KAJEN – Bertempat di Aula lantai 1 Setda Kab. Pekalongan, hari ini (30/3) digelar acara sosialisai Penghematan Energi dan Air tingkat Kab. Pekalongan. Acara diikuti oleh perwakilan SKPD, perwakilan BUMN dan BUMD se-Kab. Pekalongan, serta perwakilan Kepala sekolah SMA/SMK se-Kab. Pekalongan.
Pada kesempatan tersebut, dalam sambutannya, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kab. Pekalongan, Abdul Baqi, SH. S.Pn mengungkapkan bahwa acara yang digelar hari ini merupakan salah satu tindak lanjut Pemkab Pekalongan atas Instruksi presiden No. 13 Tahun 2011 tentang Penghematan energi dan air. Dimana melalui acara ini diharapkan masyarakat terutama instansi pemerintah dan sekolah dapat turut seta mengkampanyekan pentingnya pola hidup hemat energi dan air, sekaligus menerapkan hal tersebut dalam aktivitas sehari – hari.
Ditambahkan Baqi bahwa hal tersebut menurutnya sangat penting mengingat saat ini kesenjangan antara permintaan dan ketersediaan energi terus meningkat. Pada kesempatan tersebut Baqi juga mengajak para peserta untuk bersama – sama mensosialisasikan pentingnya pola hidup hemat energi dan air dan menjadikan hal tersebut sebagai budaya atau kebiasaan. “ Mari kita merevolusi pola kebiasaan kita yang tadinya masih boros energi dan air menjadi efisien dan efektif dalam setiap penggunaan energi dalam kehidupan sehari – hari kita,” himbaunya.
Sementara itu, hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut yaitu pertama, dari Biro Bina Produksi Setda Provinsi Jawa Tengah, Joko Kristantanto, SH.MH yang memaparkan tentang Kebijakan konversi energi dan Penghematan energi dan air. Narasumber kedua Ir. Hasan Basri, MM dari Dinas ESDM Prov. Jawa Tengah yang membawakan materi Pelaksanaan penghematan energi dan air, serta Ahmad Ikhwani dari PLN Rayon Kedungwuni yang mengetengahkan materi tentang Hemat energi listrik. Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 100 orang peserta tersebut di akhiri dengan diskusi dan dialog seputar Hemat Energi dan air. (dian’s/dion)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Rabu, 30 Maret 2016
KAJEN – Bupati Pekalongan, Drs. Amat Antono, M.Si, hari ini (28/3) membuka secara langsung Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Kab. Pekalongan Tahun 2016. Acara yang diselenggarakan di Aula Lantai 1 Setda ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Pekalongan, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kab. Pekalongan, termasuk wakil pimpinan DPRD Kab. Pekalongan beserta anggota, para asisten dan staf ahli Bupati dan kepala SKPD di Lingkungan Pemkab. Pekalongan, serta Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan terpilih periode 2016 – 2021.
Dalam laporannya Kepala Bappeda Kab. Pekalongan, Ir. Bambang Irianto, MM menjelaskan bahwa maksud dan tujuan dari kegiatan tersebut diantaranya sebagai media partisipasi dan konsultasi publik guna mewujudkan sinergitas, sinkronisasi dan harmonisasi prioritas program dan kegiatan pembangunan daerah, serta untuk menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kab. Pekalongan Tahun 2016 agar selaras dengan program pemerintah pusat, dan Provinsi Jawa Tengah. Diterangkannya pula bahwa Musrenbang tingkat kabupaten ini telah diawali terlebih dulu dengan Musrenbang tingkat desa pada 4-22 Januari 2016, Musrenbang tingkat kecamatan pada 1-19 Pebruari 2016, serta Musrenbang forum SKPD pada 22-29 Maret 2016. “Kami berharap forum ini dapat menjadi media penyempurna rancangan RKPD dan rancangan Renja SKPD termasuk didalamnya program, kegiatan dan pendanaannya,” jelasnya.
