KAJEN - M Yulian Akbar S Sos.,M.Si resmi terpilih secara definitif menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan periode 2021 – 2026. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM melantik dan mengambil Sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan secara langsung di Aula lantai I Setda pada Jum’at (03/12) sore.
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan di diikuti dan disaksikan oleh Ketua DPRD Hj Hindun MH beserta forkopimda, Pj Sekda Drs Budi Santoso M.Si beserta istri, para asisten/staf ahli Bupati, para kepala OPD, camat, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD serta tamu undangan lainnya.
Bupati Fadia mengucapkan selamat atas terpilihnya M Yulian Akbar sebagai Sekda Kabupaten Pekalongan. Fadia berpesan kepada Sekda terpilih agar siap bekerja keras dalam mengabdi untuk masyarakat. “ Sekda ini membawahi ribuan ASN kabupaten Pekalongan. Tugasnya membantu Bupati dan Wakil Bupati dalam mewujudkan visi misinya serta ikut membantu mensejahterakan masyarakat kabupaten Pekalongan. Artinya memang siap bekerja keras, bekerja 24 jam mengabdi untuk kabupaten Pekalongan, “ tutur Fadia.
Selanjutnya kepada Pj Sekda Budi Santoso yang masa tugasnya telah berakhir, Bupati mengucapkan rasa terimakasih atas pengabdian Budi Santoso untuk Kabupaten Pekalongan selama ini.
Sementara itu Sekda terpilih, Yulian Akbar usai acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, mengungkapkan bahwa dirinya selaku Sekda mempunyai tugas membantu Bupati mewujudkan visi misi Bupati/Wakil Bupati Pekalongan selama periode 2021 -2026. “ Kita harus kerja keras, bupati memerintahkan kepada kami untuk kerja all out 24 jam melayani masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya selaku Sekda bersama-sama dengan kawan-kawan akan mengkonsolidasikan birokrasi, membangun birokrasi dalam rangka mewujudkan visi misi Bupati/Wakil Bupati, “ungkap Yulian Akbar, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan.
Yulian Akbar juga memaparkan tugas pertama yang akan dilakukannya adalah melaksanakan APBD. “ APBD 2022 harus dipastikan berjalan tepat waktu. Kedua, mewujudkan apa yang sudah ada dalam APBD tadi, yang prioritas adalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur. Dan menghadapi musim penghujan , kita antisipasi terkait banjir dan rob,” pungkasnya.
Sementara itu Pj Sekda Budi Santoso membacakan sebuah puisi dalam sambutan singkatnya. Dalam kesempatan itu Budi sekaligus menyampaikan mohon diri untuk kembali bertugas di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (Ar-Kominfo)
Jumat, 3 Desember 2021
KAJEN - Warga Nahdliyin mempunyai tanggungjawab untuk membesarkan dan menjaga nama baik Nahdlatul Ulama (NU). Apalagi eksistensi ormas NU di kabupaten Pekalongan tidak diragukan lagi. Di sector sektor pendidikan, NU di Kabupaten Pekalongan telah memiliki lembaga pendidikan dari TK, SMK bahkan sampai tingkat pendidikan tinggi yaitu ITS NU. Hal ini disampaikan Bupati Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutan pengarahannya pada acara ‘Silaturahim Bupati Pekalongan Dalam Rangka Membangun Sinergitas Pemerintah Daerah Dengan Ormas Tingkat Kecamatan, MWC NU Kesesi’, di SMK Ma’arif NU Kesesi, Rabu (01/12) malam.
KAJEN - 2 (Dua) Raperda Kabupaten Pekalongan, yaitu Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah kabupaten Pekalongan nomor 10 tahun 2018 tentang penambahan penyertaan modal daerah kabupaten Pekalongan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 telah disetujui bersama untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (30/11) siang di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Mobile vaksinasi dari Provinsi Jawa Tengah kemarin (24/11/2021) hadir di Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Kecamatan Doro. Kehadiran mobile vaksinasi ini sebagai salah satu upaya Provinsi Jateng bersinergi dengan Kabupaten Pekalongan untuk menurunkan level Kabupaten Pekalongan yang saat ini masih berada di level 3 PPKM agar bisa turun menjadi level 2.
