Kabupaten Pekalongan – Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., bersama jajaran Forkopimda melakukan peninjauan ke sejumlah posko pengamanan dan pelayanan arus mudik, yakni Posko Kedungwuni dan Posko Banser Rembun, pada Selasa (17/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan petugas serta kelengkapan fasilitas dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Plt. Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa aktivitas masyarakat selama arus mudik telah diantisipasi dengan baik oleh pihak kepolisian, terutama pada titik-titik rawan kemacetan yang menjadi pusat aktivitas, seperti kawasan kuliner dan titik keramaian lainnya.
“Alhamdulillah, kita melihat kesiapan dari kepolisian dan seluruh petugas di lapangan sudah cukup baik, terutama dalam mengantisipasi potensi kemacetan di titik-titik strategis,” ujarnya.
Selain itu, Plt. Bupati juga mengapresiasi keberadaan Posko Banser Rembun yang dinilai strategis dan memberikan kontribusi besar bagi kenyamanan pemudik. Posko tersebut menyediakan fasilitas istirahat, akses tempat ibadah, hingga layanan kesehatan.
“Posko ini sangat membantu para pemudik. Selain tempat istirahat, juga tersedia fasilitas kesehatan, bahkan ada layanan pijat untuk membantu mengurangi kelelahan selama perjalanan,” tambahnya.
Ia menuturkan, sejumlah pemudik yang singgah di posko tersebut berasal dari berbagai daerah tujuan, seperti Madura, Jepara, hingga Solo, sehingga keberadaan posko sangat penting sebagai titik singgah yang aman dan nyaman.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah melakukan berbagai persiapan, termasuk memastikan stabilitas pasokan kebutuhan pokok dan bahan bakar melalui koordinasi dengan berbagai stakeholder seperti PLN, Bulog, dan Pertamina.
“Hasil koordinasi kita, baik dari sisi ketersediaan bahan pokok, BBM, maupun kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, semuanya dalam kondisi aman dan stabil,” jelasnya.
Terkait infrastruktur jalan, Pemkab Pekalongan juga telah melakukan penanganan sementara berupa penambalan lubang guna menjaga kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik. Ke depan, perbaikan jalan secara permanen akan menjadi prioritas.
Plt. Bupati mengimbau kepada seluruh pemudik untuk memanfaatkan posko-posko yang telah disediakan, baik oleh pemerintah maupun organisasi masyarakat, untuk beristirahat secukupnya.
“Kami berharap para pemudik dapat memanfaatkan fasilitas yang ada, menjaga kondisi kesehatan, dan tetap berhati-hati di perjalanan agar selamat sampai tujuan dan dapat berkumpul bersama keluarga,” pungkasnya.
Selasa, 17 Maret 2026
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., meninjau langsung proses perbaikan ruas jalan Kertoharjo–Karangdadap pada Sabtu (14/03/2026) siang. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pekerjaan perbaikan jalan berjalan sesuai rencana serta dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kajen – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Pengajian Akbar dan Doa Bersama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang berlangsung di Aula Setda Lantai 1, Jumat (13/3/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pekalongan sebagai upaya memperkuat nilai spiritual dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Kajen - Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. melaksanakan kegiatan tarawih keliling di Masjid Al-Muttaqin, Desa Sambiroto, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis malam (12/03/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk mendekatkan diri sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
KAJEN – Polres Pekalongan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Apel berlangsung di halaman Jalan Mandurorejo, Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan H. Sukirman.
Paninggaran - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Desa Werdi, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan resmi selesai dilaksanakan pada Rabu (11/03/2026). Program tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat karena memberikan dampak nyata bagi pembangunan infrastruktur desa.
Di sela kegiatan, Plt. Bupati mendapati bahwa SD Negeri 01 Wonosari belum memiliki ruang kantor untuk kepala sekolah maupun guru. Saat ini, aktivitas administrasi sekolah masih memanfaatkan ruang perpustakaan.
“Tadi tanpa sengaja, setelah kita mengecek jalan, kita menemukan SD Negeri 01 Wonosari yang belum memiliki ruang kantor untuk kepala sekolah maupun guru. Saat ini masih menginduk di ruang perpustakaan,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi temuan baru yang akan segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Ia menilai, penggunaan ruang perpustakaan sebagai kantor dapat mengganggu proses pembelajaran, khususnya kegiatan literasi siswa.
