KAJEN – Bersama ribuan Az Zahir mania, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menghadiri dan memberikan tausiyah kebangsaan pada pengajian umum yang bertajuk “Dempel Bersholawat Mempersatukan Umat”.
Pengajian yang diselenggarakan oleh warga Desa Harjosari Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan tersebut dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 dan Gema Sholawat Nabi Muhammad SAW bersama Habib Zaenal Abidin Assegaf “Az Zahir” Pekalongan dilangsungkan di lapangan sepakbola Dukuh Dempel Desa Harjosari Kecamatan Doro, Jumat (30/8/2019) malam.
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa kita patut bersyukur alhamdulillah Kabupaten Pekalongan ini makin lama makin bagus, jalan-jalan sudah bagus, lampu penerangan jalannya juga sudah terang-benderang dan aman.
Bupati menyampaikan pesan kepada para pengunjung yang sebagian besar anak-anak untuk senantiasa semangat untuk terus-menerus menuntut ilmu. “Saya minta anak-anak Kabupaten Pekalongan kudu sekolah kudu ngaji. Setuju, njeh? Karena hanya dengan bekal ilmulah kita semua akan selamat dunia akhirat. Karena dengan ilmu kita akan menjadi orang yang muhibin (orang yang mencintai keturunan Nabi Agung Muhammad Saw) seperti Habib Zaenal Abidin Assegaf ini, juga cinta kepada para kyai, para ustad, para guru,” terang Bupati.
Dijelaskan Bupati, Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020 akan mencanangkan 12 tahun wajib belajar, artinya bahwa anak-anak harus mininal tamat sekolah SMA sederajat. Harapannya nanti seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan bersekolah minimal lulusan SMA/MA/SMK.
“Oleh karena itu kepada para wali murid untuk mempersiapkan putra-putrinya untuk dibekali dengan ilmu. Nanti kalau semua sudah siap dan semua sudah tertata, program wajib belajar 12 tahun akan kita jalankan di Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati.
Sehubungan dengan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397 tahun ini, Bupati mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk diberikan kekuatan lahir bathin dalam menjalankan amanah dengan baik, sekaligus menata masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan menjalankan program pembangunan yang dibutuhkan bagi seluruh warga masyarakat Kota Santri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Doro Paizal Imron, S.IP, beserta Muspika, Kepala Desa Harjosari beserta perangkatnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Tingkat kelulusan SMK di Kabupaten Pekalongan semakin tahun semakin meningkat. Dilihat dari jumlah SMK di Kabupaten Pekalongan sebanyak 32 SMK dan 26 SMA/MA atau sederajat. Hal ini menjadi pemacu Forum Komunikasi BKK (Bursa Kerja Khusus) Kabupaten Pekalongan dalam rangka menyalurkan lulusan-lulusan yang ada di Kabupaten Pekalongan yang berminat untuk bekerja di perusahaan baik nasional maupun lokal.
Demikian disampaikan Ali Masidi, Ketua Panitia Aswaja Career Expo Kabupaten Pekalongan tahun 2019 di SMK Maarif NU Kajen, Jumat (30/8/2019).
Dijelaskan, BKK Aswaja merupakan wadah untuk para calon tenaga kerja usia lulusan SMK Kabupaten Pekalongan yang ingin bergabung di perusahaan.
“Aswaja Career Expo diselenggarakan oleh seluruh SMK yang bernaung dibawah Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Pekalongan yakni lebih kurang 13 SMK dan diselenggarakan selama 2 hari yakni Jumat hingga Sabtu (30-31 Agustus 2019) di SMK Maarif NU Kajen,” katanya.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mengadakan acara Khitanan Massal dalam rangka rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 397 tahun 2019 yang diadakan di Aula Lantai I Sekretariat Daerah (Setda), Kamis (29/08/2019).
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Forkopimda, para Asisten Sekda dan para Kepala OPD terkait tampak hadir dalam acara tersebut.