Pada bagian lain, Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Dra. Hj. Hindun, MH dalam sambutan paparannya menyampaikan pokok-pokok pikiran DPRD Kab. Pekalongan untuk pembangunan Kab. Pekalongan Tahun 2017, diantaranya di bidang pemerintahan, perekonomian, dan kesejahteraan rakyat. Hindun berharap dengan dilibatkannya DPRD sejak awal penyusunan dokumen baik RKPD dan RPJMD 2016-2012 maka diharapkan dapat memberi masukan berupa aspirasi dan hal-hal yang dibutuhkan masyarakat yang diserap oleh anggota DPRD pada saat reses atau saat menjaring aspirasi di masyarakat. “ Kami berharap pokok – pokok pikiran DPRD tersebut dapat diperhatikan dan diakomodir oleh eksekutif dalam RKPD 2017,” tukasnya.
KAJEN – Hari ini (22/3) Pemkab. Pekalongan menyelenggarakan Sosialisasi Penyesuaian Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) menjadi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kegiatan diikuti oleh lebih kurang 80 peserta yang terdiri dari Perwakilan kecamatan dan SKPD di lingkungan Pemkab Pekalongan, MUI, serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat se- Kab. Pekalongan, dan menghadirkan narasumber dari BAZNAS Jawa Tengah, Drs. H. Moh. Syafiq.
Bupati Pekalongan, Drs. Amat Antono, M.Si dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda, Hj. Sumarwati, S.Pd. M.Ap. mengungkapkan bahwa zakat sebagai salah satu rukun iman yang ketiga sebenarnya bukan hanya zakat fitah saja seperti yang umum dilaksanakan oleh masyarakat, namun ada pula zakat mal dan yang lainnya. Untuk itulah pihaknya akan mendorong agar pelaksanaan zakat di Kab. Pekalongan menjadi optimal.
Dirinya juga berharap BAZNAS bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kemiskinan, untuk itu menurutnya BAZNAS harus dikelola secara profesional dan transparan, dan kedepan jangan hanya bersifat zakat konsumtif namun juga produktif. “ Potensi besar zakat untuk mengatasi kemiskinan ini hendaknya bisa memotivasi kita,” tegas Antono.
Tak lupa Bupati berpesan kepada seluruh peserta sosialisasi agar mengikuti dengan baik materi yang akan diberikan oleh narasumber sehingga nantinya akan faham dan bisa menularkan informasi yang didapat kepada rekan dan lingkungannya. (dians/her)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
KAJEN – Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si., Senin (22/02/2016) secara langsung menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2015 dan Akhir Masa Jabatan Tahun 2011-2016 kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH. Disaksikan oleh Wakil Ketua DPRD Nunung Sugiantoro, MT., Muspida, Sekda Dra. Mukaromah Syakoer, MM., para Anggota DPRD, dan para Kepala SKPD se Kabupaten Pekalongan beserta tamu undangan lain.
Bupati Antono dalam sambutan pengantar menyampaikan bahwa LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2015 secara substansi merupakan evaluasi capaian kinerja pembangunan tahuan Kabupaten Pekalongan berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2015 yang merupakan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2011 – 2016.
Dengan demikian, kata Bupati, kinerja pemerintahan daerah yang telah dilaksanakan tahun 2015, tidak akan terlepas dari dokumen perencanaan tersebut yang pada dasarnya adalah sebuah kerangka kerja bersama untuk mewujudkan Visi Kabupaten Pekalongan Tahun 2011 – 2016, yakni, “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera dan Bermartabat Berbasis pada Kearifan Lokal”.
“Penyampaian LKPJ Akhir Tahun Anggaran 2015 merupakan rangkaian awal dari pelaporan kinerja pengelolaan APBD tahun 2015, yang insya Allah akan pula ditindaklanjuti dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2015, setelah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan, yang akan disampaikan melalui rapat paripurna tersendiri selambat-lambatnya 6 (enam) bulan setelah berakhirnya tahun anggaran,” ujar Bupati.
KAJEN – Upacara bendera setiap tanggal17 digelar hari ini (17/2) di Lapangan belakang Setda Kabupaten Pekalongan di Kajen. Tak seperti biasanya, dimana bukan hanya PNS di Lingkungan Pemkab. Pekalongan saja yang menjadi peserta, upacara kali ini juga diikuti oleh anggota TNI /POLRI. Dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer M,Si, para Kepala SKPD, dan Jajaran Muspida dan Mayor. Inf. Haryono selaku Inspektur Upacara.
