KAJEN - Dalam memahami Islam harus juga memahami akar budayanya, karena sejarah dan akar tradisi Islam kita justru berkembang karena menggunakan instrumen budaya dan budaya menjadi wasilah mengembangkan Agama Islam.
Demikian disampaikan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat menjadi Keynote Speaker pada acara Bedah Buku “Islam Berkebudayaan, Akar Kearifan Tradisi, Ketatanegaraan dan Kebangsaan” karya M. Jadul Maula yang diselenggarakan di Pendopo Bupati Pekalongan, Jumat (15/11/2019) siang.
Dalam acara tersebut hadir Wakil Rektor IAIN Pekalongan DR. H. Muhlisin, Kepala Kemenag H. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Hj. Sumarwati, S.IP., M.AP., Ketua Lesbumi Kabupaten Pekalongan Gus Eko Ahmadi, perwakilan mahasiswa serta praktisi pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
“Termasuk wayang kulit adalah produk asli para walisongo, untuk mengembangkan Islam dengan pendekatan budaya,” kata Bupati.
Selain itu, kata Bupati, dengan membaca buku tersebut, masyarakat akan lebih menghargai orang lain, berlaku toleran, dan memandang Allah sebagai dzat yang welas asih. “Agama tidak hanya dipandang sebagai ritual, kesalehan sosial, yang lebih penting menghargai keyakinan, dan menghargai budaya dan berbagai suku yang ada di Nusantara,” ujarnya.
Ditambahkan Bupati KH. Asip, dalam halaman awal, buku ini mengupas tentang hadis tentang menuntut ilmu sampai ke Negeri Cina, yang bisa dipahami sebagai entitas Cina sebagai bangsa yang maju pada masa itu, dan juga Cina berarti jauh artinya keharusan mencari ilmu sejauh mungkin.
“Pada abad ke-6 ada hubungan antara Cina-India-Arab dan Jawa khususnya dalam hal perdagangan, terutama kain atau katun yang didatangkan dari India sehingga kita tidak kekurangan komoditas tersebut,” tutur Bupati.
Untuk itu tidak heran, tambah Bupati, jika Pekalongan yang berada di daerah pesisir dan juga merupakan jalur sutra perdagangan, tidak pernah kekurangan bahan baku pakaian. Maka wajar jika sekarang menjadi penghasil Batik terbesar kemudian di susul Solo, Jogja dan Cirebon.
“Hal itu dikarenakan suplai bahan baku sudah terjadi sejak awal masehi dan didukung SDM yang secara kultural sudah terjalin interaksi tentang bagaimana cara membikin pakaian, dan mengembangkan pakaian itu menjadi lebih baik, proses ini kita alami,” imbuhnya
Sementara itu, Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Pekalongan Gus Eko Ahmadi mengatakan, keadaan pemilkiran era milenial berbeda dengan jaman dahulu, jika dulu jika ada isu yang dilontarkan oleh pemimpin akan dikupas dalam kelompok diskusi.
“Sekarang jika ada isu yang ramai adalah meme dan menggoreng isu tersebut, sehingga kita hanya ribut di meme dan gorengan,” katanya.
Bagi NU yang didalamnya ada Lembaga Lesbumi, tutur Gus Eko, berkepentingan agar masyarakat Kabupaten Pekalongan memahami Islam dengan pendekatan budaya sehingga dapat melihat perbedaan dengan kacamata yang lebih bijak.
“Melalui acara ini kita ajak segenap yang hadir, para santri dan pemuda Kabupaten Pekalongan untuk membudayakan literasi, sehingga akan mendorong sinergi antara pemerintah dan masyarakat,” terangnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH beserta para Wakil Ketua DPRD H. Riswadi, SH., Mas’udah dan Nunung Sugiantoro, ST., menandatangani penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun anggaran 2020, Jumat (15/11/2019) di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan di Kajen.
Penandatangaan penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) tahun anggaran 2020 berdasarkan hasil pembahasan bersama antara Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) dengan pihak Pemerintah Daerah. Dan telah disepakati 8 (delapan) Raperda yang terdiri dari 2 (dua) Raperda inisiatif DPRD yaitu Raperda inisiatif DPRD yakni Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Raperda tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia.
Selanjutnya, 6 (enam) Raperda merupakan usulan Pemerintah Daerah adalah Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2019, Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2020, Reperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2021, Raperda tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, dan Raperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 10 Tahun 2018 tentang Penambahan Modal Daerah Kabupaten Pekalongan pada Badan Usaha Milik Daerah.
