KAJEN- Bupati Pekalongan, FadiaArafiq, SE.MM, membuka secara langsung Rapat Koordinasi pengembangan kapasitas operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) desa/kelurahan. Rakor yang digelar pada Rabu (13/10/2021) tersebut juga dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Kab. Pekalongan, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Tim dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Soeharso Surakarta, Kepala Dinas Sosial Kab. Pekalongan, Kepala Perwakilan BPJS Kab. Pekalongan.
Sebanyak 285 operator SIKS-NG dihadirkan secara langsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, ditegaskan Fadia bahwa Rakor secara langsung ini digelar dengan harapan agar operator SIKS-NG dapat secara langsung berbagi ilmu dan bertukar pikiran terkait tugasnya sebagai operator tanpa kendala,diantaranya kendala komunikasi khususnya bagi operator daerah atas, sehingga pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Pekalongan Tahun 2021 dapat segera terwujud atau terpenuhi.
Bupati berharap seluruh peserta rakor dapat memanfaatkan acara dengan sebaik baiknya, mengingat narasumber yang hadir lengkap, yaitu ada Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Tim dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. Soeharso Surakarta, serta BJS Kab. Pekalongan. “Saya minta manfaatkan acara ini sebaik baiknya, silahkan semua masalah atau kendala yang dihadapi pada saat anda melaksanakan tugas ditanyakan, sehingga semua kendala tersebut dapat terselesaikan,” tegas Fadia.
Tak lupa Bupati juga memberikan support semangat kepada operator DTKS agar bekerja dengan sebaik baiknya, karena ini adalah salah satu bentuk sodaqoh untuk masyarakat. Bupati juga menekankan pentingnya operator DTKS Desa/Kelurahan untuk memverifikasi dan memvalidasi data secara berkala agar data yang diusulkan menjadi obyektif tepat sasaran baik yang diusulkan keluar dari DTKS maupun yang akan dimasukkan dalam DTKS sesuai dengan ketentuan. Hal tersebutsangatpentingmengingatDTKS menjadi rumah atau wadah dari beberapa program bantuan (PKH, BSP, PBI, KIP, hingga Subsidi Listrik).
Pada kesempatantersebutFadiamenyerahkansecaraSimbolis Bantuan Sosial Tunai dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof Soeharso Surakarta untuk 15 anakyatim/piatu karena korban Covid-19.
Sementaraitu, Kepala Dinas Sosial KabupatenPekalongan, Rachmawati, S.IP, MM dalam laporannya mengungkapkan bahwa Rakor yang digelar hari ini merupakan tindaklanjut dari kunjungan kerja Bupati Pekalongan ke kementerian Sosial terkait perbaikan data DTKS. Dijelaskan juga oleh Rachmawati bahwa penerima Bantuan SosialTunai dari BBRSPDF Prof Suharso berjumlah 121 anak dengan nilai bantuan Rp. 200.000,- (untuk yang sudah bersekolah) dan Rp. 300.000,- (untuk yang belum bersekolah).(dian’s/di2k)
Publisher : aris
Kamis, 14 Oktober 2021
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM menyampaikan apresiasi dan ucapan terimaksih kepada para dewan juri atas kesempatan terhadap inovasi JUNJANG ADMINDUK kabupaten Pekalongan dalam seleksi menuju Top Ten KIPP Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021. Inovasi JUNJANG ADMINDUK merupakan inovasi layanan administrasi kependudukan berbasis kewenangan desa dan fasilitator administrasi kependudukan desa yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Fadia Arafiq dalam acara Presentasi dan Wawancara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021 oleh Bupati Pekalongan di ruang rapat Bupati, Selasa (12/10) pagi.
KAJEN - Setelah berakhirnya masa jabatan Penjabat Sekretaris Daerah yang sejak dilantik pada 7 Juli 2021 lalu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM kembali melantik Penjabat Sekda, Drs Budi Santoso.,M.Si sebagai Penjabat Sekda untuk kedua kalinya. Acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Pekalongan diselengarakan di ruang rapat bupati, Senin (11/10) sore. Tampak hadir dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Sekda kabupaten Pekalongan, antara lain Wakil Bupati H Riswadi SH, Pj Sekda Budi Santoso beserta para asisten dan staf ahli bupati serta segenap kepala OPD yang hadir.