Dalam sambutannya Perwira Penghubung Mayor. Inf. Haryono mengingatkan akan arti penting upacara 17-an yang dilaksanakan setiap bulannya. Menurutnya upacara merupakan salah satu upaya pelestarian nilai-nilai perjuangan bangsa dan diharapkan mampu memupuk rasa cinta tanah air terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Selain itu, upacara juga dapat menjadi sarana silaturahim dari tingkat atas sampai dengan tingkat bawah,” tambah Haryono.
Tak lupa, Haryono juga mengajak perantara pemimpin daerah untuk saling bersinergi serta menopang baik dalam lingkup sipil maupun militer agar program – program pembangunan nasional dapat berjalan sebagaimana mestinya sehingga dapat meredam sedini mungkin gejala yang dapat menghambat proses pembangunan.
Terkait musim penghujan dan yang cuaca ekstrim yang tengah berlangsung, dirinya juga menghimbau agar seluruh personil berhati-hati dalam beraktifitas sehari-hari, waspada dalam berkendara. Selain itu dia mengingatkan untuk mengantisipasi daerah yang rawan longsor dan banjir. “Kita berharap agar wilayah Kabupaten Pekalongan aman dan tidak terjadi bencana alam,” jelasnya. (dion/juwita)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Durian Rindu dari desa Dororejo Kecamatan Doro akhirnya memenangkan kontes Durian Unggulan pada Festival Durian Tahun 2016 yang diselenggarakan baru baru ini (31/1) di desa Lolong Kecamatan Karanganyar. Durian yang dimiliki oleh Kastari ini menyisihkan kompetiter 16 durian unggulan lainnya yang berasal dari Kabupaten Pekalongan. Untuk pemenang kedua diraih oleh jenis durian Cabu milik Produksi Maduri 06 dari Desa Lolong Kecamatan Karanganyar dan juara ketiga diraih Durian Ijo milik bapak Roni petani dari Desa Lebakbarang Kecamatan Lebakbarang.
Menurut juri Mustagfirin Shut, MM Firin menjelaskan kemenangan durian Rindu ini dikarenakan memiliki tekstur, bau, warna dan rasa sempurna. “ Durian ini memang sangat unggul pada rasa akan tetapi pada standar yang lain juga bagus sehingga layak menjadi pemenang” tandasnya.
Sedangkan untuk durian favorit yang dinilai oleh para pejabat pemkab diraih oleh Durian Tibah milik Hasan Mukmin dari Desa Dorogunung Kecamatan Doro. Sedang Pemenang Lomba Gunungan Durian diraih oleh Kecamatan Kajen disusul Karanganyar dan Lebakbarang.
Arak- Arakan Tumpengan
Pada tahun ini pelaksanaan Festival Durian Lolong Tahun 2016 ini berlangsung meriah. Nampak ribuan Masyarakat berbondong untuk kegiatan yang diselenggarakan setiap tahun ini. Acara ditandai dengan arak – arakan kesenian rakyat yang membawa tumpengan Durian dari masing masing RT yang ada didesa Lolong Kecamatan Karanganyar dan dari Kecamatan penghasil durian di Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu Panitia Penyelenggara Fuadi Jaman, AP menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka rasa syukur masyarakat atas hasil durian yang melimpah, dan untuk menumbuhkan rasa persatuan komunitas petani durian. “ Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata serta sebagai bukti nyata Kabupaten Pekalongan mewujudkan Visit Jateng Year” imbuhnya.
Kajen - Suasana meriah nampak di desa Rogoselo Kecamatan Doro. Puluhan ribu masyarakat berbondong-bondong menuju tempat hajat diadakannya tasyakuran durian petani desa "Sri Pudang" atau Sidoharjo, Rogoselo, Pungangan dan Pedawang Kecamatan Doro(24/1).