Khitanan massal diikuti 98 anak dari 19 Kecamatan. Sebelum khitanan dimulai, peserta di arak dari halaman kampus AKN sampai Aula Setda lantai 1. Peserta diarak dengan menggunakan becak yang di iringi dengan marching band dan berpakaian seragam yang merupakan hadiah dari Pemkab untuk peserta khitan. Hadiah yang diberikan berupa tas, sarung, baju koko, sandal, peci, sabuk dan uang tali asih sebesar Rp 500 ribu.
Kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga peserta yang akan mengikuti Khitanan Massal.
KAJEN- Kabupaten Pekalongan adalah salah satu daerah penghasil kopi terbaik. Khususnya di kec. Doro, Petungkriono, Talun, Kandang Serang, Lebak Barang, dan Paninggaran yang menjadi sentral produksi kopi.
Komunitas kopi kabupaten pekalongan mengadakan diskusi dengan tema “grumungan ngopeni kopi pekalongan” yang di hadiri oleh Bupati Pekalongan H. Asip kholbihi, SH. M.Si yang bertempat di kafe platmonkul Karanganyar, Kab. Pekalongan. (28/08/2019)
Bupati Pekalongan berencana akan mengembangkan komunitas kopi kabupaten Pekalongan agar dapat tersebar di berbagai daerah. “Kita punya sentral kopi di daerah kec. Doro, lebakbarang, paninggaran, kandang serang, talun, itu akan kita kembangkan, di dataran tinggi. Apalagi nanti jika komunitas ini akan mengembangkan sayapnya ke berbagai daerah.” ujar Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSI
Problem di Kabupaten Pekalongan masih banyak di antaranya adalah masalah suplai yang masih kurang. Ini diindikasikan karena banyak sekarang orang yang mengkonsumsi kopi sehingga berperanguruh pada permintaan dan stok dipasar.
KAJEN- Penyebaran virus HIV/Aids di Kabupaten Pekalongan semakin meningkat. Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Pekalongan tekankan agar tahun 2030 bebas dari HIV/AIDS pada Rapat Kerja Warga Peduli Aids (WPA) dan Anggota untuk Penanggulangan Aids. Rabu (28/08/2019).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan yang sekaligus Ketua Penanggulan AIDS Ir. H. Arini Harimurti, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Wakil Ketua II Komisi Penanggulangan Aids Setiawan Dwi Antoro, SKM.,M.Kes, Sekretaris KPA , dan WPA.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi antar OPD yang tergabung dalam KPA untuk mewujudkan 3 Zero (bebas penularan, bebas kematian, dan bebas dari deskriminasi), menjabarkan akan tugas dan fungsi dari masing-masing anggota KPA sesuai dengan SK Bupati Pekalongan tahun 2017 tentang Komisi Penangangan Aids Daerah. Adapun sasaran kegiatan ini adalah seluruh anggota KPA dan WPA dari 23 desa dari 12 kecamatan.
“Sebenarnya persoalan AIDS ini sangat sederhana tetapi sangat membahayakan. Sederhana karena AIDS ini sebenarnya masalah perilaku, kalo perilaku kita tidak neko-neko insyallah AIDS ini bisa ditekan dan bisa ditiadakan.” Ujar Wakil Bupati
KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menerima tanda penghargaan Lencana Melati dari Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Komjen Pol. (Purn) Drs. Budi Waseso yang disematkan langsung oleh Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pronowo.
Penyematan Lencana Melati Pramuka dilakukan pada Upacara Hari Pramuka ke-58 dan Pembukaan Jambore Daerah ke-15 di Bumi Perkemahan Mustika Kabupaten Blora, Selasa (27/8/2019).
Lencana Melati sendiri merupakan lencana jasa yang diberikan sebagai tanda penghargaan kepada anggota dewasa di dalam dan di luar Gerakan Pramuka yang dianggap memiliki jasa dan pengabdian yang luar biasa bagi kepentingan Gerakan Pramuka.
Asip Kholbihi yang juga menjabat sebagai Ketua Mabicab Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan, merupakan satu dari dua Bupati yang menerima tanda penghargaan Lencana Melati. Bupati lainnya yakni Bupati Grobogan.