KAJEN – Imbas dari adanya pandemic Covid-19 yang menghantam perekonomian di Kabupaten Pekalongan, UMKM Center mengalami kelesuan. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya kios-kios yang tutup dan pedagang yang gulung tikar.
Dengan situasi yang demikian, Pemkab Pekalongan bersama Dekranasda Kabupaten Pekalongan tengah berusaha untuk menyusun cara-cara supaya UMKM Center yang menjadi pusat wisata kuliner di Kabupaten Pekalongan bisa hidup kembali seperti sedia kala.
KAJEN - RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan, mendapatkan anugrah dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Tahun 2021. RSUD Kraton mendapat penghargaan dengan kategori Optimisasi Keselamatan Radiasi Pada Pasien Radiologi. Penganugerahan tingkat nasional ini diberikan kepada Heriyani, ST Msi. selaku Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) untuk sub kategori Inovasi Implementasi Optimisasi Proteksi dan Keselamatan Radiasi.
KAJEN – Kabupaten Pekalongan menerima kunjungan Tim Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Kabupaten Karawang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Kota Cimahi di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, kamis (7/10/2021).
Asisten Pemerintahan dan Kesra kabupaten Pekalongan, Totok Budi Mulyanto, S.E. dalam sambutannya mengatakan selamat datang kepada Bapak/ Ibu Tim Penerapan SPM dari Kabupaten Karawang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya dan Kota Cimahi di Pemerintahan Daerah Kabupaten Pekalongan atas kehadirannya.” Semoga pertemuan kita hari ini dapat membawa manfaat bagi pribadi dan Pemerintahan kita pada umumnya.” Katanya.
KAJEN - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan Mukhtharuddin Ashraff Abu bersama tim Dekranasda meninjau beberapa tempat UMKM di wilayah Kabupaten Pekalongan. Rombongan tim Dekranasda memulai tinjauannya ke Batik Putra Arjuna Warulor Kecamatan Wiradesa, lalu ke Perajin Batik Sakura Desa Tosaran Kecamatan Kedungwuni, Perajin / ATBM Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran dan terakhir ke Alvin Hanger Desa Kertijayan Kecamatan Buaran.
Dalam kesempatan itu Bupati Fadia memaparkan kepada tim penilai bahwa inovasi JUNJAN
G ADMINDUK didukung pula sepenuhnya oleh pehak desa melaui APBDes.
Lebih lanjut, dijelaskan pula kondisi wilayah kabupaten Pekalongan yang sangat luas termasuk gunung dan laut menjadi pertimbangan bahwa munculnya inovasi tersebut memang sangat diperlukan.
“ Inovasi ini muncul karena adanya 3 (tiga) masalah utama yang dihadapi masyarakat pedesaan untuk mengakses dokumen administrasi kependudukan yaitu dari jarak yang jauh, ini yang penting sehingga inovasi ini membuat masyarakat sangat terbantu . Dan prosedur pelayanan yang dianggap rumit, karena untuk mendapatkan suatu dokumen kependudukan itu harus melampirkan syarat dokumen dari instansi yang lain,”papar Fadia
Dan pada kondisi pandemi saat ini, yang semuanya serba dibatasi terutama layanan tatap muka, lanjut Fadia, maka layanan diarahkan melalui daring atau online. Sedangkan tidak semua masyarakat mengerti layanan sistem online ini. Oleh sebab itu dengan adanya inovasi di kabupaten Pekalongan melalui JUNJANG ADMINDUK ini dinilai akan sangat bermanfaat untuk seluruh masyarakat.
Selanjutnya dikatakan pula banyak kabupaten lain yang datang ke kabupaten Pekalongan untuk mereplikasi inovasi ini dan bahkan mereka sekarang sudah bisa menjalankannya di kabupaten masing-masing.
“ Inovasi JUNJANG Adminduk ini sejalan dengan visi misi Bupati/Wakil Bupati Pekalongan, yaitu kita ingin menciptakan pemerintahan yang bersih berwibawa dan inovatif. Dan saat ini telah masuk dalam RPJMD teknokratis yang kami berkomitmen untuk melaksanakan inovasi sehingga semakin banyak masyarakat kabupaten Pekalongan yang mendapatkan layanan administrasi kependudukan secara mudah cepat dan gratis,’ pungkasnya. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 13 Oktober 2021
Bupati Fadia Arafiq mengucapkan selamat kepada Penjabat Sekda yang baru dilantik, yakni Budi Santoso sekaligus mengucapkan terimakasih atas kerjasamanya selama ini dalam mendapingi Bupati/Wakil BupatiPekalongan.
