KAJEN – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan mengukuhkan puluhan Pembina Pramuka yang telah menyelesaikan Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjutan (KML) pada rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65. Pengukuhan berlangsung di Lapangan Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jumat (14/8/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi salah satu upaya Kwarcab Kabupaten Pekalongan dalam meningkatkan kualitas sumber daya pembina agar mampu memberikan pembinaan yang lebih optimal kepada anggota Pramuka di setiap gugus depan. Pembina yang telah mengikuti KML diharapkan memiliki kompetensi, wawasan, dan semangat baru dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa keberhasilan para peserta menyelesaikan KML merupakan capaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi bekal penting dalam memperkuat Gerakan Pramuka di daerah.
"Hari ini kita juga mengukuhkan puluhan pembina Pramuka yang telah menyelesaikan Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjutan (KML). Tentu kami merasa bangga karena kakak-kakak pembina yang dikukuhkan hari ini diharapkan dapat membawa energi baru untuk memperkuat Gerakan Pramuka di Kabupaten Pekalongan," ujarnya.
Menurut Yulian, peningkatan kualitas pembina merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Karena itu, pembina dituntut terus meningkatkan kemampuan agar mampu menjawab tantangan pembinaan generasi muda yang semakin dinamis.
Ia berharap seluruh pembina yang telah dikukuhkan dapat menjadi teladan sekaligus penggerak kegiatan kepramukaan di lingkungan masing-masing sehingga Gerakan Pramuka semakin aktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Hal ini merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter generasi muda. Melalui pembekalan dan peningkatan kompetensi di tingkat Pembina Mahir, kami berharap setelah dikukuhkan mereka dapat menjalankan tugas pembinaan dengan lebih intensif, lebih bersemangat, serta mampu mengembangkan kegiatan kepramukaan di gugus depan masing-masing," pungkasnya.
Jumat, 14 Agustus 2026
KAJEN – Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengajak Gerakan Pramuka untuk terus menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Pramuka ke-65 dan penutupan Raimuna Cabang IX Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan di Lapangan Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jumat (14/8/2026).
Plt. Bupati Sukirman, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Raimuna Cabang IX yang dinilai menjadi ajang pembinaan karakter sekaligus pengembangan keterampilan bagi anggota Pramuka.
"Selamat dan sukses atas terselenggaranya Raimuna Cabang IX Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan. Selamat Hari Pramuka ke-65. Kita semakin optimistis karena Gerakan Pramuka mampu mencetak kader-kader terbaik bangsa yang terampil, berjiwa wirausaha, bertakwa, serta memiliki kecintaan yang tinggi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman. Karena itu, ia berharap Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program pembinaan kepemudaan.
Sukirman juga mengapresiasi berbagai kegiatan dan perlombaan yang digelar selama Raimuna, mulai dari administrasi, senam tongkat, reportase hingga berbagai keterampilan lainnya. Ia menilai seluruh kegiatan tersebut menjadi bekal yang bermanfaat bagi para peserta.
"Kegiatan-kegiatan ini menjadi pengalaman dan bekal yang sangat berguna untuk masa depan. Semoga seluruh peserta dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki dan terus berkarya di tengah masyarakat," katanya.
Kepada para pembina yang menerima penghargaan, Sukirman menyampaikan ucapan selamat atas dedikasi yang telah diberikan selama membina generasi muda.
"Penghargaan ini merupakan bukti pengabdian yang tiada henti. Semoga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengabdi, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan daerah," tuturnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai kasus yang viral di salah satu SMA, Sukirman menjelaskan bahwa pengelolaan SMA merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Pekalongan tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pembinaan karakter peserta didik.
"Kami terus mendorong keterlibatan seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pihak terkait untuk meningkatkan moralitas, etika, serta pembinaan karakter di lingkungan pendidikan," pungkasnya.
Jumat, 14 Agustus 2026
KAJEN – Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar berdiri tegak di bawah tiang bendera saat upacara 17 Agustus. Bagi Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, pengalaman itu harus menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk membangun karakter, memperluas jejaring, hingga terlibat dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Sukirman saat memberikan arahan dalam jam pimpinan kepada calon anggota Paskibraka Kabupaten Pekalongan di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Kajen, Kamis (13/8/2026).
