KAJEN – Sebanyak 120 calon Kepala Desa (Kades) dari 3 wilayah Kecamatan, yakni Kecamatan Kajen, Paninggaran dan Kandangserang mendapatkan pengarahan dari Bupati dan Kapolres Pekalongan, Senin (21/10/2019) di Aula Kecamatan Kajen.
Dalam arahannya, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si, mengingatkan kepada seluruh pihak yang terkait dengan penyelenggarakan pilkades agar berkomitmen jangan sampai terjadi jual beli suara untuk memenangkan kontestasi pilkades.
"Alhamdulilah semua calon sepakat semua, nanti instrumen pengawasannya kita siapkan. Jadi kita ikhtiar mewujudkan tatanan pemilihan kepala desa yang lebih bermartabat dan non transaksional. Ini menjadi komitmen Pemkab Pekalongan dalam rangka mewujudkan Pilkades Serentak Tahun 2019 di 210 desa di Kabupaten Pekalongan", terang bupati.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, tahapan kali ini merupakan tahapan sosialisasi. “Bagaimana kita melakukan upaya agar pilkades ini berjalan dengan baik. Kita akan keliling di seluruh kecamatan. Kemarin di Tirto dan Buaran, sekarang Kecamatan Kajen, Paninggaran dan Kandangserang,” ujar bupati.
Sementara itu Kapolres Pekalongan, AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK, M.Si mengutarakan, bahwa kepolisian nanti akan melakukan pengamanan mulai dari kampanye, masa tenang sampai pencoblosan.
"Kita sudah siapkan personel terkait kegiatan tersebut, termasuk nanti di TPS ada kategori aman dan rawan, ada personel dan ada pleton siaga di masing masing rayon dan polres. Ada dari brimob juga. Dari eks-Polwil pekalongan Batang dan Pemalang." terang kapolres.
Untuk mengantisipasi adanya anduman anduman , kapolres mengimbau kepada masyarakat apabila ada money politic agar dilaporkan ke pihak kepolisian.
Kepala Dinas PMD P3A PPKB, H. Mohammad Afib, S.Sos, sebelumnya melaporkan progres pelaksanaan Pilkades Serentak khususnya di 3 wilayah Kecamatan, yakni Kecamatan Paninggaran, total desa yang menyelenggarakan pilkades sebanyak 13 desa dan sampai dengan tanggal 9 Okt lalu baru 12 desa yang sudah selesai melaksanakan tahapan dan diikuti sebanyak 41 calon kades.
“Khusus 1 Desa, yaitu Desa Peninggaran, sampai dengan penutupan pendaftaran tahap pertama, masih kurang dari 2 orang sehingga dilaksanakan pendaftaran ulang. Setelah pendaftaran ulang, sudah ada 2 calon. Mudah-mudahan pada saatnya, proses administrasi clear, sehingga calon memenuhi syarat,” harap Afib.
Sementara itu, Kadangserang sebanyak 8 desa yang menyelenggarakan pilkades, dan sampai dengan hari penetapan ada 23 orang calon kades.
Sedangkan di wilayah Kecamatan Kajen, jumlah desa yang menyelenggarakan pilkades sebanyak 20 desa. “Semuanya clear pada tanggal 9 Oktober kemarin, seluruhnya ada 56 calon,” ujar Afib.
Disebutkan, keseluruhan di tiga wilayah kecamatan tersebut, ada 40 desa yang menyelenggarakan pilkades dengan calon kades sebanyak 120 orang. Afib berharap proses Pilkades kali ini berjalan sesuai dengan tema pokok Pilkades Serentak Tahun 2019 dengan Berkualitas, Bermartabat dan Non traksaksional.
Hadir dalam acara Pengarahan Bupati dan Unsur Forkompinda dalam Rangka Menciptakan kondusivitas Daerah Kabupaten Pekalongan dalam rangka menyongsong Pilkades serentak 2019 yakni Bupati Pekalongan, Kapolres dan unsur Forkopimda, tim pengarah, tim pengendali.