“ Saya yakin dan percaya selama 3 bulan kita bersama sama, Pak Budi mendapingi bupati dan wakil bupati dengan sangat baik sekali, menjadi pengayom seluruh ASN dengan baik serta berkomunikasi dengan para dewan juga sangat baik sekali dan itu sedikit tidaknya pelajaran uutuk kami bahwa dengan cara ketenangan Beliau, komunikasi Beliau yang baik dan santun, semua masalah yang rumit tidak akan ada rumitnya, semua selesai dengan baik, “ucap Bupati Fadia.
Penunjukan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 821.2/547/2021, yang berisi menetapkan/menunjuk Drs Budi Santoso.,M.Si sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan disamping tugas jabatan definitifnya, dan penunjukan berlaku selama 3 (tiga) bulan sejak tanggal pelantikan. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 12 Oktober 2021
Dikatakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., saat melakukan kunjungan di UMKM Center pada siang ini, Senin (11/10/2021), bahwa Ia sangat prihatin melihat kondisi UMKM Center yang saat ini sepi. Untuk itu pihaknya akan melakukan berbagai upaya supaya UMKM Center bisa ramai kembali.
‘’Hari ini kita lakukan kunjungan ke UMKM Center, dengan membawa turut serta para OPD terkait dan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan. Hal ini bertujuan untuk mengecek mengapa UMKM Center di Kabupaten Pekalongan ini kurang berjalan dengan maksimal,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Fadia melanjutkan, untuk planning terdekat saat ini, pihaknya akan melakukan beberapa perbaikan gedung dan penambahan panggung hiburan di halaman UMKM Center untuk menarik pengunjung. ‘’ Penambahan papan nama di depan gedung UMKM, pembuatan panggung hiburan, supaya ada sedikit hiburan disini. Dan kalau kita sudah level Covid-19 nya menurun maka hiburannya bisa kita jalankan,’’ jelasnya.
Selain itu, untuk rencana jangka panjangnya, Fadia menjelaskan bahwa pihaknya akan menyusun pola-pola aturan dan peninjauan peraturan untuk dapat menggaet investor supaya bisa masuk ke UMKM Center. Sehingga dengan hal tersbut diharapkan kedepnnya UMKM Center akan bisa berkembang pesat dan menjadi primadona wisata kuliner di Kabupaten Pekalongan.
‘’Kedepan kita juga akan mencoba mengaet investor supaya UMKM Center ini lebih berkembang. Dan saat ini kami sedang melihat dari segi aturannya untuk berjalan ke arah sana. Supaya investor bisa masuk ke sini,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 12 Oktober 2021
Disampaikan Direktur RSUD Kraton, dr Eko Wigiantoro MKes. Acara yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kamis (7/10/2021) kemaren ini, mengusung tema Integrasi Sistem Informasi Perizinan dan Inspeksi berbasis Risiko pada Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir di Era Pandemi Covid-19.
"Jurnal lomba yang kami ajukan dengan judul Implementasi Proteksi Radiasi di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan,” terang Direktur RSUD Kraton.
Pengahargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pengawas Nuklir Bapeten Prof Dr Jazi Eko Istiyanto MSc IPU Asean Eng, Sesuai UU No. 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.
Prof Dr Jazi Eko Istyanto MSc IPU Asean Eng. mengatakan kegiatan Anugerah Bapeten ini adalah lomba meskipun peserta tidak saling bersaing.
Total penerima Anugerah Bapeten pada penyelenggaran ke-7 Tahun 2021 ini sebanyak 346 Instansi dan/atau perorangan. Anugerah Bapeten 2021 diberikan kepada 180 instansi medik, 105 instansi penelitian dan industri untuk pemegang izin bidang Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif; 46 instansi dan 5 (lima) orang untuk kategori Optimisasi Keselamatan Radiasi Pada Pasien Radiologi; 3 (tiga) Laboratorium dosimmetri; 3 (tiga) orang Petugas Proteksi Radiasi (PPR); dan 4 (empat) provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten.
“Masing-masing pemegang ijin itu akan menunjukkan bahwa mereka patuh dengan aturan nuklir sehingga keselamatan dan keamanan nuklir lebih terjamin,” ungkap Prof Jazi Eko Istyanto.
Dengan adanya Anugerah Bapeten, kata Prof Jazi Eko Istyanto, maka budaya keselamatan akan terbentuk. “Mungkin suatu ketika semuanya memenuhi syarat, proses inspeksi yang dilakukan bentuknya akan berbeda,” imbuhnya.
Dia bersyukur bahwa saat ini di Bapeten fasilitas teknologi informasinya sudah sangat bagus, dan setiap saat akan terus di-update. Menurutnya, dengan adanya sarana teknologi informasi yang bagus itu memudahkan penilaian dan memudahkan pelaporan dari pemegang ijin, sehingga mereka bisa bergerak lebih cepat dan ada penghematan
“Karena bagi orang bisnis ini yang penting adalah penghematan biaya, kalau beban biayanya besarmaka ditimpakan ke konsumen juga akan besar. Ini usaha kami untuk mengurangi biaya-biaya itu di masa pandemi, juga bermanfaat, karena inspeksi tidak perlu datang. Terutama di daerah luar jawa yang sulit dijangkau transportasi,” terangnya.
Dengan penghargaan yang telah diraih tersebut, Direktur RSUD Kraton dr Eko Wigiantoro MKes menyampaikan ucapan selamat kepada Heriyani ST Msi yang telah berhasil mendapatkan anugrah Bapeten 2021, pihaknya berharap anugrah tersebut menjadi pemicu semangat bagi seluruh unit Pelayanan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.(Tim Liputan RKS FM Kajen)
Publisher : aris
Senin, 11 Oktober 2021
Berdasar Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 100 Tahun 2018 tentang Penerapan Standar Pelayanan Minimal.
Totok juga menambahkan, bahwa diketahui bersama Standar Pelayanan Minimal merupakan ketentuan mengenai jenis dan mutu Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal. “ Tahapan Standar Pelayanan Minimal yang kita semua lakukan adalah Pengumpulan Data, Penghitungan kebutuhan pemenuhan pelayanan dasar, Penyusunan rencana pemenuhan pelayanan dasar dan Pelaksanaan pemenuhan pelayanan dasar.” Tambahnya.
Masih menurut Asisten pemerintahan dan Kesra, di Jawa Tengah termasuk Kabupaten Pekalongan, Standar Pelayanan Minimal ini sudah melangkah pada pelaksanaan pemenuhan pelayanan dasar namun masih belum bisa optimal. Hal tersebut dikarenakan Pemerintah Daerah masih belum memahami penghitungan target indikator SPM, rencana pencapaian SPM dan penganggarannya juga belum tercakup dalam RPJMD Tahun 2016 – 2021. “ Untuk Kabupaten Pekalongan sendiri pada akhirnya berupaya menyelesaikan dasar pelaksanaan Penerapan SPM tersebut dengan selesainya Penyusunan Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Daerah Standar Pelayanan Minimal di kabupaten Pekalongan Tahun 2021 – 2025.” Katanya.
Totok berharap dalam kunjungan tersebut RAD SPM ini bisa meningkatkan ketercapaian indikator SPM Kabupaten Pekalongan, serta memberikan pedoman bagi para stakeholder terkait dalam pencapaian SPM tersebut, “Tugas besar kami agar RAD tersebut dapat diintegrasikan pada dokumen perencanaan dan mampu diimplementasikan, diterapkan dan dicapai oleh Pemerintah kabupaten Pekalongan.” Harapnya.
Acara tersebut dihadiri Tim Penerapan SPM dari Kabupaten Karawang, Tim Penerapan SPM dari Kabupaten Tasikmalaya, Tim Penerapan SPM dari Kota Tasikmalaya, Tim Penerapan SPM dari Kota Cimahi. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten Pekalongan pengampu SPM (Dindikbud, Dinkes, Dinsos, Satpol PP dan Damkar dan Dinas Perkim LH), Bappeda dan Tapem. Kunjungan kerja 4 daerah lain di acara tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan ketat, seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan sebelum memasuki ruangan acara.
Publisher : aris
Minggu, 10 Oktober 2021
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan dalam sambutannya, bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mengapresiasi perkembangan UMPP yang sangat pesat. Dan menurutnya, UMPP merupakan salah satu universitas yang menjadi motto penggerak dan penerang pembangunan taraf pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
Untuk itu, atas nama Pemkab Pekalongan, Ia berharap dengan perkembangan yang cukup pesat tersebut, UMPP dapat bersinergi bersama Pemkab Pekalongan untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi wilayah yang menjadi tumpuan pendidikan di wilayah pantura.