Acara diawali dengan iring-iringan berupa tumpengan duren yang diikuti para petani dengan diawali secara simbolis penyerahan hasil bumi oleh orang tertua didesa Rogoselo kepada Wakil bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE, MM didampingi oleh Sekretaris Daerah Dra. Mukaromah Syakoer, MM dan perwakilan Forum FKPD sebagai simbol pengabdian masyarakat kepada pemimpinnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Budi Santoso menyampaikan kegiatan ini adalah sebagai rasa syukur petani durian kepada Allah SWT yang telah memberikan panen durian yang melimpah di desa yang tergabung dalam “Sripudang “. Syukuran petani durian terhadap panen yang melimpah diaplikasikan dalam bentuk membagikan durian gratis dan menggelar hiburan kesenian rakyat.” Sejak pintu masuk desa Rogoselo hingga sepanjang jalan berbagai atraksi seni rakyat digelar seperti orkes melayu, atraksi Seni Sirkus Kuntulan dan Kuda Kepang” terangnya.
Sementara itu Kepala Desa Rogoselo menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terselenggaranya acara ini dan berharap tahun depan dapat menggelar dengan lebih baik. Ia berjanji jika pada tahun ini para petani membagikan 2016 gratis tahun depan akan ditambah lagi. “ Saya berjanji jika tahun depan panen durian melimpah mencapai 60 persen dari jumlah pohon, panitia akan menyediakan durian gratis hingga 5000 butir. Oleh karena itu kami mohon dukungan dan doa serta tertib dalam pelaksanaan pembagian agar cita-cita tersebut dapat terwujud” imbuhnya.
Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE yang mewakili Bupati menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tahunan yang kedua kalinya ini.. Ia berharap kegiatan ini menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain, bagaimana membuka potensi yang ada untuk mensejahterakan masyarakat. “ Ini kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat, yang harapannya setiap tahun dapat meningkat penyelenggaraan dan durian yang dibagikan” tandasnya.
KAJEN- Apel pagi di halaman Sekretariat Daerah pagi tadi, Rabu (20/1) pukul 07.00 WIB kali ini disertai dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh para Kasubag yang merupakan pejabat eselon IV dari 9 Bagian di Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan.
Sekretaris Daerah Dra. Mukaromah Syakoer, MM, selaku pembina apel dalam sambutannya mengucapkan rasa terimakasihnya kepada para pejabat eselon IV yang telah melakukan penandatanganan pakta integritas. Beliau berharap pakta integritas bukan hanya diberlakukan para pejabat namun juga diturunkan kebawah yaitu kepada para staf di pemerintahan.”Pegawai Setda adalah pegawai pilihan, bukan sembarangan, maka orang pilihan harus menjadi lebih baik karena kinerja kita akan menjadi contoh oleh pegawai lain dan kinerja kita akan dilihat oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan”ujarnya.
Selanjutnya beliau meminta Pegawai Negeri Sipil untuk mengevaluasi kinerja di tahun 2015 dan memperbaikinya. “Kedepan kita harus bekerja lebih keras, starter langsung jalan langsung” tegasnya.
Sekda menambahkan bahwa PNS Setda merupakan kiblat bagi Pegawai Negeri Sipil yang ada di Kabupaten Pekalongan. Oleh Karena itu hendaknya dapat menjadi contoh bagi yang lainnya. “ Kedisiplinan dan Ketaatan tata pengelolaan manajemen menjadi panutan bagi PNS di SKPD lain”ungkapnya.
Beliau juga mengingatkan kembali akan pentingnya etika birokrasi yang harus diterapkan dalam diri pegawai negeri. Hal ini disampaikan karena ada indikasi beberapa PNS yang kurang memahamii tata aturan birokrasi dan penerapan etika birokrasi. “Hidup adalah sebuah pilihan, kita sudah memilih untuk menjadi PNS maka segala konsekuensi, kewajiban dilakukan dan dijalankan dengan baik, saling menghormati dan menghargai satu sama lain karena diatas langit masih ada langit. Kita adalah jajaran, kita adalah sahabat, maka jaga selalu etika birokrasi” terangnya.
KAJEN- Dalam suasana penuh keakraban Asisten Pemerintahan Sekda Kab. Pekalongan Drs. Ali Riza M,Si hari ini (19/1) menerima kunjungan kerja (KUNKER) dari Komisi A DPRD Kota Magelang. Rombongan yang terdiri dari Komisi A DPRD Kota Magelang beserta unsur Pemkot Magelang, dan perwakilan dari 17 kelurahan, 4 kecamatan di wilayah tersebut diterima di Aula lantai 1 Setda Kab. Pekalongan di Kajen.
