KAJEN – Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH, M.Si Senin pagi tadi (22/8) membuka Pameran Buku dan Arsip serta Jambore Perpustakaan Kabupaten Pekalongan Tahun 2016. Hadir dalam acara yang di gelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen tersebut Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan beserta jajarannya, Ketua TP PKK Kab. Pekalongan serta Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip se Propinsi Jawa Tengah, Penggiat perpustakaan serta peserta Jambore Pengelola Perpustakaan Kabupaten Pekalongan.
Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KanperpusArsipda), Tutik Iriyanti, SH. M.Si dalam laporannya mengungkapkan bahwa kegiatan yang akan digelar dari tanggal 22 sampai dengan 26 Agustus 2016 tersebut mengangkat tema “Budayakan Membaca Menuju Kajen Kabupaten Literasi”. Dijelaskan Tutik, maksud dan tujuan pameran buku dan arsip ini sebagai salah satu bentuk partisipasi aktif Kaperpus dan Arsipda Kab. Pekalongan dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat Kab. Pekalongan dan sekitarnya.
Disamping itu juga untuk membuka cakrawala berpikir masyarakat Kab. Pekalongan agar menjadi masyarakat yang cinta dan peduli pada buku, serta untuk melayani kebutuhan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan dan informasi. “Tujuan lainnya adalah untuk menumbuhkan, merangsang, mengembangkan dan memelihara minat baca masyarakat, serta melestarikan karya ilmu pengetahuan dan teknologi,” jelas Tutik.
Ditambahkan Tutik, dalam kegiatan tersebut dimeriahkan pula dengan berbagai lomba dari mulai anak-anak PAUD, SD, SMP, SMA juga masyarakat umum. Termasuk juga diadakan Workshop penulisan dan mendongeng, serta Bedah Buku. “Kami juga mengadakan Jambore Pengelola Perpustakaan yang akan dilaksanakan selama 2 hari (22-23 Agustus 2016) di halaman Kantor Perpusda. Jambore ini diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari Perwakilan Pengelola Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM), Rumah Ibadah, Perguruan Tinggi, SMP/SMA/SMK, dan Ikatan Pustakawan Sekolah Dasar serta dari Perpustakaan Desa,” tambah Tutik.
Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi, SH, MSi mengawali sambutannya mengajak semua yang hadir untuk terus menerus menggiatkan budaya membaca di negera ini khususnya di Kabupaten Pekalongan mengingat budaya membaca di negara kita belum menggembirakan dibanding negara-negara maju. “Bangsa yang maju adalah bangsa yang mencintai buku,” ujarnya.
Lebih lanjut Asip menyampaikan harapannya agar acara ini dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menambah koleksi khasanah pustaka yang dimilikinya. Sekaligus untuk mendorong masyarakat agar lebih mencintai buku dan meningkatkan apresiasi terhadap arsip, karena menurutnya salah satu indikator negara yang maju adalah harus memiliki banyak buku.
Pada kesempatan tersebut Asip juga menyampaikan bahwa Kabupaten Pekalongan ini membutuhkan para penulis handal untuk mendiskripsikan kekayaan alam dan budaya kab. Pekalongan. “Kami menunggu tangan tangan terampil dari para penulis muda untuk mengangkat potensi lokal kabupaten Pekalongan. Kami akan adakan lomba menulis narasi tentang Batik dan hadiahnya umroh,” tegasnya.
Kepada event organiser, para penerbit, dan pelaku bisnis perbukuan tak lupa Asip berharap untuk tidak menjadikan event tersebut hanya sebagai promosi perbukuan tetapi sekaligus untuk mensosialisasikan dan memasyarakatkan gemar membaca. “Ini harus diedukasi karena masyarakat belum sadar membaca itu penting dan harus dilakukan,” pesannya.
Terkait Jambore Pengelola Perpustakaan, Asip berharap semoga jambore ini dapat menjadi media koordinasi dan komunikasi bagi prose penyebaran informasi ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. “Saya titip bersama-sama ikhtiar untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat kabupaten pekalongan sehingga bisa ditularkan ke masyarakat luas,” harapnya.
