KAJEN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan tidak boleh ada praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Pekan Raya Kajen (PRK) 2026. Pedagang yang menemukan pungutan di luar tarif resmi diminta segera melapor kepada satuan tugas (satgas) yang telah dibentuk pemerintah daerah.
Penegasan itu disampaikan Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat membuka PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa sore (25/8/2026).
"Saya bertekad memperbaiki aturan main. PRK hari ini tidak ada lagi pungli, pungutan di luar tarif resmi, pungutan di luar peraturan daerah yang ada," tegas Sukirman.
Menurut dia, pemerintah daerah telah membentuk satgas untuk mengawasi pelaksanaan PRK. Keberadaan satgas tersebut menjadi salah satu upaya memastikan pedagang, khususnya pelaku UMKM, tidak terbebani pungutan yang tidak memiliki dasar aturan.
"Tim kabupaten sudah membentuk satgas, jika ada pungli silakan lapor ke satgas. Ini dilakukan agar pelaku UMKM bisa terus berkembang tanpa beban retribusi yang berlebihan," tandasnya.
Sukirman menegaskan, PRK bukan sekadar agenda perayaan, tetapi juga harus menjadi ruang bagi pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan untuk memperluas pasar dan meningkatkan usahanya.
Karena itu, ia menitipkan tugas kepada jajaran Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja untuk terus menata sekaligus menghidupkan sentra-sentra UMKM di Kabupaten Pekalongan, seperti di Kajen, Wonopringgo, Kedungwuni, Kesesi dan wilayah lainnya.
Ia berharap gelaran PRK 2026 mampu mendorong transaksi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
"Semoga semuanya laris manis, dan masyarakat daya belinya meningkat," harapnya.
Usai membuka PRK 2026, Sukirman bersama Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, unsur Forkopimda dan sejumlah kepala OPD meninjau stan-stan yang ada di lokasi kegiatan.
Rabu, 26 Agustus 2026
Salah satunya stan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan. Di stan tersebut, Sukirman menjadi saksi akad nikah pasangan pengantin. Selama pelaksanaan PRK hingga 30 Agustus 2026, stan Kemenag juga membuka layanan pendaftaran pernikahan.
Sukirman kemudian mengunjungi stan Inspektorat Daerah Kabupaten Pekalongan. Di sana, ia mengikuti permainan integritas "Game Fokus".
Dalam permainan tersebut, Sukirman menancapkan mata panah pada kata "sederhana". Ia menekankan pentingnya aparatur pemerintah menerapkan perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Plt Kepala Disperindag, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh mengatakan PRK 2026 merupakan agenda tahunan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404.
PRK 2026 juga menjadi wadah integrasi pameran pelayanan publik, promosi produk unggulan, budaya, serta penguatan kemandirian ekonomi kerakyatan.
"PRK 2026 berlangsung selama lima hari dari tanggal 25-30 Agustus 2026. Tujuan kegiatan ini selain memeriahkan HUT RI dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan juga menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis kemandirian finansial," terang Siti.
Dengan penegasan soal larangan pungli tersebut, Pemkab Pekalongan menempatkan PRK 2026 bukan hanya sebagai pesta rakyat, tetapi juga sebagai ruang promosi dan pengembangan UMKM yang diharapkan berlangsung transparan tanpa pungutan di luar ketentuan.
Kajen — Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmen untuk mendorong pembangunan daerah dengan menempatkan peningkatan infrastruktur sebagai salah satu prioritas. Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S, M.S dalam sambutan paripurna Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan di gedung DPRD kabupaten Pekalongan, Selasa (25/08/26).
Sukirman menyampaikan, pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan ruas-ruas jalan, menjadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, kondisi infrastruktur menjadi salah satu hal yang paling mudah dirasakan dan dilihat langsung oleh masyarakat.
“Jalan itu seperti etalase sebuah supermarket atau toko. Yang pertama kali dilihat dan tampak adalah etalasenya,” ujar Sukirman dalam sambutannya.
Karena itu, Pemkab Pekalongan berencana memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur pada 2027 mendatang. Aspirasi yang disampaikan pimpinan dan anggota DPRD, terutama yang berkaitan dengan jalan, irigasi dan infrastruktur dasar lainnya, akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan.
Sukirman menekankan, langkah tersebut membutuhkan dukungan politik dari DPRD Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal.
