Kajen - Pemerintah Kabupaten Pekalongan meluncurkan program Sekolah Lapang Iklim Kopi sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Kegiatan ini digelar di La Ranch, Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Rabu (29/04/2026), dan menjadi bagian dari strategi penguatan sektor kopi lokal.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan bahwa perubahan iklim yang semakin ekstrem berdampak langsung pada produktivitas tanaman kopi. Kondisi tersebut membuat petani kesulitan mengenali karakter tanaman, sehingga hasil produksi mengalami penurunan.
“Perubahan iklim membuat petani kesulitan mendeteksi karakter tanaman kopi, sehingga berdampak pada penurunan produksi,” ujarnya.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bank Indonesia, Mercy Corps, serta Rumah BUMN. Pelatihan dirancang secara intensif melalui pembagian kelas dan praktik lapangan guna meningkatkan pemahaman serta keterampilan petani.
Selain faktor iklim, sejumlah kendala lain juga dihadapi petani, di antaranya keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia (SDM), serta akses pemasaran. Saat ini, luas lahan kopi di Kabupaten Pekalongan tercatat sekitar 16 hektare yang tersebar di Desa Sengare dan Jolotigo.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si., menyampaikan salam laporannya bahwa program ini juga bertujuan membangun komitmen lintas sektor, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, mitra swasta, dan perguruan tinggi.
“Program ini mendorong kesadaran petani terhadap pentingnya adaptasi iklim, sekaligus meningkatkan keterampilan melalui pelatihan budidaya kopi adaptif dan teknologi pascapanen,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan, kegiatan ini dilengkapi dengan metode pembelajaran seperti blind coffee testing dan diskusi reflektif, serta diarahkan untuk membuka akses pasar ekspor melalui kemitraan dengan eksportir.
Sekolah Lapang Iklim Kopi dijadwalkan berlangsung enam kali pertemuan. Kegiatan perdana dilaksanakan pada 29 April 2026 di Lumbung Kopi Nusantara, dilanjutkan lima pertemuan di Desa Jolotigo pada 9 Juni hingga 4 Agustus 2026. Program ini diikuti 30 peserta, masing-masing 15 petani dari Desa Sengare dan Jolotigo.
Sejumlah narasumber turut dilibatkan, antara lain dari BMKG Jawa Tengah, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember, serta dukungan dari Zurich Insurance dan sektor perbankan.
Sementara itu, petani kopi asal Desa Jolotigo, Nadhirin, menilai potensi kopi lokal sangat besar untuk dikembangkan sebagai identitas daerah. Namun, ia mengakui masih adanya keterbatasan, terutama dalam hal SDM, infrastruktur, dan teknologi.
“Kami masih membutuhkan dukungan, mulai dari pembibitan hingga peralatan seperti mesin roasting dan alat uji cita rasa,” ujarnya.
Pemerintah berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi di wilayah lain, guna meningkatkan produksi, kualitas, serta kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Pekalongan.
Rabu, 29 April 2026
Paninggaran – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama dalam beberapa tahun ke depan. Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat menghadiri Haul Akbar ke-41 Mbah Wali Tanduran di Makam Mbah Wali Tanduran, Kecamatan Paninggaran, Selasa (28/4/2026).
- Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menghadiri pelantikan kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pekalongan yang digelar pada Minggu (26/4/2026) bertempat di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut dihadiri para kiai, ulama, serta tokoh masyarakat dari berbagai kalangan akademisi, termasuk doktor dan profesor.
Kajen – Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., berpesan kepada para calon jamaah haji Kloter 12 asal Kabupaten Pekalongan agar memanfaatkan kesempatan beribadah di Tanah Suci untuk memanjatkan doa terbaik, tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk para pemimpin bangsa dan daerah.
Kajen - Keberangkatan jamaah calon haji Kelompok Terbang (Kloter) 11 menjadi penanda dimulainya rangkaian pemberangkatan haji Kabupaten Pekalongan tahun 2026. Sebanyak 91 jamaah diberangkatkan pada Jumat dini hari (24/4/2026) menuju Asrama Haji Donohudan, Solo, sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Polres Pekalongan menggelar latihan simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Kamis (23/4/2026) pagi. Kegiatan berlangsung di Jalan Alun-alun Utara, depan Kantor Bupati Pekalongan.
- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU TARU) Kabupaten Pekalongan melalui Bidang Bina Marga melakukan penanganan kerusakan jalan serta pembersihan saluran drainase di sejumlah titik pada Senin (20/04/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Doro - Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama TNI resmi membuka program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 di Desa Sawangan, Kecamatan Doro, Rabu pagi (22/04/2026). Program yang dilaksanakan oleh Kodim 0710/Pekalongan ini mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
Dalam sambutannya, Sukirman menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan terus melakukan introspeksi terhadap capaian pembangunan daerah. Ia mengakui bahwa pembangunan sumber daya manusia telah berjalan baik, namun pembangunan fisik, khususnya infrastruktur jalan, masih perlu dikejar secara serius.
“Pembangunan manusianya kita berhasil, tetapi pembangunan fisiknya memang harus kita akui masih tertinggal di sana-sini. Ini sudah menjadi catatan dan perhatian serius kami,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Sukirman menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan telah mengambil kebijakan strategis dengan mengalihkan anggaran pembangunan Gedung DPRD yang sebelumnya direncanakan senilai sekitar Rp19 miliar, untuk mendukung percepatan pembangunan jalan di berbagai ruas.
“Kami sebenarnya sudah menganggarkan pembangunan Gedung DPRD, namun karena kebutuhan masyarakat lebih mendesak, maka program itu kami batalkan. Anggarannya kita alihkan untuk pembangunan jalan di tahun 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan jalan akan menjadi prioritas besar pada tahun 2027 hingga 2028. Pemerintah daerah akan mengupayakan perbaikan jalan secara permanen agar tidak mudah rusak, sehingga keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam berkendara dapat terjamin.
“Insya Allah 2026, 2027, 2028 nanti pembangunan jalan kita percepat. Kita ingin tidak ada lagi jalan di Kabupaten Pekalongan yang membahayakan masyarakat,” ungkap Sukirman.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati juga mengapresiasi Kecamatan Paninggaran yang dinilai menjadi salah satu wilayah unggulan dan berprestasi di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, kemajuan Paninggaran di sektor wisata, pendidikan, ekonomi, serta kehidupan religius masyarakatnya merupakan modal besar dalam mendukung pembangunan daerah.
Sukirman berharap dukungan masyarakat dan doa para kiai dapat menjadi kekuatan bagi pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan secara seimbang, baik pembangunan manusia maupun pembangunan fisik.
“Kami mohon doa restu agar pemerintah bisa terus menjalankan pembangunan yang seimbang, membangun pendidikan dan kesehatan, sekaligus memperbaiki infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Haul Akbar ke-41 Mbah Wali Tanduran berlangsung penuh kekhidmatan, diisi dengan doa bersama, mujahadah, dan tausiyah para ulama, serta dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, dan jamaah dari berbagai daerah.
Rabu, 29 April 2026
Kegiatan tersebut mengusung tema “Merajut Ukhuwah, Meneguhkan Integritas: Sinergi Ulama, Umara, dan Cendekiawan dalam Merawat Stabilitas dan Kemajuan Kota Santri”. Selain Plt. Bupati Pekalongan, acara juga menghadirkan narasumber Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Musklih Khudlori, M.Si., serta Dewan Pembina PC ISNU Dra. Hj. Siti Qomariyah, M.A.
Plt. Bupati Sukirman menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal dan silaturahim tersebut menjadi momentum yang istimewa bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Ia menilai keberadaan ISNU sebagai organisasi yang dihuni kaum terpelajar sangat penting untuk memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan dalam mendukung pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, ini menjadi momentum yang istimewa bagi Kabupaten Pekalongan. Kami sangat membutuhkan uluran tangan dari mereka, terutama dalam hal ide dan gagasan. Karena beliau-beliau ini adalah kaum terpelajar yang saya kira mampu secara objektif meneropong dan mengevaluasi jalannya pembangunan di Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.