Dalam acara tersebut, juga dilakukan Pelantikan Pengurus Daerah FTBM sebagai mitra Kanperpusda untuk menggiatkan gemar membaca masyarakat Kabupaten Pekalongan. Dan juga disampaikan penghargaan untuk 4 kategori pengunjung (peminjam) Koleksi Perpustakaan Umum Teraktif Kabupaten Pekalongan Tahun 2016. Masing-masing dari Kategori Umum adalah Triyono dari Wonorejo Kajen, Kategori Pelajar adalah Talita Rahma dari SDIT Insan Mulia Kajen, Kategori Mahasiswa Defrisnto AP, Pesona Griya Karanganyar, serta kategori PNS diserahkan kepada Ismail Nur Hidayat dari Kecamatan Karangdadap. (451h & An-an)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 22 Agustus 2016
KAJEN – Tak kurang dari 130 Grup drumband dan kesenian tradisional berkumpul bersama di Alun – alun kajen dalam gelaran “Kajen Gemuruh III Tahun 2016” yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-71 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-394. Secara bersamaan 130 grup yang diberangkatkan dari empat titik, yaitu Lapangan belakang Setda (TK/RA), Depan SD Tanjung Sari (SD/MI), Depan kantor BPBD (SMP/ MTs), dan Halaman Kantor Kanperpus dan Arsipda (Calung dan Simtuduror) tersebut memainkan 3 lagu secara maraton yaitu Maju tak gentar, Padang Bulan, dan Suwe ora jamu di depan Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si beserta Ibu Munafah Asip, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti serta para tamu undangan.
Drs. Ali Riza, M.Si dalam laporannya mengungkapkan bahwa salah satu tujuan diselenggarakannya “Kajen Gemuruh” adalah sebagai ruang ekspresi dan menunjukkan eksistensi bagi grup-grup drumband dan kesenian yang ada di Kabupaten Pekalongan sekaligus menyampaikan pesan dan semangat patriotisme pada HUT RI ke-71 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke- 364.
Hujan gerimis yang sore itu turun terlihat tak mengurangi antusiasme puluhan ribu peserta dan penonton berbaur bersama di alun – alun Kajen, yang sontak menjadi bergemuruh oleh dentuman musik drumband dan tradisional. Sementara itu Bupati Pekalongan, dalam sambutannya menyampaikan mengungkapkan rasa terimaksihnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mensukseskan “Kajen Gemuruh”.
Bupati mengajak seluruh peserta untuk berfestival “Kajen Gemuruh” dengan ceria, berdrumband dengan bangga serta menunjukkan kekompakan dan keserasian dalam nada dan irama serta gerak, karena menurutnya hal tersebut merupakan wujud penghargaan terhadap kerjasama. “Selamat berfestival, ayo kita meriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-71 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke- 394. Semoga negara ini tetap jaya dan Kabupaten Pekalongan semakin maju,” tegas Asip menutup sambutan yang kemudian langsung diteruskan dengan parade lagu oleh seluruh peserta. (dian’s/tim pubdok)
KAJEN – Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke–71 di Kabupaten Pekalongan disempurnakan dengan Resepsi HUT Kemerdekaan RI yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen pada tanggal 17 Agustus 2016 malam. Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Bupati Pekalongan, Drs. H. Asip Kholbihi, SH. M.Si beserta Ibu Hj. Munafah Asip, Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Kabkalongan beserta suami, jajaran Muspida, Sekda serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Panitia HUT RI ke-71, Drs. Ali Riza, M.Si dalam laporannya menjelaskan bahwa dalam rangka memeriahkan HUT RI tahun ini telah diselenggarakan berbagai lomba dan ceremoni, diantaranya Festival permainan tradisional yang dilaksanakan di Petungkriyono, sebagai dukungan untuk program “Petungkriyono Eco TechnoForestry Park”, serta Doa Bersama di TMP Bojong bersama masyarakat sekitar. “Kami ucapkan terimaksih kepada seluruh pihak atas motivasi dan dorongannya sehingga kegiatan-kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, atas nama masyarakat Kab. Pekalongan, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH mengucapkan terimakasih kepada Pemkab. Pekalongan atas apa yang telah dilakukan untuk masyarakat. Hindun