KAJEN - Bertempat di Taman Boulevard Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Pekalongan di Kajen, Kabupaten Pekongan, Jawa Tengah (Jateng), berlangsung pembukaan Pekan Raya Kajen (PRK) Tahun 2019, yang dibuka secara resmi Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Minggu (8/9/2019) sore.
Hadir di kegiatan tersebut, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., beserta beberapa Anggota DPRD, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Johan Arfan Wihananto, S.IP.,MMS beserta istri, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Sekretaris Daerah (Sekda) Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan yang sekaligus istri Bupati yakni Ny. Munafah Asip Kholbihi.
Bupati Asip Kholbihi dalam sambutan mengucapkan syukur alhamdulillah UMKM di Kabupaten Pekalongan semakin maju dan perlu kita syukuri serta dikembangkan lagi.
“Kemajuan ekonomi di Kabupaten Pekalongan terus meningkat, hal itu terlihat dari bertambahnya lapangan pekerjaan dan kehidupan warga Kabupaten Pekalongan yang makin sejahtera. Kita semua harus memberi ruang untuk generasi muda untuk membuka usaha-usaha baru untuk kemajuan daerah,” ujar Bupati Asip.
Menurutnya, kita jangan hanya berada di zona aman, karena kita akan tertinggal dari daerah lain, sehingga kita harus terus bergerak maju untuk meningkatkan ekonomi warga Pekalongan, dan satu hal yang kami apresiasi kepada pemuda-pemuda yang menggeluti di bidang seni. “Kami pemerintah daerah (Pemda) akan memfasilitasi dan mendukung supaya lebih maju,” tutur Bupati Asip.
Bupati KH. Asip menyampaikan, PRK merupakan salah satu tolak ukur dalam pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Melalui beragam rangkaian kegiatan tercermin sejauh mana hasil pencapaian pembangunan yang telah dilakukan. Dan 12 mandat rakyat merupakan visi bersama yang berupaya diwujudkan dalam mencapai kesejahteraan bersama.
Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM - Ir. Hurip Budi Riyantini dalam laporannya menyebutkan Pekan Raya Kajen 2019 diselenggarakan selama 8 hari, mulai tanggal 8 hingga 15 September 2019, dengan showtime mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB.
"Diharapkan PRK 2019 juga menjadi ruang promosi potensi bagi kehadiran beragam produk dan jasa," katanya.
Dijelaskan, bertemakan The Beauty of Pekalongan, PRK 2019 adalah kegiatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan konsep yang menarik dan menghadirkan hiburan dari rakyat dan untuk rakyat.
Beauty merupakan kepanjangan dari Batik, Eco tourism, Agribusiness, Uniqe culture, Tourism, Your best investment.
Dikandung maksud bahwa Kabupaten Pekalongan punya banyak potensi dari segi batik, warisan budaya, kebudayaan dan kesenian, hasil bumi, dan banyak hal yang masih bisa di explorer untuk dijadikan investasi yang menjanjikan.
Kegiatan dilanjutkan peninjauan stand UMKM di Pekan Raya Kajen oleh Bupati didampingi Forkopimda dan tamu undangan lainnya.(didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Kajen - 1500 Mancing Mania dari seluruh penjuru Indonesia Ikuti Turnamen Baramundi Tingkat Nasional Bupati Pekalongan Cup III dan Santunan Anak Yatim, di Sungai Pencongan (Kali Sengkarang) Desa Pacar Kecamatan Tirto. Turnamen dibuka oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, ., Sabtu (7/9/2019) malam.
Dipilihnya sungai Pencongan ini karena merupakan sungai terbaik di pantura, selain ketinggian air yang konsisten dan ideal untuk hidup ikan burumundi atau kakap putih serta letaknya yang strategis sehingga pas untuk kegiatan turnamen ini , Ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.
"Potensi Ikan Kakap Baramundi di Sungai Pencongan (Kali Sengkarang) Ini tolong dijaga. Jangan sampai ada yang buang sampah atau limbah kesini, karena sudah tidak jamannya lagi. Karena sungai adalah beranda depan rumah kita yang harus selalu bersih. Sehingga potensinya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin".tandasnya.
