Minggu, 29 September 2019
[Gambar]
Taukah kamu esensi dari Hari Hak untuk Tahu ?
Pertama, menjamin masyarakat mendapatkan akses informasi publik secara akurat, benar, tidak menyesatkan, tepat waktu, mudah, murah, serta secara sederhana pada berbagai badan publik.
Kedua, untuk mewujudkan tata kelola penyelenggaraan negara yang transparan, akuntabel dan partisipatif.
Ketiga, kelanjutannya yang lebih hakiki adalah mendorong secara aktif keterlibatan masyarakat dalam pengambilan setiap kebijakan dan proses pembangunan.
#JatengGayeng
Sabtu, 28 September 2019
KAJEN - Sebanyak 14 Desa di 10 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, tercatat sebagai desa rawan bencana kekeringan. Bahkan sebagian diantaranya adalah daerah atas yang merupakan pegunungan dengan kondisi subur.
Kekeringan di beberapa desa Kota Santri dilanda kekeringan sejak dua bulan terakhir. Dan selama itu warga terdampak harus menerima bantuan suplay air dari Pemkab Pekalongan, melalui BPBD setempat.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyebut untuk masalah kekeringan sudah ditangani sejak awal dengan anggaran Rp. 2 miliar. Dan pihaknya sudah melakukan pemetaan untuk pengambilan sumber air baku, sebagai langkah jangka panjang.
“Hari ini kami bersama jajaran BPBD, DPU Taru, BPR/BKK, dan forum CSR Kabupaten Pekalongan, meninjau lokasi kekeringan di Dukuh Siberuk, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, memberikan bantuan pasokan air 15 ribu liter, dan bantuan anggaran Rp. 100 juta, untuk program jangka panjang penanganan kekeringan,” ujar Bupati, Kamis (26/9/2019) sore.
KAJEN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan periode 2019-2024 telah memiliki empat pimpinan definitif. Empat orang pimpinan Dewan Kabupaten Pekalongan adalah Dra. Hj. Hindun, MH (PKB), H. Riswadi, SH (PDIP), Nunung Sugiantoro, ST (Gerindra) dan Mas'udah (PPP).
Pelantikan dan pengambilan sumpah keempat orang Pimpinan DPRD dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan H. Sutaji, SH.MH di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan JL. Alun-alun Utara Nomor 2 Kajen, Kamis (26/9/2019) pagi.
Selain itu juga, ada pelantikan tiga anggota DPRD susulan yang sebelumnya cuti menuaikan ibadah haji yakni H. Saeful Bahri, S.Ag, H. Masbukhin, S.Ag dan H. Saeful Arif, SH.,MKN.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Forkopimda, para Anggota DPRD, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadiri pelantikan pimpinan definitif tersebut.
KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan unsur Forkopimda bersama ribuan warga dari berbagai unsur termasuk warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan mengikuti Shalat Istisqa di Alun-alun Kajen, Rabu (25/9/2019) siang.
Shalat Istisqa dimulai pukul 14.00 WIB dan bertindak sebagai imam KH. Muhammadun Raden Jundi, sedangkan khatib KH. Afnan Chafidz. Sebelum shalat dilaksanakan seluruh jamaah mengumandangkan istighfar bersama-sama. Shalat istisqa diinisiasi oleh Pemkab bersama PCNU Kabupaten Pekalongan.
Bupati KH. Asip Kholbihi usai pelaksanan shalat menjelaskan tujuan dari shalat istisqa tersebut yakni untuk memohon kepada Allah SWT supaya bumi Kabupaten Pekalongan segera diturunkan hujan yang membawa barokah. “Dengan cara meminta kepada Allah SWT melalui sholat istisqa dan berdoa, mudah-mudahan cara seperti ini dikabulkan agar segera turun hujan,” ucapnya.
Diterangkan Bupati, seperti yang kita tahu, ada beberapa titik rawan kekeringan di Kabupaten Pekalongan yang sudah dinyatakan sebagai bencana kekeringan. Oleh karena itu dengan memohon turunnya hujan mudah-mudahan kekeringan ini bisa segera teratasi. “Ini adalah ikhtiar batiniyah yang dilakukan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk bersama menannggulangi kekeringan,” katanya.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si membuka Seminar Kesehatan dalam rangka Hari Bakti Dokter Infonesia ke-111, di pendopo Kabupaten Pekalongan di Kajen, Rabu (25/9/2019).