“Ini tentu akan mengganggu proses anak-anak dalam berliterasi, membaca, dan kegiatan belajar lainnya, karena ruang perpustakaan tidak difungsikan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, kondisi ruang perpustakaan yang ada juga dinilai sudah tidak layak, sehingga membutuhkan penanganan segera, baik melalui rehabilitasi maupun pembangunan ruang baru.
“Kondisinya sudah tidak layak dan sudah saatnya dilakukan rehabilitasi atau dibangun ruang baru. Nanti akan kita cek lebih lanjut dan kita pastikan tindak lanjutnya,” tegas Sukirman.
Ia berharap, dengan adanya perbaikan sarana dan prasarana, kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal. Selain itu, para guru dan kepala sekolah juga dapat bekerja dengan lebih nyaman.
“Harapannya, anak-anak bisa belajar dengan nyaman, dan bapak ibu guru serta kepala sekolah dapat bekerja dengan lebih baik, sehingga bisa lebih fokus dan kreatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” pungkasnya.
Selasa, 17 Maret 2026
Dalam keterangannya, Plt. Bupati menyampaikan bahwa kegiatan pengecekan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya menjelang momentum Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya mobilitas warga.
“Kita untuk kesekian kalinya melakukan pengecekan ruas-ruas jalan yang kita miliki, khususnya dalam rangka pekerjaan rehabilitasi maupun peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi menjelang Lebaran, di mana aktivitas mudik akan meningkat dan jalan-jalan ini menjadi jalur utama yang dilalui masyarakat,” ujarnya.
Ia mengakui, masih terdapat sejumlah ruas jalan di wilayah desa, kampung, maupun jalan poros yang memerlukan penanganan. Namun demikian, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan perbaikan pada jalan-jalan penghubung antar kecamatan dan antar kabupaten.
“Kami menargetkan pekerjaan ini dapat selesai paling lambat H-3 Lebaran, sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan nyaman,” tambahnya.
Dalam peninjauan tersebut, Plt. Bupati juga menegaskan bahwa ruas jalan Sragi–Pait menjadi salah satu prioritas karena merupakan jalur strategis dengan tingkat lalu lintas yang cukup tinggi, serta menghubungkan kawasan penting di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur jalan. Ia menargetkan pada tahun 2027 kondisi jalan mantap di Kabupaten Pekalongan dapat mencapai minimal 40 persen.
“Kita canangkan tahun 2027 sebagai tahun infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan, dengan dukungan dari berbagai sumber pembiayaan baik provinsi, pusat, maupun desa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Kabupaten Pekalongan, Mudiarso, S.P., M.T., menjelaskan bahwa prioritas penanganan saat ini difokuskan pada jalan protokol dan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan, terutama akibat curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
“Beberapa ruas yang sedang dikerjakan antara lain ruas Petungkriono–Seragi, Seragi–Kesesi, hingga Kesesi–Karanganyar melalui Kwasen. Selain itu, ruas Petungkriono–Seragi juga terus kami percepat pengerjaannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain ruas utama, pihaknya juga melakukan perbaikan pada jalan-jalan di wilayah perkotaan, termasuk jalan lingkungan yang kondisinya mengalami kerusakan.
“Seluruh pekerjaan ini ditargetkan selesai sebelum arus mudik Lebaran, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman,” pungkasnya.
Selasa, 17 Maret 2026
Sukirman menyampaikan apresiasi kepada tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU TARU) Kabupaten Pekalongan yang telah bekerja keras memperbaiki sejumlah ruas jalan rusak.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada tim dari Dinas PU Taru Kabupaten Pekalongan yang sudah bekerja siang dan malam. Laporannya kepada kami bahkan sampai pukul 8 malam dan terus kita lakukan kontrol,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Ia menjelaskan, selain ruas jalan Kertoharjo–Karangdadap, perbaikan juga tengah berlangsung di sejumlah wilayah lain seperti Sragi dan Kandangserang. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan langsung guna memastikan proses pekerjaan berjalan optimal.