“Kita sudah mempunyai kesepakatan bahwa aspirasi dari Bapak-Ibu akan kita prioritaskan untuk kemudian kita alokasikan ke pembangunan infrastruktur. Tentu ini membutuhkan dukungan politik dari Bapak-Ibu pimpinan dan anggota DPRD,” katanya.
Selain infrastruktur, Pemkab Pekalongan juga akan terus mempertahankan dan meningkatkan sejumlah indikator pembangunan, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan, kemiskinan hingga tingkat pengangguran terbuka.
Sukirman juga menegaskan pentingnya tata kelola anggaran yang akuntabel. Ia memastikan setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD Kabupaten Pekalongan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tugas saya khususnya memastikan setiap rupiah yang ada di APBD Kabupaten Pekalongan ini betul-betul harus bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Setiap rupiah, tidak ada satu pun yang bocor yang tidak berguna bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Sementara itu, Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M., dalam sambutannya pada peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan menyampaikan harapan agar Kabupaten Pekalongan semakin maju dan mampu menjadi contoh bagi daerah lainnya.
Arsul turut menyinggung capaian Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Pekalongan yang berada pada angka 72,71. Menurutnya, indikator kesehatan, pendidikan dan ekonomi perlu terus menjadi perhatian dalam pembangunan daerah.
Ia berharap sejarah Kabupaten Pekalongan dapat terus diperkenalkan kepada anak-anak dan generasi muda sehingga mereka memahami identitas serta perjalanan daerah tempat mereka tumbuh.
“Selamat Hari Ulang Tahun Kabupaten Pekalongan. Mudah-mudahan Kabupaten Pekalongan semakin maju, bukan hanya bagi warganya, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” ujar Arsul Sani.
Selasa, 25 Agustus 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus memperkuat integritas aparatur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam momentum Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan yang mengusung tema “Kajen Bangkit, Satukan Hati, Bangun Negeri.”
Hal itu disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., usai kegiatan Upacara Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Sukirman mengatakan, peringatan Hari Jadi menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap capaian pembangunan selama satu tahun terakhir. Prestasi yang telah diraih akan terus ditingkatkan, sementara berbagai kekurangan akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bersama.
“Intinya adalah merefleksikan apa yang telah kita lakukan pada tahun sebelumnya. Kita berhasil meraih berbagai prestasi, tentu hal-hal yang sudah baik akan kita tingkatkan, sementara hal-hal yang masih kurang akan kita perbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, integritas aparatur menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Ia menekankan pentingnya kemampuan aparatur untuk beradaptasi, bekerja secara profesional, memiliki loyalitas, serta mampu menjaga diri agar tidak terjebak dalam praktik-praktik yang berpotensi melanggar aturan.
“Yang tidak kalah penting adalah menjaga diri kita masing-masing sebagai para abdi negara agar tidak terjebak lagi dalam praktik-praktik yang sekiranya berpotensi melanggar,” tegasnya.
Sebagai upaya memperkuat integritas, Pemkab Pekalongan telah membentuk Tim Pengawasan Integritas. Selain itu, sosialisasi regulasi dan kampanye antikorupsi akan terus digencarkan di lingkungan pemerintahan.
Sukirman menyebut, upaya tersebut juga dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, seperti lomba antikorupsi, lomba pencegahan praktik gratifikasi, hingga lomba video.
“Ini bagian dari sosialisasi agar kita semua memiliki benteng dan bisa saling mengingatkan,” katanya.
Terkait angka 404 pada Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, Sukirman menyebut angka tersebut menjadi simbol usia Kabupaten Pekalongan yang telah mencapai 404 tahun. Usia tersebut dinilai menunjukkan perjalanan panjang dan kematangan daerah.
“Angka 404 menunjukkan usia yang sudah sangat mapan, sudah sangat dewasa. Tentu ini menjadi refleksi kita terhadap perjalanan dan perjuangan para pimpinan Kabupaten Pekalongan terdahulu,” jelasnya.
Di sektor ekonomi, Pemkab Pekalongan akan terus melakukan penataan dan penguatan UMKM serta sentra-sentra perekonomian daerah.
Beberapa kawasan seperti Kajen, Kedungwuni, dan Pekan Raya akan menjadi bagian dari upaya penataan, baik dari sisi lingkungan maupun tata kelola tarif. Menurut Sukirman, penataan tarif harus mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) sehingga masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak terbebani dengan pungutan di luar ketentuan.