berharap momentum yang sangat strategis hari ini bisa memupuk rasa nasionalisme dan patriotisme di masyarakat untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik. Diterangkan Hindun bahwa DPRD akan terus mendorong Pemkab untuk mewujudkan kerja nyata seperti yang tertuang dalam tema HUT RI ke-71, karena masyarakat Kab. Pekalongan sangat menanti kinerja Pemda, mengingat masih banyak bidang pembangunan yang tertinggal, serta pertumbuhan ekonomi yang relatif masih lambat. Dirinya juga berharap moment hari itu dapat menjadi awal yang baik untuk memulai kerja bagi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yang baru. “ Kami berharap mudah-mudahan apa yang masih menjadi keluhan dan harapan masyarakat di hari – hari mendatang bisa terwujud,”
KAJEN – Dasar pengajuan Raperda ini adalah ketentuan Bab VIII Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentan Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 juncto ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah serta Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 61/2911/SJ Tahun 2016, tanggal 4 Agustus 2016, tentang Tindak Lanjut Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah.
Demikian Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH.M.Si mengawali sambutannya pada rapat paripurna dalam rangka Penyampaian Raperda tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (15/8/2016).
Dijelaskan bahwa secara garis besar penataan organisasi perangkat daerah dilaksanakan berdasarkan atas urusan pemerintahan wajib terkait pelayanan dasar, urusan pemerintahan wajib tidak terkait pelayanan dasar, dan urusan pemerintahan pilihan.
“Berdasarkan pembagian perumpunan urusan maka dilakukan penilaian variabel guna menentukan tipelogi perangkat daerah yang disinergikan dengan kedekatan karakteristik dan keterkaitan antar penyelenggaraan urusan pemerintahan,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, penataan organisasi perangkat daerah juga dilaksanakan dengan pendekatan fungsi dan tepat ukuran serta diarahkan pada peningkatan pelayanan publik.
“Saya berharap Raperda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah ini dapat segera ditetapkan untuk menjadi dasar penyusunan KUA/ PPAS 2017 dan berkesinambungan dengan Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2017,” tegas Bupati.
Dalam paripurna tersebut, Bupati Asip Kholbihi didampingi Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti menyerahkan Raperda kepada Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., didampingi salah satu wakil ketuanya yakni Nunung Sugiantoro, MT. Dan saksikan oleh perwakilan Muspida, anggota DPRD yang hadir, Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM beserta Kepala SKPD se Kabupaten Pekalongan dan tamu undangan lainnya yang memenuhi ruang rapat paripurna DPRD tersebut. (d12k)
KAJEN – Berita menggembirakan terlontar dari Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH. M.Si saat orang nomor satu “Kota Santri” tersebut memberikan sambutannya pada upacara peringatan HUT Provinsi Jawa Tengah ke-66 di Lapangan belakang Setda pagi hari tadi (15/8). Di depan peserta upacara yang merupakan ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan tersebut Asip mengemukakan bahwa dalam waktu dekat Pemkab Pekalongan berencana akan menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab. Pekalongan hingga 100%.
Untuk itu Bupati Pekalongan mengajak para ASN Kabupaten Pekalongan untuk tetap menjaga disiplin kerja, meningkatkan pelayanan yang mudah, cepat, murah dan ramah sehingga mampu menjadi Khodimul Umah yang baik dan bertanggungjawab.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, SH. MH dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati Pekalongan mengajak ASN untuk menjaga kebersamaan dan menyatukan derap langkah untuk bekerja dan berkarya nyata, utamanya melayani rakyat dengan pelayanan yang semakin baik. “ Maka, saya wanti-wanti betul untuk terus merawat spirit (roh) pelayanan yaitu cepat, mudah, murah serta harus ramah. Dan itu Jawa Tengah,” ujar Ganjar.
