KAJEN – Rafa Fazlur Rahman (22 tahun) asal Kesesi dan Ayu Lia Putri (17 tahun) dari Bojong berhasil dinobatkan menjadi Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tahun 2016, Sabtu (6/8) kemarin. Kemenangannya ini setelah berhasil menyisihkan 19 finalis lainnya dalam Malam Grand Final Pemilihan Mbak dan Mas Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan di Kajen (6/8).
Adapun untuk juara II Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan 2016 diraih oleh Alfiyan Tanjung (17 th) dari Kajen dan Rima Iklima Dewi (16 th) dari Kedungwuni. Untuk juara III adalah Arno Johan (17 th) dari Kesesi dan Desi Khikma F (18 th) asal Paninggaran .
Ada beberapa kategori kejuaraan dalam ajang bergengsi tersebut, yaitu antara lain juara kategori Multimedia adalah Rizal Aminurdin (17 th) dari Kajen dan Nisrina Hazna Fadhilah (18 th) dari Kedungwuni. Sedang juara berbakat putri adalah Amanata Siti Sapnarni (19 th) dari Wiradesa dan putra Robih Arnan (23 th) dari Wonopringgo. Untuk juara inteligensia dinobatkan pada Mohammad Khoirun Nahdi (20 th) asal Buaran dan Arisya Mega Aryani Rosyadi (17 th) dari Kajen. Sementara untuk juara favorit tamu undangan disandang oleh Rafia Fazlur Rahman yang juga juara 1 dan Arisya Mega.
Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi dalam sambutannya saat membuka acara tersebut memberikan apresiasi kepada para finalis Mas dan Mbak Duta Wisata Kab. Pekalongan 2016. Bupati menyampaikan tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mempromosikan seluruh daerah Kab. Pekalongan baik ditingkat regional, nasional, maupun internasional. Sisi lain acara tersebut untuk mengeksplorasi sejauh mana Sumber daya manusia di Kab. Pekalongan mampu bersaing ditingkat Jawa Tengah, nasional, maupun internasonal.
Bupati mengharap kepada Mas dan Mbak yang terpilih untuk mengemban beberapa tugas mulia antara lain mengenalkan jati diri seni budaya masyarakat Kab. Pekalongan khususnya pada generasi muda. Menurutnya, kekuatan terbesar di tengah era globalisasi saat ini adalah kekuatan jati diri. “Saya berharap untuk para juri untuk dapat menampilkan sejauh mana kemampuan dan internalisasi pengenalan jati diri masyarakat Kab. Pekalongan yang harus dimiliki oleh Mas dan Mbak. Semoga dalam kegiatan ini ditemukan Duta Wisata yang berkualitas dan mampu menjadi penerus dalam mempromosikan pariwisata di Kab. Pekalongan,” ujar Asip.
Terkait dengan telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) “Cultural-Techno Forestry Park” antara Pemkab. Pekalongan, Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur dan yayasan Kehutanan Indonesia Jumat (5/8) yang merupakan salah satu upaya Pemkab. untuk berikhtiar bagaimana Pemkab. Pekalongan bisa mempunyai inisiatif progressif bagi Indonesia dan Dunia dalam rangka membangun dengan konsep keseimbangan yang telah dilaksanakan di Petungkriyono, Bupati menyampaikan bahwa Petungkriyono akan Go Internasional dan akan kedatangan tamu dari Amerika Latin. Sehubungan dengan itu finalis Duta Wisata yang terpilih diharapkan menguasai materi seputar Petungkriyono dengan baik. “Sebagai Mas dan Mbak Duta Wisata diharapkan mampu mengemban tugas dalam mempromosikan berbagai wisata yang ada di Kab. Pekalongan, salah satunya wisata alam dan khususnya harus paham tentang Petungkriyono,” tegas Asip.
Di bagian lain Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Fuadi Jaman dalam laporannya memaparkan bahwa acara tersebut merupakan bagian integral dari pembangunan pariwisata serta pelestarian nilai-nilai seni dan budaya nasional. “Duta wisata merupakan atraksi wisata yang bertujuan melestarikan budaya daerah, serta sarana pengembangan potensi bakat kreatifitas kecerdasan para generasi muda untuk menjadi figur yang dapat berperan dalam mepromosikan kekayaan seni, budaya dan pariwisata,” ujarnya.
