KAJEN - Kepastian mulai beroperasinya exit Tol Bojong, Kabupaten Pekalongan disampaikan Penanggungjawab PBTR (Pemalang-Batang Tol Roads) Heri Sulakso, saat menerima kunjungan kerja Plt.Bupati Pekalongan, Ir.Arini Hatimurti pada hari Selasa, 6 Oktober 2020.
" Harus kami akui bahwa setelah mengalami penundaan beberapa kali karena faktor pembebasan lahan dan ditambah kondisi pendemi Covid 19 dapat kami pastikan bahwa menjelang libur Natal dan tahun baru exit Tol Bojong siap dibuka, " demikian jelas Heri dalam keterangan persnya.
Lebih lanjut Heri menyampaikan bahwa saat ini semua kendala telah teratasi dan pekerjaan kontruksi akhir Oktober telah selesai tinggal menunggu uji kelayakan dari Kepolisian, Kementrian Perhubungan dan dari Kementrian PUPR.
Sementara itu dalam kunjungan kerjanya, Plt Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti yang didampingi Kadin PU Taru, Ir.Bambang Irianto, MSi, Plt.Asisten Ekonomi Pembangunan, Abdul Kholiq, SE,MM, Kadin Perhubungan, Ir.Wahyu Kuncoro dan Kadin Kominfo, Anis Rosidi, S.Sos, MSi, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini dalam rangka mencari kepastian secara langsung sekaligus mengetahui perkembangan pembangunan serta kesiapan jelang beroperasinya Exit Tol Bojong yang telah dinantikan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
"Kami sengaja meninjau langsung proses pembangunan Exit Tol Bojong ini untuk memastikan kapan mulai beroperasinya mengingat begitu penting dan strategisnya keberadaan Exit Tol ini bagi percepatan pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Dan pada kesempatan ini Kami menyampaikan terimakasih kepada Pengelola yang telah memberikan akses interchange di Wilayah Kabupaten Pekalongan, sehingga Kabupaten Pekalongan tidak hanya dilewati saja namun juga mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan Tol Trans Jawa tersebu, “ ungkap Arini
Lebih lanjut Arini menyampaikan makna strategis Exit Tol Bojong ini bagi percepatan pembangunan Kabupaten Pekalongan. Dengan beroperasinya exit Tol Bojong diharapkan menjadi pengungkit perekonomian masyarakat, semakin efektif dan efisiennya mobilitas warga dan faktor-faktor produksi khususnya yang bergerak disektor industri, perdagangan dan UMKM, serta akan mempercepat perkembangan wilayah Ibu Kota Kajen karena semakin terbukanya akses dengan Kabupaten Banjarnegara.
Pada kesempatan tersebut Arini juga menyinggung masalah rencana pembangunan rest area di wilayah Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Pegandon, Karangdadap. Dimana nantinya rest area tersebut dimanfaatkan untuk menampung pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan khususnya dalam memasarkan produk-produk unggulan seperti batik. Diharapkan sekitar 30 % UMKM Kabupaten Pekalongan bisa masuk kesana sehingga bisa menghidupkan UMKM yang ada di Kabupaten Pekalongan. Dan ini menunjukan komitmen Kabupaten Pekalongan yang secara sungguh-sungguh memanfaatkan akses Tol bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. ( Tim Kominfo )
Selasa, 6 Oktober 2020
KAJEN – Pasar induk Wiradesa akan segera dibangun dengan total anggaran 92 milyar pada bulan Oktober mendatang, para pedagang secara simbolis dipindahkan ke pasar darurat Wiradesa pada hari ini, Rabu (23/9/2020). Nampak hadir dalam acara ini Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan Ir Hurip Budi Riyantini, Camat Wiradesa, Ketua paguyuban pasar Wiradesa dan sejumlah pedagang.
Pasar induk Wiradesa akan mulai dibangun pada awal bulan Oktober 2020 mendatang dengan total anggaran 92 milyar yang bersumber dari APBN melalui Perpres No.79 Tahun 2019, dimana sesuai Perpres tersebut Kabupaten Pekalongan mendapatkan bantuan senilai 3,5 triliyun yang dialokasikan untuk pembangunan daerah.
