KAJEN - Prospek market budidaya ikan payau khususnya udang Vaname sangat menjajikan. Namun hal ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh para petani budidya ikan air payau di wilayah pesisir utara Kabupaten Pekalongan terutama di 3 kecamatan seperti Wonokerto Siwalan dan Tirto. Menyikapi hal tersebut, Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Air Payau ( Bimbingan Teknis Budidaya Udang Vaname )Tahun 2021 yang diselenggarakan di aula Dinas Kelautan dan Perikanan, Kamis (11/11/2021) siang.
Kegiatan Bimtek dibuka oleh Wakil Bupati Pekalongan H Riswadi SH. Dalam Bimtek Budidaya Udang Vaname tersebut sekaligus dilakukan penyerahan bantuan sarana budidaya air payau berupa waring dan bambu, serta bantuan jalan produksi tambak Depok panjang 211 meter secara simbolis oleh Wakil Bupati H Riswadi SH didampingi didampingi Plt Asisten Ekonomi dan Pembangunan dan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan kepada para penerima bantuan.
Dalam sambutannya,Wakil Bupati Riswadi mengungkapkan bahwa banyak keluhan para petani budidaya ikan terkait sarana prasarana dan infrastruktur. “sekitar 2-3 bulan yang lalu kami hadir ke Depok terkait panen udang vaname. Saya lihat ini agak bagus dan menarik dan saya dengar ada prospek kedepan yang lebih baik. Selain itu kami mendengar banyak keluhan baik infrastruktur maupun sarana prasarana. Lalu kamipun memberikan bantuan maupun edukasi kepada petani udang di daerah sana.” ujar Riswadi mengawali sambutannya.
Riswadi menjelaskan bahwa di dalam APBD Perubahan pihaknya mencoba memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada petani. “Saya melihat bahwa mereka mengangkut hasil panen itu masih dipikul sekitar 300-400 meter baru pakai kendaraan roda dua. Saya minta kepada Dinas Kelautan dan Perikanan untuk membantu, ternyata di APBD penetapan ini mencapai sekitar 500 juta ( 200 juta untuk fisik dan sisanya bantuan waring dan bambu). Semoga dana yang tidak banyak itu bisa bermanfaat dan dalam waktu dekatpun kami akan melihat daerah lain seperti Jeruksari,Mulyorejo dan Api-api. Semua Itu kulturnya sama,” terangnya.
Dijelaskan pula, saat ini tidak sedikit yang menjadi petani budidaya ikan secara otodidak. Untuk itu melalui Bimtek budidaya udang Vaname ini para petani budidaya ikan bisa mendapatkan pendidikan (edukasi) terkait budidaya udang Vaname. “ Budidaya udang vaname ini ternyata tidak bisa modal otodidak saja. kami banyak bercerita dengan salah satu petani yang berhasil (Pak Sulaiman), memang intinya bermain udang itu bukan memelihara udangnya tetapi mentreatment airnya. Harapannya ini bisa dilakukan di setiap daerah seperti Wonokerto, Siwalan dan Tirto, Ternyata memang masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal .Dan dengan bimtek ini harapannya mereka memahami akan budidaya dan mempraktekkan ilmunya, “ pungkas Riswadi
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs Sirhan dalam laporannya menyampaikan tujuan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Ikan Air Payau ( Bimbingan Teknis Budidaya Udang Vaname )Tahun 2021 adalah untuk memotivasi para pelaku usaha perikanan dalam meningkatkan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan produksi dan nilai produksi perikanan budidaya. Adapun sasarannya adalah para pembudidaya air payau dan air tawar. Peserta bimtek sebanyak 310 orang yang terbagi dalam 7 angkatan.(Ar-Kominfo)
Kamis, 11 November 2021
KAJEN – Menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Pekalongan yang tingkat vaksinasinya belum memuaskan, Forkopimcam Kajen meenggelar kegiatan ‘Vaksinasi Kajen Berhadiah’ dengan tema ‘MAS DAVIN KAJEN SEHAT’ (Masyarakat Datang Divaksin Menuju Kajen Sehat), yang dilaksanakan pada pagi ini, Rabu (10/11/2021) di halaman Kantor Kecamatan Kajen.