Lebih lanjut Farid mengharapkan Duta Wisata dapat memiliki disiplin, dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi untuk membantu pemerintah daerah dan memamerkan serta mempromosikan keanekaragaman kebudayaan daerah kepada para wisatawan. “Para Duta Wisata diharapkan mempunyai kepribadian luhur serta mempunyai kemampuan menyangkut potensi wisata dan potensi ekonomi Kabupaten Pekalongan. Sehingga wajib mengetahui, memahami, menguasai dan mampu mengkomunikasikan berbagai potensi pariwisata dan budaya yang dimiliki daerah dengan sebaik-baiknya,” jelas Fuadi.
Sementara maksud dan tujuan diadakannya pemilihan Duta Wisata ini lanjut Farid adalah untuk meningkatkan citra pariwisata Kab. Pekalongan, meningkatkan promosi kepariwisataan Kab. Pekalongan, dan memperoleh insan generasi muda yang memiliki kepribadian, etika dan penampilan yang menawan, berwawasan serta menguasai materi yang handal mengenai Kab. Pekalongan dan bidang kepariwisataan.
Malam grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tersebut dihadiri pula oleh Wakil Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Ketua Komisi, perwakilan FKPD, para Asisten, para SKPD, Mas dan Mbak Duta Wisata dari Purbalingga, Kab. Batang, Kendal, dan Pemalang, serta para tamu undangan.
Tak ketinggalan dihadirkan 3 juri untuk memberikan penilaian terhadap para finalis, yaitu dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Supomo, SE, M.Par, Basuki, S.Pd, M.Pd dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, dan juri tamu Kidung Paramadita, S.Pd Miss Indonesia Peringkat IV 2016.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Minggu, 7 Agustus 2016
KAJEN – Berbicara tentang pembangunan, selama ini Pemkab. Pekalongan hanya berkonsentrasi pada pembangunan di daerah hilir saja. Jarang sekali pembangunan dilakukan di tingkat hulu. Sementara kalau berbicara masalah hutan di Kabupaten Pekalongan, selama ini masyarakat hanya menjadi penonton saja, mereka bisa berinteraksi dengan hutan, tetapi tidak bisa menyapa dengan baik. Masyarakat asing bisa masuk hutan.
Hal tersebut membuat Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, M,Si ingin merubah pandangan masyarakat menjadi masyarakat yang mengenal hutan, masyarakat yang mempunyai budaya, bergaul dan akrab dengan hutan, tidak hanya menjadi penonton saja seperti yang selama ini kita saksikan. “Kita harus bertanggungjawab, bekerja keras dan bekerja cerdas untuk membangun di tingkat hulu,” tegasnya pada acara Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) “Petungkriyono Cultural - Techno Forestry Park” antara Pemkab. Pekalongan, Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur dan Yayasan Kehutanan Indonesia, Jumat (5/8) di aula lantai I Sekretariat Daerah.
Menurut Bupati, penandatangan yang dilakukan merupakan salah satu upaya Pemkab. untuk berikhtiar bagaimana Pemkab. Pekalongan bisa mempunyai inisiatif progressif bagi Indonesia dan Dunia dalam rangka membangun dengan konsep keseimbangan “Keanekaragaman hayati (biodiversity) Petungkriyono adalah sumber daya dan kekayaan alam bagi kita, namun juga warisan bagi anak-cucu di masa yang akan datang. Oleh karena itu harus dikelola dengan bijaksana agar dapat memberi makna bagi kemanusiaan. Dan kita ingatkan pada generasi muda untuk peduli pada lingkungan dan bertanggungjawab melestarikannya,” tegas Bupati.
Lebih lanjut Bupati menyampaikan beberapa langkah strategis yang penting dilakukan dengan berbagai pihak yang benar-benar memiliki komitmen untuk bersama-sama mengembangkan gagasan yang memadukan kepentingan ekonomi masyarakat, peningkatan PAD dan sekaligus kepentingan konservasi ekologi. “Sinergitas Tripartait antara Pemkab. Pekalongan, Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur dan Yayasan Kehutanan Indonesia ini menghadirkan jawaban atas tantangan tersebut,” tambahnya.
KAJEN – Sebagai upaya meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan, khususnya di Puskesmas se-Kabupaten Pekalongan dalam melakukan penatalaksanaan stabilisasi prarujukan maternal dan neonatal sesuai standar, maka pada hari ini (1/8) digelar Lokakarya yang bertajuk “Lokakarya Stabilisasi Maternal dan Neonatal Puskesmas di Kabupaten Pekalongan” di Aula lt. 2 Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Pekalongan.
Lokakarya yang akan dilaksanakan 1 – 2 Agustus 2016 tersebut, diikuti oleh tenaga kesehatan dari 27 Puskesmas yang terdiri dari dokter fungsional dan bidan koordinator, Tim Mentor klinis dari RSUD Kajen, serta Tim Program USAID EMAS Kab. Pekalongan dan dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti.