KAJEN - Palang Merah Indonesia (PM) merupakan organisasi yang sehat, organisasi yang eksis, yang pengelolaan organisasinya berjalan dengan baik, mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparasi dan partisipasi.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti selaku Ketua PMI Kab Pekalongan saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah III PMI di Hotel Marlin Wiradesa, Jumat (6/09/2019) kemarin.
Wakil Bupati mengungkapkan pembangunan Kabupaten Pekalongan secara signifikan terus mengalami peningkatan. Sebagai contoh angka kemiskinan. Kalau dulu sampai belasan (12,98%), angkanya sekarang turun menjadi 10,06%. Laju pertumbuhan ekonomi juga semakin naik walau sedikit demi sedikit.
"Tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2016 sebesar 6,56%, tahun 2017 menjadi 4,39%. Indeks pembangunan manusia (IPM) menunjukkan kecenderungan meningkat, pada tahun 2017 sebesar 67,1, tahun 2018 naik 68,40," ungkap Arini.
KAJEN - Sebanyak 30,360 ton benih jagung hibrida Varietas 212 bantuan dari Kementrian Pertanian RI diserahkan kepada kelompok tani yang berada di tujuh kecamatan, diantaranya Kecamatan Karangdadap, Kajen, Sragi, Bojong, Kesesi, Karanganyar dan Kandangserang.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si meminta kepada para penerima bantuan agar dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena tidak semua petani mendapat bantuan ini.
"Petani dibantu benih jenis NK 212, adapun keunggulannya bisa menghasilkan 9 sampai 10 ton per hektar, dibanding jenis lokal yang hanya menghasilkan 3 sampai 4 ton per hektar,” katanya pada acara penyerahan bantuan benih jagung hibrida Kementerian Pertanian RI tahun 2019 di Pendopo Kecamatan Kesesi, Jumat (6 /9/2019) siang.
Menurutnya, saat ini jagung juga merupakan salah satu makanan pokok dan jagung sendiri saat ini sudah dikembangkan menjadi beberapa varian lainnya.
"Saya harapkan income dari sektor ini bisa naik, dan bahkan sudah ada perusahaan yang siap menampung berapapun produksi jagung kita. Dan tujuan dari bantuan ini adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
KAJEN - Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi SH, M.Si, Jum'at (6/9) melepas Kontingen Saka Bhakti Husada (SBH) asal Kabupaten Pekalongan, untuk mengikuti kegiatan Perkemahan Bhakti Daerah (Pertida) SBH yang diselenggarakan Kwarda Jateng tanggal 8-12 di Cilongok, Banyumas.
Bupati selaku Kamabicab berharap kontingen dari Kabupaten Pekalongan bisa menunjukkan performance sesuai jiwa Pramuka, yakni mandiri, gotong royong, inovasi, dan sesuai paradigma pramuka kekinian, yakni menggunakan piranti teknologi untuk mendukung kegiatannya.
Selain itu bupati juga mengajak agar seluruh warga Bhakti Husada bersama-sama ikut meningkatkan pelayanan serta derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pekalongan seperti penyuluhan gizi dan sosialisasi lingkungan yang bersih dan sehat. "Masyarakat agar trus meningkatkan derajat kesehatannya menjadi kerja kolektif. Bhakti Husada akan menjadi pelopor kegiatan-kegiatan counterpart pemerintah," tutur Asip.
Bupati menilai kegiatan Pertida SBH ini sangat positif. "Anak-anak juga sangat antusias mengikuti gerakan Pramuka. Kegiatan Pramuka di Kabupaten Pekalongan sangat dinamis. semua saka ada dan kegiatan terus berjalan," ungkap Bupati bangga.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si meminta kepada pelajar Papua yang ada di wilayahnya untuk menjadikan Kabupaten Pekalongan sebagai rumah ke dua, setelah kampung halamannya sendiri.