Dikatakan Bupati Asip Kholbihi pembangunan pasar induk Wiradesa ini direncanakan akan memakan waktu 2 tahun karena pembangunannya akan dilakukan sesuai instruksi kementrian perdagangan pusat dengan model pasar yang mengedepankan aspek keselamatan, keindahan, sirkulasi udara yang memadai dan hijau. Oleh karena itu Bupati Asip berharap pembangunan ini dapat dilakukan sesuai harapan supaya pasar induk Wiradesa menjadi pasar terbaik di Indonesia.
‘’Insyaallah nanti bulan Oktober-November pasar induk ini akan kita pindah semua. Hari ini kita selamatan, supaya pindahnya pedagang dari pasar induk yang mau dibangun dengan anggaran yang besar yaitu 92 milyar, dan dibangun selama 2 tahun ini ke pasar darurat,’’ Kata Bupati Asip Kholbihi saat memberikan sambutan dalam acara Pemindahan Pedagang Pasar Wiradesa ke Pasar Darurat pada pagi ini, Rabu (23/9/2020).
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si menyerahkan secara simbolis sertifikat tanah program PTSL ( Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ) kepada warga Desa Kutorojo Kecamatan Kajen pada Selasa ( 22/09 ) di Balai Desa Kutorojo. Acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Pekalongan Tahun 2020 Desa Kutorojo ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan I Totok Budi Mulyanto SE, Kepala Badan Pertanahan Nasional ( BPN ) Kabupaten Pekalongan Imawan Abdul Ghofur ST.,M.Si, Camat Kajen Agus Purwanto S.,STP, Kepala Desa Kutorojo Dulajat, dan tokoh masyarakat Kutorojo serta warga setempat.
Usai penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat secara simbolis, Bupati Asip dalam sambutannya mengatakan, bagi warga Desa Kutorojo yang mempunyai tanah yang belum disertifikat maka bisa segera didaftarkan melalui pemerintah desa sehingga tahun depan seluruh lahan yang ada di desa Kutorojo bisa disertifikasi.
Dijelaskan bupati, Pemerintah mengadakan program PTSL tersebut gunanya antara lain pemilik tanah mendapat pengakuan secara sah dari negara. Kedua, sertifikat dapat meningkatkan nilai ekonomi atau dapat dijadikan agunan di bank sebagai modal. Dan fungsi ketiga, menurut Bupati, jika sudah disertifikat tanah tadi, maka tidak akan ada konflik sosial atas nama lahan. “ Oleh karena itu diharapkan masyarakatnya tambah guyub rukun dan semangat membangun desa Kutorojo, “ ujar Bupati
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran BPN Kabupaten Pekalongan yang telah bekerja keras sehingga pelaksanaan program PTSL di Kabupaten Pekalongan berjalan lancar
KAJEN – Akses jalan yang menghubungkan kecamatan Kesesi dengan kecamatan Kandangserang mengalami kerusakan yang menjadi keluhan masyarakat. Kerusakan jalan ini terjadi di lintasan desa Kwasen, Windurojo sampai ke obyek wisata Watuireng, Kecamatan Kandangserang.
Menjawab keluhan masyarakat tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, mengatakan bahwa pemkab akan segera merealisasikan perbaikan akses jalan yang dianggapnya itu sangat penting. Adapun untuk anggaran sendiri, dikatakan Bupati Asip Kholbihi, perbaikan jalan ini akan menghabiskan anggaran sebesar 3,5 milyar. Untuk itu Ia berharap pada tahun 2020 ini pembangunan dapat diselesaikan.
‘’ Insyaallah pada bulan ini sudah ada kegiatan, yang pertama adalah Kwasen – Brondong, kemudian Brondong ke Watuireng ini akan kita selesaikan dengan total anggaran hampir 3,5 milyar,’’ kata Bupati Asip Kholbihi saat melakukan tinjauan akses jalan rusak di Desa Windurejo, Kecamatan Kesesi, pada Senin pagi (21/9/2020).