Ia berharap dari forum halaqah tersebut dapat lahir rekomendasi-rekomendasi yang objektif dan realistis sebagai pijakan bagi Pemerintah Daerah dalam menyusun program kerja serta arah pembangunan Kabupaten Pekalongan ke depan.
“Harapannya, nanti akan muncul rekomendasi-rekomendasi yang objektif dan realistis, yang mampu menjadi pijakan bagi kami dalam menyusun rencana program kerja daerah sekaligus rencana pembangunan ke depan,” imbuhnya.
Sukirman juga menyebutkan bahwa isu yang paling banyak disoroti dalam kegiatan tersebut adalah persoalan infrastruktur. Selain itu, penguatan pembangunan karakter serta pendidikan unggul juga menjadi perhatian bersama yang sejalan dengan gagasan para cendekiawan yang tergabung dalam ISNU.
“Yang paling menonjol tentu saja, lagi-lagi soal infrastruktur. Selain itu juga terkait penguatan pembangunan karakter, serta pendidikan yang unggul dan seterusnya,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua PC ISNU Kabupaten Pekalongan Dr. Mohammad Nasrudin, M.Pd.I menyampaikan bahwa gagasan dan masukan yang disampaikan PC ISNU dapat diterima dan ditangkap dengan baik oleh Plt. Bupati Pekalongan. Ia menegaskan bahwa ISNU siap terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mendukung pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Saya kira semua gagasan yang kami sampaikan sudah dapat ditangkap oleh Bapak Plt. Bupati. Karena kami yakin beliau sebenarnya sudah memahami apa yang diinginkan oleh masyarakat. Jadi kami hanya menekankan beberapa hal saja,” tutur Nasrudin.
Ia juga menyampaikan kepercayaan dan dukungan kepada Plt. Bupati Sukirman, serta berharap seluruh program pembangunan dapat berjalan lancar dan diwujudkan sesuai kebutuhan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
“Kami percaya kepada beliau, dan kami semua berdoa semoga semuanya dilancarkan, dimudahkan, serta dapat diwujudkan sesuai kebutuhan masyarakat. Yang paling penting, kami akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah,” tegasnya.
Melalui Halal Bihalal dan Halaqah Kebangsaan ini, PC ISNU Kabupaten Pekalongan berharap dapat memperkuat ukhuwah serta membangun kolaborasi nyata antara ulama, umara, dan cendekiawan guna menjaga stabilitas serta mendorong kemajuan Kabupaten Pekalongan sebagai Kota Santri yang berdaya saing.
Minggu, 26 April 2026
Dalam kegiatan ini pengurus MUI Kabupaten Pekalongan yang diketuai oleh KH. Tajudin Shorih untuk masa khidmat 2025-2030 dikukuhkan oleh Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Tengah Drs. KH. Muhyiddin, M. Ag., mewakili Ketua Umum MUI Jateng, Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., yang berhalangan hadir karena pada waktu yang sama mendapatkan undangan pertemuan mualaf di Semarang.
Sukirman terkesan dengan tema pelantikan yang dinilai relevan, yakni mendukung pembangunan umat berkelanjutan di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus menyentuh pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam membentuk karakter masyarakat.
Sukirman menegaskan pentingnya sinergi antara MUI dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mendorong pembangunan yang berimbang. Kolaborasi tersebut dinilai strategis untuk memastikan pembangunan berjalan secara menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur maupun kualitas umat.
“Pembangunan manusia harus menjadi perhatian bersama. Sinergi antara MUI dan pemerintah perlu terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembinaan karakter generasi muda. Menurutnya, generasi saat ini membutuhkan perhatian dan bimbingan lebih intensif agar memiliki ketangguhan serta nilai-nilai moral yang kuat.
“Karakter generasi muda perlu kita kedepankan. Mereka membutuhkan pendampingan agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan berakhlak,” tambahnya.
