KAJEN – Sebanyak 110 guru SD dan SMP di wilayah Kabupaten Pekalongan mengikuti Pelatihan Penguatan Pendidikan Karakter Guru IDEAL (Inspiratif, Dedikatif, Empatik, ber-Akhlak Mulia dan Luhur Budi) yang diselenggarakan Charoen Phokphand Foundation Indonesia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (Undip). Pelatihan dibuka Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si, Senin (4/11/2019) pagi, di Pendopo Bupati Pekalongan.
Bupati H. Asip Kholbihi, SH, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan terima kasih kepada pihak Charoen Phokphand Foundation atas terselenggaranya kegiatan pelatihan ini di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga mengajak kepada seluruh yang hadir agar bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan, terutama membangun pendidikan, karena menurut Bupati, pendidikan merupakan modal utama dalam membangun suatu daerah atau negara.
Lebih lanjut Bupati mengutarakan, indikator makro ekonomi Kabupaten Pekalongan sudah bagus. “Pertumbuhan Ekonomi kita sudah di atas Nasional dan Provinsi dan angka kemiskinan di bawah Provinsi. Tinggal Indeks Pembangunan Manusia (IPM)nya perlu terus ditingkatkan. Saya titip agar anak-anak yang belum selesai sekolah 9 tahun nanti bisa menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun,” tutur Bupati.
Pemkab akan membentuk Satgas Zero DO untuk mencari anak-anak yang DO agar kembali bersekolah atau mengikuti Kejar Paket. “Target IPM 71 dari sekarang 69 dan pada tahun 2021, Pemkab Pekalongan berharap tidak ada lagi yang tidak sekolah,” ujar Bupati.
Di akhir sambutannya, Bupati berpesen kepada para peserta agar bersungguh-sungguh mengikuti program pengembangan diri tersebut dan nantinya bisa mengimplementasikan ilmu yang didapatkan di sekolah. “Saya harap tidak ada peserta yang meninggalkan tempat selama pelatihan. Karena dari 4.474 guru di Kabupaten Pekalongan, 110 guru yang berkesempatan mengikuti pelatihan,” pungkas Bupati.
Sebelumnya, Sekjen Charoen Phokphand Foundation Andi Magdalena Siadari dalam sambutannya mengutarakan, pelatihan ini merupakan program Corporate Social Responsibilty (CSR) PT Charoen Phokphand. “Hampir 70 persen CSR Charoen Phokphand adalah Bidang Pendidikan. Kami menyentuh mulai dari PAUDnya hingga perguruan tinggi,” tutur Andi Magdalena.
Dia berharap dengan pelatihan ini, para peserta bisa mendapatkan ilmu baru, atau setidaknya merefresh ilmu yang sudah ada pada masing-masing peserta. Dikatakan, konsep pelatihan, 80 persen berupa games / role play, sehingga diharapkan peserta tidak akan bosan saat mengikuti pelatihan.
Khawatir banyak masyarakat yang bertanya apa itu Charoen Phokphand, Magdalena menjelaskan, dari nama perusahaan tersebut berasal dari Bahasa Thailand, artinya Tumbuh dan Berkembang. Perusahaan bergerak di bidang peternakan.
“Di Kajen ada di Kalijoyo, berupa kandang ayam. Kami juga memproduksi dan memasarkan day old chicken (DOC/ bibit ayam umur 1 hari). Usaha lainnya yaitu pakan ternak, khususnya pakan unggas di Kaligawe Semarang,” jelasnya.
Bisnis lainnya yakni kemitraan. Andi Magdalena dalam kesempatan itu menawarkan kepada para peserta jika berminat untuk menjadi mitra pihaknya. Disebutkan, produk lainnya yang dihasilkan perusahaannya yakni olahan daging ayam seperti Fiesta dan Champ Chicken Nugget dan beberapa lainnya. Dan produk terbarunya yakni berupa produk beverage / minuman, black tea dan frozen drink.
Hadir pada Pembukaan Bhakti pada Guru, Bupati Pekalongan, Unsur Forkompinda, Asisten Pemerintahan Dan Kesra, Kepala Dindikbud, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian selaku pembimbing usaha peternakan, Dinas PTSP Naker. Dekan Fakultas Psikologi Undip dan jajarannya, Manajemen Charoen Phokphand Jawa Tengah dan Kalimantan. (Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Senin, 4 November 2019
KAJEN - Pagi ini di kawasan Alun Alun Kajen begitu meriah, terlihat 20 ribu masyakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya memadati tempat tersebut untuk mengikuti kegiatan jalan sehat dan sepeda santai untuk memperingati hari ulang tahun TNI ke-74 yang digelar oleh Kodim 0710 Pekalongan di Alun-Alun Kajen, Minggu (3/11).