KAJEN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Paripurna Istimewa yang berbeda dari Rapat Paripurna pada umumnya. Karena Rapat Paripurna ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397, diselenggarakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Kajen, Senin (26/8/2019).
Sesuai dengan sejarah kelahiran Kabupaten Pekalongan, Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ditetapkan dan jatuh pada hari Jumat Kliwon, tanggal 25 Agustus 1622. Ini tidak lepas dari catatan sejarah di masa lampau yang telah ditelusuri dan ditemukan oleh Tim Penyusun Sejarah dan hasilnya telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan No. 10 Tahun 2001.
Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan, Hj. Hindun, MH mewakili atas nama Pimpinan Sementara dan Anggota DPRD kabupaten Pekalongan menyampaikan ucapan "Selamat Hari Jadi ke-397 Kabupaten Pekalongan, Dirgahayu Kabupaten Pekalongan".
KAJEN - Pemkab Pekalongan menggelar Pegelaran Wayang Kulit dan Pesta Kembang Api sebagai penanda puncak dalam acara Resepsi Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397 di Halaman Parkir Pendopo Kabupaten Pekalongan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Minggu (25/8/2019) malam.
Pentas wayang kulit dengan dalang Ki Cahyo Kuntadi dari Surakarta dan Bintang tamunya yaitu Ustadzah Hj. Kharida Yogi Nomara Abrory. Kemudian untuk pentas wayang kulit mengangkat cerita tentang Bima Gugah. Tentunya ini sangat mendidik dan masyarakat sangat antusias sekali untuk menyaksikan.
Dalam acara resepsi, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si didampingi Waki Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti menyerahkan penghargaan kepada para tokoh inspiratif dan pemenang lomba-lomba, serta sekaligus secara simbolis menyerahkan sebuah wayang kepada dalang sebagai tanda dimulainya pagelaran wayang kulit.
KAJEN - Kirab Budaya Mapanji Cempaluk dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397 dengan tema Wahyu Tumurun dilaksanakan dengan rute start dari Kecamatan Kedungwuni, Wonopringgo, Karanganyar, Kulu, Pasar Kajen, Sibedug dan berakhir di Rumah Dinas Bupati, Minggu (25/8/2019).
Dalam kirab budaya ini ada beberapa tahapan prosesi yang menggambarkan sejarah asal mula terbentuknya Kabupaten Pekalongan beserta doa, harapan dan cita-cita bagi Kabupaten Pekalongan yang disajikan secara simbolik dengan maksud dan tujuan yang mengandung makna filosofis tertentu.
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menerangkan bahwa dalam kirab budaya kali ini berharap agar keberkahan, kemakmuran, kesejahteraan, kedamaian, keamanan segera turun di Kabupaten Pekalongan dalam tempo yang tidak terlalu lama.
[Gambar]
Adapun sasaran dari Aswaja Career Expo, kata Ali, tidak hanya lingkup lulusan SMK saja, akan tetapi juga berlaku bagi lulusan SMA, D3 maupun S1 (sarjana) yang berminat untuk bergabung di perusahaan baik lokal maupun nasional.
“Pelaksanaan Aswaja Career Expo ini adalah hasil kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja RI dengan Forum Komunikasi BKK Aswaja Kabupaten Pekalongan, dan diikuti oleh lebih kurang 32 perusahaan lokal dan nasional,” terang Ali Masidi.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si usai membuka acara Aswaja Career Expo menyampaikan bahwa kegiatan itu dalam rangka untuk membuka kesempatan kerja tidak hanya untuk alumni Maarif NU saja tetapi berlaku untuk umum.
“Saya meyakini angkatan kerja di Kabupaten Pekalongan terserap cukup baik. Dengan tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Pekalongan yang cukup rendah yakni 4,55. Ini angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) terendah di Jawa Tengah,” tutur Bupati.