Melalui pelantikan ini, diharapkan MUI Kabupaten Pekalongan semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam membina umat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Pekalongan, KH. Tajudin Shorih, menegaskan bahwa tema yang diusung dalam pelantikan kali ini memiliki makna strategis bagi arah pembangunan daerah.
“Kami sengaja mengusung tema peran strategis MUI dalam mendukung pembangunan umat berkelanjutan di Kabupaten Pekalongan. Pembangunan yang kita cita-citakan bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan spiritual, moral, dan sosial ekonomi umat yang harus berlangsung secara berkesinambungan dari masa ke masa,” jelasnya.
Ia memaparkan tiga peran strategis MUI ke depan. Pertama, sebagai penjaga akidah dan ukhuwah di tengah derasnya arus informasi. Dalam hal ini, MUI diharapkan terus memberikan fatwa dan bimbingan yang menenangkan, mencegah perpecahan, serta merawat kerukunan antarumat beragama.
Kedua, sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan. MUI diharapkan dapat berperan aktif dalam menyukseskan program-program yang berpihak kepada masyarakat, seperti pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi dan UMKM, serta pencegahan penyalahgunaan narkoba dan penyakit sosial lainnya.
Ketiga, sebagai pelopor pembangunan berkelanjutan. MUI didorong untuk meningkatkan kesadaran umat dalam menjaga lingkungan, mengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara produktif, serta mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan berdaya saing.
Melalui pelantikan ini, diharapkan MUI Kabupaten Pekalongan semakin optimal dalam menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya dalam membina umat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Tengah Drs. KH. Muhyiddin, M. Ag., juga memberikan sedikit pesan dan arahan bahwa sesuai dengan namanya bahwa MUI merupakan wadah atau perkumpulan ulama-ulama Indonesia. Makasih sudah sepatutnya apabila fatwa atau keputusan yang nantinya dikeluarkan sesuai dengan ke-Indonesiaan.
"Kita ini mewarisi tugas-tugas fungsi keagamaan yang pernah dan sudah dilakukan oleh para nabi kita. Kita mengemban tugas keagamaan dan tugas keulamaan, tapi kita jangan lupa bahwa kita ini Majelis Ulama Indonesia karena itu kita bergerak dalam porsi keulamaan keindonesiaan, jangan sampai kita ini sebagai ulama Indonesia justru kita menyuarakan keulamaan yang lain karena ada hal-hal khusus yang tidak sama antara apa yang ada di Indonesia dengan apa yang ada di negara muslim lain," tandasnya.
Minggu, 26 April 2026
Hal tersebut disampaikan Sukirman dalam acara pelepasan calon jamaah haji Kloter 12 Kabupaten Pekalongan di Halaman Setda Kabupaten Pekalongan, Jumat (24/4/2026). Ia menegaskan bahwa doa dari Tanah Suci merupakan salah satu ikhtiar spiritual yang memiliki makna besar, terlebih saat jamaah berada di tempat-tempat mustajab.
“Saya yakin Bapak/Ibu sudah memiliki rencana doa yang akan dipanjatkan di Tanah Suci. Doakan yang terbaik untuk kehidupan Bapak/Ibu dan keluarga,” ungkapnya.
Namun demikian, Sukirman mengingatkan bahwa seringkali masyarakat lupa untuk mendoakan para pemimpin. Ia pun meminta jamaah haji turut mendoakan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan dalam memimpin bangsa.
Selain itu, Sukirman juga memohon doa untuk Gubernur Jawa Tengah, agar diberikan kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan amanah kepemimpinan di provinsi Jawa Tengah.
Tak hanya itu, ia juga meminta jamaah haji mendoakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan beserta unsur Forkopimda, agar senantiasa diberikan kekuatan, keselamatan, serta mampu menjalankan tugas melayani masyarakat secara optimal.
“Secara pribadi, dan atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, saya nyuwun didoakan agar kami tetap istiqamah, selamat dari segala cobaan dan godaan, serta mampu menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Sukirman juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jamaah apabila selama memimpin dan melayani masyarakat Kabupaten Pekalongan masih terdapat kekurangan. Ia mengajak seluruh jamaah untuk saling memaafkan agar ibadah haji dapat dijalankan dengan hati yang bersih dan langkah yang ringan.