Kegiatan diawali oleh pemaparan oleh Kepala Dinkes Kab. Pekalongan, dr. Sutanto Setiabudi, M.Kes tentang situasi terakhir kematian ibu dan bayi baru lahir serta berbagai kegiatan yang telah dan akan dilakukan dalam upaya menekan AKI – AKB di Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH. M.Si dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Bupati mengungkapkan terimakasih dan apresiasinya kepada semua pihak yang telah bekerja keras, menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan dunia kesehatan di Kabupaten Pekalongan, termasuk kepada USAID EMAS.” Usai berakhirnya Program Emas USAID saya minta program-program yang sudah ditanamkan oleh USAID Emas untuk tetap diteruskan dan ditularkan,” tegas Wabup.
Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan keprihatinannya atas terjadinya kasus kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir yang terjadi di Kab. Pekalongan, dimana pada Tahun 2015 di Kabupaten Pekalongan, terjadi 22 kasus kematian ibu melahirkan, serta 97 kasus kematian bayi baru lahir. Sedangkan hingga Juni 2016 Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Pekalongan sudah mencapai 10 kasus dan Angka Kematian Bayi Baru lahir sudah mencapai 50 kasus.
KAJEN – Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi menghimbau para Kepala Desa/Kepala Kelurahan di lingkungan Pemkab. Pekalongan yang tergabung dalam Persatuan “Bahurekso” Kabupaten Pekalongan untuk semakin memantapkan koordinasi dan kebersamaan serta peningkatan kinerja pelayanan yang lebih baik demi mewujudkan kehidupan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang lebih sejahtera, mandiri, berkemampuan dan berdaya saing tinggi.
Hal tersebut disampaikan Bupati dihadapan FKPD Kabupaten Pekalongan, Sekda beserta jajarannya dan 272 Kepala Desa/Kelurahan se Kabupaten Pekalongan dalam acara Halal Bi Halal Persatuan Bahurekso Kabupaten Pekalongan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen Rabu kemarin (27/7).
Lebih lanjut Bupati juga mengajak seluruh Kades sebagai administratur dan manager di desa masing-masing untuk selalu meningkatkan kemampuan managerialnya. Karena menurut Asip, Kades yang kuat adalah Kades yang mempunyai kemampuan untuk merencanakan, mengorganisasi, mengatur sumber daya dan potensi yang dimiliki serta mampu mengarahkan seluruh potensi dan sumber daya tersebut agar lebih bermanfaat dan berdaya guna. “Dalam sistem negara yang sudah modern seperti saat ini, Kades dituntut harus mampu mengontrol dan mengevaluasi apa yang telah dilakukan dan apa yang harus dilakukan kedepan,” jelas Asip.
Terkait dengan pengelolaan dana desa yang sudah tersentralisasi pada kewenangan Kades sehingga menjadi sorotan, Bupati menyampaikan beberapa langkah preventif dan kuratif yang harus dilakukan. Diantaranya yang pertama dengan menguatkan kelembagaan pengelolaan Keuangan Desa. “Perbanyak lagi Sosialisasi Undang-undang, Workshop dan penguatan-penguatan dalam bentuk lain,” tambah Asip.
Tak lupa Asip berpesan agar para Kades bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan pembangunan karena tingginya harapan masyarakat terhadap pembangunan di desanya. “Jalankan amanat Undang-Undang. Sepanjang kita sudah melakukan pengelolaan keuangan desa sesuai aturan yang berlaku, maka jangan takut karena pihak yang berwenang akan melakukan fungsi pengawalan dan pengawasan sebagai jaminan terselenggaranya penyelenggaraan keuangan desa secara baik dan maksimal serta bertanggungjawab sesuai undang-undang,” jelas Asip.
KAJEN – Bertempat di Aula Lt. 1 Setda Kabupaten Pekalongan, hari ini (25/7) digelar acara Advokasi dan Sosialisasi Kegiatan Intensifikasi Penemuan Kusta Frambusia melalui Kampanye Eliminasi Kasus Kusta. Acara dihadiri pula oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti, beserta para Kepala SKPD, Camat, Kepala Puskesmas, dan Rumah Sakit se- Kab. Pekalongan, dengan menghadirkan narasumber Dr. Rita Djupuri, BSc. DCN, M.Epid (Kasubdit.Penyakit Tropik Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI) yang membawakan materi situasi dan kebijakan nasional program pengendalian penyakit kusta frambusia, dan dr. Elhamangto Zuhdan (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah) dengan materi Situasi, kebijakan dan strategi provinsi dalam pencapaian eliminasi kusta.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan, dr. Sutanto Setiabudi M.Kes dalam laporannya mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah penderita kusta di Kab. Pekalongan berjumlah 119 orang. Menurutnya data tersebut diperoleh Dinkes setelah melakukan screanning mulai dari level TK dan SD, dengan harapan agar sejak dini penyakit kusta dapat ditemukan dan diobati. “Indonesia merupakan gudang Kusta, sehingga jika sejak dini kita dapat menemukan atau mendeteksi itu sangat bagus karena bisa diobati sejak dini, hal ini mengingat proses deteksi penyakit kusta sangat susah serta inkubasinya lama,” terangnya.