Bupati Asip menjelaskan, ditengah kondisi pandemi Covid-19 ini, celah fiskal sangatlah sempit untuk melakukan pembangunan, karena anggaran pada tahun 2020 ini telah direlokasi dan direfokusing untuk penanggulangan dampak pandemi Covid-19. Tetapi untuk pembangunan akses jalan desa Kwasen sampai ke wilayah obyek wisata Watuireng akan tetap diupayakan, karena menurutnya ini akan menjadi modal dasar juga untuk pengembangan wisata Watuireng .
Dengan akses jalan yang baik, lanjut bupati, itu akan menambah daya tarik pengunjung untuk berwisata ke Watuireng melalui lintasan jalan kecamatan Kesesi. Ia juga sangat optimis setelah akses jalan penghubung ini jadi, obyek wisata Watuireng akan mengalami perkembangan yang pesat, karena akses jalanya ada dua jalur, yaitu jalur Kajen sampai ke Kandangserang dan jalur dari Kesesi ke Kandangserang.
KAJEN – Sebagai bentuk upaya untuk menurunkan eskalasi angka penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, pemkab adakan acara pendisiplinan adaptasi kebiasaan baru yang dilaksanakan di Kajen town square pada Minggu pagi (20/9/2020).
Dalam acara ini turut hadir para Forkopimda, Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi,SH.M.Si, dan Wakil Bupati Pekalongan Ir.Hj Arini Harimurti.
Acara pendisiplinan adaptasi kebiasaan baru ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protocol kesehatan seperti menggunakan masker, cuci tangan, jaga jarak dan pola hidup sehat. Untuk itu dalam acara ini Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH.M.Si, menegaskan kepada masyarakat bahwa protocol kesehatan dan empat kebiasaan baru harus selalu dilaksanakan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan.
‘’Ini harus diikhtiari semaksimal mungkin secara lahir batin, dengan tadi penerapan kebiasaan baru yaitu memakai masker, cuci tangan ,jaga jarak dan pola hidup sehat,’’ kata Bupati Asip Kholbihi saat memberikan sambutan pada acara Pendisiplinan Adaptasi Kebiasaan Baru di Kajen Town Square (20/9).
Selain pendisiplinan dan sosialsisasi adaptasi kebiasaan baru, kegiatan rapid test juga dilaksanakan kepada masyarakat yang hadir dalam acara ini. Dan menurut Bupati Asip, apabila ada yang reaktif maka akan segera dilaksanakan tes swab untuk mengetahui apakah orang tersebut positif Covid-19 atau tidak.
Bupati Asip juga mengungkapkan bahwa upaya penanggulangan terhadap penyebaran Covid-19 sendiri harus dilakukan dengan sabar karena basis masyarakat masih tergolong rendah tentang kesadaran penerapan adaptasi kebiasaan baru, jadi upaya sosialisasi dan pendisiplinan akan dilakukan secara masif oleh Pemkab Pekalongan diberbagai tempat.
KAJEN – Dalam acara Pembekalan kepada Para Danramil dan Babinsa Kodim 0710/Pekalongan yang diselenggarakan di Markas Kodim 0710/Pekalongan ( Medono Kecamatan Pekalongan Barat) pada Kamis (17/9), Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si mengajak untuk melaksanakan hal-hal yang berkaitan dengan mewujudkan kebaikan di Kabupaten Pekalongan utamanya adalah menjelang Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 9 Desember 2020 mendatang.
“Kita setidaknya sudah 6 kali pemilu pasca reformasi dan pemilukada pasca reformasi. Salah satu faktor penting dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah menjunjung tinggi aturan main, dan perlu diingat, saudara-saudara yang bekerja di level desa saya mengingatkan kembali bahwa budaya masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah budaya patronase berbeda dengan di Sumatera Utara, rata-rata patronnya adalah para kyai, tokoh agama, guru, kepala desa juga tokoh masyarakat, “ paparnya.