KAJEN - Sebanyak 206 desa di Kabupaten Pekalongan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang berlangsung Rabu (13/11/2019). Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si bersama dengan unsur Forkopimda melakukan monitoring pilkades serentak.
Tampak hadir Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS., Ketua PN Pekalongan H. Sutaji, SH.MH., Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten Sekda dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, serta Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi.
Dalam pantauannya, Bupati Asip menerangkan bahwa masyarakat sangat antusias untuk datang ke TPS. Selain itu, menurut hasil pantauan di beberapa desa bahwa 80% kondisinya aman dan kondusif.
KAJEN - Rumah sakit dan Puskesmas yang bernaung di Pemerintah Kabupaten Pekalongan dilarang menolak pasien, terutama pasien miskin.
"Siapa pun dan dalam kondisi apa pun si pasien harus dilayani dengan baik," kata Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si usai membacakan Amanat Menteri Kesehatan RI pada upacara Hari Kesehatan Nasional ke-55 di halaman Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan, Selasa, (12/11/2019).
Bupati Pekalongan KH. Asip juga meminta agar jajaran Puskesmas dan rumah sakit memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada pasien.
"Saya tekankan dan imbau kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan, meneruskan pesan dari Gubernur, tolong ojo sampai nolak pasien (jangan sampai menolak pasien). Siapa pun dan dalam kondisi apapun, apalagi pasien miskin. Siapa pun, dari latar belakang apapun harus dilayani dengan baik. Soal biaya diurus keri (belakangan)," ungkapnya.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan mengusahakan mencari sumber air baru untuk mengatasi bencana kekeringan di Desa Kaliboja Kecamatan Paninggaran.
Selama musim kering tahun ini, warga Desa Kaliboja mengalami krisis air bersih, dan sejak bulan Oktober yang lalu masyarakat mencari air sampai ke Kalibening Banjarnegara.
“Hari ini kita droping air bersih ke sini, namun masalah tidak cukup hanya itu, kita akan mencari sumber air baru, dan kita akan lakukan pipanisasi dan masukkan ke instalasi yang sudah ada, sehingga Insya Allah ke depan daerah ini sudah tidak kekeringan lagi,” kata Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si saat melakukan bantuan air bersih di Desa Kaliboja Kecamatan Paninggaran, Senin (11/11/2019) sore.
Bupati mengungkapkan, dirinya jika datang ke daerah kekeringan selalu memberikan solusi agar di tahun mendatang daerah tersebut dapat terbebas dari krisis air bersih jika kemarau tiba.
KAJEN - Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November memiliki makna tersendiri bagi setiap orang. Tak ketinggalan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si yang memaknai Hari Pahlawan sebagai spirit bagi generasi muda mengisi kemerdekaan dengan cara-cara kekinian sesuai dengan era revolusi 4.0 saat ini.
Menurut Bupati KH. Asip, pahlawan masa kini adalah figur masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Kabupaten Pekalongan yang bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Seperti menebar kebajikan, menciptakan kemaslahatan dan tidak melakukan hal-hal yang bersifat kontra produktif.
"Di era baru seperti sekarang ini, semangat kepahlawanan juga harus dirumuskan dengan pandangan yang baru. Senjata yang digunakan untuk melakoni bukan lagi hunusan senjata, tapi dibutuhkan kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa," kata Bupati Asip usai menjadi Inspektur Upacara Hari Pahlawan di alun-alun Kajen, Minggu, (10/11/2019).
Selain itu juga, peringatan Hari Pahlawan ini juga sebagai bentuk wujud rasa cinta kasih kita kepada pahlawan.
"Peringatan 10 November itu menjadi penting, untuk terus-menerus melakukan refleksi terhadap apa yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan kemerdekaan," ungkapnya.
Bupati Pekalongan KH. Asip menambahkan melalui peringatan Hari Pahlawan ini, dapat mengingatkan masyarakat terhadap perjuangan pahlawan di masa lampau. Selain itu, dia mengajak masyarakat untuk menanamkan di dirinya jiwa pahlawan.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengajak dan menganjurkan umat Islam khususnya di Kabupaten Pekalongan untuk memperbanyak sholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Hal tersebut disampaikan pada acara peringatan Maulid Nadi Muhammad SAW 1441 Hijriyah di Masjid Al Muhtarom Kajen, Jumat malam (08/11/2019).