“Saya juga menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak/Ibu sekalian apabila selama kepemimpinan dan pelayanan kami masih banyak kekurangan. Mari kita saling memaafkan lahir dan batin agar langkah Bapak/Ibu ringan, ibadahnya lancar, dan mendapatkan ridha Allah SWT,” tuturnya.
Ia berharap seluruh jamaah haji asal Kabupaten Pekalongan dapat melaksanakan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dengan selamat, serta memperoleh predikat haji mabrur.
Jumat, 24 April 2026
Pelepasan jamaah berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman menyampaikan bahwa Kloter 11 bukan sekadar rombongan pertama yang berangkat, tetapi juga menjadi simbol dimulainya pelayanan dan fasilitasi ibadah haji bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan tahun ini.
“Alhamdulillah, Kloter 11 ini menjadi awal dari seluruh rangkaian pemberangkatan jamaah haji Kabupaten Pekalongan tahun 2026. Total ada 943 jamaah yang terbagi dalam empat kloter, yaitu 11, 12, 13, dan 14,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah haji, mulai dari persiapan hingga pemberangkatan. Keberangkatan kloter pertama ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi kloter-kloter berikutnya.
Sukirman juga menyampaikan doa agar seluruh jamaah, khususnya Kloter 11 sebagai pembuka, diberikan kelancaran, kesehatan, dan keselamatan dalam menjalankan ibadah haji.
“Semoga Kloter 11 ini menjadi pembuka yang baik, diberikan kelancaran dalam perjalanan dan ibadahnya, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” katanya.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan para jamaah untuk memanfaatkan kesempatan berhaji dengan memperbanyak ibadah, doa, dan zikir, serta menjaga niat dan kekhusyukan selama di Tanah Suci.
Menurutnya, keberangkatan haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua orang mendapatkannya, sehingga harus disyukuri dengan kesungguhan dalam beribadah.
Selain itu, Sukirman juga mengajak para jamaah untuk mendoakan Kabupaten Pekalongan agar terus berkembang dan pemerintah daerah diberikan kekuatan dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.
Keberangkatan Kloter 11 ini menjadi momentum awal yang menandai dimulainya musim haji 2026 bagi Kabupaten Pekalongan. Pemerintah daerah berharap seluruh proses pemberangkatan hingga pemulangan jamaah berjalan lancar, tertib, dan aman.
Diakhir sambutannya Sukirman juga menghimbau Jamaah calon haji untuk tidak perlu risau dengan peperangan yang terjadi antara Iran dan Amerika, pasrahkan saja semuanya kepada Allah SWT. sehingga bapak ibu jamaah bisa fokus dengan rangkaian ibadah haji baik syarat dan rukunnya.
"Sekali lagi kita tidak perlu takut dengan adanya perang Di Iran dan Amerika, karena Bapak-Ibu harus fokus dengan rangkaian ibadah haji, serahkan semua kepada Allah SWT. dan mari bersama sama kita berdoa agar perjalanan Bapak ibu bisa lancar menjadi Hajjah dan haji yang mabrur dan mabruroh kemudian bisa berjumpa kembali dengan keluarga dengan penuh kebahagiaan," Ucap Sukirman sesaat sebelum melepas calon jamaah haji kloter 11 Kabupaten Pekalongan.
Disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si, dalam sambutannya sesaat sebelum keberangkatan.
Ia menjelaskan, Kloter 11 menjadi rombongan pertama yang diberangkatkan pada Jumat dini hari (24/4/2026) dengan jumlah 91 jemaah. Rinciannya, 76 jemaah berasal dari KBIHU Asma Husnah dan 15 jemaah mandiri. Kloter ini dijadwalkan masuk Asrama Haji pada hari yang sama pukul 09.00 WIB.
Selanjutnya, Kloter 12 berjumlah 353 jemaah yang terdiri atas 292 jemaah dari KBIHU An-Nahdiyah, 59 jemaah dari KBIHU Asofa, serta dua Petugas Haji Daerah (PHD). Kloter ini dijadwalkan masuk asrama pada Jumat (24/4/2026) pukul 16.00 WIB.