Menurutnya, kalau seluruh jajaran bisa membangun relasi sosial yang baik dengan para patron tadi, maka hal-hal yang menyangkut tentang bagaimana menjaga stabilitas daerah bisa dilakukan dengan baik
Selama ini kondisi geo politik di Kabupaten Pekalongan berjalan dinamis, tetapi Bupati yakin dengan kerjasama yang baik seluruh jajaran, dari Kodim 0710 dan Polres Pekalongan serta Pemkab menyadarkan sepenuhnya profesionalitas kinerja dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pekalongan dan Bawaslu, Bupati yakin seluruh proses pesta demokrasi ditengah-tengah pandemi Covid 19 ini akan berjalan dengan aman, lancar dan sukses.
“Kalau kita mendekati tokoh agama maka hampir 75% persoalan sosial bisa kita selesaikan, karena budaya patheralistik ini masih terpelihara dengan baik walaupun sekarang sudah mulai bergeser karena pengaruh usaha profesional tetapi dalam keadaan tertentu mereka menjadi rujukan mencari tempat bertanya dan tempat penyejuk kepada para tokoh agama, inilah kondisi biopolitik yang ada di Kabupaten Pekalongan.” tambahnya.
KAJEN – Di tengah masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini, Desa Karangsari, Kecamatan Bojong telah berhasil menjalankan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal itu dibuktikan dengan telah dibagikannya sejumlah 683 sertifikat tanah milik warga maupun pemerintah desa pada pagi ini, Kamis (17/9/2020) oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara Kabupaten Pekalongan Imawan secara simbolis.
Program PTSL sendiri merupakan program dari pemerintah yang ditujukan bagi masyarakat untuk medapatkan sertifikat tanah dan bebas dari biaya pajak pembuatan sertifikat tanah.
Desa Karangsari sendiri dianggap sebagai desa yang telah sukses menjalankan program PTSL karena dari 700 pemohon pembuatan sertifikat , 683 telah lolos. Sehingga desa Karangsari sendiri menjadi desa percontohan atas kesuksesan pembuatan sertifikat tanah dengan program PTSL.
‘’Membuat sertifikat itu tidak mudah, tetapi dengan program pemerintah ini masyarakat bisa terbantu untuk bisa mendapatkan sertifikat tanah. Inilah program pemerintah yang tujuannya untuk mempermudah warga ketika ingin mendapatkan akses tentang sertifikat,’’ Kata Bupati Asip Kholbihi saat memberikan sambutan pada acara Pembagian Sertifikat Tanah secara simbolis di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong (17/9).
Bupati Asip juga mengatakan bahwa sertifikat tanah sendiri memiliki nilai ekonomis sebagai alat untuk mendapatkan bantuan modal usaha dari Bank. Sehingga Ia berharap dengan terbitnya sertifikat tanah ini, masyarakat bisa menggunakannya dengan sebaik mungkin.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan segera melakukan perbaikan infrastruktur akses jalan yang menghubungkan antara desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa dengan desa Dadirejo, Kecamatan Tirto.
Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si saat meninjau ke Desa Dadirejo, Kecamatan Tirto pada siang ini, Senin (14/9/2020) mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan jalan akan mulai dikerjakan dalam dua minggu kedepan setelah kontrak pembangunan disepakati. Untuk itu Ia berharap masyarakat dapat bersabar serta mendukung penuh program pembangunan ini.
‘’ Banyak sekali masuk di medsos kaitan para pengguna jalur ini terutama dari jembatan Karangjati yang ke utara yang menuju ke sini Insyaallah dalam beberapa hari kedepan sudah ada pekerjaan,’’ kata Bupati Asip Kholbihi.
Selain itu Bupati Asip juga berharap dengan akan dibangunnya perbaikan akses jalan Karangjati – Dadiejo dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas utamanya aktivitas ekonomi yang masih berkembang pesat di wilayah tersebut. Oleh karena itu Ia mengatakan dukungan dari masyarakat juga menjadi faktor penting untuk mensukseskan pembangunan akses jalan tersebut.
‘’ Jadi mohon dukungan masyarakat karena yang menghubungkan kecamatan Wiradesa dan Tirto, oleh karena itu ini sangat penting,’’ ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas DPU Taru Bambang Irianto melalui Kabid Bina marga Arif Rahman menyampaikan bahwa pembangunan akses jalan Karangjati – Dadirejo akan dibangun dengan lebar 3,5 meter dan panjang lintasan yaitu 700 meter.
