KAJEN – Sebanyak 6.580 rumah tangga miskin (RTM) di Kabupaten Pekalongan mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia berupa bibit ayam dan sarpras. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program BEKERJA (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Penyerahan bantuan program BEKERJA tersebut dilakukan secara bertahap. Seperti pada hari Selasa (3/9/2019), bertempat di Balai Desa Watugajah Kecamatan Kesesi, diserahkan bantuan bibit ayam atau doc sebanyak 3.000 ekor yang diperuntukan bagi 60 RTM di Desa Watugajah dan RTM Desa Karangrejo.
Dr. Dodin Kuswanudin, penanggungjawab kegiatan program BEKERJ Kementerian Pertanian RI mengatakan, pihaknya akan menyerahkan bibit ayam dan sarpras untuk Kecamatan Kesesi bagi 1.846 RTM, dimana setiap RTM mendapatkan bantuan sebanyak 50 ekor bibit ayam (doc).
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan, bantuan dari Kementerian Pertanian RI berupa anak ayam atau doc diberikan kepada 6.580 rumah tangga miskin (RTM) di Kabupaten Pekalongan.
Angka kemiskinan itu, tutur Bupati, diukur dari belanja per rumah tangga. Bagaimana masyarakat akan belanja kalau tidak punya incomenya? Nah kita akan bergerak di sektor incomenya. Dan program bantuan bibit ayam ini menjadi program unggulan.
“Bantuan seperti ini nanti akan didiversifikasi dengan bantuan unggulan lainnya. Dan Pemkab Pekalongan sudah menyusun itu. Mudah-mudahan cita-cita kita untuk menurunkan angka kemiskinan sampai 9 persen (single digit) bisa tercapai sesuai dengan RPJMD yang sudah kita sepakati,” tandas Bupati.
Penyerahan bantuan ayam dan sarpras program BEKERJA, dihadiri oleh Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. Juga dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Selasa, 3 September 2019
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan optimis pada kurun waktu 3 tahun kedepan, diwilayah Kabupaten sudah bebas kasus stunting. "Hal ini dimungkinkan karena kami sudah melakukan intervensi bersama - sama dari OPD Kabupaten hingga pemerintahan desa, BUMN, Ormas desa serta ormas. Ini yang membuat kita optimis tidak mencapai tahun 2030 kita sudah selesai permasalahan ini" Ungkap Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti pada acara aksi rembug percepatan penurunan Stunting di desa Sabarwangi kecamatan Kajen (3/9).
Menurut Arini, bahwa masa depan bangsa ini sangat tergantung dari tingkat kesehatan masyarakat khususnya anak-anak kita. Kita berharap anak –anak kita di masa mendatang sehat, cerdas, kreatif. Dalam kenyataannya kita mempunyai permasalahan yaitu stunting. Hal ini kaitannya dengan perbaikan gizi sehingga harus dilaksanakan secara komprehensif.
“Hasil pencatatan data yang dilakukan pada tahun 2018, masih ada 32,13 % atau 3039 anak dari 67.953 balita. Namun tentu saja angka tersebut masih perlu divalidasi, apakah alat ukurnya sudah standar, lalu cara ngukurnya”terangnya.
Perlu diketahui penyebab stunting, apakah karena asupan gizi yang kurang , factor lingkungan, atau juga barangkali karena gaya hidup karena kadang-kadang masyarakat masih memprioritaskan keluarga bukan anak yang baru lahir atau dalam kandungan.
KAJEN - Kita orang Jawa namun kadangkala kita lupa pada jati diri budaya orang Jawa atau dikenal dengan Sangkan Parani Dumadi. Oleh karena itu Pemkab Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-397 menggelar kirab budaya dengan tema Wahyu Temurun. “Meskipun ada beberapa kekurangan namun hal ini merupakan ikhtiar kita dalam rangka nguri-nguri budaya Jawa,” ungkap Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada acara Goro Suro Tahun Baru 1953 Jawa di Desa Legokkalong Kecamatan Karanganyar, Minggu (1/9/2019) malam.
Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada para penganut kepribaden untuk mempertahankan budaya Jawa agar tetap eksis. Sebagai bukti Pemkab Pekalongan mengapresiasi dengan mengajak mereka untuk turut dalam kegiatan doa bersama antar umat beragama pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397.
Menurut Bupati dengan berkebudayaan itu penting dalam rangka mengasah nurani pikiran, agar tidak menjadi orang yang suka menang sendiri. Yang dalam falsafah Jawa dikenal dengan karakter adigang adigung adiguno “Padahal jika kita mampu mengalahkan sifat adigang adigung adiguno akan timbul sifat lemah lembut, sopan, ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake,”terangnya.
KAJEN - Dalam rangka menyongsong Tahun Baru Islam 1441 Hijriyyah Pemkab Pekalongan menggelar Doa Akhir Tahun 1440 H dan Awal Tahun 1441 H di Masjid Agung Al Muhtaram Kajen, Sabtu (31/8/2019) sore.
Doa Bersama dihadiri dan diikuti oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta istri Ny. Munafah, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS, para perwakilan Forkopimda, para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan dan segenap pengurus takmir Masjid Al Muhtaram Kajen serta ratusan warga masyarakat Kajen dan sekitarnya.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat tahun baru Islam 1441Hijriyyah, dengan harapan semoga dengan tahun baru Islam, Kabupaten Pekalongan semakin barokah, semakin mendapat ketenangan dan inayah dari Allah SWT sesuai dengan cita-cita. Apalagi tahun baru Islam ini, kata Bupati, bertepatan dengan momentum suasana Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke-397 serta masih dalam suasana Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
KAJEN - Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyyah, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama istri Ny. Munafah menghadiri dan mengikuti Doa Bersama ribuan anak-anak TK dibawah naungan Ikatan Guru Raudhlatul Athfal (IGRA) Kabupaten Pekalongan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Sabtu (31/8/2019) sore.
Doa bersama dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hj. Sumarwati, S.Pd.,M.AP beserta jajaran, Kepala Kementerian Agama DR. Kasiman Mahmud Dezky, M.Ag, serta para guru dibawah naungan IGRA Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan berdoa mudah-mudahan anak-anak RA, TK Kabupaten Pekalongan yang hadir di DPU kelak akan menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, berguna bagi bangsa, negara dan agamanya. Bupati juga berdoa semoga kedua orang tuanya diberkahi sehat, rezeki yang halal dan barokah serta diberikan panjang umur.
Sabtu, 31 Agustus 2019
Selasa, 3 September 2019
Lebih lanjut Arini menyadari tangan, telinga, mata pemerintah terbatas, walau masing-masing OPD sudah melakukan kegiatan dan programnya. Oleh karena itu perlu uluran, dorongan dari masyarakat.
Sementara itu Kadinkes Kabupaten Pekalongan Setyawan Dwi Antoro, S.Km MKes menyampaikan , Pencegahan stunting bisa dilakukan pada saat perawaatan kehamilan sampai anak usia 2 tahun. Adapun penyebab stunting adalah disebabkan oleh faktor multi yang tidak hanya oleh faktor fisik saja tetapi masa kehamilan juga . Oleh karena itu , penanganan stunting perlu dilakukan dengan koordinasi antar lembaga dan kalangan dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan.
Dan adapun fokus stunting pada tahun 2019 ini ada di 4 Kecamatan pada 10 desa. Dan pada tahun 2020 lokasi intervensi stunting dikalangan antar OPD , organisasi agama, dan masyarakat. Adapun tujuan kegiatan rembug Stunting ini diantarnya adalah Menyampaikan hasil intervensi penurunan stunting yang terintegrasi di Kabupaten Pekalongan , Mendeklarasikan komitmen Pemda dan menyepakati kegiatan intervensi terhadap stunting yang terintegrasi. “Membangun Publik komitmen dalam penurunan stunting yang terintegrasi di Kabupaten Pekalongan”terangnya.
