Senin, 26 Agustus 2019
KAJEN – Untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, yaitu yang transparan, efektif, efisien, dan akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan, pemerintah kabupaten Pekalongan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan meluncurkan Aplikasi Simaurembug (Sistem Informasi Masyarakat Urun Rembug) yang merupakan salah satu output dari pelaksanaan proyek perubahan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah oleh Endang SR Juwaningsih, S.Psi.,M.Si. Kasubbid Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Kinerja Pembangunan Bappeda Litbang.
Sambutan dan Launching aplikasi Simaurembug dibuka oleh Fery Irawan, ST.,MT, Kepala Bidang Program dan Monev Pembangunan Bappeda Litbang pada tanggal 22 Agustus 2019 bertempat di Aula lantai 2 Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan, dihadiri oleh Perangkat daerah, Perwakilan BPD dari beberapa desa, karang taruna, forum anak, dewan kesenian daerah, dewan pendidikan, LSM, KADIN, Gapensi, dan LPPM Politeknik Muhamadiyah Kajen. Pada acara peluncuran aplikasi tersebut juga ada pengisian materi Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Teknologi Informasi dari Dinas Komunikasi dan Informatika dan materi Teknik Pengisian Aplikasi Simaurembug dari Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan. Pada acara launching banyak peserta yang menyambut dengan interes / antusias dengan mengajukan banyak pertanyaan.
Jumat, 23 Agustus 2019
Jumat, 23 Agustus 2019
KAJEN - Sebanyak 150 grup drumband yang terdiri dari 55 grup drumband TK/RA, 70 grup SD/MI dan 25 grup dari SMP/MTs, dengan antusias mengikuti Kajen Gemuruh Ke-6 Tahun 2019 dari awal hingga akhir waktu pelaksanaan di Alun-Alun Kajen, Selasa (20/8/2019) siang. Dengan dipandu oleh seorang Mayoret utama, mereka secara bersama-sama melantunkan lagu-lagu nasional yakni Garuda Pancasila, Hari Merdeka dan Maju Tak Gentar. Disaksikan ribuan warga masyarakat Kajen dan sekitarnya yang memadati Alun-Alun Kajen.
[Gambar]
Kajen Gemuruh ke-6 dibuka Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti. Dihadiri suami Wakil Bupati yang notabene adalah mantan Bupati Pekalongan 2 periode yaitu Drs. H. Amat Antono, M.S.i. Hadir pula Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., beserta istri, Ketua Pengadilan Agama Kajen H. Suwoto, SH.,MH., Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan Sutaji, SH.MH., Ketua Kementerian Agama Kasiman Mahmud Desky, M.Ag, perwakilan Kejari Kajen dan para Perwakilan OPD Kabupaten Pekalongan.
Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti mengatakan, pelaksanaan Kajen Gemuruh sebagai salah satu rangkaian peringatan ke-74 Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Pekalongan. Ia berharap untuk tahun-tahun berikutnya agar dilakukan inovasi, seperti diadakan lomba bagi peserta.
KAJEN – Pembangunan di Kabupaten Pekalongan tidak hanya membangun fisiknya tapi juga pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berbasis nilai-nilai seni dan budaya.
Demikian disampaikan Bupati Kabupaten Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam acara “Suluk Bumi Santri”. Acara dilaksanakan di pendopo Kecamatan Sragi, Minggu (18/08/2019) malam.
“Pembangunan manusia lahir dan batin. Batin manusia diangkat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serta nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Kabupaten Pekalongan, ” ujar Bupati.
Dengan kata lain, lanjut Bupati, unsur-unsur yang merupakan materi/bahan pembangunan tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat sendiri.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan diskriminasi perbedaan melalui SARA karena semua adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Demikian disampaikannya dalam Acara Malam Keakraban Paguyuban Ibu-Ibu Kedungwuni dengan tema “Merajut Persahabatan Dalam Membina Kebhinekaan” di Gedung eks Kawedanan Kedungwuni, Minggu (18/8/2019) malam.