KAJEN - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI ( Menko PMK ) , Prof.Dr. Muhajir Effendy melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pekalongan pada Selasa ( 29/9) siang. Kunjungan kerja Menko PMK didampingi jajaran Kementrian Koordinator Bidang PMK anatara lain sekretaris, para Deputi bidang, staf ahli bidang dan staf khusus Menko PMK, meninjau gudang Bulog Bondansari Kecamatan Siwalan dan terima oleh Wakil Bupati Pekalongan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati, Ir. Arini Harimurti.
Kunjungan kerja Menko PMK ke Gudang Bulog Bondansari Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan bertujuan untuk memastikan ketersediaan beras. Seperti diketahui, pemerintah melalui bantuan Presiden menyalurkan 450 ribu ton beras untuk 10 juta keluarga penerima manfaat PKH (Program Keluarga Harapan). Masing-masing akan mendapatkan 15 kg beras per keluarga selama 3 bulan.
Disamping mengecek ketersediaan, Menko PMK juga mengecek kualitas, bobot, serta delivery beras. “ Berasnya klasifikasi medium, jenis IR dan produk lokal, “ ujar Menko PMK Muhajir.
Muhajir menerangkan alasan memilih produk lokal karena sesuai arahan Presiden agar dengan produk lokal dibeli oleh Bulog kemudian dijadikan bantuan sosial , maka daya beli masyarakat/petani terangkat dan nantinya kalau persediaan di Bulog sudah terjual habis, panen raya di Pekalongan dan sekitarnya akan bisa diserap oleh Bulog.
Muhajir juga meminta untuk bobot beras harus sesuai yaitu 15 kg dan tidak boleh dikurangi.Selain itu, Ia berpesan agar beras benar-benar diterima oleh keluarga penerima manfaat. “Karena itu saya minta transporter betul-betul menjamin bahwa beras ini akan diterima oleh keluarga penerima manfaat. Tidak boleh dititipkan, atau ditumpuk di suatu titik lalu silahkan diambil sendiri. Ini tidak boleh, “ tegasnya.
Dalam kesempatan kunjungan kerja tersebut selain ke Bulog, Menko PMK juga meninjau e-warung Kampung Singgah. Muhajir mengungkapkan dirinya senang melihat e-warung yang dikunjunginya bisa tumbuh dan sangat bagus. “Saya senang sekali e-warung yang tadi saya kunjungi bisa tumbuh, jadi ada kelebihan/keuntungannya, karena melayani para penerima bantuan sosial, ini sebagian bisa disishkan untuk membangun warungnya sehingga warungnya lebih baik , tidak seperti warung-warung biasa tapi warungnya modern, “ ungkapnya.
Muhajir berpesan agar disiapkan bahan-bahan kebutuhan pokok yang memang menjadi prioritas dari para keluarga penerima PKH terutama keluarga penerima PKH yang masih punya anak kecil, baik itu bayi maupun bocah, tentang asupan gizinya. “ Karena itu saya mohon pengelola e-warung dan pendamping PKH betul-betul memberikan arahan, saran dalam belanja, harus diarahkan supaya dia belanja sesuai dengan kebutuhan gizi keluarga terutama untuk anak-anaknya. Yang lebih penting lagi, supaya dilayani dengan baik, “ pintanya
Diharapkan e-warung nantinya berkembang menjadi usaha kecil mikro ( UKM ) sehingga bisa tumbuh nenjadi kekuatan ekonomi pedesaan. ( Ar-Kominfo )
Selasa, 29 September 2020
Bupati Asip juga berharap dengan akan dipindahkannya para pedagang ke pasar darurat, keamanan, keselamatan serta protokol kesehatan harus tetap diperhatikan supaya para pengunjung bisa tetap nyaman untuk berbelanja ke pasar darurat nantinya.
‘’Jangan lupa keamanan serta protokol kesehatan tetap dilaksanakan, supaya pendapatan tetap stabil walaupun di pasar darurat,’’ ujarnya.
Sementara itu Kepala Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan Ir Hurip Budi Riyantini mengatakan bahwa pemindahan para pedaganag pasar Wiradesa ke pasar darurat akan dilakukan secara bertahan yang akan dimulai pada tanggal 25 September 2020.