Selanjutnya, tim teknis tingkat Kabupaten Pekalongan, pengawas tingkat kecamatan Paninggaran, Kandangserang, dan Kajen sebagai tuan rumah, Babinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa, Ketua BPD dan Ketua P2KD di 3 wilayah kecamatan dan para calon kades di 3 wilayah.(red)
KAJEN – Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kajen akan ditingkatkan statusnya menjadi Politeknik Negeri Kajen. Namun, sebelumnya, akan dibuka Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Bandung (Polban) di Kabupaten Pekalongan sebagai persiapan peralihan status menjadi Politeknik Negeri Kajen.
Peningkatan status AKN menjadi Politeknik Negeri Kajen tersebut, Senin (21/10/2019) didiskusikan dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Diseminasi Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Politeknik Negeri Bandung di Kabupaten Pekalongan” di Hotel Dafam, Kota Pekalongan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si dalam sambutan pembukaan FGD mengutarakan, pendirian sejumlah kampus atau perguruan tinggi di wilayah Kabupaten Pekalongan, tak terkecuali AKN Kajen, merupakan bagian dari rencana pemkab untuk meningkatkan SDM. “Yang outputnya insya Allah menjadi suplai SDM Nasional maupun Internasional,” tutur Asip.
KAJEN - Pemkab Pekalongan Bersama Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) PCNU kembali lakukan program ABANG RUDI (Ayo Bangun Rumah Sendiri). Kali ini di Desa Langkap Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Minggu (20/10/2019) sore.
Bupati Kabupaten Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si hadir bersama Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muslih Khudori, M.Si dan Ketua Lesbumi Gus Eko Ahmadi beserta jajaran.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengatakan, bangunan rumah ini adalah contoh gerakan masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Semua ini melengkapi program pemerintah dalam melayani dan membangun masyarakat menjadi lebih baik.
"Program ABANG RUDI akan kita galakan terus-menerus karena ini dapat mengambil tindakan cepat dan nyata dalam mencari solusi ketika ada masalah perumahan dan juga melestarikan tradisi jiwa sosial masyarakat santri untuk turut membangun Kabupaten Pekalongan bersama sama," katanya.
KAJEN – Jumat (18/10/2019) siang, bertempat di Pendopo Kecamatan Tirto, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si bersama Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH dan Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS memberikan arahan kepada para Calon Kades di Kecamatan Tirto dan Kecamatan Buaran yang akan berkontestasi pada gelaran Pilkades Serentak Kabupaten Pekalongan Tahun 2019.
Pengarahan diperlukan agar sebanyak 210 Desa di Kabupaten Pekalongan yang akan menggelar Pilkades serentak pada Rabu tanggal 13 Nopember 2019, dengan slogan "Bermartabat, Berkualitas dan Non Transaksional" agar bisa diwujudkan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si usai memberikan pengarahan mengatakan bahwa secara umum persiapan pelaksanaan Pilkades 2019 di wilayah Kecamatan Tirto dan Kecamatan Buaran berjalan lancar.
"Secara umum tidak ada masalah yang signifikan, semua berjalan baik, ada masalah satu dua wajar, kekurangan calon satu tapi sudah bisa diatasi, persoalan kedua perlu ada pendekatan lagi," katanya.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mendorong masyarakat agar menanam tanaman pewarna alami untuk batik. Inisiasi gerakan itu muncul saat melaunching aplikasi Monik dan penanaman tanaman pewarna alami batik yang dilakukan oleh Tower Bersama Infrastuctur Grup (TBiG) di Rumah Singgah TBiG di Kelurahan Gumawang, Kecamatan Wiradesa, Jumat (18/10) siang.