Sukirman mengapresiasi 28 pelajar yang berhasil lolos dari sekitar 300 peserta seleksi. Dari jumlah tersebut, 27 orang ditetapkan sebagai calon Paskibraka Kabupaten Pekalongan 2026, sementara satu lainnya masuk seleksi calon Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Di antara 300 kompetitor, 28 terpilih. Jadi adik-adik sekalian adalah orang-orang terpilih, orang-orang hebat, insan-insan masa depan yang sangat luar biasa,” tegas Sukirman.
Menurutnya, proses seleksi hingga pelatihan Paskibraka bukan sekadar persiapan teknis pengibaran bendera. Disiplin yang ditempa selama pembinaan, mulai dari pola tidur, bangun pagi, ketepatan waktu makan hingga menjalankan seluruh rangkaian latihan, merupakan pendidikan karakter yang tidak selalu didapatkan di bangku sekolah.
“Pendidikan Paskibraka ini pendidikan yang sangat kompleks. Tidak hanya mengajarkan nasionalisme dan patriotisme, tetapi juga bagaimana ilmu-ilmunya sangat bermanfaat bagi keberlangsungan masa depan adik-adik sekalian,” ujarnya.
Namun, Sukirman mengingatkan jangan sampai nilai-nilai tersebut berhenti ketika upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI selesai. Ia justru meminta para Paskibraka terus aktif berorganisasi agar mental kepemimpinan dan kemampuan berjejaring mereka semakin terasah.
“Masuklah ke organisasi-organisasi itu agar semakin terlatih. Di situlah kita kembali ditempa, mendapatkan pengalaman, mendapatkan ilmu, dan yang tidak kalah penting adalah keterlibatan adik-adik sekalian dalam proses pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan,” pesannya.
Ia mendorong para pelajar aktif dalam OSIS, organisasi pelajar, Karang Taruna maupun organisasi kepemudaan lainnya. Menurutnya, semakin luas organisasi yang diikuti, semakin besar pula kesempatan membangun jejaring dan pengalaman sosial.
Sukirman juga menyoroti derasnya perkembangan media sosial. Ia meminta para calon Paskibraka tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai ruang belajar, membangun jejaring, bahkan membuka peluang usaha.
“Tidak mustahil dari media sosial yang kita ambil positifnya, kita akan mendapatkan keberkahan dari sana, mendapatkan ilmu, mendapatkan jejaring, mendapatkan jaringan yang luas,” katanya.
Bahkan, Sukirman meminta para Paskibraka ikut menjadi bagian dari penyebaran informasi positif tentang pembangunan Kabupaten Pekalongan. Program pemerintah di bidang infrastruktur, pendidikan hingga kesehatan, menurutnya, perlu diketahui masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial generasi muda.
“Ini harus kita kabarkan agar kepercayaan masyarakat tumbuh, lalu kemudian keterlibatan masyarakat semakin baik dalam partisipasi pembangunan,” jelasnya.
Di sisi lain, Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar menekankan agar para Paskibraka tidak cepat puas hanya dengan menyandang status lulusan SMA. Ia mendorong mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan tidak menjadikan persoalan ekonomi sebagai alasan untuk berhenti belajar.
“Jangan puas dengan hanya lulusan SMA. Harus mau belajar. Anggota Paskibraka harus begitu, mau belajar,” tegas Akbar.
Menurutnya, perguruan tinggi bukan hanya tempat mengejar gelar akademik, tetapi juga ruang penting untuk mengasah kepemimpinan melalui organisasi kemahasiswaan. Ia pun mengingatkan tiga modal utama yang harus dijaga generasi muda di tengah perubahan zaman: mau belajar, kerja keras dan disiplin.
“Pertama mau belajar. Kedua harus kerja keras. Dan yang ketiga, tentu saja kita harus disiplin,” tandasnya.
Kamis, 13 Agustus 2026
KAJEN – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pekalongan didorong tidak sekadar menjalankan agenda rutin organisasi. Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman meminta PKK menjadi kekuatan nyata pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan keluarga dan sosial yang masih membelit masyarakat.