“Kabupaten Pekalongan adalah rumah ke dua bagi siswa-siswi asal Papua. Karena Kabupaten Pekalongan masyarakatnya ramah dan menghargai keberadaan mereka, sehingga saya melihat dari ekspresi mereka, Kabupaten Pekalongan sudah seperti rumah mereka sendiri,” ungkap Bupati pada pada acara silaturahmi dengan siswa-siswi asal Papua di SMA I Bojong, Kamis (5/9/2019).
Silaturahmi yang diinisiasi oleh Polres Pekalongan dengan tajuk “Kita Semua Bersaudara, Kita Satu Bangsa Indonesia, Kita Jaga Keutuhan NKRI” dihadiri oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Wakapolres Kompol Mashudi, SH beserta jajaran Polres Pekalongan. Hadir pula Dandim 0710 Pekalongan yang diwakili Danramil Bojong Kapten Arh. Wiyoto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Drs. Ali Riza, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumarwati, S.Pd.,M.AP.
Bupati Asip Kholbihi mengatakan, akan memberikan beasiswa kepada siswa-siswi asal Papua yang belajar di Kabupaten Pekalongan dan berharap agar mereka dapat menyelesaikan sekolah dengan baik dan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. “Di Pekalongan sudah ada beberapa perguruan tinggi seperti UNDIP, IAIN Pekalongan, ITS NU, UMPP,” ungkap Asip.
KAJEN – Keberadaan Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro (UNDIP) di Kabupaten Pekalongan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Pemkab Pekalongan dan memberikan kontribusi yang nyata untuk pengembangan wilayah serta pembangunan di Kabupaten Pekalongan dengan slogannya KOTA SANTRI.
Demikian harapan Ketua Program Studi Sarjana Terapan Perencanaan Tata Ruang Dan Pertanahan Sekolah Vokasi UNDIP, Khristiana Dwi Astuti, ST, MT saat menyampaikan laporan pada acara Penerimaan Mahasiswa Baru dan Pendidikan Karakter Program Studi DIII Perencanaan Wilayah Dan Kota (PWK) dan Prodi DIII Akuntansi PSDKU UNDIP Tahun Akademik 2019/2020.
Mahasiswa baru yang terdiri dari 32 mahasiswa Prodi PWK dan 55 mahasiswa Prodi Akuntansi itu diterima secara resmi oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti di Aula Lantai 1 Setda, Rabu (4/9/2019). Kegiatan dihadiri para dosen dan mahasiswa baru PSDKU UNDIP.
Tahun 2019 ini merupakan tahun ke 2 PSDKU menerima mahasiswa di Kabupaten Pekalongan untuk ke-2 program studi, yakni Prodi PWK dan Prodi Akuntansi.
KAJEN - Memasuki akhir musim panen, petani kopi di Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah berharap harga bisa bertahan tinggi. Pasalnya, kualitas kopi tahun ini dinilai lebih bagus dibandingkan dari tahun lalu.
"Panen dari awal hingga akhir, kualitas kopi tahun ini lebih bagus, karena cuacanya sangat mendukung," kata Darmawan (31) petani kopi Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono usai ditemui usai memanen kopi, Selasa, (3/9/2019).
Darmawan mengatakan melimpahnya hasil panen di tahun ini, harga kopi di pasaran cenderung turun. "Sebelum panen pertama harga kopi hijau atau green di pasar lokal mencapai Rp 22 ribu, namun untuk saat ini harga turun menjadi Rp 19.500," ungkapnya.
Kemudian untuk harga kopi basah atau petik biji merah tanpa melalui proses kering harganya mencapai Rp 7 ribu. "Rp 7 ribu untuk kopi jenis arabika sedangkan untuk robusta harganya Rp 5 ribu. Untuk harga kopi yang sudah diproses dan di packing dijual dengan harga Rp 30 ribu dengan ukuran 100 gram," ujarnya.
Darmawan mengungkapkan tahapan panen kopi ada beberapa tiga tahapan, diantaranya dari meliki, panen raya, terus penghabisan. "Dari awal panen hingga penghabisan sudah memanen kopi sebanyak 2,5 ton," tandasnya.
KAJEN - Agus Nurokhim (41) warga Kelurahan Sragi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah menciptakan kompor sampah injeksi.