Untuk itu Sutanto berharap melalui kegiatan pada hari ini maka keberadaan kusta semakin dikenal dan dipahami oleh masyarakat, sehingga mereka bisa melakukan deteksi dini dan kusta semakin mudah ditemukan dan dieliminasi. Sementara itu Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH.,MH, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa keberhasilan di bidang Pelayanan Kesehatan merupakan salah satu cermin keberhasilan pembangunan, untuk itu Asip mengajak seluruh jajarannya agar senantiasa meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat, khususnya di bidang kesehatan meskipun tanggung jawab pembangunan kesehatan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.
KAJEN – H. Ahmad Kozin, ST hari ini (20/7) resmi mengucap sumpah/janji untuk menggantikan Hj. Nurbalistik sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan dalam Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Pengucapan Sumpah/Janji Wakil Ketua DPRD Kab. Pekalongan Masa Keanggotaan 2014 - 2019. Acara disaksikan secara langsung oleh Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Hj. Hindun beserta para Anggota DPRD Kab. Pekalongan, Wakil Bupati Pekalongan, Jajaran Muspida Kab. Pekalongan, serta para Kepala SKPD di Lingkungan Pemkab. Pekalongan.
Pengambilan sumpah yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kab. Pekalongan tersebut dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan, Sarwono, SH. M.Hum dan didahului oleh pembacaan SK. Gubernur Jawa Tengah Nomor. 170/54 Tahun 2016, Tanggal 27 Juni 2016, tentang Peresmian Pengangkatan Sdr. H. Ahmad Kozin, ST sebagai Wakil Ketua DPRD Kab. Pekalongan.
Mengawali sambutannya, Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si yang disampaikan oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti mengucapkan “Selamat” kepada H. Ahmad Kozin, ST dari Partai Golongan Karya yang telah diberi kepercayaan untuk mengemban amanat tugas sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan menggantikan Saudari Hj.Nurbalistik dari Partai Golongan Karya. “ Harapan kami, semoga Saudara H. Ahmad Khozin ST dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peraturan perundang-undangan, karena telah menjadi keniscayaan untuk dapat melaksanakan tugas DPRD sebagai fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan disamping untuk merepresentasikan aspirasi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang lebih makmur dan sejahtera,” ungkapnya.
Ditambahkan Asip, bahwa Wakil Ketua DPRD sebagai unsur Lembaga Pemerintah Daerah memiliki peran yang sangat strategis, baik dalam internal Lembaga Legislatif, maupun dalam menjalin hubungan dengan unsur Eksekuitf dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah terutama terkait dengan perumusan kebijakan dalam rangka peyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Untuk itu kedepan dirinya berharap agar komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan. “Dengan menghilangkan sumbatan-sumbatan komunikasi diantara kita maka setiap permasalahan dan hambatan dapat teratasi dengan baik,” tegasnya.
KAJEN - Selain terkenal dengan duriannya, kawasan Wisata Sungai Lolong – Karanganyar Kabupaten Pekalongan adalah sebuah kawasan yang memiliki daya tarik wisata air arung jeram yang cukup menantang. Dengan panorama alamnya yang sangat indah, ada beberapa piihan paket dan jarak tempuh yang ditawarkan dengan harga yang cukup ekonomis pula. Disamping itu juga disediakan instruktur berpengalaman dan bersertifikat untuk memandu dan mendampingi para wisatawan sehingga para peserta arung jeram lebih terjaga keamanannya.
Rafting atau Arung Jeram Lolong yang banyak diminati ini menjadi salah satu lokasi wisata pilihan di Kabupaten Pekalongan. Tidak sedikit instansi maupun kelompok orang yang memilih Lolong untuk berolahraga rekreasi yang juga mengasah adrenalin ini.
