Semua bergerak dengan diiringi musik. Untuk menambah semarak, dilengkapi dengan tarian lagu Moumere dan lagu Apa Salah Aku yang lagi viral saat ini. Semua bergerak gembira sambil meregangkan otot. Tak terkecuali Bupati Pekalongan KH. Asip Kholibhi, SH., M.Si bersama sang isteri Ny. Munafah Asip, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK.,M.Si beserta istri, Dandim 0710 Pekalongan beserta istri dan seluruh tamu undangan lainnya.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Ibu ke-91, Hari Nusantara ke-19 dan Hari Ikan Nasional ke-6 di Alun Alun Kajen Kabupaten Pekalongan, Senin (23/12/2019).
Berbeda dari Upacara biasanya, Upacara kali ini seluruh petugas Upacara adalah wanita, yaitu ASN Kabupaten Pekalongan. Selaku Perwira Upacara adalah Staf Ahli Bupati Dra. Hj. Siti Masruroh, M.Si, Pembaca Sejarah Hari Ibu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Ir. Hj. HB. Riyantini, Komandan Upacara adalah Hany yang sehari-harinya berdinas di Bappeda dan Litbang Kabupaten Pekalongan. Bukan hanya itu, seluruh petugas upacara adalah wanita semua.
Upacara dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., beserta para anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, unsur Forkopimda lainnya.
KAJEN – Dalam rangka mendukung kelancaran perayaan natal 2019 dan tahun baru 2020, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan monitoring dan evaluasi ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar Kajen, SPBE Bojong, dan Gudang Bulog Sub Drive Pekalongan di Bondansari Kecamata Siwalan, Senin (23/12/2019) sore.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengungkapkan bahwa menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Pemerintah Kabupaten Pekalongan belum berencana menggelar operasi pasar. "Kami datang ke gudang Bulog untuk memastikan bahwa stok pangan saat Natal dan tahun baru di Kabupaten Pekalongan aman. Kemudian, mengenai belum perlu menggelar operasi pasar karena kondisi pasar saat ini relatif lebih stabil, baik untuk harga maupun stok," kata Bupati Asip.
Kajen - Pemkab Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Dekranasda kembali menggelar pentas seni Budaya Tutur Batik. Pagelaran Tutur Batik mengusung tema "Legenda Bumi Batik Nusantara " itu digelar di boulevard pendopo kajen, minggu (22/12) malam dan berlangsung meriah.
"Tutur batik adalah sebuah acara yang berisi tentang bagaimana kita menarasikan tentang batik dan menutur sejarah panjang perjalanan batik di kab pekalongan. Tentu tidak lepas dari legenda Batik yang ada di kabupaten". Demikian disampaikan bupati pekalongan KH Asip Kholbihi SH MSi usai pagelaran selesai.
Asip mengatakan event event yang berkaitan dengan pemberdayaan batik harus kontinyu. "Ada salah Satu yang sangat iconic di kab pekalongan, yaitu tutur batik",ucapnya
Pada kesempatan itu Pemerintah memberikan apresiasi kepada 5 pembatik yang sudah melahirkan karya Karya yang diakui baik di Tingkat Nasional maupun internasional, seperti Utoyo slamet, Failasuf Wiradesa, Sapuan Wiradesa , Liem Ping Wei kedungwuni dan oey soe tjun Kedungwuni
"Dari semua itu kita memberikan apresiasi atau penghargaan agar karya karya beliau tetap bertahan dan mewariskan kepada generasi muda, agar mereka mencintai batik tulis sekaligus mengembangkan karya tersebut sesuai dengan perkembangan jaman ", ungkapnya.
KAJEN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pekalongan melantik 57 anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se Kabupaten Pekalongan, untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020.Pelantikan berlangsung di Hotel Dafam Pekalongan, Senin, (23/12/2019).
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya meminta kepada pengawas pemilu kecamatan (Panwascam) yang baru dilantik untuk menjalankan tugasdalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2020 agar tegas dan bertanggung jawab.