“Ini langkah mulia dari Tower Bersama Infrastructur Grup Indonesia yang sudah berkolaborasi bersama Pemkab Pekalongan cukup lama. Pada hari ini kami melaunching aplikasi Monik berkaitan dengan kesehatan. Aplikasi ini memudahkan pelayanan kesehatan yang offlinennya sudah berjalan lama, sekarang ditingkatkan ke online,” terang Bupati Asip Kholbihi.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengancam perawat RSUD Kajen yang masih memberikan pelayanan kurang maksimal. Perawat yang masih ‘Judes’ akan dipindahkan ke Satpol.
Jawaban itu disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan Dalam Rangka Penyampaian Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi dan Pendapat Bupati Atas Penyampaian Dua Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten Pekalongan di Ruang Rapat Paripurna setempat, Jumat (18/10/2019).
Paripurna ini dihadiri Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Wakil Ketua DPRD masing-masing Riswadi dan Nunung Sugiantoro, dan sebagian besar anggota DPRD. Selain itu dihadiri pula Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti dan jajaran OPD di Pemkab Pekalongan.
KAJEN - Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar doa bersama di Masjid Jami Al-Muhtaram Kajen seusai menunaikan shalat Jumat, (18/10/2019).
Doa tersebut dimaksudkan agar pelantikan Presiden terpilih yakni Joko Widodo dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin yang rencananya akan dilaksanakan pada Minggu, tanggal 20 Oktober 2019 nanti dapat berjalan aman dan lancar.
"Doa bersama ini tidak hanya dilangsungkan di Masjid Al Muhtaram Kajen saja, akan tetapi di masjid-masjid lain di Kabupaten Pekalongan juga menyelenggarakan hal serupa, karena ini himbauan dari MUI," kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.
Selain itu, kata Bupati Asip pihaknya mendoakan agar presiden dan wakil presiden diberikan kekuatan lahir dan batin serta kesehatan untuk melaksanakan amanat lima tahun kedepan dengan baik.
KAJEN - Kekuatan media adalah kekuatan yang efektif untuk mengontrol jalannya kekuasaan, bahkan kekuatannya dinilai lebih dahsyat dari kontrol struktural yang dilakukan oleh partai politik. Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si dalam sarasehan kegiatan Press Tour ke Jepara yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Rabu (16/10/2019).
Kegiatan diikuti Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Ali Riza, M.Si dan Kepala Dinkominfo H. Anis Rosidi, S.Sos, M.Si, Kabid Kehumasan Dinas Kominfo Eka Iman Prabawa, SH, M.Eng serta para Kasi dan sejumlah staf Dinkominfo sebagai pendamping peserta press tour.
Melalui fungsi kontrol yang dimiliki oleh media, Bupati berharap agar media selalu melakukan cek dan ricek serta balancing dalam memberitakan atau menginformasikan suatu isu. “Kami juga berharap ada berita yang konstruktif dan produktif untuk dikabarkan kepada masyarakat, tetapi juga ada berita yang bersifat korektif, deduktif dan edukatif,” tutur Bupati Asip.
Dicontohkan, output AKN Kajen, lulusan Teknik Informatika tahun kemarin terbaik dari Kesesi, IPnya mencapai 3,92. Sementara itu, Lulusan Teknik Kimia, antara suplai dan demandnya tidak seimbang. “Suplay hanya sedikit, demandnya banyak,” ungkap Asip.
Oleh karena itu, setelah meningkat menjadi Politeknik, diharapkan suplay dan demand bisa lebih imbang, paling tidak bisa menyediakan lulusan dengan ketrampilan memadai yang lebih banyak.
Lebih lanjut dijelaskan, Polban adalah sebuah lembaga vokasi yang membentuk karakter yang hampir semua lulusannya terserap di dunia kerja.
Pembukaan FGD dihadiri Direktur AKN dan seluruh Civitas Akademika AKN Kajen, Kepala SMA/SMK di Kabupaten Pekalongan, para lulusan SMA/SMK, dan para pelaku industri.