Pesan itu disampaikan Sukirman saat membuka Rapat Konsultasi TP PKK Kabupaten Pekalongan bersama para pembina dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pekalongan, di Aula Lantai I Sekretariat Daerah, Kamis (13/8/2026).
Menurut Sukirman, rapat konsultasi bukan sekadar forum menyusun program, tetapi harus menjadi ruang untuk membongkar sekat antara PKK dan OPD. Program 10 Pokok PKK, kata dia, harus terkoneksi langsung dengan agenda pembangunan pemerintah daerah agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Rapat konsultasi ini tentu saja untuk semakin mensinergikan program-program yang akan dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK. Tadi sudah sangat luar biasa dipaparkan dengan berbagai terobosan,” ujar Sukirman.
Ia meminta seluruh pembina PKK di lingkungan Pemkab Pekalongan tidak berhenti pada dukungan administratif. OPD harus memberikan pendampingan, pembinaan, fasilitas hingga kemudahan agar program PKK dapat berjalan dan menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.
“Mohon bisa didampingi teman-teman PKK, sahabat-sahabat PKK ini dalam melaksanakan program-programnya, meningkatkan bimbingan dan pembinaannya. Tentu saja yang tidak kalah penting adalah bantuan dan fasilitasi serta kemudahan,” tegasnya.
Sukirman bahkan meminta setiap OPD membuka ruang kolaborasi dengan PKK. Berbagai program pemerintah yang menyentuh keluarga dan masyarakat harus dikomunikasikan melalui jaringan PKK, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga Dasa Wisma.
Di titik inilah Sukirman menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan birokrasi. Stunting, pernikahan dini, kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan ekonomi hingga rendahnya literasi harus menjadi perhatian bersama.
“Kita harus tingkatkan bagaimana kemudian kita mensosialisasikan lebih agresif, lebih progresif kepada para Tim Penggerak PKK di tingkat desa, sampai ke tingkat bawah, sampai Dasa Wisma,” katanya.
Sorotan Sukirman juga mengarah pada persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Ia meminta PKK ikut memperkuat pengawasan sosial untuk mencegah anak dan remaja terjerumus dalam pergaulan bebas.
Ia menyinggung keberadaan warung remang-remang dan berbagai praktik sosial yang dinilai bertentangan dengan kultur serta nilai keagamaan yang selama ini menjadi karakter masyarakat Kabupaten Pekalongan.
“Terus meningkatkan informasi yang berkembang, kemudian mencegah anak-anak kita dalam perbuatan-perbuatan pergaulan bebas yang tanpa batas,” tegasnya.
Literasi juga menjadi pekerjaan rumah yang disorot Sukirman. Ia menyebut tingkat literasi Kabupaten Pekalongan masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah. Karena itu, PKK diminta tidak menganggap literasi sebagai urusan sektor pendidikan semata.
Menurutnya, jaringan PKK hingga keluarga dan Dasa Wisma justru dapat menjadi ujung tombak untuk mendorong budaya membaca, meningkatkan pengetahuan keluarga, sekaligus menyaring informasi di tengah derasnya arus digital.
Selain persoalan program, Sukirman juga mendorong PKK lebih berani mencari sumber daya di luar APBD. Kerja sama dengan perbankan, BUMN, BUMD maupun lembaga nonpemerintah dinilai dapat menjadi alternatif untuk memperkuat pembiayaan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Coba kita mulai membuka ruang-ruang, tidak hanya bergantung kepada APBD. Artinya, ini terobosan-terobosan yang harus kita lakukan, sehingga sinergi kita ini menjadi modal utama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Galuh Kirana menegaskan penyusunan program kerja PKK 2027 memang harus dilakukan dengan melibatkan perangkat daerah. Menurutnya, program PKK tidak boleh berjalan sendiri tanpa memperhitungkan prioritas pembangunan pemerintah daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa program-program yang direncanakan benar-benar sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, sesuai dengan kewenangan dan program perangkat daerah, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” jelas Galuh.
