KAJEN – Kabupaten Pekalongan punya gawe besar, dimana selama dua hari berturut – turut yaitu 23 – 24 November 2016 digelar acara bertajuk Indonesia Forestry Summit “Membangun dari Hutan untuk Kesejahteraan Masyarakat” di Hotel Santika Pekalongan. Kegiatan yang dihadiri oleh elemen masyarakat kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemprov Jawa Tengah, Praktisi Kehutanan, LSM, Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Bupati Pekalongan dan Wakil Bupati Pekalongan beserta jajaran SKPD yang membidangi kehutanan di Kabupaten Pekalongan tersebut dibuka oleh Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Prof. Dr. Ir. San Afri Awang, MSc.
Pada hari pertama perhelatan, dilangsungkan dialog dengan panelis diantaranya Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Anggota DPR-RI Budiman Sujatmiko, Guru Besar Manajemen Lingkungan Universitas Diponegoro Prof. Sudharto P Hadi, Ph.D, Kepala Dinas Kehutanan Prov. Jateng, Bowo Suryoko, serta Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, SH. M.Si.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan menegaskan komitmennya untuk melestarikan dan menjaga hutan alam Petungkriyono, yang merupakan salah satu kawasan hutan alam yang tersisa di Indonesia, dan satu – satunya paru – paru Pulau Jawa, untuk itu Asip sudah mengusulkan ke pusat perihal pelarangan penebangan pohon purba di hutan seluas 12.000 hektar tersebut. Selain itu Asip juga akan menggalakkan penanaman pohon di kawasan kosong di hutan Petungkriyono. Hal itu menurutnya sangat penting dilakukan sebagai upaya penjagaan dan pelestarian hutan dan harus dilaksanakan bersama- sama.
Asip juga menyatakan bahwa pengelolaan hutan alam Petungkriyono akan dimanfaatkan dan dikelola secara baik untuk kesejahteraan masyarakat, seperti yang selama ini telah berjalan, karena menurutnya hutan Petungkriyono menyimpan banyak potensi diantaranya pesona alamnya yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi obyek wisata, dan penelitian. Oleh karena itu Asip menyatakan akan segera membuat kebijakan yang sesuai dengan situasi riil daerah, sehingga bisa mendukung pembangunan daerah sekaligus tetap melindungi kawasan hutan tetap hijau dan lestari.
Asip juga berpesan agar dalam mengelola dan menjaga hutan untuk kemaslahatan umat juga harus dilandasi dengan semangat religi, agar benar-benar tertanam di hati sehingga benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat. “Perlu dukungan berbagai pihak, kementerian dan sejumlah pihak untuk bersama-sama berkomitmen menjaga kelestarian hutan Petungkriyono, dan dalam acara ini semuanya sudah mendukung, karena tidak bisa kalau Pemkab Pekalongan saja,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Prov.Jateng mengungkapkan bahwa diperlukan langkah-langkah inovatif, dan ide-ide brilian yang langsung bisa dieksekusi dalam pengelolaan hutan untuk kesejahteraan masyarakat, sehingga membawa manfaat bagi masyarakat sekitarnya. “ Menteri akan melaunching Petungkriyono Forestry Park, sebagai tempat penelitian dan juga wisata hutan,” ungkapnya.
Pada bagian lain, San Afri Awang mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemkab. Pekalongan dalam menjaga keutuhan dan kelestarian hutan Petungkriyono, diantaranya dengan melarang penebangan pohon di hutan. San Afri juga berpesan agar kelestarian daerah – daerah dataran tinggi dijaga, karena tempat ini merupakan sumber air bersih.
Hari kedua perhelatan diteruskan dengan kegiatan field trip, yang diikuti oleh para tamu yang hadir pada saat pembukaan, Muspida, dan perwakilan SKPD terkait, dengan rangkaian acara penanaman pohon di obyek wisata Curug Bajing sebagai bentuk tindakan nyata pelestarian lingkungan, serta penandatanganan Komunike Petungkriyono untuk penyelamatan hutan dan kemanusiaan oleh pemerintah, peneliti, pecinta hutan, pemerhati lingkungan hidup yang diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan atau rekomendasi bagi semua pihak dan pemangku kepentingan dalam membuat kebijakan.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 24 November 2016
KAJEN - Kabupaten Pekalongan menerima penghargaan Perpuseru dalam membangun kualitas SDM melalui transformasi perpustakaan. Penghargaan tersebut diterima Bupati Pekalongan H. AsIp Kholbihi, SH, MSi di Jakarta Rabu (16/11) lalu. “Terimakasih pada para arsiparis, para pustakawan dan para petugas penyelenggara perpustakaan taman baca - taman baca di Kabupaten, karena Kabupaten Pekalongan mendapat penghargaan perpustakaan transpormatif. Semoga bermanfaat dan menjadi kewajiban kita sebagai khodimul ummah untuk mencerdaskan masyarakat,” ujar Asip.
Lebih lanjut Asip menyampaikan bahwa kedepan lebih di tingkatkan lagi sehingga nanti juga akan dikembangkan dengan berbagai ilmu pengetahuan. “Jadi membaca adalah bagian dari bagaimana kita meningkatkan ilmu kita,” kata Asip.