Pembuatan kompor sampah injeksi ini memanfaatkan sampah organik yang diolah menjadi gas metan (biogas). Biogas tersebut dijadikan sebagai bahan bakarnya.
"Saya membuat kompor sampah ini dari tahun 2018. Ide awal membuat kompor ini karena melihat sampah-sampah yang menumpuk di jalan raya.
Kemudian, pembuangan sampah yang dilakukan setiap hari dengan volume semakin meningkat tanpa adanya pengolahan sampah yang tepat dan hanya menggunakan tempat pembuangan akhir, maka akan mengakibatkan pencemaran lingkungan dan menjadi sumber penyakit. Oleh karenanya, ia membuat biogas dari sampah-sampah tersebut," kata Agus di rumahnya, Senin (2/9/2019).
Menurutnya tujuan dari pembuatan ini untuk mengolah sampah organik untuk dimafaatkan menjadi bahan bakar alternatif , pupuk organik, dan pakan ternak.
Selanjutnya ia berharap agar sungai pencongan ini dapat dikembangkan lebih lanjut oleh BUMDES desa yang berada disekitarnya. Hal ini bentuk inovasi yang hendaknya dapat dikembangkan untuk kemajuan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten sedang mendorong agar pergerakan wisata wisata lokal ini yang mengandalkan keindahan alam yang potensi alam menyebar tidak hanya di wilayah pegunungan dan daerah pantai saja tapi sungai juga untuk dapat dimanfaatkan.” Kita sedang mendesain untuk pariwisata berbasis air yang dapat dikelola oleh bumdes desa setampat tentunya setelah memperhatian aspek keamanan dan ijin dari instasi vertical” terang Bupati.
Sementara itu ketua panitia tunamen Dedi menjelaskan bahwa kgiatan ini ikuti peserta 1500 macing mania baik dari 50 komunitas dan sisanya perorangan. “Meraka berasal dari Banten hingga Jawa Timur, seperti Banten, Indramayu, Cirebon, Tegal, Gresik dan Surabaya”tandasnya.(Red)
Dijelaskan Arini, capaian-capaian itu juga,secara tidak langsung karena keterlibatan PMI yang dibantu oleh komponen seluruh masyarakat.
"PMI menjadi Garda terdepan setiap kali ada bencana. PMI biasanya paling duluan ada di tempat bencana. Telah menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan pelayanan. Masyarakat menaruh kepercayaan penuh kepada PMI sebagai lembaga kemanusiaan," terang Arini.
Hal ini, kata Wakil Bupati, harus kita jaga dan kita pupuk bersama.Sehingga visi PMI yang berkarakter , profesional, mandiri dan dicintai masyarakat. Mari kita wujudkan visit misi tersebut dengan cara menjadi organisasi kemanusiaan terdepan, memberikan layanan berkualitas melalui kerjasama dengan masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
"Mari PMI meningkatkan kemandirian organisasi melalui kemitraan yang strategis, berkesinambungan baik itu dengan pemerintah, swasta, mitra gerakan dan pemandu kepentingan lainnya di semua tingkatan dimana kita meningkatkan reputasi organisasi PMI nasional atau internasional, " imbuhnya.
Wakil Bupati Arini menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan berkomitmen dan mendukung upaya-upaya PMI untuk menjadi organisasi yang semakin mandiri dan profesional. Kata Arini, Pemkab sedang merencanakan markas PMI Kabupaten Pekalongan akan dibangun di Desa Kebonagung Kecamatan Kajen.
Terakhir dalam sambutannya Arini mengajak untuk kuatkan kebersamaan, kemitraan, penguasaan dan pemaanfaatan teknologi informasi.
"Kita semua tahu dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang begitu besar, maka ini juga merubah perilaku kita, masyarakat kita, oleh karena itu manfaatkan teknologi dengan sebaik baiknya untuk mendukung tugas tugas dan pelayanan kemanusiaan," tandasnya.