Melalui rapat konsultasi tersebut, TP PKK berharap dapat menyamakan persepsi, memetakan program yang bisa dikolaborasikan, menentukan OPD pendamping atau pembina, sekaligus mengidentifikasi dukungan yang dibutuhkan.
Bagi Sukirman, seluruh perencanaan tersebut pada akhirnya tidak boleh berhenti menjadi dokumen program kerja. Ukurannya sederhana: seberapa jauh program itu mampu menyentuh persoalan nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Satu-satunya kewajiban kita, kehidupan kita ini, kita berada di dalam posisi masing-masing adalah terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Kamis, 13 Agustus 2026
KAJEN – Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan tak berhenti pada seremoni. Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengemasnya dengan cara yang lebih cair, Para pejabat dan ASN turun ke lapangan, bermain sepak bola bersama, Kamis (13/8/2026).
Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, bahkan ikut memperkuat Tim Sekretariat Daerah (Setda) dalam Turnamen Mini Soccer U40+ antar-ASN OPD, instansi vertikal, TNI/Polri, dan BUMD di Lapangan Belakang Kantor Setda Kabupaten Pekalongan.
Laga pembuka mempertemukan Tim Setda melawan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan. Sebelum kick off, Sekretaris Daerah menyerahkan bola kepada wasit, dilanjutkan tendangan pertama oleh Kepala Bapperida sekaligus Ketua Panitia HUT RI dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, Trisno Suharsanto.
Sukirman tak sekadar hadir sebagai pejabat. Ia benar-benar bermain. Sejumlah duel perebutan bola dilakoninya, termasuk ketika harus menerima tackle di tengah pertandingan.
Laga berlangsung sengit. Kedua tim saling jual beli serangan dan berupaya mencari celah di pertahanan lawan. Pertandingan waktu normal berakhir imbang 1-1 sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam drama tos-tosan tersebut, Setda akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.
Sebelum pertandingan, Sukirman mengingatkan para pemain agar tidak mengabaikan faktor usia. Turnamen U40+ menurutnya harus tetap menjadi ajang olahraga yang menyenangkan, bukan arena untuk memaksakan diri.
“Jangan ngoyo! Ingat usia kita, ya. Terus mainnya yang serius, enggak perlu ragu-ragu, tackle saya!” ujar Sukirman.
Menurut Sukirman, turnamen tersebut bukan semata-mata mengejar kemenangan. Lebih jauh, olahraga menjadi ruang untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan antarpemain dari berbagai OPD dan instansi.
“Pokoknya kita jaga sportivitas bersama dan gembira ria, semuanya terlibat,” katanya.
Sukirman mengaku senang bisa ikut merasakan langsung atmosfer pertandingan. Ia menyebut selama ini memang memiliki kelompok kecil yang rutin berlatih mini soccer.
“Ya, sebenarnya saya punya kelompok kecil yang biasa berlatih di mini soccer. Nah, ini alhamdulillah ternyata teman-teman juga ikut memeriahkan ini dengan baik,” ungkapnya.
Soal kontribusinya di lapangan, Sukirman tak mengklaim sebagai pencetak gol. Ia justru menyebut dirinya menyumbang assist bagi tim Setda. Beberapa peluang yang didapatnya memang belum berujung gol.
“Ya, nyumbang assist. Tadi beberapa peluang gagal, menyesal tentu saja, tapi assist-nya the best,” ujarnya sambil berseloroh.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pekalongan, Susanto Widodo, mengatakan turnamen tersebut diikuti 26 OPD dan instansi vertikal.
Menurutnya, semangat olahraga dan kebersamaan tidak berhenti pada rangkaian peringatan HUT RI. Setelah momentum 17 Agustus, agenda olahraga akan kembali dilanjutkan melalui pertandingan ekshibisi di lapangan baru.
“Nanti, Bapak, setelah 17-an, kita ada ekshibisi di Lapangan Baru. Itu kemudian kita nanti ada hadiahnya untuk semangat-semangat kita,” kata Dodo.