Seperti penuturan Rohman, salah satu pengelola Arung Jeram Lolong saat diwawancara, pada saat liburan kemarinsetiap harinya hampir 70 orang pengunjung datang ke tempat ini untuk berarung jeram. Jumlah tersebut akan meningkat pada saat hari libur tiba. “Liburan Lebaran ini saja pengunjung naik hampir 100%, mereka datang tidak hanya dari dalam kota Pekalongan, tetapi juga dari luar kota bahkan luar Jawa,” jelasnya.
Untuk menjaga keamanan peserta rafting, pengelola yang saat ini berjumlah 16 personil ini, selalu menjalin komunikasi dan koordinasi ke bendungan diatas aliran sungai Lolong yang jaraknya kurang lebih 15 km dari lokasi.
Sementara itu Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi setelah selesai berarung jeram memberikan komentarnya bahwa wisata air arung jeram Lolong ini sangat bagus dan luar biasa, hanya saja masih perlu ditambah infrastuktur termasuk menambah jumlah perahu yang ada. “Tapi untuk menambah semuanya itu, tentunya Pokdarwisnya harus berbadan hukum terlebih dahulu,” ujar Bupati.
KAJEN – Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi menyampaikan bahwa dengan predikat Kabupaten Pekalongan sebagai Kabupaten terkumuh di Jawa Tengah yang disampaikan Staf Satker Pengembangan Kawasan Pemukiman dan Penataan Propinsi Jawa Tengah, Bambang Pujo, pada acara Lokakarya dan Sinergitas Program Penanganan Kawasan Kumuh Perkotaan (P2KKP).
Hal tersebut sebuah tantangan tersendiri bagi Pemkab. Pekalongan. Oleh karenanya beliau mengajak Pimpinan dan seluruh staf Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pekalongan untuk bekerja keras menciptakan Kabupaten Pekalongan menjadi daerah yang bersih dan bebas dari sampah.
“Ini harus kita sadari. Kebersihan menjadi ujung tombak pembangunan, Ayo kita kerja keras untuk “membersihkan” Pekalongan,” ajak Asip dalam sambutannya saat melakukan Pembinaan kepada Pimpinan dan Staf DPU Kabupaten Pekalongan selasa siang tadi (19/7) di Kantor DPU Jl. Nyamok Kajen.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati bertekad akan menambah tenaga kebersihan yang ada di Kabupaten Pekalongan mengingat tenaga kebersihan yang ada saat ini tidak sebanding dengan wilayah Kabupaten Pekalongan yang cukup luas. “Tidak hanya tenaga kebersihan, tetapi armada kebersihannya pun akan kami tambah demi Kota Santri yang bersih,” ujarnya.
Dan Pemkab juga akan melibatkan semua elemen untuk mengentaskan masalah kebersihan ini diantaranya mengajak masyarakat dengan ikut menjaga kebersihan bersama-sama. “ Kita juga berencana akan mengadakan lomba kebersihan desa tingkat kabupaten sebagai upaya penghargaan kepada mereka yang telah menjaga kebersihan lingkungan”tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan pesan kepada seluruh PNS di lingkungan PU Kabupaten Pekalongan agar tidak takut dalam bekerja, dan melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Termasuk juga untuk selalu menjaga soliditas dengan satu komando dan satu ketentuan. “Bekerjalah semaksimal mungkin dan sesuai aturan yang ada, kalau ada masalah segera komunikasikan agar dapat dicarikan jalan keluarnya,” pesan Asip.
KAJEN – Pengambilan sumpah/janji harus dimaknai sebagai sebuah peristiwa dimana seseorang bersumpah/berjanji/berkomitmen untuk menerima dan melaksanakan tugas selaku Abdi Negara dan Abdi Masyarakat dengan disiplin dan dedikasi tinggi serta bertanggung jawab di hadapan pimpinan dan yang paling penting disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Demikian antara lain sambutan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH, MSi saat mengukuhkan 199 orang PNS dalam acara Pengambilan Sumpah/JanjiPNS/ASN di lingkungan Pemkab. Pekalongan yang digelar di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan di Kajen (18/7).
Dari 199 PNS yang diambil sumpah dan janjinya tersebut, 131 orang dari hasil seleksi formasi umum tahun 2014, 5 orang calon PNS dari Tenaga Honorer Kategori 1, 60 orang dari tenaga honorer kategori 2 dan 3 orang dari formasi khusus. “Semua PNS disini merupakan orang yang beruntung dan terpilih dari ribuan orang yang menginginkannya, maka syukurilah karuniaNya dengan menunjukan dedikasi, integritas dan komitmen yang tinggi pada profesi,” pesannya.