Sementara itu wakil ketua I bidang organisasi PMI propinsi Jaws Tengah, Edi Sudanto, MH, MSi, mengatakan kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah ( Rakorwil) dalam rangka silaturahmi pengurus PMI wilayah III, dan tukar pikiran atau sharing untuk menyamakan visi misi supaya PMI wilayah III dapat eksis secara terus menerus, dengan hasil peningkatan koordinasi integrasi dan sinkronisasi, bagaimana mengelola PMI di wilayah jateng ini.
PMI merupakan satu satunya organisasi kemanusiaan yang ditetapkan oleh pemerintah melalui kepres tahun 1950 dan 1963, juga undang-undang. Sehingga mau tidak mau pemerintah harus terlibat didalamnya. Mau tdak mau PMI harus mengakses, selalu bekerja sama dengan pemerintah.
Sebagai organisasi bidang kemanusiaan paling tua, PMI akan tetap eksis sampai akhir zaman. Tugasnya menyiapkan kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. PMI juga bertugas dalam penanganan penanggulangan bencana. PMI bertugas selalu merujuk membantu pemerintah bwkerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD).
PMI propinsi Jawa tengah didukung 35 PMI kabupaten kota. PMI propinsi jawa tengah dijadikan rujukan bagi PMI di luar jawa tengah seperti DKI Jakarta, jawa Timur, jawa bàrat bahkan luar jawa. PMI kabupaten kota pun juga dipakai sebagai rujukan, seperti purwokerto, banyumas, cilacap semàrang dan solo.
Tugas PMI propinsi jawa tengah sebenarnya lebih bersifat koordinasi dan back up. Apabila ada half half yang tidak bisa ditangani di kabupaten kota, maka bisa berkoordinasi bagaimana dapat diselesaikan. Selaku back up, maka di dalam pengambilan keputusan yang ditetapkan oleh PMI propinsi jawa tengah sang at membutuhkan masukan masukan Dari kabupaten kota melalui rapat koordinasi.
Menurut Edi, satu kata kunci supaya PMI berjalan dengan baik, adalah integritas. Apa yang bisa kita lakukan. Kejujuran, keterbukaan sehingga PMI bisa eksis. (Red)
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Ir. H. Siswanto mengatakan, bahwa potensi jagung di kabupaten pekalongan cukup baik dengan luas panen 2.500 hektar pertahun.
"Kita juga dorong agar produktivitasnya untuk naik, pada tahun 2016 4,1 ton perhektar, kemudian tahun berikutnya 4,9 ton per hektar, tahun 2018 5,1 ton per hektar, dan pada tahun 2019 sampai agustus sebanyak 5,5 ton pehektar dan akhir tahun 2019 kita upayakan agar mencapai 6,0," terangnya.
Siswanto menjelaskan, banyak petani yang masih menggunakan benih lokal sehingga produktivitas rendah dan rentan terkena penyakit terutama penyakit bulai.
"Salah satu untuk meningkatkan produksi dengan menanam jagung hibrida, pada bulan Juli kita mendapat alokasi dari Kementerian RI sebanyak 400 hektar dan pada bulan ini bersama Gempita kita mendapat alokasi 2024 hektar,” ujarnya.
Koordinator Gempita Kabupaten Pekalongan, Muhammad Slamet menyampaikan bantuan benih jagung tersebut merupakan usulan dari Gempita untuk menjaga ketahanan pangan khususnya tanaman jagung.
“Untuk perhektar nantinya masing masing akan mendapatkan 15 kilogram benih jagung. Alhamdulillah di tahun 2019 ini kita mendapat peningkatan,” jelasnya.
Adapun luasan lahan yang akan diberi bantuan jagung adalah 2024 Ha yang akan dibagikan kepada 36 kelompok tani di Kabupaten Pekalongan yang merupakan binaan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Kabupaten Pekalongan. Kelompok tani tersebut nantinya akan dibina dan dimonitor secara kontiyu mengenai perkembangan jagung petani dimasing masing wilayah.(red)
Kepala Dinas Kesehatan selaku Ketua Majelis Pembimbing SBH Cabang Setiawan Dwi Antoro SKM, M.Kes menyebutkan, pada Pertida kali ini, Pemkab Pekalongan mengirimkan 1 kontingen yang terdiri dari 28 peserta dengan 4 orang pendamping dari Kwarcab dan dari Dinas Kesehatan sebagai Tim pembina.