Dalam wawancara usai Pembukaan FGD, Bupati menjelaskan, sebelum pendirian Poltek Negeri Kajen, ada jeda, yakni pendirian PSDKU. “Hal ini dilatarbelakangi, AKN ini harus dikembangkan, AKN hanya D2, kalo PSDKU bisa D IV atau S1 dan Program studi yang akan dikembangkan adalah yang betul-betul dibutuhkan oleh dunia usaha,” jelas Asip.
Program studi tersebut yakni Teknik Informatika, Teknik Kimia, Teknik Industri. Menurut Bupati, semua program tersebut dibutuhkan oleh lingkungan sekitar dan bahkan bisa menjadi pemasok atau input perusahaan skala Nasional dan Internasional.
Lebih lanjut Bupati mempromosikan, di PSDKU Polban yang ada di Kajen ini, tidak hanya mendidik orang pandai atau pinter saja, tetapi yang lebih penting, yakni mendidik mahasiswa yang memiliki adab.
“Adab dengan ilmu harus lebih dipentingkan adab terlebih dahulu. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada para lulusan yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya, ayo masuk ke PSDKU Polban Bandung yang ada di Kajen yang merupakan persiapan Politeknik Negeri Kajen, insya allah akan mendapatkan kesempatan kerja yang lebih luas, adab/ akhlaknya baik, ini lah yang menjadi generasi yang kita cita-citakan,” ajak Asip.
Pemkab Pekalongan sudah menyiapkan gedung dan pada tahun ini menggunakan APBD sebesar Rp. 3 Miliar. “Sudah kita siapkan gedungnya dan tanahnya masih luas untuk dikembangkan,” imbuh Bupati Asip.(red)
Adapun rumah yang dibangun dengan ABANG RUDI kali ini adalah atas nama Sdr. Royani (38), warga RT. 01 RW. 04 Desa Langkap Kecamatan Kedungwuni.
Royani memiliki istri dengan satu orang anak ini, dlam kesehariannya, menurut penuturannya, ia seorang buruh kasar yakni tukang panggul pasir.
Dengan telah dibangun rumahnya itu, Royani merasa bersyukur sekali dan berterima kasih khususnya kepada Bupati Pekalongan dan PCNU Kabupaten Pekalongan.
"Saya tidak bisa mengucapkan apa-apa selain maturnuwun sanget kepada Bapak Bupati KH. Asip Kholbihi dan PCNU Kabupaten Pekalongan yang telah sudi memperhatikan nasib orang yang kurang mampu seperti saya ini. Semoga amal baik Bapak Bupati dan PCNU Kabupaten Pekalongan akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah SWT, "ungkap Royani dengan bangga. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Dijelaskan Bupati, pihaknya akan mewujudkan sebuah tatanan demokrasi di desa dengan baik sehingga kepala desa yang terpilih benar-benar yang terbaik.
"Kita akan mencoba mewujudkan sebuah tatanan demokrasi di desa yang betul-betul kepala desa terpilih ini bukan karena uangnya banyak, tapi karena elektabilitas dan kapabilitasnya yang memadai sehingga dipercaya memimpin desa," ujar Bupati.
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH menuturkan bahwa pihaknya sangat mendukung penyelenggaraan Pilkades serentak yang akan diselenggarakan di 210 desa pada tanggal 13 november 2019 mendatang.
“Kalau semuanya memberi contoh yang benar, mulai dari para tokoh desa baik BPD, LP2KD, tokoh pemuda, para sesepuh, tokoh agama, tokoh masyarakat maupun para calon itu sendiri, insya Allah seluruh masyarakat akan mengikutinya dengan baik,” tandas Ketua DPRD.
Hindun berharap proses pengawasan juga bisa benar-benar dilaksanakan agar adil dan masyarakat merasa tenang, kerukunan tetap terjaga karena semua tonggone dewe kabeh.