“Ketika sudah membayar kontribusi sesuai ketentuan, maka tidak ada kontribusi lain lagi. Besarannya juga harus sesuai dengan standar dan ukuran yang ada dalam Perda,” ungkapnya.
Sementara itu, persoalan infrastruktur masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Pemkab Pekalongan optimistis berbagai persoalan tersebut dapat ditangani secara bertahap. Untuk tahun 2026, sejumlah pembangunan infrastruktur telah mulai dikerjakan. Selanjutnya, tahun 2027 akan menjadi momentum untuk lebih mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan.
“Untuk tahun 2026 ini sudah mulai dikerjakan. Tahun 2027 memang betul-betul kita canangkan sebagai tahun infrastruktur,” tegas Sukirman.
Menutup keterangannya, Sukirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran OPD yang telah bekerja keras dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, termasuk dalam menyukseskan rangkaian Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan.
Ia berharap momentum Hari Jadi tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi menjadi sarana evaluasi dan penguatan komitmen seluruh jajaran pemerintahan bersama masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang semakin maju.
Selasa, 25 Agustus 2026
Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar doa bersama lintas agama di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Senin (24/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.S.I., Perwira Penghubung Kodim 0710/Pekalongan Mayor Cpl. Yulian Cahyono, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Conny Novita Sahetapy Engel, S.H., M.H., Hadir pula para tokoh agama dari Katolik, Kristen, Islam, Hindu, serta perwakilan penghayat kepercayaan.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman mengatakan, doa bersama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang memiliki latar belakang agama dan keyakinan yang beragam.
“Spiritnya sama, yaitu mendoakan masyarakat Kabupaten Pekalongan agar semakin sejahtera dan makmur. Kita juga mendoakan agar pemerintah dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sukirman.
Selain mendoakan masyarakat dan pemerintah daerah, doa bersama juga ditujukan bagi Presiden Republik Indonesia, Gubernur Jawa Tengah, serta seluruh jajaran pemerintahan agar senantiasa diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas.
Menurut Sukirman, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia berharap tradisi doa bersama lintas agama tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dilanjutkan sebagai ruang untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan antartokoh agama.
Bahkan, para tokoh agama telah menyampaikan komitmen untuk melanjutkan tradisi tersebut. Salah satunya melalui rencana menghadiri peresmian gereja Katolik di Kecamatan Karanganyar yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
“Ini akan kita teruskan menjadi tradisi doa bersama antarumat beragama. Kita ingin kebersamaan ini terus terjaga,” katanya.
Selain memperkuat kerukunan, Sukirman menilai tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu, seluruh pihak didorong bersama-sama menjaga akhlak, moralitas, etika, dan pergaulan anak-anak muda di Kabupaten Pekalongan.
“Agama menjadi salah satu benteng dan fondasi penting untuk membendung anak-anak dari pergaulan bebas, kenakalan remaja, serta berbagai pengaruh negatif di era globalisasi,” tandasnya.
Melalui doa bersama tersebut, Pemkab Pekalongan berharap semangat toleransi, gotong royong, dan persaudaraan lintas agama semakin kuat sehingga menjadi modal bersama dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang aman, damai, dan sejahtera.
Selasa, 25 Agustus 2026
KAJEN - Pendataan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Pekalongan menembus 95,4 persen. Angka tersebut bahkan melampaui capaian Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah yang baru mencapai sekitar 81 persen.
Meski capaian sudah terhitung tinggi, BPS Kabupaten Pekalongan terus dorong petugas selesaikan target. Hingga sepekan menjelang batas akhir pada 31 Agustus 2026, petugas masih dikerahkan untuk menyisir pelaku usaha yang belum tercatat.
Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Maibu Barwis Sugiharto, mengatakan penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada pelaku usaha yang terlewat dari pendataan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator positif dalam pelaksanaan SE2026. Namun, tingginya persentase pendataan tidak serta-merta membuat pekerjaan petugas selesai.
“Hingga sepekan menjelang akhir sensus, BPS Kabupaten Pekalongan telah mencapai target yakni 95,4 persen, lebih tinggi dari BPS Jawa Tengah 81 persen. Namun petugas masih tetap menyelesaikan kewajibannya dengan melakukan penyisiran di lapangan,” kata Maibu, Senin 24 Agustus 2026.