Ganjar juga mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya kepada semua pihak karena makin dikenalnya branding JATENG GAYENG. Bukan saja di Jawa Tengah, tetapi juga di luar provinsi bahkan di luar negeri. Dijelaskan Ganjar bahwa selama hampir 3 tahun, dirinya bersama Wagub dan rakyat Jawa Tengah telah berhasil membangun kebersamaan, kegotong royongan dan bahu membahu menyelesaikan berbagai PR besar Jawa Tengah. “Apresiasi saya sampaikan kepada seluruh komponen masyarakat Jawa Tengah yang telah mengambil peran positif dan kontributif dalam pembangunan di Jawa Tengah,”.
Lebih lanjut Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah untuk terus berkontribusi guna menuntaskan PR-PR besar yang belum selesai, dan menjadi problem solver atau part of solution Jawa Tengah. Hal tersebut menurutnya harus dijawab dengan kerja keras, optimisme serta semangat juang pantang menyerah harus terus dikobarkan. “Saya yakin dengan dilandasi kearifan lokal Jawa Tengah kita mampu menuntaskannya. Jalan kita masih panjang, cita-cita masih harus terus kita bentangkan dan kerja keras harus direalisasikan dalam suatu karya nyata dengan semakin handarbeni Jawa Tengah untuk mewujudkan Jawa Tengah sejahtera dan berdikari,” tegasnya menutup sambutan. (dian’s/diyon)
Sebagai salah salah usaha untuk mensukseskan program Petungkriyono Cultural Technoforestry Park dan dalam rangka untuk mensukseskan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-71 serta Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-394, Pemkab Pekalongan menggelar festival olahraga tradisional yaitu Bakiak dan Egrang. Festival atau lomba olahraga tradisional tersebut diikuti oleh pelajar SMA dan SMP sederajat di Kabupaten Pekalongan. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH.M.Si. Kegiatan dilaksanakan sehari penuh yaitu pada Sabtu (13/8/2016) di lapangan SMA I Petungkriyono.
Namun bukan hanya para pelajar yang mengikuti olahraga tradisional tersebut, Ibu Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM, Ketua TP PKK Kabupaten Ibu Munafah Asip, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Pabung Kodim 0710/Pekalongan, serta para Kepala SKPD yang turut hadir pada acara tersebut tidak mau kalah dari para pelajar. Mereka ikut ambil bagian menjadi peserta festival olahraga tradisional yaitu bakiak.
Meski diguyur hujan, para pelajar dan pejabat Pemkab Pekalongan tetap semangat dan dengan riang gembira mengikuti festival olahraga tradisional tersebut.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
KAJEN – Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH, MSi menyampaikan rasa terimakasihnya pada seluruh masyarakat desa Wringinagung Kecamatan Doro yang telah “nguri-uri” tradisi leluhur dengan mengadakan kegiatan Sedekah Bumi atau kerap disebut dengan “Legenonan” ini. Hal tersebut diungkapkan Bupati pada saat menghadiri acara Sedekah Bumi di Desa Wringinagung Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan pada Minggu malam kemarin (14/8).
Lebih lanjut Bupati menyampaikan bahwa Sedekah Bumi menurut para orang tua adalah sedekahnya ahli bumi yang mengandung maksud agar sebagai umat di bumi ini kita bersedekah kepada sesama agar wasilah amal jariyah, wasilah sodakhoh, infaq. “Serta mengandung maksud agar menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dengan harapan desa Wringinagung bertambah subur makmur, rakyat sejahtera dan anak anak menjadi anak yang soleh solekhah berguna bagi agama, nusa dan bangsa,” ujarnya.