Kloter 13 juga berjumlah 353 jemaah yang berasal dari KBIHU An-Nahdiyah, KBIHU Miftahul Ulum, serta jemaah mandiri. Rombongan ini dijadwalkan masuk asrama pada pukul 19.00 WIB di hari yang sama.
Sementara itu, Kloter 14 terdiri dari 143 jemaah yang berasal dari KBIHU An-Nahdiyah, KBIHU Nusa Madinah, KBIHU Rahmatul Ummah, serta satu jemaah mandiri. Kloter ini direncanakan masuk asrama pada Sabtu (25/4/2026) pukul 06.00 WIB.
Adapun Kloter 18 menjadi kloter terakhir dengan jumlah tiga jemaah yang berasal dari KBIHU An-Nahdiyah yang diikutkan dengan kabupaten Batang. Rombongan tersebut dijadwalkan masuk asrama pada Ahad (26/4/2026) pukul 13.00 WIB.
Siti Masruroh menegaskan, seluruh proses pembagian kloter dan jadwal keberangkatan telah disusun sesuai ketentuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Haji dan Umrah.
“Total calon jemaah haji Kabupaten Pekalongan tahun 2026 sebanyak 943 orang yang tersebar dalam lima kloter. Kami berharap seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Jumat, 24 April 2026
Simulasi diawali dengan apel pasukan, dilanjutkan skenario penanganan unjuk rasa yang berkembang dari kondisi kondusif (hijau), meningkat menjadi tidak terkendali (kuning), hingga situasi anarkis (merah). Dalam setiap tahapan, aparat memperagakan langkah persuasif hingga tindakan tegas, mulai dari negosiasi, pengendalian massa, penanganan provokator, hingga evakuasi pejabat dan korban.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mengapresiasi inisiatif jajaran Polres Pekalongan dan Kodim 0710/Pekalongan dalam menyelenggarakan simulasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi di muka umum.
“Kami mengapresiasi apa yang diinisiasi oleh Kapolres dan Dandim dalam kerangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat. Apalagi menjelang 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional, ini menjadi bagian dari komunikasi kita,” ujarnya.
Sukirman menegaskan, Pemkab Pekalongan akan terus bersinergi dengan TNI-Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada momentum aksi demonstrasi.
“Penyampaian pendapat ini bagian dari prosedur yang biasa. Kepolisian dan TNI menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dalam menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif. Pemerintah daerah tentu akan terus bersinergi,” tambahnya.
Terkait dinamika yang berkembang di media sosial, Sukirman menilai hal tersebut sebagai bagian dari ekspresi masyarakat. Namun, pemerintah tetap fokus pada langkah konkret, termasuk efisiensi anggaran untuk pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, simulasi Sispamkota bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan keamanan.
“Latihan ini sebagai bentuk kesiapsiagaan Polres Pekalongan bersama pemerintah daerah dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang berimplikasi pada situasi kontinjensi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan sekitar 643 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta elemen masyarakat dari berbagai organisasi kemasyarakatan.
“Alhamdulillah para personel sudah memahami tugas dan tanggung jawab dari setiap tahapan pelayanan aksi unjuk rasa,” imbuhnya.
Kapolres juga memastikan kondisi wilayah Kabupaten Pekalongan saat ini masih kondusif. Pihaknya telah menjalin komunikasi dengan serikat buruh dan pemerintah daerah agar peringatan May Day diisi dengan kegiatan positif.
“Kami berharap apabila nanti ada aksi, tidak mengganggu ketertiban masyarakat. Kami mendukung peringatan May Day dapat berjalan aman dan lancar,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan, Mayor Cpl Yulian Cahyono, mewakili Dandim, menegaskan kesiapan TNI dalam mendukung pengamanan sesuai prosedur.
“Untuk pengamanan Hari Buruh, TNI akan bertindak sesuai SOP, yakni menunggu permintaan bantuan dari kepolisian. Setelah ada surat resmi, kami siap melaksanakan perbantuan keamanan,” tegasnya.