"Panwascam merupakan ujung tombak pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilihan pada tingkat kecamatan, diharapkan tetap berpedoman pada ketentuan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata Bupati Pekalongan.
Kedungwuni - Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia menggelar haul ke-10 untuk KH Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur. Acara digelar pada Sabtu (21/12/2019) pukul 09.00 pagi sampai malam hari di Gedung PCNU, Bebekan, Kedungwuni.
Menurut Ketua Lesbumi PCNU Gus Eko Ahmadi, kegiatan ini diselenggarakan dengan tema memelihara hal lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik. Gus Dur adalah orang dengan pemikiran hebat, yang merupakan seorang ulama dan Umaro. Gus Dur juga dikenal sebagai bapak kemanusiaan yang mengerti tentang manusia.
"Persoalan kemanusiaan di Kabupaten Pekalongan adalah masih maraknya perjudian Nomer (TOGEL) maka dalam haul kali ini semua pihak baik ulama dan Umara' nya bersama sama memberantas TOGEL dengan pendekatan seni dan budayanya.Apalagi Lesbumi punya banyak laskar dan sanggar di setiap kecamatan dan desa di Kabupaten Pekalongan" kata Gus Eko.
Acara Haul Gus Dur ke Sepuluh kali ini, diawali dengan dibukanya pameran manuskrip Islam Nusantara dari abad 16 sampai dengan 19, juga pameran tosan aji kabupaten Pekalongan, lalu workshop Sinematografi dan workshop teater. Selain itu juga ada istighotsah, tahlil dan parade band indie se kabupaten Pekalongan.Tak lupa persembahan tari kreasi dari Sanggar Mekar Budaya Bojong yaitu Tari Sintren Ceria dan Tari Sholawat Bumi Santri. Puncak acara ada pertunjukan seni teater dari kelompok segita Teater Kudus sebagai persembahan Lesbumi PCNU Kudus.
Nomor layanan Aduan Masyarakat milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan berupa SMS LAPOR SIIP 085600900300 akhir tahun ini telah intregasikan dengan layanan LAPOR! yang dikelola Pemerintah Pusat. Tujuan dari intregrasi ini adalah untuk lebih mempemudah masyarakat untuk melaporkan, terpadu seluruh Indonesia dan tuntas memperoleh jawaban.
Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!) adalah layanan penyampaian semua aspirasi dan pengaduan masyarakat Indonesia melalui beberapa kanal pengaduan yaitu website
KAJEN – Sebagai salah satu misi pengembangan potensi olahraga panahan di lingkup Regional Jawa Tengah, Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Pelatih Panahan se Regional, di Kampus International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftahul Ulum Pekajangan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholibhi menjelaskan anak-anak stunting (bertubuh lebih pendek) di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. “Untuk mencegahnya semua masyarakat mau bekerja sama memperhatikan asupan gizi pada anak-anaknya. Ayo kita kerja sama mengatasinya,” ujar Bupati Asip.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kab. Pekalongan Ny. Munafah Asip menuturkan senam stunting diperlukan agar ibu-ibu bisa mengingat, dan memperhatikan asupan gizi anak-anaknya.
Dijelaskan Ny. Munafah Asip, secara nasional PHI tahun ini diperingati pada Minggu, 22 Desember di Semarang. Sementara di Kabupaten Pekalongan rangkaian PHI sudah diadakan sejak awal Desember ini.
“Kami sudah melakukan seminar tentang stunting bekerja sama dengan Yayasan Amway Peduli yang diikuti seribuan ibu-ibu. Juga ada acara Tutur Batik. Tutur Batik pada Minggu malam, 22 Des. Menceritakan Legenda Bumi Batik Nusantara, dengan penampilan teaterikal, kolosal, dan monolog, bertema Batik Hidup dan Menghidupi. Juga tak ketinggalan kuliner khas Kab. Pekalongan.” Papar Ny. Munafah Asip.