Bupati berharap dengan adanya Aswaja Career Expo ini, nantinya anak-anak sesuai kompetensinya akan mendaftar di perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. “Tapi prinsip bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka ini sangat serius dan menggandeng semua stakeholder. Seperti pada hari ini kita bersama LP Maarif NU,” tandasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
“Pemkab Pekalongan menyelenggarakan Khitanan Massal ini untuk keluarga yang kurang mampu. Nantinya juga 98 peserta khitan ini akan saya kasih beasiswa untuk pendidikan SD di tahun 2020. Jumlah beasiswa yang akan diberikan per anak adalah sebesar Rp 450 ribu pertahun. Bentuk uangnya nanti akan di transfer ke rekening anak tersebut untuk biaya pendidikan,” terang Bupati.
Bupati berharap dengan diberikannya beasiswa ini adalah untuk meringankan beban orang tua peserta khitan, dan memberikan motivasi kepada peserta pentingnya pendidikan untuk masa depan anak tersebut.
“Saya tekankan kepada semua orang tua yang berada di sini, bahwa anak-anak harus berpendidikan minimal tingkat SMA. Ini bukan apa-apa, ini motivasi untuk semua orang tua. Tapi saya yakin, insya Allah semua orang tua peserta khitan ini sudah berkomitmen bersama untuk memberikan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kita juga punya komitmen untuk mewujudkan Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) Kabupaten Pekalongan tahun 2021 menjadi 70%, karena hari ini IPM kita 68,48%, lanjut Bupati Asip.
Bupati menuturkan butuh upaya yang serius terutama pembenahan di sektor bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan. "Jika dua sektor ini bergerak paralel, maka pembenahan-pembenahan akan berjalan dengan efektif, dan tidak menutup kemungkinan IPM Kabupaten Pekalongan akan semakin membaik pada tahun 2021," tuturnya. (red)
Oleh karera ini Pemkab Pekalongan terus mendorong para petani agar semakin meningkatkan produksi untuk mencukupi kebutuhan kopi di Pekalongan.
Kedua, mengenai fasilitas, Pemkab akan menyediakan fasilitas agar kopi pekalongan semakin dikenal diantaranya dengan menyediakan tempat untuk komunitas kopi dapat menggunakan pusat UMKM untuk pemasaran dan kegiatan sehari hari.
. “Ketiga, akan memudahkan regulasi berkerja sama dengan MOU Perum Perhutani Timur dengan luas dua puluh eman ribu hektar yang bisa di kelola untuk perkebunan kopi. Kemudian di tingkat lapangan akan di buat PKS (persandian kerja sama)”terang BUpati .
Sekarang sudah ada kolaborasi antara 45 orang ini,terdiri dari petani kopi dari berbagai kecamatan,ada perhutani yang punya lahan dan perbankkan yaitu dari Bank Jateng dan BKK,kolaborasi ini untuk memberdayakan hulu petani kopi,"ungkapnya.
Diakhir wawancara Bupati Pekalongan mengajak kepada warga kabupaten Pekalongan dengan kegiatan minum kopi hasil petani local dan mulai meninggalkan kopi pabrikan, dengan “gerakan minum kopi giling bukan kopi gunting”. (red)
Epidermi penderita AIDS tahun 2005-2019 HIV/Aids sudah mencapai 382 penderita (205 HIV, 177 Aids meninggal). Sedangkan untuk tahun 2019 ada 31 kasus selama 6 bulan.
“Kita berupaya dengan cara Warga Peduli Aids (WPA) di desa-desa. Nanti desa sendiri akan kita minta untuk membuat kegiatan mengenai penanggulangan Aids. Ini kelihatannya sepele karena menyangkut perilaku, namun dampaknya sangat luar biasah.” Lanjut Arini.
Kegiatan rapat ini dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kasus Aids. Pemerintah berupaya menekan angka Aids agar tidak berkembang dan di tahun 2030 terwujud Kabupaten Pekalongan bebas dari Aids.
“Dari tahun ketahun kasus Aids semakin meningkat. Sejak Januari-Juli 2019 sudah ditemukan 31 kasus yang tersebar di 12 kecamatan. Berarti terhitung sejak 2005-2019 sudah ditemukan 305 kasus, dan yang meninggal 117 kasus, maka perlu dilakukan rapat untuk mengantisipasi juga menyikapi upaya dalam penagguilangan kasus Aids.” Terang Setiawan
Kegiatan rapat ini dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kasus Aids. Pemerintah berupaya menekan angka Aids agar tidak berkembang dan di tahun 2030 terwujud Kabupaten Pekalongan bebas dari Aids.