Pada kesempatan tersebut Asip mengungkapkan komitmen Pemkab. Pekalongan dalam rangka mencerdaskan generasi muda, pertama akan meningkatkan kualitas sumber daya perpustakaan dengan membenahi sarana dan prasarana perpustakaan. “Kab. Pekalongan ini sudah mempunyai perpustakaan digital dan ini akan kita kembangkan. Perpustakaan desa nanti akan kita dorong di semua desa supaya terbentuk karena regulasinya memungkinkan dengan dana desa,” jelasnya.
Terkait dengan perpustakaan fase kabupaten, menurut Asip Kantor Perpustakaan Kabupaten juga akan dibenahi supaya lebih representatif lagi untuk menarik warga masyarakat supaya rajin membaca karena dengan membaca inilah masa depan akan lebih terarah, pengetahuan akan kita dapatkan, sehingga hal-hal yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat lewat perpustakaan ini semakin konkrit.
“Yang lebih penting, bahwa perpustakaan sekarang harus menyesuaikan dengan dinamika masyarakat, terutama adalah perpustakaan yang transpormatif, tentunya dengan menggunakan sarana prasarana digital. “Komputernya harus disediakan. Masing-masing desa, saya perintahkan kepada seluruh Kepala Desa nanti agar perpustakaan desa ini harus berbasis teknologi, berbasis digital, dan untuk sarana dan prasaranya nanti akan kita kerjasamakan dengan pihak lain,” lanjutnya.
KAJEN – Semarak Muharam dapat di wujudkan dalam berbagai hal yang positif seperti pengajian akbar yang di laksanakan di Lapangan Batalyon Infantri 407 Wonopringgo Kec. Wonopringgo Kab. Pekalongan dengan tema “Silaturahmi budaya dan pengajian umum dalam rangka Semarak Muharam 1438 H dan Hari Santri Tahun 2016” pada hari Jumat (28/10/2016).
Kegiatan pengajian akbar tersebut dimulai pada pukul 19.30 WIB dan di hadiri ribuan pengunjung dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan serta diisi oleh pembicara DR. Zastrow Al Ngatawi, Ki Ageng Ganjur serta bintang tamu Mel Sandi dan Candra Malik. Hadir pula Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH. M.Si, Ketua PCNU KH. Muslikh Khudori beserta pengurus dan Muspika Kec. Wonopringgo.
Bupati dalam sambutan menyambut baik kegiatan yang digelar pada malam hari itu. Katanya, kegiatan yang dilaksanakan oleh Ki Zastrow sudah menjelajah kemana-mana dalam rangka merekatkan kembali tali silaturahmi, dalam rangka merangkai kembali ukhuwah Nahdliyyah diantara kita dan dalam rangka mempertahankan NKRI.
“Karena NKRI adalah amanat dari para ulama, para kyai dan para pendiri negeri ini agar kita pertahankan di tengah situasi pergaulan global, di tengah-tengah erosi kebangsaan, dan di tengah maraknya paham keberagamaan yang kadang-kadang mengancam eksistensi NKRI,” ungkap Bupati.
Melalui acara inilah kita merefresh kembali, ayo kita kembalikan semangat juang kita di era pembangunan ini. Bupati mengajak kepada seluruh anak-anak Kabupaten Pekalongan, para generasi muda untuk membangun Kabupaten Pekalongan supaya lebih baik. Karena, terang Bupati, misi kita adalah mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang bahagia lahir batin, memiliki ciri religiusitas serta menjunjung tinggi nilai-nilai lokal. “Karena kota kita adalah Kota Santri, maka saya berharap kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan, dakwah Islamiyah, kita adakan terus-menerus guna membuka wawasan kita,” terangnya.
KAJEN – Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si hari ini (28/10) menjadi pembina upacara pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke – 88 tingkat Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan di Alun – alun Kajen. Upacara dihadiri pula oleh Muspida Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan beserta para kepala SKPD, para PNS di Lingkungan Pemkab. Pekalongan serta para pemuda dan pelajar Kab. Pekalongan. Upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran tari kolosal kreativitas karya seni pemuda Kab. Pekalongan yang berkolaborasi dengan Sanggar “Surya Budaya-Wiradesa dan siswa SMA N 1 Wiradesa dengan ilustrasi musik live dari “komunitas marawis Pekalongan (Kompak) dan Display drumband dari “Gema Nada Kharisma” SMP Islam Pegandon Karangdadap.
Usai pelaksanaan upacara, Bupati Pekalongan menyerahkan secara langsung piala dan penghargaan kepada juara Pemuda Pelopor Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 yaitu di Bidang Pendidikan diraih oleh Rizqy Rahmad Hani, S.Pd ( Juara 1), M. Chairul Kamal (Juara 2), M. Fairuz Rosyid (Juara 3), di bidang Seni Budaya Pariwisata dan Bela negara diraih oleh Abdullah (juara 1), Cahya Ari Safira (juara 2), Rofi Rendiyanto (juara 3), serta di bidang pangan diraih oleh Giat Pamungkas (juara 1), Suroso (juara 2), Nur Ardiyah (juara 3). Penghargaan lain yang juga diberikan oleh Bupati yaitu kepada Juara Wirausaha Pemuda Kab. Pekalongan yang diraih oleh M. Choirul Kamal (Juara 1), Ghani Yulisetyawan (juara 2), dan Ardi Wiyono (juara 3), serta juara lomba kebangsaan pemuda oleh Ita Vera (juara 1), Siti Umriyati (juara 2), Ardiansyah (juara 3), dan yang terakhir juara lomba organisasi kepemudaan tingkat Kab. Pekalongan yang diraih oleh Iqro Klub (juara 1), PC IPPNU (juara 2), serta PC IPNU ( juara 3).