Bupati menyampaikan secara kuantitatif kasus stunting di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. “Kalau dari presentase masih sekitar 30%, kalau dari populasi sekitar 3.000 dari 71.000 sekian anak balita yang stunting. Dan dari 3.000 anak balita stunting ini sudah kita petakan locusnya ada dimana, kemudian latar belakang sosialnya seperti apa,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dengan mengambil tema "Deteksi Dini Dalam Rangka Penurunan Stunting di Masyarakat" akan memberikan jawaban.
“Setelah itu akan ada action plan. Karena seminar ini diikuti oleh PKK, GOW, Muslimat, Fatayat, Umri Rifaiyah, Aisyiyah dan Nasyiyatul Aisyiyah serta seluruh stakeholder organisasi-organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Bupati berharap masalah stunting ini menjadi persoalan serius karena tujuannya adalah mempersiapkan generasi yang lebih baik untuk masa depannya. Jangan sampai anak-anak kita itu kerdil.
KAJEN - Dalam rangka membersihkan kali (sungai) yang mengalir di Kabupaten Pekalongan yang di beberapa wilayah tercemar oleh limbah industri batik, konveksi dan printing, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melaunching gerakan ‘Ayo Resik-Resik Kali’.
Gerakan “Ayo Resik-Resik Kali” disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melalui momen Upacara Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-36 di Alun-alun Kajen, Rabu (25/9/2019) pagi.
Melalui momen HAORNAS 2019, Bupati Pekalongan mengajak masyarakat untuk berolahraga bersih-bersih sungai. “Mulai sekarang melalui kegiatan olahraga, dimana saja kapan saja, termasuk olahraga resik-resik kali (bersih-bersih sungai. Mulai Jumat pagi kita semua akan olahraga ngresiki kali (membersihkan sungai. Yang sregep (giat) dapat sampah paling banyak, ngangkutnya kuat, dikasih hadiah,” ajak Bupati.
Menurutnya, dahulu, masyarakat di Kota Santri utamanya yang tinggal di Wilayah Buaran, Tirto dan Wiradesa berasumsi kalau ‘kaline kotor rejekine ngglondor’ kalau ‘kaline resik rejekine gak apik’. “Sekarang akan kita balik kalau kaline resik rejekine apik dan kalau kaline kotor rejekine ora ngglondor’,” paparnya.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melaksanakan upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-36 di Alun-alun Kajen, Rabu (25/9/2019) pagi. Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, secara langsung bertindak sebagai inspektur upacara.
Upacara dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan Sutaji, SH.,MH., Ketua Pengadilan Agama Kajen Drs. H. Suwoto, SH.,MH, Wakapolres Pekalongan Kompol Mashudi, S.H., Pabung Kodim 0710 pekalongan, anggota DPRD Kab. Pekalongan, dan kepala kantor/dinas/OPD Kab. Pekalongan.
Bupati selaku inspektur upacara menyampaikan bahwa hari ini kita merayakan Hari Olahraga Nasional yang ke-36 Tahun 2019 dengan tema “Ayo Olahraga, Dimana saja, Kapan saja”. Tema ini mengandung makna bahwa olahraga itu mudah karena dapat dilakukan dimana dan kapan saja, menjadi penting agar masyarakat tidak terpaku bahwa olahraga hanya dapat dilakukan di fasilitas olahraga yang tersedia.
Bupati menerangkan bahwa selain peringatan hari olahraga nasional ke-36 ini, Pemkab Pekalongan juga menyerahkan taliasih untuk tunjangan hari tua (THT), jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) bagi PNS meninggal dunia di lingkungan Kabupaten Pekalongan.
Disebutkan Bupati, berbagai langkah dilakukan dalam penanganan masalah kekeringan, selain langkah-langkah kongkrit langsung, juga sudah gelar salat istisqa untuk berdoa kepada Allah agar di berikan hujan yang barokah. "Karena memang kemarau ini sudah berkepanjangan, sehingga masyarakat cukup kesulitan mendapatkan air bersih," kata bupati.