Sesuai dengan tema hari jadi Kabupaten Pekalongan “Sengkuyung” Wakil Bupati mengajak semua jajaran pemerintah Kabupaten Peklaongan dan masyarakat untuk bersama memberdayakan masyarakat tentang Aids, dan bagaimana cara menanggulangi agar tidak tertular. (red)
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si saat ditemui usai acara mengatakan, penghargaan Lencana Melati merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Kwarnas sebagai bentuk kepercayaan terhadap Ka Mabicab Kabupaten Pekalongan.
"Ini dikandung maksud agar dinamisasi gerakan pramuka untuk terus kita tingkatkan, sehingga pendidikan karakter, kebangsaan dan kecakapan hidup yang sekarang menjadi kebutuhan termasuk pramuka kekinian bisa kita elaborasi sampai di tingkat Kwarcab," kata Bupati.
Menurutnya Pramuka masih menjadi benteng yang kokoh untuk menolak paham radikalisme, arus globalisasi yang terlalu deras, faham-faham rasisme dan fenomena bulliying di media sosial. "Melalui gerakan pramuka inilah anak-anak akan menemukan jati dirinya sebagai manusia Indonesia, ini penting sekali," jelasnya.
Ke depan, kata Bupati, Kwarcab Kabupaten Pekalongan akan menggagas perkemahan wirakarya yang ditempatkan di desa-desa terisolir namun mempunyai potensi yang bagus.
"Dengan perkemahan ini, kita akan dorong laju pertumbuhan di desa, infrastruktur kita benahi, pemberdayaan masyarakat serta penanaman nilai-nilai pancasila dan kebhinekaan. Saya selaku Ka mabicab selalu melakukan koordinasi dan pemberdayaan kepada Kwarcab sehingga esensi pembinaan gerakan pramuka di kabupaten pekalongan dapat tercapai," harapnya.
Dalam menghadiri upacara Hari Pramuka Tingkat Provinsi dan Jambore Kwarda tersebut, Bupati Pekalongan didampingi oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan Ir. Bambang Irianto, M.Si beserta jajaran pengurus Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan. (didik /dinkominfo kab.pekalongan).
"Saya berharap agar kegiatan dalam rangkaian hari jadi ini tidak sekedar bersifat seremonial belaka, tetapi lebih dari itu dalam memaknai sebagai ajang untuk mengevaluasi diri dan meningkatkan rasa memiliki terhadap tanah kelahiran dan sekaligus tanah pengabdian," ucap Hindun.
Maju tidaknya Kabupaten Pekalongan merupakan tanggung jawab pemerintah dan masyarakat. Tentu harus digiatkan pembangunan dengan semangat tinggi dan terus gelorakan semangat kebersamaan dengan gotong royong dan rasa memiliki, kembangkan kreatifitas dan inovasi untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang lebih sejahtera.
"Sesuai dengan tagline Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, dengan Sengkuyung bersama membangun Kabupaten Pekalongan lebih baik," katanya.
Dewan mengapresiasi dan bangga atas prestasi dan kemajuan yang telah dicapai oleh Pemkab Pekalongan, namun tidak dapat menutup mata masih ada beberapa kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Ketidakberhasilan yang terjadi perlu kita jadikan catatan khusus untuk kedepannya agar diperbaiki supaya mampu memenuhi harapan masyarakat," tandasnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si mengucapkan terimakasih atas dukungan dan doanya yang selama ini sudah dilakukan serta mengajak agar apa yang sudah dicapai bisa ditingkatkan dan kemudian menyelesaikan banyak PR yang belum tercapai.
"PR kita masih banyak sekali seperti infrastruktur yang belum 100%, angka kemiskinan belum turun secara maksimal walaupun untuk menuju single digit secara kualitas harus ditingkatkan," ujar Bupati Asip.