Hadir pada acara tersebut ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti dan Sekretaris Daerah Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM dan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Bupati menerangkan bahwa pada bulan Robbi'ul Awal itu musim semi yang pertama. Pada saat itulah Rosululah SAW dilahirkan di kota Mekkah. “Sehingga Umat Islam di seluruh dunia pada bulan ini memperingati lahirnya Rosululah SAW dengan berbagai cara, " tandasnya.
Di tingkat Kabupaten Pekalongan yang dipusatkan di masjid Al Muhtaram Kajen agak beda dengan biasanya. Karena disediakan acara makan bersama besinan. Dan kita menghadirkan para habaib6 sebagai keturunannya Kanjeng Nabi Muhamad SAW.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si melakukan sharing pengalaman dengan para Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan Tahun 2019, di WARS Cafe and Coffee, Jumat (8/11/2019) sore.
Bupati didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Ali Riza, M.Si., Kepala Dinporapar Ir. M. Bambang Irianto, M.Si., Kepala Dindikbud Hj. Sumarwati, S.Pd.,M.AP., dan Kepala Dinkominfo H. Anis Rosidi, S.Sos., M.Si dan perwakilan Dinperindagkop dan UKM.
Bupati mengungkapkan niatnya untuk bagaimana potensi yang dimiliki para Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan itu bisa dioptimalkan peran dan fungsinya.
"Saya punya niatan agar potensi yang dimiliki oleh para Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan yang pada Upacara Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2019 lalu mendapatkan penghargaan dari Pemkab Pekalongan dan sebagian Provinsi itu kita optimalkan lagi peran dan fungsinya," ujar Bupati.
Mengiringi penetapan Propemperda Tahun Anggaran 2020, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada segenap pimpinan dan anggota Bapemperda yang telah mengoordinasikan pembahasan dan penelaahan dapat ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD hari ini.
“Kepada OPD yang terkait penyusunan dan pembahasan Raperda baik inisiatif DPRD maupun usulan Pemda agar benar-benar melaksanakannya dengan penuh tanggungjawab dengan mempedomani peraturan perundang-undangan, sehingga Perda yang dihasilkan berkualitas, tepat waktu dalam penyusunan dan pembahasannya serta dapat diimplementasikan dengan baik,” terang Bupati.
Dalam kesempatan paripurna tersebut, Bupati juga menyampaikan terkait satu Raperda usulan Pemerintah Daerah yaitu tentang Lembaga Keuangan Mikro Kajen, yang merupakan Propemperda Tahun Anggaran 2019, tidak dapat dilanjutkan penyusunannya. Hal itu, kata Bupati, karena memperhatikan hasil rapat pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal pada tanggal 13 Mei 2019 dan rapat evaluasi program TPAKD pada tanggal 27 Agustus 2019 serta pendirian PT. LKM BKD Kabupaten Pekalongan.
“Untuk itu kami cabut usulan atas Raperda tentang Lembaga Keuangan Mikro Kajen tersebut guna mendorong pengembangan lebih lanjut atas keberadaan PT. LKM BKD Kabupaten Pekalongan menuju kemandirian serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan secara berkesinambungan, dan optimalisasi posisi Pemerintah Daerah dan OJK selaku inisiator sekaligus Pembina beserta stakeholder terkait di Kabupaten Pekalongan,” paparnya.
Rapat paripurna dihadiri unsur Forkopimda, sebagian besar Anggota DPRD, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan, KPU, perwakilan instansi vertical, BUMN dan BUMD, serta perwakilan ormas di Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
"Pertama yang kita pantau tadi di Desa Pododadi Kecamatan Karanganyar. Warganya sangat antusias sekali dan datang sejak pukul 8 pagi. Juga hasil 80% tadi cukup merepresentasikan situasi pemilihan di Kabupaten Pekalongan," ucapnya.
Bupati Asip juga menghimbau agar momentum pilkades ini bisa dijadikan untuk ajang silaturahmi antar warga juga menjaga dan menjunjung tinggi aturan main yang sudah ada dalam pilkades serentak ini.
"Pesan saya bahwa siapa pun yang menang nanti agar menang ojo umuk, kalah ojo ngamuk," ucapnya.
Slogan "Menang ojo umuk, kalah ojo ngamuk" terus digelorakan agar tercipta situasi dan kondisi yang aman, tertib, lancar dan kondusif karena itu adalah modal untuk pembangunan kedepan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun menambahkan bahwa pilkades serentak ini berjalan dengan aman dan lancar. Serta calon kades di desa yang saya pantau tadi jumlahnya lebih dari 2 calon.
"Ini menunjukan bahwa masyarakat sangat antusias untuk membangun desanya dengan dibuktikan banyaknya yang mendaftar menjadi calon kades," pungkasnya.