Menurutnya, beberapa laporan perbaikan sebelumnya telah diterima dalam bentuk dokumentasi foto. Namun, ia memilih meninjau langsung di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya serta progres pekerjaan yang sedang berjalan.
“Memang perlu kerja keras, tetapi dengan keterampilan para petugas di lapangan insya Allah semua bisa teratasi,” katanya.
Sukirman juga menyoroti kondisi jalan di depan salah satu pabrik yang masih berupa timbunan tanah. Ia berharap pihak-pihak terkait, termasuk pemilik usaha di sekitar lokasi, dapat ikut berperan dalam mendukung perbaikan infrastruktur tersebut.
“Kami mendorong stakeholder seperti pemilik pabrik atau pelaku usaha di sekitar untuk ikut terlibat membantu,” tambahnya.
Terkait target penyelesaian, Sukirman mengatakan perbaikan jalan poros milik kabupaten ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idulfitri, sesuai arahan dari Gubernur Jawa Tengah.
“Instruksi dari Pak Gubernur, H-3 Lebaran jalan-jalan poros milik kabupaten harus sudah tuntas. Insya Allah akan terus kita upayakan. Untuk jalan provinsi juga sudah mulai berjalan dan kita terus berkomunikasi,” pungkasnya.
Seperti yang pernah disampaikan oleh Kepala Bidang Bina Marga Kabupaten Pekalongan Al-Faruq saat ditemui di ruang kerjanya pada pekan kemarin. Pihak meminta doa dan dukungan masyarakat agar proses perbaikan jalan di wilayah Kabupaten Pekalongan dapat berjalan dengan baik, khususnya menjelang arus mudik Lebaran tahun ini.
Mengingat pada tahun ini tingkat kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Pekalongan tergolong cukup berat. Berdasarkan data yang ada di Bidang Bina Marga DPU TARU Kabupaten Pekalongan, sekitar 30 persen jalan beraspal mengalami kerusakan sehingga membutuhkan penanganan yang cepat.
“Kami mohon doa dari masyarakat agar perbaikan jalan ini bisa kami laksanakan sebaik mungkin. Tahun ini memang kerusakan jalan cukup berat, hampir 30 persen aspal mengalami kerusakan sehingga perlu penanganan yang super cepat untuk mengejar arus mudik,” ujarnya.
Ia mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan perbaikan dengan pengaspalan di sejumlah titik. Namun apabila kondisi tidak memungkinkan untuk dilakukan pengaspalan secara menyeluruh dalam waktu singkat, maka akan dilakukan penanganan sementara.
“Jika nantinya tidak cukup waktu untuk diaspal semua, maka akan kami uruk dan ratakan menggunakan material LPA atau beskos. Walaupun jalannya mungkin belum sepenuhnya nyaman, tetapi yang terpenting tetap aman dilalui masyarakat,” jelasnya.
Menurut Al-Faruq, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keselamatan pengguna jalan selama periode mudik. Setelah Lebaran, perbaikan jalan akan kembali dilanjutkan secara bertahap hingga kondisi jalan dapat kembali optimal.
“Kami akan lanjutkan lagi perbaikan jalan secara menyeluruh setelah Lebaran,” pungkasnya.
LPA merupakan akronim dari Lapis Pondasi Agregat Kelas A dimana lapisan konstruksi jalan yang berada langsung di bawah lapisan aspal (permukaan) dan di atas LPB (Lapis Pondasi Bawah). Terbuat dari campuran batu pecah dan abu batu berkualitas tinggi, LPA berfungsi sebagai pondasi kuat, stabil, serta penyebar beban lalu lintas untuk menahan beban roda.
Minggu, 15 Maret 2026
Penyaluran zakat tersebut dilaksanakan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolsek Kedungwuni IPTU Amin, S.H., Danramil 06/Kedungwuni Kapten Inf. Nur Hajari, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dra. Siti Masruroh, M.Si, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Suprayitno, S.Sos., M.A., Camat Kedungwuni Bambang Dwi Yuswanto, S.IP., serta Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan H. Muhtarom.
Sukirman menjelaskan, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan penyaluran zakat yang telah dihimpun oleh Baznas kepada masyarakat yang berhak menerima, seperti warga kurang mampu, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.