“Bersamaan dengan Peringatan Hari Ibu ini, Kabu Pekalongan juga memperingati Hari Nusantara ke-19, dan Hari Ikan ke-6,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Selanjutnya, hadir pula Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten Sekda dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip Kholbihi, Ketua Persit Candra Kirana Ny. Arfan Johan Wihananto, Ketua Bhayangkari Ny. Aris Tri Yunarko, dan segenap tamu undangan dari seluruh organisasi masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
Upacara Hari Ibu ke-91 dengan tema "Perempuan Berdaya, Indonesia Maju" diikuti ribuan peserta dari seluruh unsur masyarakat yang ada di Kabupaten Pekalongan. Mereka mengenakan baju koko putih lengan pendek, berikat kepala batik dan bawahan sarung bagi peserta laki-laki dan berkebaya nasional bagi peserta kaum perempuan.
Dalam sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) I Gusti Bintang Darmavati yang dibacakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, mengatakan bahwa pelaksanaan Peringatan Hari Ibu (PHI) mengingatkan kita tentang perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukan dengan kaum laki-laki.
PHI mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang dituntut untuk sadar dan aktif meraih akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berbagai bidang pembangunan. PHI ke-91 adalah titik awal gerakan “percepatan” pemberdayaan perempuan di berbagai bidang pembangunan dan memberikan perlindungan bagi perempuan untuk mewujudkan arahan Presiden.
Pada kesempatan PHI ke-91 ini beliau mengajak semua perempuan untuk terus maju, mampu menjadi sosok yang mandiri, kreatif, inovatif, percaya diri, dan tentunya akan bersama laki-laki menjadi kekuatan besar yang memastikan terwujudnya SDM unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Maju.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurutnya, di gudang Bulog Wiradesa ini stok masih 40 ribu ton, sementara kebutuhan pasar di Kabupaten Pekalongan hanya 100 hingga 200 ton per bulan. Kemudian, harga sendiri juga masih jauh dari harga eceran tertinggi (HET). "Bulog menetapkan harga beras di gudang Rp 8.100 perkilogram dan untuk harga jual di pasar tidak boleh melebihi HET sebesar Rp 9.450 perkilogram. Ternyata di pasar harga jualnya Rp 8.500 dan ini menunjukkan supply-demandnya sangat terjaga, sehingga harga bisa dikendalikan," tuturnya.
Bupati KH. Asip menambahkan intervensi yang dilakukan pemerintah, yaitu menjaga suplainya supaya untuk tidak terlambat. "Jika suplaynya berkurang, harga pasti naik. Tapi, inikan suplaynya terjaga maka harganya bisa stabil. Sehingga, belum perlu menggelar operasi pasar," tambahnya.
Sementara itu, Dady Rahman Wakil Pimpinan Cabang Bulog Bondansari mengatakan stok keseluruhan di gudang Bulog Bondansari ada 40 ribu ton beras. "Artinya, itu jauh melebihi kebutuhan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sehingga, dipastikan untuk beras jelang Nataru aman," katanya.
Dady menambahkan di bulan Januari dan Februari memang ada kenaikan, namun itu masih bisa teratasi. "Jadi, kalau untuk beras kita akan terus menjaga stok maupun harganya," tuturnya.
Pihaknya menambahkan, harapannya kondisi baik ini bisa berlangsung lebih lama untuk menjaga inflasi agar tetap stabil. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurut Asip, pemerintah mempunyai fungsi memfasiliatsi dan melakukan penataan regulasi terkait dengan bagaimana lLingkungan harus dijaga, diversifikasi pemasaranya harus dibantu karena ekonomi kreatif itu juga didukung sistem bisnis yang baik. "Jadi nanti Kalau hasil produksinya itu laku keras maka tentu hal ini akan menunjang sekali terhadap produktifitas para pembatik di kab pekalongan", tandasnya.