Hindun berharap agar proses pilkades serentak ini bisa berjalan dengan aman, lancar dan kondusif sampai hasil akhir penghitungan suara. Untuk calon terpilih semoga amanah karena itu merupakan pilihan masyarakat sendiri.
Adapun menurut salah seorang warga Desa Pododadi, Irma (35) mengatakan, ia sangat lega karena sudah memberikan hak suaranya.
"Disini calonnya ada empat, harapan saya bagi kepala desa terpilih bisa membuat desa lebih maju lagi dan semoga menjadi pemimpin yang amanah," katanya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Menurutnya seorang pasien itu pada hakikatnya menderita dua penyakit, yakni penyakit fisik dan psikis. Untuk sakit fisik, bisa diobati dengan diberi obat. Sedangkan beban psikis yang mereka hadapi bisa diringankan dengan memberikan pelayanan yang manusiawi.
"Orang yang datang pada hakikatnya dua sakitnya, yakni fisiknya sakit dan psikisnya juga sakit. Mereka itu bingung. Jika bapaknya sakit, mereka kepikiran yang cari nafkah siapa, jika ibunya sakit maka yang merawat anak-anaknya siapa. Itu yang ada di pikiran mereka. Beban yang mendera mereka ini tolong diobati dengan berikan senyuman dan ramah. Secara psikis, mereka juga perlu diobati dengan pelayanan yang manusiawi," ujarnya.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si berharap di peringatan HKN ke-55 pelayanan kesehatan di Kabupaten Pekalongan terus meningkat.
Upacara dihadiri Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten Sekda, para Staf Ahli Bupati, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan. Dan diikuti oleh seluruh jajaran Dinas Kesehatan, Puskesmas se Kabupaten Pekalongan, dan unsur-unsur kesehatan yang lain.
Dalam upacara HKN tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati dan Ketua DPRD serta Kepala Dinkes menyerahkan piagam dan penghargaan kepada para pemenang lomba yang diselenggarakan Dinas Kesehatan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-55 tahun 2019 tingkat Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
“Seperti yang sudah kita lakukan di Rawacacing Kecamatan Kedungwuni dan di Desa Lambanggelun yang sekarang sudah tidak dikirim lagi, kemudian di Kesesi dalam jangka menengah panjang sedang kita carikan solusinya Insya Allah musim kemarau yang akan datang daerah-daerah yang mengalami bencana kekeringan itu bisa kita kurangi,” terang Bupati.
Selain itu, jelas Bupati Pekalongan KH. Asip, Pemkab juga punya water management untuk mengatasi kekeringan yang ada di Kabupaten Pekalongan karena sebenarnya Kabupaten Pekalongan kaya dengan sumber air baku dan air tanah.
“Ini yang perlu kita pahami. Memang ada moratorium untuk eksploitasi air tanah udara daerah tertentu seperti daerah pantai, sambil menyiapkan air baku ini bisa masuk ke daerah-daerah perkotaan,” paparnya.
Bupati menambahkan, ada beberapa sebab mengapa daerah atas kering duluan, yang pertama mungkin area tangkapan airnya sudah berkurang karena lahan, terus sekarang kita harus menanam kembali pohon-pohon yang punya daya serap air tinggi.
“Saya kira teknologi biopori itu penting untuk digalakkan di desa-desa ini supaya air itu langsung masuk ke dalam tanah. Ini problem yang harus kita atasi jangka menengah panjang, sedang. Untuk jangka pendek ini bagaimana supaya potensi air yang ada di daerah yang lebih tinggi itu bisa kita alirkan ke daerah yang lebih rendah utamanya di pegunungan,” ujar Bupati KH. Asip.
Sementara itu, Direktur Perusda Air Minum Tirta Kajen, Nur Wachid mengatakan, pihaknya senantiasa akan bersinergi dengan Dinas Perkim LH untuk memetakan daerah rawan kekeringan di Kabupaten Pekalongan.
“Nanti skenarionya itu harus kita lakukan oleh Perkim atau PDAM, untuk daerah Kaliboja sendiri nanti akan kita lakukan pengambilan air dari daerah yang ada di atas untuk segera kita alirkan ke sini, sehingga ke depan kekeringan sudah tidak terjadi lagi di daerah ini,” katanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
"Caranya, berperan aktif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tambahnya.