Dalam sambutannya, Ali Riza mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada rombongan DPRD Kota Magelang dan berharap melalui Kunker tersebut dapat saling berbagi ilmu dalam berbagai bidang. Ditambahkan Ali Riza bahwa Kab. Pekalongan memiliki 10 industri besar, diantaranya industri batik, industri rumah tangga lain, serta sektor pertaniannya yang saat ini cukup berkembang. Beliau juga memperkenalkan beberapa tempat wisata yang ada di Kabupaten Pekalongan termasuk acara tahunan Festival Durian Lolong yang akan diadakan akhir Januari 2016 nanti.
Sementara itu, Adi Candra Pamungkas A,Md, selaku ketua rombongan dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab. Pekalongan yang telah memberikan sambutan luar biasa kepada rombongannya. Tak lupa Adi juga memperkenalkan rombongannya dan menjelaskan secara singkat kondisi Kota Magelang yang merupakan sebuah kota kecil dengan luas ± 18,2 Km². Namun demikian diungkapkan Adi bahwa kota Magelang ingin menjadi ikon Bakorwil Kedu.
Tak lupa Adi juga mengungkapkan maksud atau tujuan dari kunjungannya kali ini ke Kab. Pekalongan diantaranya untuk mengadopsi materi terkait keunggulan Kab. Pekalongan. Untuk itu dirinya berharap rombongan yang dibawanya tersebut dapat menyerap materi yang diberikan oleh Pemkab. Pekalongan dengan baik. Melengkapi acara Kunker, Asisten Pemerintahan Sekda selaku tuan rumah bertukar kenang-kenangan dengan Ketua Rombongan yang berupa plakat. (Aan/Juwita)
Sementara itu, di awal sambutannya Bupati Pekalongan menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh masyarakat yang selama ini telah mendukung dan bekerjasama dalam melaksanakan pembangunan di Kab. Pekalongan. Dimasa akhir jabatannya bersama Fadia, Antono mengungkapkan beberapa hal dalam Musrenbang kali ini, diantaranya menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum resmi yang sangat bermanfaat dalam rangka menyusun apa yang akan dilakukan di tahun 2017 mendatang. “ Oleh karena itu manfaatkan betul – betul dengan baik Musrenbang ini,” imbaunya.
Ditambahkan Antono, bahwa pembangunan merupakan sesuatu yang netral dan tidak membedakan orang per orang di dalam merancang program pembangunan, untuk itu dirinya menekankan agar dalam menyusun program pembangunan harus berorientasi kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut Antono juga menyoroti ketidaksinkronan data antara BPS, Dindukcapil, Bappenas dan Kementrian Dalam Negri terkait jumlah pendududuk dan kriteria - kriteria yang diterapkan untuk program-program pemerintah. Hal tersebut menurutnya dikarenakan banyak pihak yang masih mengedepankan ego sektoral, untuk itu dirinya berharap hal tersebut bisa segera diperbaiki.
Tak ketinggalan Antono juga berpesan kepada Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan terpilih agar kedepan pemerintah dapat mengantisipasi akan adanya perubahan sosial di masyarakat, menurutnya regulasi - regulasi terkait perubahan sosial tersebut harus segera diakomodir. Dirinya juga berpesan agar seluruh elemen pemerintahan dapat bekerja optimal, karena masyarakat masih sangat berharap akan pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. “ Saya minta hal tersebut untuk diperhatikan,” tegasnya. Tak lupa dalam kesempatan Musrenbang terakhir di masa kepemimpinannya, Antono juga meminta maaf jika selama kepemimpinannya ada hal – hal yang kurang berkenan,” ungkapnya menutup sambutan.