Harapannya, kontingen bisa memperbaiki ranking tahun lalu. "Party Husada ke 5 tahun 2018, kita mendapatkan penghargaan yaitu Juara 3 LLC dan Juara Umum ke 2 pada tahun 2014," pungkas Setiawan. (Hamin, & Lilik Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Dalam kesempatan tersebut, Bupati berpesan kepada para pelajar SMA I Bojong secara umum dan pelajar asal Papua khususnya, bahwa sebagai tugas siswa yaitu belajar giat dan tekun, serta hormat pada orang tua. “Karena dalam semua agama dan peradaban, kunci sukses seseorang adalah mereka yang menghormati, patuh pada orang tua termasuk guru,” tutur Bupati.
Bupati juga berpesan, kita harus mencintai tanah air, suku bangsa kita sendiri serta menjaga keamanan daerah dan tanah air karena hal itu adalah modal yang penting untuk dapat hidup dengan rasa nyaman.
“Manusia di dunia dilahirkan dari berbagai suku bangsa, pada dasarnya supaya saling mengenal peradaban-peradaban yang ada. Perbedaan agama, suku, ras sejatinya agar kita bisa menghargai keberagaman sehingga menjadi manusia yang cinta tanah air,” tandas Bupati.
Lebih lanjut bupati berharap setelah menyelesaikan studi di Kabupaten Pekalongan kelak para pelajar asal Papua tersebut bisa kembali ke daerah asalnya dengan bekal pendidikan dan pengetahuan serta wawasan yang luas. Bupati sangat mengagumi Papua yang menurutnya sangat indah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan kepada masyarakat secara umum, agar tidak melakukan hal-hal yang menyinggung perasaan orang lain, tak terkecuali warga Papua yang merupakan saudara kita sendiri. “Jangan melakukan perbuatan atau menyampaikan perkataan apalagi menggunakan media sosial untuk menyinggung perasaan mereka,” pinta Bupati.
Sebelumnya, Kepala SMAN Bojong, Drs. Bambang Wirudi menyebutkan ada sepuluh pelajar asal Papua yang belajar di sekolahnya. Bambang memperkenalkan para pelajar tersebut kepada Bupati, Kapolres, dan para tamu undangan yang hadir.
Papua Bagian dari Indonesia Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH, SIK, M.Si mengajak para pelajar sebagai generasi sekarang untuk menjaga keamanan, seperti dahulu pada waktu mempertahankan Irian dari penjajah.
“Pemerintah memperhatikan Papua. Kesehatan, infrastruktur, semua diperhatikan, karena Papua bagian dari Indonesia. Kita semua bangsa Indonesia bersaudara, yang terjadi negatif di provinsi lain jangan ditiru. Kita harus berpikir luas ke depan. Potensi yang kita miliki harus digunakan untuk hal-hal yang positif, jangan merugikan,” ungkap Kapolres.
Senada dengan Bupati dan Kapolres Pekalongan, Danramil Bojong Kapten Arh. Wiyoto mewakili Dandim 0710 Pekalongan berpesan agar para siswa asal Papua untuk belajar yang tekun dan giat dengan bimbingan dari para guru untuk meraih masa depan yang cemerlang.
Selain itu, para pelajar juga diharapkan bisa memilah dan memilih informasi yang bermanfaat dan mengacuhkan informasi yang tidak bermanfaat. “Tugas adik-adik sekalian yang dari Papua adalah belajar. Yang nanti mungkin sepuluh atau dua puluh tahun ke depan, akan menjadi pemimpin di wilayah Papua sendiri atau bahkan di negara kita, Indonesia, yang akan menentukan kemajuan bangsa Indonesia, kemajuan Papua pada masa depan, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tandas Kapten Wiyoto.
Danramil Bojong juga berharap agar siswa-siswi Papua di SMA Bojong bisa diijinkan untuk saling berjumpa atau bersilaturahim dengan siswa asal Papua lainnya yang ada di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.