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati Pekalongan, menyampaikan salam hangatnya kepada tokoh-tokoh pemuda di seluruh penjuru negeri dan mancanegara beserta keluarganya. Dirinya berpesan kepada mereka untuk tetap berjuang dan berupaya sekuat tenaga demi kemajuan dan kemakmuran Bangsa Indonesia, serta terus menjaga keutuhan NKRI.
KAJEN – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 1438 H/2016 M yang jatuh pada hari Sabtu, 22 Oktober 2016, para santri di Kabupaten dan Kota Pekalongan bersatu padu untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, diantaranya adalah diawali dengan Lomba Rebana pada hari Jumat (21/10) kemarin yang diikuti oleh Santriwan dan santriwati dari beberapa Pondok Pesantren di wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan.
Wayang Santri dengan dalang Ki Enthus Susmono juga ikut memeriahkan Peringatan Hari Santri Nasional yang merupakan kegiatan bersama Kabupaten dan Kota Pekalongan yang digelar di Kabupaten Pekalongan ini. Wayang santri dipentaskan pada Jumat malam (21/10) di halaman Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen dengan tokoh Lupit dalam lakonnya Lupit Kembar Mustika Delima.
Kegiatan yang lain adalah Seminar para kyai utuk memperkokoh Pancasila dan UUD 1945 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan. Istighotsah untuk mendoakan negara Republik Indonesia demi kebaikan dan kemaslahatan bangsa dan negara juga diselenggarakan untuk memperingati hari yang baru pertama kali diperingati tersebut.
Selanjutnya sebagai puncak acara, kurang lebih 4000 santri putra dan putri dari beberapa pondok pesantren serta sekolah sekolah dibawah yayasan maarif dan masyarakat umum di wilayah Kab/Kota Pekalongan mengikuti Kirab Merah Putih pada hari sabtu pagi, 22 Oktober 2016. Kirab dilepas oleh wakil Bupati Pekalongan Ir.Arini Harimurti di Lapangan Kebon Agung Kajen dan diterima oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi di Boulevarrd Rumah Dinas Bupati Pekalongan jalan Mandurorejo Kajen.
Bupati yang pagi itu didampingi oleh para Ulama dan Asisten Sekda serta beberapa Kepala SKPD Kab. Pekalongan menyampaikan harapannya pada para Santri sebagai generasi penerus bangsa untuk terus menerus mencari ilmu sebagai bekal bagi kehidupan untuk keselamatan dunia dan akhirat. “Mondok bukan pilihan, tetapi adalah sebuah keharusan karena menyeimbangkan ilmu umum dan ilmu agama ini sangat penting bagi kita. Adik-adik sekalian jangan kuatir, kalian bisa menjadi Bupati seperti saya atau profesi apapun yang mulia kalau Allah menghendaki,” ujar Asip.
Jakarta - Perhelatan pesta olahraga rekreasi dunia atau TAFISA Games yang ke-enam, akan dimulai dari tanggal 6 hingga 12 Oktober mendatang. Sebanyak 87 negara dan 29 provinsi telah mengonfirmasi kehadirannya dalam ajang yang dikenal sebagai olimpiade- nya olahraga rekreasi dan tradisional dari seluruh dunia ini.
Lebih dari 9000 delegasi yang terdiri dari atlet, official dan manajer yang berasal dari negara-negara di 5 benua akan mengikuti 50 cabang olahraga yang dipertandingkan. Sebagian besar olahraga rekreasi, perlombaan dan eksebisi ini akan digelar di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, sementara sejumlah lokasi lain yang juga digunakan antara lain: Arena Jakarta International Expo-Kemayoran, Taman Mini Indonesia Indah, Bintaro Exchange Mall, Gelanggang Olahraga (GOR) Cempaka Putih, GOR Sunter, GOR Tanjung Priok hingga Kepulauan Seribu.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi berharap pelaksanaan event olahraga rekreasi dunia ini menjadi bukti bahwa Indonesia mulai mendapatkan kepercayaan untuk menggelar event-event olahraga berkelas internasional. Menpora mengajak semua pihak bekerjasama dan sama sama bekerja untuk menyukseskan pelaksanaan event ini.
"TAFISA juga menjadi momentum berkumpulnya masyarakat olahraga dunia untuk melihat bahwa fondasi olahraga benar benar dipupuk dari olahraga tradisional dan olahraga rekreasi. Saya mengajak semua pihak menyukseskan acara ini demi harumnya nama bangsa Indonesia, mendorong industri olahraga dan pariwisata di tanah air dan dapat berkontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat," harap Imam.
Upacara Pembukaan TAFISA Games 2016 akan berlangsung pada tanggal 8 Oktober
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan rob yang terjadi di wilayah Pantura Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut diperkuat dengan dilaksanakannya rapat pembahasan bersama Pemkab. Pekalongan dengan jajaran Kemeterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam hal ini dengan Kepala Balai Sungai Kementerian PUPR di Jakarta baru –baru ini.
Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Arini Harimurti dalam laporannya kepada Kemeterian PUPR mengungkapkan harapannya kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR untuk dapat membantu pelaksanaan pembangunan atau penanganan permasalahan banjir rob di Kabupaten Pekalongan secepat mungkin. “ Saya berharap secara fisik penanganan rob pada 2017 sudah dapat tereaslisasi, mengingat kondisi masyarakat yang terdampak sangat memprihatinkan,” terang Arini.
Ditegaskan Arini bahwa Pemkab. Pekalongan siap membantu kelancaran pelaksanaan program penanganan banjir rob, yang rencanannya akan dilaksanakan dengan sistem sharing dengan pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Jawa Tengah.” Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di lapangan,” tegas Arini.
Sementara itu, dalam pembahasan yang juga dihadiri oleh Kepala Bappeda Kab. Pekalongan, Kepala Dinas PSDAESDM, Kab. Pekalongan serta Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan Kab, Pekalongan serta PSDA Provinsi Jawa Tengah tersebut, Direktur Sungai dan Pantai Kemen PUPR, Ir. Hari Suprayogi, M.Eng menyampaikan bahwa penanganan rob di Jawa Tengah menjadi prioritas Kemeterian PUPR termasuk yang terjadi di Kab. Pekalongan, dan diharapkan dapat terselesaikan dalam waktu dekat. Namun ditambahkan Hari bahwa dalam pelaksanaannya diperlukan kajian dan DED yang akurat dan mendalam, oleh karena itu pihaknya berjaji akan segera menyelesaikan Basic Desain penanganan rob supaya bisa diselesaikan di Tahun 2016. “ Harus ada kejelasan pembagian tugas dan tanggungjawab antara pusat, propinsi dan daerah karena ini tidak dapat diselesaikan oleh salah satu pihak saja, namun harus ada kerjasama dan sinergitas,” ungkap Hari.
KAJEN – Dihadapan lebih dari 100 tamu undangan yang terdiri dari kuran leblih 50 duta besar dan perwakilan negara tetangga serta para pengusaha Nasional. Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH,MSi Jumat malam (30/9/2016) memaparkan potensi yang dimiliki Kabupaten Pekalongan yang disebutnya dengan The Beauty of Kabupaten Pekalongan. “Silahkan datang ke kabupaten Pekalongan, kami akan melayani dengan sepenuh hati, memudahkan investasi dan tentu saja menyuguhkan panorama alam yang luar biasa untuk anda semua,” ujar Bupati dalam acara yang digelar di Oasis Restaurant, Cikini-Jakarta Pusat tersebut.
Acara yang bertajuk “Diplomat Friendly Gathering Night” ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan tujuan selain untuk bersilaturahmi dengan para duta besar negara tetangga juga agar dapat terjalin suatu investasi kerjasama dengan Kabupaten Pekalongan mengingat potensi yang luar biasa yang dimiliki Kabupaten yang satu ini.
Adapun para duta besar yang hadir antara lain Kolonel Usman dari Pus Bahya Kemban , Brigjen Palitha Fernando dari Sri Lanka, Pham van San dari Vietnam, Mayu Beneta Navata dari Fiji Islaros, Julia Mirangwanda dari Zimbabwe, Kolonel Aziz Malik dari Pho Islamabad, Doyun Yu dari Zmsus Konza, Ruzaini A. Razak dari Kualalumpur, Gonzalo Vega dari Embassy of Equador, Philip O Onand dari Philipina, Belay saba dari Perancis, Imtizo Hussain Naz dari Pakistan, Le Nguyen Huang Trih dan Nguyen De Ngar Grang dari Vietnam, Taher Hamed dari Palestina, Mubashin Najix Furogi dari Pakistan, Abdullah Al fadhli dari Kuwait, An Kwang Se dan Kim Myong Chol dari Korea, Dilini Lenasala dari Sri lanka, Oxana Paushan dari Pour Seasonss Setiabudi, Eva Schilling dari Sun Rise House Setiabudi, Sandi Gikhosly dari Libya, Gol Sanjay Khamol dan Ltgh Anoop dari India, Tumur dan Myaga dari Mongolia, Alexey Kelogin dari Kedubes Rusia, Davel Bluronlev dari Russian Embassy, Renade Saibanpi dari Jerman, Daniella Hirsiger dari Switzerland, David Zhau dan Nathau Posey serta Kaneko Zanos dari Amerika Serikat, Manisa dari DCM embassy of Indonesia, Masond Elkhosly dari Libya, Nicholas Lee dari Sigapura, Alexander dari Embassy of Belorus, Xie Kamgum dan Wei Qing dari china, Anirban Neogel dari Banglades, serta duta besar dari Venuzuela, Italia dan lain sebagainya.
Dijelaskan Asip, saat ini ada beberapa operator jaringan seluler yang sudah bekerjasama, yang memudahkan desa mendapat akses internet yang baik. “Jadi intinya semua desa di Kabupaten Pekalongan harus ada perpustakaan yang memadai dan ini didukung oleh sistem pendanaan yang berorientasi kepada pemberdayaan. Bisa diambilkan dari dana desa dan nanti sportingnya bisa menggunakan dana APBD. Tetapi yang lebih penting, menggerakkan partisipasi dan sumberdaya serta sumberdana dari masyarakat. Saya kira ini akan lebih efektif,” jelas Asip.