Ditambahkan, Salah satu kelompok usaha yang masih menjadi perhatian adalah industri pengolahan rumahan. Jenis usaha tersebut dinilai cukup dominan di Kabupaten Pekalongan sehingga keberadaannya perlu dipastikan masuk dalam pendataan.
BPS menargetkan seluruh aktivitas usaha dapat terdata sehingga pemerintah memiliki gambaran yang lebih nyata mengenai struktur ekonomi Kabupaten Pekalongan. “Harapannya seluruh usaha dapat tercatat di Sensus Ekonomi 2026 ini, sehingga pemerintah memiliki gambaran yang riil terkait struktur usaha yang ada di Pekalongan dan jumlahnya,” ujarnya.
Data tersebut nantinya tidak sekadar menjadi angka statistik. Hasil SE2026 akan menggambarkan jumlah dan sebaran pelaku usaha, skala usaha, sektor formal maupun informal, hingga karakteristik kegiatan ekonomi di masing-masing wilayah. Dari data itu pula, pemerintah dapat membaca kekuatan ekonomi setiap daerah sekaligus menentukan arah kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
BPS menegaskan pendataan SE2026 tidak berkaitan dengan perpajakan. Data yang diberikan responden juga dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di lapangan, proses pencacahan bukan tanpa kendala. Petugas sensus dari Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Yanti, mengatakan tantangan kerap muncul saat mendatangi responden di kawasan perumahan yang mayoritas dihuni pekerja.
“Kalau wilayah perumahan biasanya lebih sulit karena didominasi para pegawai. Jadi kami baru bisa bertemu warga sore sampai malam hari,” ungkapnya.
Namun, tantangan yang dinilai lebih kompleks justru muncul ketika petugas mendata perusahaan besar. Data yang dibutuhkan mencakup keuangan, ketenagakerjaan hingga penjualan, sehingga tidak selalu dapat diberikan dalam sekali pertemuan.
“Untuk perusahaan besar, data yang diminta mencakup keuangan, ketenagakerjaan hingga penjualan, sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Banyak juga yang harus berkoordinasi dengan kantor pusat,” jelas Yanti.
Dengan batas akhir pendataan tinggal sepekan, BPS Kabupaten Pekalongan masih berpacu dengan waktu untuk menuntaskan penyisiran. Target akhirnya bukan sekadar mengejar persentase, tetapi memastikan sebanyak mungkin aktivitas ekonomi di Kabupaten Pekalongan tercatat agar kebijakan pembangunan ke depan berdiri di atas data yang lebih lengkap.
Senin, 24 Agustus 2026
KENDAL – Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi ziarah serta nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan ziarah dan doa bersama di Kompleks Makam Kanjeng Pangeran Kyai Mandurorejo, Dukuh Protowetan, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin menjelang Hari Jadi ke 404 Kabupaten Pekalongan sekaligus menjadi momentum untuk mengenang jasa dan perjuangan Kanjeng Pangeran Kyai Mandurorejo, yang dikenal sebagai Bupati Pekalongan pertama, serta memanjatkan doa bagi para leluhur.
“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Hari ini kita bisa sama-sama hadir di kompleks pemakaman Pangeran Mandurorejo tanpa suatu halangan apa pun. Insyaallah, majelis ini akan membawa keberkahan bagi kita semua, keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan, dan seluruh ahli waris yang mewarisi nilai-nilai luhur beliau,” ujar Sukirman.
Menurutnya, tradisi ziarah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari upaya mendoakan para leluhur sekaligus mengambil pitutur, inspirasi, dan nilai-nilai perjuangan yang dapat menjadi pedoman bagi generasi saat ini dan mendatang.
“Selain kita mempunyai tradisi ziarah untuk mendoakan leluhur kita, apalagi beliau merupakan pemimpin kita yang pertama kali membuka Kabupaten Pekalongan. Kita juga memohon kepada Allah SWT perlindungan kepada kita semua agar dapat melaksanakan mandat dan amanah kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan agar betul-betul bermanfaat,” katanya.
Sukirman menegaskan, tradisi keagamaan seperti ziarah dan tahlilan telah menjadi bagian dari kultur masyarakat Kabupaten Pekalongan yang diwariskan secara turun-temurun.