KAJEN – Dalam rangka mengintegrasikan pengetahuan tentang pengembangan aplikasi Kajen Satu Data (KSD), Pemkab Pekalongan melalui Dinkominfo Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan acara ‘Training Of Trainer Kajen Satu Data’. Dimana acara tersebut diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada hari Kamis dan Jumat (25-26/11/2020) di Hotel Santika Pekalongan.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM beserta rombongan mengunjungi pembangunan gedung Taman Pendidikan Al Qur’an ‘Zaidul Ulum’ yang berada di Dukuh Krasak wetan Krasakageng kecamatan Sragi, pada Rabu (24/11) siang. Bupati Fadia atas nama pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan gedung TPQ ‘Zaidul Ulum’ tersebut dan juga mengucapkan rasa terimakasih kepada donatur yang telah mewakafkan tanahnya untuk gedung TPQ.
Tampak hadir dalam silaturahim ini antara lain KH Muslih Khudlori, Camat beserta Forkopimcam Kesesi, Keluarga besar PCNU kabupaten Pekalongan, Kepala sekolah/guru/pengurus SMK Ma’arif NU Kesesi , Plt Kepala Dinas Pendidikan Subagyo, Kepala desa Kaibahan, Pengurus PCNU Kesesi, para pengasuh pondok pesantren se-kecamatan Kesesi, para tokoh agama/masyarakat serta keluarga besar Muslimat dan Fatayat NU Kesesi.
Dalam silaturahim dengan keluarga besar NU Kesesi ini, Bupati Fadia mengaku sangat senang dan ia menyebut bahwa dirinya adalah warga NU. “ Saya dan keluarga adalah warga NU. Sebagai warga nahdliyin kita punya tanggungjawab untuk membesarkan NU. Mari kita menjadi orang NU yang hebat dimanapun kita berada, mari kita besarkan dan jaga nama baik NU, dan NU di kabupaten Pekalongan harus lebih besar lagi,” ucap Fadia.
Selanjutnya bupati juga memaparkan bahwa dengan adanya pandemic covid,sector ekonomi menjadi terdampak. Oleh karenanya Bupati meminta kepada seluruh warga terutama para lansia agar mau divaksin. “Vaksin ini bagi muslim merupakan ikhtiar. Selain kita wudhu, bersih-bersih dan ikhtiar paling maksimalnya vaksin. Kepada bapak/ibu yang sepuh saya minta tolong diperhatikan, agar mau divaksin,” pintanya.
Ditambahkan, Kabupaten Pekalongan saat ini mendapatkan stok vaksin yang melimpah. Setelah sebelumnya menerima 185 ribu vaksin dari pemerintah pusat, beberapa waktu terakhir Kabupaten Pekalongan menerima lagi 189 ribu vaksin. Bahkan dengan jumlah vaksin yang melimpah ini, ada Kabupaten lain yang meminjam vaksin milik Kabupaten Pekalongan. Untuk itu Bupati Fadia meminta agar hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh warga kabupaten Pekalongan. “Alangkah sayang nya kalau warga kabupaten Pekalongan tidak memanfaatkan ini dengan baik. Dan jika ada yang bilang divaksin itu bisa meninggal, itu adalah hoaks. karena saya dan semua jajaran termasuk Forkopimcam disini yang sudah divaksin semua sehat. Dan vaksinnya juga tidak dibedakan, artinya dosis juga jenisnya sama, “ terang Fadia.
Selain itu, disampaikan pula tentang adanya peraturan presiden bahwa yang tidak mau divaksin ,tidak bisa mendapatkan bantuan kesehatan, PKH ,BLT dan sebagainya. Dan anak usia 12 tahun ke atas yang belum divaksin tidak bisa ikut ujian. Termasuk orangtuanya yang belum divaksin, anaknya tidak bisa ikut ujian.