‘’Pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan selamat kepada UMPP yang sebentar lagi kita akan meresmikan gedung rektorat yang baru ini. Dan ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Pekalongan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Dan sebagai mana yang telah diketahui bersama, bahwa UMPP merupakan universitas pencetak lulusan kesehatan terbanyak di wilayah Pekalongan, Bupati Fadia juga berharap UMPP bisa menerjunkan lulusannya untuk turut andil dalam membantu program Pemkab Pekalongan yang akan segera melaksanakan kegiatan vaksinasi masal beberapa hari kedepan.
‘’Dan alhamdulilah kemarin saya meminta langsung kepada Pak Menteri Kesehatan RI dan dikawal langsung oleh DPR RI sehingga per tadi malam kita diberikan vaksin dari pusat dengan jumlah hampir 190 ribu untuk Kabupaten Pekalongan,’’
‘’Ini artinya kita sangat memerlukan sinergitas dari UMPP ini, agar lulusannya bisa membantu kegiatan vaksin masal yang akan segera kita gerakan kembali di Kabupaten Pekalongan ini.
Sehingga dengan hal tersebut diharapkan levelnya bisa turun kembali,’’ ungkapnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia juga mengatakan bahwa dengan diresmikannya gedung baru rektorat UMPP ini, diharapkan kedepannya UMPP akan semakin baik lagi dan bisa menjadi universitas percontohan.
‘’Saya dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat mendukung sekali dan ikut andil untuk membesarkan UMPP supaya lebih maju lagi,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 10 Oktober 2021
Ketua Dekranasda Ashraff mengatakan bahwa di tengah situasi pandemi saat ini, para pelaku usaha mikro di kabupaten Pekalongan masih bisa berjalan meski tak dipungkiri mengalami beberapa kendala.
“Hari ini saya dan tim Dekranasda keliling dari tempat ke tempat untuk pelaku-pelaku UMKM dan kita melihat kegiatan mereka . Ternyata Alhamdulilah mereka masih berjalan. Mungkin ada beberapa kendala karena pandemi dan tujuan kita keliling ini adalah akan mensupport apa yang kita bisa, “ tutur Ashraff usai berkunjung di Alvin Hanger, Kamis (07/10/2021) siang.
Dijelaskan, Dekranasda kabupaten Pekalongan akan mengambil langkah strategi untuk pemulihan ekonomi bagi pelaku UMKM. Salah satu strategi tersebut adalah dengan mengaktifkan kembali gedung UMKM Senter yang berlokasi di Madukaran Kecamatan Kedungwuni yang selama ini terlihat kurang difungsikan dengan baik.
“Di kabupaten Pekalongan kita punya UMKM Senter yang selama ini kelihatannya tidak difungsikan dengan baik dan akhirnya banyak yang terbengkalai. Mungkin salah satu strategi saya, saya mau mengaktifkan UMKM Senter , diantaranya mungkin nama UMKM Senter yang tadinya di dalam sehingga orang tidak tahu itu gedung apa, saya taruh diluar agar orang tahu, “ paparnya
Selanjutnya disampaikan pula pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas dinas terkait untuk memperbaiki / merenovasi gedung UMKM tersebut supaya para pelaku UMKM mendapat tempat / ruang untuk mendisplay dan menjual produk mereka.
Selain itu, para pelaku usaha mikro juga akan dibantu dari segi permodalan. Menurut Asraff, pihaknya telah merencanakan kerjasama dengan salah satu Bank yang telah siap mensupport Dekranasda untuk memberikan pinjaman tanpa agunan bagi para pelaku UMKM.
“ Kita sedang intens supaya para pelaku usaha khususnya mikro, bisa terbantu karena kita semua tahu masalah utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah permodalan,” terangnya.
Sementara untuk kisaran plafon kredit yang diberikan, menurutnya besarannya relatif. Diperkirakan plafon kreditnya mulai Rp.1 – 5 juta, Rp.5 – 10 Juta dan Rp.10 – 50 Juta. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Sabtu, 9 Oktober 2021
Sabtu, 9 Oktober 2021