Asip juga menyampaikan bahwa dirinya sebagai Bupati bersama Wakil Bupati Ibu Arini mempunyai sebuah program yaitu Kartu Kajen Sehat untuk membantu masyarakat yang tidak mampu agar mendapatkan pelayanan kesehatan dari Pemerintah. “Kartu Kajen Sehat ini seperti Kartu BPJS yang dikeluarkan oleh Pemkab. Pekalongan dan akan dibayarkan oleh Pemerintah pula. Jadi bapak dan ibu tidak perlu membayar ketika membutuhkan perawatan di rumah sakit,” jelas Asip.
Pada kesempatan tersebut Bupati juga menyampaikan keinginannya bagi para generasi muda yang ingin belajar “dalang” atau “sinden” akan disekolahkan oleh Pemerintah sebagai bentuk kepedulian Pemkab. Pekalongan kepada para generasi muda yang ingin mengembangkan bakatnya dengan melestarikan kebudayaan leluhur. “Saya berharap Pak Mangun memberi inspirasi pada anak muda yang ingin bersekolah dalang atau menjadi sinden. Insyaallah akan saya sekolahkan anak anak ini agar kelak menjadi dalang yang piawai seperti Pak Mangun,” ujarnya.
KAJEN – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Basuki Hadimuljono kemarin (11/8) melakukan kunjungan kerja dalam rangka peninjauan lokasi rob di Desa Wonokerto, Kecamatan Wonokerto. Rombongan yang tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WIB tersebut disambut oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Antono, Kepala Bappeda dan Kepala PSDA ESDM Kab. Pekalongan, serta masyarakat Desa Wonokerto.
Pada kesempatan tersebut Basuki meninjau secara langsung wilayah – wilayah yang terdampak rob, dan melakukan dialog dengan perwakilan warga Wonokerto, Sumarrosul. Disampaikan Sumarrosul kepada Menteri bahwa secara lisan warga Wonokerto telah sepakat jika kedepan akan dilaksanakan pembangunan bendungan untuk mengendalikan rob, termasuk jika tanah mereka terkena proyek atau harus direlokasi. Dijelaskan Sumarrosul bahwa saat ini dari 11 desa yang ada, sudah 9 desa yang terdampak rob, ini berarti sekitar 85% wilayah Wonokerto yang telah terdampak rob. Kondisi masyarakat juga cukup memprihatinkan dan perlu penanganan segera dan permanen.
Sementara itu Menteri PU dan Perumahan Rakyat dalam keterangannya mengungkapkan bahwa secara umum kondisi di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura) memang terjadi penurunan, sehingga banyak wilayah Pantura yang mengalami rob. Dijelaskan Basuki bahwa untuk Kabupaten Pekalongan ada 2 sistem yang terdampak rob, yaitu di Wonokerto dan Tirto. Namun menurutnya hal tersebut penangannya secara teknis tidak terlalu susah, tapi yang lebih diperlukan adalah kesepakatan warga, karena dikhawatirkan terjadi konflik antara yang mau mendapatkan air dengan yang tidak ingin mendapatkan air,karena pasti ada alur sungai yang membawa air laut masuk. “Ini yang harus dikendalikan, dan tidak ada cara lain kecuali dengan membangun Polder atau bendungan karena sebenarnya kondisi seperti ini jika dilakukan pemompaan, pasti ketarik semua, pasti kering!” tegasnya.
KAJEN – Jamaah calon haji Kabupaten Pekalongan kloter 4 hari ini dilepas dan diberangkatkan oleh Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH, M.Si di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan di Kajen. Tampak hadir mendampingi Bupati, antara lain Ketua DPRD Kab. Pekalongan, segenap jajaran Muspida Kab. Pekalongan, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan beserta Kepala SKPD, serta pengurus IPHI Kabupaten Pekalongan dan pengurus Forum KBIH Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan 705 orang Jamaah calon haji yang hari ini akan diberangkatkan merupakan golongan yang beruntung karena tidak semua penduduk Kabupaten Pekalongan mendapatkan anugerah dan kenikmatan dari Allah SWT untuk menjadi tamu Allah di musim haji tahun ini. “ Hendaknya ini disyukuri, ditengah antrian panjang sampai lebih kurang 20 tahun daftar tunggu untuk berhaji, untuk itu gunakan kesempatan ini sebaik – baiknya,” imbaunya.