Dalam silaturahim tersebut tak lupa bupati memberikan apresisasi kepada forkopimcam Kesesi yang telah sukses menggelar sebuan vaksin mencapai 2600 dosis vaksin.
Menutup sambutannya Bupati Fadia menambahkan bahwa Kabupaten Pekalongan akan memberikan hibah untuk NU pada tahun 2022 mendatang. “Hibah ini kalau bisa sampai ke tingkat kecamatan sampai desa-desa,” pungkasnya.(Ar-Kominfo)
Rabu, 1 Desember 2021
Mengiringi persetujuan bersama ini, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM meng ucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang telah melakukan pembahasan terhadap substansi 2(dua) Raperda tersebut, yang selanjutnya disetujui bersama untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah.
Dalam sambutannyan pada Rapat Paripurna ini Bupati Fadia menyampaikan bahwa pemerintah daerah dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam membangun daerahnya serta memiliki daya saing yang tinggi untuk mengkombinasikan kondisi ekonomi, sumber daya manusia dan teknologi agar lebih berkembang dan berdaya saing. Dan dengan disetujuinya Raperda ini, Fadia berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yakni terwujudnya kesejahteraan masyarakat kabupaten Pekalongan.
“Rancangan peraturan daerah tentang APBD ini selanjutnya akan kita sampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mendapatkan evaluasi agar tercapai keselarasan antara kebijakan daerah, provinsi dan nasional maupun sinergitas antara kepentingan public dan kepentingan aparatur disamping juga untuk menghindari agar peraturan daerah tentang APBD yang ditetapkan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, “ jelasnya.
Sementara itu Sekretaris badan anggaran DPRD Kabupaten Pekalongan , Agus Pranoto SH.,MH menyampaikan hasil rapat kerja DPRD bersama TAPD dan OPD terkait dalam rangka membahas Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 beserta nota keuangannya sebagai dasar penetapan menjadi Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2022, bahwa Badan anggaran DPRD sepakat dan menyetujui Raperda tentang APBD kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 beserta nota keuangannya untuk ditetapkan menjadi Perda tentang APBD kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 beserta nota keuangan. Kedua, RKA semua OPD agar segera dilengkapi dan diusulkan sehingga kegiatan pada masing-masing OPD bisa dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan peraturan yang berlaku.
Rapat paripurna DPRD dalam rangka persetujuan bersama 2 (dua) Raperda kabupaten Pekalongan ini dibuka oleh ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun MH, dan terbuka untuk umum. Tampak hadir pula dalam rapat paripurna DPRD ini para anggota Forkopimda, ketua dan para wakil ketua DPRD, Pj Sekda Drs Budi Santoso.,M.SI beserta para asisten, para kepala OPD dan tamu undangan lainnya. (Ar-Kominfo)
Rabu, 1 Desember 2021
Berkat kedua inovasi tersebut, Pemkab Pekalongan mendapat penghargaan yang telah diterima langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., pada hari ini, Rabu (1/12/2021) di Gumaya Hotel Semarang, dalam acara Forum Inspirasi Akselerasi Inovasi Pelayanan Publik untuk Meningkatkan Efektivitas Penanggulangan Kemiskinan.
‘’Hari ini Kabupaten Pekalongan langsung mendapatkan 2 penghargaan sekaligus, yaitu Inovasi Junjang Adminduk dan Sapu Jagad. Alhamdulilah ini merupakan hasil dari kerjasama yang baik oleh pemerintah daerah sampai ke tingkat desa, sehingga kita bisa memperoleh penghargaan ini,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menerima penghargaan KIPP Jateng 2021 di Semarang.