“Hari ini kami menyalurkan zakat di dua titik. Di Kecamatan Doro ada 200 kantong yang berisi (2 x 2,7kg beras) untuk penerima manfaat, sedangkan di Kecamatan Kedungwuni terdapat 289 paket sembako untuk penerima,” ujar Sukirman.
Ia menambahkan, penyaluran zakat akan kembali dilanjutkan pada pekan depan, tepatnya Selasa, 17 Maret 2026 di kecamatan Kajen dan Kesesi.
Menurut Sukirman, kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya pemerintah daerah untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadan.
Ia juga berpesan kepada para penerima agar bantuan yang diberikan dapat diterima dengan ikhlas. Selain itu, ia meminta masyarakat turut mendoakan agar Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat bekerja lebih baik dalam melayani kebutuhan masyarakat.
“Kami juga berharap masyarakat ikut membantu menyosialisasikan berbagai program pemerintah daerah, seperti penanganan anak tidak sekolah dan percepatan penurunan stunting, yang saat ini menjadi salah satu program prioritas di Jawa Tengah,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap bantuan zakat dapat meringankan beban masyarakat serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Disampaikan oleh Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan H. Muhtarom bahwa untuk yang tahun ini belum dapat, bisa mendaftarkan ke kantor BAZNAS Kabupaten Pekalongan tentunya dengan syarat-syarat tertentu, salah satunya adalah warga kurang mampu.
"Pokoknya, Alhamdulillah, kami bisa membantu pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam bidang penyaluran dana sosial, tapi memang belum terlalu banyak. Karena memang menyesuaikan dengan jumlah dana yang ada di BAZNAS Kabupaten Pekalongan," ucapnya dalam sambutan di penyaluran Sembako Ramadan di Kecamatan Kedungwuni.
Beberapa program bantuan dari BAZNAS kepada masyarakat selain penyaluran dana langsung diataranya adalah Z-Mart, Z-Chicken, Z-Auto, dan juga Perbaikan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni), dengan penjelasan sebagai berikut:
* Zmart (Pemberdayaan Warung Mikro): Bantuan modal, renovasi fisik warung, branding, serta dukungan rantai pasok (supply chain) untuk diversifikasi produk warung ritel.
* ZChicken (Usaha Ayam Krispi): Bantuan berupa gerobak, peralatan masak lengkap, bahan baku, modal usaha, serta pelatihan dan pendampingan harian dari produksi hingga pemasaran.
* Z-Auto (Bengkel Motor): Bantuan modal dan peralatan perbengkelan, pelatihan keahlian teknis (mekanik), serta pendampingan untuk pengembangan usaha bengkel motor.
* Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) adalah program stimulan pemerintah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk merenovasi hunian menjadi layak, aman, dan sehat.
Minggu, 15 Maret 2026
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, para kepala OPD, serta menghadirkan penceramah Prof. Dr. H. Sam'ani, M.Ag.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menyampaikan bahwa pengajian tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus sebagai pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah agar senantiasa menjalankan tugas dengan berpedoman pada nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, nasihat dan tausiyah yang disampaikan dalam pengajian dapat menjadi bekal dalam memimpin serta melayani masyarakat, termasuk dalam mengambil kebijakan yang selalu mengacu pada nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis.
“Pengajian seperti ini menjadi pengingat bagi kita semua dalam menjalankan amanah, baik dalam melayani masyarakat maupun dalam memimpin. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadis harus selalu menjadi rujukan dalam setiap kebijakan yang kita ambil,” ujarnya.
Sukirman menambahkan bahwa kegiatan pengajian di lingkungan Pemkab Pekalongan selama ini rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadan. Ke depan, pihaknya berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih rutin sebagai bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual bagi ASN.