“Tradisi-tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, tradisi ziarah, tradisi tahlilan dan seterusnya sudah turun-temurun menjadi tradisi yang menjadi denyut nadi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Tradisi tersebut akan terus kita selenggarakan, kita lestarikan dan kita jaga bersama,” ungkapnya.
Selain menjaga tradisi, Sukirman juga mendorong agar sejarah dan nilai-nilai perjuangan para leluhur tidak hanya disampaikan secara lisan, tetapi mulai didokumentasikan dalam bentuk literasi. Ia menilai, pengetahuan sejarah yang dimiliki para tokoh, ulama, dan sesepuh perlu dihimpun dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang seiring perkembangan zaman.
“Mumpung para sesepuh masih sehat dan masih kuat, ilmu dan pengetahuan tersebut harus dituangkan sebagai sebuah literasi. Banyak tokoh dan ulama kita yang memahami bagaimana akar sejarah yang kita miliki, urutan-urutannya, dan seterusnya,” jelasnya.
Menurut Sukirman, sejarah tersebut memiliki nilai luhur yang sangat besar dan dapat menjadi sumber inspirasi perjuangan bagi masyarakat serta generasi penerus.
“Nilai-nilai luhur tersebut bisa kita warisi dan kita jadikan inspirasi perjuangan, sekaligus inspirasi bagi generasi yang akan datang,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Kendal serta seluruh pihak yang telah menjaga keberadaan kompleks makam Kanjeng Pangeran Kyai Mandurorejo. Ia berharap kawasan makam tersebut dapat terus dirawat sebagai bagian dari warisan sejarah, budaya, dan tradisi masyarakat.
“Kami menitipkan agar makam ini bisa terus menjadi tempat kultur dan tradisi kita, menjadi heritage yang memang harus kita agungkan dan harus kita lestarikan,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Sukirman mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum ziarah sebagai sarana memanjatkan doa sekaligus memohon keberkahan, kesehatan, kekuatan, dan umur yang bermanfaat.
“Sekali lagi, kita memohon keberkahan dan doa dari Allah SWT. Kita memohon pitutur, inspirasi, serta nilai-nilai perjuangan dari leluhur kita, Bapak Mandurorejo, yang merupakan Bupati Pekalongan yang pertama,” pungkasnya.
Senin, 24 Agustus 2026
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. Semangat tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Kajen Half Marathon 2026 yang digelar pada Minggu (23/8/2026).
Dalam kegiatan ini terbagi menjadi tiga nomor lari yaitu Fun Run 5K, 10 K, dan 21 K. Ketiga nomor ini memulai start dari depan kantor dinas pendidikan Kabupaten Pekalongan pukul 05.00 WIB untuk 21K, kemudian dilanjutkan 05.45 untuk 10K, dan terakhir 06.00 untuk Fun Run 5K, dengan rute masing-masing nomor berbeda dan kembali finis di tempat yang sama dengan tempat start.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan, kegiatan olahraga seperti Kajen Half Marathon bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus menumbuhkan semangat masyarakat untuk aktif berolahraga.
“Yang tidak kalah penting adalah menumbuhkembangkan para runner yang ada di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya,” ujar Sukirman.
Menurutnya, pemerintah daerah ingin semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan olahraga. Dengan semakin banyaknya event olahraga yang digelar, diharapkan muncul bibit-bibit atlet yang nantinya mampu mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di tingkat regional maupun provinsi.
Sukirman menilai, banyaknya kegiatan olahraga yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan menunjukkan adanya upaya serius untuk membangun budaya olahraga di tengah masyarakat.
Ia mengakui, dari sisi prestasi, olahraga Kabupaten Pekalongan masih perlu terus didorong agar mampu bersaing di tingkat regional maupun Provinsi Jawa Tengah.
“Memang harus diakui, olahraga di Kabupaten Pekalongan masih tertinggal dalam prestasi di tingkat regional Jawa Tengah. Meskipun sudah tumbuh atlet-atlet yang menjadi bagian dari sistem olahraga di tingkat provinsi, teman-teman harus bangkit,” tegasnya.
Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong berbagai kegiatan yang dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus menemukan dan mengembangkan potensi atlet-atlet muda Kabupaten Pekalongan.
Hal tersebut terlihat dari rangkaian Kajen Half Marathon 2026 yang tidak hanya menghadirkan kategori lari, tetapi juga jalan sehat dengan melibatkan masyarakat dan keluarga.