Turnamen Mini Soccer U40+ pun menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan di lingkungan Pemkab Pekalongan tidak melulu soal panggung dan seremoni. Di lapangan, para ASN dituntut menunjukkan hal yang sama pentingnya: kekompakan, sportivitas, kebugaran, dan keberanian bertanding meski usia tak lagi muda
Kamis, 13 Agustus 2026
PEKALONGAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan secara resmi ditutup pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Acara penutupan dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Kabupaten Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, Kepala Desa Wonorejo, tokoh masyarakat, serta warga Desa Wonorejo.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Kabupaten Pekalongan mengapresiasi sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyukseskan program TMMD Sengkuyung. Beliau menyampaikan bahwa TMMD bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"TMMD Sengkuyung III di Desa Wonorejo ini merupakan wujud sinergitas antara Dandim 0710 Pekalongan dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dengan dukungan anggaran yang cukup dari DPRD. Alhamdulillah, kita hari ini telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan," ujar Plt. Bupati.
Selama pelaksanaan TMMD, sejumlah sasaran fisik telah diselesaikan seperti pembangunan dan pengerasan jalan desa, perbaikan drainase, serta kegiatan non-fisik berupa pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi. Dandim 0710/Pekalongan juga memimpin pembubaran pasukan yang telah bekerja secara maksimal.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya TNI-POLRI, Pimpinan DPRD, dan seluruh masyarakat serta stakeholder yang terlibat dalam proses TMMD ini. Hasilnya tidak hanya infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi. Harapan kami, semangat 'sengkuyung' ini terus terjaga dan hasil pembangunan dapat dirawat serta dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat," lanjut Plt. Bupati.
Penutupan TMMD Sengkuyung ditandai dengan pemotongan pita peresmian proyek, penyerahan hasil pekerjaan dari Dansatgas TMMD kepada Plt. Bupati, serta ramah tamah bersama warga.
Dengan ditutupnya TMMD Sengkuyung di Desa Wonorejo, diharapkan semangat kebersamaan dan pembangunan desa terus berlanjut demi mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang lebih maju dan sejahtera.
Kamis, 13 Agustus 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai layanan dan program yang dihadirkan dalam kegiatan Gebyar Fest 81 di Halaman Bank Jateng Cabang Kajen, Rabu (12/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus mengakses berbagai program pembiayaan, perbankan, hingga kepemilikan rumah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Bank Jateng semakin mempermudah masyarakat memperoleh akses terhadap berbagai program pemerintah yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi mengenai berbagai layanan, mulai dari akses pembiayaan usaha hingga program kepemilikan rumah. Ini merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan, terutama oleh pelaku UMKM agar usahanya dapat terus berkembang," ujarnya.
Sekda menjelaskan, salah satu program yang menjadi perhatian adalah kemudahan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun fasilitas pembiayaan lainnya yang ditawarkan Bank Jateng. Menurutnya, dukungan permodalan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Pekalongan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga berkomitmen mendukung Program Tiga Juta Rumah yang menjadi program prioritas pemerintah pusat. Untuk mendukung program tersebut, Pemkab telah menjalin komunikasi dengan asosiasi dan para pengembang perumahan.
"Pemerintah Kabupaten Pekalongan pada prinsipnya siap memberikan pelayanan. Jika terdapat kendala atau hambatan birokrasi, khususnya dalam proses perizinan, kami siap membantu memfasilitasinya agar program ini dapat berjalan dengan baik," tegasnya.
Sekda berharap sinergi antara pemerintah daerah, Bank Jateng, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan maupun kepemilikan rumah yang layak.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan yang digelar Bank Jateng mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung hingga 16 Agustus 2026, sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk mengunjungi berbagai stan layanan guna memperoleh informasi dan berkonsultasi secara langsung mengenai produk serta program yang disediakan Bank Jateng.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan perbankan dan program pemerintah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan, memperkuat sektor UMKM, serta memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.
Rabu, 12 Agustus 2026
KARANGANYAR – Raimuna Cabang IX Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan resmi digelar di Lapangan Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang diikuti Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai kwartir ranting se-Kabupaten Pekalongan ini menjadi wadah pembinaan karakter, penguatan wawasan kebangsaan, serta pengembangan kepemimpinan generasi muda.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., mengapresiasi terselenggaranya Raimuna Cabang IX yang berlangsung selama empat hari. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi para peserta dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan kemampuan bekerja sama.