Sementara itu, Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pekalongan Tuti Iriyanti, SH, MSi mengungkapkan selama ini perpustakaan di Indonesia identik dengan sebuah tempat yang membosankan dan berbau apek. Dengan cap demikian, tak heran bila masyarakat malas berkunjung ke perpustakaan. Citra negatif itulah yang coba diubah oleh Pihak Swasta melalui program 'PerpuSeru'. “PerpuSeru merupakan program pengembangan perpustakaan di Indonesia dengan tujuan menjadikannya pusat belajar dan berkegiatan masyarakat yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi,” tambah Tuti.
Dijelaskan Tuti, dengan adanya program PerpuSeru, perpustakaan bertranformasi menjadi sebuah tempat yang menyenangkan dan pusat belajar serta berkegiatan masyarakat yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. “Masyarakat dapat merasakan secara langsung dampak dari program tersebut terhadap peningkatan kualitas hidup mereka,” ujarnya. (451h/H-)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 17 November 2016
“Saya akan kembangkan beberapa program antara lain mengembalikan kembali melalui maklumat (Peraturan Daerah) Bupati Pekalongan, bertepatan dengan Hari Santri bahwa setiap waktu maghrib sampai isya kita semua harus belajar. Kita gunakan waktu tersebut untuk mengaji, untuk belajar sambil nguri-nguri apa yang dahulu sudah dilakukan oleh para pendahulu, para leluhur kita, nenek moyang dan para orang-orang tua kita,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, pada tahun 60-an, 70-an sampai penghujung 80-an setiap rumah di kampung-kampung setiap waktu setelah sholat maghrib suara yang terdengar adalah suara orang mengaji. Tetapi awal tahun 90-an tradisi ini pelan-pelan hilang dan setiap rumah suara yang terdengar adalah suara televisi. Oleh karena itu, mulai Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda kita akan bangun kembali semangat untuk mempertahankan nilai-nilai/ tradisi-tradisi lama yang baik sambil terus menerus kita melakukan inovasi dan akselerasi guna membangun masyarakat seutuhnya dengan hal-hal yang lebih baik. Dengan harapan apa yang menjadi cita-cita kita bersama yaitu Kabupaten Pekalongan yang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera akan terwujud.
Dalam kesempatan malam hari itu, Bupati juga mempromosikan Petungkriyono yang merupakan salah satu destinasi ekowisata Internasional di Kabupaten Pekalongan yang kita sebut Petungkriyono Culutral Techno Forestry Park.
Petungkriyono, kata Bupati, adalah taman hutan pertama yang ada di Indonesia. Karena apa? Karena data dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia ternyata satu-satunya hutan rimba yang tersisa di pulau Jawa adalah hanya ada di Kabupaten Pekalongan yaitu di wilayah Kecamatan Petungkriyono.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bisa datang ke Petungkriyono untuk menikmati sekaligus mensyukuri nikmat Allah SWT karena alamnya yang elok, hutannya yang mempersona, masyarakatnya dari hari ke hari semakin agamis. Insya Allah Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan konsisten membangun peradaban di Kabupaten Pekalongan khususnya di Kecamatan Petungkriyono dengan pendekatan kebudayaan,” ungkap Bupati,
Jalannya pengajian akbar tersebut dijaga dan diamankan oleh gabungan Polsek Wonopringgo dan Banser GP Ansor Kabupaten Pekalongan yang tersebar di seluruh area kegiatan. (d12k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 28 Oktober 2016
Pada sambutannya kali ini, Menpora banyak menyoroti kalimat seruan Bung Karno, yaitu “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.Dikemukakan Imam, bahwa berdasarkan data demografi Indonesia menyebutkan bahwa jumlah pemuda di Indonesia sesuai dengan UU No.40 Tahun 2009 tentang kepemudaan dengan range usia antara16 -30 tahun, berjumlah 61,8 juta orang, atau 24,5% dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 252 juta orang (BPS, 2014).
Lebih lanjut Imam menjelaskan bahwa mulai Tahun 2020 sampai 2035, Indonesia akan menikmati suatu era yang langka yang disebut dengan Bonus Demografi. Dimana jumlah usia produktif Indonesia diproyeksikan berada pada grafik tertinggi dalam sejarah bangsa ini, yaitu mencapai 64% dari total jumlah penduduk Indonesia sebesar 297 juta jiwa. “ Rasio sederhananya dapat digambarkan bahwa disetiap 100 penduduk Indonesia, terdapat 64 orang yang berusia produktif, sisanya 46 orang adalah usia anak-anak dan lansia,” terangnya.
Bonus demografi ini menurut Imam akan menjadi windows opportunity (peluang) yang sangat strategis bagi sebuah negara untuk dapat melakukan percepatan pembangunan ekonomi dengan dukungan ketersediaan sumber daya manusia usia produktif dalam jumlah yang cukup signifikan. “ Usia produktif diatas 64% sudah lebih dari cukup bagi Indonesia untuk melesat menjadi negara maju, itu adalah rasio usia produktif terbaik Indonesia,” tegasny.
Kondisi tersebut menurut Menpora tentu ada relevansinya dengan pidato Bung Karno tentang sepuluh pemuda mengguncang dunia, karena sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan di kancah dunia namun dibutuhkan pula pemuda yang berkualitas dan memiliki visi yang besar untuk menatap dunia.