Dalam kesempatan tersebut hadir Istri Bupati Pekalongan Dra. Hj. Munafah, Kepala Dinperindagkop, Muspika Kedungwuni, Ketua Paguyuban Tionghoa, Ibu-Ibu pedagang pasar kedungwuni dan ibu-ibu Kelurahan Kedungwuni Barat Kecamatan Kedungwuni. Bupati menambahkan, kegiatan tersebut adalah bentuk ikhtiar untuk saling menghargai antar sesama, ukhuwah basyariyah, tepo seliro saling menghargai antar sesama. ”Saya berharap memfasilitasi kegiatan mengumpulkan warga, kalau ada perbedaan kita rembug, rukun adalah modal utama, untuk ibadah dan beraktifitas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asip juga mengajak kepada warga kedungwuni untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan. ” Tujuan kita bersatu adalah guyub rukun untuk tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera dan tugas kita tinggal memupuk dan mempersatukan masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Pada acara tersebut Kabid Program dan Monev Bappeda Litbang menyampaikan bahwa saat ini ada tiga isu dasar yang sangat strategis terkait paradigma baru penyelenggaraan pemerintahan, yaitu tata kelola pemerintahan yang berbasis keterbukaan informasi publik, tata kelola pemerintahan berbasis Teknologi Informasi Komunikasi dan Tata kelola pemerintahan berbasis single and open data system. Proyek perubahan yang merupakan inovasi dari Endang SR Juwaningsih sangat mendukung tiga capaian paradigma baru terkait penyelenggaraan pemerintahan. Harapan ke depan sistem aplikasi Simaurembug ini dapat diimplementasikan dan membantu mengoptimalkan monitoring dan evaluasi pembangunan untuk digunakan sebagai bahan perencanaan .
Endang mengatakan bahwa dasar pemikiran membuka akses publik atas proses pelaksanaan kegiatan Pembangunan di Kabupaten Pekalongan adalah bahwa pembangunan yang dibiayai dengan dana publik harus dipertanggungjawabkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu ciri penting pemerintahan demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mendukung hal tersebut.
Melalui sistem aplikasi Simaurembug ini dapat diperoleh data dan informasi capaian indikator pembangunan di Kabupaten Pekalongan serta masyarakat dapat ikut serta dalam pengawasan pembangunan untuk memastikan kesesuaian antara jenis kegiatan, volume dan kualitas pekerjaan, waktu pelaksanaan dan penyelesaian kegiatan, dan/ atau spesifikasi dan mutu hasil pekerjaan dengan rencana pembangunan daerah yang telah ditetapkan. Dengan adanya aplikasi Simaurembug ini masyarakat dapat melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan di kabupaten Pekalongan.
Sistem Simaurembug ini dapat terjangkau dan diakses sepanjang terkoneksi dengan jaringan internet. Aplikasi Simaurembug berbasis web ini juga dapat diakses dengan menggunakan perangkat android. Adapun server dari Simaurembug ini ada pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan dengan alamat http://simaurembug.pekalongankab.go.id. Aplikasi simaurembug ini sudah terintegrasi dengan data dari aplikasi Simpel dari bagian pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan.
Sebelum launching, uji coba aplikasi simaurembug telah dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2019 di Bappeda Litbang dihadiri perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukinan dan Lingkungan Hidup dan Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata. Pelaksanaan uji coba aplikasi berjalan lancar dan disepakati peserta rapat untuk melaksanakan pemantauan atau monev di lokasi kegiatan tanggal 7-8 Agustus 2019. Hasil monev pelaksanaan kegiatan di lokasi kemudian ditindaklanjuti untuk input ke aplikasi Simaurembug dan berhasil. Tujuan dari adanya channel publik ini adalah untuk memudahkan masyarakat ikut serta aktif dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan pembangunan di kabupaten Pekalongan. Pengembangan sistem aplikasi Simaurembug ini masih perlu dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan dan penyempurnaan, harapanya ke depan aplikasi ini dapat diterapkan dan berkelanjutan.
Sabtu, 24 Agustus 2019
Bupati berharap, kepada keturunan Pangeran Mandurorejo agar dapat melanjutkan spirit perjuangannya yang sangat heroik dalam melawan pasukan VOC dan jika pada masa sekarang yakni dengan membangun wilayah masing-masing sesuai dengan kodratnya. “Semoga ziarah ini menjadi amal sholeh dan tercatat sebagai birul wailadain sehingga hajat kita dapat dikabulkan,” harapnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Sabtu, 24 Agustus 2019
Jumat, 23 Agustus 2019
Wakil Bupati menambahkan, dirinya senang sekali dengan adanya Kajen Gemuruh, karena mereka berasal dari penjuru Kabupaten Pekalongan dengan seragam yang beraneka namun secara bersama-sama memainkan alunan yang sama, hal itu merupakan salah satu bukti adanya semangat persatuan.