Kemudian yang paling utama adalah bagaimana untuk membangun filosofi Sengkuyung sesuai dengan tema hari jadi. Pembangunan ini harus sengkuyung bareng-bareng agar lebih dinamis, lebih maju dan lebih mensejahterakan masyarakat.(didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menerangkan bahwa Kabupaten Pekalongan ini sudah cukup tua karena sudah berumur 397 tahun. Selain itu pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sudah Sengkuyung bersama dalam pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
"Dalam membangun Kabupaten Pekalongan ini tentunya telah menghadapi berbagai rintangan dan tantangan. Tetapi demi mewujudkan cita-cita luhur tentunya semua akan dilalui agar terwujud untuk mensejahterahkan masyarakat," kata Bupati.
Setiap peringatan Hari jadi Kabupaten Pekalongan ini ada berbagai kegiatan seperti Kilau Raya, Pekan Raya Kajen (PRK), Mlaku-mlaku bareng Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan dengan hadiah Rumah, Umroh, Motor dan berbagai hadiah yang lain.
"Ini merupakan rangkaian hari jadi dan mudah-mudahan berjalan dengan baik," ujar Bupati Asip.
Dengan adanya acara seperti ini, masyarakat mendapatkan hiburan dan suasana tambah rukun dan guyub ditengah situasi nasional yang membutuhkan perekat sosial. Solidaritas sosial ini harus kita perekat dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
"Contohnya momentum hari jadi ini kita gunakan sebagai alat untuk mengikat solidaritas dengan berbagai kegiatan seni budaya, olahraga dan bentuk yang lain. Saya kira ini sangat penting," tandasnya.
Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH menambahkan agar selalu mengenang tentang sejarah berdirinya Kabupaten Pekalongan sampai dengan sekarang. "Kita perlu bersyukur pada para pendahulu dan juga kepada Allah SWT," kata Hindun.
Mudah-mudahan dengan adanya resepsi ini bisa memberikan satu bentuk intropeksi diri untuk Kabupaten Pekalongan dalam rangka melangkah kedepan agar lebih baik. "Saya kira ini perlu menjadi renungan sehingga nanti pembangunan akan berjalan dengan baik," terangnya.
Kita sudah melihat beberapa capaian prestasi yang dilakuklan oleh Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si dan para jajarannya baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, sosial budaya yang tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
"Saya ucapkan selamat Dirgahayu Kabupaten Pekalongan ke-397. Sejahtera rakyat kita, makmur dan adil serta pelayanan untuk masyarakat bisa lebih baik lagi," tutupnya.(didik /dinkominfo kab.pekalongan).
"Insya Allah akan segera kita wujudkan dengan sengkuyung yang sesuai dengan tema hari jadi yaitu Kabupaten Pekalongan Sengkuyung," ucap Bupati.
Semua warga Kabupaten Pekalongan agar selalu sengkuyung demi membangun Kabupaten Pekalongan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Membangun karakter kebudayaan dengan kirab budaya Mapanji Cempaluk.
"Semoga membawa barokah kepada kita semua dan berdoa kepada Allah SWT agar Kabupaten Pekalongan semakin sejahtera, makmur, pemimpinnya makin melayani rakyatnya. Ini yang paling penting," harap Bupati Asip.
Sementara itu Ketua Sementara DRPD kabupaten Pekalongan, Hj. Hindun menambahkan jika beliau sangat terkesan dan mengapresiasi dengan kirab budaya ini, sebagai bentuk kebudayaan yang harus dilestarikan.
"Kajen hari ini sangat meriah, aman dan damai dan mudah-mudahan rakyatnya semakin sejahtera, makmur," ujar Hindun.
Kirab budaya ini sangat meriah, perlu dilestarikan. Ini juga sebagai bentuk rasa syukur kita dan rasa terima kasih kepada para pendahulu kita ayng sudah membangung Kabupaten Pekalongan.
"Saya sangat senang sekali bisa mengikuti acara kirab budaya ini, walaupun ternyata capek sekali," tandasnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)