“Semoga gelaran Pilkades serentak baik untuk Kecamatan Tirto dan Kecamatan Buaran serta kecamatan-kecamatan yang lain akan berjalan dengan baik. Mari kita ikuti aturan yang ada,” harap dan ajak Hindun.
Adapun Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD P3A dan PPKB) Kabupaten Pekalongan Muhammad Afib, S.Sos., mengungkapkan bahwa dalam pengarahan kepada calon kepala desa di Kecamatan Tirto dan Kecamatan Buaran sebanyak 12 Desa.
"Di Kecamatan Tirto ada 8 Desa yang menyelenggarakan Pilkades dengan total jumlah calon kepala desa sebanyak 22 orang. Sedangkan di Kecamatan Buaran ada 4 desa yang menyelenggarakan Pilkades dengan 13 calon Kepala Desa," katanya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Selain melaunching aplikasi itu, juga menanam tanaman untuk pewarna alam, karena batik yang dikembangkan di rumah singgah ini adalah batik dengan pewarna alam. “Nanti kita akan melakukan gerakan masyarakat agar menanam tanaman yang bisa didayagunakan untuk pewarna alam tadi,” ujar Bupati.
Sehingga, lanjut Bupati, batik-batik yang diproduksi di Kabupaten Pekalongan pada saatnya nanti dari tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di sekitar masyarakat. Dengan penanaman itu, lingkungannya bersih, bagus, dan secara ekonomi bisa meningkatkan pendapatan warga, dan batik yang merupakan kebanggaan Kabupaten Pekalongan bisa diterima, bahkan jika semua produk dari warna alam dunia internasional juga akan merespon positif.
“Inisiasi terhadap hal seperti ini dilakukan oleh mitra kita dari sebuah perusahaan yang terus menerus memberikan bantuan CSR-nya untuk pembangunan sektor kesehatan, pemberdayaan batik, koperasi, dan lainnya,” terang Bupati.
Sementara itu, managemen TBiG Lie Sie An, mengatakan, pihaknya melaunching aplikasi CSR terkait dengan layanan di bidang kesehatan dan aplikasi koperasi untuk pengembangan usaha kecil. Selain launching aplikasi CSR, juga dilakukan penanaman bibit pohon untuk pewarna alami bersama Bupati. Harapannya, dari penanaman pohon pewarna alami ini bisa bersama-sama membudidayakan tanaman yang bisa bermanfaat untuk pewarna batik dan pelestarian dari tanaman itu sendiri.
“Harapannya masyarakat juga bisa mengembangkan tanaman yang bermanfaat untuk pewarna alami batik. Di Kabupaten Pekalongan ini banyak masyarakat yang usahanya membatik, selain itu bisa ada produk inovatif yang baru menggunakan pewarna alami,” katanya.
Selanjutnya, TBiG juga melakukan penghijauan di Kabupaten Pekalongan, yakni di Kecamatan Petungkriyono. “Untuk kegiatan penghijauan tahun lalu sudah dilakukan di Petungkriyono, dan besok juga akan dilakukan di Petungkriyono. Penghijauan ini didukung oleh seluruh karyawan TBiG. Mereka berkontribusi untuk menyumbang tanaman yang akan ditanam di Petungkriyono,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Sebelumnya bahwa dalam Sidang Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap APBD 2020 sejumlah fraksi DPRD menyoroti pelayanan RSUD Kajen diantaranya Fraksi PAN dan Fraksi Golongan Karya agar kualitas pelayanan kesehatan ditingkatkan.
Dalam penyampaian jawaban, bupati akan terus membenahi pelayanan Rumah Sakit Kajen. Bahkan dalam kesempatan itu ia langsung meminta pada Direktur RSUD Kajen dan Kepala Dinkes tegas dalam memberikan sanksi apabila pelayanan masih tetap.