“Jalan sehat ini melibatkan seluruh keluarga, khususnya ibu-ibu penggerak PKK. Satu pengurus PKK kira-kira mengajak lima anggota keluarga,” jelas Sukirman.
Sukirman sendiri turut ambil bagian dengan mengikuti kategori lari 5 kilometer. Keikutsertaannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap gerakan olahraga sekaligus ajakan kepada masyarakat agar tidak ragu untuk mulai bergerak.
Selain mendorong pola hidup sehat, kegiatan olahraga juga dinilai memiliki dampak positif terhadap sektor ekonomi. Kehadiran peserta dan masyarakat dalam jumlah besar dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk ikut tumbuh.
“Biar ekonomi juga tumbuh, terutama UMKM. Jadi, olahraga dan ekonomi bisa berjalan bersama,” katanya.
Melalui Kajen Half Marathon 2026, Pemkab Pekalongan berharap semangat berolahraga semakin tumbuh, geliat UMKM semakin kuat, dan Kajen semakin dikenal sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan event olahraga di Jawa Tengah.
Minggu, 23 Agustus 2026
Kajen - Semangat hidup sehat sekaligus kebersamaan keluarga mewarnai rangkaian kegiatan olahraga dalam rangka Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (23/8/2026).
Setelah pelaksanaan Kajen Half Marathon 2026 yang mempertandingkan nomor 21 kilometer, 10 kilometer, dan 5 kilometer, kegiatan dilanjutkan dengan Family Walk 2026 yang digelar Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan. Ketentuannya adalah Satu pengurus PKK membawa 5 anggota keluarga untuk turut meramaikan kegiatan ini.
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat membiasakan diri berolahraga sekaligus mempererat hubungan antarkeluarga dan masyarakat.
“Pertama tentu kita ingin masyarakat sehat. Kemudian, kegiatan ini untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 dan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia dengan melibatkan seluruh masyarakat,” ujar Sukirman.
Menurutnya, kegiatan olahraga bersama juga memiliki makna lebih luas. Selain menjaga kebugaran, aktivitas tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat persatuan, persaudaraan, dan solidaritas sebagai modal bersama dalam membangun Kabupaten Pekalongan.
Family Walk yang mengambil start dan finis di depan Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan itu diikuti keluarga dari berbagai kalangan. Kegiatan kemudian ditutup dengan senam Zumba yang membuat suasana semakin meriah.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Galuh Sukirman, menjelaskan konsep Family Walk memang sengaja dibuat dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Menurutnya, PKK tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas ibu-ibu, tetapi merupakan gerakan yang berangkat dari keluarga.
“PKK itu sebenarnya keluarga. Makanya kami merangkul supaya keluarga juga ikut berperan. Ada bapak, ada ibu, ada anak. Jadi, kami mengadakan jalan santai bersama keluarga,” kata Galuh.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang sederhana bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama, berolahraga, sekaligus membangun komunikasi dan kekompakan.
Dengan semangat “sehat bersama, kompak bersama”, Family Walk PKK diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kebiasaan bergerak dan berkegiatan bersama keluarga diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Minggu, 23 Agustus 2026
KAJEN – Dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) di kalangan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pekalongan (Pemkab) Pekalongan menyelenggarakan Festival Literasi. Kegiatan digelar mulai 20 hingga 26 Agustus 2026, di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pekalongan.
Bunda Literasi Jawa Tengah Hj. Nawal Nur Arofah, M.Si dalam sambutan saat menghadiri Pembukaan Festival Literasi di Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/08/2028) menyampaikan evaluasi objektif terkait kondisi literasi di Kabupaten Pekalongan berdasarkan data BPS tahun 2025. Data menunjukkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Pekalongan masih menduduki peringkat ke-2 terendah di Jawa Tengah dengan skor 4,71. Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) berada di posisi terbawah se-Jawa Tengah dengan skor 53,03.
Evaluasi juga mencatat bahwa dari total 285 desa/kelurahan di Kabupaten Pekalongan, baru 183 desa yang memiliki perpustakaan desa, dan baru 11 perpustakaan (sekitar 6%) yang telah terakreditasi. Selain itu, angka partisipasi kasar anak usia 0–6 tahun di tingkat PAUD tercatat masih di bawah 40%.