Jalan sehat ini sendiri merupakan puncak acara dari rangkaian yang digelar Kodim 0710/Pekalongan untuk memperingati HUT TNI ke-74. Sebelumnya ada kegiatan pesta rakyat dan stand kuliner, Jeep Adventure dan trail Adventure dan juga ada Pengajian Kebangsaan oleh Maulana Habib Lutfhi dan KH Syam’ani Syaroni yang dimeriahkan oleh Hadroh 400 Raiders dan hadroh dari Polres Pekalongan.
Pada kesempatan ini Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti atasnama pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan dirgahayu TNI ke 74 dengan harapan semoga TNI semakin profesional dan menjadi kebanggaan rakyat." Terima kasih TNI yang selama ini ikut kerja keras bersama-sama dengan Polri menjaga keamanan khususnya di kabupaten pekalongan"tandasnya.
Semoga jalinan persahabatan kita terus terjalin sehingga kabupaten pekalongan tetap aman dan kondusif
KAJEN – Puskesmas Siwalan kecamatan Siwalan mendapatkan kunjungan tim surveyor dalam rangka pelaksanaan survey akreditasi / reakreditasi fasilitas kesehatan tingkat pertama pada Rabu (30/10) malam. Kegiata ini dilaksanakan Setiap 3 tahun sekali.
Wakil bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti mengatakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan survey akreditasi karena menurut pengalaman setiap kali ada kegiatan akreditasi menjadi motivasi melakukan hal hal yang lebih baik lagi, untuk memberikan yang terbaik. “Apakah itu berbenah administrasi, bersih bersih kantornya, namun motivasi seperti itu saya harapkan tidak hanya pada saat terlaksananya akreditasi itu sendiri tetapi saya harap semangat ini senantiasa tumbuh setelah masa masa disurvei” ucap wakil bupati.
KAJEN - Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Pekalongan masa bhakti 2019-2022 secara resmi dilantik. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah – Bily Dahlan, di Gedung PPNI di Kajen Kabupaten Pekalongan, Rabu (30/10/2019).
Pelantikan dihadiri Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., segenap pengurus daerah Hipmi Jawa Tengah, Kepala OPD Kabupaten Pekalongan terkait dan segenap tamu undangan.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada segenap pengurus BPC Hipmi Kabupaten Pekalongan masa bhakti 2019-2022 yang dilantik. Bupati berharap Hipmi Kabupaten Pekalongan bersinergi dengan Pemkab Pekalongan terutama dalam hal peningkatan perekonomian yang muaranya demi kesejahteraan masyarakat.
“Pada tahun 2023, kami menargetkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan 7%. Adanya berbagai terobosan yang telah dilakukan kami optimis hal ini dapat tercapai,” ujar Bupati.
KAJEN – Sebanyak 100 warga berpenghasilan rendah di Kabupaten Pekalongan mendapatkan bantuan pembangunan rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR). Bantuan tersebut berupa pembangunan rumah layak huni.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melakukan penyerahan bantuan dan peletakkan batu pertama Pembangunan Baru Rumah Swadaya Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (PBRS-BSPS) dari Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Rabu (30/10/2019) di Kranji Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan dihadiri Kasubdit Pendataan dan Verifikasi Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR-Rugiyo, S.Sos.,M.Si, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, beserta Asisten Pembangunan dan Ekonomi Hari Suminto, SH.,MH, dan beberapa Kepala OPD terkait, para Camat terkait, Pimpinan Cabang Bank BTN Pekalongan, dan tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pencanangan bulan dana PMI yang dimaksudkan untuk melatih rasa kemanusiaan." Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini kita semakin guyub, rukun, galang persatuan,dan kesatuan kita", ucap Arini.
Senada dengan Wakil Bupati Pekalongan, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.I.K., M.Si, menambahkan semoga TNI kedepan semakin profesional dan menjadi kebanggaan rakyat dan semoga kegiatan tersebut berkelanjutan sebagai
Bentuk sinergi TNI,Polri dan pemerintah daerah kabupaten pekalongan.
Sementara itu Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto mengatakan, kegiatan peringatan HUT TNI ini digelar dari rakyat untuk TNI. “ Kita ajak masyarakat untuk bersama-sama merayakan HUT TNI sehingga masyarakat dapat ikut merasakan bahwa TNI merupakan bagian dari masyarakat,” katanya.
Dandim Arfan menambahkan, dengan adanya perayaan HUT TNI ini, dirinya berharap TNI akan semakin bisa bersinergi dengan masyarakat khususnya di Kabupaten Pekalongan. “kita juga berharap selalu bersinergi dengan pemkab dan Polres Pekalongan dan semoga TNI semakin Profesional dan selalu menjadi pengayom masyarakat,” harapnya.