Menpora dalam sambutannya juga menyampaikan rasa bangganya kepada para generasi muda Indonesia yang mampu menorehkan prestasi, terutama di kancah internasional, seperti Rio Haryanto (pebalap mobil internasional F.1), Owi – Butet ( Peraih emas cabang olahraga Bulutangkis di Olimpiade Rio de Jeneiro Brasil), serta talenta – talenta muda di sektor – sektor lain seperti Industri kreatif, musik, start up, dan teknologi informasi.
Menutup sambutannya, Menpora mengajak seluruh anak muda Indonesia untuk terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia, terutama di mata dunia. “ Mari kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia,”.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 28 Oktober 2016
Lebih lanjut Asip menyampaikan bahwa hari santri ini sebenarnya untuk menumbuhkan kembali semangat patriotisme dan nasionalisme sekaligus mengenang kembali perjuangan para leluhur pada tahun 1948 yaitu pada saat Agresi Bellanda II. Saat itu, ratusan kyai di nusantara dibawah pimpinan Ky.H.Hasyim Asyari bersepakat untuk bersatu padu mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang pada saat itu baru merdeka. “Ayo, semangat dan jiwa mempertahankan kemerdekaan ini kita warisi. Jangan putus asa dan jangan pesismis. Santri harus optimis, dan mencari ilmu itu panjang masanya,” pesan Bupati.
Menurut Bupati, semangat ini sekarang hendaknya di elaborasi dalam bentuk belajar, semangat untuk bersatu dan menghargai orang lain serta untuk mencintai dan mempertahankan NKRI dan untuk yang tidak bisa ditawar yaitu NKRI harga mati. “Insya allah kegiatan ini akan dijadikan agenda tahunan antara Pemkab dan Kota Pekalongan bersama-sama,” ujar Bupati.
Sementara itu Wakil Bupati Pekalongan dalam sambutannya saat melepas para Santri menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh yang terlibat dalam acara ini, khususnya paserta kirab dan panitia penyelenggara sehingga seluruh komponen masyarakat dapat menyaksikan bersama kemeriahan dan kekompakan para santri di willayah Kabupaten dan Kota Pekalongan dalam memperingatai Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober ini.
Menurut Arini hal ini menunjukkan bahwa kekompakan para santri ini merupakan cerminan khususnya di Kabupaten dan kota Pekalongan untuk saling mendukung didalam syiar Islam maupun didalam menjaga dan memperkokoh Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana tema peringatan Hari Santri bahwa “Kita Bertekad untuk Memperkokoh Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. “Saya harap kekompakan ini senantiasa dijaga sehingga NKRI tetap eksis, dan Saya harap ditahun mendatang kegiatan ini akan dapat ditingkatkan sehingga diantara kita semakin kompak dan semakin kokoh,” harap Arini. (451h & Tim Pubdok)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Sabtu, 22 Oktober 2016
2016 di Pantai Carnaval, Ancol Beach City. Presiden Joko Widodo direncanakan akan menghadiri upacara pembukaan yang memadukan unsur unsur kebudayaan Indonesia dalam balutan teknologi dengan tema: "Budaya Bertemu Teknologi, Indonesia Hebat."
Ketua Panitia Pelaksana TAFISA yang juga ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Hayono Isman mengatakan, pelaksanaan event TAFISA Games 2016 menjadi momentum awal dari kebangkitan olahraga tradisional Indonesia.
"Melalui TAFISA kita akan memperkenalkan olahraga tradisional yang dimiliki Indonesia. Pada saat kongres TAFISA di Frankfurt, Jerman tahun 2011 lalu, Indonesia bisa mengalahkan Belanda karena kekayaan olahraga tradisionalnya, maka penetapan Indonesia sebagai tuan rumah adalah bentuk penghormatan dunia," jelas Hayono.
Dalam berbagai kesempatan sebelumnya, Hayono juga mengatakan TAFISA merupakan pesta olahraga internasional yang begitu kuat mencerminkan kekayaan dan keragaman olahraga bangsa bangsa di dunia.
"Momen ini menjadi terasa istimewa karena menjadi ajang pertemuan dan penjalinan persahabatan yang erat bagi seluruh warga dunia yang mencintai olahraga," kata Hayono lagi.
TAFISA Games 2016 memiliki banyak agenda antara lain kejuaraan dan kompetisi dalam kategori Action Sports, Extreme Sports, Adventure Sports, E- Sports dan nomor khusus untuk penyandang disabilitas. Selain itu ada juga ajang eksibisi yang akan diisi oleh sejumlah negara.
TAFISA Games 2016 tidak hanya menggelar perlombaan dan eksebisi puluhan cabang yang penuh dengan keunikan kultural seperti senam Zumba dari Kolombia, seni bela diri Chanbara dari Jepang, seni bela diri Muay-Thai asal Thailand, dan juga seni bela diri Pencak Silat khas Indonesia. Lebih daripada itu TAFISA menjadi perhelatan yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menampilkan bentuk olahraga rekreasi dan tradisional dari latar belakang budayanya masing-masing.
Selama penyelenggaraan TAFISA akan dilakukan sejumlah pemecahan rekor dunia antara lain: pemecahan rekor dunia pelajar bermain egrang terbanyak dan pemecahan rekor dunia layang-layang. Sementara itu sebagai event pendukung akan digelar pula berbagai eksebisi yang mengenalkan berbagai produk dalam bidang fashion olahraga, kuliner, kerajinan tangan hingga obat-obatan tradisional Indonesia. Biro Humas Kemenpora dan Tim Komunikasi Pemerintah Kemkominfo.