Lebih lanjut Asip juga mengajak para PNS yang merupakan generasi pertama dari era reformasi birokrasi dengan menggunakan sistem perekrutan CAT (sangat transparan dan obyektif) dan dengan berlakunya Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut untuk memaknai sumpah dan janji ini sebagai awal baru dalam episode kehidupan masing-masing. “Karena mulai hari ini Saudara semua telah sepakat “Menggadaikan” sebagian kebebasan hidup Saudara untuk menjadi Aparatur Sipil Negara secara penuh yang terikat oleh aturan dan norma,” jelasnya.
Oleh karena itu, Asip menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan para PNS. Diantaranya, agar para PNS mempelajari dan memahami Undang-Undang tersebut sebagai pedoman utama untuk menjadi Aparatur yang Profesional. “Jangan larut dan terjebak pada budaya dan paradigma lama yang negatif tentang birokrasi. PNS harus teguh pada idealisme dan kreatifitas yang selaras dengan prinsip-prinsip aparatur yang profesional,” pesan Asip.
Dijelaskan Bupati, program–program yang akan dilaksanakan dalam “Petungkriyono Cultural-Techno Forestry Park” ini diantaranya akan dikembangkan program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, eko edukasi wisata, laboratorium alam, bank genetika, bank bibit, teknologi hijau, energi hijau, keuangan hijau (green financing), dan lain-lain program yang relevan.
“Pemkab. Pekalongan akan memberikan dukungan bagi pengembangan program ini, baik itu infrastruktur, regulasi / kebijakan dan bentuk-bentuk dukungan lain yang diperlukan, sesuai dengan kewenangan dan aturan perundang-undangan,” jelas Bupati.
Tak lupa Bupati juga menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan program Petungkriyono Cultural-Techno Forestry Park tersebut, diantaranya adalah pentingnya pemberdayaan potensi dan kearifan lokal yang sudah ada, sehingga masyarakat Petungkriyono bukan hanya menjadi “penonton” dari program ini. Disamping itu juga diutamakan konsep keseimbangan sehingga tetap terjaga kelestariannya, termasuk fungsi ekologisnya, dan dapat memberi kontribusi lebih luas bagi Indonesia dan dunia. “Libatkan pula masyarakat setempat pada setiap prosesnya, baik perencanaan dan pelaksanaan program, sehingga akan tumbuh sense of crisis dan sense of belonging (kepedulian dan rasa memiliki) masyarakat untuk ikut menjaga tujuan dari program ini, “ pesannya.
Terakhir Bupati menyampaikan harapannya dengan dilasanakannya MoU ini pengembangan dan pengelolaan kawasan Petungkriyono akan menjadi terarah dan terprogram dengan baik serta terpetakan dengan baik segala data dan potensi kawasan Petungkriono sebagai dasar memformulasikan kebijakan-kebijakan dan langkah strategis yang dianggap perlu. “Semoga acara hari ni tidak berhenti pada MoU saja, namun ada tindak lanjut yang nyata dalam rangka percepatan pembangunan sebuah kawasan,” harapnya.
Di bagian lain Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( Bapak Prof.DR.Ir. San Afri Awang, M.Sc) menyampaikan acara penandatanganan ini sangat mendasar karena memang type seperti ini, Kabupaten Pekalongan adalah yang pertama di seluruh Jawa. “Sekaligus kita membuktikan bahwa ada beberapa perubahan dalam tata pemerintahan kita seperti direction Presiden yang ingin mengkapitalisasi kekayaan alam agar menjadi kekuatan ekonomi baru di dalam kancah perekonomian Internasional,” ujarnya.
San Afri Awang menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus berubah, dan kuncinya adalah pemberdayaan masyarakat. “Harapan saya, Yayasan Kehutanan Indonesia menjadi pembuka pertama dimana kalau hubungan kelembagaan Perhutani dan Pemda dalam kontek nasional sifatnya konkuren. Jadi kehutanan itu dikelola oleh Pusat, Propinsi dan Kabupaten. Tetapi khusus di Jawa diberikan pre velatenya pada Perum Perhutani,” jelas Awang.
Ditambahkan Awang, dengan Cultural - Techno Forestry Park ini diharapkan akan menjadi icon dari Kabupaten Pekalongan. ”Dan itu tidak bisa disandarkan pada satu komponen saja tetapi semua komponen harus mendukungnya, Ini harus kita bangun dari waktu ke waktu” harap Awang.
Sementara Komisi II DPR RI ( Budiman Sudjatmiko, M.Sc, M.Phill ) yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati laut dan darat terkaya di dunia, disamping itu juga merupakan negara dengan sosial kultur yang terkaya pula.