Kamis, 23 April 2026
Kepala DPU TARU Murdiyarso, S.P., M.T., melalui Kepala Bidang Bina Marga DPU TARU Kabupaten Pekalongan, Al-Faruq, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan keprasan aspal pada ruas jalan Kedungwuni-Doro, Doro-karangdadap, dan Karangdadap-Kota Pekalongan. Ruas tersebut merupakan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan akibat beban kendaraan berat, khususnya truk bermuatan.
“Kerusakan menyebabkan permukaan jalan menggunung atau mletot sehingga membahayakan masyarakat. Oleh karena itu, kami melakukan pemaprasan untuk meratakan kembali jalan agar aman dilalui,” ujarnya.
Selain penanganan jalan, pada hari yang sama DPU TARU juga melakukan pembersihan gorong-gorong di sepanjang ruas jalan dari SMA Negeri 1 Kajen hingga wilayah Sibedug, Desa Kebonagung. Meski ruas tersebut merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kajen dengan Karanganyar, pihaknya tetap mengambil langkah responsif guna mengatasi genangan air yang kerap terjadi saat hujan.
Menurut Al-Faruq, genangan air di lokasi tersebut disebabkan oleh tersumbatnya saluran drainase akibat tumpukan material seperti sampah, tanah, serta kerusakan pada saluran air.
“Kami menerjunkan tim lapangan untuk membersihkan gorong-gorong agar aliran air kembali lancar dan tidak terjadi genangan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan sementara, kondisi aliran air saat ini sudah membaik dan belum ditemukan laporan genangan kembali. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan sebagai langkah antisipasi.
“Harapannya, upaya ini dapat menjadi solusi terbaik bagi masyarakat, meskipun lokasi tersebut merupakan kewenangan provinsi. Ini bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan yang optimal,” pungkasnya.
Rabu, 22 April 2026
Meski ditengah guyuran gerimis tidak menyurutkan semangat para peserta untuk mengikuti Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2026. Seperti yang disampaikan oleh pelaksana tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., bahwa upacara ini adalah kegiatan yang wajib dilakukan dan tidak boleh diundur sehingga dirinya pun tetap menjadi pemimpin upacara meski pagi itu hujan mengguyur hampir wilayah Kecamatan Doro dan sekitarnya.
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata pengabdian dan kolaborasi seluruh elemen dalam membangun masyarakat.
“Program ini merupakan bentuk pengabdian dan pengorbanan kita bersama untuk masyarakat. Mari kita laksanakan TMMD ini dengan penuh semangat kebersamaan selama satu bulan ke depan,” ujarnya.
Sukirman juga mengajak seluruh elemen, baik TNI, Polri, perangkat daerah, maupun masyarakat, untuk terlibat aktif dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, selain mempererat persaudaraan, TMMD juga menjadi momentum untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian desa.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun era baru perekonomian masyarakat Desa Sawangan,” tambahnya.
Kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Plt. Bupati Pekalongan Sukirman ditandai dengan pembacaan surat Al-fatihah. Dirinya berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan, Mayor Cpl. Yulian Cahyono menjelaskan bahwa program TMMD kali ini difokuskan pada kegiatan fisik dan nonfisik. Untuk kegiatan fisik, dilakukan pengaspalan jalan sepanjang kurang lebih 400 meter dengan lebar 3 meter pada segmen pertama, serta 150 meter dengan lebar yang sama pada segmen kedua.
“Pembangunan ini bertujuan menghubungkan akses hingga Jembatan Garuda, sehingga dapat mempermudah mobilitas masyarakat,” jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik, seperti sosialisasi UMKM, kesehatan, serta wawasan kebangsaan.
Yulian menambahkan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program yang sejalan dengan arahan pemerintah pusat guna meningkatkan konektivitas dan memperlancar transportasi masyarakat, khususnya di Desa Sawangan, Kecamatan Doro.
Melalui program TMMD Sengkuyung ini, diharapkan terwujud sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Rabu, 22 April 2026