Dikatakan Bupati Fadia, bahwa JUNJANG ADMINDUK sendiri merupakan inovasi dari Dindukcapil Kabupaten Pekalongan, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas tata kelola data kependudukan di tingkat desa, mendekatkan layanan adminduk dan memfasilitasi layanan adminduk kepada masyarakat. Sehingga diharapkan dengan adanya inovasi tersebut, akan mempermudah masyarakat di desa untuk bisa mendapatkan fasilitas administrasi kependudukan secara optimal. ‘’Saya tidak heran ya kalau inovasi JUNJANG ADMINDUK ini bisa masuk urutan ke-3 dalam Top 10 KIPP Jateng 2021 ini, karena inovasi ini benar-benar bisa mempermudah layanan adminduk bagi masyarakat desa,’’ tandasnya.
Untuk inovasi selanjutnyam yaitu inovasi SAPU JAGAD, dijelaskan Bupati Fadia bahwa SAPU JAGAD merupakan sebuah inovasi yang diciptakan untuk memberian jaminan pelayanan administrasi kependudukan yang prima bagi masyarakat disabilitas di Kabupaten Pekalongan. ‘’SAPU JAGAD ini menurut saya benar-benar inovasi yang dapat mencerminkan perwujudan keadilan pelayanan public dari pemkab Pekalongan bagi kaum disabilitas. Karena kami berharap masyarakat disabilitas juga bisa mendapat layanan adminduk yang sama,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga berpesan kepada seluruh OPD untuk bisa terus berinovasi, bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan saja, melainkan tujuan utama adalah untuk memberikan kemudahan, kemurahan dan kecepatan pelayanan public bagi masyarakat. ‘’Berikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, sinergikan seluruh kreativitas, supaya tujuan utama adanya pelayanan public bisa tercapai, yaitu kepuasan masyarakat,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)
Rabu, 1 Desember 2021
Tasyakuran peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke-76 PGRI tahun 2021 dengan agenda pembukaan kegiatan webinar dan penyerahan penghargaan kepada para juara lomba ini dihadiri Segenap pengurus dan anggota PGRI kabupaten Pekalongan dan dihadiri secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM dengan didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Totok Budi Mulyanto serta Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Subagyo.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia membacakan pidato Mendibud Ristek Nadiem Anwar Makarim. Dalam pidatonya Nadiem menyampaikan bahwa selama hampir dua tahun terakhir, para guru terus berjuang memberikan pendidikan di tengah semua tantangan pandemi. Guru-guru ditantang untuk memanfaatkan teknologi membuat pembelajaran daring harus menarik bagi semua murid. Sementara di daerah yang sulit akses internet, banyak guru yang menantang risiko dengan mengajar dari rumah ke rumah. Guru mau tidak mau mendatangai rumah anak didiknya untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran. Inilah bukti pandemi tidak memadamkan semangat para guru.
Usai membacakan pidato Mendikbud Ristek, Bupati Fadia mengucapkan selamat hari guru untuk semua pahlawan tanpa tanda jasa di Indonesia. “ Sehebat apapun kita , tanpa bimbingan guru kita tidak akan bisa seperti ini. Guru menurut saya pelopor bangsa , “ ungkap Bupati Fadia
Lebih lanjut Fadia berpesan kepada para guru agar dalam mendidik muridnya dengan cara santun, baik dan penuh kasih sayang. “ Saat ini jamannya teknologi. Murid-murid kita dari SD sampai SMA sudah pegang HP. Saya berpesan agar hati-hati dalam bermedsos. Saya juga nitip kepada para guru menjaga nama baik guru kabupaten Pekalongan, ayo kita mengajar dengan santun, baik dan penuh kasih sayang, “ pinta fadia.
Terkait vaksinasi, dalam kesempatan itu Bupati Fadia juga menegaskan agar seluruh siswa di Kabupaten Pekalongan ( usia 12 tahun ke atas) harus divaksin. Fadia menjelaskan jika ada yang belum divaksin,tidak boleh ikut ujian dan orang tuanya belum divaksin juga tidak bisa ikut ujian. ” Ini dilakukan karena kita semua ingin hidup normal kembali. Saya inign anak-anak kembali belajar bertatap muka langsung. Ini bisa kalau semua sudah divaksin,” ujarnya.
Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten Pekalongan Rejo Herbeno SIP MSi dalam sambutannya menyampaikan bahwa keluarga besar PGRI Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada pemerintah Kabupaten Pekalongan atas prioritas pemberian vaksin bagi para guru, pendidik serta para siswa . ‘ Prioritas pemberian vaksin di lingkungan pendidikan merupakan wujud perhatian Pemkab dan komitmennya tentang pentingnya sector pendidikan,” ungkap Rejo.
Rejo juga menyampaikan rangkaian peringatan hari guru nasional tahun 2021 dan HUT PGRI ke-76 diisi dengan lomba-lomba, ada pula kegiatan apresiasi seni budaya, olah raga serta peningkatan kompetisi. Lomba lomba telah sukses dilaksanakan secara daring.
Sebagai acara puncak peringatan hari guru nasional tahun 2021 dan HUT PGRI ke-76 Kabupaten Pekalongan, hari ini juga digelar kegiatan webinar dengan tema ’ Peran dan nilai guru penggerak dalam transformasi pendidikan Indonesia’. “ Dengan webinar ini diharapkan seluruh anggota PGRI bersama sama menyatukan diri sebagai guru penggerak untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila, “pungkasnya (Ar-Kominfo)
Kamis, 25 November 2021
Wakil Bupati Pekalongan, H. Riswadi, SH menyempatkan diri meninjau secara langsung pelaksanaan vaksinasi dengan mobile vaksinasi yang dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Doro. Didampingi oleh Pj Sekda, Asisten dan perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Riswadi menyapa secara langsung masyarakat yang akan divaksin.
Pada kesempatan tersebut, Riswadi mengucapkan terimakasih kepada Provinsi Jawa Tengah atas bantuannya, Riswadi berharap dengan adanya dukungan dari Mobile vaksin maka capaian vaksinasi Kabupaten Pekalongan semakin naik, khususnya vaksinasi lansia yang mematok target 40% dari total jumlah Lansia di Kabupaten Pekalongan, sedangkan vaksinasi untuk umum 70% dari jumlah penduduk, sehingga level PPKM di Kabupaten Pekalongan dapat turun menjadi level-2.”Kita sifatnya sama-sama bekerjasama untuk menurunkan level kita dari 3 ke 2, capaian vaksinasi lansia kita kemarin baru 38,9%, dan diharapkan dapat naik menjadi 40%,” ungkapnya.
Tak lupa Wabup juga mengungkapkan apresiasinya kepada Paguyuban Kepala Desa se- Kecamatan Doro yang telah menginisiasi terlaksananya vaksinasi berhadiah sepeda motor tersebut. Riswadi berharap hadiah yang disediakan tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat untuk segera divaksin.
Ditambahkan Riswadi, berdasarkan pantauannya, antusias masyarakat sangat bagus, terbukti sampai sekitar jam 3 sore, tercatat tingkat kehadiran sudah mencapai 650 warga. “Ini sangat bagus dan apabila dilaksanakan disetiap kecamatan, saya optimis level kita akan cepat turun” ungkapnya. (Dn-Kominfo)
Kamis, 25 November 2021
Acara trainer tersebut, diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari masing-masing perwakilan OPD dan juga perwakilan kecamatan.
Adapun untuk hari pertama diselenggarakannya ‘Training Of Trainer Kajen Satu Data’ ini, pemateri pertama diisi oleh Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi, S.Sos.M.Si., PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs.Budi Santoso, M.Si, dan Kepala BPS Kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi mengatakan bahwa aplikasi Kajen Satu Data (KSD) merupakan satu portal data hasil kerjasama antara Kabupaten Pekalongan dengan KOMPAK, yang diharapkan mampu mendukung penetapan kebijakan program, dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Pekalongan berdasarkan pada basis data yang dapat dipertanggungjawabkan.