Adapun untuk jumlah total pedagang yang akan dipindahkan sendiri, Riyantini mengungkapkan bahwa ada 1998 pedagang yang masuk rincian database dengan rincian ruko 46, kios 212, los 1124, dan beceran sejumlah 216.
Untuk penataannya sendiri, lanjut Riyantini, akan dibagi menjadi 2 zonasi dagangan dengan pengelompokan dagangan basah dan kering.
‘’ Rencana pemindahan pedagang pasar darurat dimulai dari tanggal 1-11 Oktober 2020 dengan cara bertahap dengan model penataan yang dibagi menjadi 2 kategori,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 23 September 2020
Sementara itu Kepala BPN Kabupaten Pekalongan, Imawan Abdul Ghofur ST.,M.Si dalam laporannya menyampaikan untuk dapat menyelesaikan pendaftaran tanah di Kabupaten Pekalongan, tiap tahun pihaknya harus menyelesaikan rata-rata 33.840 bidang sampai tahun 2024.
“ Diharapkan dengan terbentuknya data pertanahan yang lengkap dan akurat, ke depan permasalahan tanah akan semakin berkurang, perencanaan pembangunan akan semakin mudah, “ ucap Imawan
Imawan juga memaparkan jumlah bidang tanah yang ada di Desa Kutorojo adalah 1415 bidang. Target hak sertifikat atas tanah sebanyak 542 bidang. Sampai saat ini jumlah sertifikat yang telah terbit di Desa Kutorojo sebanyak 157 sertifikat. Dan yang masih belum tersertifikat sekitar 358 bidang. ( Ar-Kominfo )
Selasa, 22 September 2020
‘’ Tetapi yang paling penting kita akan mendorong penuh perkembangan wisata Watuireng dari dua track, yang pertama dari track Kandangserang yaitu jalur reguler, kemudian akan kita tambah lagi jalur yang dari Kesesi yang nanti masuk ke Kwasen, Brondong, Windurojo kemudian sampai ke objek wisata Watuireng,’’ terangnya.
Selain itu untuk memajukan wisata Watuireng, Bupati Asip mengungkapkan bahwa pihaknya akan bersinergi bersama pemerintah kecamatan Kandangserang, Bumdes dan Pokdarwis untuk melakukan pengelolaan dan perbaikan sumber daya manusia supaya obyek wisata Watuireng bisa tetap bertahan di tengah pandemi yang masih berlangsung.
‘’ Watuireng merupakan batu alam yang luasnya 2,5 hektar, ini akan kita kembangkan dan sekarang juga sudah ditata oleh Bumdes melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan bekerjasama dengan pemerintah,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Senin, 21 September 2020
‘’Semua kita pantau berbasis kewilayahan dengan upaya seperti itu kami meyakini Insyaallah untuk masa yang akan datang ini akan terjadi penurunan,’’ ungkapnya.
Adapun untuk sanksi social sendiri Bupati Asip mengatakan apabila sanksi social terhadap pelanggaran protocol kesehatan dirasa masih kurang maksimal, maka pihaknya akan segera mengatur sanksi-sanksi lainya, bahkan mendorong terbentuknya peraturan daerah terkait pencegahan penyakit menular seperti yang dilakukan oleh daerah lain.
‘’Mencontoh daerah lain, mungkin kedepan kita akan buat regulasi baru tentang terkait pencegahan penyakit menular,’’ jelasnya. (Lus-Kominfo)
Minggu, 20 September 2020
Bupati bercerita bagaimana relasi sosial yang harus dibangun ternyata dari para tokoh yang dianggap sebagai patronase masyarakat Kabupaten Pekalongan, patron masyarakat ini berada di dalam sebuah usaha yang disebut dengan jaringan pesantren, rata-rata para patron Kabupaten Pekalongan adalah alumni-alumni yang tersebar di seluruh pesantren besar di Indonesia. hal ini juga memudahkan karena ketika ada hal-hal yang kurang berkenan bisa langsung dilakukan komunikasi dengan induk pendidikannya yaitu di Pesantren, hal ini lebih mudah untuk menjalin komunikasi efektif dan infentif dengan seluruh induk pesantren yang membawai para kiyai di Kabupaten Pekalongan, dan itu menjadi kekuatan Pemkab untuk melakukan komunikasi supaya baik, para kyai yang ada di kmpung-kampung dan kota-kota bisa lebih tunduk kepada patron yang diatas keuntungannya seperti itu.