Sementara itu, dalam tausiyahnya Prof. Dr. H. Sam’ani menyampaikan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga peran para ulama dan seluruh elemen masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan tidak hanya berkaitan dengan kemajuan fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembangunan spiritual agar tercipta keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pengajian seperti ini merupakan salah satu bentuk pembangunan spiritual masyarakat. Ini penting sebagai pengingat bagi kita semua bahwa dalam kehidupan pasti ada berbagai ujian dan cobaan, namun semuanya harus dihadapi dengan kesabaran dan keyakinan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pengajian ramadhan dan doa bersama ini, diharapkan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan dapat semakin memperkuat keimanan, meningkatkan kebersamaan, serta terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Jumat, 13 Maret 2026
Dalam kesempatan itu, Sukirman menyampaikan bahwa kegiatan tarawih keliling bertujuan mendengar berbagai kebutuhan dan keluhan masyarakat secara langsung. Ia mengatakan, aspirasi yang muncul sebagian besar masih berkaitan dengan persoalan infrastruktur.
“Melalui kegiatan tarawih keliling ini kami ingin mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus mendengar langsung aspirasi warga. Ternyata sebagian besar masih berkaitan dengan kebutuhan infrastruktur,” ujarnya.
Salah satu aspirasi yang disampaikan oleh Misdiyanto warga desa Sambiroto adalah terkait kondisi jembatan di desa yang dinilai belum sempurna meskipun sudah dibangun. Warga mengeluhkan kondisi jembatan yang masih terasa tidak rata atau “gasruk” saat dilalui kendaraan.
Selain itu, warga juga menyoroti banyaknya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang mengalami kerusakan. Keluhan tersebut disampaikan oleh salah seorang warga bernama Taryatun.
Menanggapi hal itu, Sukirman memastikan Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Perhubungan akan segera melakukan pengecekan dan perbaikan.
“Tadi ada pertanyaan dari Ibu Taryatun terkait banyaknya PJU yang rusak. Nanti melalui Dinas Perhubungan akan kami lakukan pengecekan dan perbaikan. Ini akan ditangani oleh Pemkab Pekalongan, bukan oleh desa ataupun kecamatan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas yang telah disediakan pemerintah. Menurutnya, di beberapa desa masih ditemukan kasus lampu PJU yang hilang setelah dipasang.
“Kami mohon masyarakat ikut merawat fasilitas yang sudah ada. Di beberapa tempat lampu PJU yang sudah dipasang justru hilang. Hal-hal seperti ini tentu perlu kita jaga bersama,” tambahnya.
Plt. Bupati Sukirman juga memberikan pemahaman bahwa beberapa usulan Terkait insfratruktur dan program di desa juga bisa diusulkan kepada kepala desa agar nantinya di bahas di Musrenbang atau jug bisa melalui aspirasi anggota DPRD Kabupaten Pekalongan. Mengingat Sambiroto juga terdapat anggota DPRD Kabupaten Pekalongan yaitu Patmisari.
Lebih lanjut, Sukirman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan ke depan akan terus melakukan pembenahan, khususnya pada sektor infrastruktur seperti perbaikan jalan dan sistem drainase yang dinilai masih kurang baik di sejumlah wilayah.
Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.
“Kami bersama jajaran Pemkab Pekalongan akan fokus memperbaiki jalan-jalan yang paling penting. Di samping itu, pelayanan kesehatan dan pendidikan juga akan terus kami tingkatkan,” pungkasnya.
Dalam momen tersebut pemerintah kabupaten Pekalongan juga memberikan Bantuan Hibah Untuk Masjid Al-Muttaqin Desa Sambiroto sebesar seratus juta rupiah. Harapannya bantuan tersebut bisa bermanfaat untuk masjid mengingat saat ini Masjid Al-Muttaqin sedang dalam proses renovasi.
Mewakili Pengurus Masjid Al-Muttaqin Desa Sambiroto H. Casudi, M. Pd., mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Plt. Bupati Sukirman beserta rombongan yang sudah berkenan hadir.
"Kami mewakili takmir Masjid Al-Muttaqin mengucapkan beribu terima kasih kepada Pak Kirman beserta rombongan yang sudah berkenan hadir. Tentunya ini merupakan berkah bagi warga desa Sambiroto karena didatangi oleh jajaran dari Pemerintah Kabupaten pekalongan," tandasnya.