‘’Kajen Satu Data merupakan upaya agar pemanfaatan data tidak hanya terbatas pada penggunaan secara internal di satu instansi pemerintah, akan tetapi dapat dibagipakai antar pengguna data,’’ kata Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan Anis Rosidi saat menghadiri acara Training Of Trainer KSD di Hotel Santika, pada hari ini, Kamis (25/11/2021).
Selain itu, Anis melanjutkan bahwa pembangunan Kajen Satu Data juga diharapkan dapat mendorong pengambilan kebijakan berdasarkan data. Dan Kajen Satu Data ini menurutnya telah terlembagakan dengan diterbitkannya Peraturan Bupati Pekalongan No. 49 Tahun 2000 tentang Kajen Satu Data.
‘’Mengingat begitu pentingnya KSD tersebut bagi penentuan kebijakan pembangunan di Kabupaten Pekalongan ini, maka dengan diadakanya training ini diharapkan teknis peserta tentang penggunaan aplikasi KSD dapat meningkat,’’ jelasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs.Budi Santoso, M.Si. mengatakan bahwa di Kabupaten Pekalongan saat ini sangat dibutuhkan sekali adanya keterpaduan data antar sektor. Mengingat betapa besarnya pengaruh data terhadap setiap kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah, apalagi di masa pandemi saat ini semua hal yang berkaitan dengan data penduduk sangatlah memegang peranan penting dalam penentuan level wilayah terpapar Covid-19.
‘’ Kita adalah sangat sektoral sekali. Maka bagaimana berbagai sektor itu dipadukan dalam bentuk keterpaduan yang sama sumber data, yang kemudian menjadi sebuah dasar untuk memutus sebuah kebijakan yang harus presisi,’’ ungkap PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santoso.
Untuk itu, PJ Sekda berharap dengan diadakannya acara Training Of Trainer KSD yang diselenggarakan oleh Dinkominfo Kabupaten Pekalongan ini, dapat mereformasi ketidakpaduan data yang ada di Kabupaten Pekalongan, menuju Kabupaten Pekalongan satu data dengan apliaksi KSD.
‘’ Kami berharap ayo disetiap instansi kita coba bangun yang sudah ada ini untuk ditingkatkan kembali. Website ini sangat murah dan sangat gampang. Sudah dibangunkan kominfo coba diimplementasikan, dan diisi yang paling penting dari sisi itu adalah teknisi yang akan menginput data. Setiap saat juga harus mengupdate data,’’ jelasnya. (Lus-Kominfo)
Kamis, 25 November 2021
‘Saya ucapkan terimakasih kepada donatur yang telah mewakafkan tanahnya karena ini merupakan ajang sodaqoh. Seperti kita ketahui bahwa pahala yang tidak terputus, salah satunya memberikan ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, salah satunya dengan membangun TPQ ini,” tutur Bupati Fadia dalam sambutannya.
Dikatakan pula TPQ adalah tempat mencetak generasi penerus bangsa agar berakhlak baik dan tentunya bisa mengaji. Dengan bekal ini, menurut Bupati kelak jika mereka sudah besar mau jadi apapun sudah ada dasarnya.
Selanjutnya dalam kesempatan peletakan batu pertama pembangunan TPQ ‘Zaidul Ulum’ tersebut, Bupati sekaligus mengajak semua pihak terutama warga Kecamatan Sragi untuk mensukseskan vaksinasi covid 19. Bahkan Bupati berharap Kecamatan Sragi bisa menjadi percontohan vaksinasi. “Saya meminta para tokoh masyarakat, kades/lurah, camat, bahwa covid di kabupaten Pekalongan masih level 3 (tiga). Ini karena masih banyak yang belum divaksin. Saya minta kepada camat/kades agar Sragi menjadi percontohan, kalau bisa seratus persen masyarakat sudah divaksin. Karena vaksin adalah ikhtiar maksimal,” ujarnya.
Fadia juga memastikan di kabupaten Pekalongan tidak akan kekurangan stok vaksin. “ Vaksin akan terus ada di kabupaten Pekalongan dan jenis vaksinnya juga yang paling bagus. Tolong ini dimanfaatkan dengan baik, terutama bagi para sepuh (lansia) agar segera vaksin,” imbuhnya.