Menanggapi tantangan tersebut, Hj. Nawal Taj Yasin mendorong Pemkab Pekalongan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) pengisian instrumen IPLM bagi sekolah dan dinas terkait. Dia juga memberikan solusi konkret berupa integrasi fasilitas membaca dengan layanan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM).
“Jika 102 desa belum bisa membangun gedung perpustakaan mandiri, kita bisa menitipkan pojok baca dan layanan literasi digital di Posyandu. Sesuai aturan pusat, Posyandu kini mencakup layanan pendidikan dan PAUD, sehingga ini menjadi jalan pintas yang sangat efektif," ujarnya.
Lebih lanjut, Hj. Nawal menekankan bahwa tantangan era Revolusi Industri 4.0 mensyaratkan masyarakat tidak hanya mahir membaca teks fisik, tetapi juga bijak menghadapi disrupsi teknologi digital.
Dia menggarisbawahi pentingnya mengajarkan anak-anak berpikir kritis (critical thinking) sejak dini agar mampu menyaring informasi yang akuntabel dan kredibel. Melalui berbagai upaya peningkatan literasi masyarakat yang dilakukan Pemkab Pekalongan, Nawal berharap IPLM dan TKM masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa meningkat. “Semoga dapat melesat hingga ke peringkat ke-2 teratas,” ungkapnya.
Festival Literasi di Kabupaten Pekalongan kali ini mengusung tema utama “Menyalakan Aksara, Menggerakkan Masa Depan”, perhelatan literasi yang akan berlangsung selama sepekan ini dirancang sebagai momentum refleksi sekaligus akselerasi masif dalam menumbuhkan budaya membaca dan kecakapan digital masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut digelar Pelantikan Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan , Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd (isteri Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S.) oleh Plt Bupati yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani, S.TP.
Dalam pembukaan festival juga digelar pelantikan dan pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Pekalongan.
Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan, Ny. Galuh Sukirman mengungkapkan, langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi berjenjang untuk menggerakkan literasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Dia menegaskan bahwa amanah gerakan literasi harus berjalan secara terstruktur dan berjenjang, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga nantinya diteruskan ke tingkat desa. “Kita tidak bisa bekerja hanya dari satu level saja, melainkan harus berkolaborasi secara terstruktur sampai ke pelosok desa untuk meningkatkan literasi masyarakat Pekalongan,” ungkap Galuh dalam kegiatan tersebut.
Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, Ari Lailani dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung keberlanjutan program literasi di seluruh tingkatan wilayah. Menurutnya, bimbingan dari para Bunda Literasi sangat dibutuhkan untuk mengarahkan kegemaran digital generasi muda ke arah yang positif.
“Di pundak jajaran Bunda Literasi yang baru dilantik, mari bersama-sama kita gandeng generasi Gen-Z yang kecakapan digitalnya tinggi agar tetap menjadikan buku sebagai jendela pengetahuan dunia,” tutur Ari Lailani.
Plt. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pekalongan, Indria Madyawati, S.E., M.M. menyebutkan, rangkaian kegiatan Festival Literasi yang digelar sekaligus untuk memeriahkan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 berupa Bazar Buku, Gelar Wicara, Beauty Class, Bedah Buku bersama Pengarang “Coretan Lena” Penulis Indonesia, Bimtek Membaca Nyaring, Lomba Mewarnai dan Pentas Seni.
Gelar Wicara diselenggarakan di Halaman Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan, Kamis (20/08/2026) setelah acara Pembukaan dan Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Pekalongan. Gelar Wicara memberikan literasi keuangan kepada masyarakat, menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
Acara dilanjukan dengan Pertunjukan seni tari, dari siang hingga sore hari. Informasi rangkaian acara lebih detil bisa cek reel Instagram resmi Kabupaten Pekalongan @kab_pekalongan
Dalam Pembukaan Festival Literasi juga digelar penyampaian penghargaan kepada para juara lomba yang telah digelar sebelumnya. Indria Madyawati mengatakan, melalui ajang perlombaan literasi tahunan yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Perpusnas, seperti lomba video konten, resensi buku, menulis, dan mendongeng, pihaknya akan memaksimalkan peran para pemenang untuk diterjunkan langsung di tengah masyarakat.
“Anak-anak muda pemenang lomba akan kami maksimalkan perannya untuk menjadi agen-agen literasi di masyarakat guna menginspirasi kawan-kawan sebaya mereka,” ujarnya.
Jumat, 21 Agustus 2026