Usai dibuka oleh Bupati Pekalongan, Acara yang juga diikuti oleh delegasi dari 19 kecamatan se Kab. Pekalongan, para pimpinan Parpol, LSM, dan LPM, organisasi profesi dan asosiasi, serta perwakilan instansi vertikal dan BUMD ini kemudian dilanjutkan dengan dialog yang menghadirkan narasumber Bupati Pekalongan, Ketua DPRD Kab. Pekalongan, Perwakilan Bappeda Prov. Jateng, Kepala DPPKD Kab. Pekalongan. (dian’s/dion)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Selasa, 29 Maret 2016
Selasa, 22 Maret 2016
Selanjutnya, Bupati menuturkan, berdasarkan struktur keuangan daerah, APBD Tahun Anggaran 2015 meliputi Pendapatan Daerah, Belanja Daerah dan Pembiayaan Daerah. Untuk Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 1.703.894.595.593, sampai dengan akhir tahun anggaran 2015 realisasinya mencapai Rp 1.697.583.324.014,84 atau 99,63%, dengan rincian realisasi PAD sebesar Rp 251.547.743.333,84 atau 100,40% dari target; realisasi Dana Perimbangan sebesar Rp 978.154.337.307,00 atau 99,20% dari target; dan realisasi Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp 467.881.243.374,00 atau 100,13% dari anggaran yang telah ditetapkan.
Sementara itu, untuk Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp 1.841.379.945.436,00, dengan anggaran sebesar Rp 1.606.482.574.205,97 atau 87,24% yang terdiri atas Belanja Tidak Langsung sebesar Rp 1.028.327.851.087,00 atau 91,28% dan Belanja Langsung sebesar Rp 578.154.723.118,97 atau 80,87%.
Sedangkan Pembiayaan Daerah terdiri dari penerimaan dan pengeluaran pembiayaan. Rencana penerimaan pembiayaan sebesar Rp 144.141.874.399,00 dengan realisasi sebesar Rp 144.162.745.749,07 atau 100,01% yang bersumber dari SiLPA sebesar Rp 144.132.774.399,07; Penerimaan Piutang Daerah sebesar Rp 18.743.850,00. Selanjutnya untuk realisasi pengeluarannya mencapai 100% dari rencana pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 6.656.524.458,00.
Dilihat dari kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap APBD pada tahun 2015 kurang dari 20%, menggambarkan masih tingginya ketergantungan Kabupaten Pekalongan terhadap anggaran yang berasal dari dana perimbangan. Sementara dari sisi Belanja Daerah selama tahun 2015 berdasarkan komparasi antara Belanja Tidak Langsung dan Belanja Langsung dengan proporsi sebesar 61,18% dan 38,82%. “Anggaran Belanja Tidak Langsung yang proporsinya lebih besar diantaranya dialokasikan untuk kegiatan yang mempunyai sifat kegiatan non fisik (human development capacity) dan kegiatan fisik (investment) melalui hibah, bantuan sosial dan bantuan keuangan kepada desa, yang diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” terang Bupati.
Belanja daerah yang bisa dialokasikan untuk biaya program pembangunan, kata Bupati, sangat tergantung pada besarnya penerimaan daerah setelah dikurangi belanja untuk membiayai beban wajib untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sisa belanja setelah dikurangi belanja beban wajib itulah yang dikelola sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah, untuk membiayai program-program baik dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat maupun untuk mendorong percepatan laju pembangunan daerah.
Dihadapan segenap anggota Dewan, Bupati menerangkan beberapa keberhasilan atas capaian tahun 2015 yang dihitung oleh BPS terutama pada aspek ekonomi makro daerah. Antara lain PDRB (produk domestik regional bruto) atau jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi, berdasarkan harga berlaku mencapai Rp 15,273 trilyun atau meningkat 11,02% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 13,757 trilyun; Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan mencapai 4,92%; Laju inflasi pada tahun 2015 sebesar 3,42%, angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan laju inflasi pada tahun 2014 yang sebesar 8,32%. Hal ini menunjukkan bahwa selama tahun 2015 kenaikan harga barang dan jasa yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat secara umum tidak terlalu tinggi.
Pendapatan perkapita masyarakat Kabupaten Pekalongan memperlihatkan pertumbuhan yang cukup baik, yaitu sebesar 10,19% dari Rp 15,98 juta pada tahun sebelumnya menjadi Rp 17,60 juta; Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja juga terus dilakukan melalui perbaikan upah kerja dengan menaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang pada tahun 2015 sebesar Rp 1.271.000,00 lebih tinggi dari angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang sebesar Rp 1.258.488,00. Dan angka kemiskinan sebesar 12,57% turun dari tahun sebelumnya yang sebesar 13,51%.