Pihaknya berharap ke depan event event seperti itu terus dilanjutkan dan semakin banyak kelompok masyarakat yang bisa dirangkul untuk bersama sama meramaikan Pekalongan. "Kita bisa berkreasi, untuk menambahkan bakat dan kemampuan masing masing. Yang suka olahraga silakan, yang suka musik silakan. Yang penting kegiatannya positif", lanjutnya.
Selanjutnya Johan berharap juga semoga TNI semakin dekat dengan masyarakat, solid, bersinergi dengan Polda dan Polres Pekalongan khususnya dalam rangka mewujudkan kondisi situasi Pekalongan yang aman damai.(red)
Minggu, 3 November 2019
Jumat, 1 November 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Kamis, 31 Oktober 2019
Sebagaimana disampaikan presiden Jokowi, kata Arini, bahwa kita hendaknya tidak hanya melihat pada proses tetapi yang lebih penting adalah pada hasil. Kalau istilah SMS, kata beliau, itu tidak hanya terkirim/sent , tetapi benar benar diterima/delivered, sehingga hasil dari Puskesmas itu sendiri saya harapkan bahwa masyarakat bisa merasakan manfaat dari keberadaan Puskesmas itu sendiri. “ Jadi kalau hanya diprogram dilaksanakan dan kemudian mungkin dievaluasi saja, tapi setelah kita tanya masyarakat ternyata masyarakat tidak pernah merasakan, itu bukan yang kita capai. Yang kita capai adalah hasil. Apakah masyarakat puas, apakah masyarakat dapat memanfaatkan puskesmas itu dengan baik”, paparnya.
“Oleh karena itu mudah mudahan Puskesmas Siwalan menjadi puskesmas yang paripurna dalam hal pelayanan benar benar dirasakan manfaaatnya oleh masyarakat”, harap Arini.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan, Setiawan Dwi Antoro SKM.M.Kes menyampaikan bahwa 3 tahun lamanya menunggu tim surveyor hadir di Puskesmas Siwalan kecamatan Siwalan
Setiawan melaporkan dari 27 puskesmas di 19 kecamatan, sudah terakreditasi 26 pusmesmas. 1 baru teregistrasi. Dari 26 puskesmas ini yang sudah mencapai utama ada 2 yaitu puskesmas tirto I dan puskesmas Kedungwuni . Sedangkan Puskesmas Siwalan termasuk madya
Hadir dalam acara tersebut asisten pemerintahan I Drs Ali riza M.Si, camat, kapolsek, jajaran dinas kesehatan , kepala puskesmas siwalan beserta para stafnya (Red)
Kamis, 31 Oktober 2019
Untuk lebih dekat dan bersinergi dengan Pemkab Pekalongan, Bupati memfasilitasi kantor khusus Hipmi Kabupaten Pekalongan yang berlokasi di Dinperindagkop dan UKM Kabupaten Pekalongan.
“Silahkan bisa memanfaatkan kantor ini, kami senang bersinergi. Mudah-mudahan dengan ini apa yang diharapkan bersama bisa tercapai,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua BPD Hipmi Jawa Tengah Billy Dahlan mengajak segenap pengurus dan anggota Hipmi utamanya Hipmi Kabupaten Pekalongan untuk melek teknologi seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi agar mampu bersaing di era global.
“Teknologi adalah hal yang tak dapat terpisahkan dalam era kekinian. Para pengusaha pun harus bisa beradaptasi karena kalau tidak akan tertinggal kereta dari mereka yang sudah melek teknologi terlebih dahulu,” katanya.
Billy menyebutkan, di era revolusi ini sumber daya manusia juga harus dipersiapkan dengan matang apalagi menyambut bonus demografi. Untuk itu, Hipmi Kabupaten Pekalongan harus mampu berperan aktif membantu mengembangkannya di Kabupaten Pekalongan.
“Dalam hal ini Hipmi Kabupaten Pekalongan harus bisa menjadi jembatan bagi semua pihak. Harus menjadi teman di dunia usaha di daerah. Dengan itu semua, diharapkan akan menjadi pengusaha handal dan kuat digital. Semoga kepengurusan baru bisa amanah,” harap Billy Dahlan.
Adapun Ketua Hipmi Kabupaten Pekalongan terpilih yang sekaligus anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Rosi Ardiyanti, SKM.,M.Kes, menyampaikan pihaknya siap mengemban amanah yang telah diberikan dan membawa nama baik daerah.
Rosi menekankan bahwa dengan melihat potensi Kabupaten Pekalongan yang luar biasa, pihaknya akan melakukan terobosan atau inovasi di berbagai sector.