Sekcam Talun, Mores Erson Kubela, mewakili warga Papua yang ada di Kabupaten Pekalongan mengatakan, selalu berupaya untuk memberikan pemahaman, agar pelajar Papua yang ada di Kabupaten Pekalongan fokus untuk menuntut ilmu dan tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Prinsipnya, anak-anak saya, yang semua tahu dan kenal saya, mudah-mudahan tidak terpengaruh dengan pemberitaan miring. Kami anak-anak Papua yang ada di rantau cinta NKRI. Kami tidak akan terpengaruh dengan provokasi Papua Merdeka atau yang lainnya,” tandas Mores yang menyatakan mewakili siswa-siswi dan saudara-saudaranya asal Papua.
Dia menegaskan, tidak akan mengikuti ajakan-ajakan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan Negara ini. (Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Khristiana Dwi Astuti, ST, MT menjelaskan, pembukaan PSDKU UNDIP di Kabupaten Pekalongan didasarkan pada Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No 1 Tahun 2017 tentang Pembukaan, Perubahan, dan Penutupan Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU).
Lebih lanjut dijelaskan, PSDKU merupakan program studi yang diselenggarakan di Kabupaten/Kota administratif yang tidak berbatasan langsung dengan Kampus Utama. Kampus Induk UNDIP saat ini berlokasi di Kota Semarang. “Peraturan ini lah salah satu yang mendasari dibukanya PSDKU UNDIP di Kabupaten Pekalongan.
Dikatakan, keberadaan Kampus UNDIP di Kabupaten Pekalongan bertujuan untuk meningkatkan akses, pemerataan, mutu dan relevansi pendidikan, khususnya vokasi. “Karena sekarang yang sedang digalakkan adalah pendidikan vokasi di seluruh wilayah Indonesia,” tandas Khristiana.
Selain itu juga peningkatan mutu, relevansi, penelitian ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat yang akan melibatkan staf pengajar, dosen maupun tenaga kependidikan dan mahasiswa.
Usai diterima secara resmi oleh pihak Pemkab Pekalongan, para mahasiswa mendapatkan materi-materi tentang Kepemimpinan, Etika, Kejujuran dan Keadilan. Materi diharapkan dapat menjadi modal dasar mahasiswa baru untuk menempuh studi.
Khristiana mengucapkan terima kasih atas support yang luar biasa dari Pemkab Pekalongan dan berharap hal ini dapat memberikan motivasi yang kuat bagi mahasiswa untuk belajar di UNDIP.
Wakil Bupati Pekalongan dalam sambutannya berpesan kepada para mahasiswa baru PSDKU UNDIP agar jangan sampai terpapar radikalisme. “Saya benar-benar berpesan kepada anda. Karena radikalisme, selain merugikan diri kita, juga merugikan bangsa dan negara. Oleh karena itu, bentengi kalian semua, jangan sampai faham radikalisme merasuki anda dan lingkungan anda, termasuk keluarga maupun lingkungan tempat tinggal anda. Ini benar-benar saya titipkan,” ungkap Arini. Selain itu, Arini juga berpesan agar para mahasiswa bisa menjadi suri teladan dan pemersatu serta selalu menjaga nama baik Kabupaten Pekalongan.
Wabup juga mengatakan, jika para mahasiswa mengalami permasalahan terkait studi dan program studi, diharapkan bisa disampaikan kepada pihak pengelola (UNDIP) dan jangan dibagikan ke media sosial. “Pesan saya, jalin komunikasi yang baik dengan semua pihak dan jangan suka memviral-viralkan hal-hal yang kurang produktif di media sosial,” imbuh Arini. (Didik & Lilik Dinkominfo Kabupaten Pekalongan)
Sementara itu Kepala Desa Kayupuring, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan Cahyono mengatakan pihaknya memberikan pendampingan kepada petani kopi. Baik dari pelatihan maupun pemasaran kopinya.
"Semua warga Desa Kayupuring, pekerjaannya sebagai petani kopi. Oleh karena itu, pemerintah desa memberikan pelatihan kepada petani seperti penyetekan agar hasil kopi yang dihasilkan nanti berkualitas. Apabila sudah berhasil perekonomian masyarakat desa juga meningkat. Sedangkan untuk pemasaran produk kopi asli lokal dipasarkan lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)," ungkapnya.
Cahyono menambahkan lahan kopi di Desa Kayupuring sekitar 600 hektare. Kemudian, untuk perbedaan kopi Kayupuring dengan daerah lain yaitu dirasanya. "Kopi Welo merupakan produk dari Desa Kayupuring, kopinya ada rasa arennya. Hal ini dikarenakan, pohon kopi di Desa Kayupuring banyak dikelilingi pohon aren," jelasnya.
Cahyono menambahkan demi meningkatkan perekonomian masyarakat Pemdes siap mendampingi para petani kopi. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Selain itu, pembuatan biogas ini memanfaatkan kotoran organik, baik itu kotoran hewan, sampah sayuran, dan tumbuhan dengan memanfaatkan bakteri yang terdapat dalam kotoran tersebut untuk proses fermentasi yang menghasilkan semacam gas.
"Biogas yang dihasilkan bergantung dari jumlah sampah yang diolah, secara otomatis semakin banyak sampah, kita mendapatkan energi alternatif juga melimpah," ujarnya.
Agus yang setiap hari sebagai guru teknik sepeda motor di SMK 1 Sragi ini menjelaskan bahwa untuk membuat biogas diperlukan adanya diegester.
Diegester adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan biogas dengan proses fermentasi sampah organik secara an aerob atau kedap udara.
"Pertama memasukan kotoran hewan dicampur air dengan perbandingan 1:1, dan setiap hari memasukan sampah organik atau sampah sisa dapur. Biogas akan keluar stelah 14 hari pada proses awal dan setelah itu biogas akan dihasilkan setiap hari, dengan catatan sampah juga dimasukan setiap hari," jelasnya.
Ia juga menceritakan saat ini ia membuat diegester dengan kapasitas 200 liter. Tapi rencananya akhir tahun 2019 ini akan membuat 4 ribu liter dan bahan-bahannya terintergrasi dengan septick tank.
"Biogas akan dimasukkan di sebuah tandon, tandon tersebut berfungsi untuk menampung gas yang dihasilkan dari diegester, tampungan harus rapat, sehingga tidak ada gas yang bocor," tandasnya.
Agus mengatakan yang menjadi permasalahan adalah tekanan biogas ini lebih kecil dari LPG, sehingga walapun didalam penampungan biogas masih ada, biogas tidak mampu keluar dan kompor akan mati.
Oleh sebab itu, ia membuat injeksi biogas dengan menggunakan areator aquarium.
"Aerator dimodifikasi bagian input dan out put aliran udara. Bagian input yang seharusnya mengambil udara dari luar dimodifikasi salurannya, disambung dengan slang akuarium dan dihubungkan dengan saluran biogas dari tampungan. Saluran output aerator dihubungkan ke kompor gas. Dengan alat injektor nyala api lebih konstan dan bisa bertahan lama walapun sampai tampungan kempes atau mengecil, asalkan masih ada biogas kompor masih bisa menyala.
Untuk menjaga tetap menyala saya mencoba dengan memberikan beban diatas tampungan dan biogas ini bisa bertahan hanya 15 menit," Imbuhnya.
Biogas ini masih digunakan untuk kalangan sendiri, namun ia mempunyai harapan kompor biogas ini bisa dimanfaatkan oleh orang banyak.
Agus juga menambahkan manfaat dari kompor injeksi ini yang pertama proses penggunaan bahan bakar mudah. Karena menggunakan sampah organik.
"Selain itu dapat menekan biaya rumah tangga dan dapat mengurangi sampah di Kabupaten Pekalongan. Jika alat ini bisa diproduksi massal, minimal setiap lingkungan ada. Maka sampah di Indonesia bisa berkurang," katanya.
Berkat inovasinya ini, Agus berhasil mendapatkan juara 2 lomba krenova tingkat Kabupaten Pekalongan. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)