Selain menyampaikan Pengantar LKPJ TA. 2015, Bupati juga menyampaikan Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (AMJ) Tahun 2011-2016 yang merupakan ringkasan laporan tahun-tahun sebelumnya dan disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). “Pencapaian kinerja LKPJ-AMJ ini, merupakan cerminan akumulasi capaian kinerja yang telah diperoleh sejak tahun anggaran 2011 hingga akhir tahun anggaran 2015. Dan LKPJ-AMJ difokuskan pada capaian kinerja berbasis misi dan indikator makro pembangunan daerah sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2011-2016,” jelas Bupati.
Dalam Pengantar Laporan AMJ, Bupati menyampaikan dalam tiga bagian materi, yaitu Bagian Petama tentang Visi, Misi dan Pentahapan Pembangunan; Bagian Kedua Gambaran Pengelolaan Keuangan Daerah; dan Bagian Ketiga Gambaran Capaian Kinerja Program Pembangunan. (d12k)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Publisher : arif.kominfo
Senin, 22 Februari 2016
Kamis, 18 Februari 2016
Wakil Bupati Pekalongan Dra. Fadia Arafiq. MM menyampaikan rasa terimakasihnya terhadap berlangsungnya acara tersebut serta berharap agar acara festival tahun depan menjadi lebih baik lagi." Supaya nanti bagi pemenang dalam lomba durian berkualitas dapat tetap meningkatkan hasil duriannya. dan yang belum menang agar tetap semangat," jelasnya.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun menyatakan penghargaannya atas kegiatan festival ini karena telah memberdayakan potensi daerah untuk kesejahteraan masyarakat.” Untuk Pemerintah Daerah semoga bisa meningkatkan kesejahteraaan masyarakat dengan memperdayakan potensi yang ada” terangnya.
Kepala Desa Lolong Soleh bahwa pada penyelenggaran kali ini durian yang ada terdiri dari berbagai macam seperti durian Montong, Lokal, Mentega, Kunir dan lainnya. “ Harapan saya dari festival durian ini agar membawa dampak yang lebih baik umtuk Lolong dan Kabupaten Pekalongan,” terang Soleh.
Festival durian dihadiri oleh Wakil bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE, MM Anggota DPRI Bisri Romli dan Wakil Anggota DPRD Jawa Tengah Sukirman. Sekretaris Daerah Dra. Mukaromah Syakoer, MM, Ketua DPRD dan perwakilan Forum FKPD. (RED)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Editor : arif.kominfo
Senin, 1 Februari 2016
Pembagian Durian Ricuh
Pada pembagian durian gratis terjadi kekacauan ditempat pembagian durian gratis. Panitia kewalahan menghalau masyarakat yang berusaha berebut durian gratis. Mereka terus merengsek kedepan untuk memaksakan berebut mendapat durian. Meskipun panitia sudah mengisyaratkan agar tertib dalam pelaksanaan namun diabaikan sehingga beberapa masyarakat terlihat terluka dan terinjak sesama penonton.
Menurut Sijek(40th) pengunjung dari Kajen mengatakan bahwa memang berebut durian merasakan sensasi tersendiri akan tetapi jika membahayakan diri sendiri dan orang lain ini menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. “ Saya berharap panitia kedepan bisa menata pelaksanaan pembagian durian gratis ini lebih baik agar berjalan tertib serta menata tempat parkir yang lebih dekat dari tempat pelaksanaan yang terasa jauh hingga 2 km”tandasnya.(red)
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
arif.kominfo
Senin, 25 Januari 2016
Selanjutnya beliau mengintruksikan akan penataan tertib administrasi. “ Persiapan penataan sejak awal ini untuk meringankan kita dalam pemeriksanaan. Baik tertib administrasi keuangan, Pelaporan maupun Kepegawaian. Persiapkan semuanya dengan baik”imbaunya.
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Editor : arif.kominfo
Rabu, 20 Januari 2016
Sumber : Bagian Humas Setda Kab. Pekalongan
Editor : arif.kominfo
Selasa, 19 Januari 2016