Asip juga mengatakan pihaknya terus menerus melakukan Upaya yang terorganisir dengan baik terutama pemerintah menjadi inisiasi. Seperti pada malam itu, pembelajaran tentang batik harus diajarkan sedini mungkin. Kemudian yang lebih penting lagi, lanjut Asip, adalah riset tentang batik.
"Tentu harus ada kolaborasi pemerintah, para pelaku dan pengusaha batik dan akademisi. Kalau 3 komponen ini terus menerus melakukan kolaborasi, saya meyakini keberadaan batik tulis di kab pekalongan ini akan semakin baik. Batik pekalongan ini anti kemapanan. Warnanya sangat bervariasi, dinaamis dan boketannya tidak terlalu terikat serta lebih realis", tuturnya
Selanjutnya pemkab akan teeus menerus melakukan upaya pemberdayaan terhadap para pembatik, melakukan kerjasama dengan pemerintah kab/kota di seluruh Indonesia untuk memperkenalkan batik Pekalongan sekigus memberikan pemberdayaan terhaap batik batik lokal yang ada di seluruh Indonesia.
Menanggapi usulan pelajaran batik dimasukkan ke sekolah, Asip mengaku pihaknya akan mengkaji, mendiskusikan dan menginstruksikan dindikbud untuk mengajarkan batik pada pelajaran Ekstra aebagai bentuk menyambung kelangsungan batik di pekalongan. "Ini harus diwariskan Dari generasi ke generasi , supaya anak anak kita mengenal batikdan tradisi batik di Wilayah Kab Pekalongan tidak akan hilang", ungkap Asip.
.Sementara itu kepala Dindikbud Kab Pekalongan, Sumarwati mengungkapkan harapan pagelaran tutur Batik tersebut bisa mengedukasi masyarakat Terkait sejarah batik.
"Pada Saat penjaahan Kita belum mengenal batik. Tadi disampaikan atau dituturkan sehingga muncul batik di pekalongan", papar Sumarwati.
Dari tema tersebut, yang ingin ditonjolkan dari Dindikbud terhadap batik adalah seni dan budaya dikolaborasikan antara batik dan kesenian modern. ( humas kominfo )
Selain itu, pihaknya juga berpesan, agar fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu harus mengedepankan azas keadilan atau tidak memihak kepada salah satu calon. "Untuk Pilkada Kabupaten Pekalongan 2020 nanti, Pemeritah sudah menyiapkan semuanya, baik itu infrastruktur maupun yang lainnya. Karena kita sudah menandatangani NPHD baik dengan Bawaslu maupun KPU dengan total anggaran Rp 37 miliar, untuk seluruh proses pilkada dari pembentukan Panwascam ini hingga seterusnya," ujarnya.
Menurut Bupati, masyarakat Kabupaten Pekalongan sudah terbisa melaksanakan pemilihan langsung dan pihaknya berharap pilkada 2020 bisa berjalan aman dan lancar. "Semoga aparaturnya semakin profesional sehingga bisa lebih baik lagi,"pungkasnya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Divisi Organisasi dan SDM Nur Anis Kurlia mengatakan bahwa seluruh Panwascam yang dilantik pada kesempatan tersebut, sebelumnya harus melalui proses yang cukup panjang. "Proses yang panjang dan obyektif telah telah dilalui seperti seleksi administrasi, tes dengan menggunakan model berbasis online, seleksi wawancara, dan tes kesehatan," kata Nur Anis Kurlia.
Anis menyampaikan, bahwa ke 57 Panwascam yang dilantik berasal dari 19 Kecamatan di wilayah Kabupaten Pekalongan dengan presentase laki-laki berjumlah 50 orang, dan 7 orang anggota perempuan. "Dari 57 anggota panwascam terpilih, 38 diantaranya merupakan wajah baru. Sedangkan, 18 orang lainnya merupakan mantan anggota Panwascam pada pemilu sebelumnya," ungkapnya.