“Guna mewujudkan hal ini saya membutuhkan dukungan dari segenap pengurus dan semua pihak termasuk Pemerintah. Saya akan menularkan panji-panji wirausaha hingga ke pelosok-pelosok di Kabupaten Pekalongan,” janji Rosi. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 30 Oktober 2019
“Sebagai contoh di Kedungwuni sedang berlangsung pembangunan pasar yang apabila selesai nanti akan menelan biaya total hampir Rp 200 milyar. Disamping itu saat ini juga akan dibangun pasar Wiradesa dengan perkiraan menelan biaya Rp 120 milyar. Ini belum selesai, saat ini kita sedang membangun tanggul penahan rob dengan total anggaran hampir Rp 500 milyar,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menuturkan, untuk infrastruktur jalan. Dijelaskan, saat ini sudah selesai dibangun 95 persen dari seluruh jalan Kabupaten. “Itu menghabiskan total anggaran biaya sebesar Rp 320 milyar. Artinya apa? Bahwa pembangunan yang kita lakukan tidak hanya satu bidang saja. Ini yang bersifat fisik, diluar fisik juga seperti pendidikan, kesehatan, kemudia kerohanian keagamaan juga kita bangun,” terang Bupati
Terkait Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Menurut Bupati, adalah fasilitasi pemerintah berupa bantuan stimulan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memperoleh rumah yang layak huni. BSPS sendiri terdapat dua jenis kegiatan yaitu Peningkatan Kualitas Rumah Swadaya (PKRS) dan Pembangunan Baru Rumah Swadaya (PBRS).
“Hari ini kita meresmikan program Pembangunan Baru Rumah Swadaya dari Kementerian PUPR. Untuk Kabupaten Pekalongan mendapat alokasi sebanyak 100 unit dengan rincian Rp 35 juta per unit, sehingga total Rp 3,5 milyar. Ini bisa kita saksikan hasil rumahnya betul-betul sudah sangat standar, besinya sudah standar, pondasinya sudah standar,” tutur Bupati.
Dari 100 unit rumah, tambah Bupati, nanti akan kita bantu juga hal-hal lainnya, dari swadaya masyarakat juga kita dorong karena program ini harus ada swadaya dari masyarakat. “Kita masih punya problem yakni 14ribu rumah tangga yang ada di Kabupaten Pekalongan yang belum memiliki rumah. Ini bisa kita selesaikan dengan banyak pola,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Ir. Trinanto Agus Maryono, M.Si., memaparkan bahwa untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya kategori pembangunan baru (PBRS), Kabupaten Pekalongan mendapatkan alokasi 100 unit yang tersebar di 6 Desa/Kelurahan pada 5 Kecamatan.
Yakni Desa Wonokerto Kulon Kecamatan Wonokerto 15 unit, Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni 15 unit, Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni 25 unit, Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo 15 unit, Desa Karangasem Kecamatan Talun 15 unit, dan Desa Paninggaran Kecamatan Paninggaran 15 unit.
Dijelaskan Trinanto, dari 100 penerima bantuan tersebut, masing-masing menerima Rp 35 juta dengan rincian Rp 30 juta untuk belanja material dan sisanya Rp 5 juta untuk bantuan upah tukang. Sehingga total keseluruhannya adalah Rp 3,5 milyar.
Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya kategori Peningkatan Kualitas (PKRS) sebesar Rp 18.725.000.000,- untuk 1.070 unit rumah yang tersebar di 18 Kecamatan dan 43 Desa.
Dalam menyalurkan dana bantuan peningkatan kualitas rumah swadaya dan pembangunan baru rumah swadaya (PKRS dan PBRS), di Kabupaten Pekalongan telah ditunjuk Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Cabang Kajen.
“Perlu kami laporkan, sejak tahun 2016 sampai tahun 2018 Pemkab Pekalongan telah melaksanakan bantuan peningkatan kualitas untuk rumah tidak layak huni sebanyak 14.878 unit. Di tahun 2019 ini, Pemkab Pekalongan kembali melaksanakan kegiatan yang sama sebanyak 3.050 unit, dengan rincian 1.070 unit dari Kementerian PUPR, 816 unit dari Bantuan Keuangan bagi Pemerintah Desa (Bankeupemdes), 350 unit dari APBD Kabupaten, 170 unit dari Dana Alokasi Khusus Bidang Perumahan, 544 unit dari Anggaran Dana Desa, 100 unit dari CSR, dan 100 unit Pembangunan Baru dari Bantuan BSPS Kementerian PUPR yang saat ini akan dilaksanakan peletakan batu pertama,” papar Trinanto.
“Dan direncanakan pelaksanaan pembangunan baru rumah swadaya ini akan selesai di akhir bulan Desember 2019,” imbuh Trinanto.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Rabu, 30 Oktober 2019
Selasa, 29 Oktober 2019