Menurutnya, ini adalah sebuah upaya pertama yang diketahui, dimana dua jenis kekayaan tersebut hendak disatukan dalam satu wilayah yang secara fenomental mulai dibuka hari ini di Pekalongan. “Selamat untuk Pekalongan. Petungkriyono adalah upaya sadar terorganisir dan sistematis untuk menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia adalah negara dengan Bio dan Socio Cultural terkaya di dunia,” ujarnya.
Hadir dalam acara tersebut Direktur Rencana, Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan ( Ir. Kustanta Budi Prihatna, M.Eng.), Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Jajaran FKPD Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah; Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah; Kepala Balai Pengelolaan DAS Pemali – Jratun; Perwakilan Divisi Regional Perum Perhutani Jawa Tengah; Adm. Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur, ( Akham Taufik ) ; Ketua Umum Yayasan Kehutanan Indonesia (Taru J. Wisnu); Lembaga Donor dan CSR Perusahaan; (451H & Didik)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 5 Agustus 2016
Untuk itu Asip menekankan agar hal tersebut menjadi perhatian, sehingga angka tersebut tidak bergerak naik, karena menurutnya kasus – kasus kematian Neonatus dan Maternal yang terjadi di Kabupaten Pekalongan masih berada pada level 3 yang berarti kasus kematian tersebut masih bisa dicegah. “ Ini berarti kita masih memiliki kesempatan besar untuk menurunkan AKI bahkan menjadikannya Nol kasus, apabila kita bisa menekan seminimal mungkin berbagai faktor yang telah kita analisa sebagai penyebab terjadinya kematian ibu dan bayi baru lahir,” terangnya.
Bupati juga berpesan agar para peserta Lokakarya mengikuti kegiatan ini dengan sungguh – sungguh sehingga pengetahuan dan ketrampilannya bisa bertambah untuk membantu maysrakat yang membutuhkan. Terakhir, Bupati mengingatkan pentingnya komitmen dan sinergitas yang kuat dari semua pihak sehingga dapat terwujud pelayanan yang optimal kepada masyarakat. (dian’s/her)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 1 Agustus 2016
Pada kesempatan tersebut Asip menyampaikan hasil evaluasi nasional tentang penggunaan dana desa menunjukkan bahwa sebagian besar dana desa digunakan untuk pembangunan fisik, dan sebagian kecil yang digunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. “Kedepan, Bahurekso harus melakukan kajian. Pembangunan fisik itu terukur, indikator dan targetnya harus jelas. Selesaikan pembangunan fisik dalam 2 tahun, selanjutnya pada tahun ke 3, 4 dan 5 kita geser pada pembangunan yang bersifat pemberdayaan yang tentunya tetap terikat pada aturan main,” tambahnya.
Hal lain yang menjadi perhatian Bupati adalah kebanyakan desa penerima bantuan desa masih sedikit yang mengalokasikan anggarannya untuk membentuk dan mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUM Des). “Pengembangan BUM Des sangat penting untuk meningkatkan kemandirian masyarakat desa, karena BUM des merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa,” ujarnya. (Tim Pubdok)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 28 Juli 2016
Ditambahkan Asip bahwa keberadaan penyakit Kusta di Kabupaten Pekalongan terutama yang terjadi di wilayah Kecamatan Buaran, Tirto, Sragi, Wonokerto dan Kedungwuni. merupakan masalah yang harus segera dipecahkan, karena dampak yang ditimbulkan dari Kusta sangat luas terutama pada status sosial dan ekonomi karena penyakit ini menyebabkan kecacatan menetap sehingga menurunkan kualitas SDM. Untuk itu Asip mengajak semua kalangan untuk berkomitmen dan meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit Kusta. “Diperlukan kerja keras dan sinergitas untuk menurunkan angka penderita kusta, .Untuk itu Mari kita kawal program ini sehingga secara luas masyarakat Kabupaten Pekalongan betul – betul mengerti tentang Penyakit Kusta dan cara penanganannya. Sedangkan kepada jajaran kesehatan Bupati menghimbau agar serius dalam mengawal kasus kusta ini, dari sosialisasi hingga penanganan kasus,”.