Pihaknya mengingatkan kepada anggota Panwascam harus bertanggungjawab dan bekerja sesuai prinsip-prinsip yang ada. "Saya berharap anggota Panwascam terpilih, dapat bekerja dengan maksimal dan penuh waktu serta bisa bertanggungjawab agar dapat terwujud pilkada yang bermartabat dan berkualitas," tambahnya. (humas/dinkominfo kab.pekalongan)
Acara dihadiri katib syuriah PCNU kabupaten Pekalongan, KH M Afnan Khafid, Ketua FKUB Kab Pekalongan, KH Dzikron, Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M Azmi, Komandan Satkorcab Banser, M Khairudin, Polres Kabupaten Pekalongan, Perwakilan Muslimat, Fatayat dan para anggota laskar dan sanggar se Kabupaten Pekalongan
Dengan kegiatan ini, Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan berharap semoga Kabupaten Pekalongan mendapat barokah hingga tetap aman dan damai juga penyakit kemanusiaan (togel) di masyarakat tuntas.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
, SMS 1708, twitter @lapor1708 dan aplikasi Android.
“ Melayani aduan masyarakat melalui LAPOR!, menjadi kewajiban kita bersama sebagai Aparat Pemerintah dituntut untuk lebih responsif pada setiap laporan masyarakat” Ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, MM saat membuka Sosialisasi Layanan Aspirasi dan Pengaduan On Line (LAPOR!) hari ini di aula lantai 1 Setda Kajen.
Dan ini adalah bagian dari kerja cerdas, ikhlas, keras , tuntas dan kerja bersama kita dalam rangka turut membangun Kabupaten Pekalongan,terangnya. Menurut sekda, Masyarakat sekarang serba instan. “Kalau jalan berlubang, yang dipotret lubangnya, bukan yang mulus yang disampaikan kepimpinan tapi yang berlubang, itu yang dilaporkan, Artinya apa? Masyarakat butuh penanganan cepat. Maka dari itu kominfo melakukan kegiatan sosialisasi pagi ini untuk menyikapi hal hal seperti itu. Tugas kita tidak hanya menjamin sent / terkirim. Tapi delivered sehingga sampai pendistribusian kegiatan itu bisa dikerjakan, bisa dirasakan oleh masyarakat. Selalu cek masalah di lapangan dan temukan solusinya karena untuk mempecepat pelayanan”, tuturnya. “Kita sudah tidak manual lagi semuanya sudah online.Mulai dari e planning, e budgeting, e indection, lalu nanti akan ada e ASB (Analisa Standar Biaya)” terang sekda. Kedepan, menuru tsekda Kita harus punya kegiatan transparan, akuntabel, kita harus punya dedikasi ,loyalitas dan komitmen yang tinggi terhadap pemerintah daerah. Sekda juga menyampaikan kepada OPD agar aktif memberi informasi kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan melalui website yang sudah ada. “Masing - masing OPD sudah dibuatkan web oleh Kominfo harusnya diisi, karena bentuknya informasi kemasyarakat sehinnga masyarakat bisa mengakses/ melihat ” pintanya.
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan AnisRosidi, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah dalam rangka memacu OPD untuk mempersiapkan Tata Kelola Pemerintahan yang baru, berupa Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Publik, Tata Kelola Berbasis IT dan Tata Kelola Berbasis Single Data.