Lebih lanjut dijelaskan Bupati, dengan upaya jangka panjang menyalurkan dari sumber mata air, maka pada tahun mendatang ketika muncul kemarau panjang, sudah ada persiapan air. "Tapi bisa dilihat, meskipun kekeringan, lokasinya tidak kering kerontang, melainkan subur. Ini karena kemarau saja," tandas Asip.
Khusnul Khotimah (28), warga Dukuh Siberuk, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, menambahkan bahwa kekeringan sudah terjadi sejak dua bulan. Air sumur kering, dan untuk kebutuhan air selain dari suplay, untuk mandi dan mencuci warga harus naik bukit hutan karet dengan jarak 2 kilometer.
"Kalau untuk mandi ya d batasi, kadang tidak mandi. Karena memang sumurnya kering, tidak ada air sama sekali. Ketika dapat suplay air juga harus di hemat dimanfaatkan seperlunya saja," jelasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kamis, 26 September 2019
Komposisi pimpinan dewan yakni Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH dan ketiga orang lainnya yakni H. Riswadi, SH (PDIP), Nunung Sugiantoro, ST (Gerindra) dan Mas'udah (PPP) menjabat sebagai wakil ketua.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH mengatakan setelah pelantikan pimpinan difinitif, DPRD Kabupaten Pekalongan langsung tancap gas membentuk alat kelengkapan dewan. "Kami akan segera membahas pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) antara lain Badan Legislasi, Badan Anggaran, Badan Kehormatan, juga Badan Musyawarah DPRD. Semoga bisa selesai dalam waktu dekat," kata Hindun.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengucapkan selamat atas dilantiknya empat orang pimpinan dan tiga anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.
"Saya ucapkan selamat atas dilantiknya empat orang pimpinan dewan dan tiga anggota. Semoga bisa amanah, tugasnya lancar sampai selesai dan selamat bertugas," katanya.
Menurutnya agenda jangka pendek dari pimpinan yakni membahas RAPBD 2020. "APBD menyumbang pertumbuhan ekonomi 20 hingga 30 persen, dengan alokasi belanja modal kita naik dari Rp 200 milyar menjadi Rp 560 milyar ditahun depan, dengan adanya pelantikan ini bisa mempercepat penyelesaian dokumennya," ungkapnya.
Bupati Asip berharap, pimpinan yang baru dilantik lebih dinamis yang dapat membawa perubahan sesuai dengan harapan masyarakat. "DPRD adalah rumah rakyat, yang menjadi jembatan kepentingan program-program pembangunan yang nanti akan dijalankan oleh eksekutif," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kamis, 26 September 2019
Rabu, 25 September 2019
Ke depan, kata Bupati, planning dari Pemkab Pekalongan mulai menggunakan sumber air baku yang ada di daerah pegunungan. Karena di sepanjang jalur pantura kandungan air baku paling bagus ada di Kabupaten Pekalongan. Ini membutuhkan eksploitasi yang memadai, sudah ada beberapa perusahaan yang akan kita ajak bekerjasama. “Ada Spam Regional, Adaro yang dari pihak swasta dan PDAM Tirta Kajen,” sebutnya.
Bupati menuturkan, khusus untuk PDAM Tirta Kajen, akan direvitalisasi sehingga sambungan air ke rumah tangga yang saat ini masih sekitar 14 ribu ke depan harus menjadi 50 ribu. Pemkab Pekalongan sedang mengupayakan secara serius. “Kita sudah mengeksploitasi air tanah, solusi kedepan akan kita datangkan air baku dari pegunungan. Ini tinggal infrastrukturnya, sember dayanya sudah tersedia,” tuturnya.
Kabupaten Pekalongan punya banyak sekali sumber dayanya, terakhir di daerah pegunungan Talun juga ditemukan sumber air yang besar sekali dan bisa ditarik untuk kebutuhan air minum di daerah bawah. Namanya Tirta Muncar di Dusun Kroyakan Desa Mesoyi Kecamatan Talun. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 25 September 2019
“Tetapi yang paling penting adalah menyiapkan generasi yang sehat. Salah satu upayanya adalah menata lingkungan. Kami sedang gencar-gencarnya melaksanakan jargon Wis wayahe Kaline Resik Rejekine Apik, Wis Ora Jamane Kaline Kotor Rejekine Ngglondor,” tutur Bupati.