“Rumah Sakit Kajen itu sering dikritisi namun ya tetap saja, untuk itu saya minta tolong Kepada Direktur dan Dinas Kesehatan agar dibenahi dengan serius, dibina. Apabila ada perawat-perawat, tenaga medis yang masih Judes itu dijadikan Satpol saja. Sekali-kali harus ada tindakan tegas,” ancamnya.
Namun hal itu juga tidak hanya berlaku di Rumah Sakit saja, akan tetapi Puskesmas. Sebab sebelumnya Puskesmas Paninggaran sampai Ombudsman turun ke Puskesmas Paninggaran datang ke sana nggak ada yang kenal, mereka malah santai saja main HP.
“Pada saat saya ke sana nggak ada yang tahu, itu bisa saya jadikan Satpol semua itu. Kemarin perawat-perawat di rumah sakit Kajen ini viral, sudah viral pun nggak ada perubahan. Cepat ganti saja tuh yang seperti itu, dipanggil langsung ganti semua dan ini sudah ada rekomendasi dari kawan,” lanjutnya.
Selanjutnya, menjawab pertanyaan Fraksi PAN itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan, Pemkab Pekalongan sudah memberikan tunjangan guru honorer di sekolah negeri sebesar Rp 550 ribu perbulan, dan untuk guru swasta sebesar Rp 250 ribu perbulan.
“Perhatian Pemda untuk guru PNS daerah atas diberikan tambahan tunjangan sebesar Rp 300 ribu perbulan,” terang Bupati.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Susanto Widodo menerangkan, untuk kesra WB 2020 ada 1.913 orang. Perbulannya mendapatkan Rp 550 ribu, sehingga dalam satu tahun alokasi anggarannya Rp 12.625.800.000. Sedangkan untuk BPJS bagi 1.913 guru WB sebesar Rp 11 ribu, sehingga dalam satu tahun anggarannya Rp 252.516.000.
“Untuk insentif guru swasta 2020 sebanyak 3.857 orang sebesar Rp 250 ribu perbulan, atau satu tahunnya dialokasikan Rp 11.571.000.000,” terang dia. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
"Semoga segera dapat mendesain kebijakan yang sesuai dengan keinginan masyarakat banyak yakni murah sandang, pangan, papan, berdaulat di negeri sendiri dan masyarakat dalam kondisi aman."
"Karena keamanan adalah syarat utama berlangsungnya keimanan seseorang, sehingga dapat menjalankan syariat dan prinsip-prinsip keagamaan, serta bagi pemeluk agama lain dapat menjalankan ibadahnya karena situasinya aman," ungkapnya.
Asip menambahkan di Kabupaten Pekalongan situasinya sangat kondusif dan masyarakatnya dalam kondisi adem, ayem dan trentem.
"Ini berkat doa warga dan para tokoh agama yang ada serta dukungan dari semua pihak," tambahnya.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Dalam kegiatan press tour yang melibatkan puluhan mitra media itu, diharapkan bisa menyamakan gelombang antara Pemkab Pekalongan dan media massa tanpa saling intervensi tugas dan fungsi masing-masing.
Menurut Bupati, kekuasaan yang tidak ada kontrol akan membahayakan dan akan cenderung melahirkan penguasa yang tirani atau penguasa yang mau menangnya sendiri. Oleh karena itu, pihaknya sangat terbuka dengan kritik dan saran yang membangun, bahkan akan berterima kasih jika ada saran, kritik dan masukan, selama didukung fakta yang benar dan dapat dipercaya.
“Kalau Kepala Daerah yang lain mungkin marah-marah kalau mendapatkan informasi yang kurang enak. Kalau saya tidak. Saya selalu menggunakan terminologi “Alhamdulillah wa Syukurilah. Alhamadulillahnya kita ada koreksi, Syukurnya, langsung kita ke lokasi untuk mengecek dan bahkan eksekusi,” ungkap Bupati.