KAJEN - Sebagai bentuk penghargaan bagi desa/kelurahan yang tepat waktu dalam pelunasan pajak, Pemerintah Kabupaten Pekalogan melalui Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) menyelenggarakan kegiatan penyerahan hadiah Lomba Cepat Tepat Pelunasan PBB –P2 Tahun 2021 di aula lantai I setda Kabupaten Pekalongan, Kamis (04/11) pagi. Hadiah diserahkan oleh Pj Sekda Drs Budi Santoso.,M.Si kepada para pemenang lomba cepat tepat pelunasan PBB. Acara dihadiri oleh Kepala OPD terkait, para camat dan kepala desa/lurah pemenang lomba cepat tepat pelunasan PBB serta wakil pimpinan bank Jateng.
KAJEN – Melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pekalongan, pemkab salurkan bantuan bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan di TPI Jambean, Kecamatan Wonokerto. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., pada Rabu sore (3/11/2021). Dimana bantuan tersebut berupa life jacket, alat pendeteksi ikan, pelampung dan radio monitor. Yang akan diberikan kepada 84 orang nelayan. Selain terdapat juga bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah berupa Solar gratis untuk 261 nelayan yang masing-masing mendapat 200 liter.
Acara dilaunching oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, dihadiri pula Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra.Hj Hindun, MH., Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, PJ Sekda Budi Santosa, Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiyawan Dwiantoro, dan semua unsur Forkopimcam Kecamatan Kajen.
Pada acara tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi terobosan dari Forkopimcam Kajen, untuk meningkatkan daya tarik warganya melakukan vaksinasi dengan membuat acara yang cukup menarik banyak perhatian itu. ‘’Saya benar-benar mengapresiasi kegiatan ini. Karena ini merupakan inisiatif luar biasa dari Forkopimcam Kajen, yang bisa memberikan hadiah dan membuat orang-orang antusias untuk melakukan vaksin,’’ kata Bupati Fadia.
Menurutnya, apabila kegiatan ini benar-benar berhasil dan setiap kecamatan juga berinovasi untuk meningkatkan minat vaksinasi warganya, maka tidak menutup kemungkinan Kabupaten Pekalongan di penghujung tahun nanti, dapat tembus 80% target vaksinasi suntikan pertama.
Untuk itu, Fadia berharap ketersediaan vaksin yang saat ini melimpah di Kabupaten Pekalongan, dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. ‘’ Biasanya di daerah lain, vaksin itu sulit untuk didapatkan, bahkan kita juga dulu sempat seperti itu. Tetapi sekarang di Kabupaten Pekalongan itu vaksin sudah melimpah, karena kami meminta langsung kepada DPR RI, dan kemarin kita dapat 185.000 vaksin masuk ke Kabupaten Pekalongan. Untuk itu ayo manfaatkan apa yang kita punya saat ini dengan baik,’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Camat Kajen Agus Purwanto mengatakan pihaknya adakan kegiatan ini supaya antusias warga tinggi untuk melakukan vaksinasi. Karena menurutnya, 2 bulan lalu diwilayahnya target vaksinasi benar-benar sulit dicapai. Karena minat warganya yang sangat rendah.
Dengan kegiatan Vaksinasi Kajen Berhadiah tersebut, Ia berharap Kecamatan Kajen bisa memenuhi target 50% suntikan vaksinasi pertama maupun kedua. ‘’ Sekitar 2-3 bulan yang lalu, vaksinasi di Kecamatan Kajen begitu sulit mencapai target sasaran vaksinasi. Per minggu kita memvaksin 100-200 orang. Sehingga dengan gebrakan ini diharapkan memicu masyarakat untuk berduyun duyun untuk vaksin,’’ ujarnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 10 November 2021
Dalam sambutannya pada acara Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19, yang dilaksanakan pada Selasa (9/11/2021) di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M, mengatakan perihal upaya yang dilakukan oleh pemkab dan Forkopimda untuk menurunkan Kabupaten Pekalongan dari level 3.