Sementara itu, Anis Rosidi, S.Sos, M.Si selaku Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan menjelaskan sosialisasi pada siang kali ini menyangkut tata kelola pemerintahan berbasis keterbukaan informasi publik. “Seperti kita ketahui bahwa kita memiliki Undang - Undang yang harus kita implementasikan , yaitu UU no. 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik. Kemudian PP no 76 tahun 2013 tentang pengelolaan pengaduan pelayanan publik nasional. Dimana di era ini masyarakat bisa menyampaikan masukan, menyampaikan aspirasi - aspirasi terhadap pemerintah daerah. Hal ini harus direspon oleh pemerintah daerah” terangAnis. Anis mengatakan Kabupaten Pekalongan sudah memiliki namanya Lapor Sip!. Lapor Sip! Ini terintegrasi secara nasional serta sudah terkoneksi dengan lapor gubernur dan lapor SP4N, yang terkoneksi dengan 34 kementrian dengan 96 lembaga tinggi Negara termasuk komisioner dan ada sekitar 493 pemerintahan.” Ini semua bisa melihat. Ketika ada aduan harus kita respon. Oleh karena itu siang ini kita mengadakan sosialisasi apa itu Lapor SP4N dan masing - masing OPD untuk menunjuk adminnya” ungkapAnis. Sedangkan maksud dan tujuan kegiatan sosialisasi, menurut Anis adalah memberi pemahaman Konsekuensi dari tata kelola adalah terbukanya informasi - informasi dan aduan masyarakat kepada pemerintah daerah. “ Tujuannya agar mereka tahu apa itu Lapor SP4N dan bagaimana bersikap ketika ada laporan. Mengetahui SOP nya seperti apa dan responnya seperti apa agar ini sesuai dengan program pemerintah pusat tentang quick respon. Pemerintah harus cepat tanggap. Menyikapi permasalahan - permasalahan dan masukan - masukan dari masyarakat terkait fungsi - fungsi pemerintahan yaitu penyelenggaran pemerintahan , terkait pelayanan publik, terkait pemberdayaan. Lapor SP4N ini otomatis terhubung dengan Polri, KPK dan semua bisa membaca” tambahnya. Selanjutnya Dasar aduan ini menjadi pintu masuk dasar dari pada turunnya tim penyelidikan. “inilah esensi dari tujuan adanya informasi keterbukaan publik, yaitu adanya transparansi penyelenggaraan pemerintah” pungkasAnis ( HumasKominfo ).
Sebanyak 80 peserta hadir dari beberapa wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya mulai dari Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang, Tegal, Slawi, Brebes, Purwokerto, Magelang, Solo, Yogyakarta, Sragen, Kendal, Temanggung, hingga Tulungagung Jawa Timur turut hadir mengikuti pelatihan yang akan dilangsungkan Rabu (18/12/2019) hingga Jumat (20/12/2019) mendatang.
Kegiatan Pelatihan Pelatih Panahan se Regional ini, dibuka pada hari Rabu (18/12) oleh perwakilan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perpani Jawa Tengah, Abadi Pitoyo. Menurutnya, kegiatan pelatihan tersebut menjadi salah satu ajang yang sangat baik untuk meningkatkan kompetensi para atlet panahan, agar dapat melaju dan mengembangkan prestasinya.
Eko Ahmadi, selaku Ketua KONI Kabupaten Pekalongan menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan yang diusung oleh Pengcab Perpani Kabupaten Pekalongan ini. Pihaknya berkomitmen untuk memberikan dukungan secara maksimal demi pengembangan dan peningkatkan para atlet panahan.
Senada dengan itu, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan yang diwakili oleh Bambang Supriyadi juga mengapresiasi atas penyelenggaraan kegiatan ini.
“Sangat senang sekali melihat antusiasme para peserta yany hadir dari berbagai wilayah, bahkan ada yang dari Jawa Timur dan juga peserta dari Sumatera, yang menyempatkan bergabung dengan kegiatan ini. Tentu ini menjadi sangat baik untuk turut serta mengembangkan potensi atlet-atlet panahan kita,” ujar dia.
Menurut Ketua Harian Pengcab Perpani Kabupaten Pekalongan, Frangki Irawan, pihaknya berharap agar kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi antar pelatih panahan sekaligus sebagai ruang bertukar ilmu demi peningkatan kompetensi bersama. Selain kegiatan pelatihan pelatih, Pengcab Kabupaten Pekalongan juga akan melanjutkan kegiatan dengan menggelar Lomba Panahan khusus Kabupaten Pekalongan pada tanggal 21 Desember 2019 mendatang.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)