Tak ketinggalan, Bupati menghimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kepekaan dan kepeduliannya terhadap keberadaan penyakit Kusta diantaranya dengan mengenali ciri atau indikasi terjangkitnya (deteksi dini), Cepat melaporkan temuan ke tenaga medis atau pusat pelayanan kesehatan terdekat, serta mau atau tidak malu untuk berobat . “Temu Cepat, Lapor Cepat, Tangani Cepat ”, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, karena kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap timbulnya berbagai jenis penyakit, serta Hapus stigma dan diskriminasi kepada saudara – saudara kita penyandang kusta. “Mari dukung mereka untuk sembuh dan menjalani kehidupan mereka kembali secara normal,” imbaunya. (dian/diyon)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 25 Juli 2016
Tak lupa, Asip mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Hj. Nurbalistik yang telah mengakhiri masa jabatannya. “Semoga apa yang telah dilakukan dan dicapai selama ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujarnya mengakhiri sambutan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Pekalongan Hj. Hindun dalam sambutannya mengungkapkan bahwa DPRD merupakan mitra kerja Pemda (eksekutif), untuk itu DPRD diharapkan mampu dan mau menjembatani antara kebijakan pemerintah dengan keinginan masyarakat, agar dapat bersama-sama mengembangkan kehidupan demokrasi dan kemampuan untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kab. Pekalongan. “Oleh karena itu, saya mengajak kepada seluruh yang hadir (eksekutif dan legislatif) untuk lebih meningkatkan kinerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” imbaunya.
Lebih lanjut Hindun juga berharap agar dengan adanya perubahan susunan Alat Kelengkapan DPRD, maka keharmonisan dalam bermitra dengan eksekutif yang selama ini sudah terjalin dengan baik dapat semakin ditingkatkan. (dian’s/di2k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 20 Juli 2016
Lebih lanjut Bupati mengatakan, jika ada Pekan Olahraga , tidak ada salahnya salah satu itemnya kita agendakan untuk bersama-sama arung jeram di Lolong. “Ini sangat menarik sekali, Saya kira bisa dijadikan contoh. Nanti kita agendakan antara SKPD,” tambahnya. (451H & h-)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 20 Juli 2016
Sementara itu Plt. PU Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso, SIP, MH dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Pembinaan Bupati kepada Pimpinan PU dan seluruh stafnya tersebut dilakukan dalam upaya memberikan motivasi kepada PU dan jajarannya didalam melaksanakan tugas sehingga dapat bekerja dengan baik.
Senada dengan Bupati Pekalongan, Wiryo Santoso menyampaikan terkait dengan keluhan Tenaga Kebersihan yang merasa kewalahan dengan sampah-sampah yang ada, sementara terkendala dengan keterbatasan armada dan personil yang ada, Wiryo meminta diberikan solusi untuk memecahannya sehingga produksi sampah di masyarakat secara berangsur dapat ditangani. (451h & Tim Pubdok)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Selasa, 19 Juli 2016
Hal lain yang tak kalah pentingnya yang disampaikan orang nomor satu di Kabupaaten Pekalaongaan tersebut adalah penyikapan khusus aparatur pemerintahan atas perubahan paradigma birokrasi pemerintahan, terkait reformasi birokrasi yang mengutamakan dan menuntut kualitas pelayanan prima kepada Masyarakat.
Disamping itu, jelas Asip, Profil Aparatur (PNS) yang dibutuhkan di masa mendatang berhubungan erat dengan profil pemerintahan di masa mendatang, yaitu PNS yang memiliki tata nilai baru yang sesuai dengan kebutuhan etika publik, mampu beradaptasi terhadap cepatnya arus perubahan, dan menjadi PNS yang profesional, termasuk juga harus memiliki jiwa pengabdian dan juga mempunyai jiwa entrepreneur.
Terkait dengan tantangan dan tuntutan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke depan yang semakin komplek, Asip mengajak para PNS untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa PNS memang pantas menjadi Aparatur dengan senantiasa menunjukan kepekaan, kapasitas, kapabilitas dan kredibilitas diri yang lebih baik. “PNS harus menjadi insan yang mampu memberi contoh dan teladan baik kepada masarakat serta dapat menempatkan diri, menjaga ucapan, sikap dan perilaku,” ujarnya.
Ditambahkan Asip, Pemerintah sangat berharap dan menuntut kepada CPNS baru sebagai tenaga muda yang masih memiliki idealisme untuk mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki untuk membangun Kajen. “Kembangkan kreatifitas dan inovasi serta pengalaman – pengalaman dari daerah lain untuk diaplikasikan di Kabupaten Pekalongan. Dalam bekerja beranilah berbeda, beranilah “menggila” untuk mewujudkan sebuah karya tanpa bertentangan dengan norma, aturan dan ketentuan yang ada,” tambahnya.
Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pekalongan Bambang Tri Edi P, SH, MH menyampaikan maksud diselenggarakannya kegiatan tersebut adalah dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Perundang-undangan di bidang Kepegawaian. “Tujuannya adalah sebagai pengakuan dan janji PNS setelah melalui proses percobaan sebagai Calon PNS,” jelasnya. (451h & Diyon)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 18 Juli 2016