Bupati juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama selama ini yang luar biasa. Bupati merasakan netralitas TNI dan POLRI di Kabupaten Pekalongan. “Saya sebagai calon merasakan, pokoknya kita juga menjaga kehati-hatian dan profesionalitas kemudian tugas pokok dan fungsi masing-masing sudah dijalankan dengan baik, kita tidak pernah ada pembicaraan-pembicaraan menyangkut pilkada sekalipun karena saya menjunjung tinggi profesionalitas dan kinerja dari Kapolres beserta seluruh jajaran.” tegasnya
Kemudian, ditegaskan pula bahwa kebutuhan keamanan dianggap menempati posisi yang sangat strategis karena dengan aman yang dimiliki warga negara, maka warga dapat menjalankan ibadah dan pekerjaan dengan baik serta kehidupan bisa berjalan normal. ( El-Kominfo)
Kamis, 17 September 2020
Ia juga berpesan kepada masyarakat untuk bisa menjaga sertifikat tanah yang telah diterima dengan baik, karena untuk mendapatkan sertifikat ini sendiri tidak mudah ditengah pandemi Covid-19 saat ini.
‘’ Jangan sampai hilang, disimpan baik-baik karena sertifikat itu mempunyai nilai ekonomi dan sangat penting,’’ ujarnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Pekalongan Imawan mengatakan bahwa di Desa Karangsari memiliki 1.194 bidang tanah yang ditargetkan pada tahun 2020 ini setidaknya 683 bidang tanah bisa diselesaikan untuk sertifikat tanahnya. Dari 683 bidang tanah yang dapat diselesaikan tersebut 647 merupakan tanah milik warga dan 36 merupakan tanah aset pemerintah desa.
‘’Alhamdulilah target kita untuk menyelesaikan program PTSL di desa Karangsari ini bisa berhasil dengan memenuhi target kita yaitu 683 sertifikat tanah bisa kita selesaikan,’’ kata Imawan.
Selain itu Imawan juga menjelaskan bahwa untuk program PTSL di Kabupaten Pekalongan tahun 2020 sendiri secara kuantitas memiliki target peta bidang tanah sebanyak 30.114 bidang, target sertifikat hak atas tanah sebanyak 23.295 bidang dengan lokasi kegiatan ada di 31 desa di 15 kecamatan dan semua target tersebut 100% telah berhasil dan tuntas.
‘’Sampai saat ini secara kuantitas target peta bidang tanah dan target sertifikat hak atas tanah di Kabupaten Pekalongan tahun 2020 telah tuntas 100% dan siap untuk diserahkan kepada masyarakat,’’ jelas Imawan.
Sedangkan untuk secara kualitas program PTSL sendiri, diungkapkan Imawan, BPN Kabupaten Pekalongan telah menyelesaikan 20 desa secara lengkap yang menampilkan lokasi tanah kegiatan dan keseluruhan data secara terperinci.
Pada acara ini, Kepala Desa Karangsari mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan juga BPN yang telah mendukung penuh program PTSL di desa Karangsari sehingga 683 sertifikat tanah dapat diterima pada hari ini.
‘’Pada kesempatan ini saya berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang telah memberikan peluang kepada desa Karangsari,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Kamis, 17 September 2020
Pihaknya juga meminta doa dan dukungan masyarakat supaya pembangunan ini dapat segera terealisasi dan selesai untuk mempermudah masyarakat mengakses jalan tersebut.
‘’ Dengan pembangunan yang akan segera dilaksanakan ini saya optimis program ini akan berhasil dan mohon dukungannya juga kepada seluruh masyarakat karena akses jalan ini merupakan kebutuhan kita bersama,’’ jelasnya.
Senin, 14 September 2020