Dua jargon ini, kata Bupati, sedang dielaborasi di tingkat action plan berupa gerakan pembersihan sungai serta penyadaran di tingkat pengusaha batik, konveksi, jeans dan lain-lain. “Jadi sebenarnya sangat korelatif antara stunting dengan penyediaan lingkungan yang sehat,” tegas Bupati.
Usai dibuka Bupati, acara Seminar Kesehatan dilanjutkan dengan Senam Stunting Bersama, Pemberian bantuan santunan ke pengurus yatim piatu, ponpes, pemeriksaan Kesehatan, cek GDS, Asam urat dan kholesterol, edukasi cara dietnya, pemberian tablet Fe.
Dan sebagai puncak acara Seminar Stunting dengan Narasumber Ketua Gema Setia Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi dan dr. Dwi Riyanto SP A.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 25 September 2019
Dikatakan Bupati, pelaksaanan kedua jargon tersebut baru bisa dilaksanakan karena Pemkab baru mempersiapkan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang repersentatif yang cukup untuk menampung seluruh limbah cair yang ada, yakni bisa menampung 250 tanki perhari. IPAL Kabupaten Pekalongan tersebut berada di Kelurahan Simbangkulon Kecamatan Buaran.
“Kita nanti juga akan mengelaborasi di tingkat action plan berupa gerakan pembersihan sungai serta penyadaran di tingkat pengusaha batik, konveksi, jeans dan lain-lain,” terangnya.
Gerakan bersih sungai, ditegaskan Bupati, merupakan wujud dari Pemkab Pekalongan untuk membangun lingkungan yang bersih dengan membersihkan sungai tidak hanya limbah namun juga sampah dengan merubah paradigma masyarakat. “Saya punya cita-cita pada tahun 2020 Kabupaten Pekalongan akan menjadi daerah yang bersih. Akan kita gerakkan masyarakat sehingga akan lebih nyata, tidak hanya inisiasi dari pemerintah saja. Seperti di Kelurahan Simbangkulon Kecamatan Buaran yang masyarakatnya senang dan antusias menyambut gerakan ini,” tutur Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 25 September 2019
“Kita juga memberikan penghargaan kepada para atlet berprestasi baik tingkat SD, SMP, SMA, Perguruan tinggi dan khusus juga untuk atlet disabilitas. Pokoknya atlet yang berprestasi akan kita berikan penghargaan, baik itu bonus atau beasiswa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bagi atlet yang juara POPDA bonusnya juga akan dinaikkan, yang berprestasi akan mendapatkan beasiswa sesuai tingkatnya mulai dari SD sampai Perguruan Tinggi. Hal lain yang berkaitan dengan penghargaan dari pemerintah kepada olahragawan berprestasi akan semakin ditingkatkan.
“Semoga pembinaan olahraga berprestasi akan akan terus berjalan, selain olahraga juga harus ada rekreasi karena harus seimbang dalam membangun jasmani dan rohani,” ucapnya.
Dalam upacara Haornas ke-36 tersebut tampil juga seni kolosal dari SMP 1 Sragi yang kembali mengangkat ragam atraksi seni dan olahraga. Sebuah persembahan indah untuk daya hidup Kabupaten Pekalongan. Seni kolosal tersebut menggambarkan kolaborasi antara KONI sebagai wadah untuk membimbing, menghimpun dan mengkoordinir para olahragawan berprestasi dengan FORMI. Satu-satunya wadah yang menghimpun dari organisasi-organisasi olahraga rekreasi yagn tumbum dan berkembang di masyarakat baik secara nasional maupun di daerah untuk meraih prestasi.
“Sangat kreatif, bagus sekali karena itulah esensi dari olahraga. Yaitu bermain dan berkompetisi menuju sehat. Ada proses kebersamaan dan itu dituangkan dalam seni kolosal yang kita lihat tadi. Semoga semakin banyak seni kolosal tersebut di Kabupaten Pekalongan,” tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 25 September 2019