Ditambahkan Asip bahwa Haji merupakan ibadah yang membutuhkan stamina fisik yang prima dan kemantapan psikis, oleh karena itu Asip menghimbau kepada para jamaah calon haji untuk menjaga kesehatan dan memperkuat mentalnya. “ Terus jaga kesabaran dan keikhlasan agar seluruh rangkaian ibadah haji dapat dijalani dengan khusu’ dan Saudara bisa menjadi haji mabrur,” tegasnya.
Tak lupa Asip juga mengingatkan calon jamaah haji untuk mematuhi dan menaati segala ketentuan dan peraturan ibadah haji dan instruksi petugas resmi dari pemerintah, serta segera beradaptasi dengan lingkungan dan budaya, serta norma yang berlaku di tanah suci. “Jagalah kekompakan dan kebersamaan antar sesama jamaah, serta Jaga nama baik bangsa dan daerah sebagai perwujudan rasa cinta dan bangga sebagai Bangsa Indonesia dan Masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Sedangkan kepada para petugas pendamping haji, Bupati mengingatkan agar memahami dan menyadari bahwa kesempatan berhaji yang diperoleh bukanlah hadiah tapi sebuah tugas amanah yang mengandung konsekuensi tanggung jawab. Untuk itu dirinya mengamanatkan agar para petugas peka dan tanggap terhadap permasalahan seluruh jamaah haji yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, serta mengutamakan pelayanan kepada jamaah daripada kepentingan pribadi. “ Jalin komunikasi yang terus menerus dan melaporkan setiap perkembangan jamaah kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam hal ini ke Bagian Kesra atau Kantor Kementrian Agama atau langsung melaporkan kepada Bupati,“ jelasnya.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 19 Agustus 2016
Sementara itu, Bupati Pekalongan, Drs.H. Asip Kholbihi, SH. M.Si dalam sambutannya mengungkapkan berbagai makna atau arti penting dari perayaan kemerdekaan selain sebagai penghargaan terhadap jasa para pahlawan dan pendahulu kita dalam mencapai kemerdekaan, namun juga sebagai motivasi kita untuk meneruskan pembangunan. Dijelaskan Asip, bahwa dirinya bersama wakilnya, yaitu Arini memegang prinsip “Sustainable” dalam melaksanakan pembangunan, yaitu pembangunan yang berkelanjutan dan terukur dengan meneruskan apa yang dulu sudah dicapai, karena hanya dengan prinsip seperti itulah kualitas kesinambungan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa dijaga.
Ditambahkan Asip bahwa, dirinya tidak menggunakan paradigma perubahan, walaupun perubahan kadang - kadang bisa bermakna positif, tapi kalau kita tidak pandai mengelola maka perubahan akan berujung kepada hal – hal yang tidak kita inginkan. Oleh karena itu yang dikembangkan oleh duet Asip-Arini adalah meneruskan program pembangunan yang sudah dirintis sambil terus menerus mencari program baru yang lebih baik. “Mempertahankan nilai – nilai lama yang baik, sambil terus menggali nilai-nilai baru yang lebih baik,” tegasnya.
Selain itu, Asip juga menegaskan bahwa dirinya menekankan kepada seluruh aparaturnya untuk kerja keras, kerja cerdas, dan semangat menjadi pengabdi masyarakat yang baik, menjadi “Khodimul Ummah” dengan meningkatkan kinerja yang efektif, efisien, dan akuntabel atau dapat dipertanggungjawabkan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menjelaskan berbagai program yang berkaitan dengan Tema nasional peringatan HUT RI yaitu Kerja Nyata, serta sub tema HUT RI di Kabupaten Pekalongan yaitu “Inisiatif Progresif Mewujudkan Mandat Rakyat” yang menurutnya merupakan kebulatan tekad Bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk lebih giat bekerja, mengukir karya nyata, bukan sebatas wacana dan retorika. Berbagai program tersebut antara lain, Program 100 % alitrasi (teralirinya listrik) wilayah Kabupaten Pekalongan, dimana saat ini baru 87% wilayah yang teraliri listrik, akan dilaunchingnya “Kartu Kajen Sehat” pada 25 Agustus mendatang yang diharapkan mampu menjembatani atau mencover kebutuhan warga Kab. Pekalongan yang saat ini belum memiliki Kartu Indonesia Sehat, serta upaya Pemkab untuk memberikan dispensasi keringanan dan pembebasan pajak bagi masyarakat miskin di Kabupaten Pekalongan yang NJOP nya dibawah Rp. 20 juta atau setara Rp. 20 ribu kewajiban pajak/th.
Terakhir, tak lupa Bupati mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada semua pihak yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Pekalongan, termasuk kepada para Paskibra Tahun 2016 yang pada kesempatan tersebut juga diberikan tali asih oleh Pemkab. Pekalongan. (dian’s/H-)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 18 Agustus 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 15 Agustus 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 15 Agustus 2016
Senin, 15 Agustus 2016
Tak lupa Asip juga memohon dukungan pada seluruh masyarakat semoga dapat menjalankan amanah memangku jabatan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan sehingga Kab. Pekalongan menjadi kabupaten yang benar-benar loh jinawi, toto tentrem, kerto raharjo dan mendapat rahmat dari Allah Swt.
Sementara itu Kepala Desa Wringinagung Sanuji menyampaikan rasa terimakasihnya pada seluruh warganya yang telah menjaga persatuan dan kesatuan di desanya serta telah bersama-sama melaksanakan acara Legenonan tersebut. (451h & Hamhum)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Minggu, 14 Agustus 2016
Ditambahkan Basuki bahwa sebelum kunjunga hari itu, sebelumnya telah dilakukan peninjauan oleh Kepala Badan Litbang Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Dr. Ari, dimana dalam laporannya Dr. Ari menyarankan pentingnya diterapkan sistem “Zonasi” , yaitu dipisahkannya pemukiman warga dengan tambak, karena kedua zona tersebut memiliki perbedaan kebutuhan. Zona Pemukiman tidak butuh air, sedangkan zona tambak sangat membutuhkan air. Hal tersebut menurutnya harus dipetakan dan yang paling penting harus disepakati oleh seluruh warga. Basuki juga menekankan agar semaksimal mungkin untuk tidak menggunakan tanah warga, karena kebanyakan tanah yang ditempati adalah milik mereka satu-satunya.
Ditegaskan Basuki, jika pemetaan dan kesepakatan warga yang saat ini baru secara lisan telah diformalkan, maka diproyeksikan paling lambat di Tahun 2017 secara fisik akan dilaksanakan. “ Saat ini hal tersebut sedang dalam proses oleh pihak desa dan Pemkab. Pekalongan, saya berharap cepat terselesaikan, mudah – mudahan ada manfaatnya saya kesini,” ujarnya. (dian’s/H-)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Jumat, 12 Agustus 2016
Terakhir, Bupati menitip pesan kepada seluruh Jamaah Haji Kabupaten Pekalongan agar saat melaksanakan Wukuf di Padang Arofah yang merupakan saat dan tempat yang paling mujarab di kabulkannya doa seseorang, untuk mendoakan bagi kebaikan dan kemaslahatan Seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Selamat menunaikan ibadah Haji, Semoga diberi kemudahan dan kelancaran melaksanakan seluruh rangkaian rukun ibadah dan mendapat predikat haji yang mabrur,” tukasnya menutup sambutan.
Sementara itu, Kloter 5 Jamaah calon haji Kab. Pekalongan rencananya akan diberangkatkan malam nanti tepatnya pukul 22.00 WIB di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan oleh Wakil Bupati Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti. (dian’s/Aan)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Selasa, 9 Agustus 2016