"Tahun depan saya harap kegiatan ini dapat dilombakan, sehingga tambah menarik dan mereka datang kesini tidak hanya memainkan tiga lagu dan panitia menyediakan hadiah menarik bagi yang berprestasi,” kata Arini.
Tidak lupa Wakil Bupati mengucapkan terimakasih kepada peserta yang telah mengikuti acara Kajen Gemuruh. Menurutnya kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai acara rutinan Pemkab Pekalongan saja akan tetapi adalah upaya untuk mewujudkan persatuan.
“Negara Indonesia adalah negara besar yang mempunyai potensi budaya yang besar dengan kemajemukan dan pluralitas masyarakatnya, untuk itu perlu dipupuk dan dilestarikan salah satunya dengan kegiatan Kajen Gemuruh ini,” terangnya.
Sementara itu Ketua Panitia Peringatan ke-74 Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-397 Kabupaten Pekalongan, Dra. Ali Riza, M.Si mengatakan, Kajen Gemuruh tahun 2019 merupakan tahun ke 6 pelaksanaan, dengan maksud untuk memberikan ruang ekspresi bagi grup drumband yang ada di Kabupaten Pekalongan. (didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Rabu, 21 Agustus 2019
“Lesbumi mempunyai potensi besar untuk berperan serta dalam pengembangan dan pelestarian nilai budaya. Dikarenakan memiliki aktivitas yang mengakar di masyarakat luas. Sehingga secara otomatis dapat merasakan getaran-getaran riil yang terjadi di masyarakat utamanya dalam memajukan kebudayaan, melestarikan tradisi, dan mengembangkan adat budaya masyarakat,” imbuhnyai.
Sementara itu, Gus Eko Ahmadi, Ketua Lesbumi PCNU Kab Pekalongan menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan merupakan daerah dengan berbagai kearifan lokal yang telah eksis dengan seni dan kebudayaannya. Keragaman perilaku budaya dan lokal wisdom yang beragam menjadikan seni dan budaya Kabupaten Pekalongan yang unik menjadi menarik untuk dipelajari.
Dituturkan Gus Eko, sebagai kabupaten yang besar dengan keanekaragaman budaya yang menjadi identitas, sehingga diperlukan pemahaman seni dan budaya sebagai nilai dasar ketahanan nasional, serta sebagai pemersatu keragaman seni dan budaya bangsa.
“Seni dan budaya di Kabupaten Pekalongan menjadi pemersatu apabila kita memiliki rasa bangga terhadap seni dan budaya yang kita miliki,” katanya.
Acara yang dilaksanakan di pendopo Kecamatan Sragi, Minggu (18/08) itu dimulai dari pagi hari hingga malam yaitu sepeda santai, senam aerobik, karnaval budaya. Selanjutnya pada siang harinya pentas seni komunitas band, drumband, tari kreasi nusantara dilanjutkan sore sampai malam hadroh sholawat, tari kipas, tari dendang kota santri, pencak silat tapak suci dan sintren serta sarasehan.
Saat sarasehan, Gus Eko menjelaskan bahwa, berbagai permasalahan yang terjadi pada bangsa Indonesia umumnya dan Kabupaten Pekalongan khususnya ini sangatlah kompleks. Salah satunya karena lemahnya pemahaman nilai-nilai seni dan budaya yang terkandung di dalam pembangunan itu seperti budaya ramah tamah, gotong royong, musyawarah mufakat sudah luntur dan tergeser.
“Bahkan ada sebagian yang mulai menghilang oleh derasnya laju globalisasi, dan masuknya budaya luar yang telah merusak moral dan etika yang akhirnya menimbulkan degradasi budaya,” paparnya.
Menurut Gus Eko, upaya pengembangan dan pelestarian budaya daerah dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah khususnya bidang kebudayaan.(red)
Selasa, 20 Agustus 2019
Bupati mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi paguyuban ibu-ibu Kedungwuni. Menurutnya, berbagai elemen dapat hadir dalam acara peringatan HUT RI ke 74 dalam rangka merajut kebhinekaan. “Keguyuban masyarakat ini tidak hanya dalam rangka 17 an, akan tetapi bisa dilaksanakan kegiatan yang lain misalnya ibu-ibu urunan untuk gerakan bedah rumah nanti bupati dan pemerintah daerah yang memotori,” harap bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Senin, 19 Agustus 2019