‘’Bisa kita lihat bersama ya, usaha pemkab sudah sangat maksimal supaya kita bebas dari Covid-19. Mulai dari usaha untuk mendapatkan vaksin yang banyak seperti saat ini, operasi giat malam dan lainnya. Namun kita masih saja saat ini berada di level 3,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Menurut Fadia, permasalahan yang dihadapi pemkab saat ini adalah minat masyarakat untuk divaksin yang masih cukup rendah. Hal itu terbukti dari presentasi suntikan vaksin tahap pertama yang belum tembus target 50%.
Fadia berharap pihaknya beserta unsur Forkompinda serta Satgas Covid-19 mulai dari tingkat kabupaten sampai ke kecamatan, bisa meningkatkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat supaya mau divaksin. ‘’ Pokoknya sosialisasi harus kita gencarkan baik itu melalui medsos maupun spanduk,’’ ujarnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga mengungkapkan usulan, supaya masyarakat mau divaksin, bahwa untuk bisa masuk pasar harus menunjukan kartu vaksinasi. Karena pasar merupakan tempat umum yang banyak dikunjungi oleh masyarakat. ‘’Saya sih berharap apabila kita bisa membuat peraturan masuk pasar harus bawa kartu vaksin, maka itu akan memicu mereka mau melakukan vaksinasi, mengingat banyak orang yang akan pergi ke pasar tentunya,’’ tuturnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengatakan bahwa per tanggal 6 November 2021 ini, wilayah Kabupaten Pekalongan tidak ada kasus aktif Covid-19. Dan semua wilayah di Kabupaten Pekalongan menunjukkan warna hijau semua.
‘’ Ini artinya penambahan kasus tersebut sudah tidak ada lagi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Namun saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak euphoria yang berlebihan dan kendor prokesnya. Kita harus tetap ketat prokes, jangan terlena,’’ jelas AKBP Arief Fajar Satria.
Selanjutnya, Kapolres Pekalongan menyampaikan bahwa tantangan di depan mata, yang saat ini pihaknya waspadai adalah gelombang tiga penularan kasus Covid-19 yang berpotensi pada perayaan Natal dan tahun baru mendatang. Menurut AKBP Arief, dua momen tersebut berpotensi menyebabkan klaster baru Covid-19. Untuk itu, Ia berharap masyarakat untuk tidak melakukan bepergian yang tidak perlu, tetap mematuhi prokes dan jangan berkerumun.
Selain itu, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa dalam acara Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 itu menyampaikan bahwa langkah terdekat yang akan dilakukan pemkab dengan bekerjasama dengan Pemprov Jateng, adalah akan adanya serbuan vaksin bagi masyarakat dengan bus vaksinasi.
‘’Kami benar-benar serius mau menekan Covid-19 di Kabupaten Pekalongan dengan melakukan vaksinasi. Dan kami akan lakukan serbuan vaksinasi bekerjsama dengan Pemprov Jateng dengan bus vaksinasi yang akan segera beroperasi di Kabupaten Pekalongan,’’ terangnya.
Dengan hal tersebut, diharapkan wilayah-wilayah di Kabupaten Pekalongan yang masih rendah tingkah vaksinasinya bisa tersentuh. ‘’ Walaupun saat ini kita zero kasus, kita harus bekerja keras, dalam rangka penyadaran masyarakat. Apalagi masih ada 7 kecamatan yang rata-ratanya di bawah 50% cakupan vaksinasinya. Yaitu Kajen, Wiradesa, Siwalan, Talun, Wonokerto, Kandangserang, dan Petungkriyono. Bahkan Petungkriyono terendah menempati posisi di bawah 30%,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Selasa, 9 November 2021
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq memaparkan program Kudu Sekolah ini dirancang agar anak anak di KAbupaten Pekalongan yang putus sekolah atau kesulitan bersekolah bisa kembali masuk sekolah. Pihaknya mempermudah cara cara agar mereka bisa bersekolah lagi.“ Program ini untuk anak-anak yang putus sekolah, yang tadinya bersekolah sulit, kita datangi dan berikan semangat dan Alhamdulilah hampir sekitar 800 anak yang putus sekolah sekarang kembali sekolah lagi. Karena kita permudah cara cara mereka untuk bisa sekolah kembali walaupun usianya sudah agak sedikit ketinggalan,” ungkap Bupati Fadia usai penerimaan penghargaan secara virtual dari Menteri PANRB RI.