Usai Upacara di Alun-alun Kajen, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si. Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH. Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS., beserta unsur Forkopimda, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta seluruh tamu undangan lainnya melakukan ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan Bakti Wiratama di Bojong.(didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Selanjutnya ia mengajak umat islam supaya memperbanyak amal baik, nambah sodakoh , nambah silaturahmi dan yang paling penting adalah terus menerus mencari ilmu untuk kita bisa selamat di dunia dan akherat.
Ia menuturkan syarat jika ingin selamat ada 4 menurut Kanjeng Nabi . Yang pertama menjadi alim, seperti kyai , kedua jadi santri. Ketiga harus menjadi orang yang rajin mendengar petuah petuah agama. Yang keempat, menjadi orang orang yang mencintai orang yang punya ilmu, mencintai orang sholeh/sholekhah, orang orang yang baik,
“Insyaallah dengan mencintai orang orang tersebut kita semua dimasukkan dalam golongan orang orang yang selamat” tuturnya.
Selanjutnya, Bupati Pekalongan melalui momentum peringatan Maulidurrosululloh SAW tersebut dirinya beserta jajaran minta doa restu supaya bisa menjalankan amanah dari masyarakat kabupaten Pekalongan untuk membangun masyarakat supaya tatanannya semakin bertambah baik.
"Yang kemarin sudah baik kita teruskan, sambil terus menerus mencari kebaikan baru untuk menuju kebaikan seterusnya. Kebaikan maknanya banyak. Pertama angka kemiskinan turun. Ekonomi masyarakat tumbuh dengan baik, Aman tidak ada musibah yang menimpa masyarakat kabupaten Pekalongan, itu juga kebaikan. Hasil panen yang baik, Wereng wereng /hama sudah pergi dari tempatnya, itu juga kebaikan, " ucapnya.
“Kebaikan caro mriki urip ingkang toto tentrem kertoraharjo. Rojo koyo muleh marang kandange dewe dewe”, tambahnya.
Sementara itu pada kesempatan Mauidhoh khasanah yang disampaikan oleh Habaib Muhdor Assegaf Alhusae dari Pemalang mengajak hadirin untuk selalu meneladani Nabi Muhammad SAW dan menjelaskan tentang perjalanan perjuangan Nabi Muhammad SAW.(red)
Untuk itu, kata Bupati, para Pemuda Pelopor kita kumpulkan, kita ajak sharing pengalaman. Kira-kira peran Pemerintah dimana, sehingga mereka itu lebih berdaya guna.
"Seperti pencipta pavling block dari sampah. Pemkab Pekalongan akan memfasilitasi dan menghubungkan antara TPA dengan pabrik yang akan dirancang," terang Bupati.
Disamping itu, kata Bupati, ada lagi yang lainnya yakni permen herbal untuk kesehatan, juga ada pengembangan dari para programer komputer.
"Kemudian juga ada yang ingin mewujudkan Kabupaten Pekalongan ada sebuah entitas yang bergerak khusus untuk pemberdayaan bahasa Inggris. Lalu, pemberdayaan organisasi yakni bagaimana anak-anak muda kita juga terlibat penurunan angka stunting seperti dari Nasiyatul Aisyiyah, Iqro, IPPNU yang terus-menerus berupaya agar pendidikan pranikah ini bisa terus berjalan dengan baik, pendidikan keremajaan putri ini bekerja dengan baik. Semua diinisiasi dan dipelopori oleh mereka semua, " papar Bupati Pekalongan.
Tentu, jelas Bupati, Pemerintah akan memfasilitasi dan mendukung terus agar program ini berjalan semakin baik.
" Ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena kami melihat potensi yang ada di mereka sungguh luar biasa untuk mempercepat dinamika pembangunan di Kabupaten Pekalongan," tandas Bupati.
Dalam acara sharing pengalaman tersebut, satu persatu para Pemuda Pelopor berbagi pengalamannya dengan Bupati Pekalongan dan seluruh yang hadir.
Para Pemuda Pelopor dan organisasi kepemudaan yang berprestasi dari berbagai bidang. Antara lain untuk Bidang Pendidikan, juara I Bayu Taufan H, juara II Isnah Kharimah dan juara III Galang Setianto.
Selanjutnya, Bidang SDA, Lingkungan dan Pariwisata. Juara I M. Kuswoto (juga juara III tingkat Provinsi), juara II M. Rusbiyana dan juara III Siti Umi Kulsum. Dan di Bidang Pangan, untuk juara I Ainun Muthoharoh, juara II Abdul Basir dan juara III Silvi Amalia. Serta Bidang Organisasi, juara I yaitu Nasiyatul Aisyiyah, juara II Iqro dan juara III IPPNU Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)