"Raimuna bukan sekadar ajang berkumpul ataupun kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang belajar bagi para Pramuka Penegak dan Pandega. Di sini mereka dapat berdiskusi, bertukar pengalaman, serta mengembangkan wawasan kebangsaan dan jiwa kepemimpinan," ujarnya.
Yulian berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan di lingkungan masing-masing setelah kegiatan berakhir.
Ia juga berharap pelaksanaan Raimuna Cabang pada tahun-tahun mendatang dapat menjangkau lebih banyak peserta serta diselenggarakan secara bergilir di berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan agar manfaatnya semakin luas.
Lebih lanjut, Yulian menekankan pentingnya semangat kolaborasi dan inovasi dalam Gerakan Pramuka. Menurutnya, pembentukan pemimpin masa depan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara Pramuka, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat.
"Pramuka harus terus berkolaborasi dan berinovasi untuk mewujudkan kepemimpinan yang berkelanjutan. Melalui Raimuna ini, peserta belajar membangun komunikasi, berkoordinasi, dan bekerja sama dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pemerintah kabupaten, serta berbagai lembaga dan mitra, termasuk dunia usaha. Kolaborasi menjadi kunci dalam mencetak generasi muda yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing," pungkasnya.
Selasa, 11 Agustus 2026
SIWALAN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat sektor pertanian melalui pemanfaatan energi terbarukan sekaligus menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Komitmen tersebut ditunjukkan dalam kegiatan penyerahan bantuan pompa air tenaga surya oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Senin (10/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa pemanfaatan panel surya untuk pompanisasi merupakan bagian dari program pengembangan energi terbarukan di Jawa Tengah. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi sektor pertanian karena menggunakan energi ramah lingkungan dengan biaya operasional yang lebih rendah.
"Pompanisasi berbasis tenaga surya sangat efektif. Selain menghemat biaya energi, teknologi ini juga tidak menimbulkan polusi dan dapat beroperasi selama 24 jam. Ke depan, model seperti ini akan kami kembangkan tidak hanya untuk pertanian, tetapi juga dapat dimanfaatkan pada sektor pelayanan publik, UMKM, dan sektor lainnya," ujar Ahmad Luthfi.
Ia menjelaskan, program percontohan tersebut saat ini diterapkan di tiga kabupaten dengan total cakupan irigasi sekitar 50 hektare, sementara di lokasi Desa Tengeng Wetan mampu mengairi lahan seluas sekitar 20 hektare. Apabila hasilnya optimal, program tersebut akan diperluas ke daerah lain di Jawa Tengah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pengembangan pompanisasi berbasis tenaga surya. Menurutnya, teknologi tersebut menjadi solusi yang efisien untuk mendukung produktivitas pertanian.
"Hari ini Kabupaten Pekalongan mendapat bantuan pompa air tenaga surya yang ditempatkan sesuai kebutuhan masyarakat. Sebelumnya kami juga telah mengembangkan pemanfaatan energi surya di beberapa lokasi, dan ke depan akan terus diperluas karena memberikan manfaat yang besar bagi petani," ungkapnya.
Selain penguatan sarana pertanian, Yulian menegaskan Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga berkomitmen menjaga keberlanjutan lahan pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan. Saat ini pemerintah daerah telah menyelesaikan penyusunan Lahan Baku Sawah (LBS) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), yang tinggal menunggu pengesahan melalui Peraturan Daerah.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Pekalongan, luas lahan baku sawah mencapai sekitar 19.830,48 hektare, sedangkan luas LP2B mencapai sekitar 17.291,978 hektare atau lebih dari 87 persen dari total lahan baku sawah yang ada.
Yulian menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus menjaga agar kawasan LP2B tidak beralih fungsi. Upaya tersebut juga akan diperkuat melalui revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sehingga perlindungan terhadap lahan pertanian dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Kami berkomitmen menjaga lahan pertanian agar tetap produktif dan tidak beralih fungsi. Hal ini menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan, baik di Kabupaten Pekalongan maupun di Jawa Tengah," pungkasnya.
Senin, 10 Agustus 2026