Fadia juga mengapresiasi kerjasama para OPD kabupaten Pekalongan bersama KOMPAK sehingga Kabupaten Pekalongan menerima penghargaan tersebut. ‘Harapannya kedepan kita lebih banyak lagi mendapat penghargaan karena ini juga kerjasama yang baik dari KOMPAK dan juga OPD-OPD Kabupaten Pekalongan yang telah bekerja tanpa kenal lelah untuk membangun kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik, " pungkasnya.
Aplikasi Kudu Sekolah Kabupaten Pekalongan merupakan inovasi pelayanan publik yang diinisiasi oleh Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan. Aplikasi Kudu Sekolah ini berbasis web dan android guna menjawab kebutuhan updating, transparansi dan monitoring Anak Tidak Sekolah dalam satu jendela informasi. Aplikasi ini lebih lengkap baik fitur maupun variabelnya, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), juga mengintegrasikan data dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Aplikasi Kudu Sekolah didukung oleh Mitra Pembangunan, yakni KOMPAK. (Ar-Kominfo)
Selasa, 9 November 2021
" Apabila dua urusan tersebut, yaitu dari sector ekonomi dan kesehatan sudah membaik, maka tidak dipungkiri Kabupaten Pekalongan akan segera terbebas dari permasalahan yang diakibatkan oleh Covid-19"ungkap Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., saat menghadiri acara Dialog Kebangsaan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah Karanganyar, Sabtu malam (6/11/2021).
Pada acara dialog kebangsaan yang mengusung tema ‘’ Peran Pemuda dalam Membangun Kabupaten Pekalongan Pasca Pandemi’’ tersebut. H. Riswadi berharap pemuda di Kabupaten Pekalongan, khususnya pemuda Muhammadiyah ikut ambil bagian dalam rangka membangun Kabupaten Pekalongan di masa pandemic dan setelahnya nanti.
Riswadi menyampaikan, tantangan saat ini tidak berhenti pada pembebasan diri dari Covid-19 saja. Melainkan tantangan selanjutnya, apabila Covid-19 benar-benar sudah reda, adalah planning kedepan tentang upaya-upaya apa yang harus dilakukan untuk bangkit dari pandemi Covid-19. ‘’Situasi semacam ini redanya tidak jelas. Saya kemarin diundang ke provinsi bahwa situasi keuangan nasional memang agak berat. Karena defisit nasional yang besar,’’ ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Riswadi sebagai pemuda memiliki ekstra tenaga dan pikiran yang lebih untuk ikut bersinergi dengan Pemkab Pekalongan agar bisa kembali bangkit pasca pandemi nantinya. ‘’Tetapi ini tantangan yang harus kita hadapi, dalam menghadapi suatu kesulitan. Namun, hal tersebut tidak boleh menjadikan kita patah arah dan patah semangat,’’ tuturnya.
Diakhir sambutan Riswadi mengapresiasi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan yang telah menyelenggarakan acara dialog kebangsaan ini dengan tetap mematuhi protocol kesehatan. Menurutnya, esensi kegiatan yang dianggapnya sudah sangat bagus ini, akan hancur mana kala tidak menjalankan prokes yang ketat. ‘’Saya benar-benar bangga sekali kepada rekan-rekan pemuda Muhammadiyah yang telah menyelenggarakan acara ini dengan cukup baik,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Sabtu, 6 November 2021
Untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Pekalongan, Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan sebagai garda terdepan selalu melakukan evaluasi setiap tahun, dengan Komisi Informasi Provinsi Jateng (KIP Jateng) sebagai tim evaluasinya, dan hari ini (04/11/2021) Komisioner KIP Jateng, Widi Heriyanto, S.Sos beserta tim melakukan visitasi, verifikasi dan evaluasi ke Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya Widi mengungkapkan bahwa KIP Jateng membawa mandat UU Nomor 14 Tahun 2008, yaitu untuk mewujudkan keterbukaan informasi bagi masyarakat. Diungkapkan Widi, bahwa Pemerintah hanyalah sebagai fasilitator sehingga semua dapat berkontribusi untuk pemerintah, demi kepentingan dan kemajuan negara. “Niat kami bukan golek- golek (cari- cari), kami menelisik itu niatnya untuk ngewangi (membantu) agar semua badan publik menjadi lebih baik dalam memberikan informasi kepada publik,” ujarnya
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, S.Sos. M.Si dalam sambutannya mengungkapkan rasa terimakasih dan apresiasi kepada KIP Jateng dan juga OPD yang mau berperan aktif mewujudkan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Pekalongan.” Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk dukungan dan komitmen kita untuk mewujudkan keterbukaan informasi publik,” ungkapnya.
Anis juga menegaskan pentingnya kegiatan hari ini, yaitu verifikasi dan evaluasi, karena dengan adanya tahapan ini maka akan diketahui kekurangan atau kelemahan kita dalam tata kelola pemerintahan berbasis keterbukaan informasi publik. “Keterbukaan informasi publik memang muaranya ada di Kominfo, namun menjadi tanggung jawab seluruh OPD di Kabupaten Pekalongan, untuk itu sangat penting bagi kita untuk tahu kekurangan kita, sedangkan reward itu nomer sekian,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Anis menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan dalam hal ini Dinkominfo akan terus mendorong semua OPD di Kabupaten Pekalongan untuk mengedepankan keterbukaan informasi publik, dan memberikan informasi yang efektif, efisien dan transparan. “Kami siap melaksanakan rekomendasi – rekomendasi dari KI Provinsi Jawa Tengah demi kemajuan Kabupaten Pekalongan,” ujar Anis. (dian’s)
Kamis, 4 November 2021
Mewakili Bupati Fadia Arafiq, Pj Sekda Budi Santoso mengatakan bahwa Bupati Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada jajaran desa/kelurahan yang telah cepat, tepat didalam kerangka pelunasan PBB nya sekaligus selamat untuk para pemenang lomba.
Dikatakan Pj Sekda, Bupati Fadia juga menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan pelunasan PBB di lingkungan Kabupaten Pekalongan. Diantaranya tentang kemungkinan penambahan klasifikasi untuk lomba termsuk yang diatas 100 Juta. Selain itu penghargaan bagi para Camat yang bisa mendorong desanya melunasi PBB dengan cepat. Budi Santoso juga berharap Bank Jateng cabang Kajen ikut andil memberikan hadiah pada lomba ini.
“Bapak/Ibu maturnuwun, upaya yang telah dilaksanakan ini menjadikan kabupaten Pekalongan dari sisi pendapatan daerah semakin meningkat walaupun di 2 (dua) tahun terakhir ini kita mengalami pandemi sehingga terkontraksi ekonomi masyarakat kita. Maka ada warga yang sampai sekarang masih nunggak PBB nya sehingga perlu dorongan bagi para penunggak, menjadi catatan kita semua khususnya lurah/Camat bisa mendorong mereka,”papar Budi.
Dalam kesempatan itu disampaikan pula bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pekalongan mengalami penurunan yang signifikan sehingga kemampuan anggaran di Kabupaten Pekalongan untuk membangun dari sisi fisik khususnya infrastruktur juga menagalami kendala. “Inilah konsep optimalisasi pajak dan retribusi yang terus kita tingkatkan. Fungsi dari sumber daya manusia (SDM) penarik pajak menjadi kunci utama keberhasilan dari penarikan optimalisasi pajak ini. Disamping SDM para penarik tentu para pimpinannya di tingkat desa/kelurahan maupun kecamatan. Sehingga lurah/camat menjadi motor penggerak SDM penarik retribusi. Selain itu adalah sistem yang dibangun, semisal dengan model e-banking. Disamping sistemnya, tentu juga sarana prasarana yang lainnya,” ujarnya
Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan dan Penagihan BPKD, Maria Goretti Krisnurendah dalam laporannya menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan penyerahan hadiah lomba cepat tepat pelunasan PBB tingkat Kabupaten Pekalongan tahun 2021 adalah untuk memberikan motivasi kepada petugas pemungut PBB tingkat desa/kelurahan , juga meningkatkanPendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi yaitu pemungutan PBB.
Peserta lomba adalah desa /Keluarahan se-Kabupaten Pekalongan, adapun waktu pelaksanaan lomba dari 26 April – 30 September 2021.
Adapun Kategori Baku PBB s/d 10 Juta, Juara I diraih desa Wonosido Lebakbarang, Juara 2 desa Depok Lebakbarang dan juara 3 Desa Mulyorejo Tirto. Untuk juara harapan I diraih desa Pecakaran Wonokerto.
Kategori Baku PBB diatas 10 Juta s/d 20 Juta, juara I diraih desa Songgodadi Petungkriyono, juara 2 desa Brengkolang Kajen, juara 3 desa Mendolo Lebakbarang. Juara harapan I diraih desa Gumelem Petungkriyono, juara harapan 2 desa Sampih Wonopringgo, juara harapan 3 desa Kutorembet Lebakbarang.
Sementara untuk kategori diatas 20 Juta s/d 30 juta, juara I diraih desa Kutorojo Kajen, juara 2 desa Mejasem Siwalan, juara 3 desa Jetaklengkong Wonopringgo. Juara harapan I desa Kemasan Bojong, juara harapan 2 desa Kaliombo Paninggaran, juara harapan 3 desa Bodas Kandangserang.
Kategori diatas 30 Juta s/d 50 Juta diraih juara I desa Simego Petungkriyono, juara 2 desa Lebakbarang, juara 3 desa Sidomulyo Lebakbarang. Juara harapan I desa Proto Kedungwuni, juara harapan 2 Salakbrojo Kedungwuni, juara harapan 3 Babalan kidul Bojong.
Kategori Baku PBB diatas 50 Juta s/d 100 juta, juara I diraih desa Kempong Wiradesa, juara 2 desa Blimbingwuluh Siwalan, juara 3 desa Ponolawen Kesesi. Juara harapan I desa Legokclile Bojong, juara harapan 2 desa Bulakpelem Sragi, dan juara harapan 3 desa Sidosari Kesesi. (Ar-Kominfo)
Kamis, 4 November 2021
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengungkapkan bahwa tujuan utama diadakanya penganggaran untuk bantuan tersebut adalah memotivasi para pelaku perikanan dalam meningkatkan produksi nilai perikanan, baik penangkapan, budidaya dan pengolahan hasil perikanan dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha perikanan di Kabupaten Pekalongan. Untuk itu Fadia berharap bantuan yang telah diberikan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, sehingga penghasilan nelayan dan pelaku usaha kelautan bisa maksimal.‘’Bantuan yang sudah kita berikan hari ini mungkin belum semua, tetapi saya yakin ini sudah maksimal. Dan saya berharap ini bantuannya tidak boleh diperjual belikan, melainkan dimanfaatkan dan dipergunakan dengan baik, sehingga hasilnya pun bisa maksimal,’’ungkap Bupati Pekalongan Fadia Arfiq.
Selain itu, Fadia juga menyampaikan bahwa untuk memaksimalkan fungsi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jambean, pihaknya telah menganggarkan berbagai program pembangunan jalan menuju TPI Jambean supaya konsumen bisa dipermudah untuk melakukan transaksi jual beli. Karena Ia meyakini, apabila support pemkab sudah maksimal untuk pembangunan infrastruktur penunjang kegiatan ekonomi masyarakat di daerah pesisir, maka nilai ekonomi di Kabupaten Pekalongan pun akan ikut naik. ‘’ Hal itu karena memang kondisinya sangat memprihatinkan menurut saya. Yang sudah kita lakukan yaitu pembangunan jalan arah ke TPI Jambean ini sudah dianggarkan sebesar 600 juta dan sekarang sedang dilaksanakan,’’
‘’Selain itu, Jalan Wonokerto ke perumahan nelayan telah kita anggarkan untuk pembangunan sebesar 2,3 milyar. Dan di nanti tahun 2022 saya usahakan jalan menuju ke TPI Jambean Wonokerto ini bisa dianggarkan 7 Milyar,’’ jelasnya. Sementara itu, dalam acara tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Drs. Sirhan menuturkan dalam sambutannya, bahwa program bantuan bagi para nelayan dan pelaku usaha hasil laut dari Pemkab Pekalongan bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2021. Yang langsung ditujukan untuk peningkatan hasil tangkap nelayan. ‘’Sumber anggaran dari APBD Tahun Anggaran 2021 dan Hibah dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah. Yang kami tujukan kepada peserta yang kami diundang sebanyak 98 orang terdiri dari nelayan 84 orang, pembudidaya 10 orang , pengolah dan pemasar 4 orang,’’ tuturnya. Dan Sirhan berharap, program semacam ini akan terus bisa pihaknya anggarkan di tahun-tahun berikutnya, untuk membantu nelayan dan pelaku usaha kelautan.
Selain itu, mewakili para penerima bantuan, Ketua TPI Jambean Rajan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan bantuan kepada para nelayan. Dan Ia berharap, para nelayan, pembudidaya ikan dan pelaku usaha hasil laut bisa lebih diperhatikan lagi kedepannya. ‘’Saya ucapkan terimakasih sebanyak kepada Ibu Bupati yang telah datang kesini untuk memberikan bantuan kepada kami, ditengah situasi pandemic yang menyulitkan kami ini,’’ ujarnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 3 November 2021
“Rasululloh itu seperti Al Qur’an berjalan. Mudah-mudahan kita semua bisa mengikuti semua ajaran Rosululloh, mengikuti segala tingkah lakunya, lalu kita terapkan dalam diri kita. Semoga dengan peringatan Maulid ini keimanan, rasa cinta kepada Rasul bertambah, dan akhlak kita semakin baik. ”ucap Bupati Fadia mengawali sambutannya.
Dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi ini Bupati juga menyampaikan pentingnya vaksin. “Level di kabupaten Pekalongan, indikatornya adalah vaksin. Kenapa Kabupaten Pekalongan kemarin sudah level 2 tapi sekarang naik ke level 3? Itu ternyata karena jumlah masyarakat yang divaksin masih sedikit,” terangnya.
Oleh karenanya, Fadia meminta warga agar segara melakukan vaksin. Karena menurutnya vaksin adalah ikhtiar maksimal menuju kehidupan normal. Terlebih jenis vaksin yang ada di Kabupaten Pekalongan termasuk vaksin yang bagus. “Vaksin yang ada ini yang paling bagus. Itu saya jamin, “ tegasnya
Ditambahkan, sebelumnya Kabupaten Pekalongan setiap minggunya hanya dapat 7 ribu vaksin, namun sekarang 185 ribu vaksin. Untuk itu Fadia berharap seluruh warga kabupaten Pekalongan memanfaatkannya dengan baik. “ Jadi kalau ibu/bapak tidak memanfaatkan dengan baik, rugi. Karena sesuai Peraturan Pemerintah,orang yang belum divaksin, jaminan kesehatan maupun sosial, tidak dapat dipergunakan. Dan anak usia 12 tahun ke atas belum divaksin tidak boleh ikut ujian sekolah. Jadi segera vaksin kalau mau kehidupan segera normal,” tandasnya.
Dalam kesempatan peringatan Maulid Nabi tersebut sekaligus dilakukan penyerahan santunan terhadap anak yatim oleh Bupati Pekalongan dan suami. (Ar-Kominfo)
Rabu, 3 November 2021