#TAFISAGames2016
#SportsAreFun
Jumat, 7 Oktober 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 7 Oktober 2016
Senin, 3 Oktober 2016
Berbicara Pekalongan, maka identik dengan batik. Oleh karenanya untuk lebih mengenalkan akan kain tradisional ini, dalam acara yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti, Pimpinan DPRD Hj. Hindun dan beberapa anggotanya, serta Sekda Kab, Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, MSi beserta jajarannya ini, para diplomat disuguhi fashion show Batik Pekalongan yang diperagakan oleh para model.
Tidak hanya itu, para tamu kehormatan tersebut juga disajikan dengan display batik mulai dari batik dengan harga yang paling murah hingga harga ratusan juta rupiah. Disamping itu, para tamu undangan malam itu juga dapat menyaksikan bagaimana cara membuat batik dengan warna alam yang ramah lingkungan. Semuanya ini mengandung harapan agar setelah event ini selesai, para pengusaha batik akan menjadi pembatik yang ulung.
Lebih lanjut orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan ini berharap dengan kegiatan ini hubungan antar pemerintah dan negara tetangga bisa terus terjalin untuk menguatkan bidang ekonomi, sosial, budaya dan politik sehingga bisa bersama-sama saling melengkapi satu sama lain. “Saya mengundang para duta besar untuk datang ke kabupaten Pekalongan, dan lain waktu saya akan berkunjung ke Kedutaan Besar dalam rangka menjelaskan tentang Kabupaten Pekalongan secara lebih luas,” ujar Asip.
Untuk itulah dalam kesempatan tersebut Asip juga memperkenalkan Kabupaten Pekalongan yang terkenal sebagai daerah yang sudah memproduksi batik sejak lama dan seni batik pekalongan ini juga sudah diakui oleh dunia. “Kalau bapak dan ibu datang ke Pekalongan bisa melihat proses membatik dari awal sampai akhir. Sentra-sentra batik, jenis jenis keunggulan batik serta ciri khas batik Pekalongan juga dapat Bapak Ibu ketahui,” tambahnya.
Selain batik, Asip pun menjelaskan bahwa kabupaten pekalongan juga mempunyai satu-satunya hutan perawan yang masih tersisa di pulau Jawa dengan luas kurang lebih 12 hektar yang terletak di Kecamatan Petungkriyono. Dijelaskan Asip, hutan Petungkriyono ini akan dijadikan sebagai pusat konservasi dan pusat penelitian flora dan fauna serta pusat salah satu destinasi wisata unggulan di kab. Pekalongan yaitu wisata alam. “Hutan Petung ini termasuk dalam kategori hutan rimba dan akan kita jadikan sebagai Cultural Tekhno Forensty Park,“ jelasnya.
Sementara itu, menurut Asip, di sektor Agrobisnis, berbagai produk agrobisnis sudah mulai nampak kualitasnya, Kab. Pekalongan memiliki durian yang bagus, dan juga manggis dengan kualitas ekspor. “Kami juga punya karet, pinus dan berbagai tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, sehingga sangat memungkinkan apabila bapak dan Ibu sekalian menanamkan investasi di sektor Agrobisnis di kab. Pekalongan,” tambahnya.
Ditambahkan Asip, Kabupaten Pekalongan juga kaya akan budayanya, baik budaya tari, tarik suara bahkan budaya religi dimana ada pusat-pusat pengembangan agama Islam dan Hindu yang telah ada sejak jaman syailendra.
Destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan sangat lengkap, mulai dari panorama pantai yang mempunyai panjang pantai dari utara pulau jawa sepanjang 10 km, area persawahan yang menghampar luas, hutan yang lebat, perkebunan yang menawan serta banyak sekali air terjun-air terjun yang jumlahnya puluhan dan menghiasi hutan-hutan sekitar kabupaten Pekalongan. “Ini adalah your best investment. Kalau ada yang ingin menanamkan modal di kabupaten Pekalongan, tentu kami akan melakukan berbagai kemudahan, mulai dari persyaratan hingga jaminan keamanan. UMRnya juga masih standar yaitu rata-rata 1 juta 200 ribu rupiah. Lahan di Kab. Pekalongan juga masih sangat murah dengan didukung oleh kondisi sosial yang ramah serta kesetiaan tenaga kerja yang terampil yang sudah disiapkan,” tambahnya.
Para perwira mancanegara sebagai jendral di negaranya diharapkan selalu ingat pada Kabupaten Pekalongan sehingga dapat mendorong para investor datang ke kabupaten Pekalongan, sebuah kabupaten yang terkenal akan batik, budaya dan potensi alamnya yang indah. Karena seperti kita ketahui bersama bahwa para duta besar ini bagaikan ikan gurita yang memiliki lengan panjang, mereka mempunyai jari untuk investasi, dan juga mempunyai jari para stakeholder.