Casudi juga menambahkan bahwa masjid Al-Muttaqin ini sudah berdiri sekitar 50 tahun. Sedangkan untuk perbaikan atau renovasi masjid ini sudah berjalan kurang lebih 1,5 tahun. Saat ini proses pembangunan sudah sudah mencapai 50 persen.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.S.I., Wakapolres Pekalongan Kompol M. Nurkholis, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir., perwakilan dari Kodim 0710 Pekalongan, Perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan serta perwakilan Pimpinan OPD di Wilayah Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 13 Maret 2026
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pekalongan, Rahmat C Yusuf menyampaikan, Operasi Ketupat Candi berlangsung selama 13 hari dari tanggal 13-25 Maret 2026. Giat ini melibatkan sejumlah 561 personil gabungan dari Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta berbagai instansi terkait lainnya.
"Kita siapkan Tiga Pos Pengamanan dengan puluhan pos pelayanan yang menjadi sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang melintas di jalur-jalur utama," terangnya.
Sementara itu Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman saat membacakan amanat Kapolri menyampaikan, Operasi Ketupat merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta perayaan Idulfitri dan Hari Raya Nyepi di seluruh wilayah Indonesia.
"Operasi Ketupat Candi 2026 melibatkan personel gabungan Para personel akan disiagakan di sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, dan titik-titik rawan kepadatan lalu lintas di wilayah Kabupaten Pekalongan," terangnya.
Selain pengamanan lalu lintas, petugas juga akan melakukan pengamanan di tempat ibadah, pusat perbelanjaan, objek wisata, serta lokasi keramaian lainnya selama masa libur Lebaran.
Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 ini, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Pekalongan tetap aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman.
Kamis, 12 Maret 2026
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan rasa syukur atas rampungnya kegiatan TMMD tersebut. Ia menilai program ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan di wilayah pedesaan.
“Alhamdulillah hari ini kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2026 di Desa Werdi telah selesai. Masyarakat sangat antusias menyambut program ini, bekerja sama dan bersinergi sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik,” ujar Sukirman.
Menurutnya, masyarakat merasa senang dan bersyukur karena pembangunan yang dilakukan melalui TMMD mampu memperbaiki akses jalan di lingkungan desa. Jalan yang sebelumnya kurang layak kini bahkan berdasarkan informasi dari Kepala desa Werdi Lukman. Terakhir dilakukan pengaspalan jalan itu sekitar 10 tahun yang lalu. Sekarang telah diperbaiki sehingga lebih baik dan dapat dilalui dengan lancar oleh warga. Jalan ini menjadi penghubung alternatif ke Kecamatan Kandangserang atau lebih tepatnya ke Desa Sukoharjo.
Ia berharap hasil pembangunan tersebut dapat dijaga dan dirawat bersama oleh masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka waktu yang lama.
“Semoga jalan yang sudah dibangun ini terus dipelihara dan dirawat dengan baik sehingga bisa awet dan bertahan lama, sebagaimana yang disampaikan oleh Pangdam,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sukirman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus melanjutkan program pembangunan di berbagai sektor, khususnya infrastruktur. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus memprogramkan pembangunan di Kabupaten Pekalongan dengan berbagai cara, terutama dengan konsentrasi pada pembangunan infrastruktur,” jelasnya.
Mayor Cpl. Yulian Cahyono menjelaskan bahwa kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026 difokuskan pada pembangunan fisik berupa pengaspalan jalan desa sepanjang 791 meter dengan lebar 3 meter.
“Dalam program TMMD Sengkuyung tahap pertama tahun 2026 ini, kegiatan difokuskan pada pembangunan fisik berupa pengaspalan jalan desa sepanjang 791 meter dengan lebar 3 meter. Melalui TMMD ini kami dari TNI bersama Polri dan masyarakat membantu pemerintah daerah dalam melakukan perbaikan jalan, sehingga hasilnya nanti benar-benar dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat khususnya dan masyarakat Kabupaten Pekalongan pada umumnya,” ujar Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan Mayor Cpl. Yulian Cahyono.
Ia menambahkan bahwa selain kegiatan fisik, TMMD juga menyasar berbagai kegiatan nonfisik.
“Untuk sasaran nonfisik ada banyak kegiatan, di antaranya pengobatan gratis, donor darah, pemberdayaan UMKM, penanganan stunting, serta pemberian wawasan kebangsaan kepada masyarakat,” jelasnya.
Kamis, 12 Maret 2026