Selasa, 3 September 2019
Dijelaskan Bupati, kita menguri-nguri budaya untuk megembalikan entitas kita sebagai orang Jawa. Ada sebuah tulisan, disebutkan bahwa Jawa sebagai pulau terindah di dunia sehingga banyak orang yang mengunakan Java sebagai nama Jalan. Contoh di Negara Israel, Prancis, Rusia, Amerika disana ditemukan Jalan java. “Mereka mengapresiasikan dalam bentuk jalan dikarenakan kita dikenal sebagai ras yang entengan atau rajin. Ini karunia Allah SWT yang luar biasa bagi kita,”tandasnya.
Oleh karena itu, kata Bupati, dalam rangka penghormatan tahun baru Jawa ini Bupati mengajak kita semua untuk menguri-uri budaya karena kalau bukan kita siapa yang akan merawat.
“Sebagai ikhtiarnya setiap hari Kamis pada kegiatan pemerintahan, kita mengunakan bahasa Jawa dalam upacara maupun kegiatan pemerintahan lainnya. Dan ini menjadi role model agar budaya tetap eksis ditengah gempuran arus globalisasi yang dapat menghilangkan jati diri,” tutur Bupati.
Ia berharap agar kegiatan Goro Suro ini terus-menerus dilakukan turun-temurun sebagai iktiar kita dalam menjaga tradisi budaya Jawa. Hal ini, kata Bupati, sebagai pengingat bahwa orang tua kita dahulu memiliki penanggalan Jawa atau pranatan yang pantas disandingkan dengan penanggalan lainnya.(red)
Senin, 2 September 2019
Senin, 2 September 2019
Senin, 2 September 2019
Dijelaskan Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memanfaatkan momentum pergantian Tahun Baru Islam ini dengan berbagai kegiatan yang selaras. Seperti di GPU Pemkab Pekalongan bersama ribuan anak-anak TK dan RA serta anak-anak yatim dan di Masjid Al Muhtaram Pemkab Pekalongan bersama masyarakat menggelar doa bersama agar hajat kita masing-masing dapat terkabul.
Oleh karena itu, Bupati menuturkan, kita gunakan momentum ini untuk memohon dan meminta agar cita-cita kita akan dikabulkan oleh Allah SWT. Termasuk cita-cita besar masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir bathin , masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai lokal, masyarakat yang berprinsip, teguh dan religiusitas.
“Sebagai sebuah cita-cita harus kita ikhtiari dengan dua cara yaitu melaksanakan program-program pembangunan yang bermuara menuju cita-cita tersebut. Dan secara spiritual tidak ada kekuatan manapun yang mempunyai ketentuan, kepastian yang maha penentu kecuali Allah SWT. Jadi manusia itu hakekatnya adalah hanyalah menjalankan syariat aja tetapi ketentuan akhir yaitu Allah SWT,” terang Bupati.
“Oleh karena itu mari kita gunakan dan manfaatkan bersama-sama momentum pergantian tahun baru Islam ini sebagai hal yang patut kita syukuri dengan terus-menerus melakukan amalan kebaikan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariah kita. Dan mari kita bina terus-menerus kerukunan yang sudah ada di Kabupaten Pekalongan ini,” ajak Bupati kepada seluruh jamaah yang hadir di Masjid Al Muhtaram Kajen. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Senin, 2 September 2019
Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1441 Hijriyyah ini, Bupati KH. Asip Kholbihi mengharapkan permohonan doa restu terutama kepada seluruh jajaran guru IGRA Kabupaten Pekalongan, mudah-mudahan jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan diberikan kekuatan lahir batin, selamat dunia akhirat dan Kabupaten Pekalongan tambah maju, tambah barokah, masyarakatnya tambah sejahtera.
Dalam acara Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam tersebut, Bupati menyerahkan santunan kepada anak yatim yang ada di Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Senin, 2 September 2019