Sementara itu Bambang Sucipto selaku panitia pembangunan TPQ ‘Zaidul Ulum’ menjelaskan bahwa pembangunan TPQ sudah sampai pada pondasi gedung. Diperkirakan biaya pembangunan gedung TPQ ini sebesar Rp. 209.559.000,00. “Kami berharap Bapak/Ibu mau memberikan bimbingan saran dan sumbangsih kepada panitia pembangunan TPQ. Dana pembangunan pondasi gedung TPQ diperoleh dari donatur warga desa Krasakageng dan sekitarnya. Selanjutnya kami memohon bimbingan dan arahan Ibu Bupati Pekalongan, ” ucap Bambang.
Tampak hadir dalam acara peletakan batu pertama pembangunan TPQ ‘ Zaidul Ulum’ Dukuh Krasak wetan Krasakageng kecamatan Sragi, antara lain Ketua Bapera Ashraff, Plt Camat Sragi beserta Forkopimcam, Kabag Kesra, Kades Krasakageng, para tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat serta tamu undangan lainnya. (Ar-Kominfo)
Rabu, 24 November 2021
Acara pelatihan diikuti oleh 44 orang diantaranya dari Santri Gayeng, BPBD dan dari organisasi yang menangani kemanusiaan seperti Bapera ,Pramuli, MDMC, KOKAM, Ubaloka, Elang Pendowo, Pemuda Pancasila, Banser , PBNU,dan Tagana . Para peserta pelatihan dibekali teknis penanganan kebencanaan seperti memakai alat pelindung diri (APD) dan lainnya. pada kesempatan tersebut pihaknya mengajak untuk bersama-sama saling melengkapi, agar pada saat ada kejadian melaksanakan dengan SOP yang benar
" Kami mohon petunjuk dan mohon petuah dari Bapak Wakil Gubernur atau dari para Pembina untuk bekal dalam melaksanakan tugas” ujarnya saat memberikan sambutan kegiatan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana.
Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen Zubair mengatakan bahwa seluruh peserta yang hadir nantinya menjadi Garda terdepan untuk memberikan pertolongan pertama bagi masyarakat baik bencana alam, kecelakaan di Jalan Raya, maupun di rumah atau di sekitar kita, apalagi di saat ini musim penghujan biasanya banyak bencana..
“Kita berdoa semoga tidak ada bencana, baik syukur alhamdulillah saya sampaikan kepada BPBD Kabupaten Pekalongan,PMI Kabupaten Pekalongan yang keduanya ini biasanya berjalan seiringan dalam memberikan pertolongan terhadap kebencanaan, panjenengan semua punya emosi dan punya dedikasi untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat dan itu termasuk pondasi agama atau hifdzun nafs “ ujar H. Taj Yasin Maimoen Zubair yang merupakan Ketua Dewan Kehormatan PMI Provinsi Jawa Tengah
Taj Yasin berharap Kabupaten Pekalongan menjadi Kabupaten yang tanggap bencana. Sehingga Nantinya kalau sudah tumbuh tanggap kebencanaan biasanya merambah ke pertolongan angka ibu dan bayi meninggal, kemudian kesehatan yang saat ini menjadi waspada bersama yakni DBD serta menjadi antusiasme adalah angka kematian ibu dan bayi (AKI ). Menurutnya menolong bukan hanya pada kejadian yang sifatnya kebencanaan, tapi juga pertolongan pada sekitar.apalagi sekarang masyarakat punya traumatis terhadap covid 19 yang membuat mereka takut untuk datang ke RS.
“Panjenengan semua harus berani untuk menjadi mentor di daerah masing masing, sehingga kabupaten Pekalongan ketika bencana muncul sudah siap dan tahu apa yang harus dilakukan”pungkasnya. (Yuni zahrana)
Rabu, 24 November 2021