Duta besar terkesan dengan Kabupaten Pekalongan
Duta Besar Mongolia Tumur dan Myaga dari Mongolia mewakili para duta besar yang lain dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya pernah datang ke Pekalongan pada saat Festival Durian pada tahun 2014 lalu, dan juga pernah berkunjung ke rumah batik di Pekalongan. Pada saat kunjungannya ke rumah batik inilah beliau menemukan ide bagus tentang design batik dan kemudian dirinya menyampaikan idenya pada designer batik dari Mongolia untuk membuat batik nasional mongolia dengan batik Pekalongan. “Batik Pekalongan sudah sangat familiar, dan pada tanggal 2 Desember tahun ini di Grand Billiant akan hadir ratusan tamu dan disitu saya akan pamerkan dann saya agungkan Batik Pekalongan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati mengaku senang dengan kehadiran para duta besar malam itu. Menurut Bupati, pada umumnya mereka sangat terkesan dengan seni batik kab, pekalongan yang memang Pekalongan adalah the lind of batik (kawasan batik) dan the legend of batik. Selanjutnya dalam waktu dekat mereka mengutarakan akan berkunjung ke kabupaten Pekalongan “Mereka tertarik dengan panorama kab, Pekalongan yang ternyata masih menyimpan hutan yang masih perawan dan menawarkan kerjasama untuk penyelamatan lingkungan,” jelas Asip.
Ditambahkan Asip, setelah acara ini, target selanjutnya adalah bagaimana mengfollow up pertemuan malam ini untuk meningkatkan ekomoni masyarakat Kabupaten Pekalongan. Pada jangka pendek akan ada roodshow dari Pemkab. Pekalongan dan pengusaha ke luar negeri untuk mengenalkan Kab, Pekalongan secara lebih komprehensif. “Mereka sangat welcome dan dalam waktu menengah mereka akan mengadakan event event di negara masing-masing dan mereka juga sanggup untuk mempromosikan Kab. Pekalongan, Yang menarik adalah ada keinginan yang kuat dari mereka untuk datang ke Kab. Pekalongan. Insya allah kita akan menjadi tuan rumah yang baik untuk menyambut kedatangannya,” tambah Asip.
Sementara itu disela-sela makan malam bersama para Duta Besar sebagain besar mereka terarik akan Kabupaten Pekalongan dan mengundang Pemkab untuk menindaklanjuti datang ke Duta Besar mereka masing masing untuk membicarakan berbagai hal . Dan Berharap agar Pemkab Pekalongan mengundang mereka agar mengetahui lebih dalam tentang Kabupaten Pekalongan.
Dubes Korea Utara Ann Kwang mengungkapkan bahwa dirinya sangat terkesan dengan nikmatnya kopi petung yang pernah dibawakan temannya dari Pekalongan. An Kwang juga menyampaikan Kemungkinan untuk dapat bekerjasama mengimpor sutra dari Kab. Pekalongan ke negaranya.
Mendengar hal ini, Dubes Rusia Alexander Smirnov pun mengajak Bupati Pekalongan untuk melakukan pertemuan berikutnya di Jakarta terkait dengan ekspor sutra ke negaranya. Bupatipun menyambut baik hal tersebut dan berjanji akan mengatur segala sesuatunya.
Sementara itu Wakil Bupati Pekalongan di kesempatan yang sama menyampaikan semoga selanjutnya dengan diadakan kegiatan dapat membangun komunikasi dengan negara lain. Sehingga akan terbangun kerjasama yang baik sehingga dapat meningkatkan kesejahetaraan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan
Dibagian lain Ketua DPRD Kab. Pekalongan Hj. Hindun memberikan komentarnya bahwa acara Diplomat Friendly Gathering Naight seperti ini sangat bagus sekali untuk mempromosikan Kab. Pekalongan tentang berbagai wisata yang ada serta batik sebagai budaya asli masyarakat Kab. Pekalongan yang harus dikembangkan. “Kita dukung apa yang dilakukan Bupati, agar Pekalongan bukan hanya Go Nasional tapi Go Internasional, karena itu berdampak luas bagi kondisi ekonomi masyarakat kita,” ujarnya.
Dilain pihak H. Failasuf sebagai pengusaha batik juga berpendapat bahwa acara pertemuan antara pengusaha, pemerintah dan juga para duta besar seperti ini sangat baik. “Pertemuan malam ini terasa hangat, santai dan rilex, namun menurut saya tidak cukup berhenti disini, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan pertemuan yang lain. Mereka yang datang ketempat kita atau kita yang berkunjung ke negaranya,” harapnya.
Ditambahkannya, para duta besar tersebut sangat tertarik dengan proses pembuatan batik, yang baru mereka ketahui bahwa ternyata proses pembuatan batik sampai menjadi design di baju sangatlah rumit dengan rentang warna hingga menjadi sebuah baju yang sangat indah dipakai. “Dengan melihat proses pembuatannya, pewarnaannya yang sulit, lalu diperagakan, mereka lebih tertarik untuk membeli dan memakai kain khas kab. Pekalongan ini,” tambahnya.
Sebagai Ketua KADIN Kabupaten Pekalongan, H. Failasuf berharap ada event-event lain untuk dapat mengundang para Dubes datang ke Kabupaten Pekalongan sehingga lebih efektif karena mereka akan melihat secara langsung proses pembuatan batik dari awal hingga akhir, tidak seperti disini yang hanya memberikan gambaran singkat tentang Pekalongan,” harapnya.
Salah seorang pengusaha batik dan designer batik dari Jakarta Nina Kareniena mengaku sangat senang dengan acara ini, diapun tertarik dengan batik warna alam yang ditampilkan dalam acara tersebut, dan bahkan ingin belajar lebih dalam tentang bagaimana cara membuat batik dengan warna-warna alam yang ramah lingkungan ini. (451h & Hamhum)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Sabtu, 1 Oktober 2016