Dengan menerima pemberitaan di media massa secara positif, pihaknya akhirnya bisa mengecek ke lapangan untuk mengetahui kebenaran pemberitaan tersebut dan menyelesaikan permasalahannya. “Kalau berkaitan dengan tempat tinggal langsung kita benahi, kalau terkait dengan kesehatan, sudah ada treatment dari pemerintah. Kalau itu berkaitan dengan bencana, kita sudah punya manajemen penanggulangannya,” tutur Bupati.
Menurut bupati, impact sebuah berita bisa mempengaruhi opini masyarakat sehingga mereka tergerak. “Inilah peran besar media dalam mempengaruhi publik dan publik tergerak untuk melakukan perubahan,” ujar Bupati.
Terkait hal tersebut, pemerintah menyikapi dengan 2 perspektif. Pertama, kata bupati, yakni perspektif yang umum, biasanya apatis. Dan yang kedua perspektif responsif. “Saya mengambil terminologi yang kedua. Jadi saya bersyukur, kita ada hal yang belum kita ketahui panjenengan ketahui, kemudian dibuat pemberitaan kepada khalayak, bahwa ada hal yang perlu kita perhatikan. Baik diperhatikan secara khusus oleh pemerintah maupun mengundang empati dari warga masyarakat”, ucap Bupati.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, media adalah salah satu pilar reformasi. Oleh karena itu harus terus-menerus melakukan pembenahan. Pemerintah sendiri, menurutnya, memerankan 2 fungsi penting yaitu sebagai regulator dan fasilitator.
Bupati menjelaskan mengapa dirinya selalu menekankan pemerintahan yang terbuka atau good governance. “Karena ini manfaatnya banyak sekali. Kita ini dipercaya oleh banyak lembaga, termasuk lembaga internasioanl, seperti dari Jerman, Australia, Jepang, Swiss, Amerika, karena apa. Karena kita punya niatan untuk membuka diri menjadi pemerintahan yang good governance,” terangnya
Dampak dari kepercayaan lainnya yaitu dberikannya bantuan baik dari Pemerintah Pusat maupun Provinsiyang porsi cukup lumayan. Menurutnya, Pemkab Pekalongan juga diperhatikan oleh lembaga-lembaga pemerintahan maupun Perguruan Tinggidan lembaga-lembaga nirlaba yang lain. “Hampir tiap minggu Pemkab Pekalongan mendapatkan berbagai perhargaan yang berasal dari berbagai lembaga. Saya meyakini semua itu antara lain karena peran dari media yang menyajikan berita yang menghadirkan fakta, bukan hoaks,” ungkap Bupati.
Terkait dengan progress pembangunan di Kabupaten Pekalongan, bupati menjelaskan, ekonomi Kabupaten Pekalongan tumbuh di angka 5,76% dan tingkat kemiskinan turun drastis. “Ini menunjukkan bahwa iklim usaha di Kabupaten Pekalongan terbuka dengan baik,” ujarnya.
Dari aspek infrastruktur, seperti pasar, jalan, infrastruktur pendidikan, infrastruktur ekonomi serta infrastruktur penunjang seperti tempat-tempat wisata menurutnya, yang menikmati langsung adalah masyarakat. “Masyarakat senang kalau kita melakukan hal hal yang riil atau nyata dan dapat dinikmati. Sebaliknya, akanada respon negatif jika kita tidak segera melakukan pembangunan,” imbuhnya.
Menutup sambutannya, Bupati mengucapkan terima kasih kepada awak media yang telah memberikan kontribusi positif baik secara lisan maupun tulisan. “Karena tentuPemerintah tidak bisa sendirian mewujudkan cita-cita idealismenya yaitu membangun masyarakatKabupaten Pekalongan yangbahagia sejahtera lahir batin,” pungkasnya.
Esok harinya, kegiatan dilanjutkan dengan studi banding terkait Kemitraan Media ke Pemkab Kudus. (Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan)