KAJEN - Para pegiat pendidikan di seluruh penjuru Nusantara beserta anak didiknya, hari ini (2/5) memperingati Hari Pendidikan Nasional. Begitu juga dengan Kabupaten Pekalongan, Hari Pendidikan diperingati di lapangan Alun-alun Kajen dengan pembina upacara Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, MSi dan dihadiri oleh FKPB, Sekda Kab. Pekalongan beserta jajarannya serta diikuti oleh Guru dan para Pelajar se Kabupaten Pekalongan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Anies Baswedan dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Pekalongan menyampaikan apresiasi atas peran aktif para pendidik dalam mencerdaskan saudara sebangsa. “Kepada Ibu dan Bapak pendidik di seluruh jenjang, yang tak lelah menyalurkan inspirasi, membuka jalan pencerahan, dan membangkitkan asa setiap insan yang dididiknya agar menjadi manusia yang berkarakter, berpengetahuan dan memberikan faedah bagi sekitarnya, ijinkan saya atas nama pemerintah menghaturkan rasa hormat mendalam,” katanya.
Lebih lanjut Anies mengatakan Hari Pendidikan Nasional dirayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. “Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Anies, mutu dan jenjang pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Maka memastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja dan tentu saja, cara kita belajar.
Oleh karena itu, lanjutnya, meramalkan masa depan menjadi semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada. “Namun yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah bahwa kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya,” jelas Anies.
Ditambahkan Anies, salah satu dukungan yang perlu diberikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya yang mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi. Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering dibicarakan seperti nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, dan sopan santun.
Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja yaitu kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. “Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat,” urainya.
Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu diperhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. “Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang masih harus kita perkuat, maka kini kita perlu pula memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya,” jelasnya.
Terakhir dan tak kalah pentingnya adalah komponen kompetensi, yaitu kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta kemampuan kolaborasi. (451H & Tim Pubdok)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 2 Mei 2016
KAJEN – Sebanyak 158 Pejabat Eselon II dan III di Lingkungan Pemkab Pekalongan hari ini (2/5) menjalani tes uji urine untuk mengetahui apakah mereka menggunakan Narkoba atau tidak. Tes yang dilaksanakan di Aula lantai 1 Setda tersebut dihadiri dan diikuti oleh Bupati Pekalongan Drs. Amat Antono, M.Si, Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE. MM serta Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, M.Si.
Usai seluruh pejabat menjalani tes urine, Kepala BNN Kabupaten Batang, Drs. Igor Budi Wardiyono kemudian menyerahkan secara langsung hasilnya kepada Bupati Pekalongan, dimana dari hasil tes tersebut didapat bahwa seluruh pejabat yang telah menjalani tes dinyatakan negatif Narkoba.
Menanggapi hal tersebut, Antono menyatakan terimakasih kepada BNN khususnya BNN Batang atas kesediannya melakukan tes pada hari ini, dan memberikan keleluasaan bagi BNN untuk melakukan tes serupa kepada seluruh PNS di Lingkungan Pemkab. Pekalongan dengan jadwal atau waktu yang ditentukan oleh BNN sendiri. Ditegaskan Antono tes hari ini bertujuan untuk membersihkan pejabat dari Narkoba karena pengaruh atau resikonya Narkoba terhadap pikiran, hati dan kinerja besar sekali, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan terhadap agar mereka tidak terlibat Narkoba.
Antono juga berharap kegiatan hari ini dapat menjadi inspirasi dan spirit kita untuk memerangi Narkoba karena tes serupa akan dilanjutkan hingga ke tingkat staf, tidak berhenti sampai pada Pejabat Eselon II dan III saja. Antono juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung dan ikut serta dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Narkoba, dan berharap hal tersebut tidak hanya dibebankan pada BNN dan pemerintah saja. “Kita harus dukung gerakan pemberantasan Narkoba karena yang dirusak sangat mendasar!” tegasnya.
Rabu, 27 April 2016
KAJEN – Puncak peringatan Hari Kartini ke 137, hari ini (21/4) di Kabupaten Pekalongan ditandai dengan resepsi dan Sarasehan bertajuk “Kesehatan Reproduksi Wanita” dengan narasumber dr. Inu Mulyantoro, Sp.OG (K) D.MAS dari Devisi FER Bagian Obsgin, Fakultas Kedokteran UNDIP Semarang. Namun sebelumnya telah dilangsungkan berbagai kegiatan, diantaranya Pelayanan KB dan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim (IVA) gratisi, lomba kreativitas pendidik PAUD desa atau binaan PKK, Lomba keserasian berbusana dan karaoke berpasangan bagi pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Pekalongan serta Bazaar dari PKK kecamatan dan Organisasi-organisasi wanita se – Kab. Pekalongan.
Ketua penyelenggara Peringatan Hari Kartini ke 137, Ny. Endang Ali Riza, dalam laporannya mengungkapkan bahwa maksud diselenggarakannya serangkaian kegiatan peringatan Hari Kartini tahun ini adalah sebagai upaya untuk menangkap momentum hari lahir Ibu RA. Kartini sebagai saat yang tepat untuk mengingat kembali dan menghargai jasa para pahlawan emansipasi perempuan di Indonesia khususnya Ibu RA. Kartini. “ Sedangkan tujuannya adalah untuk memotivasi diri kita dan meneruskan semangat Kartini dalam memajukan bangsa melalui kemajuan kaum perempuan,” terangnya.
Acara resepsi yang dihadiri oleh Bupati Pekalongan, Drs. Amat Antono beserta istri, jajaran Muspida Kab. Pekalongan, Ketua DPRD Kota Pekalongan, Kepala SKPD, pengurus TP. PKK Kabupaten dan kecamatan se-Kab. Pekalongan, GOW dan perwakilan organisasi perempuan, serta perwakilan LSM dan Ormas tersebut digelar di Aula lantai 1 Setda Kab. Pekalongan.
Dalam sambutannya Bupati mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada pihak penyelenggara kegiatan dan berharap agar acara peringatan tersebut dapat dijadikan momentum untuk merenung dan mengambil hikmah atas perjuangan dan cita – cita Kartini yang sangat mulia. “Mari kita renungkan dan jabarkan cita-cita Kartini tersebut secara arif untuk diterapkan pada profesi kita masing-masing,” imbaunya.
MEMBAYANGKAN pemandangan alam nan indah sejak perjalanan kami dari Kajen menuju lokasi Curug Kuwung Indah di Desa Karanggondang, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan akhirnya terwujud, setelah kami menempuh perjalanan sekitar setengah jam dengan mobil. Kemudian kami meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki dari parkir bawah menuju parkir atas dan beristirahat sejenak untuk sekedar menikmati camilan dan membeli bekal minuman untuk meneruskan perjalanan menuju curug.
Kami mulai menyusuri jalan setapak yang menanjak dengan tangga-tangga alami untuk mencapai lokasi air terjun. Di beberapa titik, kita bisa berfoto dengan latar belakang pemandangan perbukitan nan hijau dan melanjutkan perjalanan menuju lokasi air terjun. Kita akan menjumpai sejumlah warung di sepanjang jalan menuju lokasi curug dan bisa membeli makanan serta minuman sambil istirahat sejenak, sebelum meneruskan perjalanan kembali.
Yang mengasyikkan dalam perjalanan menuju Curug Kuwung Indah, kita juga akan disuguhi sensasi menyeberang jembatan gantung dari bambu di atas jurang sedalam sekitar 50 meter, sebelum sampai di curug.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit dari parkir bawah, akhirnya sampai juga di Curug Kuwung Indah. Seperti namanya, air terjun tersebut memang indah. Terlihat pemandangan air yang jatuh dari ketinggian sekitar 55 meter. Suara yang ditimbulkannya pun cukup keras. Pengunjung tak berani mandi atau bermain air tepat di bawah jatuhnya air. “Rasanya seperti kejatuhan batu besar, sewaktu mencoba mandi di air terjun. Sekali saja cukup, gak lagi-lagi,” kata Heri (40), pengunjung asal Kabupaten Batang saat mengungkapkan pengalamannya mandi di bawah air terjun, baru-baru ini.
Pengunjung kebanyakan mandi atau hanya bermain air di sekitar atau di bawah curug. Sesekali pengunjung juga bisa merasakan sensasi seperti dipijat ketika bersandar di batu dan diguyur air yang mengalir dari curug. Jangan lupa untuk mengabadikan moment-moment selama bermain air terjun. Atau kita juga bisa berpose di atas papan yang dibangun di bawah curug, di tepi jurang. Hasil foto akan lebih bagus jika diambil dari jalan setapak di bawahnya.
KAJEN – Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pekalongan Tahun 2016, hari ini (11/4) digelar di Aula lantai 1 Setda Kab. Pekalongan. Acara yang diikuti oleh lebih kurang 304 peserta yang berasal dari Unsur aparatur pemerintahan desa dan kelurahan se - Kab. Pekalongan tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan, Dra. Mukaromah Syakoer, MM.
Dalam sambutannya yang dibacakan Sekda, Bupati Pekalongan Drs. Amat Antono, M.Si mengungkapkan bahwa ketiga Perda yang akan disosialisasikan hari ini sangatlah penting. Misalkan saja Perda No. 6 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Kearsipan merupakan tindak lanjut dari UU No. 43 tahun 2015 tentang Kearsipan, dimana menurut UU tersebut setiap Pemerintah Daerah wajib melakukan pengelolaan kegiatan kearsipan, karena pengeloaan kearsipan bukan saja dilakukan untuk penyelamatan catatan sejarah/ daerah namun juga sebagai upaya menyelamatkan bahan bukti kinerja Pemda yang pada akhirnya akan sangat bermanfaat. “Perda No.6 tahun 2015 tersebut juga diharapkan dapat menjadi batasan formal, ruang lingkup pengelolaan arsip di Pemda, dan memberikan kejelasan ruang gerak, dan kewenangan serta menjadi landasan hukum bagi SDM pengelola kearsipan dalam melaksanakan tugasnya sehingga terwujud tertib arsip,” terangnya.
Sedangkan terkait Perda No.13 tahun 2015 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Sekda menyatakan hal tersebut sebagai upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik yaitu yang berdasarkan atas akuntabilitas, transparansi dan partisipasi masyarakat. Karena perkembangan teknologi dan informasi di tengah masyarakat memungkinkan mereka untuk terlibat dalam proses pengambilan kebijakan publik. “ Hal tersebut diharapkan dapat mewujudkan terciptanya Clean and Good Goverment, dimana kita dituntut untuk membentuk spirit demokrasi dan memberikan akses kepada publik akan informasi secara luas yang diharapkan mampu membantu memberi pilihan langkah yang jelas kepada pemerintah untuk mengambil kebijakan yang strategis,” ungkapnya.
KAJEN – Setelah pada hari I (Senin, 4 April 2016) Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Dra. Mukaromah Syakoer, MM., memantau pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA sederajat di wilayah Kota Santri, pada hari II (Selasa, 5 April 2016) Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE.MM juga melakukan hal yang sama. Wakil Bupati didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Dra. Sri Sugiarti melakukan pantauan ke SMA I Bojong dan SMK I Kedungwuni.
Wakil Bupati tiba di SMA I Bojong pukul 09.00WIB langsung disambut oleh Kepala Sekolah yaitu Drs. Bambang Wirudi dan langsung melakukan pemantauan ke ruang kelas dimana UN dilaksanakan.
Saat memasuki beberapa ruang kelas tempat UN, Wakil Bupati memberikan semangat kepada seluruh siswa-siswi peserta UN. Beliau menyampaikan agar seluruh peserta UN dalam mengerjakan soal untuk senantiasa percaya diri-sendiri, semangat, teliti dan pasrahkan semua kepada Allah SWT. “Saya harapkan anak-anak dalam mengerjakan soal UN dengan teliti, jangan buru-buru. Percayalah pada dirimu sendiri dan pada akhirnya kita pasrahkan kepada Allah SWT untuk hasilnya,” pintanya.
Jumlah peserta UN untuk SMA I Bojong sebanyak 265 siswa terdiri dari 131 (32 laki, 99 perempuan) jurusan IPA dan 134 (57 laki-laki, 77 perempuan) jurusan IPS. Hal itu dikatakan Kepala Sekolah Drs. Bambang Wirudi.
Sekolah lain yang pantau Wakil Bupati Fadia Arafiq yaitu SMK I Kedungwuni. Seperti halnya di SMA I Bojong, di SMK I Kedungwuni Wakil Bupati juga disambut langsung oleh Kepala Sekolah Drs. Rose Kamto, M.Si. SMK I Kedungwuni merupakan salah satu dari 7 sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) atau secara online yaitu menggunakan sistem computer based test (CBT).
KAJEN – Untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung dimulai dari keluarga yang sehat dari yang belum lahir hingga meninggal agar kehidupan Bangsa Indonesia dan masyarakat Kabupaten Pekalongan pada khususnya menjadi sejahtera, Bupati Pekalongan beserta Para Camat se kabupaten Pekalongan mendeklarasikan Gerakan “Ayo Ikut KB” di Kabupaten Pekalongan sebagai komitmen mendukung keberhasilan program KB dan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut KB, 2 anak cukup, keluarga sejahtera.
Penandatanganan Deklarasi tersebut dilaksanakan dalam Pencanangan Kampung KB di Desa Galang Pengampon Kecamatan Wonopringgo Kab. Pekalongan Selasa (5/3) pagi tadi oleh Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono, MSi yang dilaksanakan oleh Pemkab Pekalongan bekerjasama dengan BPMPKB Propinsi Jawa Tengah melalui program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
Menurut Kepala BPMPKB Kab. Pekalongan Drs.H.Yoyon Ustar Hidayat, MSi, Kampung KB ini nantinya akan dibina oleh SKPD terkait, dengan tidak hanya membatasi kelahiran tapi juga bagaimana agar hak-hak anak dapat terpenuhi dan angka kelahiran ibu dan bayi bisa merendah, termasuk bagaimana pendidikannya. Pemilihan Kampung KB ini berdasarkan pada ruang lingkup pendidikan, keluarga berencana, kesehatan reproduksi termasuk ketahanan keluarga dan pemberdayaan keluarga dalam ragka membangun keluarga.
“Yang kedua adalah kegiatan lintas sektoral yang meliputi bidang pemukiman rumah tidak layak huni, sosial ekonomi, kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang semuanya akan dipenuhi oleh beberapa Instansi yang tergabung dalam rangka membangun keluarga tidak sekedar membatasi kelahiran,” jelas Yoyon.
KAJEN – Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Dra. Mukaromah Syakoer, MM., Senin (4/4/2016) memantau pelaksanaan ujian nasional (UN) SMA sederajat di wilayah Kota Santri. Sekda didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Dra. Sri Sugiarti beserta Kabid Pendidikan Menengah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tri Budi Hartono.
Hari pertama UN sekolah yang dipantau yaitu SMAN 1 Kajen, SMAN I Kesesi dan SMKN Sragi. Dari tiga sekolah yang didatangi, kata dia, tidak ada yang mengalami kendala. Hasil pengamatannya hari pertama tidak ada siswa yang tidak hadir, semuanya datang.
Menurutnya, ujian nasional (UN) kali ini tidak berbeda dari UN tahun sebelumnya yakni hasilnya bukan untuk penentu kelulusan. Berkaitan dengan kelulusan, ada mekanisme tersendiri.
Mengenai ujian online, Sekda menyatakan sangat mendukung. Namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan dan harus dipersiapkan antara lain ruang yang representatif, listrik dan cadangan listrik/ genset yang memadai, serta adanya komputer dan server yang memadai pula. Lebih lanjut Sekda menyatakan bahwa persiapan dan pelaksanaan UN tingkat SMA sederajat tahun 2016 di Kabupaten Pekalongan berjalan lancar dan tertib.
Tahun 2016 ini, sebanyak 6.975 siswa tingkat menengah atas di Kabupaten Pekalongan pada 4-7 April mengikuti ujian nasional (UN), terdiri dari 2.520 siswa SMA, 3.397 siswa SMK dan 1.058 siswa MA. Hal itu dikatakan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Dra. Sri Sugiarti.
Menurut Titik sapaan akrab Sri Sugiarti, sebanyak tujuh sekolah tingkat SMA di Kabupaten Pekalongan pada 2016 ini melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) atau secara online yaitu menggunakan sistem computer based test (CBT).
Sementara itu Kepala BNN Kab. Batang menyatakan, pihaknya menyambut baik upaya Pemkab. Pekalongan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dari Narkoba. Dirinya berharap gerakan Stop Narkoba yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi bisa diterapkan di semua instansi.
Mengakhiri kegiatan tersebut, Igor menyerahkan stiker bertuliskan “Stop Narkoba” yang merupakan simbol perlawanan terhadap Narkoba kepada Bupati Pekalongan untuk kemudian dipasang di masing-masing kantor di lingkungan Pemkab. Pekalongan. (dian/dion)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 2 Mei 2016
Sedangkan terkait tema peringatan yaitu “Dengan semangat Kartini kita tingkatkan kualitas keluarga melalui generasi sehat, ekonomi kuat, perempuan bermartabat“ . Antono mengajak semua perempuan utamanya para ibu agar bisa mengaplikasikan makna dari tema peringatan, bukan hanya bisa memperingati secara seremonial saja.
Pada acara tersebut juga dilaksanakan pemberian hadiah oleh Bupati kepada para pemenang lomba termasuk kepada pemenang lomba busana ‘ala Kartini’ terbaik bagi para undangan perempuan yang penilaiannya dilakukan secara spontan pada saat berlangsungnya acara, dan dimenangkan oleh Juara 1 (Ibu Kajari Kajen – Ahelia Agustam), Juara 2 (Ibu Hari Suminto), Juara 3 (Ibu Sri Sugiarti). (dians’/di2k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Kamis, 21 April 2016
Penataan secara Swadaya
Meskipun penataan kawasan Curug Kuwung Indah masih sederhana, karena dilakukan masyarakat secara swadaya, berdampak cukup baik bagi perekonomian masyarakat. Beberapa warga membuka warung yang menyediakan makanan dan minuman bagi pengunjung. Ada pula yang menyediakan MCK. Para pemuda yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) juga mengelola parkir di lokasi wisata yang hasilnya digunakan untuk penambahan fasilitas di kawasan wisata. Mereka juga menjual souvenir berupa kaos Curug Kuwung Indah di parkir bawah. Agar lebih bervariasi, mereka juga akan menyediakan hasil dari Lebakbarang lainnya seperti gula aren, madu hutan, keripik pisang, serta kerajinan sapu glagah.
Untuk meramaikan kawasan wisata Curug Kuwung Indah, pemuda Desa Karanggondang juga mengadakan lomba swa foto atau foto selfie dengan lokasi pengambilan foto di curug dan lokasi lainnya di jembatan bambu dekat curug. Lomba berhadiah uang Rp. 300.000 untuk Juara I, Rp. 200.000 untuk Juara II dan Rp. 100.000 untuk Juara I. Peserta diminta untuk mengirimkan dua lembar foto yang diambil di dua lokasi tersebut dan foto akan dinilai pada 29 Mei 2016.
Terpisah, Camat Lebakbarang, Yuhanto, S.IP, M.Si mengatakan, potensi wisata Curug Kuwung Indah baru tergali sejak setahun lalu, dan setelah ditata secara swadaya oleh masyarakat, cukup ramai dikunjungi pengunjung dari wilayah Kabupaten Pekalongan dan beberapa wilayah kabupaten/kota tetangga. “Ramainya empat bulan terakhir, terutama pada hari Jum’at, Sabtu, Minggu,” tutur Yuhanto.
Untuk mendukung wisata Curug Kuwung Indah, Yuhanto mengusulkan pada Kades dan LPMD Karanggondang agar bisa dibangun akses jalan dari parkir atas menuju curug. Saat ini jalan masih berupa tanah dan beberapa titik berbatasan langsung dengan jurang. Sebagian lahan milik masyarakat, sebagian lainnya milik perhutani. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Perhutani dan kami juga mengajak LMDH dalam pengelolaan kawasan wisatanya,” ujar Yuhanto. Pihaknya juga akan mengusulkan pembangunan toilet dan ruang ganti yang lebih memadai di lokasi curug. Saat ini fasilitas yang sudah dibangun warga yaitu jembatan bambu dan ruang ganti di lokasi curug.
Ke depan, pihaknya akan mengusulkan jembatan permanen yang menghubungkan jalan setapak dengan lokasi curug. “Kalau pembangunan jembatan permanen akan kami usulkan ke pemkab, karena itu biayanya besar dan bagaimana pun, jembatan dari bambu kurang aman bagi pengunjung, apalagi jika dibuat sudah lama,” imbuh dia. Penataan kawasan wisata akan diusahakan tetap menjaga keseimbangan alam dan ekosistem hutan.
Untuk meramaikan wisata di kawasan tersebut, pada Mei nanti akan digelar Bazaar Jajanan Rakyat dan Festival Hasil Bumi di parkir atas kawasan wisata Curug Kuwung Indah. Bazaar akan menyajikan camilan khas Lebakbarang serta hasil bumi yang berupa beras, jagung, umbi-umbian, sayuran, serta buah-buahan yang dihasilkan dari tanah Lebakbarang.
Selain Curug Kuwung Indah, objek wisata lain di Lebakbarang yakni Curug Kalijodo yang lokasinya berada di tepi jalan raya sebelum lokasi Curug Kuwung Indah. Ada juga Curug Cinde di Desa Depok yang lebih dulu dikenal. Pengunjung juga bisa berziarah ke Makam Mahameru di Dusun Parakan, Desa Sidomulyo dan mencoba mengangkat batu lumpang di Situs Batu Renjing. Bagi pengunjung yang percaya, jika bisa mengangkat batu, akan dikabulkan permintaannya. Lebakbarang pernah menjadi Pemerintahan Darurat Karesidenan Pekalongan pada tahun 1947 lalu. Pengunjung dapat melihat Monumen Perjuangan di dekat Kantor Kecamatan Lebakbarang.*)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 20 April 2016
Sementara itu terkait Perda No.14 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Publik, Sekda menekankan pentingnya aparat untuk dapat mengelola dan memberikan pelayanan publik dengan baik. “Karena pemerintahan baru dikatakan baik jika mampu memberikan pelayanan publik yang baik, untuk itu kita perlu terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan mutu pelayanan publik,” ujarnya menutup sambutan.
Sebelumnya, Kepala Bagian Hukum Setda Kab. Pekalongan, Endang Murdiningrum, SH. Mengungkapkan bahwa maksud dan tujuan kegiatan hari ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta kepatuhan aparatur pemerintahan desa dan kelurahan yang telah diundangkan, khususnya yang akan disosialisasikan pada hari ini. Dijelaskan Endang bahwa sosialisasi akan diselenggarakan dalam 5 tahap, yakni dari tanggal 11 April 2016 atau hari ini berupa pembukaan sampai dengan 19 April 2016, dengan menghadirkan tiga narasumber yaitu dari Kanperpus-Arsipda Kab. Pekalongan, Dishubkominfo Kab. Pekalongan, serta Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda Kab. Pekalongan. (dians/dion)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 11 April 2016
Sebelum melakukan pamantauan ke ruang-ruang kelas tempat UN, terlebih dahulu Wakil Bupati mengecek secara langsung ketersediaan cadangan listrik atau genset di sekolah itu guna memastikan kesiapan dalam pelaksanaan UN. Dan seperti halnya di SMA I Bojong, di SMK I Kedungwuni Wakil Bupati juga memberi semangat kepada seluruh siswa peserta UN.
Kepala Sekolah SMK I Kedungwuni, Drs. Rose Kamto, M.Si., tahun 2016 ini peserta UN 449 siswa terdiri dari 322 siswa laki-laki dan 127 siswa perempuan. Mereka terbagi dalam 7 paket keahlian (jurusan) yaitu Teknik Gambar Bangunan sebanyak 71 siswa (32 laki-laki dan 39 perempuan), Teknik Instalasi Pemantapan Tenaga Listrik sebanyak 71 siswa (45 laki-laki dan 26 perempuan), Teknik Pengelasan sebanyak 61 siswa laki-laki, Teknik Pemesinan sebanyak 69 siswa (68 laki-laki dan 1 perempuan), Teknik Kendaraan Ringan sebanyak 71 siswa (67 laki-laki dan 4 perempuan), Teknik Komputer dan Jaringan sebanyak 71 siswa (31 laki-laki dan 40 perempuan), dan Geomatika sebanyak 35 siswa (18 laki-laki dan 17 perempuan).
Dari dua sekolah yang didatangi, kata Wakil Bupati, tidak ada yang mengalami kendala. Hasil pengamatannya hari kedua tidak ada siswa yang tidak hadir, semuanya datang. (d12k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Selasa, 5 April 2016
Pemilihan kampung KB ini tidak berdasarkan kampung yang sudah maju, tetapi malah justru berdasarkan pada daerah yang masih terpencil karena sesuai dengan nawacita yang ketiga bahwa Presiden akan membangun dimulai dari daerah pinggiran yaitu daerah pantai, daerah gas dan pegunungan. “Kampung KB ini juga nantinya diharapkan akan mendukung sebagai implementasi nawacita yang kelima yaitu meningkatnya kesejahteraan masyarakat indonesia,” jelasnya.
Sementara itu Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono MSi dalam sambutannya saat pencanangan tersebut menyampaikan bahwa acara Pencanangan Kampung KB ini sangat strategis dan membanggakan karena faktor utama kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga ada pada manusianya. “Kalau ingin membangun hari esok yang lebih baik tidak lepas dari masalah penduduk. Oleh karenanya, terimakasih pada petugas lapangan dan kader KB sebagai garda terdepan,” ujarnya.
Bupati juga berharap hendaknya program KB ini menjadi kesadaran bersama. “Kita tidak bisa berpikir individual bahwa kita akan hebat. Oleh karena itu harus disadari oleh semua dan mari kita bersama mempersiapkan keluarga masa depan yang salah satu pilarnya adalah KB,” harap Antono.
Terkait dengan tahun 2035 bahwa Indonesia akan mendapat bonus demografi dimana pada tahun tersebut generasi muda di Indonesia akan mencapai angka 68%, Bupati menyampaikan dengan program KB ini diharapkan akan mewujudkan generasi emas. Oleh karena itu menurutnya kalau dipersiapkan dengan baik maka akan menghasilkan generasi yang berkualitas. “Mari sama-sama menghayati program ini dengan baik. Laksanakan untuk sesama, karena tanpa didukung yang lain maka tidak akan tercapai,” jelasnya.
Lebih lanjut Antono berharap agar para petugas lapangan dan kader serta semua yang terkait untuk menjaga kegiatan pencanangan tersebut agar tidak berhenti sebagai acara seremonial saja melainkan sebagai awal kebangkitan dari KB untuk menjadi inspirasi bagi keberhasilan program yang lain. “KB bukan program instan melainkan program strategis berkelanjutan,” imbuhnya.
Di bagian lain Kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Jawa Tengah Mustar, SE, MM menyampaikan bahwa pembentukan Kampung KB ini berawal dari pencanangan oleh Presiden Joko Wi pada 14 Januari 2016 lalu di Cirebon yang juga menjadi momentum yang tak terlupakan karena bersamaan dengan kejadian bom di Sarinah. “Semoga pencanangan ini akan memberi manfaat bagi masyarakat di Kampung KB. Saya harap partisipasi masyarakat semakin meningkat dan pemerintah yang melayani basis data untuk perencanaan program kedepan,” harap Mustar.
Ditambahkan Mukhtar, ada beberapa program yang terkait dengan pencanangan Kampung KB tersebut, yaitu pendewasaan usia perkawinan dan pengaturan kelahiran dengan menghindari resiko kehamilan dengan cara mencegah 4 terlalu yaitu terlalu muda hamil, terlalu tua, terlalu banyak dan terlalu rapat atau dekat jarak antar kehamilan.
Diakhir sambutannya Mukhtar mengajak semua masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama bekerja keras, cerdas dan ikhlas untuk keberhasilan Kampung KB dari tingkat Kabupaten hingga desa sehingga tujuan Kabupaten Pekalongan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.(451h & Her)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Selasa, 5 April 2016
Ke tujuh sekolah tingkat SMA itu, yaitu sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) Kedungwuni, Karangdadap, Sragi dan Lebakbarang. Adapun untuk SMK swasta hanya SMK Muhammadiyah Bligo dan Kajen. Kemudian ditambah SMA1 Kajen
Dikatakan, dari 32 SMK di Kabupaten Pekalongan yang dinyatakan lolos verifikasi serta layak menggelar ujian nasional secara online hanya enam SMK saja. Dua SMK swasta dan empat SMK negeri. Persyaratan Selanjutnya, dari 16 SMA yang ada, baru satu yang siap melaksanakan ujian dengan sistem CBT.
Kendati demikian, jumlah pelaksana ujian nasional CBT pada UN 2016 meningkat bila dibanding tahun 2015. Pada 2015, sekolah yang ujian nasional dengan sistem online di Kota Santri hanya empat sekolah saja, yaitu SMK Kedungwuni dan Sragi. Kemudian dari kalangan swasta SMK Muhammadiyah Bligo dan Kajen.
Dia menjelaskan, persyaratan agar bisa menggelar ujian nasional secara online sebagaimana yang telah ditetapkan. Beberapa persyaratan itu di antaranya sekolah memiliki petugas laboratorium komputer. Perbandingannya, yaitu satu banding tiga atau satu komputer untuk tiga peserta UN. Misalnya, jika jumlah peserta UN 120 orang, maka jumlah komputer yang harus tersedia minimum 40 unit.
Syarat lain, sekolah mampu menyediakan sarana komputer dengan spesifikasi (minimal) sesuai yang telah ditentukan oleh Puspendik. ”Semua sekolah pelaksana CBT tahun ini komputernya sudah mencukupi dan memiliki jaringan internet,” ungkapnya. Sistem UN CBT ini, kata Titik, baik untuk objektivitas jawaban peserta UN. Selain itu, sebagai pemanfaatan kemajuan teknologi. Ia berharap, ke depan semua sekolah di Kabupaten Pekalongan dapat melaksanakan UN dengan sistem CBT. (d12k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 4 April 2016